• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN (Studi Empiris pada Perusahaan BUMN)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN (Studi Empiris pada Perusahaan BUMN)"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

(1)

i

PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN UKURAN PERUSAHAAN

TERHADAP KINERJA KEUANGAN (Studi Empiris pada Perusahaan BUMN)

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Akuntansi

Program Studi Akuntansi

Oleh :

Benedictus Hermasto NIM: 172114026

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

2021

(2)

i

PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN UKURAN PERUSAHAAN

TERHADAP KINERJA KEUANGAN (Studi Empiris pada Perusahaan BUMN)

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Akuntansi

Program Studi Akuntansi

Oleh :

Benedictus Hermasto NIM: 172114026

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

2021

(3)

ii S K R I P S I

PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN UKURAN PERUSAHAAN

TERHADAP KINERJA KEUANGAN (Studi Empiris pada Perusahaan BUMN)

Oleh:

Benedictus Hermasto NIM: 172114026

Telah Disetujui Oleh:

Pembimbing

Dr. Fr. Ninik Yudianti M.Acc., QIA, CSRA. Tanggal: 10 Agustus 2021

(4)

iii

(5)

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

“Mimpikan impianmu dengan harapan dan hatimu, dan jadikan mereka nyata dengan tangan dan kakimu.”

-Baro B1A4-

“Kerja keras adalah salah satu kunci utama kesuksesan dan keberhasilan. Jika kamu tidak mau bekerja keras, jangan harap kamu bisa mendapatkan hasil yang

baik di masa depan.”

-J-Hope BTS-

“Bahkan jika kamu hidup hanya satu hari, lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan dan pilihlah sendiri jalan yang ingin kamu lalui.”

-Jimin BTS-

“Usaha adalah sesuatu yang harus kamu lakukan untuk menuju kesuksesan. Tidak ada kata terlambat untuk kamu yang ingin terus mau berusaha di dalam hidup ini.

Yang ada hanyalah penyesalan jika kamu tidak melakukannya sebaik mungkin.”

-Jungkook BTS-

Skripsi ini saya persembahkan untuk:

Tuhan Yang Maha Esa

Keluarga Besar

(6)

v

UNIVERSITAS SANATA DHARMA FAKULTAS EKONOMI

JURUSAN AKUNTANSI – PROGRAM STUDI AKUNTANSI

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya menyatakan bahwa Skripsi dengan judul:

PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE, DAN UKURAN PERUSAHAAN

TERHADAP KINERJA KEUANGAN (Studi Empiris pada Perusahaan BUMN)

dan diajukan untuk diuji pada tanggal 19 Agustus 2021 adalah hasil karya saya.

Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya aku seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, tiru, atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan pada penulis aslinya.

Apabila saya melakukan hal tersebut di atas, baik sengaja maupun tidak, dengan ini saya menyatakan menarik skripsi yang saya ajukan sebagai hasil tulisan saya sendiri ini. Bila kemudian terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain seolah-olah hasil pemikiran saya sendiri, berarti gelar dan ijasah yang telah diberikan oleh universitas batal saya terima.

Yogyakarta, 31 Agustus 2021 Yang membuat pernyataan,

(Benedictus Hermasto)

(7)

vi

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:

Nama : Benedictus Hermasto NIM : 172114026

Demi pembangunan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: “PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN UKURAN PERUSAHAAN

TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan BUMN).

Dengan demikian, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Yogyakarta, 31 Agustus 2021 Yang Menyatakan

Benedictus Hermasto

(8)

vii

KATA PENGANTAR

Puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus untuk berkat dan kasih karuniaNya yang luar biasa sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Good Corporate Governance Dan Ukuran perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Empiris Pada Perusahaan BUMN)”. Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Akuntansi pada Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Penulisan skripsi ini dapat selesai dengan baik karena bimbingan, bantuan, dukungan, dan doa-doa dari banyak pihak. Maka, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada:

1. Bapak Tiberius Handono Eko Prabowo, MBA., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

2. Ibu Dr. Firma Sulistiyowati, M.Si., Ak., CA., QIA selaku Ketua Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma.

3. Ibu Dr. Fr. Ninik Yudianti M.Acc., QIA, CSRA. selaku dosen pembimbing yang telah membimbing dan mengajarkan penulis dengan ketulusan hati.

4. Seluruh dosen dan staf Sekretariat Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma yang telah mendukung penyelesaian skripsi ini.

5. Fx. Sigit Yuwana, Bapak tercinta yang selama ini telah mendoakan dengan penuh ketulusan hati, penuh kesabaran dan selalu menyemangati dalam mengerjakan skripsi ini.

(9)

viii

6. Th. Nanik Sulistiyani, Ibu tercinta yang telah selau mendoakan, bekerja keras memberikan yang terbaik, mendukung, membimbing, menemani mengerjakan skripsi, dan mau mendengarkan keluh kesah selama proses mengerjakan skripsi ini.

7. Bonifacius Herlambang, kakakku yang paling tersayang yang selalu menyemangati dan mendengarkan keluh kesahku selama mengerjakan skripsi.

8. Sahabat-sahabat Dita, Vera, Alpopon, Cigul, Eka, Feliks dan teman-teman kelas A akuntansi 2017, terima kasih untuk kebersamaannya selama masa kuliah.

Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih banyak kekurangan sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Yogyakarta, 31 Agustus2021

Benedictus Hermasto

(10)

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ...i

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ……….ii

LEMBAR PENGESAHAAN……….iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ...iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI………..v

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI………...vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

ABSTRAK ... xv

ABSTRACT ... xvi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian ... 5

D. Manfaat Penelitian ... 5

1. Bagi Akademisi ... 5

2. Bagi perusahaan ... 5

3. Bagi Peneliti ... 6

E. Sistematika Penelitian ... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 7

A. Agency Theory ... 7

B. Stakeholder Theory ... 8

C. Good Corporate Governance ... 9

1. Definisi Good Corporate Governance ... 8

2. Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance ... 9

3. Tujuan Good Corporate Governance... 10

4. Hasil Asesmen Good Corporate Governance ... 11

ix

(11)

D. Ukuran perusahaan ... 14

1. Pengertian Ukuran perusahaan ... 14

E. Kinerja Keuangan ... 15

1. Imbalan Kepada Pemegang Saham ... 16

2. Imbalan Investasi ... 197

3. Rasio Kas ... 17

4. Rasio Lancar ... 17

5. Collection Periods ... 18

6. Perputaran Persediaan ... 18

7. Perputaran Total Aset ... 18

8. Rasio Modal Sendiri Terhadap Total Aktiva... 18

F. Badan Usaha Milik Negara ... 18

1. Definisi Badan Usaha Milik Negara... 18

2. Perseroan Terbatas dan Perusahaan Umum ... 18

G. Pengembangan Hipotesis ... 20

1. Good Corporate Governance dan Kinerja Keuangan ... 20

2. Ukuran perusahaan dan Kinerja Keuangan ... 21

BAB III METODE PENELITIAN ... 23

A. Jenis Penelitian ... 23

B. Subjek dan Objek Penelitian ... 23

C. Data Penelitian ... 23

D. Teknik Pengumpulan Data ... 24

E. Populasi dan Sampel ... 24

F. Variabel Penelitian dan Pengukurannya ... 25

1. Good Corporate Governance ... 25

2. Ukuran perusahaan ... 26

3. Kinerja Keuangan Perusahaan... 27

G. Teknik Analisis Data ... 29

1. Memaparkan Statistik Deskriptif... 29

2. Melakukan Uji Normalitas ... 29

3. Melakukan Uji Asumsi Klasik ... 29

x

(12)

