• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aliadi A, HS Roemantyo. 1994. Kaitan Pengobatan Tradisional Dengan Pelestarian Pemanfaatan Tumbuhan Obat dalam EAM Zuhud dan Haryanto (Editor). 1994. Pelestarian Pemanfaatan Tumbuhan Obat Hutan Tropika Indonesia. Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan, Fakultas Kehutanan IPB – Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN). Bogor. Antoko BS. 2006. Potensi dan keragaman jenis flora pada kawasan Taman

Nasional Bukit Tiga Puluh, Riau. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. Vol III no. 5. Bogor.

Ayensu ES. 1980. Firewood Crops. National Academy of Sciences. Washington D.C. 1980.

[BAPPENAS] Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional. 2003. Strategi

dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia 2003 – 2020.

Jakarta.

Barbour GM, JK Burk, WD Pitts. 1987. Terrestrial Plant Ecology. New York: The Benyamin Publishing Inc.

Biro Pusat Statistik Kabupaten Manggarai. 2004. Manggarai Dalam Angka. Ruteng. BPS.

Chapman DG. 1969. Population estimation based on change of composition

caused by a selective removal. In : I Soerianegara. 1977. Pengelolaan

Sumber Daya Alam (Bagian I). Jurusan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Institut Pertanian Bogor. Tidak Diterbitkan.

[CIFOR] Center for International Forestry Research. 2001. Ketergantungan

Masyarakat Dayak Terhadap Hutan. CIFOR. Bogor.

Darusman D, Widada. 2004 Konservasi dalam Perspektif Ekonomi Pembangunan. Ditjen PHKA – JICA. Jakarta.

Departemen Kehutanan. 1995. Rencana Pengelolaan Taman Wisata Alam Ruteng

Tahun 1995 sampai dengan 2020. Departemen Kehutanan. Jakarta.

Evans MI. 1993. Conservations by Comersialization. UNESCO. Paris and Parthenon Publishing Group, Carnforth. UK.

Gailea R. 2005. Identifikasi pemanfaatan dan pengembangan tumbuhan obat di sekitar Taman Nasional Lore Lindu. Thesis Sekolah Pascasarjana Ilmu Pengetahuan Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Hadiwiyono H. 1985. Religi Suku Murba di Indonesia. BPK Gunung Mulia. Jakarta Pusat.

Heriyanto NM. 2004. Suksesi hutan bekas tebangan di kelompok hutan sungai Lekawai-Jengonol, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Jurnal

Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. Vol I no. 2. Bogor.

Heyne K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Departemen Kehutanan. Jakarta. Hikmat A. 1997. Comparative analysis of forest vegetation on Panaitan Island,

Peucang and Ujung Kulon Peninsular West Java – Indonesia. MSc. Thesis George – August University Gottingen.

Kartikawati SM. 2004. Pemanfaatan sumber daya tumbuhan oleh masyarakat Dayak Meratus di kawasan hutan Pegunungan Meratus Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Thesis Sekolah Pascasarjana Ilmu Pengetahuan Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Krebs CJ. 1978. Ecology, The Experimental Analysis of Distribution and

Abundance. New York: Harper and Row.

[LIPI] Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 1994. Survey and Mapping of

Biodiversity Conservation Project in Ruteng. Inception Report.

Ludwig JA, JF Reynold. 1988. Statistical Ecology. New York: John Wiley and Sons Inc.

MacKinnon J, K MacKinnon, G Child, J Thorsell. 1986. Pengelolaan Kawasan

Yang Dilindungi di Daerah Tropika. Yogyakarta Gadjah Mada Univ. Pr.

Magurran AE. 1988. Ecological Diversity and Its Measurement. London: Croom Helm.

McNeely JA. 1988. Ekonomi dan Keanekaragaman Hayati. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Odum EP. 1993. Dasar-dasar Ekologi. Edisi Ketiga. Yogyakarta: Gadjah Mada Univ. Pr.

Nasution S. 1995. Metode Research (Penelitian Ilmiah). Bumi Aksara. Jakarta. Nugraha A, Murtijo. 2005. Antropologi Kehutanan. Wana Aksara. Tanggerang. Primack RB, J Supriatna, M Indrawan, P Kramadibrata. 1998. Biologi Konservasi.

Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.

Pulunggono HB. 1993. Ethnobotany of people live in Amarasi of Kupang, Mollo and Amanatun of South Central Timor, Indonesia. Jurnal Media

Konservasi. Vol IV no 2. Bogor.

Purwanto Y, EB Walujo. 1999. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Tanimbar – Kei. Jurnal Media Konservasi. Vol VI no 1. Bogor.

Roedjai, F Sitorus, B Krimunadi. 1990. Perencanaan Pembangunan Kawasan Penyangga. Di dalam: EA Sumardja. Editor. Seminar Nasional

Pengelolaan Kawasan Penyangga. Jayapura, 16-17 Oktober 1990.

Jayapura: WWf dan Kantor Wilayah Departemen Kehutanan Propinsi Irian Jaya. Jayapura. 1990. hlm 38-44.

Sardjono MA. 2004. Mozaik Sosiologis Kehutanan: Masyarakat Lokal, Politik

dan Kelestarian Sumber Daya. Fakultas Kehutanan dan Center for Social

Forestry (CSF) Universitas Mulawarman. Samarinda.

Singarimbun M, S Effendie. 1989. Metode Penelitian Survey. Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial. Jakarta.

