Akuntabilitas Kinerja
TARGET, REALISASI DAN CAPAIAN IKU PUSDIKLAT TAHUN 2021
1. CUSTOMER PERSPECTIVE
Sasaran Strategis : Meningkatnya SDM Kemenlu yang kompeten IKU : Persentase peserta diklat yang lulus
Persentase Peserta Diklat yang Lulus bertujuan untuk mengukur keberhasilan program pendidikan dan pelatihan fungsional diplomat berjenjang yang diselenggarakan oleh Pusdiklat untuk meningkatkan kompetensi peserta Pejabat Fungsional Diplomat yang handal dan berkualitas. Peningkatan kualitas SDM Kementerian Luar Negeri semakin besar seiring dengan tuntutan dunia diplomasi yang sangat dinamis. Dengan SDM yang kuat, Kementerian Luar Negeri akan terus menjadi lead institution di bidang diplomasi dan politik luar negeri.
Formula penghitungan capaian IKU Persentase Peserta Diklat yang Lulus adalah prosentase dari jumlah peserta Diklat Fungsional Diplomat berjenjang yang lulus dengan nilai minimal 71 dibagi dengan jumlah seluruh peserta diklat.
Program Diklat Fungsional Diplomat Berjenjang yang diselenggarakan oleh Pusdiklat terdiri dari :
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 21 1. Sekolah Dinas Luar Negeri (Sekdilu) untuk calon Pejabat Fungsional Diplomat
Ahli Pertama,
2. Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) untuk Pejabat Fungsional Diplomat Ahli Muda
3. Sekolah Staf dan Pimpinan Dinas Luar Negeri (Sesparlu) untuk Pejabat Fungsional Diplomat Ahli Madya.
Berikut disampaikan Pelatihan Fungsional Diplomat Berjenjang yang terdiri dari Diklat Sekdilu, Diklat Sesdilu dan Diklat Sesparlu.
1. Latar Belakang
Diklat Sekolah Dinas Luar Negeri yang selanjutnya disebut Sekdilu adalah Pelatihan Fungsional Diplomat tingkat dasar untuk mencapai persyaratan kompetensi pembentukan jenjang jabatan Diplomat Ahli Pertama. Tujuan Diklat Sekdilu adalah untuk membentuk Pegawai Negeri Sipil Kementerian Luar Negeri yang memenuhi Standar Kompetensi sebagai prasyarat untuk diangkat pertama kali dalam Jabatan Fungsional Diplomat Pertama. Diklat Sekdilu juga diharapkan dapat mencetak Diplomat Ahli Pertama yang memahami Nilai-nilai Kementerian Luar Negeri, yaitu Profesionalisme, Integritas, Manfaat, Proaktif, Inovatif, dan Nilai Kejuangan (PIMPIN).
T/R/C Tw I s/d Tw II s/d Tw III s/d Tw IV Tahun
Target - 47% 75% 100% 100%
Realisasi - 47% 75% 100% 100%
Capaian - 100% 100% 100% 100%
0 20 40 60 80 100 120
Tahun 2018 Tahun
2019 Tahun
2020 Tahun 2021
100% 100% 100% 100 %
Jumlah Peserta yang lulus diatas nilai 71
Perbandingan Capaian IKU Persentase Peserta Diklat yang Lulus
Tahun 2018 s/d 2020
Diklat Sekdilu
Capaian IKU Persentase Peserta Diklat yang Lulus Tahun 2021
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 22 2. Capaian Kinerja Tahun 2021
Persiapan Sekdilu Angkatan ke-42
Dalam rangka persiapan Diklat Sekdilu Angkatan ke-42, UPT Sekdilu telah melaksanakan berbagai kegiatan rutin internal antara lain terkait perencanaan anggaran, pemilihan dan penjajakan narasumber, penyusunan kurikulum dan perencanaan metode pelatihan.
