• Tidak ada hasil yang ditemukan

Achmad B, Purwanto RH. 2014. Peluang adopsi sistem agroforestry dan kontribusi ekonomi pada berbagai pola tanam hutan rakyat di Kabupaten Ciamis. Jurnal Bumi Lestari. 14 (1): 15–26.

Andersson K, Ravikumar A, Mwangi E, Guariguata M, Nasi R. 2011. Menuju Bentuk Kerjasama yang Lebih Bekesetaraan. Bogor (ID): CIFOR

Anonim. 2014. Block Pencil Progression Picture. [Internet]. [Waktu dan tempat pertemuan tidak diketahui].[diunduh 2014 May 21]. Tersedia pada:https://c1.staticflickr.com/9/8541/8942327215_0291f52192_z.jpg Arinana dan Diba F. 2009. Kualitas kayu Pulai (Alstonia scholaris) terdensifikasi

(sifat fisis, mekanis dan keawetan). Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan. 2 (2): 78–88.

Awang SA, Andayani W, Himmah B, Widayanti W, Affianto A. 2002. Hutan Rakyat Sosial Ekonomi dan Pemasaran. Edisi ke-1. Yogyakarta (ID): BPFE-Yogyakarta.

Awang SA, Wiyono EB, Suryanto S. 2007. Unit Manajemen Hutan Rakyat Proses Kontruksi Pengetahuan Lokal. Yogyakarta (ID): Banyumili Art Work. [Balitbanghut] Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. 2004. Pulai (Alstonia scholaris R. Br.). Yogyakarta (ID): Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Kehutanan.

[BRIK] Badan Revitalisasi Industri Kehutanan. 2014. Hutan Rakyat: Peran yang Makin Nyata.[Internet]. [Waktu dan tempat pertemuan tidak diketahui]. Jakarta (ID): BRIK.[diunduh 2014 Jul 10]. Tersedia pada: ww.brikonline.com/index.php?option=com_content&task=view&id=66&Ite mid=90

[BPDAS-MUSI] Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Musi. 2012. Pengembangan hutan rakyat. Di dalam: Effendi R, Kosasih AS, editor. Hutan Rakyat sebagai Solusi Penyedia Kayu Pertukangan.Prosiding Forum Komunikasi Multipihak Kayu Pertukangan; 2012 Jun 20; Palembang, Indonesia. Palembang (ID): Balitbang Kehutanan, Kemenhut.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2014. Musi Rawas dalam Angka 2014. Musi Rawas (ID): BPS Musi Rawas.

Bungin B. 2009. Penelitian Kualitatif. Edisi ke-1. Jakarta (ID): Prenada Media Group.

Cahyono SA, Nugroho NP, Jariyah NA. 2005. Tinjauan faktor kelayakan, keuntungan dan kesinambungan pada pengembangan hutan rakyat. Info Sosial Ekonomi. 5 (2): 99–107.

Crosby BL. 1992. Stakeholder Analysis: A vital tool for strategic managers. Washington DC (US): Technical Notes No. 2 Agency for International Development.

Darusman D, Hardjanto. 2006. Tinjauan Ekonomi Hutan Rakyat; 2006; Bogor, Indonesia.Prosiding Seminar Hasil Hutan. Bogor (ID): Fakultas Kehutanan IPB. hlm 4–13.

[Deptan] Departemen Pertanian, Direktorat Pengembangan Usaha. 2002. Pedoman Kemitraan Usaha Agribisnis. Jakarta (ID) : Departemen Pertanian. Dewi BS, Slamet BY, Nurbaya L. 2004. Peranan hutan rakyat dan sistem

pengelolaannya terhadap pendapatan petani Desa Wates dan Tambah Rejo, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Tenggamus. Jurnal Hutan Rakyat. 6 (2): 65 – 84.

Diniyati D, Sulistyati T, Achmad B, Fauziah E. 2008. Sikap petani Priangan Timur terhadap kelembagaan hutan rakyat. Jurnal Sosial Ekonomi 8 (3): 169–188.

Diniyati D, Achmad B, Santoso HB. 2013. Analisis finansial agroforestry sengon di Kabupaten Ciamis (Studi kasus di Desa Ciomas Kecamatan Panjalu). Jurnal Penelitian Agroforestry. 1 (1): 13–30.

[Dishut] Dinas Kehutanan Kabupaten Musi Rawas. 2014. Data Strategis Kehutanan Tahun 2014. Musi Rawas (ID): Dinas Kehutanan Kabupaten Musi Rawas.

