• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aaker DA. 1997. Manajemen Ekuitas Merek. Ananda A, Penerjemah. Jakarta (ID): Mitra Utama. Terjemahan dari: Managing Brand Equty: Capitalizing Value of a Brand Name.

Adurachman GG. 2011. Analisis Sikap dan Kepuasan Konsumen Petani Terhadap Benih Padi Hibrida di Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor [skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta Edisi Revisi. Jakarta.

[Balitbangtan] Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2007. Daerah Pengembangan dan Anjuran Budidaya Padi Hibrida. Jakarta (ID): Balitbangtan.

[Balitbangtan] Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2013. Pengembangan Varietas Unggul Baru (VUB) Untuk Meningkatkan Produktivitas Padi di Provinsi Jambi. Jakarta (ID): Balitbangtan.

[Bappenas] Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 2014. Proyeksi Penduduk Indonesia Tahun 2010-2035. Jakarta (ID): Bappenas.

62

[BPBTPH] Balai Pengembangan Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura Kecamatan Cibeber. 2012. Daftar calon Petani dan Calon Lokasi SL-PTT Padi Hibrida Tahun 2012 di Kecamatan Cibeber. Cianjur (ID): BPBTPH [BPN] Badan Standarisasi Nasional. 2003. Benih Padi. Jakarta (ID): BPN

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2013. Statistik Daerah Kabupaten Cianjur [Internet].[diunduh 2014 April18].Tersedia pada:http://cianjurkab.bps.go.id/ [Deptan] Departemen Pertanian. 2008. Padi Hibrida. Jakarta (ID): Deptan

[Diperta] Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur. 2009. Laporan Bulanan Realisasi Lokasi SL-PTT Padi Hibrida. Cianjur (ID): Disperta.

[Diperta] Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur. 2010. Laporan Bulanan Realisasi Lokasi SL-PTT Padi Hibrida. Cianjur (ID): Disperta.

[Diperta] Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur. 2011. Laporan Bulanan Realisasi Lokasi SL-PTT Padi Hibrida. Cianjur (ID): Disperta.

[Diperta] Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur. 2012. Laporan Bulanan Realisasi Lokasi SL-PTT Padi Hibrida. Cianjur (ID): Disperta.

[Diperta] Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat. 2012. Rapat Kordinasi Program Peningkatan Produksi Beras Nasional di Cianjur Tahun 2012. [Internet] .[diunduh 2014 juli 10].Tersedia pada : http://diperta.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberi ta/1301/

Engel JF, Blackwell RD, Miniard PW. 1994. Perilaku Konsumen. Edisi ke-6, Jilid 1. FX Budiyanto, penerjemah. Jakarta (ID): Binarupa Aksara. Terjemahan dari: Consumer Behavior.

Engel JF, Blackwell RD, Miniard PW. 1995. Perilaku Konsumen. Edisi ke-6, Jilid 2. FX Budijanto, penerjemah. Jakarta (ID): Binarupa Aksara. Terjemahan dari: Consumer Behavior.

Fahmi D. 2008. Analisis Sikap dan Kepuasan Petani Padi Terhadap Benih Padi Varietas Unggul di Kabupaten Kediri, Jawa Timur [skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.

Irawati N. 2009. Analisis Sikap dan Kepuasan Petani Padi Terhadap Benih Padi (Oryza sativa) Varietas Unggul di Kota Solok Sumatera Barat [skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. [Kementan] Kementerian Pertanian. 2012. Keputusan Direktorat Jenderal

Tanaman Pangan Nomor 30 Tahun 2012 tentang Tim Pemantau dan Pembinaan Pelaksanaan Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) Menuju Surplus Beras 10 Juta Ton 2014. Jakarta (ID): Kementan.

[Kementan] Kementerian Pertanian. 2013. Laporan Data Kinerja Kementerian Pertanian Tahun 2004-2012. Jakarta (ID): Kementan.

Las I, Suprihatno B, Daradjat AA, Suwarno, Abdullah B dan Satoto. 2004. Inovasi Teknologi Varietas Unggul Padi: Perkembangan, Arah, dan Strategi ke Depan. Di dalam : Kasryono F, Pasandaran E, Fagi AM, editor. Ekonomi Padi Dan Beras Indonesia. Jakarta (ID): Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. hlm 375-395.

63 Koes A. 2013. Analisis Sikap, Kepuasan, dan Loyalitas Petani Terhadap Penggunaan Benih Unggul Jagung Komposit di Sulawesi Selatan [Tesis]. Bogor (ID): Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Kotler P. 2005. Manajemen Pemasaran. Edisi Milenium. Jilid 1. Benyamin

Molan, penerjemah; Jakarta (ID): Prenhallindo. Terjemahan dari Marketing Management.

Manalu DM. 2010. Analisis sikap dan kepuasan petani terhadap atribut benih padi hibrida (studi kasus di Kecamatan Baros Kota Sukabumi) [skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.

Nazir M. 2005. Metode Penelitian. Jakarta (ID): Ghalia Indonesia.

Nugraha US, Sayaka B. 2004. Industri dan Kelembagaan Perbenihan Padi. Di dalam : Kasryno F, Pasandaran E, Fagi AM, editor. Ekonomi Padi Beras Nasional. Jakarta (ID): Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. hlm 151-178.

