Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 i
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 ii
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Sambutan Kepala Pusdiklat
Ikhtisar Eksekutif
Bab I
Pendahuluan
Bab II Perencanaan dan Penetapan Kinerja
Bab III
Akuntabilitas Kinerja
Bab IV Penutup
Lampiran ii
iii
1
10
16
59
61
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 ii
Kata Pengantar
kuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban tentang penyelenggaraan negara yang berdaya guna dan berhasil guna dengan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Peraturan ini mewajibkan setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara negara untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas, fungsi dan peranannya dalam pengelolaan sumber daya.
Mengacu pada peraturan tersebut, Pusdiklat sebagai bagian dari unit Organisasi Kementerian Luar Negeri yang menjalankan tugas pokok pendidikan dan pelatihan diplomatik berjenjang, non-diplomatik, teknis dan struktural, serta melaksanakan kerja sama dengan lembaga pendidikan dan pelatihan di luar negeri dan dengan pemerintah daerah, dalam merumuskan kebijakan dan strategi pencapaian tujuan dan sasarannya selalu mempertimbangkan lingkungan strategik internal (kementerian) dan lingkungan strategik eksternal (domestik dan internasional). Tercapainya tujuan dan sasaran diklat tersebut akan tergantung banyak kepada peningkatan manajemen organisasi, dukungan anggaran, pengelolaan administrasi yang baik, kualitas staf, sarana dan prasarana dan perlengkapan diklat khususnya teknologi informasi bagi pencapaian kualitas diklat SDM sebagai pelaku diplomasi yang profesional, berkewajiban untuk mempertanggung-jawabkan pencapaian sasaran dan target yang telah ditetapkan dalam bentuk Laporan Kinerja.
Laporan Kinerja Pusdiklat merupakan bentuk pertanggungjawaban secara terbuka terhadap pencapaian sasaran dan target Pusdiklat. Laporan ini menyajikan gambaran tentang pencapaian kinerja Pusdiklat Tahun 2021. Semoga laporan ini cukup memberi gambaran tentang capaian kinerja yang telah dilakukan oleh Pusdiklat sampai dengan berakhirnya Tahun Anggaran 2021.
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan,
Yayan G. H. Mulyana NIP. 19660720 199303 1 001
A
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 iii
Ikhtisar Eksekutif
Laporan Kinerja (LKj) Pusdiklat Tahun 2021 merupakan wujud pelaksanaan dari Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. LKj semata-mata dibuat untuk mewujudkan cita-cita reformasi birokrasi pada lembaga, oleh karenanya LKj adalah salah satu komponen untuk mengukur akuntabilitas kinerja kementerian. Disamping itu, Laporan Kinerja Pusdiklat Tahun 2021 juga bertujuan sebagai:
1. wujud pertanggungjawaban kepada publik sebagai bagian dari penerima amanat; dan
2. informasi kepada publik untuk memberikan saran/masukan dalam memicu perbaikan kinerja.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2021 disusun berdasarkan Perjanjian Kinerja Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri Tahun 2021.
Semua program pelaksanaan juga mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) Pusdiklat tahun 2020-2024.
Tahun 2021 merupakan tahun kedua pelaksanaan Renstra Pusdiklat, yang memuat hasil capaian kinerja yang diukur dalam 6 Indikator Kinerja Utama (IKU) yang mengukur keberhasilan dari 6 Sasaran Strategis, dengan ringkasan sebagai berikut:
Sasaran Strategis Indikator Kinerja dan Satuan Target Realisasi Persentase Capaian Meningkatnya SDM Kemenlu
yang kompeten
Persentase peserta diklat yang
lulus 100% 100% 100%
Implementasi diklat sesuai
rencana Persentase realisasi Diklat 100% 119,48
% 119,48%
Meningkatnya kerjasama dengan mitra Pusdiklat
Implementasi MOU kerja sama
diklat sesuai rencana 7 7 100%
Meningkatnya kualitas pelayanan Pusdiklat terhadap pengguna
Indeks kepuasan terhadap pelayanan Pusdiklat
4 (dari
skala 4) 3,96 99%
Tata Kelola Organisasi Pusdiklat
yang baik Nilai evaluasi AKIP Pusdiklat 79 (BB) 77,91
(BB) 98,62%
Pengelolaan anggaran Pusdikat
yang optimal Nilai Kinerja Anggaran Pusdiklat 91 94,62 103,98%
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 iv Sebagaimana terlihat diatas, pencapaian Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Utama Pusdiklat Tahun 2021 adalah sebagai berikut dari 6 IKU yang ditetapkan yaitu:
- 4 (empat) Indikator tercapai target;
- 2 (dua) indikator mendekati yang ditargetkan, dengan satu diantaranya (skor evaluasi AKIP) masih menggunakan data capaian tahun 2020 karena belum adanya rilis resmi atas evaluasi tahun 2021.
Tidak tercapainya sejumlah indikator kinerja disebabkan oleh kegiatan pelatihan- pelatihan secara daring dan dilakukannya refocusing anggaran akibat dari pandemi Covid-19.
Anggaran yang dialokasikan setelah refocusing anggaran dalam rangka penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk ke-6 IKU tersebut adalah sebesar
Rp 21.452.760.000. Dari jumlah tersebut, telah direalisasikan senilai Rp 19.461.443.397 atau 90,72%.
Dalam kinerja lainnya, Pusdiklat melakukan terobosan penting membangun peran strategis dalam mendukung diplomasi untuk menwujudkan pembentukan SDM yang memiliki kualitas yang handal, akuntabel, dan kompeten serta dapat menyelesaikan tugas dengan efektif dan efisien dilaksanakan melalui proses pembelajaran. Pembelajaran yang link and match dengan tujuan dan kebutuhan organisasi yang sesuai akreditasi dari Lembaga Administrasi Negara dan Sertifikasi ISO 9001:2015.
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 v
P E N D A H U L U A N
» Aspek Strategis
» Tantangan dan Isu-Isu Strategis
BAB 1
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 2
Pendahuluan
A. Aspek Strategis
Aspek strategis Pusat Pendidikan dan Pelatihan tercermin pada kedudukan, tugas, fungsi, susunan organisasi dan tata kerja Pusat Pendidikan dan Pelatihan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Luar Negeri (Permenlu) Nomor 6 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Luar Negeri, yaitu sebagai berikut:
1. Kedudukan: Pusat Pendidikan dan Pelatihan dipimpin oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Luar Negeri melalui Sekretaris Jenderal.
2. Tugas: melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, pengelolaan fasilitas pendukung pembelajaran, dan pelaporan di bidang pendidikan dan pelatihan bagi aparatur sipil negara Kementerian Luar Negeri dan kementerian/lembaga lainnya serta non- aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan Republik Indonesia.
3. Fungsi:
a. koordinasi dan pelaksanaan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan;
b. koordinasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengembangan kurikulum pendidikan dan pelatihan;
c. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan diplomatik serta nondiplomatik dan teknis;
d. pengembangan kompetensi tenaga pengajar, pengelola, dan penyelenggara pendidikan dan pelatihan;
e. pengembangan kelembagaan, penjaminan mutu dan akreditasi Pusat Pendidikan dan Pelatihan;
f. pengelolaan fasilitas pendukung pembelajaran;
g. perencanaan dan pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan;
h. penyusunan rencana, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan; dan
i. pelaksanaan layanan manajemen Pusat.
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 3 Struktur Organisasi Pusdiklat
Pusdiklat dalam menjalankan tugas dan fungsinya dipimpin oleh seorang Kepala (Pejabat Eselon II/a) yang dibantu oleh 3 (tiga) Direktur UPT (Pejabat Eselon II/b), 4 (empat) Kepala Bidang (pejabat Eselon III/a, 1 (satu) Kepala Bagian Tata Usaha (pejabat Eselon III/a) dan 10 (sepuluh) Kepala Subbidang (pejabat Eselon IV/a) serta Kelompok Jabatan Fungsional. Rincian mengenai struktur organisasi Pusdiklat pada tingkat Eselon III dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Evaluasi
Bidang Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan dan pengembangan kurikulum, analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan, penyusunan rencana, pemantauan, evaluasi program dan kegiatan, dan pengembangan kelembagaan, penjaminan mutu dan akreditasi Pusat Pendidikan dan Pelatihan, serta pengelolaan fasilitas pendukung pembelajaran.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi:
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Bidang Perencanaan, Pengembangan,
dan Evaluasi
Subbid Pengembangan
Kelompok Jabatan Fungsional
Bidang Diklat Nondiplomatik
Subbid Diklat Penata Kanselerai
Subbid Diklat Pranata Informasi Diplomatik
Subbid Diklat Jabfung Lainnya dan Unsur
Pendukung Administrasi Kementerian/
Perwakilan
Kelompok Jabatan Fungsional
Bidang Diklat Teknis
Subbid Diklat Teknis ASN Kemlu
Subbid Diklat Teknis Non ASN Kemlu
Kelompok Jabatan Fungsional
Bidang Kerja Sama Diklat
Subbid Kerja Sama Diklat Antarlembaga
Subbid Kerja Sama Diklat Nongelar dan Sekolah
Indonesia di LN
Subbid Kerja Sama Diklat Urusan Tugas
Belajar Kelompok
Jabatan Fungsional
Bagian Tata Usaha
Subbagian Umum
Kelompok Jabatan Fungsional 1. UPT SESPARLU
2. UPT SESDILU 3. UPT SEKDILU
Kelompok Jabatan Fungsional
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 4 a. penyiapan penyusunan rencana, program, kegiatan, dan kurikulum;
b. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan;
c. pengembangan kelembagaan, penjaminan mutu dan akreditasi Pusat Pendidikan dan Pelatihan;
d. pengelolaan fasilitas pendukung pembelajaran; dan
e. penyiapan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan rencana, program dan kegiatan.
2. Bidang Pendidikan dan Pelatihan Non Diplomatik
Tugas pokok Bidang Pendidikan dan Pelatihan Non Diplomatik adalah melaksanakan penyiapan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan kurikulum, program, dan tenaga pengajar, serta penyelenggaraan dan evaluasi pendidikan dan pelatihan bagi pengembangan kompetensi jabatan fungsional nondiplomatik di lingkungan Kementerian Luar Negeri.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bidang Pendidikan dan Pelatihan Non Diplomatik menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan kurikulum, program, dan tenaga pengajar, serta penyelenggaraan dan evaluasi pendidikan dan pelatihan penjenjangan jabatan fungsional Penata Kanselerai di bidang kekanseleraian berdasarkan standar kompetensi;
b. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan kurikulum, program, dan tenaga pengajar, serta penyelenggaraan dan evaluasi pendidikan dan pelatihan penjenjangan jabatan fungsional Pranata Informasi Diplomatik di bidang teknologi informasi dan komunikasi diplomatik berdasarkan standar kompetensi; dan
c. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan kurikulum, program, dan tenaga pengajar, serta penyelenggaraan dan evaluasi pendidikan dan pelatihan terkait penjenjangan dan peningkatan kompetensi jabatan fungsional lainnya di lingkungan Kementerian Luar Negeri berdasarkan standar kompetensi.
3. Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis
Tugas pokok Bidang Pendidikan dan Pelatihan Nondiplomatik adalah melaksanakan penyiapan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan kurikulum, program, dan tenaga pengajar, serta penyelenggaraan dan evaluasi pendidikan dan pelatihan teknis di bidang diplomasi dan hubungan luar negeri.
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 5 Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan kurikulum, program, dan tenaga pengajar, serta penyelenggaraan dan evaluasi pendidikan dan pelatihan keterampilan teknis bagi aparatur sipil negara Kementerian Luar Negeri; dan
b. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan penyusunan kurikulum, program, dan tenaga pengajar, serta penyelenggaraan dan evaluasi pendidikan dan pelatihan keterampilan teknis di bidang diplomasi dan hubungan luar negeri bagi non aparatur sipil negara Kementerian Luar Negeri.
4. Bidang Kerja Sama Pendidikan dan Pelatihan
Tugas Bidang Kerja Sama Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengembangan kerja sama pendidikan dan pelatihan dengan instansi pemerintah, perguruan tinggi, organisasi internasional dan lembaga nasional dan internasional lainnya, serta pembinaan dan pengawasan Sekolah Indonesia di Luar Negeri, serta pelaksanaan urusan tugas belajar.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bidang Kerja Sama Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan penjajakan, pelaksanaan, dan pengembangan kerja sama pendidikan dan pelatihan dengan berbagai instansi pemerintah, perguruan tinggi negeri dan swasta, organisasi internasional, serta lembaga nasional dan internasional lainnya;
b. penyiapan penyelenggaraan dan pemantauan pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan nongelar;
c. penyiapan pembinaan dan pengawasan Sekolah Indonesia di Luar Negeri; dan
d. penyiapan pemantauan pelaksanaan urusan tugas belajar.
5. Bagian Tata Usaha
Bagian Tata Usaha mempunyai tugas pokok melaksanakan layanan manajemen Pusat Pendidikan dan Pelatihan.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perencanaan serta evaluasi kinerja dan anggaran program dan kegiatan;
b. penyiapan pemantauan pengendalian intern dan manajemen risiko;
c. penyiapan pelaksanaan, pengelolaan, dan pelaporan anggaran;
d. penyiapan pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan; dan
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 6 e. penyiapan pengelolaan perlengkapan, kerumahtanggaan,
kepegawaian, dukungan pimpinan, tata persuratan, dan kearsipan.
6. Kelompok Jabatan Fungsional (KJF)
Merujuk Peraturan Menteri Luar Negeri Nomor 02 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Luar Negeri, KJF pada Pusdiklat mempunyai tugas melaksanakan kegiatan fungsional sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
KJF terdiri atas sejumlah tenaga dalam jabatan fungsional yang terbagi dalam kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. Setiap kelompok pada KJF dipimpin oleh pejabat fungsional yang ditunjuk oleh Kepala Pusdiklat.
Jumlah KJF ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundang- undangan.
7. Unit Pelaksana Teknis (UPT)
Peraturan Menteri Luar Negeri Nomor 03/A/OT/I/2007/01 Tahun 2007 tanggal 31 Januari 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Departemen Luar Negeri, menetapkan pembentukan 3 (tiga) Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bidang pendidikan dan pelatihan diplomatik berjenjang yang dijabarkan sebagai berikut:
a. Unit Pelaksana Teknis Sekolah Dinas Luar Negeri (Sekdilu) dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya dipimpin oleh seorang Direktur (Pejabat Eselon II/b) yang dibantu oleh 1 (satu) Kepala Bidang (pejabat Eselon III/b), 2 (dua) Kepala Seksi (pejabat Eselon IV/a) dan 1 (satu) Kepala Subagian Tata Usaha (pejabat Eselon IV/a) serta Kelompok Jabatan Fungsional. Rincian mengenai struktur organisasi UPT Sekolah Dinas Luar Negeri pada tingkat Eselon III dapat dijelaskan sebagai berikut :
Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan
Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan fungsional diplomatik tingkat dasar di bidang penguasaan pengetahuan, keahlian dan keterampilan dasar diplomasi.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi:
- Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan fungsional diplomatik tingkat dasar di bidang penguasaan pengetahuan dan keahlian dasar diplomasi;
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 7 - Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan fungsional diplomatik tingkat dasar di bidang penguasaan keterampilan dasar diplomasi.
b. Unit Pelaksana Teknis Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya dipimpin oleh seorang Direktur (Pejabat Eselon II/b) yang dibantu oleh 1 (satu) Kepala Bidang (pejabat Eselon III/b), 2 (dua) Kepala Seksi (pejabat Eselon IV/a) dan 1 (satu) Kepala Subbagian Tata Usaha (pejabat Eselon IV/a) serta Kelompok Jabatan Fungsional. Rincian mengenai struktur organisasi Sekolah Dinas Luar Negeri pada tingkat Eselon III dapat dijelaskan sebagai berikut :
Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan
Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan fungsional diplomatik tingkat madya di bidang peningkatan pengetahuan, keahlian dan keterampilan diplomasi.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi:
- Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan fungsional diplomatik tingkat madya di bidang peningkatan pengetahuan dan keahlian diplomasi;
- Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan fungsional diplomatik tingkat madya di bidang peningkatan keterampilan diplomasi.
c. Unit Pelaksana Teknis Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya dipimpin oleh seorang Direktur (Pejabat Eselon II/b) yang dibantu oleh 1 (satu) Kepala Bidang (pejabat Eselon III/b), 2 (dua) Kepala Seksi (pejabat Eselon IV/a) dan 1 (satu) Kepala Subbagian Tata Usaha (pejabat Eselon IV/a) serta Kelompok Jabatan Fungsional. Rincian mengenai struktur organisasi UPT Sekolah Dinas Luar Negeri pada tingkat Eselon III dapat dijelaskan sebagai berikut :
Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan
Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan fungsional diplomatik tingkat utama di bidang kepemimpinan dan manajemen diplomasi.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi:
- Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan fungsional diplomatik tingkat utama di bidang kepemimpinan diplomasi;
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 8 - Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan fungsional diplomatik
tingkat utama di bidang manajemen diplomasi.
B. Tantangan dan Isu-Isu Strategis
Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Luar Negeri merupakan satuan kerja (satker) yang bertanggung jawab terhadap pendidikan dan pelatihan dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Kementerian Luar Negeri.
Dalam rangka menjalankan tupoksinya, yaitu meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM Kementerian Luar Negeri yang handal, modern dan humanis, selama tahun 2020, program Pusdiklat disesuaikan dengan prioritas Politik Luar Negeri dan Diplomasi tahun 2019-2024 yaitu yang disebut dengan 4+1 yaitu Penguatan Diplomasi Ekonomi; Diplomasi Perlindungan WNI; Diplomasi Kedaulatan dan Kebangsaan; Meningkatkan kontribusi dan kepemimpinan RI di tingkat regional dan global; serta Penguatan Infrastruktur Diplomasi. Sebagai pusat pengembangan kompetensi SDM Kementerian Luar Negeri, Pusdiklat juga berupaya untuk mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil.
Penyusunan mata diklat disesuaikan dengan kurikulum yang telah ditetapkan dan dengan kebutuhan serta arahan Pimpinan Kementerian Luar Negeri. Selaras dengan prioritas nasional Indonesia 2019 – 2024 di bidang transformasi ekonomi, serta prioritas diplomasi dan politik luar negeri RI yang telah dicanangkan oleh Menteri Luar Negeri RI, Diplomasi Ekonomi menjadi tema sentral yang mewarnai kurikulum program-program Diklat di Pusdiklat selama tahun 2021.
Envisioning theme Diklat di tahun 2021 dan dalam lima tahun ke depan adalah
“Making Indonesian Diplomats 4.0” yaitu membangun diplomat Indonesia unggul dengan kompetensi di ranah knowledge, skills dan attitude. Hal ini pada saat yang sama ditopang dengan penguasaan kompetensi di 4 bidang literasi, yakni: data literacy, technological literacy, human literacy dan environment literacy. Adapun 4.0 skills yang diarusutamakan dalam kurikulum kedepannya mencakup: complex problem solving, critical thinking, creativity, people management, coordinating with others, emotional intelligence, judgement and decision making, service orientation, negotiation, dan cognitive flexibility.
Pusdiklat juga akan terus mengambil langkah-langkah dalam merealisasikan sasaran
“more than one foreign language proficiency and mastery.” Diplomat Indonesia masa depan harus menguasai dan mampu menggunakan lebih dari satu bahasa asing di luar Bahasa Inggris. Diplomat Indonesia masa depan harus menguasai dan mampu menggunakan sedikitnya 2 bahasa asing.
Komitmen Pusdiklat untuk menjadi Center of Excellence telah dicapai melalui peraihan 5 (lima) sertifikat ISO 9001:2015 di tahun 2020 dengan rincian 3 (tiga) resertifikasi untuk Standar Pelayanan Manajemen Mutu Penyelenggaraan 3 (tiga) jenis Diklat Dilomatik Berjenjang, 1 (satu) resertifikasi untuk Diklat Pengenalan
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 9 Bahasa dan Budaya Indonesia untuk Diplomat Asing, dan 1 (satu) sertifikasi baru untuk Diklat Penjurubahasaan. Selain itu, pada tahun 2020 Pusdiklat juga telah memperoleh kembali akreditasi LAN untuk penyelenggaraan Diklat Latsar CPNS Golongan III yang berlaku untuk 3 (tiga) tahun ke depan.
Pada tahun 2021 dan dalam 5 tahun ke depan Pusdiklat telah dan akan terus melakukan kemitraan dengan berbagai institusi dan lembaga-lembaga Diklat di dalam dan luar negeri, yang sejalan dengan Envisioning Theme. Selain itu, Pusdiklat akan terus menjadi bagian dari diplomasi dan soft power Indonesia, khususnya melalui program capacity building, dan juga sharing of lessons learned and best practices dengan Pusdiklat-pusdiklat kediplomatikan di negara-negara sahabat.
Dengan adanya pandemi Covid-19 semenjak tahun 2019, mendorong proses transformasi digital dalam pengelolaan dan pelayanan diklat oleh Pusdiklat. Berbagai kerjasama/kemitraan peningkatan kapasitas dengan negara/institusi terus berjalan, terlepas dari keterbatasan kondisi karena pandemi. Implementasi riil kerja sama memasuki babak baru dengan berbagai penyesuaian format diklat secara daring memanfaatkan TIK.
Pola Diklat juga disesuaikan dengan perkembangan yang ada, yaitu dengan mengadopsi sistem blended learning, yaitu kombinasi proses pembelajaran secara tatap muka dan secara daring. Proses pembelajaran sebagian besar dilakukan secara daring yang dilaksanakan dengan metode synchronous online learning dan asynchronous online learning. Penyelenggaraan Diklat pola baru ini menggunakan beberapa sistem pendukung seperti aplikasi video conference Zoom Pro, Perputakaan Online, dan aplikasi multimedia lainnya. Dalam proses Diklat juga menggunakan metode inovatif antara lain metode Caroussel Interview, simulasi virtual DK PBB dan kunjungan virtual ke instansi/lembaga pemerintah dan daerah.
Untuk pembelajaran yang harus dilakukan secara tatap muka dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat, seperti membuat jarak yang cukup antar peserta (1,5 - 2 meter), menyiapkan masker/face shield untuk peserta dan pembicara, menyiapkan handsanitizer dan pengaturan waktu jeda berkala untuk dilakukan penyemprotan disinfektan.
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 10
PERENCA NAA N DAN PENETA PAN K INERJA
» Pendahuluan
» Visi dan Misi Pusdiklat
» Arah Kebijakan dan Strategi
» Target dan Perjanjian Kinerja
BAB 2
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 11
Perencanaan dan Penetapan Kinerja
A. Pendahuluan
Sesuai dengan Keputusan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Nomor 28/B/RO/XI/2020/01 tentang Rencana Strategis Kementerian Luar Negeri Tahun 2020-2024, setiap Unit Eselon I dan Eselon II di lingkungan Kementerian Luar Negeri wajib menyusun Rencana Strategis (Renstra). Sejalan dengan hal ini, Renstra Pusdiklat tahun 2020-2024 disusun berdasarkan Renstra Kementerian Luar Negeri tahun 2020-2024. Pada saat ini, Pusdiklat telah menetapkan rencana strategis tahun 2020-2024 yang berisi: Visi, Misi, Arah Kebijakan, dan Strategi serta Target Kinerja Pusdiklat selama periode Tahun 2020-2024.
B. Visi dan Misi Pusdiklat 2020 – 2024
Visi Pusdiklat
Menjadi Centre of Excellence dan Centre of Integrity dalam pengembangan kompetensi dan pembentukan watak SDM bagi terwujudnya politik luar negeri dan diplomasi Indonesia yang berkualitas dan berwibawa
Misi Pusdiklat
1. Menyelenggarakan dan mengembangkan secara berkelanjutan, berkualitas, efektif dan relevan berbagai bentuk pendidikan dan pelatihan kediplomatikan serta non-kediplomatikan dan teknis terkait
2. Membangun SDM Kementerian Luar Negeri yang berkarakter, profesional, cakap, kreatif, inovatif, mandiri, memiliki integritas tinggi, dan bertanggung jawab
3. Membangun pusat pendidikan dan pelatihan Kementerian Luar Negeri yang unggul dan terdepan melalui penguatan institusi, manajemen, SDM serta kemitraan dan kerja sama internasional
4. Membangun pusat pendidikan dan pelatihan Kementerian Luar Negeri bertaraf internasional dan instrumental bagi pelaksanaan politik luar negeri dan diplomasi Indonesia
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 12 5. Mendukung upaya pemenuhan kebutuhan pendidikan dan pelatihan di sektor hubungan luar negeri dari lembaga pemerintah dan non-pemerintah, di daerah maupun di tingkat nasional.
C. Arah Kebijakan dan Strategi
Arah kebijakan dan Strategi yang disusun oleh Pusdiklat dilakukan untuk mendukung arah kebijakan dan strategi Kementerian Luar Negeri dan Sekretariat Jenderal. Dalam mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan. Pusdiklat telah menyusun 3 sasaran strategi yang merupakan bagian dari sasaran strategi Sekretariat Jenderal untuk mendukung pencapaian arah kebijakan dan strategi Kementerian Luar Ngeri yang telah ditetapkan.
Sasaran Strategi
1. Meningkatkan kerja sama dengan mitra Pusdiklat di dalam dan luar negeri melalui pemberian dan penyaluran beasiswa, pertukaran pengajar, peserta diklat, dan informasi, serta studi banding.Implementasi diklat sesuai rencana
2. Meningkatkan sistem pendidikan dan pelatihan melalui penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran berbasis teknologi informasi.Meningkatnya kualitas pelayanan Pusdiklat terhadap pengguna
3. Meningkatkan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan dengan prioritas pada keahlian khusus.Tata Kelola Organisasi yang baik di Pusdiklat
D. Target Kinerja
Pada tahun 2020-2024 Pusdiklat akan berusaha menjadi mitra strategis bagi unit-unit di lingkungan Kementerian Luar Negeri dalam pengembangan SDM pegawai Kementerian Luar Negeri dan kerjasama pendidikan dan pelatihan dengan mitra lain.
Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kualitas penyelenggaraan pengembangan SDM pegawai Kementerian Luar Negeri diperlukan target kinerja yang terukur dengan menggunakan indikator kinerja sasaran kegiatan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian kinerja. Untuuk meningkatkan pelayanan dan kualitas tersebut target kinerja Pusdiklat mengalami kecenderungan meningkat. Berikut disampaikan perbandingan rincian target kinerja kegiatan Pusdiklat tahun 2018 sampai dengan tahun 2021.
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 13 MATRIKS TARGET KINERJA TAHUN 2018-2021
Perspektif Sasaran Program Indikator Kinerja Utama Target 2018
Target 2019
Target 2020
Target 2021
Customer Meningkatnya SDM Kemenlu yang kompeten
Persentase peserta diklat
yang lulus 100% 100% 100% 100%
Business Process
Implementasi diklat sesuai
rencana Persentase realisasi diklat 100% 100% 100% 100%
Meningkatnya kerjasama dengan mitra Pusdiklat
Implementasi MoU kerjasama diklat sesuai rencana
6 7
Meningkatnya kualitas pelayanan Pusdiklat terhadap pengguna
Indeks kepuasan terhadap pelayanan Pusdiklat
4 (skala 5)
4 (skala 4)
4 (skala 4)
Learning &
Growth
Tata kelola organisasi Pusdiklat yang baik
Nilai evaluasi AKIP
Pusdiklat BB (77) 78 (BB) 79 (BB)
Pengelolaan anggaran Pusdikat yang optimal
Nilai Kinerja Anggaran
Pusdiklat 90 91
E. Perjanjian Kinerja
Perjanjian Kinerja merupakan tekad dan janji rencana kinerja tahunan yang akan dicapai antara pimpinan instansi pemerintah/unit kerja yang menerima amanah atau tanggung jawab kepada pihak yang memberikan amanah atau tanggung jawab.
Dengan demikian, Perjanjian Kinerja ini merupakan suatu janji kinerja yang akan diwujudkan oleh seorang pejabat penerima amanah dari atasan langsungnya.
Perjanjian Kinerja ini menggambarkan capaian kinerja yang akan diwujudkan oleh suatu instansi pemerintah/unit kerja dalam suatu periode tertentu dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dikelolanya. Perjanjian Kinerja ini bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur. Manfaat lainnya adalah sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Berikut ini adalah Strategy Map dan Matriks Rencana Aksi Pusdiklat tahun 2021:
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 14 Strategy Map Pusdiklat Tahun 2021
CustomerBusiness Process Learning & Growth
B3. Meningkatnya Kualitas Pelayanan
Pusdiklat terhadap Pengguna C1. Meningkatnya
SDM Kementerian Luar Negeri yang
kompeten
Organisasi, Lingkungan Kerja, dan Administrasi
Umum L1. Tata Kelola Organisasi Pusdiklat
yang Baik Customers:
Satuan Kerja, Peserta Diklat
VISI : Menjadi Centre of Excellence dan Centre of Integrity dalam pengembangan kompetensi dan pembentukan watak SDM bagi terwujudnya politik luar negeri dan diplomasi Indonesia yang berkualitas dan berwibawa
B2. Meningkatnya Kerja Sama dengan Mitra
Pusdiklat B1. Implementasi
Diklat sesuai Rencana Stakeholders:
Menteri, Wakil menteri, Sekretaris Jenderal, Kepala Pusdiklat
S1. Tata Kelola Organisasi Pusdiklat
ynag Baik
Stakeholders
Anggaran
L2. Pengelolaan Anggaran Pusdikat
yang Optimal
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 15
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 16 MATRIKS RENCANA AKSI TAHUN 2021
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Perspektif Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Target 2021
Target Rencana Aksi Tw.1 s.d.
Tw.2 s.d.
Tw.3 s.d.
Tw.4
Customer
Meningkatnya SDM
Kemenlu yang
kompeten
Persentase peserta diklat yang
lulus 100% - 47% 75% 100%
Business Process
Implementasi diklat
sesuai rencana Persentase realisasi Diklat 100% - 60% 85% 100%
Meningkatnya
kerjasama dengan mitra Pusdiklat
Implementasi MoU kerjasama
diklat sesuai rencana 7 - - - 7
Meningkatnya kualitas pelayanan Pusdiklat terhadap pengguna
Indeks kepuasan terhadap pelayanan Pusdiklat
4
(skala 4) 4 4 4 4
Learning &
Growth
Tata kelola organisasi Pusdiklat yang baik
Nilai evaluasi AKIP
Pusdiklat 79 (BB) - - - 79
Pengelolaan anggaran Pusdikat yang optimal
Nilai Kinerja Anggaran
Pusdiklat 91 45 75 78 91
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 17
BAB 3
AKUNTABILITAS KINERJ A
» Capaian Kinerja
» Realisasi Anggaran
» Kinerja Lainnya
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 18
Akuntabilitas Kinerja
A. Capaian Kinerja
Salah satu cara untuk mengukur kinerja organisasi guna menggambarkan tugas dan fungsi orgasnisasi dengan proporsional adalah menggunakan Indikator Kinerja Utama (IKU). IKU merupakan alat ukur pencapaian sasaran strategi yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi. Pada saat ini, sistem manajemen IKU di lingkungan Kementerian Luar Negeri terdiri dari 6 tingkatan, yaitu :
1) Kemenlu - Wide : Level Kementerian (IKU Menteri Luar Negeri) 2) Kemenlu - One : Level Unit eselon I (IKU Pimpinan Unit Eselon I) 3) Kemenlu - Two : Level Unit eselon II (IKU Pimpinan Unit Eselon II) 4) Kemenlu - Three : Level Unit eselon III (IKU Pimpinan Unit Eselon III) 5) Kemenlu - Four : Level Unit eselon IV (IKU Pimpinan Unit Eselon IV) 6) Kemenlu - Five : IKU Pelaksana, Staf Ahli, Fungsional
Pusdiklat sebagai unit eselon II di lingkungan Kementerian Luar Negeri berada pada level IKU Kemenlu-Two. Sebagai bentuk monitoring dari persentase capaian IKU digunakan 3 tingkatan warna indikator untuk mengklasifikasikan persentase capaian yaitu:
- warna merah untuk capaian di bawah 80 - warna kuning untuk capaian 80≤ x ˂100 - warna hijau untuk capaian 100≤ x ≥120
Periode pengukuran Tahun Anggaran 2021 ini, dari 6 IKU terdapat 4 IKU berstatus hijau, dan 2 IKU berstatus kuning.
