Anggorodi, R. 1990. Ilmu Makanan Ternak. Penerbit PT Gramedia, Jakarta.
Arora, S. P. 1989. Pencernaan Mikroba pada Ruminansia. Gadjah Mada Univercity Press, Yogkakarta.
Badan Meteorologi dan Geofisika. 2008. Data Iklim Daerah Dramaga dan Sekitarnya. Badan Meteorologi dan Geofisika Dramaga, Bogor.
Bamualim, A.1988. Prosedur dan Parameter Dalam Penelitian Makanan Ternak Ruminansia Dalam Prinsip Produksi dan Penelitian Peternakan, Kupang. Berg, R.T. and P. M. Butterfield. 1976. New Concept of Cattle Growth. Univercity
Press, Sidney
Blakely, J. dan H. Bade. 1992. Ilmu Peternakan. Terjemahan : B. Srigandono, Gadjah Mada University Press, Jogjakarta.
Church, D. C dan W. G. Pond. 1988. Basic Animal and Feeding. Joh Willey and Son. New York. Singapore.
Crampton, E.W. dan L.E. Harris. 1969. The Uses of Feedstuffs on The Formulation of Livestocks Ration. Aplied Animal Nutrition. W. H. Freman and Co ; San Francisco.
Davendra, C. dan G. B. McLeroy. 1982. Goat and Sheep Production in the Tripics (Intermediate Tropical Agriculture Series). Longman Group Ltd. London and New York.
Davendra, C. 1983. Goats ; Husbandry and Potential in Malaysia. Manistery of Agriculture Malaysia, Kuala Lumpur.
Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan. 2006. Statistik Peternakan. Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan, Departemen Peternakan, Jakarta.
Edey, T.N. 1983. A course Manual on Tropical Sheep and Good Production. AUIDP, Canberra.
Galyean, M. L., D. G. Wagner dan F. N. Owens. 1979. Level of feed intake and site and extend of digestion of hight consentrate diets by streers. J. Anim. Sci. 49 ; 199-208.
Gatenby, R. M. 1991. Sheep. The Tropical Agriculturalist. Mc Millan Education Ltd, London.
Hammond, J. 1960. Farm Animal, Their Breeding, Growth and Inheritance. Edisi Ketiga. Edward Arnold Publisher Ltd., London.
Herman, R. 1993. Perbandingan Pertumbuhan, komposisi tubuh dan karkas antara domba priangan dan ekor gemuk. Disertasi. Program Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Hafez, E.S.E. 1969. Adaptation of Domestic Animals. Lea and Febiger, Philadelphia. Iniquez, L., M. Sanchez dan S. P. Ginting. 1991. Productivity of Sumtran Sheep in a System Intergrated with Rubber Plantation. Small Ruminan Research. 5:303-317.
Inounu, L. dan K. Dwiyanto. 1996. Pengembangan Ternak Domba di Indonesia. Journal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. XV (3) : 61-68.
Kurniawan, D. 2005. Produktivitas karkas dan kualitas daging sapi Brahman Cross pada beberapa kategori bobot potong dan ketebalan kemak punggung untuk kebutuhan pasar tradisional. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Lawrie, R. A. 1995. Ilmu Daging. Edisi Kelima. Terjemahan: Parakasi, A. Universitas Indonesia, Jakarta.
Leeson, S., dan Summers. 1980. Production and Carcass Characteristic of the Broiler Chicken. Poultry Sci. 59: 786-798.
Lubis, D. A. 1963. Ilmu Makanan Ternak. Edisi Kedua. PT. Pembangunan, Jakarta. Martawidjaja, M. 1986. Pengaruh pencukuran dan pemberian konsentrat terhadap
performans domba jantan muda. Jurnal Ilmu dan Peternakan. Balai Penelitian Ternak, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian, Bogor. 2 (4): 163-166.
Mason, I.L. 1980. Conservation of Animal Genetics Resources Prolific Tropical Sheep. FAO of The United Nations. Rome.
Mathius, I. W. 1998. Jenis dan nilai gizi hijauan makanan ternak domba dan kambing di pedesaan Jawa Barat. Balai Penelitian Ternak, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian, Bogor.
Matjik, A. A. dan I. M. Sumertajaya. 2002. Perencanaan dan Percobaan dengan Aplikasi SAS dan Minitab. Cetakan ke-2. IPB Press, Bogor.