Smith RL. 1977. Element of Ecology. New York: Harper and Row.

Soerianegara I. 1977. Pengelolaan Sumber Daya Alam (Bagian I). Jurusan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Institut Pertanian Bogor. Tidak Diterbitkan.

Soerianegara I, A Indrawan. 1985. Ekologi Hutan Indonesia. Departemen Manajemen Hutan. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor. Suwarno E. 2006. Studi keanekaragaman jenis beringin (Ficus spp) di Cagar

Alam Telaga Warna, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Skripsi Sarjana Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Suwena M. 2006. Biopropeksi tumbuhan liar edibel dalam kehidupan masyarakat di kawasan hutan Gunung Salak. Disertasi Pascasarjana Ilmu Pengetahuan Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Utomo B. 2006. Peran seed bank terhadap regenerasi hutan kaitannya dengan invasi tumbuhan eksotik di TN Gede Pangrango. Disertasi Pascasarjana Ilmu Pengetahuan Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Verheijen JAJ. 1982. Dictionary of Manggarai Plant Name. Research School of Pacific Studies. The Australian National University.

Wawo AH. 1998. An Ethnobotanical Study of People Around Ruteng Nature

Recreation Park, Flores Island. LIPI. Bogor.

Wind J. 1990. Apa yang dimaksud dengan Daerah Penyangga yang Efektif. dalam: EASumardja. Editor. Seminar Nasional Pengelolaan Kawasan Penyangga. Jayapura, 16-17 Oktober 1990. Jayapura: WWf dan Kanwil Dephut Propinsi Jayapura. 1990. hlm 38-44.

Wiratno D, A Indriyo, A Syarifudin, SN Kartikasari. 2004. Berkaca di Cermin Retak, Refleksi Konservasi dan Implikasi Bagi Pengelolaan Taman

Nasional. The Gibbon Foundation. Departemen Kehutanan. Forest Press.

Wollenberg E, A Ingles. 1998. Incomes From The Forest. Center for International Forestry Research. Bogor. Indonesia.

[WRI] World Resources Institute, [IUCN] The World Conservation Union, [UNEP] United Nations Environment Programme. 1992. Strategi

Keanekaragaman Hayati Global. S Perret, (Penerjemah); Jakarta: PT

Gramedia; 1992. Terjemahan dari: Global Biodiversity Strategy.

Zuhud EAM, Haryanto. 1994. Pelestarian Pemanfaatan Tumbuhan Obat Hutan

Tropika Indonesia. Jurusan Konservasi Sumber Daya Huta n, Fakultas

Lampiran 9. Analisis Regresi Stepwise

Stepwise Regression: Y versus X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8 Alpha-to-Enter: 0.05 Alpha-to-Remove: 0.05

Response is Y on 8 predictors, with N = 90 Step 1 2 3 Constant 0.9314 0.7760 0.7085 X8 -0.169 -0.164 -0.162 T-Value -12.79 -15.26 -16.05 P-Value 0.000 0.000 0.000 X3 0.0292 0.0261 T-Value 6.87 6.39 P-Value 0.000 0.000 X4 0.0216 T-Value 3.59 P-Value 0.001 S 0.103 0.0830 0.0779 R-Sq 65.02 77.33 80.28 R-Sq(adj) 64.63 76.81 79.59 Mallows C-p 67.3 15.4 4.4 PRESS 0.963331 0.634843 0.570611 R-Sq(pred) 63.59 76.01 78.43 ————— 12/1/2007 3:27:21 PM ————————————————— ———

Welcome to Minitab, press F1 for help.

Lampiran 10 Analisis Ketergantungan Masyarakat Terhadap Sumberdaya Tumbuhan Hutan

Regression Analysis: Y versus X3, X4, X8 The regression equation is

Y = 0.708 + 0.0261 X3 + 0.0216 X4 - 0.162 X8 Predictor Coef SE Coef T P

Constant 0.70847 0.03574 19.82 0.000 X3 0.026066 0.004081 6.39 0.000 X4 0.021602 0.006025 3.59 0.001 X8 -0.16203 0.01010 -16.05 0.000 S = 0.0778975 R-Sq = 80.3% R-Sq(adj) = 79.6% PRESS = 0.570611 R-Sq(pred) = 78.43% Analysis of Variance Source DF SS MS F P Regression 3 2.12396 0.70799 116.67 0.000 Residual Error 86 0.52185 0.00607 Total 89 2.64581 Source DF Seq SS X3 1 0.44106 X4 1 0.12039 X8 1 1.56250 Unusual Observations

Obs X3 Y Fit SE Fit Residual St Resid 8 12.0 0.87000 0.96723 0.03031 -0.09723 -1.35 X 14 5.0 0.40000 0.55793 0.01300 -0.15793 -2.06R 29 6.0 0.33000 0.48677 0.01585 -0.15677 -2.06R 42 5.0 0.80000 0.62274 0.01146 0.17726 2.30R 49 2.0 0.67000 0.47974 0.01618 0.19026 2.50R 67 4.0 0.60000 0.75871 0.01608 -0.15871 -2.08R 74 2.0 0.33000 0.54454 0.01786 -0.21454 -2.83R R denotes an observation with a large standardized residual. X denotes an observation whose X value gives it large influence.

————— 12/1/2007 3:27:21 PM ————————————————— ———

Welcome to Minitab, press F1 for help.

Dokumen terkait