• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

B. Daftar Perusahaan Sampel Penelitian

Berikut merupakan perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini:

Tabel 4. Daftar Perusahaan Sampel Penelitian

No. Nama Perusahaan 2016 2017 2018 2019

2. PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

3. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk.

4. PT Elnusa Tbk. - - -

5. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. - - - -

6. PT Indofarma (Persero) Tbk.

7. PT. Jasa Marga (Persero) Tbk.

No. Nama Perusahaan 2016 2017 2018 2019

8. PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. -

9. PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. - - - -

10. PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. - - - -

11. PT. PP Properti (Persero) Tbk.

12. PT. Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk.

13. PT. PP (Persero) Tbk.

14. PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk.

15. PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk.

16. PT. Timah Tbk.

17. PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. - - - -

18. PT. Wjiaya Karya (Persero) Tbk.

19. PT. Waskita Beton Precast Tbk. -

20. PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.

21. PT. Wijaya Karya Beton Tbk.

Sumber: Data diolah (2021)

Tanda checkmark yang terdapat pada kolom daftar perusahaan menandakan bahwa tahun pada perusahaan tersebut memenuhi kriteria untuk digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Tanda minus pada kolom daftar perusahaan menandakan bahwa pada tahun tersebut perusahaan tidak memenuhi kriteria sebagai sampel dalam penelitian ini.

BAB V

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

Pada penelitian ini data diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan BUMN go public non jasa keuangan pada periode 2016 hingga 2019 yang bersumber dari website Bursa Efek Indonesia dan juga website masing-masing perusahaan. Berikut merupakan data yang digunakan dalam penelitian ini:

1. Hasil Asesmen Corporate Governance

Variabel corporate governance diukur dengan hasil asesmen corporate. Hasil asesmen corporate governance diperoleh dari laporan tahunan dari masing-masing perusahaan. Skor hasil asesmen corporate governance memiliki skor dengan rentang 0 sampai dengan 100.

Semakin tinggi skor hasil asesmen corporate governance tersebut menandakan semakin baik perusahaan dalam menerapkan praktik corporate governance. Sebaliknya semakin rendah skor hasil asesmen

corporate governance menandakan semakin bruruk praktik corporate governance perusahaan tersebut.

Data hasil asesmen corporate governance disajikan dengan dua angka desimal di belakang koma. Pada kolom dengan tanda minus menandakan tahun perusahaan yang bukan merupakan sampel penelitian.

Berikut ini merupakan data hasil asesmen corporate governance.

Variabel good corporate governance diukur dengan menggunakan 6 aspek dengan 43 indikator dan 153 parameter. Pada 6 aspek tersebut akan diberikan bobot pada setiap aspek, pada pengujian yaitu komitmen terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik secara berkelanjutan akan diberi bobot maksimal 7,00, pemegang saham dan pemilik modal diberi bobot maksimal 9,00, dewan komisaris/dewan pengawas 35,00, direksi 35,00, pengungkapan informasi dan transparansi diberi bobot maksimal 9,00 dan aspek lainnya akan diberi bobot maksimal 5,00.

Berikut merupakan contoh hasil penilaian corporate governance pada perusahaan PT. Adhi Karya pada tahun 2019.

Tabel 5. Contoh Perhitungan variabel good corporate governance

ASPEK

Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Secara Berkelanjutan

Pengungkapan Informasi dan Transparansi

9,00 7,270 80,78% Sangat Baik

95,00 84,870 Baik

36

Aspek Lainnya 5,00 0,00

Jumlah Skor 100,00 84,870 Baik

Sumber: Laporan tahunan PT. Adi Karya Tbk. (2019)

Berdasarkan hasil perhitungan skor good corporate governance pada PT. Adhi Karya Tbk. diperoleh hasil 84,87. Skor 84,87 ini mendapat predikat baik dengan kata lain bahwa PT Adhi Karya Tbk. skor 84,87 ini menandakan bahwa perusahaan PT Adhi Karya Tbk. sudah mengimplementasikan corporate governance dengan baik.

