• Tidak ada hasil yang ditemukan

Daerah – daerah Penghasil Boneka Tradisional Anak – anak

TINJAUAN UMUM TERHADAP BONEKA TRADISIONAL ANAK – ANAK DIJEPANG

2. Boneka Yang Digunakan Untuk Orang Dewasa

2.2.3. Daerah – daerah Penghasil Boneka Tradisional Anak – anak

Jepang adalah sebuah Negara kepulauan yang pulaunya berjumlah kira-kira 4000 pulau besar dan kecil yang terdiri dari rangkaian pulau-pulau yang membentang sepanjang 3000 kilometer dari utara ke selatan. Daerah-daerah pegunungan yang meliputi lebih dari 70 % dari daratan Jepang, sehingga kota-kota utama berpusat di tanah datar yang luasnya tidak sampai 30 % dari daratan Jepang.

Jepang terdiri dari 47 prefektur. Berdasarkan keadaan geografis dan sejarahnya 47 prefektur ini dapat dikelompokkan menjadi sembilan kawasan yaitu : Hokkaido, Tohoku, Kanto, Chubu, Kinki, Shikoku, Kyushu, dan Okinawa.

Dari sembilan kawasan ini, hanya enam kawasan saja yang memproduksi boneka. Setiap kawasan memiliki cirri khas tersendiri tetapi dibentuk dari

mitifyang sama dan dipengaruhi kepercayaan asli Jepang yaitu Proto Shinto dan legenda budha yang masuk ke Jepang dari China.

Adapun Daerah-daerah penghasil boneka tradisional jepang adalah : 1. Tohoku

Tohoku adalah daerah paling utara dari Honshu dan terdiri dari Akita, Aomori, Fukushima, Iwate, Miyagi dan pulau Yamagata. Itu adalah daerah pedesaaan yang utama, dengan pertanian, perikanan, dan hutan yang menjadi pekerjaan yang utama, dan meliputi beberapa orang-orang miskin dan daerah terbelakang di Jepang. Iklim yang dingin menjadi pengaruh utama dari cerita boneka tradisional. Musim dingin yang panjang dengan salju yang tebal membatasi pertanian terhadap satu hasil panen, sebuah kondisi yang baik terhadap perindustrian rakyat sepaerti pembuatan boneka. Salju juga merupakan bahan dalam pembentukan boneka yang berkaitan dengan rasa suram sehingga menonjolkan kebutuhan warna yang terang bahkan terlalu menyolok.

Kayu yang keras, berjaringan halus, kayu alam yang putih juga menjadi bahan utama dalam pembentukan jenis boneka. Sebagai contohnya, boneka Kokeshi yang di daerah ini dikenal dengan baik. Peternakan kuda juga berkembang dengan pesat di daerah ini, yang dapat dilihat dari banyak boneka kuda dan hobi berkuda ditemukan di daerah ini. Kuda Nambu di pulau Aomori yang sangat khusus dikenal sebagai keberanian dan warna.

Meskipun, iklim yang dingin menjadi faktor utama dalam cerita boneka tradisional di Tohoku, sebuah pandangan melalui lapisan di bagian ini akan ditunjukkan oleh banyak tema-tema boneka yang umum terhadap kebudayaan bangsa yang luas.

2. Kyushu

Daerah paling selatan jepang mempunyai 4 pulau yamg terutama yaitu Kyushu dan dibentuk dari kepulauan Fukuoka, Saga, Nagasaki, Oita, Kumamoto,Miyazaki dan Kagoshima. Bagian selatan pulau ini adalah daerah subtropis dan cenderung miskin. Pertanian, perikanan, dan hutan yang menjadi sumber pendapatan. Pulau Kyushu juga merupakan pulau yang paling terpencil dan dibatasi oleh daerah jepang yang terlarang.

Dibagian utara pulau ini lebih berkembang. Kyushu dikenal sebagai penghasil industri keramik, yang menghasilkan karya-karya sastra yang terkenal seperti arita, Karatsu, Hirasa, Dan Satsuma dan dari daerah pusatnya telah mendistribusikan banyak boneka keramik ke boneka tradisional. Seperti Kokeshi di daerah Tohoku dan satu jenis boneka tertentu yaitu boneka kayu yang berputar-putar yang menjadi umum atau lebih banyak jumlahnya di daerah ini.

Pengaruh China dan Korea yang kuat telah dirasakan dalam boneka tradisional Kyushu karena lokasi pulau itu dihormati di daerah daratan. Contoh dari boneka ini dapat di lihat dalam miniatur perlombaan kapal.

3. Kinki

Di pusat bagian barat Honshu, Kinki di bentuk dari kepulauan Shiga, Kyoto, Fukui, Osaka, Nara, Wakayama, dan kepulauan Mie. Meskipun letak geografis Kinki kecil, tetapi merupakan jantung penduduk jepang lebih dari 1000 tahun dan pengaruhnya hilang setelah Edo mendirikan Tokugawa.

Daerah ini mendapat pengaruh yang kuat dari daerah pusatnya yaitu Nara, Kyoto, Dan Osaka. Daerah pusat tersebut membuat penyaringan terhadap boneka

yang bergaya tinggi sehingga mempengaruhi daerah yang sedikit menghasilkannya.

Daerah Nara, yang menjadi ibukota Jepang di abad ke-18, melengkapi boneka tradisional yang paling tua. Pengaruh yang paling tradisional, bagaimanapun telah menjadi satu yang dikembangkan di Kyoto, pusat kebudayaan Jepang di abad millenium yang di mulai di abad ke-19.Boneka Kyoto yang berpengalaman dalam hal-hal yang duniawi diilustrasikan dengan baik. Ada beberapa yang dibuat khusus untuk apresiasi artistik.

