Abdurrohim, S. dan Djarwanto. 2000. Pengawetan Kayu Mangium secara Rendaman Dingin dengan Senyawa Boron. Buletin Penelitian Hasil Hutan. Vol. 18 No 1.
Asdar, M Dan M. Lempang. 2011. Karakteristik Anatomi, Fisik Mekanik, Pengeringan dan Keterawetan Kayu Kemiri (Aleurites Moluccana Willd.). Jurnal Perennial, 2(2) : 19-25
Bignell, D. E., Lo, N., Roisin, Y. 2001. Biology of Termites: A Modern Synthesis. Springer Dordrecht Heidelberg London. New York
Borror, D.J., C.A. Triplehorn, dan N.F. Johnson. 1996. Pengenalan Pelajaran Serangga. Edisi Keenam. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Hadi, Y. S. 2007. Ketahanan Kayu Termodifikasi Kimia Terhadap Biodeteriorasi : Studi pada Kayu asap dan kayu Asetilasi. [Tesis]. Institut Pertanian Bogor. Hamid, T. F. Z. 2008. Pengaruh Modifikasi Kimia Terhadap Sifat-Sifat Komposit Polietilena Densitas Rendah (LDPE) Terisi Tempurung Kelapa. [Tesis]. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Hunt, G. M. dan Garrat, G. A., 1986. Pengawetan Kayu. Terjemahan. Diterjemahkan oleh M. Yusuf . CV Akademika Pressindo. Jakarta.
Indrayani, Y. 1999. Pengaruh Perlakuan Asetilasi dan TBTOA Terhadap Keawetan Kayu Pinus merkusii Jungh. Et de Vriese, Arthocephaus
chinensis Lamk. A. Rich. Ex. Walp. dan Pinus taeda L. [Tesis]. Institut
Pertanian Bogor. Bogor.
Karlinasari, L., Maya. R, dan T. R. Mardikanto. 2010. Pengaruh Pengawetan Kayu Terhadap Kecepatan Gelombang Ultrasonik dan Sifat Mekanis Lentur serta Tekan Sejajar Serat Kayu Acacia Mangium Willd. Jurnal Teoretis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 Desember 2010.
Kurnia, A. 2009. Sifat Keterawetan Dan Keawetan Kayu Durian, Limus, Dan Duku Terhadap Rayap Kayu Kering, Rayap Tanah, Dan Jamur Pelapuk. [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Lancester, M. 2002. Green Chemistry. Royal Society of Chemistry. Cambridge. Mandang, Y dan K. N. Pandit. 1997. Pedoman Identifikasi Jenis Kayu di
Mandasyari, R. 2007. Keawetan Alami Dan Keterawetan Kayu Nangka (Artocarpus Heterophyllus Lamk) [Skripsi]. Universitas Sumatera Utara. Medan
Marpaung. N. 2011. Pemanfaatan Selulosa Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagai Bahan Pengisi Komposit Polietilena Densitas Rendah (LDPE) [Tesis]. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Martawijaya, A. dan S. Abdurrohim. 1984. Spesifikasi Pengawetan Kayu untuk Perumahan. Edisi ketiga. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.
Martawijaya, A., I. Kartasujana., K. Kadir., dan S. A. Prawira. 1989. Atlas Kayu Indonesia. Balai Penelitidan dan Pengembangan Kehutanan. Bogor.
Mulyadi. M. 2006. Kecepatan Rambatan Gelombang dan Keteguhan Lentur Beberapa Jenis Kayu Pada Berbagai Kondisi Kadar Air [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Nandika, D dan B. Tambunan. 1989. Deteriorasi Kayu oleh Faktor Biologis. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Bioteknologi Instititut Pertanian Bogor. Bogor.
Nandika, D., Y. Rismayadi dan F. Diba. 2003. Rayap Biologi dan Pengendaliannya. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.
Nicholas, D.D. 1987. Kemunduran (Deteriorasi) Kayu Dan Pencegahannya Dengan Perlakuan-Perlakuan Pengawetan. Jilid I. Universitas Airlangga. Surabaya.
Oey Djoen Seng. 1990. Berat Jenis Dari Jenis – Jenis Kayu Indonesia dan Pengertian Beratnya Kayu untuk Keperluan Praktek. Nomor 1 Cetakan II. Soewarsono P.H., penerjemah; Bogor : Lembaga Penelitian Hasil Hutan. Terjemahan dari : Specific Gravity of Indonesian Woods and its Significance for Practical Use.