Mulyaningsih, T. 2006. Penampilan domba ekor tipis (Ovis aries) jantan yang digemukkan dengan beberapa imbangan konsentrat dan rumput gajah (Pennisetum purpureum). Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Natasasmita, A., N. Sugana, M. Duljaman, 1979. Pengaruh penggunaan pejantan Sulffolk terhadap prestasi produksi domba Priangan Betina dan prospeknya
bagi pengembangan peternakan domba rakyat. Prosiding LPP. Bogor. 246-252.
Pallson, H. dan J. B. Verges. 1952. Effect of the Plane of Nutrition on growth and the development of carcass quality in Lambs. J. Anim. Sci. Camb. 42:1-92. Parakkasi, A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminan. UI Press, Jakarta. Ransaleleh, T. T. 1998. Nilai Perdagingan dan Kualitas Daging Sapi Brahman Cross
pada Kelompok Bobot Potong yang Berbeda. Program Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Reksohadiprodjo, S. 1998. Pakan Ternak Gembala. BPFE-Yogyakarta, Yogyakarta. Sabrani, M., T. Sitirus, M. Rangkuti, Subandrio, I. W. Mathius, T. D. Sudjana dan A.
Semali. 1982. Breeding dan Reproduksi. Laporan Survey Baseline Ternak Kambing dan Domba. SR-CRSP Ciawi-Bogor. Balai Penelitian Ternak. Siregar, S. B. 1991. Penggemukan Sapi. Penebar Swadaya, Jakarta.
Soeparno. 1994. Ilmu dan Teknologi Daging. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Sosroamidjojo, M. S. dan Soeradji. 1986. Peternakan Umum. CV. Yasaguna, Jakarta. Sugana, N. dan M. Duljaman. 1983. Komformasi dan Komposisi Tubuh Ternak Domba yang Digemukan dengan Bahan Sisa Hasil Ikutan. Jurusan Ilmu Produksi Ternak. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor. Suharya, E. dan R. Setiadi. 1992. Pembinaan produksi ternak domba dan kambing
Menyongsong Era PJPT II. Ikatan Sarjana Ilmu-Ilmu Peternakan Indonesia (ISPI) Cabang Bogor dan Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Cabang Bogor, Bogor.
Sumoprastowo, R.M. 1987. Beternak Domba Pedaging dan Wool. Bharata Karya Aksara, Bandung.
Sumoprastowo, R. M. 1993. Beternak Domba Pedaging dan Wol. Bharata Karya Aksara, Jakarta.
Susetyo, S. 1980. Tata-laksana Padang Penggembalaan. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Tiesnamurti, B. 1992. Alternatif pemilihan jenis ternak ruminansia kecil untuk wilayah Indonesia bagian timur. Potensi ruminansia kecil Indonesia bagian Timur. Prosiding Lokakarya Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. BPT, Bogor.
Tillman, A. D., H. Hartadi., S. Reksohadiprojo., S. Prawirokusumo dan S. Lebdosoekojo. 1984. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Edisi Kedua. Gadjah Mada, Yogjakarta.
Yamin, M. 2001. Budidaya Penggemukan Ternak Domba. Makalah Seminar. Yayasan Husnul Khatimah, Jakarta.
Yuniarti, 1982. Pertumbuhan-perkembangan saluran pencernaan dan bagian-bagiannya, hati dan pankreas kelinci lokal. Karya Ilmiah. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Yunita. 2008. Performa domba jantan lokal dengan perlakuan pakan yang berbeda selama dua bulan penggemukan. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Yurmiati, H. 1991. Pengaruh pakan, umur potong dan jenis kelamin terhadap bobot hidup, karkas dan sifat dasar kulit kelinci “Rex”. Disertasi. Fakultas Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Lampiran 1. Rataan Persentase Bobot Potong, Bobot tubuh kosong, Bobot karkas, Bobot Non Karkas. (% bobot potong)