Sebagai daerah yang terkenal akan tempat suci dan kegiatan keagamaan membuat daerah ini sebagai sebuah sumber kekayaan untuk tema-tema boneka. Sebagai contoh boneka local yang murni yaitu boneka yang terbuat dari kayu semak-semak daun teh yang ada di sekitar pusat pertumbuhan teh uji ( perkebunan daun teh uji ).

4. Kanto

Daerah Kanto meliputi kepulauan Ibaraki, Iochigi, Gumma, Saitama, Chiba dan Kanagawa sebagai kota metropolis di Tokyo. Tokyo telah menyediakan pengaruh yang dominan tentang cerita boneka dari daerah ini sejak abad ke-17, ketika Edo, menemukan Tokyo menjadi ibukota Jepang dan berkembang dengan cepat menjadi pusat ekonomi bangsa dan pusat kebudayaan dengan baik. Posisi yang penting ini juga memberi arti bahwa Tokyo menghasilkan beberapa tingkatan yang dominan dalam kebudayaan bangsa sebagai keutuhan dalam cerita boneka.

Pengaruh fashion tokyo dipantulkan dalam model rambut dan pakaian jadi dengan label “ elder sister “ dalam perfilmannya didalam pakaian kabuki dan

fotonya ditemukan dalam boneka yang lain, dan dalam kehidupan bisnis dalam “ beckoning cat “.

Banyak kuil dan tempat suci didirkan untuk dipersiapkan bagi orang yang beragama ( untuk tempat beribadah ) dan untuk kebutuhan sosial masyarakat penduduk bangsa Edo yang berkembang dengan pesat. Hal ini menghasilkan perkembangan akan bentuk-bentuk boneka melalui festival-festival keagamaan dan sebagai daya tariknya.

Iklim daerah ini beriklim dingin tapi tidak berkabut dan daerah pedesaan Kanto mempersiapkan banyak tanaman yang tidak seperti biasanya, seperti numput rawa yang dipelihara untuk menghasilkan boneka yang murni dari daerah setempat yang beriklim lembab. Jenis boneka ini menjadi ciri khas daerah tersebut.

5. Chubu

Daerah terluas di honshu adalah Chubu yang terbentuk dari bagian bawah laut Cabe di Jepang bagian utara ke pantai yang sejuk sepanjang samudra Pasifik dan terletak di antara daerah Kanto dan Kinki. Chubu terdiri dari Niigata, Toyama, dan kepulauan Ishikawa di bagian utara yang mempunyai ciri khas dalam pertanian dan salju yang tebal di musim dingin.

Di Nagano, Yamanashi, dan kepulauan Gifu di daerah pusat yang mempunyai ciri khas produksi sutra dan sebuah iklim dan daerah yang khas di negara pegunungan dan Shizuoka dan kepulauan Aichi sepanjang samudra Pasific yang menghasilkan atau mempunyai ciri khas dengan ekonomi perdagangan dan sebuah iklim yang sama dengan California. Oleh karena keadaaan inilah maka wajar bahwa boneka tradisional Chubu menjadi yang paling utama.

Di malam yang dingin yang mencekam di sebagai daerah utara mencerminkan boneka Imamachi. Sementara daya tariknya menunjukkan tentang pemintal sutra sebagai mata pencaharian mereka. Di bagian selatan, dimana udaranya sangat hangat dan musim yang kering dan cocok untuk bermain layang-layang. Bermacam-macam layang-layang telah dikembangkan. Lagipula banyak boneka local yang khas telah dibuat di daerah ini. Hal yang paling dekat di bagian barat dari daerah ini ke daerah kyoto telah menghasilkan hal-hal duniawi.

6. Shikoku

Daerah yang terakhir adalah daerah yang memiliki jumlah penduduk yang padat, penuh dengan kebudayaan atau adat-istiadat yang sopan dan sebagian aliran dari sejarah Jepang. Di Shikoku, daerah luar dipengaruhi dengan menyalurkan melalui pelabuhan-pelabuhan utama, seperti Takamatsu, dimana terdapat banyak perbedaaan boneka yang ditemukan di bagian utara. Sementara daerah yang terpencil di bagian selatan, sebagian telah menghasilkan dalam hal-hal yang sukar atau lebih kedaerahan ( boneka yang tradisional ).

Pengalaman dalam hal-hal duniawi melawan kerusuhan juga bagian khususnya “ sunny ( hangat ) dan shady ( rindang ) “ bagian dari chugoku. Keseluruhan dari daerah ini dicatat berdasarkan bonekanya yang terdiri dari tema tentang hewan, baik yang kehidupan nyata maupun imaginasi.

Daerah ini secara geografis terbagi atas 2 bagian yaitu Chugoku dan Shikoku. Shikoku merupakan pulau yang paling kecil di jepang dan dipisahkan dari Chugoku oleh laut inland dan terdiri dari Kagawa, Chime, Tokushima dan kepulauan Kochi.

Pulau itu sendiri dipisahkan oleh barisan pegunungan dengan daerah di bagian utara seperti chugoku baik dalam kebudayaannya, ekonomi, dan aspek-aspek fisiknya dan bagian selatan lebih terisolasi dan daerahnya lebih alami. Chugoku juga dibagi atau terdiri dari kepulauan yang terpencil dan desa Shimane dan Tottori sepanjang laut jepang ( sebagian dari daerah honshu dikenal dengan “ shady side “ atau daerah yang teduh/ rindang, diimbangi oleh pulau Hyogo, Okayama, Hiroshima dan Yamaguchi ( daerah itu terdiri dari laut inland yang dikenal sebagai daerah “ sunny side “ atau daerah yang hangat ).

BAB III

Dokumen terkait