Selain itu juga dilaksanakan beberapa kegiatan untuk mempersiapkan pelaksanaan Sekdilu, antara lain:
a. FGD Penyempurnaan Kurikulum Diklat Sekdilu Angkatan ke-42 untuk Mata Pelatihan Komunikasi dan Diplomasi Publik pada tanggal 8 Maret 2021.
b. FGD Penyempurnaan Kurikulum Diklat Sekdilu Angkatan Ke-42 Terkait Pelaksanaan Program Mentoring, Coaching dan Buddy System pada tanggal 20 - 22 April 2021.
c. Sarasehan Duta Besar (Mentor) dan Pelatihan Diplomat Madya (Coach) dalam rangka persiapan Diklat Sekdilu Ke-42 pada tanggal 3 - 4 Juni 2021.
d. Pelatihan pengoperasian Zoom untuk Staf UPT Sekdilu pada tanggal 15 Juni 2021.
Pelaksanaan Sekdilu Angkatan ke-42
Diklat Sekdilu Angkatan ke-42 diselenggarakan pada tanggal 14 Juni-23 November 2021.
Diklat dilaksanakan untuk membina peserta secara komprehensif dengan menggabungkan muatan pengetahuan (Knowledge), keterampilan (Skills), dan perilaku (Attitude). Dalam pelaksanaan Diklat Sekdilu 42 terdapat 12 Mata Pelatihan yang akan diberikan kepada peserta Diklat untuk memenuhi Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Diplomat sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. Mata Pelatihan tersebut mencakup:
1. Mata Pelatihan Dasar-Dasar Diplomasi dan Politik Luar Negeri
2. Mata Pelatihan Isu-Isu Strategis dan Arah Kebijakan Luar Negeri Indonesia 3. Mata Pelatihan Diplomasi Bilateral dan Pengenalan Mitra Strategis Indonesia 4. Mata Pelatihan Diplomasi Regional dan Multilateral
5. Mata Pelatihan Diplomasi Ekonomi
6. Mata Pelatihan Komunikasi dan Diplomasi Publik
7. Mata Pelatihan Hukum dan Perjanjian Internasional (dan pelindungan BHI) 8. Mata Pelatihan Layanan Protokol dan Konsuler
9. Mata Pelatihan Pelindungan WNI
10. Mata Pelatihan Keterampilan Pendukung Diplomasi
11. Mata Pelatihan Manajemen Kelembagaan dan Dukungan Diplomasi 12. Mata Pelatihan Pembinaan Karakter, Kepemimpinan dan Nilai Kebangsaan Kegiatan Pasca Sekdilu Angkatan ke-42
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 23 Di tengah dan pasca pelaksanaan kegiatan Sekdilu ke-42 telah dilaksanakan beberapa kegiatan Monitoring dan Evaluasi seperti
a. Review kegiatan Mentoring, 17 September 2021.
b. Monitoring dan Evaluasi Diklat Sekdilu Angkatan ke-42 pada tanggal 15-27 November 2021,
c. Debriefing dan Evaluasi Kegiatan Coaching Sekdilu Angkatan ke-42 pada tanggal 20 Desember 2021,
d. Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan dan efektivitas pelatihan Diklat Sekdilu pada tahun mendatang.
3. Kendala Utama
Merujuk pada Indikator Kinerja Utama Pusdiklat, indikator kinerja UPT Sekdilu adalah (1) presentase peserta diklat yang lulus; (2) presentase realisasi diklat; dan (3) indeks kepuasan terhadap pelayanan UPT Sekdilu.
Pandemi COVID-19 yang terjadi sejak Maret 2020 dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak Juni telah menyebabkan metode pendidikan dan pelatihan pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri, khususnya pada Diklat Sekdilu Angkatan ke-42, dilaksanakan secara hybrid (daring dan tatap muka).
Di tengah keterbatasan kondisi pandemi, 62 orang peserta Diklat Sekdilu Angkatan ke-42 telah dinyatakan lulus. Diklat Sekdilu Angkatan ke-42 diselenggarakan pada tanggal 14 Juni-23 November 2021 selama 890 jam pelajaran, dengan penambahan waktu belajar mandiri untuk penyusunan tugas dan latihan, serta Kertas Tugas Akhir Perseorangan (Taskap).
