Artikel Misi: Bimbingan Lanjutan: Coraknya
B. Corak-Corak Bagi Pelayanan Yang Baik
Saudara mempunyai tugas yang sangat penting. Dan tentu saja saudara ingin
mempunyai perincian atas tugas tersebut. Bahan apakah yang harus diberikan? Apakah filsafat pendekatan terhadap tugas ini? Apakah yang diperlukan seorang bayi rohani supaya ia dapat mewakili Kristus dalam lingkungannya yang penuh dosa itu?
94
1. Corak "Pengenalan".
Kalau kita memeriksa kembali pengalaman rohani kita sendiri, maka akan menjadi nyata bahwa "pengenalan" lebih penting dari "pengetahuan". Banyak orang mempunyai pengetahuan yang baik, tetapi memusuhi Yesus Kristus. Mungkin tidak pernah ada seorang Kristen yang lebih mengetahui isi Alkitab dari pada si iblis itu. Karl Marx tidak dididik dalam jurusan sosial politik. Charles Darwin tidak dididik dalam ilmu
pengetahuan alam. Kedua-duanya memperoleh gelar dalam ilmu theologia. Tetapi mereka memusuhi Yesus Kristus. Pengetahuan itu hanyalah merupakan barang mati, kalau belum dihidupkan melalui pengenalan akan Yesus Kristus. Pengetahuan yang sedikit akan dimanfaatkan oleh iman, tatapi pengetahuan yang banyak akan sia-sia kalau tidak ada ketaatan.
Kalau seseorang yang hatinya tergerak untuk taat kepada Yesus sebagai Tuhannya, maka ia akan memanfaatkan segala sesuatu yang telah diajarkan kepadanya.
Tambahan pula kalau ia menemukan hal-hal yang belum diselidikinya, maka ia sendiri akan mencari-cari jawabannya dari Alkitab.
Oleh karena itu corak pelayanan saudara haruslah merupakan pelayanan yang mengikut sertakan jiwa-jiwa kepada Kristus. Pengikutsertaan memerlukan beberapa kesadaran, yaitu:
a. Mengenal Tuhan Yesus.
Yang terutama dalam semua bahan bimbingan lanjutan adalah harus
menonjolkan Tuhan Yesus Kristus. Dalam setiap pelajaran carilah contoh-contoh dari kehidupan dan perkataan Tuhan Yesus. Inilah corak yang harus
menggariskan setiap langkah peneguhan, terhadap pokok-pokok pelajaran manapun. Orang itu harus demikian mengenal Yesus sehingga nama Yesus selalu dihargainya. Dorongan terbesar untuk menjaga kesucian hidup ialah perasaan takut kalau-kalau sesuatu akan menajiskan nama Yesus.
o Pelajaran-pelajaran tentang penyaliban Yesus akan membangunkan rasa terima kasih dan pengucapan syukur.
o Pelajaran tentang kebangkitan Yesus akan memberikan kepastian selamat serta ketegasan dalam melawan pencobaan-pencobaan.
o Pelajaran tentang perumpamaan-perumpamaan dan peristiwa- peristiwa dalam kehidupan Yesus, akan meletakkan dasar untuk mengambil keputusan-keputusan sehari-hari.
Suatu gejala bahwa seseorang sungguh-sungguh mengenal Tuhan Yesus ialah, keinginan untuk memperkenalkan teman-temannya kepada-Nya. Gejala lain lagi ialah keinginan dan kerinduan untuk lebih mengenal Yesus melalui Alkitab.
b. Mengenal diri sendiri.
Setiap orang Kristen harus mengenal diri sendiri. Inilah kunci yang
mensukseskan hidup dengan berkemenangan. Ada dua kesadaran yang dibutuhkan, yaitu kesadaran mengenai "waktu dahulu" dan "waktu sekarang".