4. Melakukan Uji Hipotesis ... 31

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... 34

A. Deskripsi Data ... 34

B. Daftar Perusahaan Sampel Penelitian ... 34

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ... 36

A. Deskripsi Data ... 36

1. Hasil Asesmen Good Corporate Governance ... 36

2. Data Ukuran Perusahaan ... 38

3. Data Kinerja Keuangan Perusahaan ... 40

B. Analisis Data Good Corporate Governance dan Kinerja Keuangan Perusahaan ... 48

1. Statistik Deskriptif Good Corporate Governance dan Kinerja Keuangan Perusahaan ... 48

2. Uji Normalitas Data Good Corporate Governance dan Kinerja Keuangan Perusahaan ... 50

3. Uji Asumsi Klasik Good Corporate Governance dan Ukuran perusahaan ... 50

4. Uji Hipotesis ... 52

5. Pembahasan ... 55

BAB VI PENUTUP ... 59

A. Kesimpulan ... 59

B. Keterbatasan Penelitian ... 59

C. Saran ... 60

DAFTAR PUSTAKA………61

LAMPIRAN ... 64

BIOGRAFI……….69

xi

(13)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Kualifikasi penilaian hasil akhir asesmen good corporate governance ... 26

Tabel 2. Kualifikasi penilaian kinerja keuangan perusahaan ... 28

Tabel 3 Daftar Perusahaan Sampel Penelitian ... 34

Tabel 4. Contoh Perhitungan variabel good corporate governance ... 37

Tabel 5. Data Good Corporate Governance ... 38

Tabel 6. Data Ukuran Perusahaan ... 39

Tabel 7. Daftar skor penilaian ROE ... 40

Tabel 8. Daftar skor penilaian ROI ... 41

Tabel 9. Daftar skor penilaian cash ratio ... 42

Tabel 10. Daftar skor penilaian current ratio ... 43

Tabel 11. Daftar skor penilaian Collection Periods ... 43

Tabel 12. Daftar skor penilaian inventory turn over ... 44

Tabel 13. Daftar skor penilaian total assets turn over ... 45

Tabel 14. Daftar skor penilaian Rasio Total Modal Sendiri (TMS) Terhadap (TA) ... 46

Tabel 15. Daftar bobot kinerja keuangan ... 47

Tabel 16. Data Kinerja Keuangan Perusahaan ... 48

Tabel 17. Statistik Deskriptif Good Corporate Governance, Ukuran Perusahaan dan Kinerja Keuangan ... 49

Tabel 18. Uji Normalitas Good Corporate Governance, Ukuran perusahaan dan Kinerja Keuangan ... 50

xii

(14)

Tabel 19. Uji Multikolinieritas good corporate governance dan ukuran

perusahaan ... 51 Tabel 20. Hasil Uji Heteroskedasitas ... 51 Tabel 21. Uji Autokorelasi Good Corporate Governance, Ukuran perusahaan

dan Kinerja Keuangan Perusahaan ... 52 Tabel 22. Uji F Pengaruh Good Corporate Governance, Ukuran Perusahaan

terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan ... 53 Tabel 23. Uji t Pengaruh Good Corporate Governance, Ukuran perusahaan dan

Kinerja Keuangan ... 54 Tabel 24. Koefisien Determinasi Pengaruh Good Corporate Governance, Ukuran perusahaan terhadap Kinerja Keuangan ... 55

xiii

(15)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1: Data Total Aset………...65

Lampiran 2: Statistik Deaskriptif………66

Lampiran 3: Uji Normalitas………..………..66

Lampiran 4: Uji Asumsi Klasik ………...………..67

Lampiran 5: Uji Hipotesis……….………..67

xiv

(16)

ABSTRAK

PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN

(Studi Empiris pada Perusahaan BUMN)

Benedictus Hermasto NIM: 172114026 Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta 2021

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh good corporate governance dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini menjadi penting dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran pentingnya implementasi good corporate governance dan karakteristik ukuran perusahaan terhadap peningkatan kinerja keuangan perusahaan.

Jenis penelitian ini adalah studi empiris. Sampel ditentukan menggunakan purposive sampling. Data yang dikumpulkan adalah laporan tahunan perusahaan.

Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 59 tahun perusahaan. Variabel good corporate governance diukur menggunakan hasil asesmen good corporate governance berdasarkan SK-16/S.MBU/2012 Tentang Indikator/Parameter Penilaian dan Evaluasi Atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara. Ukuran perusahaan diukur menggunakan Ln total aset. Di samping itu kinerja keuangan perusahaan diukur berdasarkan KEP-100/MBU/2002 Tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Data dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa good corporate governance berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan.

Kata kunci: good corporate governance, ukuran perusahaan, kinerja keuangan

xv

(17)

ABSTRACT

INFLUENCE OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE AND FIRM SIZE TO FINANCIAL PERFORMANCE

(Empirical Study on State-owned Enterprises)

Benedictus Hermasto NIM: 172114026 Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta 2021

The aim of this research is to examine the influence of good corporate governance and firm size to the financial performance. This research is important as an effort to enhance the awareness of the importance of good corporate governance implementation and firm size characteristics to the company financial performance.

The design of this research is quantitative descriptive. Sample is determined by purposive sampling. The data collected was companies’ annual report. The number of sample in this research is 59 firm years. Good corporate governance variable was measured by final score of good corporate governance assessment according to SK-16/S.MBU/2012 regarding indicators/Parameters of Assessment and Evaluation of the implementation of good corporate governance in state- owned enterprises. Firm size was measured by Ln total assets. Financial performance was measured based on KEP-100/MBU/2002 concerning the assessment of health level of state owned enterprises. The data was analyzed using multiple linear regression method.

The showed that good corporate governance positively influenced the financial performance. There was no influence of firm size to financial performance.

Keywords: good corporate governance, firm size, financial performance

xvi

(18)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Setiap perusahaan berkepentingan dengan pengukuran kinerja keuangannya. Kinerja keuangan sendiri adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar (Fahmi, 2018). Untuk melakukan pengukuran dan penilaian terhadap kinerja keuangan perusahaan perlu ditetapkan pernyataan yang jelas tentang tujuan yang akan dicapai, dengan demikian diperoleh hasil yang diinginkan.

Kinerja keuangan perusahaan dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk menunjukkan kondisi perusahaan dalam keadaan baik atau buruk. Penilaian kinerja keuangan perusahaan penting dilakukan baik oleh manajemen, pemegang saham maupun pemerintah. Tujuan penilaian kinerja keuangan perusahaan adalah untuk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan dalam mematuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya, agar memperoleh tindakan dan hasil yang diinginkan. Selain itu pentingnya penilaian kinerja perusahaan dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan dapat mempengaruhi pola pikir pimpinan perusahaan dalam mengelola perusahaan di masa modern seiring dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat dan menjadi hal yang sangat kompleks.

