Anwar, Jazanul. 2000. Obat-obat saluran cerna. Dalam S. G. Ganiswarna, R. Setiabudy, F.D. Suyatna, Purwantyastuti, Nafrialdi : Farmakologi dan terapi. Jakarta : Hipokrates. h. 61.
Azalia Arif , Udin Sjamsudin . 1995. Minyak jarak. Dalam S. G. Ganiswarna, R.
Setiabudy, F.D. Suyatna, Purwantyastuti, Nafrialdi : Farmakologi dan terapi. Edisi 4. Jakarta : Gaya Baru. h. 511-512.
Backer C.A., Van Den Brink R.C. 1968. Flora of java (spermatophytes only). Vol III. Noordhoff Groningen, Netherlands. p.164-194.
Bowles E.J. 2003. The chemistry of aromatherapeutic oils. In Allen & Unwin : Pharmacokinetics. Australia. p. 118-127.
Camilleri M., Muray J. 2008 . Diarrhea and constipation. In A.S.Fauci, D.L.Kasper, D.L.Longo, E.Braunwald, S.L.Hauser, J.L.Jameson, et al.: Harrison’s principles of internal medicine. 17th ed. New York: McGraw-Hill. p.245-255.
Chen Liu, Crawford J. 2005. The gastrointestinal tract. In V. Kumar, A.K. Abbas, N. Fausto : Robbins and cotran pathologic basis of disease.7th ed. Pennsylvania : Elsevier. p. 831-832.
Chris. 2006. Food Movement through the Small Intestine.
http://www.healthhype.com/intestinal-motility-food-movement-through-the-small- intestine.html. 20 September 2011.
Daniel Wibowo, Widjaya Paryana. 2009. Systema digestorium. Anatomi tubuh manusia. Wisland House1 : Elseviser. H. 323-345.
Deddy Satriya Putra. 2011.Upaya mengurangi kejadian komplikasi diare akut .
http://www.dr-rocky.com/index.php/artikelkesehatananak/8-diare-akut-pada-anak. 12 Juli 2011.
63
Departemen Kesehatan RI. 1986. Prosedur ekstraksi jombang pelarut etanol. Sediaan Galenik. Jakarta : Bakti Husada.
_____________________. 2008. Pelayanan kesehatan anak di rumah sakit.
http:// buk.depkes.go.id/index.php?option=com_docman&task=doc. 15 Desember 2010.
Dilaga. 1992. Nutrisi mineral makanan ternak (kajian khusus selenium). Jakarta: Pressindo.
Drake R.L., Vogl W., Mitchell A.W.M. 2005. Abdomen. Gray’s anatomy for students. 39th edition. Philadelphia: Elsevier. p.273-284; 295-311.
Farid Muntaha. 2011. Indikasi antibiotik pada diare akut.
http://www.fkumyecase.net/wiki/index.php?page=Indikasi+Antibiotik+pada+Diar e+Akut. 29 September 2011.
Ganong W.F. 1998.Pengaturan fungsi gastrointestinal. Dalam M. Djauhari
Widjajakusumah : Buku ajar fisiologi kedokteran. Edisi 17. Jakarta : EGC. h. 495- 498.
Ghishan F.K. 2007. Chronic diarrhea. In R.M.Kliegman, R.E.Behrman, H.B.Jenson: Nelson textbook of pediatrics. 17th ed. Philadelphia: Elsevier. p. 1621-1625. Guyton A.C., Hall J.E. 2007. Fisiologi gastrointestinal. Buku ajar fisiologi. Terjemahan Irawati, Dian Ramadhani, Fara Indriyani, Frans Dany, Imam
Nuryanto, Srie Sisca Prima Rianti, dkk. Edisi 11. Jakarta : EGC. h.814-815, 829- 831, 847-848,855-858.
Harmono dan Andoko. 2005. Budi daya dan peluang bisnis jahe. Jakarta : Agromedia Pustaka.
Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2009. Diare pada anak, bagaimana menanganinya ? http://www.idai.or.id/kesehatananak/artikel.asp?q=1987415145752. 15 Desember 2010.
64
Jane S., Ratna R., Sunayardi, Iskandar.Z., Nuning K., Marlina.I.S., dkk. 2009. Profil kesehatan Indonesia 2009.http://www.depkes.go.id/downloads/ profil_kesehatan_
2009/index.html. 6 Januari 2011.
Kartasapoetra. 1992. Budidaya tanaman berkhasiat obat kunyit. Jakarta : PT. Rineka Cipta. h. 60.
Kasihani N.M.O., 2000. Daya hambat kunyit terhadap pertumbuhan Escherichia coli. Penyebab colibacillosis pada babi secara in vitro. Denpasar. h.19 – 24. Katzung B. G. 2004. Loperamid. Basic and clinical pharmacology. 9th edition. New York: Prentice‐Hall Iinternational. h. 1047.
Kiso, Y., Y. Suzuki, N.Watanabe, Y. Oshima dan H.Hikino. 1983. Antihepatotoxic principles of Curcuma longa Rhizomes. Planta Medica. h. 185-187.
