• Tidak ada hasil yang ditemukan

Angka, S.L., 2005. Kajian penyakit Motile Aeromonad Septicemia (MAS) pada ikan lele dumbo (Clarias sp.): patologi, pencegahan, dan pengobatannya dengan fitofarmaka. Disertasi. Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Abdullah, Y., 2008. Efektivitas ekstrak daun paci-paci Leucas lavandulaefolia untuk pencegahan dan pengobatan infeksi penyakit MASMotile Aeromonad Septicemia ditinjau dari patologi makro dan hematologi ikan lele dumbo Clariassp. Skripsi. Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Austin B, Austin D.A., 1986. Bacterial Fish Patogen: Disease in Farmed and Wild Fish. Second Edition. Ellis Horwood Limited. England.

Ayuningtyas, A.K., 2009. Efektivitas campuran meniran Phyllanthus niruri dan bawang putih Allium sativum dalam pakan untuk pencegahan dan pengobatan infeksi bakteri Aeromonas hydrophilla pada ikan lele dumbo Clariassp. Skripsi. Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Boyd, C.E., 1982. Water Quality Management of Pond Fish Culture. Elsevier Publishers, Amsterdam.

Effendie, M.I., 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara.

Faridah, N., 2010. Efektivitas ektrak lidah buaya Aloe vera sebagai immunostimulan untuk mencegah infeksiAeromonas hydrophila pada ikan lele dumbo Clarias sp. Skripsi. Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Ghufran, Kordi. 2004. Penanggulangan Hama dan Penyakit Ikan. PT.Sadi Mahasatya, Jakarta

Hafsah, S., 1994. Pengaruh penyuntikan Freud’Complete Adjuvant dan bakteri

Aeromonas hydrophilagalur virulen L38 terhadap ikan lele dumbo (Clarias sp.) dewasa. Skripsi. Departeman Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Hidayat, R., 2006. Studi protektivitas imunoglobulin Y (Ig.Y) anti Aeromonas hydrophila pada ikan mas Cyprinus carpio dan gurame Osphronemus gouramy. Tesis. Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Kabata Z., 1985. Parasites and Disease of Fish Cultured in Tropics. Taylor and Francis, London.

KKP (Kementrian Kelautan dan Perikanan). 2010. Revolusi Biru.www.dkp.go.id. [1 Maret 2010].

Kurniawan, D., 2010. Efektivitas campuran bubuk meniran Phyllantus niruridan bawang putihAllium sativumdalam pakan untuk pencegahan infeksi bakteri Aeromonas hydrophila padan Ikan Lele Dumbo Clarias sp. Skripsi. Departeman Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Lucas, R., 1987. Secret of the Chinese Herbalist. Parker Publishing Company Inc. New York.

Mela. 2007. Meniran si peningkat sistem imun. http://thenewpiogama. wordpress.com/2007/06/08. [19 September 2010]

Palungkun, Budiardi. 2001. Bawang Putih Dataran Rendah. Penebar Swadaya, Jakarta.

Reed, L.J., Muench, 1938. A simple method of estimating fifty percent endpotants. The American Journal of Hygiene 27: 493-497.

Sholikhah, E.H., 2009. Efektivitas campuran meniran Phyllanthus niruri dan bawang putih Allium sativum dalam pakan untuk pengendalian infeksi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan lele dumbo Clarias sp. Skripsi. Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Steffens, W., 1989. Principles of Fish Nutrition. Ellis Horwood Limited. England.

Suprapto. 2006. Tubuh kebal dengan herbal. http://www.depkes.go.id

Swan, L., White, R.M., 1989. Diagnosis and treatment of Aeromonas hydrophila infection of fish. Aquaculture extention. Purdue University.

Watanabe, T., 2001. Penyembuhan Dengan Terapi Bawang Putih. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

30

Lampiran 1.Karakterisasi bakteriA. hydrophila

Karakteristik Swan & White, 1989 Bakteri Stok Reisolasi

Warna Krem Krem Krem

Elevasi Cembung Cembung Cembung

Tepian Halus Halus Halus

Gram - -

-Motilitas + + +

O/F F F F

Katalase + + +

Oksidase + + +

Berdasarkan Swan & White (1989), bakteri stok maupun reisolasi merupakan bakteri genusAeromonas.

32

Lampiran 2.Penyiapan media bakteriA. hydrophila

Media TSA (Trypticase Soy Agar)

Media TSA disiapkan dengan melarutkan 4 gram media TSA ke 100 ml akuades di dalam erlenmeyer. Kemudian media tersebut dihomogenkan dengan cara diaduk dan dipanaskan pada pemanas air. Selanjutnya, erlenmeyer tersebut di tutup dengan kertas aluminium foil dan karet gelang untuk di sterilkan dengan autoclave (suhu 121oC) selama 15 menit. Kemudian, TSA tersebut di tuang pada cawan atau tabung reaksi yang telah disterilkan, dan di simpan di lemari es setelah TSA tersebut membeku.

Media TSB (Trypticase Soy Broth)

Media TSB dibuat dengan melarutkan 3 gram media TSB ke 100 ml akuades di dalam erlenmeyer. Kemudian media tersebut dihomogenkan dengan cara diaduk dan dipanaskan pada pemanas air. Selanjutnya, erlenmeyer tersebut di tutup dengan kertas aluminium foil dan karet gelang untuk di sterilkan dengan autoclave (suhu 121oC) selama 15 menit.