1

(19)

Wijayanti dan Mutmainah (2012) menyatakan bahwa semakin kompleks aktivitas pengelolaan maka semakin meningkat pula kebutuhan akan praktik good corporate governance untuk memastikan bahwa manajemen perusahaan terlaksana dengan baik. Lemahnya pelaksanaan corporate governance disinyalir menjadi salah satu penyebab munculnya kesempatan dalam memaksimalkan kepentingannya salah satunya adalah tindak korupsi. Yustika (2007) menyatakan bahwa korupsi bisa muncul baik dari departemen pemerintah (BUMN) maupun sektor swasta. Korupsi pada departemen pemerintah terjadi melewati penggelembungan anggaran, sedangkan korupsi oleh sektor swasta biasanya dilakukan dengan adanya praktik gratifikasi (Yustika, 2007)

Pemerintah Indonesia memberi perhatian khusus mengenai penerapan good corporate governance untuk perusahaan-perusahaan BUMN. Pemerintah melalui kementerian BUMN merancang dan mengimplementasikan good corporate governance di lingkungan BUMN. Penerapan good corporate governance pada BUMN bertujuan untuk meningkatkan kesehatan perusahaan meliputi keberhasilan usaha dan akuntabilitas perusahaan untuk meningkatkan nilai pemegang saham dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholder lainnya berlandaskan dengan peraturan perundang-undangan dan nilai-nilai etika (Nugroho, 2020).

Good corporate governance hadir sebagai salah satu cara untuk memberikan perlindungan terhadap kepentingan pemegang saham (shareholder) atau pemilik perusahaan. Cadbury Committee (1992)

(20)

mendefinisikan good corporate governance adalah suatu sistem yang mengatur hubungan antara para stakeholder (pemegang saham, manajemen perusahaan, kreditur, pemerintah, dan pihak terkait lainnya) yang memiliki hak dan kewajiban tertentu terhadap perusahaan. Good corporate governance diperlukan untuk mendorong pasar efisien, transparan, dan konsisten dengan peraturan perundang-undangan (Zarkasyi, 2008:36). Penerapan good corporate governance akan berdampak baik tidak hanya untuk perusahaan saja namun juga bagi pemangku kepentingan.

Darmawati, dkk. (2004) menyatakan bahwa good corporate governance merupakan salah satu elemen kunci dalam meningkatkan efisiensi ekonomis, yang meliputi serangkaian hubungan antara manajemen perusahaan, dewan komisaris, para pemegang saham dan stakeholder lainnya. Good corporate governance juga dapat digunakan untuk memonitor masalah kontrak dan membatasi perilaku opportunistic manajemen. Perilaku manipulasi oleh manajer dapat diminimumkan melalui suatu mekanisme monitoring yang bertujuan untuk menyelaraskan berbagai kepentingan. Perusahaan meyakini bahwa implementasi good corporate governance merupakan bentuk lain penegakan etika bisnis dan etika kerja yang sudah lama menjadi komitmen perusahaan, dan implementasi good corporate governance berhubungan dengan peningkatan citra perusahaan. Perusahaan yang menerapkan good corporate governance akan mengalami perbaikan citra dan peningkatan nilai perusahaan (Mulyati, 2011).

(21)

Penerapan good corporate governance diharapkan mampu meningkatkan kinerja keuangan melalui terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, serta mampu meningkatkan pelayanan kepada stakeholder dan mampu meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal di perusahaan.

Selain penerapan cororate governance, faktor lain yang ikut berkontribusi peningkatan kinerja keuanga adalah ukuran perusahaan. Ukuran perusahaan merupakan skala yang menunjukkan besar kecilnya suatu perusahaan. Menurut Hilmi (2018) menyatakan bahwa ukuran perusahaan dapat dilihat melalui total keseluruhan aktiva dan total penjualan. Semakin besar ukuran suatu perusahaan semakin besar pula modal yang ditanamkan oleh pemilik maupun investor. Maka dari itu, manajemen perusahaan dituntut untuk bekerja lebih efektif dan efisien untuk menghasilkan laba sebagai bagian dari pertanggungjawabannya terhadap pemilik dan stakeholder.

Dalam kaitan ini maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Pengaruh Good Corporate Governance Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Empiris pada Perusahaan BUMN Go Public Tahun 2016-2019)”.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah

1. Apakah good corporate governance berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan?

2. Apakah ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan?

(22)

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penelitian ini adalah

1. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh positif good corporate governance terhadap kinerja keuangan.

2. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh positif ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan.

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak, antara lain yaitu:

1. Bagi Akademisi

Menambah pengetahuan mengenai pengaruh good corporate governance dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan sebuah perusahaan go public terutama milik BUMN.

2. Bagi Perusahaan

Menambah referensi bagi sebuah perusahaan untuk memehami pentingnya penerapan good corporate governance dalam menciptakan kondisi perusahaan yang sehat, sehingga diharapkan dapat melaksanakan praktik good corporate governance dengan baik. Selain penerapan good corporate governance, penelitian ini juga membahas mengenai kondisi finansial perusahaan melalui ukuran perusahaan yang diharapkan dapat meningkatkan perhatian perusahaan akan kondisi finansialnya. dan memahami pentingnya ukuran perusahaan di dalam sebuah perusahaan.

(23)

3. Bagi Peneliti

Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan serta pemahaman yang lebih bagi peneliti terutama mengenai good corporate governance dan ukuran perusahaan pada perusahaan go public milik BUMN.

E. Sistematika Penelitian

Sistematika penulisan penelitian ini dibagi ke dalam enam bab. Berikut penjelasan isi dari masing-masing bab:

Bab I Pendahuluan, bab ini menjelaskan mengenai latar belakang penelitian, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penelitian.

Bab II Tinjauan Pustaka, bab ini membahas mengenai teori dan definisi yang digunakan oleh peneliti.

Bab III Metode Penelitian, bab ini menjelaskan tentang desain penelitian, subjek dan objek penelitian, data penelitian, teknik pengumpulan data penelitian, serta populasi dan sampel penelitian.

Bab IV Gambaran Umum Objek penelitian, bab ini menjelaskan mengenai sampel yang digunakan dalam penelitian.

Bab V Analisis dan Pembahasan, bab ini merupakan bab yang menjabarkan deskripsi data, menguraikan proses analisis data, dan membahas hasil penelitian.

Bab VI Penutup merupakan bab yang menjabarkan kesimpulan, keterbatasan

penelitian, dan saran dari peneliti.

(24)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Agency Theory

Jensen dan Meckling (1976) menjelaskan bahwa hubungan keagenan merupakan kontrak dimana satu atau lebih prinsipal melibatkan orang lain yaitu agen untuk melakukan beberapa pekerjaan atas nama mereka. Agen merupakan pengelola perusahaan yang bertugas untuk mengelola perusahaan, sedangkan prrinsipal merupakan pemilik aset dari perusahaan tersebut. Setiap agen diharapkan dapat bertindak sebagai pihak yang dipercaya oleh pihak prinsipal (Lukviarman, 2016). Hubungan antara prinsipal dan agen sering disebut dengan the principal agent realitionship.