[Puslittan] Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. 1999. Teknik Produksi Benih Kacang Tanah. Bogor (ID): Puslittan.

Purwono, Purnamawati H. 2007. Budidaya 8 Jenis Tanaman Pangan Unggul. Jakarta (ID): Penebar Swadaya.

Rangkuti F. 2008. Measuring Customer Satisfaction: Teknik Mengukur dan Strategi Meningkatkan Kepuasan Pelanggan plus Analisis Kasus PLN-JP. Jakarta (ID): PT. Gramedia Pustaka Utama.

Setiadi NJ. 2008. Perilaku Konsumen: Konsep dan Implikasi untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran. Jakarta (ID): Kencana.

Simamora B. 2002. Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Siregar. 1981. Budidaya Tanaman Padi di Indonesia. Jakarta (ID): P.T. Sastra Hudaya.

64

LAMPIRAN

Lampiran 1 Deskripsi Varietas Padi Hibrida WM 04 SHS

Golongan : Indica / Japonica

Umur Tanaman : ± 112 hari Bentuk Tanaman : Tegak Tinggi tanaman : ± 103 cm Anakan produktif : ± 14 batang

Warna kaki : Hijau

Warna batang : Hijau

Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak berwarna

Warna daun : Hijau

Muka daun : Kasar

Posisi daun : Tegak

Daun bendera : Tegak Warna Batang : Hijau

Kerebahan : Tahan

Kerontokan : Sedang

Bentuk gabah : Ramping Warna gabah : Kuning jerami Jumlah gabah per malai : ± 211 butir Rata-rata hasil : 8,4 ton / ha GKG Potensi hasil : 10,7 ton / ha GKG Bobot 1000 butir gabah : ± 27,3 gram

Tekstur nasi : Pulen

Kadar amilosa : ± 22,5 % Ketahanan terhadap

hama : Agak tahan terhadap wereng coklat biotip 1, 2 serta biotipe 3.

penyakit : Tahan penyakit hawar daun bakteri strain III. Namun agak peka strain IV

dan VIII serta peka tungro.

Keterangan : Baik dibudidayakan di lahan sawah irigasi

bebas endemik hama wereng coklat biotipe

3, penyakit hawar daun bakteri strain IV dan

VIII serta penyakit tungro

65 Lampiran 2 Deskripsi Varietas Padi Ciherang

Nomor seleksi : S3383-1D-PN-41-3-1

Asal persilangan : IR18349-53-1-3-1-3/3*IR19661-131-3-13//4*IR64

Golongan : Cere

Umur tanaman : 116-125 hari Bentuk tanaman : Tegak Tinggi tanaman : 107-115 cm Anakan produktif : 14-17 batang

Warna kaki : Hijau

Warna batang : Hijau

Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak berwarna

Warna daun : Hijau

Muka daun : Kasar pada sebelah bawah

Posisi daun : Tegak

Daun bendera : Tegak

Bentuk gabah : Panjang ramping Warna gabah : Kuning bersih

Kerontokan : Sedang

Kerebahan : Sedang

Tekstur nasi : Pulen

Kadar amilosa : 23%

Indeks Glikemik : 54 Bobot 1000 butir : 28 g Rata-rata hasil : 6,0 t/ha Potensi hasil : 8,5 t/ha Ketahanan terhadap

Hama : Tahan terhadap wereng coklat biotipe 2 dan agak tahan biotipe 3.

Penyakit :Tahan terhadap hawar daun bakteri strain III dan rentan terhadapa strain IV dan VIII

Anjuran tanam : Baik ditanam di lahan sawah irigasidataran rendah sampai 500 m dpl.

Pemulia : Tarjat T, Z. A. Simanullang, E. Sumadi dan Aan A. Daradjat

Dilepas tahun : 2000

66

Lampiran 3 Deskripsi Varietas Padi IR64 Nomor seleksi : IR18348-36-3-3 Asal persilangan : IR5657/IR2061

Golongan : Cere

Umur tanaman : 110 – 120 hari

Bentuk tanaman : Tegak

Tinggi tanaman : 115 – 126 cm Anakan produktif : 20 – 35 batang

Warna kaki : Hijau

Warna batang : Hijau

Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak berwarna

Warna daun : Hijau

Muka daun : Kasar

Posisi daun : Tegak

Daun bendera : Tegak

Bentuk gabah : Ramping, panjang Warna gabah : Kuning bersih

Kerontokan : Tahan

Kerebahan : Tahan

Tekstur nasi : Pulen

Kadar amilosa : 23%

Indeks glikemik : 70 Bobot 1000 butir : 24,1 g Rata-rata hasil : 5,0 t/ha Potensi hasil : 6,0 t/ha Ketahanan terhadap

Hama : Tahan wereng coklat biotipe 1, 2 dan agak tahan wereng coklat biotipe 3

Penyakit : Agak tahan hawar daun bakteri strain IV Tahan virus kerdil rumput

Anjuran tanam : Baik ditanam di lahan sawah irigasi dataran rendah sampai sedang

Pemulia : Introduksi dari IRRI

Dilepas tahun : 1986

67

Dokumen terkait