[Ditjen BPDAS-PS] Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial, Kementerian Kehutanan. 2011. Pengembangan Industri Kehutanan Berbasis Hutan Rakyat; 2011 Oct 13; Jakarta, Indonesia. Jakarta (ID): Kemenhut.

[Ditjen BUK] Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan, Kementerian Kehutanan. 2014. Laporan Realisasi Pemenuhan Bahan Baku Industri (RPBBI). Jakarta (ID): Kemenhut.

[Dir. BUHT] Direktorat Bina Pengembangan Hutan Tanaman, Kementerian Kehutanan. 2014. Statistik Kehutanan Kehutanan Indonesia. Jakarta (ID: Kemenhut.

Donie, S, Mashudi, Irawan E. 2001. Kemitraan dalam rangka pengembangan hutan rakyat.Kasus di Kabupaten Klaten, Karanganyar dan Blitar. Buletin Teknologi Pengelolaan DAS. 1 (7): 42–62.

Eaton JW. 1986. Pembangunan Lembaga sebagai Perubahan yang Direncanakan. Guritno P dan Jeni A, penerjemah; Eaton JW, editor. Jakarta (ID): UI-Press. Terjemahan dari: Institution Building and Development: from concept to application.

Giatman M. 2006. Ekonomi Teknik. Jakarta (ID): Raja Gravindo Persada.

Gittinger JP. 1972. Economic Analysis of Agricultural Projects. Paperback Edition.The Economic Development Institute of the World Bank. Baltimore and London (UK): The Johns Hopkins University Press.

Haloho O, Sembiring P, Manurung A. 2013. Penerapan Analisis Regresi Logistik pada Pemakaian Alat Kontrasepsi Wanita (Studi Kasus di Desa Dolok Maria Kabupaten Simalungun). Jurnal Saintia Matematika. 1 (1): 51–56.

Hakim I. 2010. Analisis kelembagaan hutan rakyat pada tingkat mikro di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan. 7(1): 23–40.

Hanik R. 2014. Ekspor Produk Industri Kehutanan. Tinjauan Pembatasan Ekspor dan Pengenaan Bea Keluar. [Internet]. [Waktu dan tempat pertemuan tidak

diketahui]. Jakarta (ID): Pusdiklat Bea dan Cukai. hlm 1–10; [diunduh 2014

Mar 13]. Tersedia pada:http://www.bppk.depkeu.go.id/….pdf.

Hanna S. 1995. An Introduction to Property Rights and the Environment. In: Hanna S and Munasinghe M (eds.). Property Rights and the Environment: Social and Ecological Issues. US (ID): The Beijer International Institute of Ecological Economics, World Bank.

Hardjanto. 2000. Beberapa Ciri Pengusahaan Hutan Rakyat di Jawa. Suharjito, Editor. Hutan Rakyat di Jawa Peranannya dalam Perekonomian Desa. Bogor (ID): P3KM

Hardjanto. 2001. Kontribusi hutan rakyat terhadap pendapatan rumah tangga di Sub DAS Cimanuk Hulu. Jurnal Manajemen Hutan Tropika. 7 (2): 47–61 Hardjanto. 2003. Keragaan dan Pengembangan Usaha Kayu Rakyat di Pulau Jawa

[Disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Hardjanto, Hero Y, Trison S. 2012. Desain kelembagaan usaha hutan rakyat untuk mewujudkan kelestarian hutan dan kelestarian usaha dalam upaya pengentasan kemiskinan masyarakat peDesaan. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 17 (2): 103 – 107.

Hartati D, Rimbawanto A, Taryono, Sulistyaningsih E, Widyatmoko. 2007. Pendugaan keragaman genetik di dalam dan antar provenan Pulai (Alstonia scholaris (L.) R. Br.) menggunakan penanda RAPD. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan. 1 (2): 1–9.

Hellin J, Lundy M, Meijer M. 2009. Farmer organization, collective action and market access in meso-america. Food Policy 34: 16–22. doi:10.1016 /j.foodpol.2008.10.003.

Hernanto F. 2015. Ilmu Usahatani. [Internet]. [Waktu dan tempat pertemuan tidak diketahui]. Ciamis (ID): Departemen Sosial Ekonomi Pertanian. [diunduh 2015 Jan 5]. Tersedia pada:http://www.freewebs.com/nanasudiana/teori_ konsumsi_investasi.doc

Hindra. 2006. Potensi dan Kelembagaan Hutan Rakyat; 2006; Bogor, Indonesia. Prosiding Seminar Hasil Hutan. Bogor (ID): Fakultas Kehutanan IPB. hlm14–

20.

