• Tidak ada hasil yang ditemukan

Achadi LE. 2007. Gizi dan Kesehatan Mayarakat Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Almatsier S.2002. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

________ .2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

________. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Alsuhendra. 2005. Sudah banyak konsumsi sayur masih saja kurang darah. [terhubung berkala]. http://halamui.or.id. [2 Februari 2012].

Amrin AP. 2011. Pengetahuan dan sikap gizi, praktek konsumsi susu serta status gizi ibu hamil [skripsi]. Bogor: Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.

Andriani N. 2012. Analisis Asupan Zat Gizi Mikro dan Hubungannya dengan Status Besi Pada Ibu Hamil di Wilayah Bogor [Skripsi]. Bogor:

Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.

Anggraeni AC. 2007. Asuhan Gizi Nutritional Care Process. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Arisman MB. 2007. Gizi dalam daur Kehidupan: Gizi Wanita Hamil. Jakarta: EGC. Hlm 4-25.

Aritonang E. 2010. Kebutuhan Gizi Ibu Hamil. Bogor : IPB Press

Ayoya M, et al. 2006. Determinants of anemia among pregnant women in Mali. Food and Nutrition Bulletin. 27(1): 3-11.

Bakta IM. 2006. Pendekatan terhadap Pasien Anemia. Di dalam: Sudoyo AW, editor. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Barunawati M. 2000. Keragaan konsumsi pangan dan kadar mineral besi (fe) dan seng (zn) dalam serum darah ibu hamil [skripsi]. Bogor : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.

Briawan D. 2008. Efikasi suplementasi besi-multivitamin terhadap perbaikan status besi remaja putri [Disertasi]. Bogor : Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor.

[BKKBN] Badan Koordinasi keluarga Berencana Nasional. 1998. Opini Pembangunan Keluarga Sejahtera. Jakarta : Kantor Menteri Negara Kependudukan/Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional.

[BPS] Biro Pusat Statistik.2011. Statistik Indonesia 2011. Jakarta

Darlina, Hardinsyah. 2003. Faktor resiko anemia di Kota Bogor. Media gizi keluarga. 27(2):34-41.

Darlina. 2003. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia gizi pada ibu hamil [skripsi]. Bogor: Departemen Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

[Depkes] Departemen Kesehatan RI. 1994. Pedoman Pemantauan Wilayah

Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS-KIA). Jakarta: Depkes RI

___________________________.1996. Pedoman Operasional Penanggulangan

Anemia Gizi di Indonesia. Jakarta: Depkes RI.

___________________________.1998. Pedoman Penanggulangan Anemia

Gizi Untuk Remaja Putri dan Wanita Subur. Jakarta: Direktorat Jendral

Pembinaan Kesehatan Masyarakat.

___________________________.2001. Laporan Survei Kesehatan Rumah

Tangga 2004 : studi Tindak Lanjut Ibu Hamil. Jakarta: Depkes RI

___________________________.2003. Program Penanggulangan Anemia Gizi

pada Wanita Usia Subur (WUS). Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat

Ditjen Bina Kesmas.

___________________________.2005. Pedoman Umum Gizi Seimbang. Jakarta: Direktorat Jendral Pembinaan Kesehatan Masyarakat.

___________________________.2008. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar

Indonesia. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan,

Departemen Kesehatan RI.

[Dinkes] Dinas Kesehatan Jawa Barat. 2003. Akselerasi pencapaian visi Jawa Barat menuju IPM 80 Tahun 2008 Melalui pembangunan

Kesehatan. Dinas Kesehatan Jawa Barat.

Effendi YH. 1999. Dampak makanan tambahan multi gizi terhadap status biokimia darah ibu hamil [skripsi]. Bogor: Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Effendi YH, Dewi M. 2009. Patofisiologi Gizi. Bogor : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor

Fatmah B. 2007. Anemia Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Rajawali Pers.

Gibson RS. 2005. Principal of Nutritional Assesment. Ed ke-2. Oxford: Oxford University Press.

Hardiansyah A. 2012. Efek suplementasi multivitamin mineral terhadap kadar hemoglobin dan hematokrit mahasiswi TPB IPB. [Skripsi]. Bogor: Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.

Hardinsyah, Briawan D.1994. Penilaian dan Perencanaan Konsumsi Pangan. Bogor : Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya keluarga. Fakultas Pertanian IPB.

Ipa A. 2010. Status gizi dan pengetahuan ibu hamil tentang pemberian ASI

ekslusif di Kelurahan Maccini Kecamatan Makassar. Media Gizi Pangan. 9 (1):27-32.

Kee. L. 2007. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium dan Diagnostik. Edisi 6. Jakarta: Penertbit Buku Kedokteran EGC.

Khomsan A. 2000. Pangan dan Gizi Untuk Kesehatan. Bogor: Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor

Kusharto CM. 2010. Penilaian Konsumsi Pangan. Diktat. Bogor : Fakultas Ekologi Manusia. Institut Pertanian Bogor.

Mahan LK, Escott-Stump S. 2004. Krause’s Food, Nutrition, and Diet Therapy. (11thed) Philadelphia : Elsevier.

Manuaba IBG. 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta : Arcan

Marcia N et al. 2010. Nutrition Therapy and Pathophysiology second edition. USA : Wadsworth Cengage Learning.

