• Tidak ada hasil yang ditemukan

Curahan Jam bekerja

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 46-55)

Curahan Jam kerja dalam penelitian ini akan dilihat berdasarkan jumlah jam kerja mengacu pada UU No.13 tahun 2003. Berdasarkan Undang-undang nomor 13 tahun 2013 tentang jumlah jam kerja, jumlah jam kerja yang telah disepakati adalah 40 jam/minggu. Karakteristik lansia di Desa Murtigading dan Desa Gadingharjo menurut curahan jam kerja dapat dilihat pada Tabel 38 Tabel 38. Curahan Jam Kerja Responden

No Curahan Jam Kerja

Desa Murtigading Desa Gadingharjo F (Jiwa) % F (Jiwa) % 1. Tidak bekerja/pensiun 41 61,2 15 51,7 2. < 40 jam/minggu 11 16,4 13 44,8 3. > 40 jam/minggu 15 22,4 1 3,4 Jumlah 67 100 29 100

Sumber : Data primer, 2016

Tabel 38 menunjukkan bahwa proporsi tertinggi curahan jam kerja lansia di Desa Murtigading yaitu sebesar 22,4% adalah > 40

112 jam/minggu sebaliknya proporsi tertinggi curahan jam kerja lansia di Desa Gadingharjo yaitu sebesar 44,8% adalah < 40 jam/minggu. Perbedaan jumlah jam kerja tersebut salah satunya dipengaruhi oleh jenis pekerjaan yang dilakukan oleh lansia. Mayoritas pekerjaan yang ditekuni oleh lansia di Desa Murtigading adalah bidang perdagangan (membuka warung) sedangkan mayoritas responden lansia di Desa Gadingharjo adalah petani. Biasanya lansia yang bekerja pada bidang perdangan memiliki curahan jam kerja lebih tinggi yaitu sekitar 8-10 jam sehari sedangkan lansia yang bekerja sebagai petani memiliki jam kerja rata-rata sekitar 4-6 jam/hari. Uraian Tabel 38 menunjukkan bahwa Desa Murtigading memiliki curahan jam kerja lebih tinggi dibandingkan dengan Desa Gadingharjo.

Tabel 39. Curahan Jam Kerja Berdasarkan Umur Responden N

o

Curahan Jam Kerja

Desa Murtigading Desa Gadingharjo

LMu LMe LT LMu LMe LT

1. Tidak bekerja 40,62 73,08 100 61,19 57,14 55,56 33,33 51,72 2. < 40 jam/minggu 21,88 15,38 - 16,42 42,86 44,44 50 44,83 3. > 40 jam/minggu 37,5 11,54 - 22,39 - - 16,67 3,45 N% 100 100 100 100 100 100 100 100 N 32 26 9 67 14 9 6 29

Sumber : Data Primer, 2016

Tabel 39 menunjukkan proporsi curahan jam kerja berdasarkan kelompok umur di Desa Murtigading dan Desa Gadingharjo. Pada Desa Murtigading proporsi tertinggi curahan jam kerja kategori

113 lansia muda yaitu sebesar 37,5% adalah > 40 jam/minggu, kelompok lansia menengah yaitu sebesar 15,38% adalah < 40 jam/minggu.

Proporsi tertinggi curahan jam kerja lansia di Desa Gadingharjo kategori lansia muda yaitu sebesar 42,86%, lansia menengah 44,44% dan lansia tua 50% adalah < 40 jam/minggu. Terdapat perbedaan pada kategori curahan kerja < 40 jam/minggu, di Desa Murtigading lansia yang memiliki curahan kerja < 40 jam/minggu adalah lansia kategori muda dan menengah.