Teori keagenan (agency theory) ditekankan untuk mengatasi dua permasalahan yang dapat terjadi dalam hubungan keagenan (Eisenhardt, 1989). Menurut Eisenhardt (1989), teori keagenan (agency theory) dilandasi oleh beberapa asumsi. Asumsi-asumsi tersebut dibedakan menjadi tiga jenis yaitu, asumsi tentang sifat manusia, asumsi keorganisasian, dan asumsi informasi. Asumsi sifat manusia menekankan bahwa manusia memiliki sifat mementingkan diri sendiri (self interest), memiliki keterbatasan rasionalitas (bounded rationality) dan tidak menyukai risiko (risk averse). Asumsi keorganisasian menekankan bahwa adanya konflik antar anggota organisasi dan adanya asimetri informasi antara principal dan agent, sedangkan asumsi

7

(25)

informasi menekankan bahwa informasi sebagai barang komoditi yang bisa diperjualbelikan.

Perspektif hubungan keagenan merupakan dasar yang digunakan untuk memahami good corporate governance. Jansen dan Meckling (1976) menyatakan bahwa hubungan keagenan adalah sebuah kontrak antara agent dengan pinsipal. Teori agensi tersebut mendorong munculnya konsep good corporate governance dalam mengelola bisnis perusahaan, dimana good corporate governance diharapkan dapat meminimalkan suatu tindakan kecurangan melalui pengawasan kinerja para agent.

Agency theory digunakan dalam penelitian ini karena adanya pembahasan mengenai good corporate governance. Tertius dan Yulius (2015) menyatakan bahwa good corporate governance menjadi salah satu mekanisme yang dapat menyelaraskan kepentingan pihak prinsipal dan agen sehingga masalah-masalah perbedaan kepentingan akan berkurang.

Berkurangnya permasalahaan perbedaan kepentingan yang terjadi akan membuat perusahaan dapat berjalan dengan baik.

B. Good Corporate Governance

1. Definisi Good Corporate Governance

Menurut Cadbury Committee (1992) good corporate governance adalah suatu sistem yang mengatur hubungan antara para stakeholders (pemegang saham, manajemen perusahaan, kreditur, pemerintah, dan

(26)

pihak terkait lainnya) yang memiliki hak dan kewajiban tertentu terhadap perusahaan.

2. Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance

Dalam penerapan good corporate governance terdapat beberapa prinsip-prinsip yang harus dipenuhi agar corporate governance dapat terlaksana dengan baik. Menurut Peraturan Menteri BUMN PER- 01/MBU/2011 Pasal 3, secara umum terdapat lima prinsip dasar dalam good corporate governance, yakni: transparency, accountability, responsibility, independency, dan fairness.

a. Transparansi (transparency), yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengungkapkan informasi material dan relevan mengenai perusahaan.

b. Akuntabilitas (accountability), yaitu kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban organ sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif.

c. Pertanggungjawaban (responsibility), yaitu kesesuaian di dalam pengelolaan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.

d. Kemandirian (independency), yaitu keadaan di mana perusahaan dikelola secara professional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.

(27)

e. Kewajaran (fairness), yaitu keadilan dan kesetaraan di dalam memenuhi hak-hak pemangku kepentingan (stakeholders) yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan.

3. Tujuan Good Corporate Governance

Tujuan good corporate governance pada BUMN menurut keputusan Menteri BUMN No. PER-01/MBU/2011 Pasal 4, sebagai berikut.

a. Mengoptimalkan nilai BUMN agar perusahaan memiliki daya saing yang kuat, baik secara nasional maupun internasional, sehingga mampu mempertahankan keberadaannya dan hidup berkelanjutan untuk mencapai maksud dan tujuan BUMN.

b. Mendorong pengelolaan BUMN secara profesional, efisien, dan efektif, serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian Organ Persero/Organ Perum.

c. Mendorong agar Organ Persero/Organ Perum dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta kesadaran akan adanya tanggung jawab sosial BUMN terhadap Pemangku kepentingan maupun kelestarian lingkungan di sekitar BUMN.

d. Meningkatkan kontribusi BUMN dalam perekonomian nasional.

e. Meningkatkan iklim yang kondusif bagi perkembangan investasi nasional.

(28)

4. Hasil Asesmen Corporate Governance

Hasil asesmen corporate governance yang dilaporkan pada laporan tahunan perusahaan merupakan hasil akhir dari asesmen corporate governance. Hasil asesmen corporate governance ini mengindikasikan pelaksanaan corporate governance pada suatu perusahaan. Pada perusahaan BUMN pengukuran pelaksanaan dan penerapan good corporate governance sesuai dengan Surat Keputusan Menteri BUMN SK-16/S.MBU/2002 tentang Indikator/parameter penilaian dan evaluasi atas penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) pada badan usaha milik negara.

Asesmen corporate governance mengacu pada indikator/parameter yang ada pada Surat Keputusan Menteri BUMN SK-16/S.MBU/2002 tentang Indikator/parameter penilaian dan evaluasi atas penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) pada badan usaha milik negara. Indikator/ parameter penilaian dan evaluasi penerapan corporate governance ini dikelompokkan dalan enam aspek sebagai berikut:

a. Komitmen Terhadap Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Secara Berkelanjutan

Aspek komitmen terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik secara berkelanjutan fokus pada seberapa jauh perusahaan berkomitmen dalam menerapkan praktik good corporate governance.

Komitmen dapat dilihat dari adanya pedoman good corporate

(29)

governance, dilaksanakannya pedoman good corporate governance, adanya sistem whistle blowing.

b. Pemegang Saham dan Pemilik Modal

Aspek pemegang saham dari pemilik modal fokus pada seberapa baik pemegang saham dan pemilik modal berperan dalam melaksanakan praktik good corporate governance. Peran yang baik dapat dilihat dari pemilik yang melaksanakan tanggung jawabnya seperti turut memberikan keputusan penting yang diperlukan, memberi persetujuan laporan, dan memilih direksi dengan baik.

c. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas

Aspek dewan komisaris/dewan pengawas fokus kepada tugas-tugas dewan komisaris/dewan pengawas. Poin terbesar dalam aspek dewan komisaris/dewan pengawas adalah seberapa baik dewan komisaris/dewan pengawas dalam memberikan arahan kepada direksi mengenai implementasi rencana dan kebijakan perusahaan. Selain arahan untuk direksi, aspek ini juga melihat kualitas pengawasan, kualitas pembagian tugas.

d. Direksi

Aspek direksi fokus kepada tugas-tugas direksi. Poin terbesar dalam aspek direksi adalah peran direksi dalam pemenuhan target kinerja perusahan dan peran direksi dalam membangun hubungan yang bernilai tambah pada semua stakeholders. Perhatian lain dalam

(30)

aspek direksi meliputi pengendalian operasional, adanya rapat bersama dewan komisaris.

e. Pengungkapan dan Keterbukaan Informasi

Aspek pengungkapan dan keterbukaan informasi melihat seberapa terbuka perusahaan dalam membuka informasi yang memang sewajarnya dibuka. Informasi yang sewajarnya dibuka meliputi laporan keuangan dan informasi-informasi perusahaan yang perlu dan relevan untuk diketahui stakeholders.

f. Faktor lainnya

Aspek faktor lainnya sebatas menjadi nilai tambah dan nilai kurang dalam asesmen corporate governance. Nilai tambah akan ditambahkan ketika perusahaan patut menjadi contoh dalam menerapkan good corporate governance. Nilai kurang akan ditambahkan ketika terbukti adanya penyimpangan dalam melaksanakan praktik corporate governance.