Paimin, F. R. 1997. Kemiri Budidaya dan Prospek Bisnis. Penebar Swadaya. Jakarta.
Prasetiyo, K. W dan S. Yusuf. 2005. Mencegah Dan Membasmi Rayap Secara Ramah Lingkungan dan Kimiawi. PT. Agro Media Pustaka. Depok. Jakarta.
Rajani, M. A. 2002. Daya Tahan papan Partikel dari Limbah Serbuk Kayu Sengon (Albizzia chinensiss) dan Plastik Polypropylene Daur Ulang terhadap Serangan rayap Kayu Kering (Criptotermes cynocephalus Light) dan Rayap Tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren). [Skripsi] Fakultas Kehutanan IPB. Tidak dipublikasikan.
Sanjaya, 2001. Pengaruh Anhidridasetat Terhadap Struktur Molekuler Kayu Dalam Stabilisasi Dimensi Kayu Pinus Merkusii Et. De Vr. JMS Vol. 6 No. 1, hal. 21 – 32 April 2001.
(SNI) Standar Nasional Indonesia 01-7207-2006. 2006. Uji Ketahanan Kayu dan Produk Kayu Terhadap Organisme Perusak Kayu. Badan Standar Nasional (BSN) Indonesia. Jakarta.
Steller, S.D. and P. Labosky. 1982. Antitermitic properties of cellulose pad treated with bark extractives. Journal series No. 65 18. Society of Wood Science and Technic.
Sucipto, T. 2009. Karya Tulis: Modifikasi Kimia Kayu. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Sulastiningsih I. M dan Paribotro Sutigno. 1999. Pengaruh Jenis Kayu dan Permenthin Terhadap Keteguhan Rekat dan Keawetan Kayu Lapis. Buletin Penelitian Hasil Hutan. Vol 18 No 2 (2000) pp. 55-67. Yogyakarta.
Sunanto, W. 1994. Budidaya Kemiri Komoditas Ekspor. Penerbit Kanisius (Anggota IKAPI). Yogyakarta.
Suranto, Y. 2002. Pengawetan Kayu. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
Tarumingkeng, R. C. 1993. Biologi dan Prilaku Rayap. Makalah Seminar Pengendalian Hama Berwawasan Lingkungan Sebagai Pendukung Pembangunan Nasional. IPPHAMI-Dirjen PPM & PLP Depkes. Jakarta. Wahyuni, I,. W, Dwianto., Y. Amin, dan T. Darmawan. 2008. Jenis-Jenis Pohon
Kayu Di Kebun Raya Cibodas Timber Tree Species In Cibodas Botanical Garden. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan 1 (2): 93-101 (2008). Yusuf, S. 1996. Karakteristik Sifat Fisik dan Biologi Kayu dengan Perlakuan
Modifikasi Kimia. Prosiding Pemaparan Hasi Litbang Ilmu Pengetahuan Teknik Bandung. Bandung.