Hosmer DW, Lemeshow S.2000. Applied Logistic Regression. New York(US): John Wiley and Sons Inc.

Indartik. 2009. Potensi pasar Pulai (Alstonia Scholaris) sebagai sumber bahan baku industri obat herbal : Studi kasus Jawa Barat dan Jawa Tengah.Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan 6 (2): 159–175.

Juhaeti T dan Hidayat S. 2009.Potensi Pulai(Alstonia scholaris R. Br.) dan Upaya Budi Dayanya; 2009; Bogor, Indonesia.Seminar Nasional Etnobotani IV. Bogor (ID): LIPI. hlm. 346–355.

Kadariah, Karlina L, Gray C. 1978. Pengantar Evaluasi Proyek. Jakarta (ID): Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

[Kemenkunham] Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. 1999. UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Jakarta (ID): Kemenkunham.

[Kemenkunham] Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. 2002. PP No 35 Tahun2002 tentang Dana Reboisasi. Jakarta (ID): Kemenkunham

[Kemenhut] Kementerian Kehutanan. 1997. Kepmenhut Nomor 49/Kpts-II/1997 tentang Pendanaan dan Usaha Hutan Rakyat. Jakarta (ID): Kemenhut

[Kemenhut] Kementerian Kehutanan. 2012. Permenhut No P. 30/Menhut-II/2012 tentang Penatausahaan Hasil Hutan yang Berasal dari Hutan Hak. Jakarta (ID): Kemenhut.

[Kemenhut] Kementerian Kehutanan. 2012. Permenhut Nomor P.36/Menhut-II/2012 tentang Tata Cara Penyaluran dan Pengembalian Dana Bergulir untuk Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Jakarta (ID): Kemenhut.

[Kemenhut] Kementerian Kehutanan. 2014. Perdirjen No P.12/VI-BPPHH/2014 tentang Rendemen Kayu Olahan IPHHK. Jakarta (ID): Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan.

[Kemenlinghut] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2015. Permenhut No P. 13/Menhut-II/2015 tentang Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan. Jakarta (ID): Kemenlinghut.

Lewis N. 1978. The New Roget’s Thesaurus in Dictionary Form. New York (US):

The Rotget Dictionary G.P. Putnam‟s Sons.

Lukman AH, Sofyan A, Muslimin I. 2012.Pengaruh penyiangan dan pemupukan terhadap pertumbuhan awal tanaman Pulai (Alstonia scholaris R. Br.).Jurnal Penelitian Hutan Tanaman. 9 (1): 1 – 8.

Maimunah S. 2014. Uji viabilitas dan skarifikasi benih beberapa pohon endemik hutan rawa gambut Kalimantan Tengah. Jurnal Hutan Tropis. 2 (1): 71–76. Mangkusubroto G. 1993. Ekonomi Publik. Edisi ke-3. Yogyakarta (ID): BPFE –

Yogyakarta.

Maryudi A. 2005. Beberapa kendala bagi sertifikasi hutan rakyat. Jurnal Hutan Rakyat. 7 (3):25–39.

Mantra IB. 2004. Demografi Umum. Jakarta (ID): Pustaka Pelajar

Mantra IB, Kasto. 1989. Penentuan Sampel. Editor Singarimbun M dan Efendi. Metode Penelitian Survei. Jakarta (ID): LP3S.

Mayers J, Vermeulen S. 2002. Company-community Forestry Partnerships: from Raw Deals to Mutual Gains? Instruments for Sustainable Private Sector Forestry Series. London (UK): International Institute for Environment and Development (IIED).

Meyers J. 2005. Analisis Kekuatan Stakeholders.Manejemen Kolaborasi. Assagaf M, Trajudi D, penerjemah; Suporahardjo, editor. Bogor (ID): Pustaka LATIN. Terjemahan dari: Power Tools Series: Stakeholders Power Analysis. IIED.

Mosher AT. 1987. Menciptakan Struktur Pedesaan Progresif. Rochim W, editor. Jakarta (ID): Yasaguna.

Mutaqin Z. 2013. Analisis kelembagaan kelompok HKm di hulu DAS Sekampung (Studi kasus pada Gapoktan Hijau Makmur). Jurnal Ilmiah ESAI. 7 (2): 1 – 8. Mashudi. 2013. Pengaruh provenan dan komposisi media terhadap keberhasilan teknik penunasan pada stek pucuk Pulai darat. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman. 10 (1): 25–32.

