HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum SMP Al-Amanah
C. Interpretasi Data
2. Contoh dan Tauladan
Dimensi contoh dan tauladan dapat dilihat pada soal no. 8, 9, 10, 11, 12, 13 dan 14. Pada soal no. (8) 60% responden menyatakan bahwa guru SMP Al Amanah selalu berprilaku sopan dan ramah. (9) 62% responden menyatakan bahwa guru selalu mengucapkan salam ketika masuk kelas. (10) 43,3% responden menyatakan bahwa guru selalu berlaku adil kepada seluruh siswa. (11) 56,7% responden menyatakan bahwa guru selalu tidak merokok dilingkungan sekolah. (12) 40% responden menyatakan bahwa guru datang ke sekolah 10 menit lebih awal. (13) 43,3% responden menyatakan bahwa guru kadang-kadang masuk kelas 5 menit lebih awal. (14) 80% responden menyatakan bahwa guru selalu berpakaian rapi dan sopan pada saat mengajar.
Berdasarkan rumus di atas, dapat dikatakan bahwa contoh dan tauladan guru di SMP Al Amanah Setu berada pada interval 81,07% yang berarti termasuk kalam kategori baik.
3. Pengawasan
Dimensi pengawasan dapat dilihat pada soal no. 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23 dan 24. Pada soal no. (15) 50% responden menyatakan bahwa guru kadang-kadang mengadakan razia. (16) 50% responden menyatakan bahwa guru selalu mengadakan pemeriksaan pakaian dan rambut secara rutin. (17) 56,7% responden menyatakan bahwa guru selalu menegur siswa yang membuat kegaduhan dalam kelas. (18) 43,3% responden menyatakan bahwa
guru selalu menegur siswa yang mengobrol saat guru mengajar. (19) 50% responden menyatakan bahwa guru selalu menegur siswa yang yang menyontek pada saat ujian. (20) 53,3% responden menyatakan bahwa guru selalu menegur siswa yang mengantuk atau tertidur pada saat berlangsungnya pelajaran. (21) 50% responden menyatakan bahwa guru selalu menegur siswa yang makan di dalam kelas. (22) 76,7% responden menyatakan bahwa guru selalu menegur siswa yang keluar kelas saat jam belajar berlangsung. (23) 60% responden menyatakan bahwa guru selalu menegur siswa yang membuang sampah sembarangan. (24) 46,7% responden menyatakan bahwa guru selalu mmemanggil orang tua atau wali siswa ketika siswa melakukan pelanggaran.
Berdasarkan rumus di atas, dapat dikatakan bahwa pengawasan yang dilakukan guru di SMP Al Amanah Setu berada pada interval 83,08% yang berarti termasuk dalam kategori baik.
4. Penyadaran
Dimensi penyadaran daapa dilihat pada soal no. 25, 26, 27, 28, 29 dan 30. Pada soal no. (25) 46,7% responden menyatakan bahwa guru selalu menghukum siswa yang berkelahi. (26) 80% responden menyatakan bahwa guru selalu menghukum siswa yang suka membolos sekolah. (27) 43,3% responden menyatakan bahwa guru selalu menghukum siswa yang terlambat datang ke sekolah. (28) 36,7% responden menyatakan bahwa guru kadang-kadang memberikan pujian pada siswa yang rajin belajar. (29) 30% responden menyatakan bahwa guru kadang-kadang memberikan hadiah kepada siswa yang mendapat nilai baik. (30) 43,3% responden menyatakan bahwa guru selalu memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi.
Berdasarkan rumus di atas, dapat dikatakan bahwa penyadaran yang dilakukan guru di SMP Al Amanah Setu berada pada interval 75,00% yang berarti termasuk dalam kategori cukup baik
73 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian di SMP Al Amanah Setu Tangerang Selatan Kendala yang dihadapi guru SMP Al Amanah dalam menegakan disiplin siswa yaitu ; kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya kedisiplinan. Sehingga mereka menganggap kedisiplinan adalah suatu pengekangan.
Manfaat penegakan disiplin siswa adalah sebagai tolok ukur mampu tidaknya siswa dalam mentaati aturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah yang sangat penting untuk stabilitas kegiatan belajar mengajar. Selain itu juga sikap disiplin akan selalu diperlukan kapanpun dan dimanapun lingkungannya. Disiplin dapat membentuk watak dan kepribadian seseorang, menjadi tangguh dan dapat diandalkan. Siswa yang memiliki disiplin yang tinggi, lebih peka dan peduli pada lingkungan sekitar, dapat mengendalikan dan belajar mendisiplinkan diri.
