BAB II Tinjauan Pustaka
2.5. Cuci tangan pakai sabun
Cuci tangan pakai sabun adalah suatu proses yang secara mekanik melepaskan kotoran dan debris dari kulit tangan dengan nmenggunakan sabun (baik yang mengandung antimikroba atau yang tidak mengandung antimikroba) dan air. Cuci tangan pakai sabun merupakan perilaku sehat yang mudah, murah dan sederhana yang secara ilmiah dapat mencegah penyebaran penyakit-penyakit menular seperti diare, ISPA dan Flu burung (Depkes, 2009).
Mencuci tangan dengan menggunakan air saja tidak cukup untuk membersihkan kuman penyebab penyakit yang terdapat di tangan. Terlebih bila mencuci tangan tidak dibawah air mengalir. Berbagi kobokan sama saja saling berbagi kuman sehingga kebiasaan itu harus ditinggalkan.
2.5.2. Manfaat Cuci Tangan Pakai Sabun
Menurut Dainur (1992), pencegahan terhadap suatu penyakit dibagi menjadi 3 yaitu: a). Pencegahan primer adalah tindakan-tindakan untuk menghindari fase prepatogenesis, misalnya menjaga keseimbangan hidup unsur penyebab penyakit (host, agent dan lingkungan), salah satunya adalah dengan meningkatkan higiene perorangan dan perlindungan terhadap lingkungan yang
tidak menguntungkan. Sebagai contohnya dapat dengan melukan CTPS sehingga dapat meningkatkan kebersihan seseorang sebagai upaya pencegahan primer terhadap suatu penyakit; b). Pencegahan sekunder yaitu seluruh tindakan pada fase patogenesis atau tindakan yang bertujuan mencegah stimulus yang terlanjur terjadi agar tidak menahun, tidak berpotensi sebagai karier dan mencegah kematian atau kecacatan; c). Pencegahan tersier yaitu pencegahan terjadinya komplikasi penyakit yang lebih parah.
Mencuci tangan dengan sabun merupakan salah satu upaya pencegahan penyakit. Hal ini dilakukan karena tangan seringkali menjadi agen yang membawa kuman dan menyebabkan patogen berpindah dari satu orang ke orang lain, baik dengan kontak langsung ataupun kontak tidak langsung (menggunakan permukaan-permukaan lain seperti handuk, gelas). Tangan yang bersentuhan langsung dengan kotoran manusia dan binatang, ataupun cairan tubuh lain (seperti ingus, dan makanan/minuman yang terkontaminasi saat tidak dicuci dengan sabun dapat memindahkan bakteri, virus, dan parasit pada orang lain yang tidak sadar bahwa dirinya sedang ditularkan. Mencuci tangan dengan air dan sabun akan banyak mengurangi jumlah mikroorganisme dari kulit dan tangan, menghilangkan kotoran dari kuli, dan memutus mata rantai penularan infeksi.
Penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan mencuci tangan dengan sabun sebagai contohnya yaitu: a). Diare, data World Health Organization (WHO) pada tahun 2004 dalam WHO (2009), menunjukkan diare merupakan penyebab kedua kematian anak di dunia dengan 1,5 juta anak meninggal setiap tahunnya karena penyakit ini. Penyakit diare seringkali diasosiasikan dengan keadaan air, namun harus diperhatikan juga penanganan kotoran manusia seperti tinja dan air kencing, karena kuman-kuman penyakit penyebab diare berasal dari kotoran-kotoran ini. Kuman-kuman nantinya akan masuk mulut melalui tangan yang telah berkontak dengan tinja, air minum yang terkontaminasi, makanan mentah, dan peralatan makan yang sebelumnya telah terkontaminasi dengan kuman penyebab diare. Burton et al. (2009) mengatakan bahwa mencuci tangan menggunakan sabun non antibakteri dan air lebih efektif untuk menghilangkan bakteri pada tangan yang mungkin berasal dari kontaminasi terhadap feses dibandingkan
mencuci tangan dengan air saja dan karena itu bisa berguna untuk pencegahan penularan penyakit diare; b). Infeksi Saluran Pernafasan Atas. Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa ISPA dan diare masih ditemukan paling sering pada anak usia di bawah lima tahun yaitu 46% dan 16% (Depkes, 2009); c). Infeksi cacing, infeksi mata dan penyakit kulit, selain diare dan infeksi saluran pernafasan penggunaan sabun dalam mencuci tangan mengurangi kejadian penyakit kulit; infeksi mata seperti trakoma, dan cacingan khususnya untuk ascariasis dan trichuriasis.