C. Ukuran Perusahaan

Ukuran perusahaan adalah skala untuk menentukan besar kecilnya suatu perusahaan yang dapat ditentukan dengan beberapa cara, antara lain total aset dan total penjualan (Saemargani, 2015). Wufron (2017) menjelaskan bahwa ukuran suatu perusahaan dapat tercerminkan melalui total aset yang dimilikinya, semakin besar asset perusahaan maka semakin besar ukuran perusahaan tersebut.

(31)

Indriati (2013) dalam Watun (2020) menyatakan bahwa ukuran perusahaan merupakan faktor pendukung dalam pembentukan laba, semakin besar perusahaan maka dianggap mempunyai tingkat kedewasaan yang relatif lebih stabil dalam mengelola asset dan investasi dibandingkan dengan perusahaan kecil. Ukuran perusahaan dapat menunjukkan pengelolaan investasi dimasa lalu dan dimasa yang akan datang melalui pengalaman pengelolaan aset yang didukung oleh struktur perusahaan yang ada. Bagi pihak perusahaan, ukuran perusahaan yang besar dapat menjadi kemudahan untuk memperoleh investasi dan dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan kinerja keuangannya sebagai pertanggungjawaban atas investasi yang diberikan oleh stakeholder.

Nurcahya dkk. (2014) menyatakan bahwa perusahaan besar akan lebih menjaga stabilitas kinerja karena perusahaan besar lebih diperhatikan oleh pihak luar. Oleh karena itu perusahaan besar cenderung memiliki kekuatan finansial yang lebih besar sehingga dapat menunjang kinerja perusahaan.

D. Kinerja Keuangan

Kinerja keuangan perusahaan adalah suatu usaha formal yang dilaksanakan perusahaan untuk mengevaluasi efisien dan efektivitas dari aktivitas perusahaan yang telah dilaksanakan pada periode waktu tertentu.

Fahmi (2018) menyatakan bahwa kinerja keuangan sendiri adalah suatu

(32)

analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.

Kinerja keuangan perusahaan sangat berkaitan dengan pengukuran dan penilaian kinerja. Pengukuran kinerja digunakan perusahaan untuk melakukan perbaikan atas kegiatan operasional perusahaan agar dapat bersaing dengan perusahaan lain. Selain itu, pengukuran kinerja juga digunakan untuk menetapkan strategi yang tepat dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Dengan kata lain mengukur kinerja keuangan perusahaan merupakan tindakan yang tepat dalam proses pengendalian Srimindarti (2006:34).

Penilaian kinerja perusahaan dalam penelitian ini menggunakan analisis rasio keuangan. Harahap (2011) dalam Indriati (2018) menyatakan bahwa analisis rasio keuangan memiliki beberapa kelebihan yaitu; hasilnya berupa angka-angka yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan, menjadi lebih sederhana dan tidak rumit, menjadi alat pembanding antar perusahaan dengan melihat perkembangan perusahaan secara periodik, dan lebih mudah melihat tren perusahaan serta melakukan prediksi di masa yang akan datang.

Kinerja keuangan yang diukur dalam penelitian ini sesuai dengan Keputusan Menteri BUMN KEP-100/MBU/2002 Tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Penilaian kinerja keuangan perusahaan menggunakan rasio sebagai berikut:

(33)

1. Imbalan Kepada Pemegang Saham

Imbalan kepada pemegang saham ini diukur menggunakan return on equity (ROE). Return on equity (ROE) merupakan rasio profitabilitas untuk mengukur kemampuan sebuah perusahaan dalam menghasilkan laba dari investasi pemegang saham di perusahaan tersebut. Dengan kata lain, return on equity (ROE) ini menunjukkan seberapa banyak keuntungan yang dapat dihasilkan oleh perusahaan dari setiap satu rupiah yang diinvestasikan oleh para pemegang saham. Dengan kata lain semakin tinggi laba yang diperoleh perusahaan maka semakin besar juga imbalan yang akan didapatkan oleh pemegang saham. Return on Equity (ROE) biasanya dinyatakan dengan persentase.

2. Imbalan Investasi

Imbalan investasi ini kita dapat mengukurnya dengan menggunakan return on investment (ROI), Return on Invesment (ROI) merupakan rasio yang akan menunjukkan hasil dari jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen. Rasio ini akan menunjukkan hasil dari seluruh aktiva yang dikendalikan dengan mengabaikan sumber pendanaan, dengan kata lain dengan semakin tinggi Return On Investment (ROI) ini maka menandakan semakin tinggi kemampuan sebuah perusahaan dalam mendapatkan laba dari investasi.

Rasio ini diukur dengan menggunakan persentase.

(34)

3. Rasio Kas

Rasio kas digunakan untuk membandingkan total kas (tunai) dan setara kas perusahaan dengan kewajiban lancarnya. Rasio kas menunjukkan kemampuan sebuah perusahaan dalam membayar utang jangka pendek dengan menggunakan kas dan setara kas. Semakin tinggi rasio kas yang dimiliki oleh perusahaan maka semakin baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendek perusahaan menggunakan kas yang dimiliki oleh perusahaan.

4. Rasio Lancar

Rasio lancar mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya menggunakan aset lancar yang tersedia.

Semakin tinggi rasio kas menandakan perusahaan semakin baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya menggunakan aset lancar yang tersedia.

5. Collection Periods

Collection Periods ini merupakan rasio yang dapat digunakan dalam mengukur kemampuan sebuah perusahaan dalam mengumpulkan piutang pada waktu tertentu. Semakin pendek atau singkat collection periods menandakan bahwa piutang semakin lancar yang menandakan semakin baik.

(35)

6. Perputaran Persediaan

Perputaran total aset mengukur seberapa efisien manajemen perusahaan dalam mengelola aset. Semakin tinggi rasio perputaran total aset menandakan aset sudah dikelola dengan baik.

7. Perputaran Total Aset

Perputaran total aset mengukur seberapa efisien maajemen perusahaan dalam mengelola aset. Semakin tinggi rasio perputaran total aset menandakan aset sudah dikelola dengan baik.

8. Rasio Modal Sendiri Terhadap Total Aktiva

Rasio ini menunjukkan pentingnya sumber modal pinjaman dan tingkat keamanan yang dimiliki. Semakin tinggi rasio ini berarti semakin kecil jumlah modal pinjaman yang digunakan untuk membiayai aktiva perusahaan

E. Badan Usaha Milik Negara

1. Definisi Badan Usaha Milik Negara

Menurut Undang-Undang No. 19 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 1 Badan Usaha Milik Negara, yang selanjutnya disebut BUMN, adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. Sedangan jika dilihat dari bentuknya, BUMN adalah

(36)

perusahaan perseroan (persero) sebagaimana yang dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1998 dan Perusahaan Umum (PERUM) sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 1998.

