Aminuddin. 2002. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru.
Birkert, Sven. P. 1993. Literature the involving canon, Boston: Allyn & Bacon a division of Simon schuster Inc.
Budianta,Melani, et.al, 2002. Membaca Sastra: Pengantar Memahami Sastra Untuk Perguruan Tinggi, Magelang: Indonesia Tera.
Caraka. 2016. Aspek Sosial dalam Novel Partikel Karya Dewi Lestari: Tinjauan Sosiologi Sastra.
Damono, Supardi Djoko. 1983. Kesusastraan Indonesia Modern. Jakarta: Gramedia.
Emzir. 2016. Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data. Jakarta: Rajawali Press.
Endraswara, Suwardi. 2003. Metodologi Penelitian Sastra: Epistemologi Model Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.
Faruk. 1994. Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Hernawan, Asep Herry. 2008. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta:
Universitas Terbuka.
Koentjaraningrat. 2004. Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Kosasih. 2012. Dasar-dasar Keterampilan Bersastra, Bandung: CV. YRAMA WIDYA.
Kurniasari, Anna Nurlaila. 2014. Sarikata Bahasa dan Sastra Indonesia Superkomplet.
Yogyakarta: CV Solusi Distribusi.
Lestari, Sri,dkk. 2016. Analisis Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Pada Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2014 Serta Relevansinya Sebagai Materi Pembelajaran Sastra Di Sekolah Menengah Atas. Basastra Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya.
Marsh, Nicholas. 2016. How to Begin Studying English Literature. New York: Paglave.
Muslimin. 2011. Modernisasi Dalam Novel Belenggu Karya Armijn Pane “Sebuah Kajian Sosiologi Sastra”Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya | Issn 2088-6020 | Vol. 1, No. 1
Pujiharto. 2010. Pengantar Teori Fiksi. Yogyakarta: Ombak
Ratna, Nyoman Kutha. 2003. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Rokhmansyah, Alfian. 2014. Studi dan Pengkajian Sastra: Perkenalan Awal Terhadap Ilmu Sastra, Yogyakarta: Graha Ilmu.
Solihati, Nani, Ade Hikmat, dan Syarif Hidayatullah. 2016. Teori Sastra: Pengantar Kesusastraan Indonesia, Jakarta: UHAMKA Press
Sumardjo, Jakob dan Saini K.M. 1994. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Tamaraw, Juna. 2015. Analisis Sosiologi Sastra Terhadap Novel 5cm. Universitas Sam Ratulangi.
Tarigan, Henry Guntur. 2011. Prinip-prinsip dasar sastra. Bandung: Angkasa
Tasmuji, Dkk, Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar, (Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press, 2011)
Warsiman. 2017. Pengantar Pembelajaran Sastra. Malang: UB. Press.
Waslam. 2017. Analisis Tokoh Dan Penokohan Novel Jantan Karya Edijushanan. Jakarta:
Universitas Esa Unggul, Forum Ilmiah Volume 14 Nomor 1
Wellek, Renne dan Austin Warren. 1993. Teori Kesusastraan. Diterjemahkan oleh: Melani Budianta. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Yanti, Citra Salda. 2015. Religiositas Islam Dalam Novel Ratu Yang Bersujud Karya Amrizal Mochamad MahdavI, Jurnal Humanika.
Yudiono. 2007. Pengkajian Kritik Sastra Indonesia. Semarang: Grasindo.
Zuriah, Nurul. 2009. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara.
109 Lampiran 1 : Tabel Analisis
No Kutipan
hujan lebat, di dasar rimba Sumatra yang kata rimba yang berarti hutan. Dalam novel ini juga, berlatar di daerah Sumatra sehingga novel ini, seperti pada kutipan diatas.