95
1. Waktu dahulu: Dengan Alkitab sebagai dasarnya ia harus melihat dan mengaku bahwa sebelum ia menerima Yesus Kristus ia adalah seorang berdosa yang sesat. Seandainya ia meninggal dunia pada waktu itu, pastilah ia telah terbuang ke neraka. Tidak ada suatu jasa apapun yang ia perbuat dalam hidupnya yang lama itu. Semuanya termasuk kesalahannya dimurkai Allah (Efesus 2:1-3). Setiap orang yang belum
menerima Yesus tetap dalam kesesatan dan kesia-siaan itu.
2. Waktu sekarang: Ia harus mengetahui dan mengakui bahwa ia telah menjadi seorang anak Allah melalui iman kepada Yesus. Meskipun dari waktu ke waktu ia masih melihat dosa dalam dirinya, namun ia tetap mempunyai kedudukan sebagai anak Allah (Efesus 2:4-10; 1Yohanes 1:5--2:2). Keyakinan tentang kesesatannya yang dahulu itu mendorong pengucapan terima kasih dan penghargaan kepada Yesus. Pengetahuan tentang kedudukannya sebagai seorang anak Allah (Roma 8:15) memberanikan dia untuk memanfaatkan segala berkat yang telah disediakan oleh Allah Bapa.
Mengenal sifat dunia ini.
Banyak orang Kristen tidak menampilkan ciri-ciri kehidupan rohani, karena mereka belum mengakui sifat yang sebenarnya dari dunia ini. Mereka masih berharap akan pahala-pahala duniawi. Untuk orang yang percaya hanya ada satu pengharapan yang benar, yaitu Tuhan Yesus.
Seseorang yang baru percaya harus menyadari bahwa dunia ini akan
membencinya. Dunia yang penuh dengan dosa tentu tidak akan senang bergaul dengan seseorang yang memihak kepada Yesus yang suci. Yesus sudah
berkata bahwa Ia datang "membawa pedang" (Yohanes 15:18-27; Matius 10:34-39).
Kalau seseorang sungguh insyaf bahwa dunia ini adalah medan peperangan antara Yesus dengan iblis, maka ia akan menjadi berhati-hati untuk memihak kepada dunia atau berharap kepada pahala dunia (1Yohanes 2:15-17). Kalau ia tahu bahwa segala barang yang fana ini akan dihanguskan dengan api (2Petrus 3:10) pada Hari Kiamat, maka ia akan tahu juga bahwa semua tawaran dunia itu kosong belaka.
Janganlah saudara sangka bahwa kesadaran ini akan melemahkan seorang bayi rohani, tetapi sebaliknya pengetahuan ini pasti akan menguatkannya. Makin cepat ia sadar tentang sifat sebenarnya dari dunia ini, makin cepat ia akan menjadi hamba Tuhan yang baik. Juga Iblis mengetahui hal itu dan akan berusaha menjatuhkan dia sebelum imannya berakar dalam Alkitab. Kalau saudara kurang berterus terang dalam pelayanan, berarti saudara akan
membahayakan jiwa baru itu. Tetapi kalau ia didasarkan tentang daya upaya iblis dan kesia-siaan dunia ini, ia akan berlindung kepada Yesus melalui persekutuan dengan anak-anak Allah yang lain.
2. Corak "Pengetahuan".
Dasar obyektif untuk kehidupan rohani yang stabil adalah Alkitab. Tugas bimbingan lanjutan bukan semata-mata mengajarkan tentang isi Alkitab, melainkan juga
96
membiasakan orang itu untuk menggunakan Firman. Kalau saudara hanya mempunyai kesempatan satu atau dua kali saja untuk bertemu dengan orang yang dilayani itu, maka itu sudah cukup untuk memberi contoh yang baik. Asal ia sudah tahu bagaimana caranya untuk menyelidiki satu bagian dari Alkitab, maka ia dapat menggunakan cara yang sama itu terhadap bagian-bagian yang lain.