2. Perseroan Terbatas dan Perusahaan Umum

Perusahaan Perseroan, yang disebut juga sebagai Persero merupakan BUMN yang berbentuk perseroan terbatas yang modalnya terbagi dalam saham yang seluruh atau setidaknya 51% sahamnya dimiliki oleh Negara yang memiliki tujuan untuk mencari keuntungan. Organ Persero adalah Rapat Umum Pemegang Saham, Dewan Komisaris, dan Direksi. Hal tersebut sesuai dengan PER-01/MBU/2011 Tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Pada Badan Usaha Milik Negara.

Perusahaan Umum, yang disebut sebagai PERUM, adalah BUMN yang seluruh modalnya dimiliki oleh negara dan tidak terbagi atas saham, PERUM memiliki tujuan untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan sekaligus mengejar keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan. Organ PERUM adalah Menteri, Dewan Pengawas, dan Direksi. Hal tersebut sesuai dengan PER-01/MBU/2011 Tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Pada Badan Usaha Milik Negara.

F. Pengembangan Hipotesis

1. Good Corporate Governance dan Kinerja Keuangan

(37)

Good corporate governance diharapkan dapat mengurangi konflik dalam agency theory yaitu perbedaan kepentingan yang terjadi antara prinsipal dan agen (Teritius dan Yulius. 2015). Hal ini dapat terjadi karena adanya dewan komisaris dalam sebuah perusahaan yang dapat menjadi penghubung antara prinsipal dan agen, sehingga dewan komisaris dapat membantu dalam menyelaraskan perbedaan kepentingan yang ada antara agen dan prinsipal, berkurangnya konflik yang terjadi dalam perusahaan akan membantu manajemen perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan.

Kinerja perusahaan dapat tercerminkan melalui kinerja keuangan dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Good corporate governance muncul atas teori keagenan, diharapkan mampu memberikan manfaat keyakinan kepada para pemilik dan stakeholder akan kemampuan manajemen dalam melaksanakan tugasnya, sehingga dapat menjadikan perusahaan sebagai pusat keuntungan bagi pemilik dan stakeholder.

Penelitian yang dilakukan oleh Nurcahya dkk. (2014) serta Watun (2020), mampu menunjukkan bahwa good corporate governance berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Hal ini berarti penerapan good corporate governance dapat memberikan fokus lebih kepada manajemen dalam mengelola perusahaan sehingga memperoleh hasil akhirnya adalah kinerja keuangan yang dapat meningkat. Dengan menerapkan good corporate governance secara berkesinambungan

(38)

melalui perbaikan-perbaikan berkala yang disesuaikan dengan lingkungan bisnis perusahaan, diharapkan mampu meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa good corporate governance berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan.

Ha = good corporate governance berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan

2. Ukuran Perusahaan dan Kinerja Keuangan

Ukuran perusahaan secara umum merupakan gambaran besar kecilnya suatu perusahaan. Susiolo (2012:06) dalam Kayobi dan Desy (2015) menyatakan bahwa semakin besar total aktiva dan jumlah penjualan suatu perusahaan maka semakin besar ukuran suatu perusahaan.

Nrcahya dkk. (2014) menyatakan bahwa semakin besar perusahaan semakin banyak juga stakeholder yang terkait dalam perusahaan.

Semakin banyak pihak yang terlibat dalam perusahaan tersebut yang membuat perusahaan semakin diperhatikan oleh stakeholder karena perusahaan besar pada dasarnya memiliki kekuatan finansial yang lebih besar dalam menunjang kinerja, sehingga stakeholder memiliki ketertarikan untuk berinvestasi atau melakukan kerja sama. Hal ini memaksa perusahaan untuk memiliki kinerja yang baik untuk meningkatkan kepercayaan stakeholder pada perusahaan sehingga dapat menjaga keberlangsungan usahanya.

(39)

Wufron (2017) menyatakan bahwa semakin besar suatu perusahaan maka perusahaan tersebut akan relatif stabil dalam pengelolaannya sehingga mampu menghasilkan laba yang tinggi. Hal ini disebabkan karena semakin besar ukuran perusahaan maka perusahaan tersebut mampu memproduksi produk (barang dan jasa) dalam skala yang besar, sehingga peluang menghasilkan laba semakin meningkat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Ha = ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan

(40)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah studi empiris. Data empiris yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan tahunan perusahaan yang diterbitkan oleh perusahaan BUMN non jasa keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2016-2019

B. Subjek dan Objek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah peusahaan BUMN non jasa keuangan yang terdaftar di bursa efek Indonesia selama periode tahun 2016-2019 dan menerbitkan laporan tahunan dari tahun 2016-2019. Objek penelitian ini adalah hasil asesmen corporate governance, ukuran perusahaan dan hasil penilaian kinerja keuangan perusahaan pada periode tahun 2016-2019.

C. Data Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder berbentuk data kuantitatif. Data kuantitatif merupakan data berbentuk angka.

Data diperoleh dari laporan tahunan yang dipublikasikan melalui website

(41)

masing-masing perusahaan. Data yang diabil adalah hasil asesmen corporate governance, total aset dan rasio keuangan.

D. Teknik Pengumpulan Data

Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik dokumentasi yang meliputi mencari, mengumpulkan, mempelajari, dan menganalisis data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan BUMN go public non jasa keuangan. Data diperoleh dari laporan tahunan BUMN go public non jasa keuangan tahun 2016 hingga 2019.

E. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan BUMN go public non jasa keuangan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Sampel dalam penelitian ini merupakan perusahaan BUMN go public non jasa keuangan yang memiliki kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti yaitu; menyediakan laporan tahunan dan melaporkan hasil asesmen corporate governance.

Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan teknik purposive sampling. Purposive sampling adalah pengambilan sampel berdasarkan standar kriteria tertentu yang telah ditentukan peneliti. Kriteria dalam penelitian ini adalah menyediakan laporan tahunan pada tahun 2016 hingga 2019 dan melaporkan hasil asesmen corporate governance.

(42)

F. Variabel Penelitian dan Pengukurannya

Terdapat dua variabel dalam penelitian ini yaitu dua variabel independen dan satu variabel dependen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah good corporate governance dan ukuran perusahaan. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan. Adapun cara yang digunakan dalam mengukur variabel-variabel tersebut yaitu:

1. Good Corporate Governance

Variabel good corporate governance didokumentasi dari hasil akhir asesmen corporate governance yang ada dalam laporan tahunan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Hasil akhir asesmen corporate governance yang diperoleh dari proses asesmen yang dilakukan pada perusahaan dengan menilai terhadap enam aspek good corporate governance yang ada. Keenam aspek tersebut yaitu komitmen terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik secara berkelanjutan, pemegang saham, dewan komisaris/dewan pengawas, direksi, pengungkapan/ keterbukaan informasi, dan faktor lainnya. Data yang diambil adalah skor dalam bentuk angka dari hasil penilaian dari keenam aspek tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri BUMN SK-16/S.MBU/2012 Tentang Indikator/Parameter Penilaian dan Evaluasi Atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara

Semakin tinggi hasil akhir asesmen corporate governance mengindikasikan semakin baik perusahaan dalam menjalankan praktik

(43)

corporate governance. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah hasil asesmen corporate governance menandakan semakin buruk perusahaan dalam menjalankan praktik corporate governance. Kualifikasi baik buruknya hasil asesmen corporate governance Sesuai dengan Keputusan Menteri BUMN SK-16/S.MBU/2012 Tentang Indikator/ Parameter Penilaian dan Evaluasi Atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara.