“kau” sebagai kata ganti untuk berbicara dengan
4 Beberapa pemuda kampung juga telah tiba. Ada depalan orang, empat diantaranya datang dari talang lain yang
√
mereka terganggu oleh hama babi hutan, jadi mereka kita tidak perlu mulai dari awal. Sebentar, nasional bukan bahasa daerah, hal itu
dibuktikan dari caranya berbicara dengan Bujang pada kutipan diatas, yaitu kata Anda jika Frans menggunakan bahasa
7 Empat orang penjaga
memeriksa setiap √ Bujang memang
mampumenggunakan
111 tamu yang masuk di
pintu ballroom. Aku Cina karena ia sedang berapa di Tiongkok dari Frans. Ia menetap di Hong Kong dan
9 Pesawat terbang membawaku kembali sorry, little pig. Kiko menggunakan tablet
mondaiarimasen, no problem. (hlm 355)
dan bahasa inggris seperti pada kutipan di atas.
11 Mereka berpelukan dan menepuk bahu, sipit itu terlihat sejak awal cerita, orang itu ialah Tauke Muda babi. Itu hobi orang kota. Mungkin setuju ide Samad itu.
13 “Semua orang makan
113 ke anaknya sendiri dia tidak pernah bercerita Bujang, dan apa pun yang kau miliki adalah milik keluarga ini.
Ada seratus orang yang tinggal di rumah Keluarga Tong.
Semua memiliki tugas masing-masing. Aku adalah pemimpin tunggal di rumah ini.
Semua kataku adalh maka kau tidak akan mendapat masalah.” serta apa yang harus dilakukan Bujang
kursi. Setiap pagi,
17 “Itu adalah pepatah paling terkenal di harganya dari apa pun, itulah yang diajarkan Basyir kepada Bujang.
18 Basyir tertawa, akhirnya dia bisa
Setiap Basyir selesai meyelesaikan misi, ia akan pamer, bercerita kepada Bujang hingga membuat Bujang kesal, karena Bujang hanya di
115
markas dengan buku-bukunya yang tebal.
20 “Maaf aku terlambat sekali, Edwin,”
ucapku saat masuk ke dalam pesawat jet
21 Menurut tradisi, orang Cina sebenarnya baru merayakan ulang tahun setelah usia lima puluh. Sebelum usia itu ulang tahun itu adalah urusan privat, cukup dirayakan di rumah secara tertutup. (hlm 73) tahun ke delapan puluh dengan mengundang
Hari ini, di hari ulang tahunku yang ke-80, yang telah lama tidak
117 tradisi ini. Terakhir
adalah lima tahun lalu, saat aku memilih Kopong menjadi kepala tukang pukul.
Malam ini kita akan kembali
melakukannya.
Tradisi paling tua di keluarga kita. tertawa dan loncat ke atas kursi. Ia berdiri dan berteriak, “Hei, hei! Lihat, Bujang yang besok mulai sekolah ternyata juga tidak mau minum bir.
Dia sepertinya takut
25 “Mereka mencuri teknologi pemindai
Hubungan sosial antar keluarga shadow
tahun terakhir di
√ diantaranya. Seperti
perseteruan antara
26 Kopong menggeleng,
“Berlatih menjadi tukang pukul, justru akan membuatnya terjaga dari luka di masa depan, Tauke. dan aku akan melatih fisiknya. Kita
28 Hampir setiap hari terjadi perebutan
119
“Aku tidak lari. Aku hanya mencari posisi dan ikut tertawa karena Basyir yang menjadi
29 Kemudian kami akan menghabiskan waktu peduli pada Bujang, itu karena Bapaknya juga
30 Aku balas tersenyum, mengangguk,
“Selamat pagi, White. Aku baru tiba tadi malam. Perutku yang menetap di Hong Kong, anak dari
31 Semua anggota Sehari sebelum
hitam-hitam. Sudah
√ Tong mendapatkan
serangan, serbuan yang dan posisi apa yang dikerjakan.
32 Aku mengangguk, kemudian balik
White dan Yuki selalu bertengkar atau berdebat panjang jika melakukan misi bersama, karena Yuki dan Kiko selalu tidak serius dalam
121 didengar oleh Tauke.
35 Malam itu, tidak
36 Selamat tinggal, Kawan. Terima kasih dari hukuman gantung di Manila, Salonga membalasnya dengan mengajarkan Bujang latihan menembak hingga mahir.
si Amerika-agar tidak dan tak beralas kaki hingga menjadi
“Ah! Ini kejutan yang menyenangkan.