Tabel 6 Data Good Corporate Governance

No. Nama Perusahaan Good Corporate Governance 2016 2017 2018 2019 Sumber: Laporatn tahunan perusahaan

Tabel 6 data good corporate governance disajikan dengan dua angka desimal di belakang koma. Kolom dengan tanda minus”-“ menandakan tahun perusahaan tersebut bukan merupakan sampel penelitian karena tidak tersedianya data good corporate governance.

Tabel 6 pada data good corporate governance menandakan bahwa terdapat 47 perusahaan BUMN yang memperoleh predikat sangat baik

pada hasil asesmen corporate governance dengan skor di atas 85.

Terdapat 12 perusahaan BUMN dengan kategori baik dengan rentang nilai 75 hingga 85.

2. Data Ukuran Perusahaan

Pada variabel ukuran perusahaan, ukuran perusahaan diukur menggunakan rumus berikut:

Ukuran perusahaan = Ln (Total Aset)

Ln merupakan logaritma natural. Data total aset yang digunakan diperoleh dari laporan tahunan masing-masing perusahaan. Contoh perhitungan ukuran perusahaan pada perusahaan PT. Adhi Karya Tbk.

Tahun 2019 yaitu:

Ukuran Perusahaan = Ln (36.515.833.000.000) = 31,23

Perhitungan ukuran perusahaan PT. Adhi Karya Tbk. menunjukkan hasil sebesar 31,23. Hasil 31,23 dengan total aset Rp36.515.833.000.000 menunjukkan bahwa perusahaan PT. Adhi Karya Tbk. termasuk kedalam ukuran yang besar.

Tabel 7. Data Ukuran Perusahaan

No. Nama Perusahaan Ukuran Perusahaan

2016 2017 2018 2019

No. Nama Perusahaan Ukuran Perusahaan

Tabel 7 data ukuran perusahaan disajikan dengan dua angka desimal di belakang koma. Kolom dengan tanda minus”-“ menandakan tahun perusahaan tersebut bukan merupakan sampel penelitian.

3. Data Kinerja Keuangan Perusahaan

Penilaian kinerja keuangan perusahaan dalam penelitian ini menggunakan rasio keuangan seperti yang ditetapkan oleh Menteri BUMN. Bobot untuk kinerja keuangan pada BUMN adalah 70 sesuai dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002 Tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Perusahaan.

Skor kinerja keuangan perusahaan memiliki rentang skala 0 sampai dengan 100. Semakin tinggi skor yang diperoleh perusahaan maka menandakan perusahaan dalam kondisi sehat. Sedangkan semakin rendah skor yang diperoleh menandakan perusahaan dalam kondisi tidak sehat.

Berikut merupakan contoh perhitungan kinerja keuangan perusahaan pada perusahaan PT. Adhi Karya Tbk. pada tahun 2019.

Return on Equity (ROE)

Tabel 8. Daftar skor penilaian ROE

ROE (%) SKOR

ROE (%) SKOR

Sumber: Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor:

KEP-100/MBU/2002. ketentuan SK Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002 ROE memperoleh skor 16. Hasil perhitungan memperoleh hasil 0,1147 atau 11,47% yang berarti cukup efektif dan efisien dalam penggunaan ekuitas perusahaan untuk menghasilkan pendapatan.

Return On Investment (ROI) Tabel 9. Daftar skor penilaian ROI

ROI (%) SKOR

ROI (%) SKOR

Sumber: Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor:

KEP-100/MBU/2002. ketentuan SK Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002 ROI memperoleh skor 4. Hasil perhitungan memperoleh hasi 3,70%

menandakan kecilnya kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba dari investasi.

Cash Ratio

Tabel 10. Daftar skor penilaian cash ratio

Cash Ratio = x (%) SKOR

Sumber: Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor:

KEP-100/MBU/2002.

