• Tidak ada hasil yang ditemukan

[BALITSA] Balai Penelitian Tanaman Sayuran. 2010. Perkembangan pemuliaan sayuran tahan cekaman biotik. Bandung (ID): Balitsa

[BALITSA] Balai Penelitian Tanaman Sayuran. 2013. Varietas-varietas buncis (Phaseolus vulgaris L.) yang telah dilepas oleh balai penelitian sayuran. Bandung (ID): Balitsa

Cahyono. 2007. Kacang Buncis Teknik Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Yogyakarta (ID): Penerbit Kanisius.

Djuariah D. 2005. Uji daya hasil dan kualitas hasil Buncis Merambat (Phaseolus vulgaris L.) Galur Harapan. Di dalam: Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Komoditas Sayuran; 1995 Okt 24; Lembang, Indonesia. hlm 242-250

Gomez KA, Gomez AA. 1995. Prosedur Statistika untuk Penelitian Pertanian. Sjamsudin E, Baharsjah JS, penerjemah. Jakarta (ID): UI Pr. Terjemahan dari: Statistical Procedures for Agricultural Research.

Edmond JB, Senn TL, Andrews FS, Halfacre FG. 1964. Fundamental of Horticulture. New Delhi (IN): Mc.Graw Hill Co.Ltd.

Hardiningsih S. 2012. Penyakit kacang-kacangan pada lahan kering masam di Propinsi Lampung.Superman. Malang (ID): Vol 2 No 1.

[IBPGR] International Board for Plant Genetic Resources. 1982. Phaseolus Vulgaris Descriptor. AGPG: IBPGR/81/1.

Khasanah U. 2013. Evaluasi karakter dan daya hasil beberapa genotipe tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) di Kebun Percobaan IPB Tajur, Bogor [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Maesen LJG, Sadikin S. 1992. Phaseolus vulgaris L. Bogor (ID): Plant Resources of South-East Asia. 60-63 p.

Permadi AH, Djuariah D. 2000. Buncis rambat Horti-2 dan Horti-3 tahan penyakit karat daun dengan daya hasil dan kualitas hasil tinggi. J.Hort. 10(1): 82–87. Pitojo S. 2004. Benih Buncis. Cetakan Pertama. Yogyakarta (ID): Penerbit

Kanisius. 65hlm.

[PPVT] Pusat Perlindungan Varietas Tanaman. 2007. Panduan Pengujian Individual Kebaruan, Keunikan, Keseragaman dan Kestabilan. PVT/PPI/20/1 [Puslitbang Hortikultura] Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. 2013.

Budidaya Buncis [internet]. [diakses 2013 Okt 31]. Tersedia pada: http:hortikultura.litbangdeptan.go.id/index.php?bawaan=berita/fullteks_berita &id=315

Purwati E. 1997. Pemuliaan Tanaman Tomat Teknologi Produksi Tomat. Lembang (ID): Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang.

Rubatzky VE, Yamaguchi M. 1997. SayuranDunia 2 Prinsip, Produksi, dan Gizi. Catur Herison, penerjemah; Sofia Niksolihin, editor. Bandung (ID): Penerbit

21 ITB. Terjemahan dari World Vegetable: Principles, Production, And Nutritive Values, Second Edition.

Setianingsih T, Khaerodin. 2002. Pembudidayaan Buncis Tipe Tegak dan Merambat. Jakarta (ID): Penebar Swadaya. 78 hlm.

Suryaningsih. 2008. Pengendalian penyakit sayuran yang ditanam dengan sistem budi daya mosaik pada pertanian periurban. J. Hort. Bandung (ID): 18(2):200– 211.

Syukur MS, Sri S, Rahmi Y. 2012. Teknik Pemuliaan Tanaman. Jakarta (ID): Penebar Swadaya. 300 hlm.

Welsh JR. 1981. Dasar-Dasar Genetika Tanaman. Johanis P, penerjemah. Jakarta (ID): Penerbit Erlangga. Terjemahan dari: Fundamental of Plant Genetic and Breeding.

Wuryaningsih S, Marwoto B, Mintarsih A. 2001. Tanggapan klon harapan krisan pot terhadap media tumbuh tanpa tanah. Balai Penelitian Tanaman Hias, Cianjur. J. Hort. 1(2): 76-85.