123 jika aku melintas di depannya, dia akan
Bujang saat kuliah di luar negeri, menjaga sekali identitas dirinya sebagai salah satu anggota keluarga shadow economy,
keluargaku, sumber dengan dua sisi. Satu sisi terlihat terang dan dikenali sebagai Bujang, mahasiswa master dua program studi. Satu lagi sisi gelap, tidak ada yang tahu bahwa aku adalah Si Babi Hutan, tukang pukul
Keluarga Tong. Aku menyukai dua sisi itu, menikmati transisi orang-orang luar negeri juga tidak terlalu peduli
43 Pesawat terbang membawaku kembali Kalau saja aku tidak malu, aku hampir dahulu. Saat ini bersua kembali. Bercerita banyak kejadian-kejadian penting tiga tahun lalu di mobil selama perjalanan ke markas Keluarga Tong yang baru di Ibu Kota.
125
Hal yang positif untuk kembali beradaptasi di markas barunya.
45 “Kau akhirnya tiba, Bujang.” Dia tersenyum.
“Hei, kau juga telah pulang, Basyir? Sejak
Bujang juga di sambut oleh sahabatnya, Basyir.
Ia juga telah kembali dari Timur Tengah,
46 Malamya, jamuan makan diadakan di duduk di kursi dan segera sibuk
47 “Anakku, Bujang Jika kau akhirnya membaca surat ini, maka itu berarti Bapak sudah mati.
Aku menulis surat ini mungkin kepada Bujang, kali ini berisi bahwa Bapaknya telah mati, karena sakit yang dideritanya.
Menghabiskan sisa hidup seorang diri dengan keadaan sakit parah, surat itu juga berisi permintaan maaf
48 Parwez sedang duduk gugup di belakang
49 Tidak hanya sekali Kopong berusaha
127 koki yang hebat. Kau akan menikmati masakannya, walau kita sudah terlalu larut untuk menghabiskan tinggi, ada banyak hal yang disepakati ulang. anak Master Dragon - Shang. Bujang dengan
52 “Kau harus istirahat, Agam. Biarkan murid-muridku membawa Tauke pergi. Akan ada orang
√
kepercayaan Tauke.
Tidak ada lagi yang bisa kita lakukan. setuju agar aku ikut mengawasi Bujang, dari siapa saja.” (hlm 322)
54 Tuanku Imam datang ke kamar saat
129
333)
55 Aku tercenung, suara lembut Tuanku Imam melihat Sunrise, mulai mampu yang selalu dilakukan orang yang lebih tua, adalah White, dia dan pasukannya bersedia
57 “Kita akan membalas kematian Joni!”
58 “Menyerahlah, Basyir.
Aku tidak akan
kejadian puluhan tahun lalu, saat Tauke Besar membakar rumah kau.
Jika aku bisa membalik waktu, aku sendiri yang akan membatalkan kejadian itu agar kau tetap punya orangtua, punya ibu yang bisa membacakan pepatah lama setiap malam.
Tapi aku tidak bisa melakukannya. Aku
√ bersama anak buahnya.
Dendam Basyir datang
Aku juga minta maaf atas kejadian di Lin, karena dia telah membunuh ayahnya,
60 Yuki disebelahnya terlihat heran, “Hei, sejak kapan kau menurut kepada Bujang? Bukankah selama ini kau tidak pernah
mendengarkannya, Kiko?”
“Ssttt.. Kau tidak lihat apa yang tadi terjadi? Bagaimana
131
Di negeri ini saja, dengan total produk
media-media. Mereka Tong hidup sejak dulu sebelum Tauke Muda sayapnya ke Ibu Kota, dengan mulai
66 “Aku yatim-piatu yang tidak
133 hari, aku tidak tahu
sedang mencuri di
67 “Apapun yang kalian bawa. Aku butuh pagi. Di kapal pesiar.
Bujang menemui gadis dan terlihat imut, mereka adalah
pembunuh bayaran langganan Keluarga Tong, terutama ketika Bujang membutuhkan bantuan di Hong Kong ini, untuk keluar dari markas Keluarga Lin masak itu yang sedang membuat pesanan Bujang. Ia membuka restoran seafood di Hong Kong, serta menetap disana.
Akibat satu dan lain hal, ia pindah dari negara asalnya
69 “Sebuah limusin membawaku ke
oleh mobil-mobil diri ke markas mereka, maka dari itu, Bujang membutuhkan bantuan lebih banyak sebagai modal bisnis properti di Ibu Kota. Saat itu Keluarga Tong rakus sekali membeli tanah untuk membangun bisnis yang lebih baik untuk masa depan Keluarga Tong, namun untuk membangun itu semua memerlukan modal besar, jika meminjam uang ke bank akan sulit, Bujang nomor satu di Manila.
Dia melanglang buana ke banyak kota dan menerima
Saat umur dua puluh ia menjadi pembunuh bayaran nomor satu di Manila. Itulah terdaftar di bursa efek dunia, berkantor di secara rapi agar tidak tercampur dengan bisnis legal. Serta mereka berhati-hati dengan orang-orang
135 dan terbaik di seluruh Asia.” (hlm 201) siapa saja yang ingin belajar, dia barang seni ke markas Keluarga Tong seperti
sama-Sudah menjadi
Baik itu bisnis legal maupun ilegal. dan dalam satu jam semua kerepotan di
77 “Namanya Master Dragon. Usianya economy di Asia. Jika antar keluarga terlibat Bujang ikut ke kota bersama Tauke dengan pesan, tidak makanan
137 anjing. Kau akan
menjaga perutmu dari makanan haram dan kotor. Kau tidak akan menyentuh tuak dan segalam minuman haram.” (hlm 24)
dan minuman haram, sesuai dengan ajaran agama. Semua itu agar Bujang dapat kembali pulang, karena Mamak tahu akan menjadi apa Bujang kelak.
79 “Tauke Besar adalah seseorang dengan seorang Imam Besar di Sekolah Agamanya,
80 “Baiklah, sekarang hampir waktu shalat shubuh, dan aku harus memimpin dini hari tanpa terduga dari lorong rahasia di halaman rumahnya, pulang hari ini. Tidak hanya pulang
Akhir dari novel ini, menceritakan Bujang
jalan yang kutempuh, Tuhan selalu
memanggil kami untuk pulang.
Anakmu telah pulang.” (hlm 400)
139 Lampiran 2 : Sampul Novel Pulang
Nama Lahir : Darwis Nama Populer : Tere Liye
Lahir : Sumatera Selatan, 21 Mei 1979 Pasangan : Riski Amelia
Orang Tua : Nursam, Pasai
Anak : Abdullah Pasai, Faizah Azkia
Berikut adalah daftar judul dari karya fenomenal Tere Liye antara lain
• Hafalan Shalat Delisa – 2005
• Kisah Sang Penandai – 2005
• Moga Bunda Disayang Allah – 2006
• The Gogons: James & the Incredible Incident – 2006
• Bidadari Bidadari Surga – 2008
• Burlian (Serial Anak-anak Mamak, Buku 2) – 2009
• Rembulan Tenggelam di Wajahmu – 2009
• Pukat (Serial Anak-anak Mamak, Buku 3) – 2010
• Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin – 2010
• Eliana (Serial Anak-anak Mamak, Buku 4) – 2011
• Ayahku (Bukan) Pembohong – 2011
• Sunset Bersama Rosie – 2011
• Kau, Aku, & Sepucuk Angpau Merah – 2012
• Berjuta Rasanya – 2012
• Negeri Para Bedebah – 2012
• Sepotong Hati yang Baru – 2012
• Negeri di Ujung Tanduk – 2013
• Amelia (Serial Anak-anak Mamak, Buku 1) – 2013
• Bumi – 2014
• Dikatakan atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta – 2014
• Rindu – 2014
• #aboutlove – 2015
• Bulan – 2015
• Pulang – 2015
• Hujan – 2016
• Matahari – 2016
• Tentang Kamu – 2016
• #aboutfriends – 2017
• Bintang – 2017
• Pergi – 2018
• Komet – 2018
• Ceros dan Batozar – 2018
141
Lampiran 4 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)