Bagaimanakah contoh yang baik itu, yang dapat diteladaninya di kemudian hari? Yaitu janganlah saudara loncat dari satu ayat ke ayat yang lain menurut suatu pokok
melainkan ambillah satu bagian tertentu dan batasilah pada nats tersebut. Kalau saudara berpindah- pindah saja, maka Alkitab akan dianggapnya sabagai teka-teki di mana ia sendiri belum mempunyai kunci pengertiannya. Jangan lupa juga bahwa Allah lebih tahu dari kita. Kebijaksanaan Allah dalam menyusun suatu kitab tidak boleh dilupakan.
Supaya jangan sampai Alkitab itu terlalu asing baginya, berilah penjelasan tentang kitab-kitab yang terdapat dalam Perjanjian Baru. Setelah beberapa pelajaran saja, segera, tuntun orang itu untuk mulai menyelidiki satu Kitab tertentu. Kitab-kitab yang baik untuk orang-orang yang baru percaya adalah: Injil Matius, Injil Yohanes, Galatia, 1Petrus dan 1Yohanes. Janganlah memulainya dengan Perjanjian Lama. Ia
membutuhkan dua atau tiga tahun untuk menguasai isi Perjanjian Baru sebelum mulai menguasai Perjanjian Lama.
Jauhkanlah segala tafsiran-tafsiran yang memakai kiasan. Pakailah arti yang nyata dan jelas saja.
Padamkanlah segala kecenderungan untuk mempersoalkan karena kemudian hari bagian Alkitab yang lain akan menerangkan ayat itu juga.
3. Corak "Rahmat".
Banyak sekali orang memeriksa Alkitab untuk melihat syarat-syarat yang perlu dipenuhi, untuk memperoleh berkat-berkat tertentu. Janganlah memakai cara itu. Pengertian itu keliru sekali, sebab saudara mempunyai tugas untuk mengutamakan rahmat dan bukan "Torat".
Apakah arti rahmat itu? Dan apakah yang ia harus ketahui mengenai rahmat itu?
a. Bahwa segala sesuatu yang dibutuhkannya telah tersedia pada Yesus. b. Bahwa setiap berkat itu dapat dinikmatinya melalui iman tanpa syarat-syarat
tambahan.
Dengan menerima Yesus ia sudah diberi hak untuk menikmati setiap berkat yang ada di Alkitab. Janganlah mengajak ia "berusaha" memperoleh sesuatu berkat. Asal ia sadar bahwa sesuatu berkat telah tersedia dalam Yesus, dengan sendirinya ia akan
97
Satu segi lain dari rahmat perlu dijelaskan. Kalau mengalami kesulitan, janganlah sekali-kali dibiarkan memeriksa diri tentang kemungkinan adanya dosa-dosa tertentu yang mengakibatkan persoalannya itu. Cara itu sangat bertentangan dengan Firman Tuhan. Itulah sejenis ketidakpercayaan. Banyak kesulitan dialami akibat lingkungan yang berdosa dan bukan karena ketidakberesan pribadinya. Satu contoh ialah penyakit-penyakit yang hubungannya bukan langsung dengan dosa, melainkan dengan kuman.
Sumber:
Artikel diedit dari sumber:
Judul Buku :Penginjilan dan Pelayanan Pribadi
Judul Artikel:Bimbingan Lanjutan: Coraknya (Pelajaran 8) Pengarang :W. Stanley Heath, Ph.D., M.Div.
Penerbit :YAKIN, Surabaya Halaman :70 - 77
98
Sumber Misi
Melayani orang yang baru mengenal Kristus, khususnya para petobat baru adalah cukup vital, karena pelayanan lanjutan ini menolong mereka untuk tidak hilang lagi tetapi dapat terus bertumbuh. Apabila Anda mencari referensi seputar petobat, beberapa situs berikut ini (berbahasa Inggris) dapat Anda kunjungi: