4.2.1. Undang-undang tenang cyber crime.
Di Indonesia, hukum-hukum mengenai penggunaan media elektronik dan sanksi terhadap pelanggarannya telah diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UUITE).
Ius Konstituendum adalah Undang-Undang yang diharapkan sebagai perangkat hukum yang mengakomodir tuntutan perkembangan teknologi serta antisipasi terhadap permasalahan-permasalahan yang bisa ditimbulkan, termasuk dampak negative penyalahgunaan Internet dengan berbagai motivasi yang dapat menimbulkan korban-korban seperti kerugian materi dan non materi. Indonesia sebenarnya sudah merencanakan undang-undang khusus tentang cyber crime sejak tahun 2000 dan revisi terakhir dari rancangan undang-undang tindak pidana di bidang teknologi
informasi sejak tahun 2004 sudah dikirimkan ke Sekretariat Negara RI oleh Departemen Komunikasi dan Informasi serta dikirimkan ke DPR namun dikembalikan kembali ke Departemen Komunikasi dan Informasi untuk diperbaiki. Tetapi, terdapat beberapa hukum positif lain yang berlaku umum dan dapat dikenakan bagi para pelaku cybercrime terutama untuk kasus-kasus yang menggunakan komputer sebagai sarana, antara lain:
1. Pasal 362 KUHP
Yang dikenakan untuk kasus carding dimana pelaku mencuri nomor kartu kredit milik orang lain walaupun tidak secara fisik karena hanya nomor kartunya saja yang dengan menggunakan software card generator di Internet untuk melakukan transaksi di e-commerce. Setelah dilakukan transaksi dan barang dikirimkan, kemudian penjual yang ingin mencairkan uangnya di bank ternyata ditolak karena pemilik kartu bukanlah orang yang melakukan transaksi. Pidana Penjara paling lama 5 tahun.
2. Pasal 406 KUHP
Dapat dikenakan pada kasus deface atau hacking yang membuat sistem milik orang lain, seperti website atau program menjadi tidak berfungsi atau dapat digunakan sebagaimana mestinya.
3. Pasal 282 dan 311 KUHP
Dapat dikenakan untuk kasus penyebaran foto atau film pribadi seseorang yang vulgar di Internet.
4. Pasal 378 KUHP
Dapat dikenakan untuk penipuan dengan seolah-olah menawarkan dan menjual suatu produk atau barang dengan memasang iklan di salah satu website sehingga orang tertarik untuk membelinya lalu mengirimkan uang kepada pemasang
iklan. Tetapi, pada kenyataannya, barang tersebut tidak ada. Hal tersebut diketahui setelah uang dikirimkan dan barang yang dipesankan tidak datang sehingga pembeli tersebut menjadi tertipu.
5. Pasal 335 KUHP
Dapat dikenakan untuk kasus pengancaman dan pemerasan yang dilakukan melalui e-mail yang dikirimkan oleh pelaku untuk memaksa korban melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pelaku dan jika tidak dilaksanakan akan membawa dampak yang membahayakan. Hal ini biasanya dilakukan karena pelaku biasanya mengetahui rahasia korban. 6. Pasal 303 KUHP
Dapat dikenakan untuk menjerat permainan judi yang dilakukan secara online di Internet dengan penyelenggara dari Indonesia.
7. Undang-Undang No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta
Menurut Pasal 1 angka (8) Undang- Undang No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, program komputer adalah sekumpulan intruksi yang diwujudkan dalam bentuk bahasa, kode, skema ataupun bentuk lain yang apabila digabungkan dengan media yang dapat dibaca dengan komputer akan mampu membuat komputer bekerja untuk melakukan fungsi-fungsi khusus atau untuk mencapai hasil yang khusus, termasuk persiapan dalam merancang intruksi-intruksi tersebut.
8. Undang-Undang No 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi Menurut Pasal 1 angka (1) Undang- Undang No 36 Tahun 1999, Telekomunikasi adalah setiap pemancaran, pengiriman, dan/atau penerimaan dan setiap informasi dalam bentuk
tanda-tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara, dan bunyi melalui sistem kawat, optik, radio, atau sistem elektromagnetik lainnya.
9. Undang-Undang No 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan
Dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 8 Tahun 1997 tanggal 24 Maret 1997 tentang Dokumen Perusahaan, pemerintah berusaha untuk mengatur pengakuan atas mikrofilm dan media lainnya (alat penyimpan informasi yang bukan kertas dan mempunyai tingkat pengamanan yang dapat menjamin keaslian dokumen yang dialihkan atau ditransformasikan. Misalnya Compact Disk Read Only Memory (CD ROM), dan Write -Once - Read - Many (WORM), yang diatur dalam Pasal 12 Undang-Undang tersebut sebagai alat bukti yang sah.
10.Undang-Undang No 25 Tahun 2003 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang
Undang-Undang ini merupakan Undang-Undang yang paling ampuh bagi seorang penyidik untuk mendapatkan informasi mengenai tersangka yang melakukan penipuan melalui Internet, karena tidak memerlukan prosedur birokrasi yang panjang dan memakan waktu yang lama, sebab penipuan merupakan salah satu jenis tindak pidana yang termasuk dalam pencucian uang (Pasal 2 Ayat (1) Huruf q).
11.Undang-Undang No 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme
Selain Undang-Undang No. 25 Tahun 2003, Undang-Undang ini mengatur mengenai alat bukti elektronik sesuai dengan Pasal 27 huruf b yaitu alat bukti lain berupa informasi yang diucapkan, dikirimkan, diterima, atau disimpan secara elektronik dengan alat optik atau yang serupa dengan itu.
4.2.2. Landasan hukum penanganan cybercrime di Indonesia.
4.2.2.1. Pengaturan Tindak Pidana Siber Formil di Indonesia Selain mengatur tindak pidana siber materil, UU ITE mengatur tindak pidana siber formil, khususnya dalam bidang penyidikan. Pasal 42 UU ITE mengatur bahwa penyidikan terhadap tindak pidana dalam UU ITE dilakukan berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (“KUHAP”) dan ketentuan dalam UU ITE. Artinya, ketentuan penyidikan dalam KUHAP tetap berlaku sepanjang tidak diatur lain dalam UU ITE. Kekhususan UU ITE dalam penyidikan antara lain:
1. Penyidik yang menangani tindak pidana siber ialah dari instansi Kepolisian Negara RI atau Kementerian Komunikasi dan Informatika.
2. Penyidikan dilakukan dengan memperhatikan perlindungan terhadap privasi, kerahasiaan, kelancaran layanan publik, integritas data, atau keutuhan data.
3. Penggeledahan dan atan penyitaan terhadap Sistem Elektronik yang terkait dengan dugaan tindak pidana harus dilakukan atas izin ketua pengadilan negeri setempat.
4. Dalam melakukan penggeledahan dan/atau penyitaan Sistem Elektronik, penyidik wajib menjaga terpeliharanya kepentingan pelayanan umum.
4.2.2.2. Pengaturan Tindak Pidana Siber Materil di Indonesia Pengaturan tindak pidana siber diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”).
4.2.2.3. Tindak Pidana Yang Berhubungan Dengan Aktivitas Illegal.
1. Distribusi atau penyebaran, transmisi, dapat diaksesnya konten illegal, yang terdiri dari: kesusilaan (Pasal 27 ayat [1] UU ITE); perjudian (Pasal 27 ayat [2] UU ITE); penghinaan atau pencemaran nama baik (Pasal 27 ayat [3] UU ITE); pemerasan atau pengancaman (Pasal 27 ayat [4] UU ITE); berita bohong yang menyesatkan dan merugikan konsumen (Pasal 28 ayat [1] UU ITE); menimbulkan rasa kebencian berdasarkan SARA (Pasal 28 ayat [2] UU ITE); mengirimkan informasi yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi (Pasal 29 UU ITE). 2. Dengan cara apapun melakukan akses illegal (Pasal 30 UU
ITE).
3. Intersepsi illegal terhadap informasi atau dokumen elektronik dan Sistem Elektronik (Pasal 31 UU ITE).
4.2.2.4. Tindak Pidana Yang Berhubungandengangangguan (Interferensi).
1. Gangguan terhadap Informasi atau Dokumen Elektronik (data interference – Pasal 32 UU ITE).
2. Gangguan terhadap Sistem Elektronik (system interference – Pasal 33 UU ITE).
3. Tindak pidana memfasilitasi perbuatan yang dilarang (Pasal 34 UU ITE).
4. Tindak pidana pemalsuan informasi atau dokumen elektronik (Pasal 35 UU ITE).
5. Tindak pidana tambahan (accessoir Pasal 36 UU ITE).
6. Perberatan-perberatan terhadap ancaman pidana (Pasal 52 UU ITE).
Kasus Hacking Website Komisi Pemilihan Umum oleh Dani Firmansyah Pada hari Sabtu, 17 April 2004, Dani Firmansyah (25 th), konsultan Teknologi Informasi (TI) PT. Danareksa di Jakarta berhasil membobol situs milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) di http://tnp.kpu.go.id dan mengubah nama-nama partai didalamnya menjadi nama-nama unik seperti Partai Kolor Ijo, Partai Mbah Jambon, Partai jambu, dan lain sebagainya. Dani Menggunakan teknik SQL Injection (pada dasarnya teknik tersebut adalah dengan cara mengetikkan string atau perintah tertentu di addres bar browser) untuk menjebol situs KPU. Kemudian dani tertangkap pada hari Kamis, 22 April 2004. Jaringan internet di Pusat tabulasi Nasional Komisi Pemilihan Umumsempat down (terganggu) beberapa kali. Diantaranya terjadi pada tahun 2004 dan 2009. Pada tahun 2004 terungkap dan tertangkapnya Dani Firmansyah (25) oleh Aparat Satuan Cyber Crime Direktorat Reserse Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya, yang diduga kuat sebagai pelaku yang membobol situs (hacker) di Pusat Tabulasi Nasional Pemilu Komisi pemilihan Umum (TNP KPU). Kepada polisi, Dani mengaku meng-hack situs tersebut hanya karena ingin mengetes keamanan system keamanan server tnp.kpu.go.id, yang disebut-sebut mempunyai system pengamanan berlapis-lapis. “Motivasi tersangka melakukan serangan ke website KPU yaitu Dani merasa tertantang dengan pernyataan Ketua kelompok Kerja TI KPU Chusnul Mar’iyah disebuah tayangan televisi yang memperingatkan kepada tim TI KPU bahwa sistem TI yang seharga Rp.125 miliar itu ternyata tidak aman. Tersangka berhasil menembus server tnp.kpu.go.id dengan cara XSS atau Cross Site Scripting dan SQL Injection, meski perbuatan itu hanya iseng, kata Makbul, polisi tetap menilai tindakan Dani telah melanggar hukum dan menimbulkan gangguan fisik dan elektromagnetik terhadap penyelenggaraan telekomunikasi dan menghancurkan atau merusak barang.
Menurut Kepala Polda Metro Jaya, pengungkapan pembobolansitus KPU ini merupakan keberhasilan Satuan Cyber Crime yang menonjol sejak dua tahunan satuan tersebut terbentuk. Berhubung undang-undang tentang cybercrime belum ada, tersangka Dani dikenakan UU No. 36 Tahun 1999 tentang telekomunikasi. Salah satupasal yang disangkakan adalah pasal 50 yang
Rp. 600 juta. Dani Firmansyah, hacker situs tnp.kpu.go.id yang merupakan konsultan TI Danareksa sebelumnya ternyata juga pernah membobolsitus Danareksa. PT Danareksa menegaskan bahwa kegiatan hacking KPU adalah tindakan pribadi DaniFirmansyah yang tidak ada sangkut pautnya dengan PT Danareksa. Ditangkapnya Dani Firmansyah sebagai tersangka pelaku penyusupan atas situs tnp.kpu.go.id menuai protes dariberbagai kalangan.
Perbuatan Dani oleh kalangan tersebut dianggap sebagai perbuatan yang baik karena Dani menunjukkan kelemahan sistem. Komunitas Hacker pun kembali menyerukan pembebasan Dani Firmansyah, tersangka penyusupan situs KPU. Kali ini giliran situs Pertamina yang disisipi seruan mereka. Setelah itu situs set kab.go.id yang disisipi pesant ersebut, Senin (25/04/2004), Selasa (26/04/2004, giliran situs pertamina.com “Anti hacker link 2004, We Support For Dani Firmansyah’s Freedom,” begitu tulisan yang terpampang pada salah satu halaman di situs Pertamina.
Pengungkapan di detikcom – Jakarta, KPU harus ikut bertanggung jawab atas kasus penyusupan pada situsnya. Masalahnya, teknik yang digunakan penyusup adalah teknik yang telah lama diketahui umum. Maka menjadi aneh ketika KPU gagal mengamankan situsnya dari serangan dengan teknik “lawas” itu. “Pertanyaan yang paling mendasar adalah, kok bisa-bisanya sebuah system berharga ratusan miliar tersebut dibobol hanya dengan modal teknik klasik oleh seorang hacker iseng?” ujar Donny B.U, pengamat Telematika dan coordinator ICT Watch, dalam siaran pers yang diterimadetikcom, Selasa (26/04/2004).
Apa yang dilakukan oleh KPU, dengan membuat sistem keamanan yang berlapis namun menyisakan lubang SQL Injection tersebut, diibaratkan Donny sebagai usaha pengamanan rumah yang teledor. “Jadi ibaratnya kita mengelilingi rumah kita dengan kawat berduri serta memasang teralis di seluruh pintu masuk, tetapi jendela samping dibiarkan atau tanpa sengaja terbuka lebar,” kata Donny. Donny mengharapkan KPU, selaku pemilik dan administrator sistem-sistem itu, bertanggung jawab atas kejadian tersebut. “pihak pemilik sistem, dalam halini KPU, juga perlu dimintakan pertanggung jawaban kepada publik, dan kalau perlu dihadapan hukum, atas keteledorannya,”. Donny menjelaskan mengenai
keteledoran KPU dan keharusan mereka untuk bertanggung jawab juga sempat diucapkan oleh pengamat Telematika asal UGM, Roy Suryo. Roy beranggapan bahwa KPU juga lalai dalam menjamin keamanan system milik umum tersebut.
Apa yang dilakukan oleh Dani pada dasarnya bukan hal yang mengerikan. Iahanya mengubah nama partai Peserta Pemilu menjadi nama yang aneh dan lucu seperti Partai Jambu, Partai Kolor Ijo dan sejenisnya. Donny beranggapan adahal lain yang mungkin dilakukan Dani yang dampaknya akan lebih mengerikan. “ (JikaDani) mengubah nama partai Golkar menjadi Partai PDI Perjuangan, dan demikian sebaliknya. Itulah yang benar-benar dapat dikatakan membuat kekacauan,” demikian pendapat Donny. Namun pada kenyataannya hal tersebut tidak dilakukan. Dan apabila hal itu sampai terjadi, Donny tetap beranggapan bahwa KPU yang seharusnya bertanggung jawab. Dani Firmansyah, tersangka penyusupan situs KPU, dinyatakan menggunakan teknik SQL Injection dalam melakukan aksinya. Perlu diketahui, teknik tersebut merupakan teknik yang telah lama beredar di kalangan Teknologi Informasi (TI). Teknik itu juga tidak melibatkan pembobolan tingkat tinggi. Donny menambahkan “Tidak menjadikesalahan pada hacker sepenuhnya, jika banyak diantara mereka yang sebelumnya sempat tergiur untuk mencoba-coba masuk kedalam system komputer KPU.”
Analisa :
Kasus yang di lakukan Dani Firmansyah adalah salah satu bentuk Cybercrime yaitu Unauthozied Access dan Illegal Contents, sebenarnya yang ia lakukan adalah untuk menguji keamanan dari website KPU yang seharga Rp 125 Miliar yang diyakini memiliki kemanan yang berlapis lapis. Setelah ia mencoba untuk mencari celah dan menemukan celahnya ia memberikan informasi dimana celah tersebut melalui email yang ia kirimkan, namun karena tidak ada tanggapan dari administrator maka muncul niatan untuk memberikan peringatan secara lebih jelas melalui perubahan isi dari web yang dimiliki KPU.
Ia melakukan peretasan menggunakan SQL Injection melalui halaman login sang administrator, dan setelah bisa masuk kedalam sistem nya maka yang
Dikarenakan UU ITE saat itu belum bisa menangani permasalahan Cybercrime akhirnya terpaksa menggunakan UU tentang telekomunikasi, yang seharusnya hukuman yang akan diberikan tidak begitu berat Karena menggunakan UU tentang telekomunikasi hukuman yang diberikan lebih berat, untung saja hakim tidak menjatuhi hukuman berdasarkan UU tersebut sehingga hukuman yang didapatkan adalah hukuman ringan.
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemenkominfo blokir akses ke 22 situs yang diduga menayangkan film produksi Indonesia — khususnya film dari anggota Asosiasi Produser Film Indonesia — lewat unduhan atau streaming ilegal.
Akses pada 22 situs tersebut diblokir berdasarkan Peraturan Bersama Menkumham No. 14 tahun 2015 dan Menkominfo No. 26 tahun 2015 tentang Pelaksanaan Penutupan Konten dan atau Hak Akses Pengguna Pelanggaran Hak Cipta dan atau Hak Terkait Dalam Sistem Elektronik.
Dalam jumpa pers yang diadakan di Gedung Serbaguna Kementrian Kominfo, Medan Merdeka Barat pada kemarin (18/8), Menkominfo Rudiantara menyatakan bahwa upaya ini selain menanggapi aduan APROFI pada 15 Agustus tentang situs terkait, juga sebagai upaya melindungi karya produsen film nasional.
"Yang ditawarkan di dunia maya tidak sesuai aturan yang berlaku. Demi memproteksi HAKI kita dari sisi kesenian harus kami blokir,” kata Rudiantara. "Pemerintah ingin melindungi karya seniman Indonesia.Kerugian yang diderita oleh pencipta karya di Indonesia ini sudah luar biasa.”
Menurut Dirjen HAKI, Ahmad M. Ramli dua ancaman besar yang kini dihadapi industri perfilman dalam sektor pembajakan dan pelanggaran HAKI adalah pengandaan VCD dan DVD serta penyebaran ilegal melalui internet. "Dulu lolos dari bioskop ke DVD, sekarang pasar DVD juga udah enggak ada karena semuanya langsung dibajak ke internet. Karena banyak bajakan online Itu membuat jasa streaming resmi enggan investasi di Indonesia. Jadi dampaknya tidak ada additional income bagi produser."Fauzan Zidni, dari Asosiasi Produser Film Indonesia
Lebih Jauh, Ramli menyampaikan kesiapan implementasi Permen Bersama ini, yaitu pemblokiran akses akan dilakukan setelah 1 x 24 jam setelah delik aduan diterima Dirjen HAKI.
"Yang paling beresiko menghadapi pembajakan dan pelanggaran HAKI di internet adalah film. Kalau lagu dia didengar berkali bisa, tapi film begitu rilis, didownload, setelah itu tidak ditonton lagi," jelas Ramli.
Lebih lanjut, Dirjen Aplikasi Informatika, Bambang Heru menyampaikan kemungkinan menutup 22 situs yang berada di Indonesia. Sementara situs torrent luar negeri yang menyediakan unduhan ilegal dan kerap berganti domain akan ditutup aksesnya.
"Kami akan koordinasi dengan Menkumham apabila memungkinkan akan ditutup permanen. Pada sekarang kami akan batasi aksesnya. Perkara pergantian domain memang itu konsekuensinya, ya itu akan kami tutup lagi," ucap Bambang. Menutup jumpa pers, Menkominfo Rudiantara menyatakan upaya ini bagian dari peran pemerintah untuk mendorong cepatnya pertumbuhan ekonomi kreatif. Peraturan Menteri Bersama ini kata Rudi sudah ditanda tangani sebelum bulan Juli 2015 ini bertujuan untuk melindungi karya dan hak produsen film Indonesia, terutama di dunia maya.
Sedangkan Menkumham, Yasonna Laoly yang datang usai jumpa pers menyatakan Kemenkumham dan Dirjen HAKI siap menerima delik aduan. Menurutnya, pelanggar akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.
"Ini kan sangat tidak baik untuk perkembangan industri dan inovasi di industri film, musik dan yang berkenaan dengan hak cipta, ini kan ekonomi kreatif kita. Yang kita urusi websitenya, kalau mencari orangnya akan ribet. Kita enggak tahu dimana barang itu," ujar Yasonna.
Pembajakan daring tutup keran profit Perwakilan Asosiasi Produser Film Indonesia, Fauzan Zidni menyatakan apresiasinya terhadap upaya pemerintah menutup situs pelanggar HAKI. Menurut Fauzan, upaya ini adalah langkah nyata mendukung industri perfilman nasional.
"Dulu lolos dari bioskop ke DVD, sekarang pasar DVD juga udah enggak ada karena semuanya langsung dibajak ke internet. Karena banyak bajakan online
Itu membuat jasa streaming resmi enggan investasi di Indonesia. Jadi dampaknya tidak ada additional income bagi produser," ucap Fauzan.
Fauzan berujar bahwa ada kurang lebih 24 film Indonesia yang dibajak di situs-situs tersebut. Menurutnya film-film tersebut dapat disebut sebagai film box office. Diantaranya adalah The Raid 1 dan 2, Modus Anomali, Laskar Pelangi.
"Film-film Indonesia yang kami adukan itu anggota kami," tutup Fauzan. Berikut adalah daftar 22 situs yang akan ditutup hak aksesnya oleh Kemenkominfo: 1. Ganool.com 2. Nontonmovie.com 3. Bioskops.com 4. Ganool.ca 5. Kilasan.to 6. Thepiratebay.se 7. Downloadfilmbaru.com 8. Ganool.co.id 9. 21filmcinema.com 10. Gudangfilm.caa.im 11. Movie76.com 12. Isohunt.to 13. Cinemaindo.net 14. Bioskop24.net 15. Ganool.in 16. Unduhfilm21.net 17. Bioskopkita.com 18. Downloadfilem.com 19. Comotin.net 20. Movie2k.ti 21. Unduhmovie.com 22. sinema.com
Analisa :
Ke 22 situs tersebut telah melakukan cybercrime dalam bentuk Piracy, dimana mereka membajak hak cipta dalam dunia perfilm-an. Film dari bioskop direkam menjadi media digital lalu disebarkan melalui sebuah website. Penyebaran film bajakan menyebabkan berkurang nya atau bahkan hilangnya peminat untuk menonton secara legal di bioskop.
Para penyedia film bajakan mereka menggunakan karya cipta orang lain secara illegal demi mendapatkan uang dari pemasangan iklan pada situs websitenya. Semakin ramai pengunjung website nya maka semakin besar keuntungan yang akan di dapat oleh pemilik website dari iklan yang dipasang.
Dengan ditutup / pemblokiran akses menuju website seperti itu, maka akan mengembalikan penggemar film untuk menonton di bioskop. Selain itu bisa juga sebagai bukti penghargaan kemenkominfo terhadap HAKI sebuah film yang sudah dibuat secara susah payah.
BAB V KESIMPULAN
Arus teknologi informasi saat ini sangat berkembang pesat, bahkan tidak ada batas antara dunia maya(cyberspace) dengan dunia nyata (meatspace). manfaat
teknologi informasi bagi manusia sudah menjadi kebutuhan pokok. Banyak keuntungan serta dampak positif yang didapat manusia dengan adanya kemajuan teknologi saat ini. namun juga tak sedikit dampak negative yang harus diterima manusia dengan pesatnya arus teknologi informasi yang tak terbatas.
Cybercrime atau sebutan lain dari kejahatan dunia maya sangat sering terjadi yang disebabkan oleh banyak faktor. Kelalaian manusia dalam menggunakan internet atau semakin pintarnya manusia dalam memanipulasi internet yang tidak barengi
Maka dari itu lahirlah cyberetics yang berguna untuk membatasi penggunaan-penggunaan internet/cyberspace untuk meminimalisir terjadinya cybercrime. Namun pemerintah mempertegas aturan serta hukum bagi pelanggar cybercrime dengan menetapkan beberapa hukum. dengan adanya cyberetics dan ketegasan pemerintah dalam menghadapi kasus maraknya cybercrime ini diharapkan dapat mengurangi pihak-pihak yang tak bertanggungjawab dalam penggunaan