Persamaan peluang kemiskinan rumahtangga nelayan tradisional dinyatakan sebagai berikut :
A. Persamaan Produksi
11. Pengeluaran Total Rumahtangga
7.4. Curahan Waktu Kerja Istri Di Luar Sub Sektor Perikanan
Hasil pendugaan parameter pada persamaan curahan waktu kerja istri di luar sub sektor perikanan disajikan pada Tabel 15. Koefisien determinasi (R2)
menunjukkan nilai 0.74777 berarti keragaman curahan waktu kerja istri di luar sub sektor perikanan sebesar 74.777 persen dapat dijelaskan oleh tiga variabel eksogen tersebut. Ketiga variabel eksogen tersebut adalah umur istri (UIT), lama pendidikan istri (EDI), dan jumlah anak balita (JAB). Nilai uji F-hitung yaitu 75.10, yang berarti secara bersama-sama variabel eksogen dari persamaan curahan waktu kerja istri di luar sub sektor perikanan dapat menjelaskan dengan sangat baik pada perilaku curahan waktu kerja istri di luar sub sektor perikanan.
Tabel 15. Hasil Pendugaan Parameter pada Persamaan Curahan Waktu Kerja Istri Di Luar Sub Sektor Perikanan
Variabel Parameter t hitung Prob > |T| Elastisitas
Intersep -101.328 -5.68 <.0001
UIT -0.20156 -0.41 0.6857
EDI 21.28322 14.04 <.0001a
JAB -13.25831 -2.48 0.0153a
86
Keterangan : aberbeda nyata pada taraf uji α = 5 % b
berbeda nyata pada taraf uji α = 10 % c
berbeda nyata pada taraf uji α = 15 % dberbeda nyata pada taraf uji α = 20 %
Seluruh variabel dugaan eksogen bertanda sesuai yang diharapkan dan berpengaruh nyata terhadap curahan waktu kerja istri di luar sub sektor perikanan kecuali variabel eksogen umur istri yang bertanda tidak sesuai dengan yang diharapkan dan tidak berpengaruh nyata terhadap curahan waktu kerja istri di luar sub sektor perikanan.
Variabel eksogen dugaan umur istri bertanda negatif. Artinya penambahan umur istri maka curahan waktu kerja istri di luar sub sektor perikanan menurun. Variabel eksogen dugaan umur istri tidak berpengaruh nyata terhadap curahan waktu kerja istri di luar sub sektor perikanan. Hal ini disebabkan karena pada umur istri yang lebih tua, anak-anak yang dipelihara oleh kaum ibu atau istri sudah beranjak besar sehingga istri sebagai ibu dapat mencurahkan waktu luangnya untuk bekerja di luar sub sektor perikanan.
Selain itu, umur istri yang bertambah tidak menjadi penghalang istri untuk bekerja supaya dapat membantu suami dalam memenuhi kebutuhan rumahtangganya karena kemampuan sosial ekonomi rumahtangga nelayan tradisional yang masih rendah.
Variabel eksogen dugaan lama pendidikan istri bertanda positif. Artinya semakin tinggi pendidikan yang ditempuh istri maka semakin tinggi curahan waktu kerja istri di luar sub sektor perikanan. Variabel eksogen dugaan lama pendidikan istri berpengaruh nyata terhadap curahan waktu kerja istri di luar sub sektor perikanan. Hal ini disebabkan karena istri nelayan yang berpendidikan
rendah memilih untuk tidak bekerja diluar sub sektor perikanan dan hanya mengurus rumahtangganya.
Variabel eksogen dugaan jumlah anak balita bertanda negatif. Artinya semakin banyak jumlah anak balita maka curahan waktu kerja istri di luar sub sektor perikanan menurun. Variabel eksogen dugaan jumlah anak balita berpengaruh nyata terhadap curahan waktu kerja istri di luar sub sektor perikanan. Anak balita memerlukan perhatian ibu yang lebih besar sehingga waktu luang istri yang lebih banyak sangat diperlukan sehingga kondisi tersebut menyebabkan istri tidak mempunyai banyak waktu untuk mencurahkan waktu untuk bekerja di luar sub sektor perikanan.
7.5. Pendapatan Suami Di Dalam Sub Sektor Perikanan
Hasil pendugaan parameter dan elastisitas pada persamaan pendapatan suami di dalam sub sektor perikanan disajikan pada Tabel 16. Koefisien determinasi (R2) menunjukkan nilai 0.93601 berarti keragaman pendapatan suami
di dalam sub sektor perikanan sebesar 93.601 persen dapat dijelaskan oleh empat variabel eksogen tersebut.
Kelima variabel eksogen tersebut adalah produksi nelayan (PRK), curahan waktu kerja suami di dalam sub sektor perikanan (CSD), harga jual ikan atau udang (HJI), dan dummy musim (D1). Nilai uji F-hitung yaitu 274.25, yang berarti
secara bersama-sama variabel eksogen dari pendapatan suami di dalam sub sektor perikanan dapat menjelaskan dengan sangat baik pada perilaku pendapatan suami di dalam sub sektor perikanan.