Tabel 1. Kualifikasi penilaian hasil akhir asesmengood corporate governance

Nilai Keterangan

Nilai di atas 85 Sangat Baik

75 < Nilai  85 Baik

60 < Nilai  75 Cukup Baik

50 < Nilai  60 Kurang Baik

Nilai  50 Tidak Baik

Sumber: Keputusan Menteri BUMN SK-16/S.MBU/2012

Tabel 1 menunjukkan bahwa kualifikasi sangat baik diberikan jika pencapaian nilai akhir penerapan good corporate governance di atas nilai 85. Sedangan kualifikasi tidak baik diberikan jika pencapaian nilai akhir penerapan corporate governance di bawah nilai 50.

2. Ukuran Perusahaan

Penelitian ini merujuk pada pengukuran variabel dari penelitian Nurcahya dkk (2014) dimana digunakan salah satu pengukuran yaitu dengan menggunakan total aset. Dengan pengukuran ini maka ukuran perusahaan dianalisis secara sederhana namun jelas. Berikut adalah rumus ukuran perusahaan.

Ukuran Perusahaan = Ln (Total Aset)

(44)

Semakin tinggi nilai dari ukuran perusahaan dari suatu perusahaan menandakan bahwa semakin besar ukuran perusahaan tersebut. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah nilai dari ukuran perusahaan dari suatu perusahaan menandakan semakin kecil ukuran perusahaan perusahan tersebut.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, ukuran perusahaan berdasarkan aset dibagi menjadi empat, yaitu usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, dan usaha besar.

Tabel 2. Kriteria firm size

Skala Perusahaan Kriteria Total Aset Perusahaan Mikro 0 – Rp50 juta

Perusahaan Kecil Rp50 juta – Rp500 juta Perusahaan Menengah Rp500 juta – Rp10 M Perushaan Besar Diatas Rp10 M Sumber: UU No. 20 Tahun 2008 Tentang UMKM

Berdasarkan tabel 2 menunjukkan kriteria firm size berdasarkan UU No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Dengan total aset diatas Rp 10.000.000.000 merupakan skala perusahaan besar, Rp500.000.000 hingga Rp10.000.000.000 merupakan skala perusahaan menengah, Rp50.000.000 hingga Rp500.000.000 merupakan skala perusahaan kecil, sedangkan 0 hingga Rp50.000.000 merupakan skala perusahaan mikro.

3. Kinerja Keuangan Perusahaan

(45)

Variabel kinerja keuangan didokumentasi dari laporan tahunan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Variabel kinerja keuangan perusahaan dinilai berdasarkan Surat Ketentuan Menteri BUMN KEP- 100/MBU/2002 Tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Perusahaan yang terdiri dari delapan rasio yaitu; ROE, ROI, cash ratio, current ratio, collection period, inventory turnover, perputaran aset, dan rasio modal sendiri terhadap aktiva. Setelah delapan rasio dinilai akan diberi bobot nilai sebesar 70 tersebut sesuai dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002.

Pada variabel ini dapat disimpulkan jika skor yang diperoleh perusahaan pada kinerja keuangan di atas 65 maka perusahaan dalam kondisi sehat. Begitu juga sebaliknya, jika skor kinerja keuangan semakin rendah menandakan perusahaan dalam kondisi tidak sehat.

Tinggi rendahnya hasil kinerja keuangan perusahaan berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002 Tentang Penilaian Kesehatan Perusahaan.

Tabel 3. Kualifikasi penilaian kinerja keuangan perusahaan

Sehat AAA Total Skor > 95

AA 80 Total Skor  95 A 65 Total Skor  80 Kurang Sehat BBB 50 Total Skor  65 BB 40Total Skor  50

B 30 Total Skor  40

Tidak Sehat CCC 20 Total Skor  30

CC 10 Total Skor  20 C Total Skor  10

Sumber: Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/200

(46)

Tabel 3 menunjukkan bahwa perusahaan dikatakan sehat pada aspek keuangan jika memperoleh skor di atas 65. Perusahaan dikatakan kurang sehat jika memperoleh skor di atas 30 hingga 65. Sedangan perusahaan dikatakan tidak sehat jika memperoleh total skor 10 hingga 30.

G. Teknik Analisis Data

Langkah-langkah yang digunakan dalam menganalisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Memaparkan Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif dalam penelitian ini, memaparkan mengenai data variabel good corporate governance, ukuran perusahaan dan kinerja keuangan perusahaan. Pemaparan dalam statistik deskriptif ini meliputi nilai mean, minimum, dan maximum, dari masing-masing data variabel.

Penggunaan satistik deskriptif dalam penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan deskripsi secara umum mengenai variabel penelitian. Data yang dipaparkan merupakan skor penilaian hasil akhir asesmen good corporate governance, ukuran perusahaan dan kinerja keuangan.

2. Melakukan Uji Normalitas

Penelitian ini melakukan uji normalitas dengan tujuan untuk mengetahui apakah data residual variabel good corporate governance, ukuran perusahaan dan kinerja keuangan perusahaan terdistribusi normal

(47)

atau tidak. Dalam hasil uji normalitas jika hasil menunjukkan data tidak terdistribusi normal, maka peneliti akan melakukan pengujian non parametrik.

Uji normalitas ini dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov- Smirnov dengan kriteria sebagai berikut:

1) Jika nilai signifikansi (Sig) ≥ 0,05 maka data residual menunjukkan terdistribusi normal,

2) Jika nilai signifikansi (Sig) < 0,05 maka data residual menunjukkan tidak terdistribusi normal.

3. Melakukan Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik merupakan persyaratan dalam penelitian menggunakan statistik parametrik. Penelitian ini menggunakan statistik parametrik yaitu regresi linier berganda.

a. Melakukan Uji Multikolinieritas

Uji multikolineritas dilakukan untuk menghindari bias dalam mengambil kesimpulan uji variabel independen terhadap variabel dependen. Bias dapat terjadi kerika tardapat korelasi, dapat dinyatakan bahwa terdapat masalah multikolineritas. Model regresi yang baik seharusnya tidak didapati adanya problem multikolinieritas. Pengujian ini dilakukan dengan mengukur besar korelasi antara variabel-variabel independen.