Mashudi, Adinugraha HA. 2014. Pertumbuhan tanaman Pulai darat (alstonia angustiloba) dari empat populasi pada umur satu tahun di Wonogiri, Jawa Tengah. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea. 3(1): 75–84.

Mitchell B, Setiawan B, Rahmi DH. 2010. Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan. Yogyakarta (ID): Gajah Mada University Press

Muslimin I, Lukman AH. 2006. Pertumbuhan Pulai Darat (Alstonia angustiloba Miq.) di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan.Prosiding Ekspose

Hasil-Hasil Penelitian di Padang, 20 September 2006. Palembang: Litbang Hutan Tanaman Palembang. Pratiwi. (2000). Potensi dan Prospek

Nawir AA, Santoso L. 2005. Mutually beneficial company-community partnerships in plantation development: emerging lessons from Indonesia. International Forestry Review. 7 (3): 177–192.

North CD. 1990. Institutions, Institutional Change and Economic Performance. New York (US) : Cambridge University Press.

Pejovich S. 1999. The Transition Process in an Arbitrary State: The Case for the Mafia. Italy (IT): International Centre for Economic Research.

[Pemrov Sumsel] Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Keputusan Gubernur No 675/Kpts/Disnakertrans/2014 tanggal 31 Oktober 2014 tentang Upah Minimum Provinsi Sumsel tahun 2015.

[PT. XIP] PT. Xylo Indah Pratama. 2012. Management Plan PT. XIP 2012–2017. Musi Rawas (ID): PT. XIP

Pudjiatmoko R.1999. Pengalaman Kemitraan Perkebunan Teh di Jawa Tengah.Prosiding Kemitraan Usaha Perkebunan. Yogyakarta (ID): Faperta-UGM

Rahmawati. 2004. Tinjauan Aspek Pengembangan Hutan Rakyat. Medan (ID): Universitas Sumatera Utara.

Rachman B. 1999. Analisis Kelembagaan Jaringan Tata Air dalam Meningkatkan Efisiensi dan Optimasi Alokasi Penyaluran Air Irigasi di Wilayah Pengembangan IP Padi 300, Jawa Barat. [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Rachman B, Pasandaran E, Kariyasa K. 2002. Kelembagaan irigasi dalam perspektif otonomi daerah. Jurnal Litbang Pertanian. 21 (3): 109–114.

Ramirez G. 2005. Analisis Stakeholders dan Manajemen Konflik.Manejemen Kolaborasi. Djatmiko WA, penerjemah; Suporahardjo, editor. Bogor (ID): Pustaka LATIN. Terjemahan dari: Stakeholders Analysis and Conflict Management.

Reed MS,Graves A, Dandy N, Posthumus H, Hubacek K, Morris J, Prell C, Quinn

CH, Stringer LC. 2009. Who‟s in and why? A typology of stakeholder

analysis methods for natural resource management. Journal of Environmental Management.90 : 1933–1949. doi:10.1016/j.jenvman.2009.01.001.

[RA] Rainforest Alliance.2000. Forest Manegement Public Summary for: PT Xylo Indah Pratama. New York (US): Rainforest Alliance. Tersedia pada:http://www.smartwood.org.pdf.

Rochmayanto L, Limbong A. 2013. Penentuan harga pokok produksi hutan rakyat kayu pulp di kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman. 10 (2): 73–83.

Sayogyo.1977. Dua Puluh Dua Tahun Studi Pembangunan Pengurangan Kemiskinan Pembangunan Agribisnis dan Revitalisasi Pertanian. Indaryanti Y, editor. Bogor (ID): Pusat Studi Pengembangan Pertanian dan PeDesaan-LPPM IPB.

Sayogyo. 1982. Bunga Rampai Perekonomian Desa. Jakarta(ID): Yayasan Obor Indonesia.

Schmid AA. 1987. Property, Power and Public Choice. An Inquiry into Law and Economics. 2nd Edition. New York (US): Praeger.

Siregar UJ, Rachmi A, Massijaya MY, Ishibashi N, Ando K. 2006. Economic analysis of sengon (Paraserianthes falcataria) community forest plantation, a fast growing species in East Java, Indonesia. Forest Policy and Economics. 9: 822–829.

Soekartawi, Dillon JL, Hardaker JB, Soeharjo A. 1984. Ilmu Usahatani dan Penelitian untuk Perkembangan Petani Kecil. Edisi ke-1. Jakarta (ID): UI-Press

Soekartawi. 1995. Analisis Usahatani. Edisi ke-1. Jakarta (ID): UI–Press.