Lampiran 1. Weight Percent Gain (WPG) pada berbagai jenis kayu dan konsentrasi Tabel 5. Data hasil pengukuran WPG
Jenis kayu Konsentrasi BO B1 WPG
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 1 Ulangan 2
Ulangan 3 Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Rata-Rata
Kemiri 10% 45 43 46 53 51 52 17.778 18.605 13.043 16.475 15% 43 53 50 56 69 66 30.233 30.189 32.000 30.807 20% 44 45 45 57 59 59 29.545 31.111 31.111 30.589 25% 53 54 43 69 69 53 30.189 27.778 23.256 27.074 Durian 10% 44 48 48 53 57 58 20.455 18.750 20.833 20.013 15% 41 49 45 59 71 65 43.902 44.898 44.444 44.415 20% 45 46 37 66 65 53 46.667 41.304 43.243 43.738 25% 46 42 52 65 59 74 41.304 40.476 42.308 41.363 Manggis 10% 87 91 82 98 107 92 12.644 17.582 12.195 14.140 15% 84 85 87 105 107 107 25.000 25.882 22.989 24.624 20% 86 88 86 105 106 105 22.093 20.455 22.093 21.547 25% 88 88 85 107 106 103 21.591 20.455 21.176 21.074
Lampiran 2. Analisis sidik ragam WPG Tabel 6. Hasil analisis sidik ragam WPG
SK Db JK KT F P Keterangan
Jenis kayu 2 1796.53 898.26 237.77 0.000 Berpengaruh nyata Konsentrasi 3 1531.65 510.55 135.14 0.000 Berpengaruh nyata Interaksi 6 274.33 45.72 12.10 0.000 Berpengaruh nyata
Galat 24 90.66 3.77 0.000
Total 36 31893.51
Uji Lanjut Duncan
Jenis kayu Rerata Notasi Kemiri 26.236 B Durian 37.382 C Manggis 20.346 A
Konsentrasi Rerata Notasi 10% 16.876 A 15% 33.056 C 20% 32.183 C 25% 29.837 B
Jenis kayu 10 % (A) 15 % (C) 20 % (C) 25 % (B) Kemiri (B) AB BC BC B
Durian (C) AC C C BC
Lampiran 3. ASE pada berbagai jenis kayu dan konsentrasi Tabel 7. Data hasil pengukuran ASE
Jenis kayu Konsentrasi Swelling (S2) basah Swelling (S1) kering ASE Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Rata-Rata Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Rata-Rata Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Rata-Rata Kemiri 10% 4.420 3.279 10.312 6.004 5.361 3.378 11.422 6.720 17.563 2.910 9.719 10.064 15% 5.052 0.402 2.010 2.488 5.470 5.989 13.690 8.383 7.640 93.293 85.316 62.083 20% 3.624 5.145 3.811 4.193 5.389 8.055 8.778 7.407 32.752 36.127 56.584 41.821 25% 2.941 2.647 8.236 4.608 5.713 4.500 9.380 6.531 48.527 41.187 12.193 33.969 Durian 10% 2.249 3.422 7.242 4.304 8.498 5.467 9.004 7.656 73.533 37.412 19.570 43.505 15% 4.281 2.504 5.382 4.056 14.426 12.909 11.324 12.886 70.326 80.602 52.472 67.800 20% 2.501 5.665 1.651 3.272 4.204 16.446 14.568 11.739 40.512 65.553 88.668 64.911 25% 0.901 2.979 5.986 3.289 4.658 16.771 8.689 10.040 80.649 82.236 31.103 64.663 Manggis 10% 5.922 1.455 8.709 5.362 7.575 4.963 10.270 7.603 21.824 70.694 15.204 35.907 15% 3.822 3.249 2.172 3.081 8.232 9.950 9.767 9.316 53.574 67.344 77.759 66.226 20% 3.039 3.726 4.891 3.885 4.707 17.176 23.544 15.142 35.429 78.306 79.228 64.321 25% 2.800 4.830 4.607 4.079 11.658 9.340 14.072 11.690 75.980 48.286 67.262 63.843
Lampiran 4. Analisis sidik ragam ASE Tabel 8. Hasil analisis sidik ragam ASE
SK Db JK KT F P Keterangan
Jenis kayu 2 3883.312 1941.656 3.279 0.055 Berpengaruh nyata Konsentrasi 3 6296.641 2098.88 3.545 0.030 Berpengaruh nyata
Interaksi 6 887.871 147.978 0.249 0.955 Tidak berpengaruh nyata Galat 24 14208.89 592.037