Uraian Perlakuan
P1 P2 P3
Jumlah hewan 3 ekor 3 ekor 3 ekor
Bobot potong (g) 17.270 ± 1,92 19.560 ± 0,94 17.328 ± 1,01 Bobot tubuh kosong (g) 12.667 ± 1,18 14.593 ± 0,97 12.420 ± 0,87 Darah tertampung (%) 4,85 ± 0,35 4,72 ± 0,19 5,01 ± 0,08 Isi saluran pencernaan
(%) 23,39 ± 1,36 22,43 ± 1,62 25,59 ± 0,82 Kepala (%) 7,74 ± 0,07 7,94 ± 2,26 6,86 ± 0,68 Kulit (%) 6,45 ± 0,47 8,09 ± 1,86 6,62 ± 0,36 Karkas (%) 37,99 ± 1,32 37,22 ± 2,75 36,46 ± 1,48 Hati (%) 1,58 ± 0,11 1,78 ± 0,06 1,57 ± 0,15 Limpa(%) 0,21 ± 0,04 0,23 ± 0,01 0,17 ± 0,04 Paru-paru+trachea (%) 1,11 ± 0,22 1,22 ± 0,18 1,11 ± 0,03 Jantung (%) 0,46 ± 0,04 0,57 ± 0,06 0,39 ± 0,04 Alat kelamin (%) 0,26 ± 0,04 0,26 ± 0,01 0,26 ± 0,01 Testis (%) 1,17 ± 0,19 1,06 ± 0,17 1,10 ± 0,13 Ginjal (%) 0,25 ± 0,01 0,29 ± 0,03 0,26 ± 0,01 Perut (%) 4,34 ± 0,06 4,11 ± 0,12 4,55 ± 0,35 Usus halus (%) 2,86 ± 0,42 2,41 ± 0,28 2,59 ± 0,24 Usus besar (%) 1,61 ± 0,11 1,43 ± 0,22 1,63 ± 0,24 Kaki (%) 2,73 ± 0,26 2,52 ± 0,11 2,80 ± 0,09
Lampiran 2. Analisis Ragam Bobot Potong
Sumber Keragaman DB JK KT F Hit P
Perlakuan 2 13,97 6,98 4,38 0,067
Galat 6 9,57 1,60
Total 8 23,54
Lampiran 3. Analisis Ragam Bobot Tubuh Kosong
Sumber Keragaman DB JK KT F Hit P
Jenis Kelamin 2 11,693 5,847 6,92 0,028*
Galat 6 5,069 0,845
Total 8 16,762
Lampiran 4. Analisis Ragam Bobot Karkas
Sumber Keragaman DB JK KT F Hit P
Jenis Kelamin 2 2,233 1,116 3,10 0,119
Galat 6 2,163 0,361
Total 8 4,396
Lampiran 5. Analisis Ragam Bobot Non Karkas
Sumber Keragaman DB JK KT F Hit P
Jenis Kelamin 2 3,324 1,662 11,29 0,009**
Galat 6 0,883 0,147
Total 8 4,207
Lampiran 6. Analisis Persentase Karkas
SK DB JK KT F Hit P
Jenis Kelamin 2 3,49 1,75 0,45 0,655
Galat 6 23,04 3,84
Lampiran7. Analisis Ragam Darah Tertampung
SK DB JK KT F Hit P
Jenis Kelamin 2 15726 7863 8,66 0,017*
Galat 6 5445 908
Total 8 21172
Lampiran 8. Analisis Ragam Kepala
SK DB JK KT F Hit P
Jenis Kelamin 2 239694 119847 1,79 0,246
Galat 6 402816 67136
Total 8 642510
Lampiran 9. Analisis Ragam Kulit
SK DB JK KT F Hit P
Jenis Kelamin 2 467246 233623 4,13 0,074
Galat 6 339047 56508
Total 8 806293
Lampiran10. Analisis Ragam Hati
SK DB JK KT F Hit P
Jenis Kelamin 2 13598 6799 20,46 0,002**
Galat 6 1994 332
Total 8 15592
Lampiran 11. Analisis Ragam Jantung
SK DB JK KT F Hit P
Jenis Kelamin 2 3485 1742 13,18 0,006**
Galat 6 793 132
Lampiran 12. Analisis Ragam Alat Kelamin
SK DB JK KT F Hit P
Jenis Kelamin 2 91,56 45,78 6,34 0,033*
Galat 6 43,33 7,22
Total 8 134,89
Lampiran 13. Analisis Ragam Ginjal
SK DB JK KT F Hit P
Jenis Kelamin 2 420,7 210,3 6,21 0,035*
Galat 6 203,3 33,9
Total 8 624,0
Lampiran 14. Analisis Ragam Perut
SK DB JK KT F Hit P
Jenis Kelamin 2 5290 2645 0,90 0,454
Galat 6 17577 2930
Total 8 22867
Lampiran 15. Analisis Ragam Usus Halus
SK DB JK KT F Hit P
Jenis Kelamin 2 5805 2902 0,67 0,545
Galat 6 25917 4320
Total 8 31722
Lampiran 16. Analisis Ragam Besar
SK DB JK KT F Hit P
Jenis Kelamin 2 139 69 0,05 0,947
Galat 6 7581 1264
Lampiran 17. Analisis Ragam Kaki
SK DB JK KT F Hit P
Jenis Kelamin 2 1260,7 630,3 9,52 0,014**
Galat 6 397,3 66,2