Larutan PBS (Phosphate Buffered Saline)

Larutan PBS dibuat dengan bahan berikut ini:

- 8 gram NaCl

- 0,2 gram KH2PO4

- 1,5 gram NaH2PO4 - 0,2 gram KCl

Bahan-bahan tersebut dilarutkan dalam 1 liter akuades yang ditempatkan dalam erlenmeyer. Bahan tersebut dihomogenkan dengan cara diaduk dan dipanaskan pada pemanas air. Selanjutnya, erlenmeyer tersebut di tutup dengan kertas aluminium foil dan karet gelang untuk di sterilkan denganautoclave(suhu 121oC) selama 15 menit.

Lampiran 3.Perhitungan nilai LD50

Selang Proporsi = Kematian di atas 50% - 50

Kematian di atas 50% - kematian di bawah 50% = 66,6650

66,6614,29 = 0,3181

Log Negatif LD50 = -log negatif konsentrasi di atas 50% + selang proporsi = - Log108+ 0,3181 = - 8 + 0,3181 = - 7,6819 Log LD50 = 7,6819 LD50 = 107,6819 LD50 ≈ 108 Kepadatan Bakteri Mati Hidup % Kematian Akumulasi Mati Hidup Rasio

Kematian % 109 5 0 100 9 0 9/9 100 108 3 2 60 4 2 4/6 66,66 107 1 4 20 1 6 1/7 14,29 106 0 5 0 0 11 0/11 0 105 0 5 0 0 16 0/16 0

34

Lampiran 4.Analisis statistik respons makan

Ulangan Respons Makan (%)

KN KP A B C D 1 2,192 1,317 1,886 1,651 1,471 1,270 2 2,077 0,967 1,848 2,120 1,518 0,855 3 2,258 0,881 2,303 1,702 2,006 0,890 Rata-rata 2,176 ± 0,091 1,055 ± 0,230 2,012±0,231 1,824±0,251 1,665±0,297 1,005±0,230 ANOVA FR

Jumlah Df Rataan hitung F Sig.

Diantara Grup 3,612 5 0,722 13,038 0,000

Dalam Group 0,665 12 0,055

Total 4,276 17

Karena angka signifikansi (sig) < 0,05 maka terdapat hubungan signifikan antara perlakuan dengan FR ikan. Uji dilanjutkan dengan uji Duncan.

RESPONS MAKAN

PERLA

KUAN N

Kelompok pada galat = 0.05

a b c Duncana D 3 1,0050 KP 3 1,0550 C 3 1,6650 B 3 1,8243 1,8243 A 3 2,0123 2,0123 KN 3 2,1757 Sig. 0,799 0,110 0,107

* Perlakuan KP dan D berbeda nyata dengan perlakuan A,B,C dan KN. Perlakuan A dan B tidak berbeda nyata dengan perlakuan C, juga tidak berbeda nyata dengan perlakuan KN

Lampiran 5.Analisis statistik pertumbuhan

Perlakuan

Pertumbuhan

Mutlak Perubahan bobot per hari

KN 1,54 0,110 ±0,021 KP 0,64 0,045 ± 0,004 A 1,16 0,083 ± 0,037 B 1,19 0,085 ± 0,016 C 0,78 0,056 ± 0,013 D 0,34 0,024 ± 0,018 ANOVA Pertumbuhan

Jumlah Df Rataan hitung F Sig. Diantara Group 0,016 5 0,003 5,680 0,006

Dalam Group 0,007 12 0,001

Total 0,022 17

Karena angka signifikansi (sig) < 0,05 maka terdapat hubungan signifikan antara perlakuan dengan SR ikan. Uji dilanjutkan dengan uji Duncan.

PERUBAHAN BOBOT PER HARI

a b c Duncana D 3 0,0263 KP 3 0,0302 C 3 0,0555 0,0555 B 3 0,0748 0,0748 A 3 0,0824 0,0824 KN 3 0,1100 Sig. 0,172 0,205 0,104

*Perlakuan KN, A,dan B, berbeda nyata dengan perlakuan KP, dan D. Perlakuan C tidak berbeda nyata dengn perlakuan KP, A, dan B.

36

Lampiran 6.Analisis statistik tingkat kelangsungan hidup

Ulangan Tingkat Kelangsungan Hidup (%)

KN KP A B C D 1 100 40 40 60 40 20 2 100 40 40 40 20 20 3 100 0 20 40 20 40 Rata-rata 100±0,00 26,67±23,09 33,33± 11,55 46,67± 11,55 33,33± 11,55 26,67± 11,55 ANOVA SR

Jumlah Df Rataan hitung F Sig. Diantara Group 11911,111 5 2382,222 13,400 0,000 Dalam Group 2133,333 12 177,778

Total 14044,444 17

Karena angka signifikan (sig) < 0,05 maka terdapat hubungan signifikan antara perlakuan dengan SR ikan. Uji dilanjutkan dengan uji Duncan.

KELANGSUNGAN HIDUP

PERLA

KUAN N

Kelompok pada galat = 0.05

a b Duncana KP 3 26,6667 D 3 26,6667 A 3 33,3333 C 3 33,3333 B 3 46,6667 KN 3 100,0000 Sig. 0,119 1,000

Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 3.000.

Dokumen terkait