Phra Ajahn Chanon Chayanuntho 89
kesadaran di masa sekarang! Pikiran-pikiran menipu dan mengarahkan kita menjauhi kebenaran.
Mengetahui tanpa berpikir menuntun kita untuk hidup bersama kenyataan di momen masa sekarang - kebenaran itu sendiri. Kebenaran terus ditunjukkan kepada kita sepanjang waktu. Kebenaran ini menunjukkan perilakunya secara langsung. Hakikat sejati dari kebenaran adalah biasa-biasa saja dan normal. Ia tidak membawa delusi, ilusi, ataupun tipuan apapun. Ia menunjukkan perilakunya secara langsung dan polos di momen masa sekarang.
Apapun itu, ia menunjukkan perilakunya dengan cara demikian. Kebahagiaan menunjukkan kebahagiaan secara langsung, sedangkan kesedihan menunjukkan kesedihan secara langsung.
Kebahagiaan dan kesedihan yang ada saat ini adalah nyata, yang tidak berasal dari pikiran- pikiran. Ini semua adalah hakikat sejati dari perasaan batin. Ada kebahagiaan dan kesedihan, yang mana merupakan hal yang biasa atau lumrah. Sama halnya
90 Karena Pandangan Keliru, Dhamma menjadi Keliru Dengan Pandangan Benar, Dhamma menjadi Benar
dengan siang dan malam, gelap dan terang.
Kelumrahan fenomena ini akan terus berlangsung sebagaimana mestinya. Tidak ada yang dapat mengubah bagaimana gelap dan terang bekerja di dunia ini. Kita, yang hidup di dalam nāma dan rūpa (komponen fisik dan mental), semua mengalami kebahagiaan dan kesedihan. Namun semuanya berusaha mengubah kenyataan ini. Ketika berhadapan dengan penderitaan, kita melarikan diri darinya.
Ketika berhadapan dengan kebahagiaan, kita mencoba mencengkeramnya. Ini karena kita terdelusi oleh ketidaktahuan, tidak mengetahui kebenaran bahwa sesungguhnya kebahagiaan dan kesedihan adalah persis sama dengan siang dan malam. Tanpa perlu melakukan apapun, siang dan malam akan berubah dengan sendirinya. Dalam konteks yang sama, cukup ketahui secara polos setiap kebahagiaan dan kesedihan di dalam batin kita. Ketahui secara polos bahwa perilaku dari batin ini (kebahagiaan dan kesedihan) akan lenyap dengan
Phra Ajahn Chanon Chayanuntho 91
sendirinya. Mengapa kita harus memboroskan energi untuk menghentikan mereka? Semua tindakan untuk menghentikan perilaku-perilaku ini sungguh penuh beban. Oleh karena itu, lepaskan semua beban kecuali tidak melakukan apa-apa.
Cukup ketahui secara langsung dan polos semua perilaku-perilaku ini. Kesadaran akan menjadi pengangguran karena ia tidak perlu melakukan apapun. Biarkan kesadaran mengetahui seperti ini!
Tidak perlu mengingat! Jangan berpikir bahwa Anda akan mengetahui sebagaimana sebelumnya Anda mengetahui. Jika kita menggunakan sati dan samadhi, akan muncul identitas atau “seseorang”
yang melakukan aktivitas tersebut. Namun dalam berlatih Vipassanā, tidak perlu melakukan apapun dan hilangkanlah secara penuh identitas atau
“seseorang” tersebut! Secara keseluruhan ini tidaklah rumit. Cukup ketahui secara polos setiap perilaku- perilaku dari tubuh dan batin.
92 Karena Pandangan Keliru, Dhamma menjadi Keliru Dengan Pandangan Benar, Dhamma menjadi Benar
Tetapi kita harus mengetahui dengan cara yang benar, yaitu mengetahui tubuh dan batin. Ketahui fungsi dari empat unsur (pergerakan, temperatur, kecairan, dan kepadatan). Untuk tubuh, cukup ketahui perilaku-perilaku ini dan abaikan yang lainnya. Untuk batin, ketahuilah perilaku perasaan - perasaan, persepsi - persepsi, pikiran - pikiran, dan kesadaran yang sedang berfungsi. Cukup ketahui di dalam tubuh dan batin. Hal-hal di luar tubuh ini tidak perlu diketahui. Ketika pikiran berkelana keluar untuk mengetahui hal-hal di luar, tidak perlu menariknya kembali, namun teruskan saja mengetahui di dalam tubuh dan batin; pikiran akhirnya akan kembali dengan sendirinya. Tubuh dan pikiran orang lain tidak perlu dipedulikan.
Enyahkan mereka semua! Mereka tidak seharusnya menjadi beban untuk kesadaran.
Kebanyakan orang mencoba untuk menjadi pintar mengenai orang lain, tetapi mereka justru tidak tahu apa-apa mengenai diri mereka sendiri. Mereka
Phra Ajahn Chanon Chayanuntho 93
mengetahui segala sesuatunya tentang orang lain.
Mereka tahu bahwa orang ini jahat, orang-orang itu baik, atau apa yang seharusnya orang-orang lain kerjakan atau tidak kerjakan. Namun, pada saat berhubungan dengan diri mereka sendiri, mereka sendiri bingung apa yang harus atau jangan dilakukan.
Sebagai tambahan, mereka bahkan tidak tahu bagaimana batin mereka bekerja. Ini karena mereka terdelusi. Terdelusi bahwa tubuh dan batin mereka dapat dikendalikan atau bahwa diri mereka itu stabil.
Pada kenyataannya, baik tubuh maupun batin mereka adalah fenomena alam yang tidak berada di bawah kendali siapapun juga. Keduanya memiliki hakikat yang sama. Keduanya seperti siang dan malam. Semua negara dan benua mengalami siang dan malam. Demikian halnya, terlepas dari kewarganegaraan dan agamanya, semua orang mengalami kebahagiaan dan kesedihan. Kita semua hidup di bawah aturan yang sama: kita harus makan, tidur, mencari uang untuk hidup, dan takdir untuk
94 Karena Pandangan Keliru, Dhamma menjadi Keliru Dengan Pandangan Benar, Dhamma menjadi Benar
kita semua harus mengalami penuaan, sakit, dan kematian.
Jadi mengapa kita masih memedulikan masalah-masalah orang lain sedangkan kita sendiri masih berada dalam masalah? Untuk dapat menyelesaikan masalah batin kita, kita harus mengetahui sebenar-benarnya batin kita sendiri.
Pecahkan masalah kemelekatan batin terhadap kebaikan dan keburukan! Ketika hal baik terjadi, batin menjadi gembira. Di sisi lain, ketika hal buruk terjadi, batin menjadi menderita. Alasannya adalah karena batin belum memahami dan tercerahkan mengenai hal-hal yang dilekati oleh batin. Oleh karena itu, apabila Anda melatih kesadaran untuk mengetahui dengan cukup baik, kesadaran yang mengetahui batin akan menjadi netral. Ini berarti kesadaran tidak akan lagi melekat baik pada kebaikan maupun keburukan. Pada akhirnya, kesadaran akan melampaui alam.