22

Lampiran 1 Data curah hujan, hari hujan dan suhu rata-rata daerah Ciawi Bogor

Tanggal

November 2013 Desember 2013 Januari 2014

Suhu rata-rata Curah hujan Suhu rata-rata Curah hujan Suhu rata-rata Curah hujan (oC) (mm) (oC) (mm) (oC) (mm) 1 26.4 - 26.9 19 25.3 - 2 26.6 - 26.1 - 25.8 17 3 26.9 41 25.2 - 25.6 - 4 26.6 - 25.8 3 25.6 - 5 26.4 - 25.6 - 26.4 8 6 26.2 - 26.4 35 25.7 - 7 26.2 36 26.6 40 25.6 - 8 25.7 - 25.7 25 23.5 6 9 27.0 - 25.6 46 26.1 - 10 26.0 14 25.1 73 26.6 - 11 25.1 - 25.4 20 24.9 17 12 25.3 25 25.1 3 23.6 100 13 25.3 63 25.5 14 24.5 27 14 25.2 27 24.5 25 25.4 40 15 25.0 23 26.6 21 24.0 22 16 25.1 14 26.3 46 23.8 23 17 24.4 25 26.2 - 23.4 30 18 26.2 15 26.4 8 24.2 75 19 26.2 - 25.9 45 23.5 41 20 25.9 - 25.9 - 24.0 79 21 26.6 - 25.6 50 22.8 79 22 27.0 - 23.3 20 23.9 20 23 27.4 - 24.3 11 22.7 23 24 27.3 - 25.8 9 24.6 12 25 27.1 11 24.4 - 25.0 - 26 24.3 5 25.4 5 25.0 25 27 26.3 - 25.4 - 24.3 13 28 27.7 - 26.0 - 24.6 18 29 26.6 - 25.0 10 24.3 30 30 28.2 - 25.0 15 24.6 70 31 24.4 - 24.6 18 Jumlah 300 541 792 Rata-rata 26.2 12 HH 25.5 23 HH 24.6 23 HH

Keterangan: Pengukuran Curah Hujan di Pos Hujan Ciawi (-) Tidak ada hujan

(HH) Hari Hujan

23 Lampiran 2 Deskripsi varietas buncis Lebat 3

Asal Tanaman : Introduksi dari Chia Thai Seed Co. Ltd (Thailand) dikembangkan dari varietas bersari bebas menjadi varietas unggul

Golongan : OP (bersari bebas)

Tipe pertumbuhan : Merambat

Umur (setelah tanaman) : - Berbunga : 34 hari

- Awal panen konsumsi : 47 hari - Akhir panen konsumsi : 92 hari Tinggi tanaman : >2 m

Diameter batang : 0.7 cm

Warna batang : Hijau

Bentuk daun : Segitiga-bulat

Warna daun : Hijau

Panjang tangkai daun : 10 cm Ukuran daun (P × D) : 13 × 10 cm Warna mahkota bunga : Putih Jumlah polong per tandan : 4–6 Jumlah biji per polong : 4–8

Warna biji : Putih

Frekuensi panen : 13–17 kali

Berat polong : 10 gram

Hasil per tanaman rata-rata : 1.315 gram, maksimum 2.158 gram Jumlah polong per tanaman : 198

Bentuk penampang polong : Bulat dengan permukaan kulit halus Bentuk ujung polong : Lancip dengan sulur pendek

Warna polong : Hijau keputihan

Ukuran polong (P × D) : 20 × 0.8 cm

Rasa : Manis dan renyah

Tekstur polong : Berserat halus

Berat 1 000 biji : 230

Potensi hasil : 37 ton/ha

Ketahanan terhadap penyakit : Tahan terhadap penyakit layu dan sangat tahan karat daun

Ketahanan terhadap hama : Sangat tahan terhadap penggerek polong Daerah adaptasi : Sesuai untuk dataran rendah sampai tinggi

pada musim kemarau dan penghujan

Sifat unggul : Potensi hasil tinggi, bentuk dan warna polong menarik

24

Lampiran 3 Deskripsi varietas buncis Horti 1

Asal Tanaman : Introduksi kultivar WITSA dari Taiwan dengan nomor galur BPH-1801BR

Tipe pertumbuhan : Merambat/melilit

Warna bunga : Putih

Umur (setelah tanaman) : - Berbunga : 43–46 hari - Awal panen : 52–54 hari - Akhir panen konsumsi : 92 hari Warna polong muda : Hijau

Bentuk penampang : Bulat, masif (tidak berongga), ujung agak melengkung, bekas tangkai putik lurus

Ukuran polong : Panjang 16–18 cm, lebar 0.9 cm

Rasa polong : Manis (4.3 brix)

Jumlah biji per polong : 8–9 biji

Warna biji : Putih

Berat polong : 9.5–10.0 gram

Tekstur polong : Berserat halus (stringless)

Berat 100 biji : 27.7 gram

Potensi hasil : - 17.2–25.3 ton/ha (dipanen 2 minggu sejak mekar bunga)

- 32.7–48.2 ton/ha (dipanen 4 minggu sejak mekar bunga)

Ketahanan terhadap penyakit : Peka terhadap penyakit karat daun dan antraknose

Daerah adaptasi : Sesuai untuk dataran tinggi dan medium pada musim kemarau

25

RIWAYAT HIDUP

Penulis bernama Indah Ratna Virisya, dilahirkan di Serang, Banten pada tanggal 21 September 1992 Penulis merupakan putri pertama dari dua bersaudara dari Bapak Risvriardi Ratman dan Ibu Lili Novita.Tahun 2010 Penulis lulus dari SMA Negeri 1 Kota Serang dan masuk Institut Pertanian Bogor melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI). Penulis diterima di Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian.

Selama menjadi mahasiswi, penulis aktif dalam kegiatan organisasi dan kepanitian.Penulis aktif dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Agronomi (HIMAGRON) pada tahun 2012-2013.Pada tahun 2013 penulis menjabat sebagai Ketua Departemen Pengembangan Masyarakat HIMAGRON.Selain aktif dalam organisasi dan kepanitiaan, penulis pernah menjadi salah satu asisten praktikum Dasar-Dasar Hortikultura untuk mahasiswa angkatan 2012 (AGH 49).

Dokumen terkait