Soekartawi. 2002. Prinsip Dasar Manajemen Pemasaran Hasil-Hasil Pertanian; Teori dan Aplikasinya. Jakarta (ID): Raja Grafindo Persada.

Soemitro A. 2004. Prospek Ekonomi dan Analisis Finansial Ekonomi Hutan Tanaman. Editor, Hardiyanto EB dan Arisman H. Pembangunan Hutan Tanaman Acacia Mangium. Jakarta (ID): PT. Musi Hutan Persada

Subaktini D, Cahyono SA, Haryanti N, Setyaji T. 2002. Kajian aspek sosial, budaya dan ekonomi pengelolaan HR di Kabupaten Wonogiri.Ekspose Hasil Penelitian Balitbang Teknologi Pengelolaan DAS Wilayah Indonesia Bagian Barat; 2002 oct 1;Wonogiri, Indonesia. Wonogiri (ID): Balitbang Kehutanan, Kemenhut.

Sujarweni VW. 2014. SPSS untuk Penelitian. Yogyakarta (ID): Pustaka Baru Press.

Sumadi A, Azwar F, Muara J. 2006. Pemodelan penduga volume pohon Pulai darat. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman. 3 (2): 73–81.

Sumarta II. 1963. Analisa Ongkos-ongkos dan Penghasilan Hutan Rakyat di Cicurug. Bogor (ID): Intitut Pertanian Bogor.

Sumarti T. 2007. Sosiologi kepentingan (interest) dalam tindakan ekonomi. Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi dan Ekologi Manusia. 1 (2): 283–293. Supriadi D. 2002. Pengembangan hutan rakyat di Indonesia. Jurnal Hutan Rakyat.

4(1): 23–33.

Suradisastra K. 2008. Strategi pemberdayaan kelembagaan petani. Forum Penelitian Agro Ekonomi. 26 (2): 82–91.

Syahadat E, Subarudi. 2014. Kebijakan penatausahaan kayu yang berasal dari hutan hak. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan. 11 (2): 129–144.

Syahyuti.2003. Bedah Konsep Kelembagaan Strategi Pengembangan dan Penerapannya dalam Penelitian Pertanian. Bogor (ID): Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian, Balitbang Pertanian.

Syahyuti.2011. Gampang-gampang Susah Mengorganisasikan Petani. Bogor (ID): IPB Press.

Tietenberg T. 1992. Enviromental and natural resource economic. Third edition. US (ID): Harper Collins publishers Inc.

Thoha M. 2011. Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Cetakan ke-21. Jakarta (ID): PT. Raja Grafindo Persada

Uphoff NT. 1986. Local Institutional Development. West Hartford: CT Kumarian Press

Whitmore TC. 1972. Tree flora of Malaya. Malaya Forest Record. 2 (26): 20–35.

Ying Z. 2014. Responses to the comments on “plantation development: economic

analysis of forest management in Fujian Province, China”. Forest Policy and

Economics Journal. 43: 53–54. http://dx.doi.org/10.1016/j. forpol. 2014.02.004.

Yustika AE. 2012. Ekonomi dan Kelembagaan. Paradigma, Teori dan Kebijakan. Jakarta (ID): Erlangga.

Yuwono S. 2006. Persepsi dan Partisipasi Masyarakat terhadap Pembangunan Hutan Rakyat Pola Kemitraan di Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan. [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Zakaria WA. 2003. Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Kunci Kesejahteraan Petani. Lampung (ID): Fakultas Pertanian Universitas Lampung.

Lampiran 1 Identitas responden

Umur Ʃ Tgg Kel.

(Thn) (Orang) Kbn.Karet Sawah Pekrngn Tegalan kosong 92.70

29.50 0.71 3.37 9.50

1 Hariadi L 43 SMU 4 Petani Guru 2.00 0.50 0.038 -

-2 Sabar L 53 SD 5 Petani Pegawai Swasta 1.50 1.00 0.030 0.05

-3 Noto L 50 SLTP 4 Petani Petani 3.50 1.00 0.023 0.04

-4 Sudarno L 61 SD 2 Petani Petani 2.00 0.50 0.023 0.05 1.00 5 Ponidi L 49 SLTP 3 Petani Pegawai honorer 2.00 1.00 0.018 0.08