REALISASI IKU PUSDIKLAT TAHUN 2018 s/d 2021
Sasaran Program IKU Realisasi
2018
Realisasi 2019
Realisasi 2020
Realisasi 2021 CUSTOMERS PERSPECTIVE
Meningkatnya SDM Kemenlu yang kompeten
Persentase peserta diklat yang
lulus 100% 100% 100% 100%
BUSINESS PROCESS PERSPECTIVE Implementasi diklat sesuai
rencana Persentase realisasi Diklat 118% 103,64% 100% 119,48%
Meningkatnya kerjasama dengan mitra Pusdiklat
Implementasi MoU kerjasama
diklat sesuai rencana 4 3 7 7
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 19
Meningkatnya kualitas pelayanan Pusdiklat terhadap pengguna
Indeks kepuasan terhadap
pelayanan Pusdiklat 85,35% 4,4 (skala 5)
3,76 (skala 4)
3,96 (skala 4) LEARNING AND GROWTH PERSPECTIVE
Tata kelola organisasi Pusdiklat
yang baik Nilai evaluasi AKIP Pusdiklat 74 74,44 76,06 77,91
Pengelolaan anggaran Pusdikat
yang optimal Nilai Kinerja Anggaran Pusdiklat - - 91,39 94,62
NILAI KINERJA ORGANISASI 102,56% 99,14% 100,08% 102,49%
TARGET, REALISASI DAN CAPAIAN IKU PUSDIKLAT TAHUN 2021
Sasaran Program IKU Target
2021
Realisasi 2021
Capaian 2021 CUSTOMERS PERSPECTIVE
Meningkatnya SDM Kemenlu
yang kompeten Persentase peserta diklat yang lulus 100% 100% 100%
BUSINESS PROCESS PERSPECTIVE Implementasi diklat sesuai
rencana Persentase realisasi Diklat 103,64% 119,48% 119,48%
Meningkatnya kerjasama dengan mitra Pusdiklat
Implementasi MoU kerjasama diklat
sesuai rencana 7 7 100%
Meningkatnya kualitas pelayanan Pusdiklat terhadap pengguna
Indeks kepuasan terhadap pelayanan Pusdiklat
4 (skala 4)
3,96
(skala 4) 99%
LEARNING AND GROWTH PERSPECTIVE Tata kelola organisasi Pusdiklat
yang baik Nilai evaluasi AKIP Pusdiklat 79 77,91 98,62%
Pengelolaan anggaran Pusdikat
yang optimal Nilai Kinerja Anggaran Pusdiklat 91 94,62 103,98%
NILAI KINERJA ORGANISASI 102,49%
Pada periode tahun 2018 s/d 2021 IKU Pusdiklat telah melakukan beberapa perubahan sesuai dengan perkembangan penilaian kinerja Kementerian Luar Negeri khususnya Pusdiklat.
1. IKU Persentase Peserta Diklat Yang Lulus diperhitungkan dengan nilai minimal 71 untuk tingkat kelulusan, dari periode 2018 s/d 2021 persentase kelulusan selalu 100%.
2. IKU Kepuasan terhadap Pelayanan Pusdiklat selama periode 2018 s/d 2021 telah mengalami perubahan perhitungan, dari semula persentase menjadi indeks. Pusdiklat selalu menindaklanjuti hasil survey kepuasan peserta terhadap pelayanan Pusdiklat, salah satu indikator tersebut terlihat pada tiap triwulan persentase tingkat kepuasan mengalami peningkatan. Pelaksanaan survey kepuasan selalu ditingkatkan, diantaranya
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 20 dengan dilakukan pengembangan secara mandiri oleh Pusdiklat yaitu aplikasi Learning Management System CETO yang mengintegrasikan pelayanan pelatihan dengan pelaksanaan survey secara terintegrasi. Pada tahun 2021 realisasi indeks Kepuasan terhadap Pelayanan Pusdiklat sebesar 3,96 dari skala 4 atau pencapaian kinerja mencapai 99%.
3. IKU Persentase Realisasi Diklat adalah jumlah diklat yang diselenggarakan. Persentase realisasi Diklat selama tahun 2018 s/d 2021 telah memenuhi yang ditargetkan, hal ini mencerminkan perencanaan kegiatan Diklat semakin baik.
4. IKU Jumlah MoU Kerjasama Diklat sesuai Rencana selama tahun 2018 s/d 2021 telah memenuhi yang ditargetkan, pada tahun 2021 capaian kinerja sebesar 100%.
5. IKU Nilai Evaluasi AKIP selama tahun 2018 s/d 2021 persentase realisasi selalu meningkat, hal ini menggambarkan akuntabilitas kinerja Pusdiklat selalu meningkat. Hasil evaluasi AKIP tiap tahun tidak memenuhi yang ditargetkan dikarenakan penilaian dilakukan pada tahun sebelumnya, sehingga tidak mencerminkan kinerja pada laporan kinerja disusun.
6. IKU Nilai Kinerja Anggaran Pusdiklat pada tahun 2021 sebesar 84,52 lebih rendah dari yang ditargetkan, hal ini disebabkan adanya pandemi Covid-19 gelombang ke-2 yang berakibat kegiatan pelatihan yang semula direncanakan secara blended learning dialihkan ke full online.