Muslimatun S. 2000. Weekly Supplementation with iron and Vitamin A during Pregnancy Increases Hemoglobin Concentration but Decreases Serum Ferritin Concentration In Indonesia Pregnant Women. Journal Of Nutrition.131-1

Nair KM, Iyengar V. 2009. Iron content, bioavailability and factors affecting iron status of Indians. Indian journal of medical research. 130 (5): 634-645 O’Brien KO, Zavaleta N, Caulfield LE, Yang DX, Abrams SA. 1999. Influence of

prenatal iron and zinc supplement on supplemental iron absorbtion, red blood cell iron incorporation and iron status in pregnant Peruvian women.

Am J Clin Nutr 69 : 509---515.

Permatahati I. 2012. Bioavailabilitas Zat Besi dan Konsumsi Pangan pada Ibu Hamil di Kota Bogor [Skripsi]. Bogor: Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.

Prihananto V, Sulaeman A, Riyadi H, Palupi NHS. 2007. Pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap konsumsi energi dan protein ibu hamil.

Prihatini S, Jahari AB, Sebayang S, Iswidahni. 2009. Gambaran konsumsi makanan dan status anemia ibu hamil sampel penelitian summit (the supplementation with multiple mikronutrients intervention trial) di Lombok.

Penelitian gizi dan makanan. 32(1): 37-44

Probohandojo K. 1989. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta : Departemen Pendidikan dan kebudayaan

Rimbawan, Baliwati YF. 2004. Masalah Pangan dan Gizi. Di dalam : Baliwati YF, Khomsan A & Dwiriani CM, editor. Pengantar Pangan dan Gizi. Jakarta : Penebar Swadaya.

Sanjur D 1982. Social and Cultural Perspective in Nutrition: Engelwood Cliffs: Prentice Hall.

Sayogo S. 2007. Gizi Ibu Hamil. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Sediaoetama AD. 1996. Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi. Jilid II. Jakarta: Dian Rakyat.

Soenarko. 2002. Anemia gizi status kini dan harapan masa datang. [Prosiding] WKNPG 2002

Suhardjo D. 1989. Sosio Budaya Gizi. Bogor : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor.

Supariasa IDN, Bakri B, Fajar I. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta : EGC

Tristiyanti WF. 2006. Faktor-faktor yang mempengaruhi status anemia pada ibu hamil di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor Jawa Barat [skripsi]. Bogor : Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.

UNICEF. 1998. Preventing Iron Defisiency in Women and Children : Background and Consensus on Key Technical Issues and Resource for Advocacy, Planning and Implementing National Programs. Canada : International Nutrition Foundation (INF)

Wijanti RE, Rahmaningtyas I, Widari D. 2012. Hubungan pola makan ibu hamil trimester III dengan kejadian anemia. Tunas-tunas riset kesehatan. 2(2):85-90.

Wijianto. 2002. Dampak Suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap anemia gizi ibu hamil di Kabupaten Banggai Propinsi Sulawesi Tengah [skripsi]. Bogor: Fakultas Ekologi manusia, Institut Pertanian Bogor

Wirakusumah ES. 1998. Perencanaan Menu Anemia Gizi Besi. Jakarta : Trubus Agriwidya.

[WHO] World Health Organization. 2001. Iron Deficiency Anaemia, Assesment,

Prevention, and Control : A guide for programme managers. Geneva :

World Health Organization.

_____________________________. 2005. Worldwide prevalence of anemia in

1993-2005. Geneva : World Health Organization.

[WNPG] Widyakarya Nasional Pangan Gizi. 2004. Ketahanan Pangan dan Gizi di Era Otonomi Daerah dan Globalisasi. Jakarta: LIPI.

Yunita E. 2006. Status anemia ibu hamil dan berat badan lahir serta faktor-faktor yang mempengaruhi di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta [Skripsi]. Bogor : Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Umur Besar_Kel Tk_Pend_Cont Pendptn_Kapita LILA TKP TKFE TKE Kadar_HB

Umur Pearson Correlation

1

Sig. (2-tailed)

Besar_Kel Pearson Correlation .054

1

Sig. (2-tailed) .726

Tk_Pend_Cont Pearson Correlation .072 -.005

1

Sig. (2-tailed) .640 .972

Pendptn_Kapita Pearson Correlation -.273 -.449** .299*

1

Sig. (2-tailed) .069 .002 .046

LILA Pearson Correlation .387** .077 .145 -.264

1 Sig. (2-tailed) .009 .614 .341 .080 TKP Pearson Correlation -.074 -.017 .104 -.011 .016 1 * Sig. (2-tailed) .627 .911 .496 .942 .919

TKFe Pearson Correlation -.015 .063 .151 -.151 .099 .751**

1

Sig. (2-tailed) .921 .683 .321 .323 .518 .000

TKE Pearson Correlation -.122 .004 .176 -.018 .059 .924** .797**

1

Sig. (2-tailed) .423 .980 .249 .908 .700 .000 .000

Kadar_HB Pearson Correlation .073 .128 .263 -.063 .429** -.030 .179 .091

1

Sig. (2-tailed) .634 .402 .081 .683 .003 .844 .239 .552

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Dokumen terkait