Tabel 40. Curahan Jam Kerja Berdasarkan Jenis Kelamin Responden

N o

Curahan Jam Kerja

Desa Murtigading Desa Gadingharjo Laki-laki Perempuan Total Laki-laki perempuan Total 1. Tidak bekerja 50 67,44 61,19 50 52,63 51,72 2. < 40 jam/minggu 12,5 18,61 16,42 40 47,37 44,83 3. > 40 jam/minggu 37,5 13,95 22,39 10 - 3,45 N% 100 100 100 100 100 100 N 24 43 67 10 19 29

Sumber: Data primer, 2016

Tabel 40 menunjukkan proporsi curahan jam kerja lansia berdasarkan jenis kelamin di Desa Murtigading dan Desa Gadingharjo. Di Desa Murtigading proporsi tertinggi curahan jam kerja laki-laki yaitu sebesar 37,5% adalah > 40 jam/minggu sedangkan perempuan yaitu sebesar 18,61% adalah < 40 jam/minggu. Proporsi tertinggi curahan jam kerja di Desa

114 Gadingharjo lansia laki-laki yaitu sebesar 40% dan perempuan 47,37% adalah < 40 jam/minggu.

Secara umum baik di Desa Murtigading dan Desa Gadingharjo, lansia perempuan memiliki proporsi lebih tinggi di curahan jam kerja < 40 jam/minggu sebaliknya lansia laki-laki memiliki proporsi lebih tinggi pada curahan jam kerja < 40 jam/minggu. Hal tersebut dikarenakan perempuan mempuyai tugas ganda, disamping melakukan aktivitas ekonomi lansia perempuan juga melakukan aktivitas rumah tangga sehingga curahan jam dalam aktivitas ekonomi menjadi berkurang.

Tabel 41. Curahan Jam Kerja Berdasarkan Status Kesehatan Responden N o Curahan Jam Kerja

Desa Murtigading Desa Gadingharjo Sehat Sakit Total Sehat Sakit Total 1. Tidak beker Ja 51,72 68,42 61,19 50 52,94 51,72 2. < 40 jam/ming gu 24,14 10,53 16,42 41,67 47,06 44,83 3. > 40 jam/ming gu 24,14 21,05 22,39 8,33 0 3,45 N% 100 100 100 100 100 100 N 29 38 67 12 17 29

Sumber: Data primer, 2016

Tabel 41. menunjukkan proporsi curahan jam kerja berdasarkan status kesehatan lansia di Desa Murtigading dan Desa Gadingharjo, di Desa Murtigading proporsi curahan jam kerja lansia sehat < 40 jam/minggu dan > 40 jam/minggu sama/seimbang yaitu

115 sebesar 24,14%, sedangkan proporsi tertinggi curahan jam kerja lansia sakit yaitu sebesar 21,05% adalah > 40 jam/minggu. Hal tersebut menunjukkan bahwa kondisi sakit tidak membuat lansia Desa Murtigading mengurangi curahan jam kerja dalam aktivitas ekonomi. Proporsi tertinggi curahan jam kerja lansia sehat di Desa Gadingharjo yaitu sebesar 41,67% dan lansia sakit yaitu sebesar 47,06% adalah < 40 jam/minggu.

Dilihat berdasarkan perbandingan antara lansia sehat dan lansia sakit pada curahan jam kerja lansia di Desa Murtigading dan Desa Gadingharjo. Lansia sehat di Desa Murtigading memiliki proporsi yang lebih besar daripada lansia sakit.hal ini berarti pada curahan jam kerja < 40 jam/minggu maupun curahan jam kerja > 40 jam/minggu didominasi oleh lansia sehat. Pada curahan jam kerja < 40 jam/minggu di Desa Gadingharjo, lansia sakit memiliki perbandingan yang lebih tinggi daripada lansia sehat dan memiliki perbandingan yang lebih rendah dalam curahan jam kerja > 40 jam/minggu. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada curahan jam kerja < 40 jam/minggu didominasi oleh lansia sakit sebaliknya pada curahan jam kerja > 40 jam/minggu didominasi oleh lansia sehat. 3) Pendapatan bekerja

Pendapatan kerja yang diterima oleh lansia dalam penelitian ini akan dilihat berdasarkan upah minimum regional Kabupaten Bantul tahun 2016 (Rp.1.297.700,-).