4. Alternatif Pemecahan Masalah
Sebagai konsekuensi dari Pandemi Covid-19 dan PPKM, telah dilaksanakan refocusing anggaran UPT Sekdilu. Sebagian besar kegiatan Diklat Sekdilu, seperti kegiatan kelas paparan narasumber, coaching, mentoring dan buddy program, simulasi dan ujian TASKAP, tetap diselenggarakan dengan menggunakan aplikasi zoom atau secara daring.
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 24 Beberapa kegiatan yang awalnya direncanakan untuk dilaksanakan secara luring, misalnya rencana kunjungan peserta Sekdilu ke Perwakilan RI di luar negeri untuk observasi lapangan isu Pelindungan WNI, terpaksa dialihkan ke beberapa kegiatan lain yang dipandang bermanfaat dalam memenuhi Standar Kompetensi sebagai Fungsional Diplomat Pertama. Kegiatan kunjungan lapangan yang dipandang tetap penting untuk dilaksanakan, antara lain kegiatan Diplomasi Kopi, kunjungan lapangan ke Loket Pelayanan Publik Kemlu, KOMPAS TV, dan Rumah Perlindungan Trauma Center dan Rumah Perlindungan Sosial Anak. Semua kegiatan ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat dan diselenggarakan di akhir masa PPKM.
Selain itu telah dilaksanakan refocusing anggaran untuk pelaksanaan kegiatan lainnya, antara lain:
a. Rangkaian Kegiatan Assessment Kompetensi, Minat dan Bakat Peserta Sekdilu Angkatan ke-42 pada tanggal 2, 10, 17 November 2021.
b. Pelatihan Liaison Officer G20 bagi Peserta Sekdilu-42 pada tanggal 19 Nopember 2021
c. Dukungan Kegiatan Bali Democracy Student Conference (BDSC) di Bali pada tanggal 18 - 20 November 2021.
d. FGD Diplomasi Ekonomi pada tanggal 1 - 4 Desember 2021.
e. Evaluasi dan Sinkronisasi Kurikulum Diklat Diplomatik Berjenjang pada tanggal 16 - 18 Desember 2021.
f. Pelatihan Tableau bagi Diplomat Ahli Pertama pada tanggal 20 - 23 Desember 2021 Mengantisipasi Pandemi Covid-19 dan PPKM yang dapat berlangsung berkepanjangan, UPT Sekdilu akan berupaya merancang modul-modul berbasis e-learning yang dapat digunakan pada Diklat Sekdilu Angkatan ke-43. Modul dimaksud diharapkan dapat mengurangi waktu pelaksanaan diklat secara daring, yang dipandang cukup melelahkan bagi para peserta.
Diklat Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) adalah diklat tingkat menengah sebagai prasyarat bagi diplomat atau diplomat yang sedang menduduki jabatan administrasi untuk dapat dinaikkan dari jenjang Jabatan Fungsional Diplomat Ahli Muda (Gelar Diplomatik Sekretaris Kedua) ke jenjang Jabatan Fungsional Diplomat Ahli Muda (Gelar Diplomatik Sekretaris Pertama.
Tujuan Diklat Sesdilu adalah membentuk PNS Kemenlu yang memenuhi standar kompetensi sebagai prasyarat untuk diangkat dalam jenjang Jabatan Fungsional Diplomat Ahli Muda dengan gelar diplomatik Sekretaris Pertama.
Diklat Sesdilu
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 25 Peserta Diklat Sesdilu adalah Pejabat
Fungsional Diplomat atau pejabat struktural yang memenuhi syarat antara lain: telah sekurang-kurangnya setahun dalam gelar diplomatik Sekretaris II dan telah ditugaskan di Perwakilan RI sekurang-kurangnya 1 kali; memiliki nilai TOEFL (Paper Based Test) sekurang-kurangnya 550 atau parameter lain yang setara dengan nilai TOEFL dimaksud.
Jumlah perekrutan tiap angkatan pada Diklat Sesdilu tidak tetap, disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan hasil seleksi masuk diklat, disamping itu juga
terkait kebijakan pimpinan serta anggaran yang tersedia.