-6 Wiakanto L 40 SD 6 Petani tidak ada 1.25 - 0.014 -

-7 Ngadimin L 65 SD 2 Petani tidak ada 4.00 1.00 0.021 0.05

-8 Edi Wiyanto L 75 SLTP 4 Petani tidak ada 2.00 3.00 0.007 - 1.00 9 Supriyanto L 49 SMU 5 Petani tidak ada 3.00 - 0.014 -

-10 Budiyono L 52 SD 2 Petani tidak ada 2.00 2.00 0.012 0.05

-11 Suparman L 42 SLTP 5 Petani Pencari batu 2.00 0.50 0.011 0.04

-12 Mukalam L 40 SMU 2 Petani Perangkat desa 3.00 - 0.063 - 1.00 13 Danu L 38 SMU 4 Petani Pedagang 3.00 - 0.009 -

-14 Darwadi L 40 SD 5 Petani tidak ada 1.75 0.50 0.015 0.02 15 Supriyanto L 52 SD 5 Petani tidak ada 2.50 2.00 0.023 0.02

-16 Kliwon L 50 SD 7 Petani tidak ada 2.40 2.00 0.007 0.08

-17 Sugio L 46 SLTP 4 Petani tidak ada 3.30 - 0.030 0.10

-18 Sutomo L 56 SD 2 Petani tidak ada 3.00 1.00 0.005 0.06 1.00 19 Riswan L 55 SD 4 Petani tidak ada 2.00 0.50 0.018 0.06

-20 Mujiyanto L 42 SLTP 2 Petani tidak ada 1.25 0.011 0.04

-21 Marsudigno L 37 SMU 4 Petani Penggosok batu 2.00 1.00 0.023 0.06 1.00 22 Darwoto L 73 SD 2 Petani tidak ada 3.00 0.50 0.018 0.11

-23 Patimin L 47 SD 4 Petani tidak ada 2.50 2.00 0.014 0.13

-24 Dharmawan L 62 SD 6 Petani tidak ada 4.00 1.00 0.014 0.12

-25 Suparlan L 42 SD 4 Petani tidak ada 3.00 0.50 0.006 0.14 2.00 26 Riyanto L 46 SLTP 4 Petani Penggosok batu 2.00 1.00 0.023 0.09

-27 Aris L 55 SD 2 Petani tidak ada 2.00 2.00 0.014 0.09

-28 Arifin L 47 SD 4 Petani tidak ada 2.00 1.00 0.004 0.04

-29 Kanik L 35 SLTP 6 Kary. swasta Petani 2.00 0.50 0.005 0.04 1.00 30 Jono L 39 SLTP 4 Petani tidak ada 2.50 - 0.007 0.14

-31 Guntur L 46 SMU 2 Kary. swasta Petani 2.00 - 0.023 0.14

-32 Muchlasin L 40 SD 5 Petani petani 1.25 0.50 0.014 0.05

-33 Wiyono L 38 SLTP 4 Petani Tukang 2.00 0.50 0.006 0.14

-34 Sumadi L 48 SD 2 Petani tidak ada 2.00 0.50 0.023 0.09

-35 Ucep L 35 SLTP 7 Petani tidak ada 2.00 - 0.011 -

-36 Sulistyo L 45 SD 2 Petani tidak ada 2.00 0.50 0.023 0.16 1.00 37 Walidi L 61 SD 5 Buruh pabrik Petani 3.00 - 0.030 -

-38 Chandra L 39 SMU 2 Buruh pabrik petani 2.00 - 0.016 0.05

-39 Siron L 35 SMU 5 PNS Petani 2.00 1.00 0.023 0.02 0.50 40 Rasid L 55 SLTP 4 Petani tidak ada 2.00 0.50 0.023 1.00

-158.20 22.50 0.782 2.45 39.50 1 Darmidi L 42 S1 6 PNS Petani 4.00 - 0.023 0.02 2.50 2 Ali Adi L 52 SD 4 Petani Pencari batu 2.00 1.00 0.038 0.04

-3 Darman L 34 SD 2 Petani tidak ada 4.00 - 0.023 -

-4 Supri L 55 SLTP 5 Petani tidak ada 3.00 1.00 0.014 0.14 2.00 5 Buhimin L 52 SD 2 Petani tidak ada 2.00 - 0.014 0.16

-6 Sakarudin L 56 SLTP 5 Petani Pencari batu 3.00 - 0.015 0.14

-7 Pendi L 70 SD 6 Petani tidak ada 6.00 - 0.016 0.08 2.00 8 Edi Effendi L 40 SLTP 6 Petani tidak ada 3.00 - 0.038 -