Selain untuk upaya pencegahan penyakit menular seperti diare, ISPA dan Flu burung, CTPS juga disarankan dalam pencegahan penularan virus H1N1. Dengan merebaknya virus H1N1 pada beberapa tahun terakhir ini di Indonesia, maka perilaku sehat cuci tangan pakai sabun ini penting untuk disampaikan ke masyarakat untuk mencegah terjadinya pebyebaran yang lebih luas (Depkes, 2009).
2.5.3. Syarat Melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun
Syarat melakukan cuci tangan pakai sabun yaitu, mencuci dengan kedua tangan, memakai sabun, dengan air mengalir atau dituang, air berasal dari sumber air yang aman, dan tersedia sistem pembuangan air limbah (SPAL). Ketiadaan sabun bukan merupakan penghalang praktik cuci tangan pakai sabun di rumah karena dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun telah dapat dijangkau oleh lebih dari 90% rumah tangga di Indonesia (Depkes, 2009).
2.5.4. Sasaran Utama Perubahan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun
Di Indonesia, kelompok sasaran utama perubahan perilaku CTPS adalah ibu-ibu yang memiliki balita atau para pengasuh pengganti ibu seperti nenek, tante, saudara lain, baby sitter maupun pembantu. Sedangkan anak sekolah, suami, maupun ayah merupakan kelompok sekunder yang juga berperan dalam keberhasilan menyampaikan pesan CTPS (Depkes, 2009).
2.5.5. Tata Cara Cuci Tangan Pakai Sabun
Sebelum melakukan CTPS maka, hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu: a). Pastikan semua peralatan yang dibutuhkan untuk mencuci tangan (air megalir, sabun, handuk) telah tersedia dan mudah dijangkau; b). Melepaskan perhiasan atau jam tangan dari jari dan pergelangan tangan; c). Ketika membuka kran air jika memungkinkan dapat dilakukan dengan menggunakan siku atau bagian tangan yang tidak terkontaminasi, tetapi bila tidak memungkinkan dapat meminta bantuan orang lain untuk membukanya.
Kemudian berikut ini adalah tata cara mencuci tangan memakai sabun dan air yang kira-kira membutuhkan waktu selama 40-60 detik menurut WHO (2009):
Keterangan
0. Basahi tangan menggunakan air
1. Ambil sabun secukupnya untuk diusapkan ke seluruh permukaan tangan 2. Gosokkan antar telapak tangan
3. Telapak tangan kanan berada di atas punggung tangan kiri dengan jari tangan kanan mengisi sela-sela jari tangan kiri, lalu digosokkan naik turun, dan sebaliknya
4. Telapak tangan kanan dan kiri bertemu lalu menggosokkan antar sela-sela jari
5. Punggung jari bertolak belakang dengan telapak tangan dan jari saling bertautan
6. Gosokkan secara memutar ibu jari kiri yang tergenggam oleh telapak tangan kanan dan sebaliknya
7. Gosok secara memutar dan maju mundur ujung-ujung jari tangan kanan pada telapak tangan kiri dan sebaliknya
8. Bilas tangan dengan air
9. Keringkan dengan menggunakan handuk sekali pakai 10. Gunakan handuk untuk mematikan kran
11. Dan sekarang tangan anda aman
2.5.6. Waktu Penting Cuci Tangan Pakai Sabun
Waktu-waktu penting yang penting untuk dilakukannya cuci tangan pakai sabun di Indonesia adalah saat-saat setelah pergi ke jamban, setelah membersihkan anak yang buang air besar (BAB), sebelum menyiapkan makanan, sebelum makan, dan setelah memegang/menyentuh hewan (Depkes, 2009).