Cash Ratio = Kas + Bank+ Surat Berharga Pendek

𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑦 x 100 %

Cash Ratio = 3.255.010

24.493.177 𝑥 100%

=13% (2)

Perhitungan cash ratio pada perusahaan PT. Adhi Karya Tbk. pada tahun 2019 memperoleh hasil 13%. Berdasarkan tabel 10 sesuai dengan ketentuan SK Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002 cash ratio memperoleh skor 2. Hasil perhitungan memperoleh hasil 13%

mengindikasikan bahwa perusahaan sulit dalam memenuhi kewajiban jangka pendek perusahaan dengan menggunakan kas yang dimiliki oleh perusahaan.

Current Ratio

Tabel 11. Daftar skor penilaian current ratio

Current Ratio = x (%) SKOR

Sumber: Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor:

KEP-100/MBU/2002.

Current Ratio = 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠

𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑦 x 100 % Current Ratio = 30.315.155

24.493.177 x 100%

= 123,8% (4)

Perhitungan current ratio pada perusahaan PT. Adhi Karya Tbk.

pada tahun 2019 memperoleh hasil 123,8%. Berdasarkan tabel 11 sesuai dengan ketentuan SK Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002

current ratio memperoleh skor 4. Hasil perhitungan memperoleh hasil 123,8% yang menandakan bahwa perusahaan mampu dalam memenuhi kewajiban lancarnya dengan aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan.

Collection Periods (CP)

Tabel 12. Daftar skor penilaian Collection Periods Collection Periods

Sumber: Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002.

CP = Total Piutang Usaha

Pendapatan Usaha x 365 hari CP = 3.904.181

15.307.860 x 365 hari

= 93 hari (4)

Perhitungan collection period pada perusahaan PT. Adhi Karya Tbk.

pada tahun 2019 memperoleh hasil 93 hari. Berdasarkan tabel 12 sesuai dengan ketentuan SK Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002 collection period memperoleh skor 4. Hasil perhitungan memperoleh hasil 93 hari yang menandakan bahwa dalam kondisi baik karena semakin pendek atau singkat collection periods menandakan bahwa piutang semakin lancar yang menandakan semakin baik.

Inventory Turn Over

Tabel 13. Daftar skor penilaian inventory turn over

Sumber: Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002.

Inventory Turn Over = Total Persediaan

Pendapatan Usaha x 365 hari Inventory Turn Over = 4.778.582

15.307.860 x 365 hari

= 114 hari (4)

Perhitungan inventory turn over pada perusahaan PT. Adhi Karya Tbk. pada tahun 2019 memperoleh hasil 114 hari Berdasarkan tabel 13 sesuai dengan ketentuan SK Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002 inventory turn over memperoleh skor 4. Hasil perhitungan memperoleh hasil 114 hari yang menandakan bahwa perusahaan sudah mengelola persedian dengan baik. Dalam rasio perputaran persediaan ini semakin tinggi rasio perputaran persediaan maka hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan sudah mengelola persedian dengan baik.

Total Assets Turn Over (TATO)

Tabel 14. Daftar skor penilaian total assets turn over

TATO = x (%) SKOR

120 < TATO 5

105 < TATO < = 120 4,5 90 < TATO < = 105 4

75 < TATO < = 90 3,5

TATO = x (%) SKOR

60 < TATO < = 75 3

40 < TATO < = 60 2,4

20 < TATO < = 40 1,8

TATO < = 20 1,2

Sumber: Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor:

KEP-100/MBU/2002. sesuai dengan ketentuan SK Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002 total assets turn over memperoleh skor 2,4. Hasil perhitungan memperoleh hasil 43,31% mengindikasikan aset yang dimiliki oleh perusahaan belum dikelola dengan baik. Semakin tinggi rasio perputaran total aset hal ini mengindikasikan aset yang dimiliki oleh perusahaan sudah dikelola dengan baik.

Rasio Total Modal Sendiri (TMS) Terhadap (TA)

Tabel 15. Daftar skor penilaian Rasio Total Modal Sendiri (TMS) Terhadap (TA)

TMS terhadap TA (%) = x SKOR

90 < = x < 100 6,5

Sumber: Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor:

KEP-100/MBU/2002.