-9 M.Segar L 30 SMU 5 Buruh pabrik tidak ada - - 0.025 0.15

-10 Ropidin L 55 SD 2 Petani tidak ada 3.50 0.50 0.014 0.01 1.50 11 Suwito L 41 S1 6 PNS petani 6.00 2.00 0.038 0.16

-12 Supri L 43 SMU 6 Karyawan Swasta Petani 5.50 2.00 0.018 0.06

-13 Rohim L 52 SD 2 Petani tidak ada 5.00 - 0.016 - 2.00 14 Mejantab L 40 SD 5 Petani tidak ada 5.00 2.00 0.014 0.07 3.00 15 Sarno L 53 SLTP 5 Petani tidak ada 5.50 - 0.025 0.15

-16 Jumadi L 37 SD 2 Petani tidak ada 4.00 - 0.014 0.04 1.50 17 Iwanyah L 53 SLTP 2 Petani tidak ada 4.70 3.00 0.038 0.04

-18 Ali L 32 SLTP 6 Petani Dagang 5.00 1.00 0.018 0.05

-19 Siakong L 70 SD 6 Petani tidak ada 5.00 - 0.016 -

-20 Rubaidi L 65 SLTP 6 Petani tidak ada 3.00 1.00 0.014 0.11

-21 Goni L 43 SD 5 Petani tidak ada 3.50 - 0.014 - 1.00 22 Dedi L 55 SLTP 5 Petani tidak ada 4.00 1.00 0.025 0.13

-23 Al Rasyid L 50 SD 5 Petani tidak ada 3.00 2.00 0.014 0.14

-24 Matnuri L 46 SMU 6 Karyawan swasta Petani 4.50 0.50 0.011 0.07 4.50 25 Aminudin Y. L 40 SD 4 Petani Penggosok batu 5.00 2.00 0.018 0.02

-26 H. Mahidin L 45 SD 2 Petani tidak ada 4.00 - 0.016 0.04

-27 Humaidi L 42 SD 5 Petani Pengrajin 4.00 1.00 0.014 0.14

-28 Sugio L 48 SLTP 7 Petani tidak ada 5.00 - 0.014 - 1.50 29 Ondia L 50 SLTP 4 Petani tidak ada 4.00 - 0.025 -

-30 Hohadi L 61 SD 8 Petani tidak ada 4.00 1.00 0.014 0.07 3.50 31 Budiman L 49 SLTP 4 Petani tidak ada 4.00 1.00 0.017 0.04

-32 Abendri L 57 SD 2 Petani Dagang 3.00 - 0.018 - 2.00 33 Kodar L 45 SD 4 Peternak Dagang - - 0.016 -

-34 Sakarudin L 46 SMU 7 Petani Sewa tenda 6.00 - 0.014 - 2.00 35 Paridin L 47 SD 6 Petani Tukang 5.00 0.50 0.014 0.15

-36 Habibula L 48 SLTP 5 Dagang Petani 4.00 - 0.023 0.16 2.50 37 H. Majid L 41 SD 6 Petani Dagang 5.00 - 0.030 0.09 4.00 38 Dadang L 53 SLTP 5 Rental kom Penggosok batu - - 0.006 - 2.00 39 Sarwono L 47 S1 6 Dagang Petani 5.00 - 0.030 - 2.00 40 Toginan L 53 SD 6 Petani tidak ada 6.00 - 0.018 -

-Kepemilikan lahan (ha)

A. Desa Sumber Harta

B. Desa SP 5 Suka Makmur Resp Nama Jeni kel.

Lampiran 2 Arus kas pengusahaan HR Monokultur program KUHR 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 - - - - - - - - - - - 124,881,250.00 - - - -2 - - - - - 8,421,600 - - - - - - - - - - - - - 8,421,600 - - - - - 124,881,250 - - - -7,400,000 825,000 825,000 825,000 825,000 825,000 1,585,000 825,000 825,000 825,000 825,000 7,400,000 825,000 825,000 825,000 825,000 a. Bangunan/pondok 2,500,000 250,000 250,000 250,000 250,000 250,000 250,000 250,000 250,000 250,000 250,000 2,500,000 250,000 250,000 250,000 250,000 b. Perencanaan 100,000 100,000 -c. Peralatan 950,000 190,000 190,000 190,000 190,000 190,000 950,000 190,000 190,000 190,000 190,000 950,000 190,000 190,000 190,000 190,000 d. Kendaraan 3,600,000 360,000 360,000 360,000 360,000 360,000 360,000 360,000 360,000 360,000 360,000 3,600,000 360,000 360,000 360,000 360,000 e. Papan nama 100,000 - - - - - - - - - - 100,000 -f. Obat-obatan 150,000 150,000 -g. PBB - 25,000 25,000 25,000 25,000 25,000 25,000 25,000 25,000 25,000 25,000 25,000 25,000 25,000 25,000 631,792 2,238,714 615,896 157,948 157,948 - - - - - - 17,105,636 2,238,714 615,896 157,948 157,948 a. Persiapan lahan -Penebasan 157,948 - - - - - - - - - - 157,948 - - - --Penebangan 157,948 - - - - - - - - - - 157,948 - - - --Pembakaran 78,974 - - - - - - - - - - 78,974 - - - --pembuatan jalan 157,948 - - - - - - - - - - 157,948 - - - --Pemandukan 78,974 - - - - - - - - - - 78,974 - - - -b. Penanaman -Bibit - 740,000 - - - - - - - - - - 740,000 - - --Pengajiran - 157,948 - - - - - - - - - - 157,948 - -