1. CUSTOMER PERSPECTIVE
Sasaran Strategis : Meningkatnya SDM Kemenlu yang kompeten IKU : Persentase peserta diklat yang lulus
Persentase Peserta Diklat yang Lulus bertujuan untuk mengukur keberhasilan program pendidikan dan pelatihan fungsional diplomat berjenjang yang diselenggarakan oleh Pusdiklat untuk meningkatkan kompetensi peserta Pejabat Fungsional Diplomat yang handal dan berkualitas. Peningkatan kualitas SDM Kementerian Luar Negeri semakin besar seiring dengan tuntutan dunia diplomasi yang sangat dinamis. Dengan SDM yang kuat, Kementerian Luar Negeri akan terus menjadi lead institution di bidang diplomasi dan politik luar negeri.
Formula penghitungan capaian IKU Persentase Peserta Diklat yang Lulus adalah prosentase dari jumlah peserta Diklat Fungsional Diplomat berjenjang yang lulus dengan nilai minimal 71 dibagi dengan jumlah seluruh peserta diklat.
Program Diklat Fungsional Diplomat Berjenjang yang diselenggarakan oleh Pusdiklat terdiri dari :
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 21 1. Sekolah Dinas Luar Negeri (Sekdilu) untuk calon Pejabat Fungsional Diplomat
Ahli Pertama,
2. Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) untuk Pejabat Fungsional Diplomat Ahli Muda
3. Sekolah Staf dan Pimpinan Dinas Luar Negeri (Sesparlu) untuk Pejabat Fungsional Diplomat Ahli Madya.
Berikut disampaikan Pelatihan Fungsional Diplomat Berjenjang yang terdiri dari Diklat Sekdilu, Diklat Sesdilu dan Diklat Sesparlu.
1. Latar Belakang
Diklat Sekolah Dinas Luar Negeri yang selanjutnya disebut Sekdilu adalah Pelatihan Fungsional Diplomat tingkat dasar untuk mencapai persyaratan kompetensi pembentukan jenjang jabatan Diplomat Ahli Pertama. Tujuan Diklat Sekdilu adalah untuk membentuk Pegawai Negeri Sipil Kementerian Luar Negeri yang memenuhi Standar Kompetensi sebagai prasyarat untuk diangkat pertama kali dalam Jabatan Fungsional Diplomat Pertama. Diklat Sekdilu juga diharapkan dapat mencetak Diplomat Ahli Pertama yang memahami Nilai-nilai Kementerian Luar Negeri, yaitu Profesionalisme, Integritas, Manfaat, Proaktif, Inovatif, dan Nilai Kejuangan (PIMPIN).
T/R/C Tw I s/d Tw II s/d Tw III s/d Tw IV Tahun
Target - 47% 75% 100% 100%
Realisasi - 47% 75% 100% 100%
Capaian - 100% 100% 100% 100%
0 20 40 60 80 100 120
Tahun 2018 Tahun
2019 Tahun
2020 Tahun 2021
100% 100% 100% 100 %
Jumlah Peserta yang lulus diatas nilai 71
Perbandingan Capaian IKU Persentase Peserta Diklat yang Lulus
Tahun 2018 s/d 2020
Diklat Sekdilu
Capaian IKU Persentase Peserta Diklat yang Lulus Tahun 2021
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 22 2. Capaian Kinerja Tahun 2021
Persiapan Sekdilu Angkatan ke-42
Dalam rangka persiapan Diklat Sekdilu Angkatan ke-42, UPT Sekdilu telah melaksanakan berbagai kegiatan rutin internal antara lain terkait perencanaan anggaran, pemilihan dan penjajakan narasumber, penyusunan kurikulum dan perencanaan metode pelatihan.
Selain itu juga dilaksanakan beberapa kegiatan untuk mempersiapkan pelaksanaan Sekdilu, antara lain:
a. FGD Penyempurnaan Kurikulum Diklat Sekdilu Angkatan ke-42 untuk Mata Pelatihan Komunikasi dan Diplomasi Publik pada tanggal 8 Maret 2021.
b. FGD Penyempurnaan Kurikulum Diklat Sekdilu Angkatan Ke-42 Terkait Pelaksanaan Program Mentoring, Coaching dan Buddy System pada tanggal 20 - 22 April 2021.
c. Sarasehan Duta Besar (Mentor) dan Pelatihan Diplomat Madya (Coach) dalam rangka persiapan Diklat Sekdilu Ke-42 pada tanggal 3 - 4 Juni 2021.
d. Pelatihan pengoperasian Zoom untuk Staf UPT Sekdilu pada tanggal 15 Juni 2021.
Pelaksanaan Sekdilu Angkatan ke-42
Diklat Sekdilu Angkatan ke-42 diselenggarakan pada tanggal 14 Juni-23 November 2021.
Diklat dilaksanakan untuk membina peserta secara komprehensif dengan menggabungkan muatan pengetahuan (Knowledge), keterampilan (Skills), dan perilaku (Attitude). Dalam pelaksanaan Diklat Sekdilu 42 terdapat 12 Mata Pelatihan yang akan diberikan kepada peserta Diklat untuk memenuhi Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Diplomat sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang- undangan. Mata Pelatihan tersebut mencakup:
1. Mata Pelatihan Dasar-Dasar Diplomasi dan Politik Luar Negeri
2. Mata Pelatihan Isu-Isu Strategis dan Arah Kebijakan Luar Negeri Indonesia 3. Mata Pelatihan Diplomasi Bilateral dan Pengenalan Mitra Strategis Indonesia 4. Mata Pelatihan Diplomasi Regional dan Multilateral
5. Mata Pelatihan Diplomasi Ekonomi
6. Mata Pelatihan Komunikasi dan Diplomasi Publik
7. Mata Pelatihan Hukum dan Perjanjian Internasional (dan pelindungan BHI) 8. Mata Pelatihan Layanan Protokol dan Konsuler
9. Mata Pelatihan Pelindungan WNI
10. Mata Pelatihan Keterampilan Pendukung Diplomasi
11. Mata Pelatihan Manajemen Kelembagaan dan Dukungan Diplomasi 12. Mata Pelatihan Pembinaan Karakter, Kepemimpinan dan Nilai Kebangsaan Kegiatan Pasca Sekdilu Angkatan ke-42
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 23 Di tengah dan pasca pelaksanaan kegiatan Sekdilu ke-42 telah dilaksanakan beberapa kegiatan Monitoring dan Evaluasi seperti
a. Review kegiatan Mentoring, 17 September 2021.
b. Monitoring dan Evaluasi Diklat Sekdilu Angkatan ke-42 pada tanggal 15-27 November 2021,
c. Debriefing dan Evaluasi Kegiatan Coaching Sekdilu Angkatan ke-42 pada tanggal 20 Desember 2021,
d. Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan dan efektivitas pelatihan Diklat Sekdilu pada tahun mendatang.