TMS terhadap TA = Total Modal Sendiri

Total Aset x 100 % TMS terhadap TA = 6.300.873

36.145.431 𝑥 100%

= 17,43% (6)

Perhitungan total modal sendiri terhadap total aset pada perusahaan PT. Adhi Karya Tbk. pada tahun 2019 memperoleh hasil 17,43%.

Berdasarkan tabel 15 total modal sendiri terhadap total aset memperoleh skor 6. Hasil perhitungan memperoleh 17,43% hasil ini mengindikasikan sudah cukup sehat.

Tabel 16. Daftar bobot kinerja keuangan

Indikator Bobot

Imbalan kepada pemegang saham (ROE) 20

Imbalan Investasi ( ROI) 15

Rasio Kas/ Cash Ratio 5

Rasio Lancar/Current Ratio 5

Collection Periods 5

Perputaran Persediaan 5

Perputaran Total Aset (TATO) 5

Rasio total modal sendiri (TMS) terhadap total asset (TA)

10

Total Bobot 70

Sumber: Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor:

KEP-100/MBU/2002.

Total Skor = Akumulasi Bobot Indikator

Total Bobot Standar x 100%

Total Skor = 16 + 4 + 2 + 4 + 4 + 4 + 2,4 + 6

70 x 100%

= 42,40

70 x 100%

= 60,57%

Berdasarkan perhitungan pada delapan rasio lalu dijumlahkan seluruh skor kemudian dibagi dengan bobot 70. Total skor pada hasil perhitungan pada delapan rasio untuk perusahaan PT. Adhi Karya Tbk ini memperoleh hasil total skor 60,57. Skor 60,57 menandakan bahwa perusahaan PT. Adhi Karya Tbk. pada kinerja keuangan dalam kondisi kurang sehat.

Tabel 17. Data Kinerja Keuangan Perusahaan

No. Nama Perusahaan Kinerja Keuangan Perusahaan 2016 2017 2018 2019 8 PT. Tambang Batubara Bukit

Asam (Persero) Tbk

96,71 93,57 95,71 95,00 9 PT. PP (Persero) Tbk 78,43 79,14 74,50 60,93 10 PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk 64,71 54,00 53,57 53,43 11 PT. Semen Indonesia (Persero)

Tbk.

Tabel 17 pada data kinerja keuangan disajikan dengan dua angka desimal di belakang koma. Kolom dengan tanda minus”-“ menandakan tahun perusahaan tersebut bukan merupakan sampel penelitian.

B. Analisis Data Good Corporate Governance, Ukuran perusahaan dan Kinerja Keuangan

Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis data. Langkah-langkah dalam melakukan analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1) Statistik Deskriptif Good Corporate Governance, Ukuran perusahaan dan Kinerja Keuangan

Statistik deskriptif ini dilakukan untuk memahami kondisi dan karakteristik setiap variabel penelitian. Pada tabel 18 merupakan hasil statistik deskriptif dari good corporate governance, ukuran perusahaan dan kinerja keuangan.

Tabel 18. Statistik Deskriptif Good Corporate Governance, Ukuran Perusahaan dan Kinerja Keuangan.

Good Corporate Governance

Ukuran

perusahaan Kinerja Keuangan

Mean 89,2993 30,5933 70,0651

Minimum 76,16 27,95 40,29

Maximum 99,36 32,45 96,71

Std. Deviation 5,53056 1,14351 13,57312

Sumber: Data Diolah (2021)

Pada variabel good corporate governance menunjukkan nilai rata-rata yaitu sebesar 89,2993, nilai minimum 76,16, dan nilai maksimum 99,36. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata perusahaan sudah menerapkan corporate governance dengan baik. Corporate governance

tahun 2016 milik PT Jasa Marga Tbk menempati posisi tertinggi dengan skor sebesar 99,36 dan posisi terendah dengan skor 76,16 ditempati oleh PT. Waskita Beton Precast Tbk. pada tahun 2018.