88
Tabel 16. Hasil Pendugaan Parameter dan Elastisitas pada Persamaan Pendapatan Suami Di Dalam Sub Sektor Perikanan
Variabel Parameter t hitung Prob > |T| Elastisitas
Intersep 39195.89 0.86 0.3906 PRK 0.332842 1.68 0.0980b 0.5870279 CSD -193.903 -0.50 0.6200 -0.12654 HJI 88.50927 3.29 0.0015a 0.8509467 D1 -271839 -9.69 <.0001a R2 = 0.93601 F-hitung = 274.25
Keterangan : aberbeda nyata pada taraf uji α = 5 % b
berbeda nyata pada taraf uji α = 10 % c
berbeda nyata pada taraf uji α = 15 % d
berbeda nyata pada taraf uji α = 20 %
Seluruh variabel dugaan eksogen bertanda sesuai yang diharapkan dan berpengaruh nyata terhadap pendapatan suami di dalam sub sektor perikanan kecuali variabel eksogen curahan waktu kerja suami di dalam sub sektor perikanan.
Variabel eksogen dugaan produksi nelayan bertanda positif. Artinya peningkatan produksi menyebabkan peningkatan pendapatan. suami di dalam sektor perikanan. Variabel eksogen dugaan produksi nelayan berpengaruh nyata terhadap peningkatan pendapatan suami di dalam sub sektor perikanan. Nilai elastisitas pendapatan suami di dalam sub sektor perikanan terhadap curahan waktu kerja suami di dalam sub sektor perikanan sebesar 0.587. Besarnya nilai elastisitas menunjukkan pendapatan suami di dalam sub sektor perikanan tidak respon terhadap produksi nelayan.
Produksi nelayan merupakan komponen penting dalam penentuan pendapatan nelayan atau suami di dalam sub sektor perikanan karena apabila produksi menurun maka nelayan mengalami kerugian dan berusaha mencari tambahan pendapatan lain dari sub sektor di luar sub sektor perikanan. Adanya
perbedaan jenis hasil tangkapan yang diperoleh oleh nelayan yakni ikan dan udang dimana harga jual kedua komoditas juga berbeda sehingga hasil tangkapan ikan yang tinggi namun memiliki harga jual yang rendah menyebabkan pendapatan nelayan yang memperoleh ikan lebih rendah daripada hasil tangkapan udang.
Variabel eksogen dugaan curahan waktu kerja suami di dalam sub sektor perikanan bertanda negatif. Artinya. peningkatan curahan waktu kerja suami di dalam sub sektor perikanan menyebabkan penurunan pendapatan suami di dalam sub sektor perikanan.
Variabel eksogen dugaan curahan waktu kerja suami di dalam sub sektor perikanan tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan suami di dalam sub sektor perikanan. Nilai elastisitas pendapatan suami di dalam sub sektor perikanan terhadap curahan waktu kerja suami di dalam sub sektor perikanan sebesar 0.12654. Besarnya nilai elastisitas menunjukkan pendapatan suami di dalam sub sektor perikanan tidak respon terhadap perubahan curahan waktu kerja suami di dalam sub sektor perikanan.
Tenaga kerja yang mencurahkan waktunya untuk kegiatan produktif seperti bekerja di dalam sub sektor perikanan bertujuan untuk memperoleh pendapatan dalam memenuhi kebutuhan rumahtangganya. Adanya karakteristik pekerjaan nelayan yang bersifat berburu ikan sehingga pendapatan yang diperoleh oleh nelayan tidak pasti dengan jam kerja tertentu.
Variabel eksogen dugaan harga jual udang atau ikan bertanda negatif. Artinya. peningkatan harga jual ikan atau udang menyebabkan peningkatan pendapatan suami di dalam sub sektor perikanan. Variabel eksogen dugaan harga
90
jual ikan atau udang tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan suami di dalam sub sektor perikanan. Nilai elastisitas pendapatan suami di dalam sub sektor perikanan terhadap harga jual ikan atau udang sebesar 0.850. Besarnya nilai elastisitas menunjukkan pendapatan suami di dalam sub sektor perikanan tidak respon terhadap perubahan harga jual ikan atau udang.
Variabel eksogen dugaan dummy musim bertanda negatif. Artinya pada musim paceklik, pendapatan suami atau nelayan di dalam sub sektor perikanan rendah. Variabel eksogen dugaan berpengaruh nyata terhadap pendapatan suami di dalam sub sektor perikanan. Hal ini disebabkan karena pada saat musim paceklik, ombak dan arus laut besar sehingga nelayan sulit untuk menangkap ikan di laut sehingga hasil tangkapan ikan menurun dan pendapatan suami atau nelayan pada musim paceklik menurun.