3. Kendala Utama
Merujuk pada Indikator Kinerja Utama Pusdiklat, indikator kinerja UPT Sekdilu adalah (1) presentase peserta diklat yang lulus; (2) presentase realisasi diklat; dan (3) indeks kepuasan terhadap pelayanan UPT Sekdilu.
Pandemi COVID-19 yang terjadi sejak Maret 2020 dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak Juni telah menyebabkan metode pendidikan dan pelatihan pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri, khususnya pada Diklat Sekdilu Angkatan ke-42, dilaksanakan secara hybrid (daring dan tatap muka).
Di tengah keterbatasan kondisi pandemi, 62 orang peserta Diklat Sekdilu Angkatan ke-42 telah dinyatakan lulus. Diklat Sekdilu Angkatan ke-42 diselenggarakan pada tanggal 14 Juni-23 November 2021 selama 890 jam pelajaran, dengan penambahan waktu belajar mandiri untuk penyusunan tugas dan latihan, serta Kertas Tugas Akhir Perseorangan (Taskap).
4. Alternatif Pemecahan Masalah
Sebagai konsekuensi dari Pandemi Covid-19 dan PPKM, telah dilaksanakan refocusing anggaran UPT Sekdilu. Sebagian besar kegiatan Diklat Sekdilu, seperti kegiatan kelas paparan narasumber, coaching, mentoring dan buddy program, simulasi dan ujian TASKAP, tetap diselenggarakan dengan menggunakan aplikasi zoom atau secara daring.
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 24 Beberapa kegiatan yang awalnya direncanakan untuk dilaksanakan secara luring, misalnya rencana kunjungan peserta Sekdilu ke Perwakilan RI di luar negeri untuk observasi lapangan isu Pelindungan WNI, terpaksa dialihkan ke beberapa kegiatan lain yang dipandang bermanfaat dalam memenuhi Standar Kompetensi sebagai Fungsional Diplomat Pertama. Kegiatan kunjungan lapangan yang dipandang tetap penting untuk dilaksanakan, antara lain kegiatan Diplomasi Kopi, kunjungan lapangan ke Loket Pelayanan Publik Kemlu, KOMPAS TV, dan Rumah Perlindungan Trauma Center dan Rumah Perlindungan Sosial Anak. Semua kegiatan ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat dan diselenggarakan di akhir masa PPKM.
Selain itu telah dilaksanakan refocusing anggaran untuk pelaksanaan kegiatan lainnya, antara lain:
a. Rangkaian Kegiatan Assessment Kompetensi, Minat dan Bakat Peserta Sekdilu Angkatan ke-42 pada tanggal 2, 10, 17 November 2021.
b. Pelatihan Liaison Officer G20 bagi Peserta Sekdilu-42 pada tanggal 19 Nopember 2021
c. Dukungan Kegiatan Bali Democracy Student Conference (BDSC) di Bali pada tanggal 18 - 20 November 2021.
d. FGD Diplomasi Ekonomi pada tanggal 1 - 4 Desember 2021.
e. Evaluasi dan Sinkronisasi Kurikulum Diklat Diplomatik Berjenjang pada tanggal 16 - 18 Desember 2021.
f. Pelatihan Tableau bagi Diplomat Ahli Pertama pada tanggal 20 - 23 Desember 2021 Mengantisipasi Pandemi Covid-19 dan PPKM yang dapat berlangsung berkepanjangan, UPT Sekdilu akan berupaya merancang modul-modul berbasis e-learning yang dapat digunakan pada Diklat Sekdilu Angkatan ke-43. Modul dimaksud diharapkan dapat mengurangi waktu pelaksanaan diklat secara daring, yang dipandang cukup melelahkan bagi para peserta.
Diklat Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) adalah diklat tingkat menengah sebagai prasyarat bagi diplomat atau diplomat yang sedang menduduki jabatan administrasi untuk dapat dinaikkan dari jenjang Jabatan Fungsional Diplomat Ahli Muda (Gelar Diplomatik Sekretaris Kedua) ke jenjang Jabatan Fungsional Diplomat Ahli Muda (Gelar Diplomatik Sekretaris Pertama.
Tujuan Diklat Sesdilu adalah membentuk PNS Kemenlu yang memenuhi standar kompetensi sebagai prasyarat untuk diangkat dalam jenjang Jabatan Fungsional Diplomat Ahli Muda dengan gelar diplomatik Sekretaris Pertama.
Diklat Sesdilu
Laporan Kinerja Pusdiklat 2021 25 Peserta Diklat Sesdilu adalah Pejabat
Fungsional Diplomat atau pejabat struktural yang memenuhi syarat antara lain: telah sekurang-kurangnya setahun dalam gelar diplomatik Sekretaris II dan telah ditugaskan di Perwakilan RI sekurang-kurangnya 1 kali; memiliki nilai TOEFL (Paper Based Test) sekurang- kurangnya 550 atau parameter lain yang setara dengan nilai TOEFL dimaksud.
Jumlah perekrutan tiap angkatan pada Diklat Sesdilu tidak tetap, disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan hasil seleksi masuk diklat, disamping itu juga
terkait kebijakan pimpinan serta anggaran yang tersedia.
Kendala dan Alternatif Pemecahan Masalah
Kendala Utama
1. Merebaknya pandemi, Diklat dilaksanakan secara daring
Dengan merebaknya pandemi, maka Sesdilu Angkatan ke-66 mulai dilaksanakan dalam format hybrid yaitu luring (offline) dan daring (online) dengan menggunakan aplikasi Zoom. Sedangkan pada Sesdilu Angkatan ke-67 dan 68, Diklat sepenuhnya dilaksanakan secara daring, baik dalam format sinkronus dan asinkronus, serta bersifat mandiri maupun kolaboratif.
36 33
30 28
32
24
20
32
20
29
24
32
Tahun 2018 (Angk. 60,61 dan 62)
Tahun 2019 (Angk. 63,64 dan 65)
Tahun 2020 (Angk. 66,67 dan 68)
Tahun 2021 (Angk. 69, 70 dan 71
88 86
74
92
2018 2019 2020 2021
Jumlah Peserta Diklat Sesdilu yang lulus Per-Angkatan Tahun 2018 s/d 2021
Jumlah Peserta Diklat Sesdilu per Tahun