Total 36 121101.7
Uji Lanjut Duncan
Jenis kayu Rerata Notasi Kemiri 36.98425 A Durian 57.574 B Manggis 60.219 B
Konsentrasi Rerata Notasi 10% 29.825 A 15% 65.369 B 20% 57.017 B 25% 54.158 B
Lampiran 5.Retensi pada berbagai jenis kayu dan konsentrasi Tabel 9. Data hasil pengukuran retensi
Jenis
kayu Konsentrasi Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3
B1 B0 Volume Retensi B1 B0 Volume Retensi B1 B0 Volume Retensi Rata- rata retensi Kemiri 10% 163 72 323.093 2.817 142 71 311.904 2.276 163 75 309.141 2.847 2.646 15% 165 71 316.200 4.459 162 83 315.468 3.756 173 80 309.172 4.512 4.243 20% 187 72 314.378 7.316 175 74 312.199 6.470 171 75 310.284 6.188 6.658 25% 177 82 306.136 7.758 171 75 315.990 7.595 170 73 309.155 7.844 7.732 Durian 10% 156 75 310.453 2.609 150 71 304.140 2.597 156 77 304.642 2.593 2.600 15% 151 72 308.990 3.835 153 74 307.175 3.858 142 70 309.996 3.484 3.726 20% 151 73 311.879 5.002 144 71 310.344 4.704 163 81 306.744 5.346 5.018 25% 163 83 307.345 6.507 141 69 308.185 5.841 158 80 308.427 6.322 6.223 Manggis 10% 202 149 319.698 1.658 203 156 319.446 1.471 200 146 309.807 1.743 1.624 15% 209 144 314.717 3.098 206 148 321.995 2.702 211 151 317.754 2.832 2.877 20% 208 149 313.5406 3.763 210 152 315.7045 3.674 203 151 321.6159 3.234 3.557 25% 207 150 308.3655 4.621 215 150 321.6728 5.052 213 148 313.9577 5.176 4.950
Lampiran 6. Analisis sidik ragam retensi Tabel 10. Hasil analisis sidik ragam retensi
SK Db JK KT F P Keterangan
Jenis kayu 2 25.80 12.9025 135.9302 0.000 Berpengaruh nyata Konsentrasi 3 82.05779 27.3526 288.1645 0.000 Berpengaruh nyata Interaksi 6 5.199315 0.866553 9.129286 0.000 Berpengaruh nyata
Galat 24 2.278082 0.09492 0.000 Total 36 787.5582
Uji Lanjut Duncan
Jenis kayu Rerata Notasi Kemiri 5.321083 A Durian 4.391667 B Manggis 3.250833 C
Konsentrasi Rerata Notasi 10% 2.290333 A 15% 3.615556 B 20% 5.076667 C 25% 6.302222 D
Jenis kayu 10 % (A) 15 % (B) 20 % (C) 25 % (D) Kemiri (A) A AB AC AB
Durian (B) AB B BC BD
Lampiran 7.Kehilangan berat berbagai jenis kayu pada uji laboratorium Tabel 11. Data hasil pengukuran kehilangan berat pada uji laboratorium
Jenis kayu Konsentrasi W1 W2 Kehilangan berat Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan
1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Rata-rata Kemiri kontrol 1.5 1.5 1.5 1.3 1.35 1.35 13.333 10.000 10.000 11.111 10% 1.7 1.5 1.65 1.5 1.45 1.5 11.765 3.333 9.091 8.063 15% 1.7 1.65 1.75 1.65 1.6 1.65 2.941 3.030 5.714 3.895 20% 1.7 1.7 1.75 1.65 1.65 1.65 2.941 2.941 5.714 3.866 25% 1.5 1.65 1.75 1.45 1.6 1.7 3.333 3.030 2.857 3.074 Durian kontrol 1.35 1.6 1.55 0.95 1.55 1.3 29.630 3.125 16.129 16.295 10% 1.6 1.55 1.65 1.5 1.35 1.35 6.250 12.903 18.182 12.445 15% 1.5 1.6 1.65 1.4 1.4 1.45 6.667 12.500 12.121 10.429 20% 1.65 1.65 1.4 1.55 1.5 1.35 6.061 9.091 3.571 6.241 25% 1.6 1.65 1.55 1.55 1.55 1.5 3.125 6.061 3.226 4.137 Manggis kontrol 2.4 2.5 2.4 2.2 2.25 2.25 8.333 10.000 6.250 8.194 10% 2.5 2.55 2.6 2.45 2.35 2.35 2.000 7.843 9.615 6.486 15% 2.35 2.65 2.4 2.3 2.45 2.3 2.128 7.547 4.167 4.614 20% 2.6 2.7 2.7 2.55 2.6 2.55 1.923 3.704 5.556 3.727 25% 2.7 2.7 2.55 2.65 2.65 2.4 1.852 1.852 5.882 3.195