Kendala dan Alternatif Pemecahan Masalah
Kendala Utama
1. Merebaknya pandemi, Diklat dilaksanakan secara daring
Dengan merebaknya pandemi, maka Sesdilu Angkatan ke-66 mulai dilaksanakan dalam format hybrid yaitu luring (offline) dan daring (online) dengan menggunakan aplikasi Zoom. Sedangkan pada Sesdilu Angkatan ke-67 dan 68, Diklat sepenuhnya dilaksanakan secara daring, baik dalam format sinkronus dan asinkronus, serta bersifat mandiri maupun kolaboratif.
36 33 (Angk. 60,61 dan 62)
Tahun 2019 (Angk. 63,64 dan 65)
Tahun 2020 (Angk. 66,67 dan 68)
Tahun 2021 (Angk. 69, 70 dan 71
88 86
74
92
2018 2019 2020 2021
Jumlah Peserta Diklat Sesdilu yang lulus Per-Angkatan Tahun 2018 s/d 2021
Jumlah Peserta Diklat Sesdilu per Tahun
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 26 Diklat secara daring dimana diklat dilaksanakan tidak melalui tatap muka langsung membawa konsekuensi, yaitu adanya potensi penurunan kualitas diklat serta mengakibatkan zoom fatigue bagi peserta Diklat.
2. Belum adanya widyaiswara tetap
Pusdiklat belum memiliki widyaiswara tetap, sehingga dalam persiapan pelaksanaan Diklat, UPT dari waktu ke waktu harus selalu menyiapkan narasumber berkualitas untuk memenuhi kompetensi yang dibutuhkan peserta diklat.
Alternatif Pemecahan Masalah (dalam menghadapi kendala utama)
1. Untuk mempertahankan kualitas Diklat, maka UPT Sesdilu melakukan berbagai langkah penajaman di bidang kurikulum, substansi, inovasi pedagogi dan andragogi, online learning platforms, serta penguatan kapasitas widyaiswara dan para pengelola Diklat dalam menggunakan online learning platforms tersebut.
2. Sedangkan untuk mengatasi zoom fatigue, UPT menyiapkan materi diklat dari para narasumber untuk dipelajari terlebih dahulu secara mandiri oleh peserta sebelum diklat dimulai. Dari rata-rata delapan jam pelajaran (8 JP) yang dialokasikan per harinya, dua jam pelajaran (2 JP) pada sesi pagi dan sesi siang, dialokasikan untuk persiapan mandiri yaitu mempelajari materi atau bahan pelajaran dari narasumber maupun bimbingan dari nara sumber.
3. Untuk memenuhi kebutuhan widyaiswara, UPT mengundang narasumber yang disesuaikan dengan modul diklat dan materi yang dibutuhkan, yaitu: para diplomat senior, akademisi, jurnalis, pejabat tinggi negara setidaknya selevel eselon 2, kepala daerah, CEO, maupun pimpinan lembaga masyarakat madani (LSM).
Diklat Sekolah Staf dan Pimpinan Dinas Luar Negeri (Sesparlu) adalah diklat berjenjang tingkat tinggi sebagai prasyarat bagi diplomat untuk kenaikan gelar diplomatik dari Counsellor menjadi Minister Counsellor.
Peserta Diklat Sesparlu adalah Pejabat Fungsional Diplomat atau pejabat struktural yang memenuhi syarat antara lain : telah sekurang-kurangnya satu tahun berada pada gelar diplomatik Counsellor; pernah ditugaskan di Perwakilan RI sekurang-kurangnya 2 (dua) kali; memiliki nilai TOEFL (Paper Based Test)
Diklat Sesparlu
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 27 sekurang-kurangnya 550 atau parameter lain yang setara dengan nilai TOEFL dimaksud.
Jumlah perekrutan tiap angkatan pada Diklat Sesparlu tidak tetap, disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan hasil seleksi masuk diklat, disamping itu juga terkait kebijakan pimpinan serta anggaran yang tersedia.