116 Tabel 42. Pendapatan Bekerja Responden

No Pendapatan Bekerja

Desa Murtigading Desa Gadingharjo F (Jiwa) % F (Jiwa) %

1. Tidak bekerja 41 61,2 15 51,7

2. Dibawah UMR 19 28,4 13 44,8

3. Diatas UMR 7 10,4 1 3,4

Jumlah 67 100 29 100

Sumber : Data primer, 2016

Tabel 42 menunjukkan proporsi pendapatan lansia dilihat berdasarkan upah minimum regional Kabupaten Bantul tahun 2016. Secara umum, lansia yang bekerja baik di Desa Murtigading dan Desa Gadingharjo memiliki pendapatan dibawah UMR. Desa Murtigading memiliki jumlah proporsi pendapatan lansia diatas UMR lebih banyak (10,4%) dibandingkan dengan Desa Gadingharjo (3,4%), sedangkan lansia yang memiliki pendapatan di bawah UMR di Desa Gadingharjo lebih sedikit (28,4%) dibandingkan dengan Desa Gadingharjo (44,8%).

Jenis pekerjaan yang ditekuni lansia dapat mempengaruhi besar pendapatan lansia. Lansia di Desa Gadingharjo sebagian besar berprofesi sebagai petani, besar pendapatan petani salah satunya dipengaruhi oleh jenis tanaman yang ditanam. Jenis tanaman yang ditanam antara lain, jagung, padi, cabai, terong dan bawang merah. Besar pendapatan lansia petani yang menanam bawang merah lebih besar daripada petani yang menanam jenis tanaman lain. Dalam penelitian ini rata rata pendapatan bekerja lansia di Desa

117 Murtigading sebesar Rp.1.080.115,- /bulan sedangkan di Desa Gadingharjo Rp.929.643,-/bulan. Hal ini berarti rata-rata pendapatan lansia di Desa Murtigading lebih tinggi daripada lansia di Desa Gadingharjo.

Tabel 43. Pendapatan Berdasarkan Kelompok Umur Responden N

o

Pendapatan Desa Murtigading Desa Gadingharjo < UMR > UMR Tidak bekerja < UMR > UMR Tidak bekerja 1. Lansia muda 73,68 71,43 31,71 47,76 46,15 - 53,34 48,28 2. Lansia menengah 26,32 28,57 46,34 38,81 30,77 - 33,33 31,03 3. Lansia tua - - 21,95 13,43 23,08 100 13,33 20,69 N% 100 100 100 100 100 100 100 100 N 19 7 41 67 13 1 15 29

Sumber : Data Primer, 2016

Uraian Tabel 43 menunjukkan bahwa secara umum, proporsi terbesar lansia berpendapatan dibawah UMR didominasi oleh lansia muda yaitu sebesar 73,68% pada Desa Murtigading dan 46,15% pada Desa Gadingharjo. Proporsi terbesar lansia berpendapatan diatas UMR pada Desa Murtigading didominasi oleh lansia muda (71,43%) sebaliknya pada Desa Gadingharjo adalah lansia tua (100%).

Tabel 44 menunjukkan bahwa, proporsi terbesar lansia berpendapatan dibawah UMR didominasi oleh perempuan yaitu sebesar 57,90% di Desa Murtigading dan 69,23% di Desa Gadingharjo. Proporsi terbesar lansia berpendapatan diatas UMR adalah laki-laki yaitu sebesar 57,14% di Desa Murtigading dan 100% di Desa Gadingharjo.

118 Tabel 44. Pendapatan Berdasarkan Jenis Kelamin Responden N

o

Pendapatan Desa Murtigading Desa Gadingharjo < UMR > UMR Tidak bekerja < UMR > UMR Tidak bekerja 1. Laki-laki 42,10 57,14 29,27 35,82 30,77 100 33,33 34,48 2. Perempuan 57,90 42,86 70,73 64,18 69,23 0 66,67 65,52 N% 100 100 100 100 100 100 100 100 N 19 7 41 67 13 1 15 29

Sumber : Data primer, 2016

Uraian Tabel 44 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan besar pendapatan lansia menurut jenis kelamin. Pendapatan lansia laki-laki lebih besar jika dibandingkan dengan lansia perempuan.