Lampiran 8. Analisis sidik ragam uji laboratorium
Tabel 12. Hasil analisis sidik ragam ketahanan kayu uji laboratorium
SK Db JK KT F P Keterangan
Jenis kayu 2 188.0895 94.04476 4.774692 0.016 Berpengaruh nyata Konsentrasi 4 416.8281 104.207 5.290635 0.002 Berpengaruh nyata
Interaksi 8 61.14212 7.642765 0.388026 0.918 Tidak berpengaruh nyata Galat 30 590.8952 19.69651
Total 45 3494.468
Uji Lanjut Duncan
Jenis kayu Rerata Notasi Kemiri 6.0014 A Durian 9.909 B Manggis 5.423 A
Konsentrasi Rerata Notasi Kontrol 11.8667 C
10% 8.998 BC 15% 6.312793 AB 20% 4.610848 AB
Lampiran 9.Kehilangan berat berbagai jenis kayu pada uji kubur Tabel 13. Data hasil pengukuran kehilangan berat pada uji kubur
Jenis kayu Konsentrasi W1 W2 Kehilangan berat
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Rata-rata Kemiri kontrol 53 47 48 50 45 42 5.660 4.255 12.500 7.472 10% 50 80 84 46 78 75 8.000 2.500 10.714 7.071 15% 61 66 60 58 60 57 4.918 9.091 5.000 6.336 20% 90 70 93 89 69 93 1.111 1.429 0.000 0.847 25% 81 82 93 80.5 82 93 0.617 0.000 0.000 0.206 Durian kontrol 43 47 50 32.5 6 10.5 24.419 87.234 79.000 63.551 10% 63 64 99 58 58 83.5 7.937 9.375 15.657 10.989 15% 98 100 92 94 98 89 4.082 2.000 3.261 3.114 20% 82 59 72 81.5 57 71 0.610 3.390 1.389 1.796 25% 72 76 69 71 75.5 69 1.389 0.658 0.000 0.682 Manggis kontrol 82 93 82 72 91 81 12.195 2.151 1.220 5.188 10% 103 102 98 100 100 91 2.913 1.961 7.143 4.005 15% 91 109 114 88 107 111 3.297 1.835 2.632 2.588 20% 106 109 101 105 108.5 100.5 0.943 0.459 0.495 0.632 25% 116 104 107 116 103.5 106 0.000 0.481 0.935 0.472
Lampiran 10. Analisis sidik ragam uji kubur
Tabel 14. Hasil analisis sidik ragam ketahanan kayu uji kubur
SK Db JK KT F P Keterangan
Jenis kayu 2 1598.271 799.1353 9.403289 Berpengaruh nyata Konsentrasi 4 3809.826 952.4564 11.20739 Berpengaruh nyata Interaksi 8 5058.857 632.3571 7.440839 Berpengaruh nyata
Galat 30 2549.54 84.98466 Total 45 15659.22
Uji Lanjut Duncan
Jenis kayu Rerata Notasi Kemiri 4.386 A Durian 16.026 B Manggis 2.577 A
Konsentrasi Rerata Notasi Kontrol 25.403 B
10% 7.355411 A 15% 4.012733 A 20% 1.0917 A 25% 0.453278 A
Jenis kayu Kontrol (B) 10 % (A) 15 % (A) 20 % (A) 25 % (A)
Kemiri (A) AB A A A A
Durian (B) B AB AB AB AB
Lampiran 11. Data jenis kayu, kerapatan, WPG, ASE, retensi, kelas ketahanan kayu Tabel 15. Data jenis kayu, kerapatan, WPG, ASE, retensi, kehilangan berat kayu
Jenis kayu Konsentrasi Kerapatan WPG ASE Retensi Kehilangan berat (uji lab) Kehilangan berat(uji kubur)
Kemiri kontrol 0.344 11.111 7.472 10% 16.475 10.064 2.646 8.063 7.071 15% 30.807 62.083 4.243 3.895 6.336 20% 30.589 41.821 6.658 3.866 0.847 25% 27.074 33.969 7.732 3.074 0.206 Rerata 26.236 36.984 5.320 6.002 4.386 Durian kontrol 0.533 16.295 63.551 10% 20.013 43.505 2.600 12.445 10.989 15% 44.415 67.800 3.726 10.429 3.114 20% 43.738 64.911 5.018 6.241 1.796 25% 41.363 64.663 6.223 4.137 0.682 Rerata 37.3821 60.220 4.392 9.909 16.027 Manggis kontrol 0.879 8.194 5.188 10% 14.140 35.907 1.624 6.486 4.005 15% 24.624 66.226 2.877 4.614 2.588 20% 21.547 64.321 3.557 3.727 0.632 25% 21.074 63.843 4.950 3.195 0.472 Rerata 20.346 57.574 3.252 5.243 2.577