Pada variabel ukuran perusahaan menunjukkan nilai rata-rata sebesar 30,5933, nilai minimum 27,95, dan nilai maksimum 32,45. Hal ini menunjukkan perusahaan dalam penelitian ini merupakan perusahaan yang besar yang memiliki total aset yang besar.

Pada veriabel kinerja keuangan menunjukkan nilai rata-rata yaitu sebesar 70,0652. Nilai minimum kinerja keuangan adalah sebesar 40,29, sedangkan nilai maksimum kinerja keuangan 96,71. Kinerja keuangan tahun 2016 milik PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk. menempati posisi tertinggi dengan skor sebesar 96,71 dan posisi terendah dengan skor 40,29 ditempati oleh PT. Indofarma Tbk. pada tahun 2018.

2) Uji Normalitas Data Good Corporate Governance, Ukuran perusahaan dan Kinerja Keuangan

Penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov untuk melakukan uji normalitas. Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui distribusi data dalam variabel yang akan digunakan termasuk dalam distribusi normal yang artinya data layak untuk digunakan dalam penelitian ini.

Tabel 19. Uji Normalitas Good Corporate Governance, Ukuran perusahaan dan Kinerja Keuangan.

Unstandarized Residual

N 59

Nilai Signifikansi (Sig) 0,200 Sumber: Data diolah (2021)

Tabel 19 menunjukkan hasil uji Kolmogorov-Smirnov bahwanilai Unstandarized Residual signifikansi (2-tailed) sebesar 0,200. Hasil dari pengujian ini menunjukkan bahwa data variabel penelitian ini telah terdistribusi normal dikarenakan signifikansi lebih besar dari 0,05

3) Uji Asumsi Klasik Good Corporate Governance dan Ukuran Perusahaan

a. Uji Multikolinieritas Good Corporate Governance dan Ukuran Perusahaan

Uji multikolinieritas digunakan untuk mengetahui ada tidaknya kemiripan antar variabel independen. Untuk mengetahui ada tidaknya multikolinieritas dapat dilihat berdasarkan tolerance dan variance inflation factor (VIF) untuk melakukan pengujian multikolinieritas.

Tabel 20. Uji Multikolinieritas good corporate governance dan ukuran perusahaan.

Variabel

Independen Tolerance VIF Keterangan

good corporate

Variabel dependen: Kinerja Keuangan Sumber: Data diolah (2021)

Variabel independen dikatakan bebas dari multikolinieritas jika nilai tolerance lebih besar dari 0,1 dan nilai variance inflation factor (VIF) lebih kecil dari 10. Tabel 20 menunjukkan bahwa semua variabel memiliki nilai Tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10 maka disimpulkan tidak terjadi masalah multikolinieritas.

b. Uji Heteroskedasitas Good Corporate Governance dan Ukuran perusahaan

Uji heteroskedasitas mempunyai tujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terdapat ketidaksamaan varians residual dari satu pengamatan ke pengamatan lain. Uji heteroskedasitas dapat dilakukan dengan metode korelasi spearman.

Tabel 21. Hasil Uji Heteroskedasitas

Good Corporate sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan tidak terdapat masalah heteroskedasitas.

c. Uji Autokorelasi Good Corporate Governance, Ukuran perusahaan dan Kinerja

Uji autokorelasi digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya korelasi adalah dengan uji Durbin-watson. Dapat disimpulkan tidak terdapat masalah autokorelasi jika dU < nilai hitung Durbin-Watson <

4-dU.

Tabel 22. Uji Autokorelasi Good Corporate Governance, Ukuran perusahaan dan Kinerja Keuangan Perusahaan.

dL dU d 4-dU 4-dL

1,509 1,649 1,940 2,490 2,351

Variabel dependen: Kinerja Keuangan Sumber: Data diolah (2021)

Nilai hitung Durbin-Watson yang diperoleh adalah 1,940 yang menandakan lebih besar dari pada dU 1,649, dan kurang dari 4-dU yaitu 2,490. Oleh karena itu disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah autokorelasi.

4) Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis menggunakan uji regresi bergana karena peneliti ingin mengetahui bagaimana pengaruh dari variabel good corporate governance dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan.

a. Uji F Pengaruh Good Corporate Governance, Ukuran perusahaan terhadap Kinerja Keuangan

Variabel independen dikatakan berpengaruh terhadap variabel dependen apabila nilai F hitung > F tabel dan nilai signifikansi < 0,05.

Menurut Sarwono (2015) F tabel yang digunakan adalah F tabel dengan taraf signifikansi 0,05, dimana jumlah variabel independen (k) sebanyak 2, dan degree of freedom (n-k) sebesar 3,16.

Tabel 23. Uji F Pengaruh Good Corporate Governance, Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan

Variabel Penelitian F tabel F hitung Sig.

Good Corporate Governance 3,16 14,561 0,000 Ukuran perusahaan

Variabel dependen: Kinerja Keuangan Sumber: Data diolah (2021)

Tabel 23 diketahui nilai F hitung 14,561 dan nilai F tabel adalah 3,16 maka F hitung > F tabel dengan signifikansi 0.00 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa stidaknya terdapat satu variabel independen diantara good corporate governance dan ukuran perusahaan yang berpengaruh terhadap kinerja keuangan.

b. Melakukan Uji t

Uji t bertujuan untuk menunjukkan seberapa jauh variabel independen yaitu good corporate governance dan ukuran perusahaan secara individual terhadap variabel dependen kinerja keuangan.

Dengan d.f (59-2-1 =56) dan t.f 5%.

Variabel dependen: Kinerja Keuangan Sumber: Data diolah (2021).

Berdasarkan tabel 24 dapat diambil keputusan sebagai berikut:

1) Pengaruh good corporate governance terhadap kinerja keuangan.

Hasil pengujian nilai t hitung 4,895 dan t tabel 2,00324 maka t hitung > t tabel dengan nilai signifikansi 0.000 < 0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima artinya good corporate governance berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan.

2) Pengaruh ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan.

Hasil pengujian nilai t hitung 1,658 dan t tabel 2,00324 maka t hitung < t tabel dengan nilai signifikansi 0.103 > 0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan H0 diterima dan Ha ditolak artinya ukuran perusahaan tidak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan.

c. Melakukan Uji Koefisien Determinasi

Analisis koefisien determinasi (R²) pada penelitian ini digunakan untuk memprediksi seberapa besar kontribusi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen atau dengan kata lain untuk mengukur sejauh mana variasi dari variabel dependen.

Tabel 25. Koefisien Determinasi Pengaruh Good Corporate Governance, Ukuran perusahaan terhadap Kinerja Keuangan.

R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

0,585 0,342 0,319 0,94391

Sumber Data: Diolah (2021)

Nilai koefisien determinasi sebesar 0,342 atau sebesar 34,2%

yang menunjukkan bahwa variabel good corporate governance dan ukuran perusahaan memberikan pengaruh sebesar 34,2% terhadap perubahan variasi kinerja keuangan. Dengan hasil tersebut dapat diartikan bahwa sisa pengaruh sebesar 65,8% dipengaruhi oleh faktor/variabel lain yang tidak diamati dalam penelitian ini.

5) Pembahasan

Berikut merupakan pembahasan mengenai hasil pengujian pengaruh good corporate governance dan pengaruh ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan.

a. Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan

Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif antara good corporate governance terhadap kinerja keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan good corporate governance secara berkesinambungan melalui evaluasi dan perbaikan-perbaikan didalam tata kelola sebuah perusahaan mampu mendorong efisiensi dan efektifitas manajemen dalam mengelola perusahaan, sehingga mampu meningkatkan kinerja perusahaan dan mencapai tujuan yang sudah ditentukan oleh perusahaan.