Tabel 45. Pendapatan Berdasarkan Status Kesehatan Responden N

o

Besar Pendapatan

Desa Murtigading Desa Gadingharjo < UMR > UMR Tidak bekerja < UMR > UMR Tidak bekerja 1. Sehat 52,63 57,14 36,59 43,28 38,46 100 40 41,38 2. Sakit 47,37 42,86 63,41 56,72 61,54 - 60 58,62 N% 100 100 100 100 100 100 100 100 N 19 7 41 67 13 1 15 29

Sumber : Data primer, 2016

Tabel 45 menunjukkan proporsi besar pendapatan jika dilihat berdasarkan kesehatan lansia di kedua desa. Proporsi tertinggi lansia di Desa Murtigading yang memiliki pendapatan di bawah UMR yaitu sebesar 52,63% dan diatas UMR yaitu sebesar 57,14% didominasi oleh lansia sehat, sedangkan di Desa Gadingharjo proporsi tertinggi lansia yang memiliki pendapatan di bawah UMR yaitu sebesar 61,54% adalah lansia sakit dan proporsi tertinggi lansia yang memiliki pendapatan di atas UMR yaitu sebesar 100% adalah sehat.

119 Tabel 46. Pendapatan Berdasarkan Tingkat Pendidikan Responden N

o

Besar Pendapatan

Desa Murtigading Desa Gadingharjo < UMR > UMR Tidak bekerja < UMR > UMR Tidak bekerja 1. Tidak sekolah/bel um tamat SD 10,53 14,29 46,34 32,84 76,92 - 46,68 58,62 2. SD 31,58 - 7,32 13,43 23,08 - 13,33 17,24 3. SMP 31,58 28,57 9,76 17,91 - - 13,33 6,9 4. SMA 15,78 28,57 17,07 17,91 - 100 13,33 10,34 5. PT/Akade mi 10,53 28,57 19,51 17,91 - - 13,33 6,9 N% 100 100 100 100 100 100 100 100 N 19 7 41 67 13 1 15 29

Sumber : Data Primer, 2016

Tabel 46 menunjukkan proporsi besar pendapatan dilihat dari tingkat pendidikan. Proporsi tertinggi besar pendapatan dibawah UMR Desa Murtigading yaitu sebesar 31,58% adalah SD dan SMP sedangkan proporsi tertinggi pendapatan diatas UMR yaitu sebesar 28,57% adalah SMP, SMA, PT/Akademi. Proporsi tertinggi besar pendapatan dibawah UMR Desa Gadingharjo yaitu sebesar 76,92% adalah tidak sekolah/belum tamat SD sedangkan proporsi tertinggi pendapatan diatas UMR yaitu sebesar 100% adalah SMA. Secara umum, lansia yang memiliki pendapatan diatas UMR adalah lansia yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lansia yang memiliki pendapatan dibawah UMR.

b. Aktivitas Sosial

Aktivitas sosial ialah aktivitas yang dilakukan oleh lansia berkenaan dengan statusnya sebagai anggota dikeluarga dan

120 dimasyarakat. Dalam penelitian ini akan ditanyakan aktivitas sosial lansia yang berkenaan dengan statusnya sebagai anggota keluarga seperti; frekuensi bertemu-berkumpul dengan anak, hubungan dengan sanak-saudara, kegiatan trah keluarga, sedangkan untuk aktivitas sosial lansia yang berkenaan dengan statusnya dimasyarakat seperti hubungan lansia dengan masyarakat, partisipasi lansia dalam organisasi sosial dan intensitas aktivitas sosial dimasyarakat.

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 46-55)

Dokumen terkait