--Pembuatan lubang tanam - 78,974 - - - - - - - - - - 78,974 - -

--Pengeceran bibit ke lubang - 78,974 - - - - - - - - - - 78,974 - -

--Penanaman - 157,948 - - - - - - - - - - 157,948 - - --Penyulaman - 78,974 - - - - - - - - - - 78,974 - - -c. Pemeliharaan tahun 1 - - --Penyemprotan herbisida - 157,948 - - - - - - - - - - 157,948 - - --Herbisida - 120,000 - - - - - - - - - - 120,000 - - --Pemupukan - 157,948 - - - - - - - - - - 157,948 - - --Pupuk - 510,000 - - - - - - - - - - 510,000 - - -d. Pemeliharaan tahun 2 -Penyemprotan herbisida - - 157,948 - - - - - - - - - - 157,948 - --Herbisida - - 120,000 - - - - - - - - - - 120,000 - --Pemupukan - - 157,948 - - - - - - - - - - 157,948 - --Pupuk - - 180,000 - - - - - - - - - - 180,000 - -e. Pemeliharaan tahun 3 -Pemangkasan - - - 157,948 - - - - - - - - - 157,948 -f. Pemeliharaan tahun 4 --Penjarangan - - - 157,948 - - - - - - - - - - 157,948 g. Pemanenan -Tebang - - - - - - - - - - - 157,948 - - - --Pembagian batang - - - - - - - - - - - 78,974 - - - --Pengumpulan ke jalan - - - - - - - - - - - 157,948 - - - --Muat (Loading) - - - - - - - - - - - 78,974 - - - --Pengangkutan - - - - - - - - - - - 16,000,000 - - - -8,031,792 3,063,714 1,440,896 982,948 982,948 825,000 1,585,000 825,000 825,000 825,000 825,000 24,505,636 3,063,714 1,440,896 982,948 982,948 1.0000 0.4854 0.2356 0.1144 0.0555 0.0270 0.0131 0.0064 0.0031 0.0015 0.0007 0.0004 0.0002 0.0001 0.00004035 0.00001959 - - - - 6,293,109 - - - - - 65,785,885 - - - -Discount Cost (DC) 8,031,792 2,890,296 1,282,392 825,302 778,587 616,488 1,117,362 548,672 517,615 488,316 460,676 12,909,263 1,522,572 675,548 434,759 410,150 1.000 0.870 0.756 0.658 0.572 0.497 0.432 0.376 0.327 0.284 0.247 0.215 0.187 0.163 0.141 0.123 - - - - 4,187,023.594 - - - - - 26,842,378.332 - - - -Discount Cost (DC) 8,031,792 2,664,099 1,089,524 646,304 562,004 410,171 685,239 310,148 269,694 234,516 203,927 5,267,320 572,630 234,186 138,919 120,799 (df = 6%) (df = 15%) NPV 67,130,372 (layak) NPV 14,557,990 (layak) BCR 2.50 (layak) BCR 1.62 (layak) IRR 16.28 (layak) IRR 7.18 Layak

79

Nilai diskon df = 15 %

Nilai kelayakan seluruh program KUHR Nilai diskon df = 6 % Discount Benefit (DB) Uraian Penjarangan BIAYA TETAP BIAYA VARIABEL

Nilai kelayakan seluruh program KUHR TOTAL BIAYA

Discount Benefit (DB)

Present Value pendapatan tahun ke

A. PENDAPATAN

TOTAL PENDAPATAN B. BIAYA

Dokumen terkait