Tantangan dan isu-isu strategis
Sebagai pengelola diklat, UPT Sesparlu tidak terlepas dari berbagai tantangan khususnya pada pelaksanaan Diklat Sesparlu tahun 2021. Tantangan yang dihadapi oleh UPT Sesparlu pada tahun 2021 adalah masih mewabahnya Covid-19 di Indonesia yang mengakibatkan berdampak pada metode pembelajaran yang tidak dapat lagi dilakukan secara tatap muka langsung.
Dinamika munculnya isu strategis baik di tingkat regional maupun multilateral telah juga mewarnai pelaksanaan Diklat Sesparlu dan mengharuskan UPT Sesparlu melakukan penyesuaian-penyesuaian agar kurikulum dan mata diklat yang disampaikan kepada peserta masih tetap relevan. Beberapa isu strategis yang muncul dan mewarnai pelaksanaan diklat antara lain: diplomasi ekonomi, diplomasi vaksin, perang dagang Amerika-Tiongkok, dinamika di Timur Tengah (normalisasi/pembukaan hubungan diplomatik sejumlah negara Timur Tengah dengan Israel).
Capaian Kinerja selama tahun 2021
Kinerja peserta Diklat Diplomat Madya/Sesparlu yang lulus telah mencapai target sebesar 100% dari target persentase peserta Diklat Diplomat Madya/Sesparlu yang lulus (100%) dan realisasi 100%. Indeks kepuasan terhadap pelayanan UPT Sesparlu mencapai 100% dari rencana 4 (Skala 4).
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 28 Kendala dan Alternatif Pemecahan Masalah
Kendala Utama
Kendala utama yang dialami oleh UPT Sesparlu dalam pelaksanaan kegiatan pada tahun 2021 adalah tidak tersedianya widyaiswara tetap di UPT Sesparlu, kurangnya jumlah staf/SDM pada UPT Sesparlu, sulitnya mencari pakar/narasumber dan keterbatasan anggaran karena adanya pemotongan.
Kendala lain yang ditemui yaitu tidak dapat dilakukannya pembelajaran Diklat Sesparlu melalui tatap muka langsung dengan para peserta Diklat mengingat beberapa pembelajaran seharusnya dilakukan melalui kontak dan interaksi langsung di kelas atau di lapangan dengan para peserta. Kegiatan tersebut antara lain kegiatan outbound, MSNS, TTX, Kunjungan ke daerah, Final Project dan lain-lain.
25
17 18 19
27
17
20
32
19 18 20 20
Tahun 2018 (Angk. 60, 61 dan 62)
Tahun 2019 (Angk. 61, 62 dan 63)
Tahun 2020 (Angk. 64, 65 dan 66)
Tahun 2021 (Angk. 67, 68 dan 69)
71
52 58
71
Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020 Tahun 2021 Jumlah Peserta Diklat Sesparlu yang Lulus
Tahun 2018 s/d 2021 Jumlah Peserta Diklat Sesparlu yang Lulus
Per-Angkatan Tahun 2018 s/d 2021
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 29 Alternatif Pemecahan Masalah (dalam menghadapi kendala utama)
Untuk memastikan pelaksanaan Diklat Sesparlu tetap berjalan dengan baik, dengan berbagai kendala yang ada, UPT Sesparlu tetap berupaya agar pelaksanaan Diklat dapat mendekati sebagaimana yang diinginkan. Untuk mengatasi kendala tidak tersedianya widyaiswara tetap, telah dilakukan dengan mencari narasumber yang kompeten dari luar baik dari Kemlu maupun dari non Kemlu, meskipun UPT Sesparlu seringkali mengalami kesulitan karena mereka sudah punya jadwal sendiri.
Terkait dengan kurangnya jumlah staf/SDM pada UPT Sesparlu, telah diupayakan untuk menambah jumlah staf termasuk segera mencari pengganti pejabat yang dimutasi dari UPT Sesparlu atau staf yang keluar.
Untuk mengatasi kendala tidak dapat dilaksanakannya pembelajaran secara tatap muka langsung, UPT Sesparlu telah memanfaatkan aplikasi teknologi informasi yang ada seperti Zoom untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring (virtual).