Kumar A., Purwar B., Shrivastava A., Pandey S. 2009. Effects of curcumin on the
intestinal motility of albino rats. http://www.ijpp.com/vol54_3/284-288.pdf . 29
September 2011.
Marcellus Simadibrata K., Daldiyono. 2006. Diare akut. Dalam: A.W. Sudoyo, B. Setiyohadi, I. Alwi, M. Simadibrata , S.Setiadi : Buku ajar ilmu penyakit dalam. Edisi 4. Jilid I. Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. h.408-413.
Masduki I. 1996. Efek antibakteri ekstrak biji pinang (Areca catechu) terhadap S. aureus dan E. coli. Cermin dunia kedokteran. h. 21-24.
Miftakhul Hudayani. 2008. Efek antidiare ekstrak etanol rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) pada mencit jantan galur swiss webster.
http://etd.eprints.ums.ac.id/2243/1/K100040030.pdf. 15 Desember 2010.
Milasari Hidayati. 2010. Uji efek antidiare ekstrak etanol 50%daun salam (syzygium polyanthum (wight.)walp.) terhadap mencit jantan yang diinduksioleum ricini. http://etd.eprints.ums.ac.id/9434/1/K100050020.pdf. 22 November 2011.
65
Mills S., Bone K. 2000. Tannin and oligomeric procyanidins. Principles and practice of phytotherapy. Edinburg : Churchill Livingstone. p.34-37.
______________ . 2000. Essential oils. Principles and practice of phytotherapy. Edinburg : Churchill Livingstone. p.27-29.
MIMS Indonesia. 2008. Antidiare. Dalam A. Santoso, A.D. Pusponegoro, A. Sani, A.A. Rani, C. R. KArtasamita, Evaria,dkk. : MIMS edisi bahasa indonesia. Volume 9. Jakarta: PT Info Master. h.30-33.
Muaro. 2009. Herbal dan obat tradisional. http://www.muaro.com/tag/obat- tradisional/. 6 Januari 2011.
Mycek M.J., Harvey R.A., Champe P.C. 2001. Antidiare. Farmakologi ulasan bergambar. Terjemahan Azwar Agoes. Edisi 2. Jakarta : Widya Medika. h. 248. Nadia Felicia. 2011. Baiknya kunyit bagi tubuh.
http://health.kompas.com/read/2011/01/15/23462766/Baiknya.Kunyit.Bagi.Tubuh. 15 Januari 2011.
Nia Kurniawati,dkk. 2010. Kunyit (Curcuma domestica). Sehat & cantik alami berkat khasihat bumbu dapur. Bandung : PT Mizan Pustaka. h.151-156.
Parvathy K.S., Negi P.S., Srinivas P. 2009. Antioxidant, antimutagenic and antibacterial activities of curcumin-β-diglucoside. Food chemistry. Volume 115. p. 265-271.
Prawiro. 1977. Tanaman kunyit. http://etd.eprints.ums.ac.id/2243/1/K100040030.pdf. 6 November 2011
Putz R., Pabst R. 2003. Organ viscera perut (rektum). Sobota. Terjemahan Y.Joko Suyono. Jakarta : EGC. h. 205.
Rahardjo M., Rostiana. 2004. Standar prosedur operasional budidaya kunyit. Standar prosedur operasional jahe, kencur, kunyit dan temulawak. Bogor : Badan Litbang Pertanian. Balittro. h.46.
66
Ray Sahelian. 2011.Constipation natural treatment and home remedy, herbs, fiber supplement. http://www.raysahelian.com/constipation.html. 28 Oktober 2011. Rismunandar. 1988. Rempah- rempah hasil komoditi ekspor indonesia. Bandung : Sinar Baru.
Sardjono Santoso, Hedi Dewoto. 1995. Loperamid. Dalam S. G. Ganiswarna, R. Setiabudy, F.D. Suyatna, Purwantyastuti, Nafrialdi : Farmakologi dan terapi. Edisis 4. Jakarta :Gaya Baru. h. 200.
Sidik. 1988. Tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat sebagai hepatoprotektor. Simposium hepatititis penanggulangan dan pemanfaatan tumbuhan obat sebagai
hepatoprotektor. Bandung : Universitas Padjadjaran. h. 23-246.
Sudarsono, Pudjoanto, A. Gunawan, D. Wahyuono, S. Donatus, I. A. Drajad, dkk. 1996. Tumbuhan obat, hasil penelitian, sifat-sifat dan penggunaan. Yogyakarta: Pusat Penelitian Obat Tradisional. h. 44-52.
Tanaman Obatku. 2011. Kunyit, si pewarna alami yang berkhasiat .
http://tanamanobatku.wordpress.com/2011/02/04/kunyit-si-pewarna-alami-yang-berkhasiat/ . 20 September 2011.
World Health Organization. 2009. Diarrhoeal disease.
http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs330/en/index.html. 15 Desember 2010.
Yayasan Pengembangan Obat Bahan Alam Phyto Medica. 1993. Antidiare.
Penapisan farmakologi, pengujian fitokimia dan pengujian klinik. Jakarta: Balai Pengembangan dan Pemanfaatan Obat Bahan Alam. h.19-21