Sesuai dengan nilai rata-rata yang dihitung dengan rumus kategori dari keempat dimensi (dimensi pembiasaan, dimensi contoh dan tauladan, dimensi pengawasan, dimensi penyadaran) yang merupakan dimensi-dimensi penegakan disiplin secara keseluruhan, maka penegakan disiplin siswa di SMP Al Amanah Setu Tangerang Selatan termasuk dalam kategori baik, yaitu dengan skor sebagai berikut:
74,18%+81,07%+83,08%+75,00%
+ 78,33%
4 (BAIK)
B. Saran
Dunia pendidikan tidak terlepas dari sikap kedisiplinan siswa-siswi, baik itu di sekolah maupun di lingkungan luar sekolah masing-masing, dan sudah selayaknya harus ditumbuh kembangkan serta diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Guru sebagai salah satu komponen pendidikan yang dapat menegakan disiplin siswa sangat diharapkan untuk menumbuhkan kedisiplinan pada dirinya kemudian diterapkan pada siswa-siswinya.
Oleh karena itu berdasarkan hasil penelitian di lapangan, maka penulis memberikan saran-saran sebagai berikut:
1. Kepada Guru dan Staf Sekolah diharapkan untuk dapat meningkatkan pembiasaan-pembiasaan yang baik terhadap siswa-siswinya, sehingga dengan sendirinya pembiasaan yang diatur bisa menjadi kebiasaan yang dilakukan dengan sendirinya tanpa harus dimarahi dan dihukum.
2. Memberikan penyadaran bagi siswa-siswi yang melakukan pelanggaran dengan hukuman sekecil apapun dan memberikan penghargaan bagi siswa-siswi yang baik
3. Kepada para siswa diharapkan mampu memahami akan pentingnya penegakan disiplin, memelihara dan menjaga suasana dan kenyamanan di sekolah agar terwujud suasana yang nyaman dan menyenangkan dalam kegiatan belajar-mengajar.
DAFTAR PUSTAKA .
Ahmad, ”Peran Guru Dalam Penegakan Disiplin Siswa”, 09/05/2009, tersedia di: www.smppgricimanggisdepok.com, 26/08/2010.
Aptorina, ”Kedisiplinan Penting Dalam Proses Pendidikan di Sekolah”, 04/09/1990, tersedia di: http://meezone.blogspot.com, 26/08/2010.
Arikunto, Suharsimi, ”Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan Praktek”, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1997.
Bayrakli, Bayraktar, ”Prinsip dan Metode Pendidikan Islam”, Jakarta: Inisiasi Press, 2004. Cet. Ke-1.
Daradjat, Zakiah, ”Ilmu Jiwa Agama”, Jakarta: Bulan Bintang, 2003. Cet. Ke-16. Durkheim, Emile, ”Pendidikan Moral Suatu Studi Teori dan Aplikasi Sosiologis
Pendidikan”, Jakarta: Erlangga, 1990.
H. Gunawan, Ary, ”Administrasi Sekolah”, Jakarta: Rineka Cipta, 2002. Cet. Ke-1. Hurlock, B. Elizabeth, ”Perkembangan Anak”, Jakarta: Erlangga, 1978. Jilid 2. Indrakusuma, Amir Daien, ”Pengantar Ilmu Pendidikan”, Surabaya: Usaha Nasional,
1984.
Koswara, Soeharni, Nuryantini Ade Yeti, ”Manajemen Lembaga Pendidikan”,
Bandung: Patragading, 2004. Cet. Ke-4.
Les Gallay, ”Disiplin Siswa di Sekolah” 04/042008, tersedia di: www.yahoo.com. 26/08/2010.
Margono, S, ”Metodologi Penelitian Pendidikan”, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2005. MS. Djohar, ”Pendidikan Strategik: Alternatif Untuk Pendidikan Masa Depan”,
Yogyakarta: LESFI, 2003.
Mutiara Endah, ”Membuat Aturan Kedisiplinan Siswa”, 06/03/2010, tersedia di: tarmizi wordpress.com,18/08/2010.
Purwanto, Ngalim, ”Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis”, Bandung: CV. Remaja Karya, 1986.