Hasil penelitian ini sesuai dengan agency theory yakni hubungan yang dibangun atas dasar pendelegasian wewenang antara pihak prinsipal terhadap agen akan selalu menimbulkan masalah-masalah keagenan yang disebabkan perbedaan kepentingan antara kedua pihak. Namun dengan mekanisme dewan komisaris dalam good corporate governance mampu menjadi sarana penghubung dan pengawasan antara perusahaan dengan stakeholder sehingga perusahaan mampu berfokus terhadap tujuan perusahaan.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian Watun (2020) dan Nurcahya dkk. (2014) yang menyatakan bahwa good corporate governance berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Hal ini dapat terjadi karena dengan diterapkannya good corporate governance secara berkesinambungan, akan meningkatkan daya saing perusahaan dengan pengelolaan yang baik selaras dengan tujuan good corporate governance akan meningkatkan daya saing perusahaan dengan pengelolaan yang baik, selaras dengan tujuan good corporate governance menurut PER-01/MBU/2011 dan dapat membatasi perilaku individual yang tergambarkan dalam agency theory, sehingga perusahaan akan dapat menjalankan kinerja perusahaannya dengan baik dan diikuti dengan peningkatan kinerja keuangan.

b. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, artinya besar kecilnya perusahaan tidak membuat perusahaan serta-merta memiliki kinerja keuangan yang sehat. Hasil penelitian ini tidak berhasil membuktikan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan sebagaimana dikemukakan oleh Azzahra (2019) dalam penelitiannya yang mengungkapkan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan.

Tidak adanya pengaruh ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan sejalan dengan penelitian Nurcahya dkk. (2014) dan

Wufron (2017). Hal ini terjadi karena semakin besar perusahaan kemungkinan perusahaan akan menghadapi permasalahan keagenan yang semakin kompleks. Selain itu kemungkinan semakin besar perusahaan juga secara otomatis akan diimbangi dengan biaya operasional yang besar juga. Oleh karena itu semakin besar perusahaan besar dalam mengeolala aktivitas bisnisnya kemungkinan di dukung dengan utang yang besar yang memungkinkan semakin besar bunga yang harus dibayar yang mengakibatkan perusahaan perlu mengeluarkan uang yang cukup besar pula.

Selain itu tidak adanya pengaruh antara ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan kemungkinan semakin besar perusahaan juga akan membuat tanggungjawab terhadap stakeholder rumit dan semakin sulit untuk dilaksanakan dengan baik. DeMiguel dkk. (2004) menyatakan bahwa semakin besar perusahaan menunjukkan semakin rumit birokrasi dan dapat memiliki kemungkinan memunculkan masalah yang serius seperti asimetri informasi. BUMN merupakan perusahaan yang di miliki oleh negara, sehingga memungkinkan banyak orang yang memiliki kepentingan pribadi dalam perusahaan seperti kepentingan politik yang mengakibatkan perusahaan tidak dapat beroperasi secara optimal karena adanya benturan kepentingan pribadi.

BAB VI PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Good corporate governance memiliki pengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Dapat diartikan bahwa semakin baik implementasi good corporate governance, semakin sehat kinerja keuangan perusahaan.

2. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Artinya besar kecilnya perusahaan tidak menjamin sehat atau tidak sehatnya kinerja keuangan perusahaan.

B. Keterbatasan Penelitian

Keterbatasan dalam penelitian ini adalah tidak semua perusahaan menyajikan data hasil asesmen good corporate governance pada laporan tahunan perusahaan. Data hasil asesmen good corporate governance yang yang sedikit sehingga membuat jumlah sampel pada penelitian ini menjadi sedikit. Jumlah sampel yang sedikit dapat mempengaruhi dari hasil.

60

C. Saran

Dari hasil penelitian ini saran-saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:

1. Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa good corporate governance berpengaruh poitif terhadap kinerja keuangan, sehingga perusahaan dapat secara berkesinambungan untuk terus menerapkan dan

1. Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa good corporate governance berpengaruh poitif terhadap kinerja keuangan, sehingga perusahaan dapat secara berkesinambungan untuk terus menerapkan dan

Dokumen terkait