Multikolinieritas dapat dilihat dari nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF). Tolerance mengukur variabilitas variabel

(48)

independen yang terpilih dan tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya, variabel independen dapat dikatakan bebas dari multikolinieritas apabila nilai tolerance lebih dari 0,1 dan nilai variance inflation factor lebih kecil dari 10.

b. Melakukan Uji Heteroskedasitas

Pengujian heteroskedasitas dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi kesamaan variansi residual dari pengamatan ke pengamatan lainnya dalam sebuah model regresi. Jika pada varians residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain berbeda, maka terdapat masalah heteroskedasitas. Metode yang digunakan dalam penelitian guna mengetahui adanya masalah heteroskedasitas yaitu metode korelasi spearman

c. Melakukan Uji Autokorelasi

Autokorelasi ini dilakukan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1.

Penelitian ini menggunakan Durbin-Watson untuk melakukan pengujian autokorelasi. Dapat disimpulkan tidak terdapatnya masalah autokorelasi jika dU < nilai hitung Durbin-Watson (d) < 4-dU.

4. Melakukan Uji Hipotesis

a. Merumuskan Hipotesis Penelitian

(49)

1) Hipotesis antara good corporate governance dan kinerja keuangan perusahaan dirumuskan sebagai berikut:

Ho1 = β ≤ 0, good corporate governance tidak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan

Ha1= β > 0, good corporate governance berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan

2) Hipotesis antara ukuran perusahaan dan kinerja keuangan perusahaan dirumuskan sebagai berikut:

Ho2 = β ≤ 0, ukuran perusahaan tidak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan

Ha2 = β > 0, ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan

b. Menentukan Tingkat Signifikansi

Penelitian ini ditetapkan pada tingkat signifikasni (α) sebesar 0,005 atau 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kepercayaan dalam penelitian ini sebesar 95%.

c. Melakukan Uji F

Uji statistik F digunakan untuk mengevaluasi apakah semua variabel independen memiliki pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Widarjono, 2015). Uji statistik F ini dapat dijelaskan menggunakan analisis varian, pengujian ini dilakukan dengan cara membandingkan F hitung dengan F tabel. Variabel

(50)

independen dikatakan berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen apabila uji F menghasilkan nilai signifikansi <0,05.

d. Melakukan Uji t

Uji statistik t pada dasarnya untuk mengukur seberapa jauh pengaruh variabel independen dalam menerangkan variasi variabel dependen. Widarjono (2015) menyatakan bahwa dasar untuk pengambilan keputusan dalam uji t ini adalah sebagai berikut:

1) Pengaruh antara good corporate governance terhadap kinerja keuangan

a) Jika taraf signifikansi ≥ 0,05 maka Ho1 diterima dan Ha1 ditolak.

Kondisi ini memiliki arti bahwa good corporate governance tidak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan.

b) Jika taraf signifikansi < 0,05 maka Ho1 ditolak dan Ha1 diterima.

Kondisi ini memiliki arti bahwa good corporate governance berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan.

2) Pengaruh antara ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan a) Jika taraf signifikansi ≥ 0,05 maka Ho2 diterima dan Ha2

ditolak. Kondisi ini memiliki arti bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan.

b) Jika taraf signifikansi < 0,05 maka Ho2 ditolak dan Ha2

diterima. Kondisi ini memiliki arti bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan.

e. Melakukan Uji Koefisien Determinasi

(51)

Penelitian ini menggunakan uji koefisien determinasi yang digunakan untuk mengukur seberapa jauh variabel independen mempengaruhi variabel dependen. Koefisien determinasi ini dinyatakan dalam bentuk persentase. Purwanto dan Silistyastuti (2017) menyatakan bahwa jika nilai koefisien determinasi yang didapatkan semakin besar maka semakin besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Begitu juga sebaliknya, jika nilai koefisien determinasi semakin kecil maka dapat disimpulkan bahwa semakin kecil pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.

(52)

BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Deskripsi Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari laporan tahunan perusahaan BUMN non jasa keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2016-2019. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan terdapat 16 perusahaan BUMN non jasa keuangan yang dapat menjadi sampel dalam penelitian ini.

B. Daftar Perusahaan Sampel Penelitian

Berikut merupakan perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini:

Tabel 4. Daftar Perusahaan Sampel Penelitian

No. Nama Perusahaan 2016 2017 2018 2019

2. PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

3. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk.

4. PT Elnusa Tbk. - - -

5. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. - - - -

6. PT Indofarma (Persero) Tbk.

7. PT. Jasa Marga (Persero) Tbk.

(53)

No. Nama Perusahaan 2016 2017 2018 2019

8. PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. -

9. PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. - - - -

10. PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. - - - -

11. PT. PP Properti (Persero) Tbk.

12. PT. Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk.

13. PT. PP (Persero) Tbk.

14. PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk.

15. PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk.

16. PT. Timah Tbk.

17. PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. - - - -

18. PT. Wjiaya Karya (Persero) Tbk.

19. PT. Waskita Beton Precast Tbk. -

20. PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.

21. PT. Wijaya Karya Beton Tbk.

Sumber: Data diolah (2021)

Tanda checkmark yang terdapat pada kolom daftar perusahaan menandakan bahwa tahun pada perusahaan tersebut memenuhi kriteria untuk digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Tanda minus pada kolom daftar perusahaan menandakan bahwa pada tahun tersebut perusahaan tidak memenuhi kriteria sebagai sampel dalam penelitian ini.

(54)

BAB V

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

Pada penelitian ini data diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan BUMN go public non jasa keuangan pada periode 2016 hingga 2019 yang bersumber dari website Bursa Efek Indonesia dan juga website masing-masing perusahaan. Berikut merupakan data yang digunakan dalam penelitian ini:

1. Hasil Asesmen Corporate Governance

Variabel corporate governance diukur dengan hasil asesmen corporate. Hasil asesmen corporate governance diperoleh dari laporan tahunan dari masing-masing perusahaan. Skor hasil asesmen corporate governance memiliki skor dengan rentang 0 sampai dengan 100.

Semakin tinggi skor hasil asesmen corporate governance tersebut menandakan semakin baik perusahaan dalam menerapkan praktik corporate governance. Sebaliknya semakin rendah skor hasil asesmen

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien determinasi diperoleh nilai sebesar 0,928 yang berarti bahwa 92,8% nilai perusahaan dipengaruhi oleh Good Corporate

menyelesaikan skripsi yang berjudul “ PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN MANUFAKTUR (Studi Empiris Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis Good Corporate Governance (ukuran dewan direksi, ukuran dewan komisaris, proporsi komisaris independen, komite audit,

Hasil dari penelitian ini adalah Penerapan Good Corporate di perusahaan tersebut dilakukan dengan baik dan mempunyai pengaruh terhadap kinerja perusahaan.. Kata Kunci:

Statistik Deskriptif Variabel Likuiditas, Leverage, Profitabilitas, Rasio Aktivitas, Komisaris Independen, Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan. Institusional, dan

Tabel deskriptif menjelaskan variabel-variabel independen yaitu ukuran komite audit, dewan komisaris independen, ukuran perusahaan, leverage, dan reputasi auditor dan

Tabel 4.10 Hasil Output Uji Statistik Deskriptif Tobin’s Q, Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, Dewan Komisaris dan Komite Audit setelah Outlier Data

Uji Parsial t-Test Dalam penelitian ini uji statistik t digunakan untuk mengetahui secara parsial pengaruh antara variabel bebas Kinerja Keuangan dan Ukuran Perusahaan terhadap