• Tidak ada hasil yang ditemukan

INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR

DAFTAR PUSTAKA

Afrianti UR. 2007. Kajian Etnobotani dan Aspek Konservasi Sengkubak (Pycnarrhena cauliflora (Miers.) Diels.) di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat [Tesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Aliadi A, HS Roemantyo. 1994. Kaitan Pengobatan Tradisional dengan Pemanfaatan Tumbuhan Obat dalam Zuhud,E.A.M. dan Haryanto (eds.). Pelestarian Pemanfaatan Keanekaragaman Tumbuhan Obat Hutan Tropika Indonesia. Bogor: Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan IPB – Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN).

Alsuhendra. 2004. Daya Anti-aterosklerosis Zn-turunan Klorofil dari Daun Singkong (Manihot esculenta Crantz) pada Kelinci Percobaan [disertasi]. Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor.

Ansaka D. 2006. Kearifan masyarakat adat dalam tradisi konservasi di Cagar Alam Cyclops [Tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Arafah D. 2005. Studi Potensi Tumbuhan Berguna di Kawasan Taman Nasional Bali Barat [Skripsi]. Bogor: Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB.

Aswatini, Noveria M dan Fitranita. 2008. Konsumsi Sayur dan Buah di Masyarakat dalam Konteks Pemenuhan Gizi Seimbang. Jurnal Kependudukan Indonesia, Vol. III, No. 2, 2008.

Badan Bimas Ketahanan Pangan. 2004. Model Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan. Jakarta : Departemen Pertanian.

Basrin F, Nasser A. 2012. Studi Pemanfaatan Buah Sukun Sebagai Bahan Tepung dan Aplikasinya dalam Pembuatan Roti Tawar. www. isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/42125260_0216-7530.pdf (Download: 11 Januari 2013)

Bendang S. 2012. Mewujudkan Kedaulatan Pangan. www.spi.or.id (Download: 15 Juli 2012)

Dephut. 2007. Identifikasi Desa dalam Kawasan Hutan 2007. Jakarta: Kerjasama Pusat Rencana dan Statistik Departemen Kehutanan dan Direktorat Statistik Pertanian Badan Pusat Statistik.

Fakhrozi I. 2009. Etnobotani masyarakat Suku Melayu Tradisional di Sekitar Taman Nasional Bukit Tigapuluh (studi kasus di Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau) [Skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

50 Fakhrurrozi Y. 2011. Studi Etnobiologi, Etnoteknologi dan Pemanfaatan Kekuak

(Xenosiphon sp.) oleh Masyarakat di Kepulauan Bangka-Belitung [Thesis]. Bogor : Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Hamidu H. 2009. Kajian Etnobotani Suku Buton (Kasus Masyarakat Sekitar Hutan Lambusango Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara) [Skripsi]. Bogor : Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Handayani A. 2010. Etnobotani masyarakat sekitar Kawasan Cagar Alam Gunung Simpang (Studi Kasus di Desa Balegeede, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat) [Skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Hariyadi P. 2010. Mewujudkan Keamanan Pangan Produk-Produk Unggulan Daerah. Prosiding Seminar Nasional 2010. "Peran Keamanan Pangan Produk Unggulan Daerah dalam Menunjang Ketahanan Pangan dan Menekan Laju Inflasi" Purwokerto 8-9 Oktober 2010.

Hasibuan MAS. 2011. Etnobotani Masyarakat Suku Angkola (Studi kasus di Desa Padang Bujur sekitar Cagar Alam Dolok Sibual-buali, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara) [Skripsi]. Bogor. Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Heyne K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia jilid I-IV. Jakarta: Yayasan Sarana Wana Jaya.

Hidayat S. 2009. Kajian Etnobotani Masyarakat Kampung Adat Dukuh Kabupaten Garut, Jawa Barat [Skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Kartikawati SM. 2004. Pemanfaatan Sumberdaya Tumbuhan oleh Masyarakat Dayak Meratus di Kawasan Hutan Pengunungan Meratus, Kabupaten Hulu Sungai tengah [Thesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana IPB.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 0584/MENKES/SK/VI Tentang Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Keraf AS. 2002. Etika Lingkungan. Jakarta: kompas.

Krisnawati A. 2010. Keragaman Genetik dan Potensi Pengembangan Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian,

29 (3), 2010.

Manullang M, Yohani V. 1995. Ekstraksi dan Analisis Polisakarida Buah Sukun (Artocarpus altilis). Bul. Tek. Dan Industri Pangan, Vol. VI No.3 Th. 1995.

Marwanti. 1997. Menanamkan Kebiasaan Mengkonsumsi Makanan Tradisional Sebagai Aset Budaya dan Wisata Boga. Jurnal Cakrawala Pendidikan, No.02 Tahun XVI, Juni 1997. Hal: 95-101.

51 Masruroh S. 2004. Analisis Kandungan Antioksidan Alami Jamu Galohgor

(Produk Jamu untuk Kesehatan Ibu Nifas dan Menyusui dari Desa Sukajadi, Tamansari, Bogor) [Skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Insitut Pertanian Bogor.

Metananda AA. 2012. Etnobotani Pangan dan Obat Masyarakat Sekitar Taman Nasional Gunung Rinjani (Studi Kasus Pada Suku Sasak di Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat)[skripsi]. Bogor : Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Muchtadi D. 2004. Komponen Bioaktif dalam Pangan Fungsional. Majalah GizMindo Vol.3 No. 7 Januari 2004.

Prihtiyani E. 2012. 59 Persen Penduduk Indonesia Minum Jamu.http://health.kompas.com (download : 28 Oktober 2012).

Primack RB, J Supriatna, JM Indrawan dan P Kramadibrata. 1998. Biologi Konservasi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Pulunggono HB. 1999. Ethnobotany of people live in Amarasi of Kupang, Maulo, and Amariti of South Central Timor, West Timor, Indonesia. Media Konservasi 6 (1): 21-35.

Purnawan B I. 2006. Inventarisasi Keanekaragaman Jenis Tumbuhan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [skripsi]. Bogor: Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Kehutanan IPB.

Purwono, Purnamawati H. 2007. Budidaya 8 Jenis Tanaman Pangan Unggul. Jakarta: Penebar Swadaya.

Puspitawati H, Fahmi SA. 2008. Analisis Pembagian Peran gender Pada Keluarga Petani (Gender Role Analysis on Farmer Families). Publikasi Artikel Ilmiah Vol. 1 No.2, Agustus 2008.

Rahayu RNS. 2012. Pemanfaatan Keanekaragaman Tumbuhan Oleh Masyarakat Di Sekitar Kawasan Taman Hutan Raya K.G.P.A.A Mangkunagoro I (Studi Kasus di Dukuh Sukuh dan Dukuh Gondangrejo, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar) [Skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Rona. 2011. Kajian Pengembangan Kampung Konservasi Tumbuhan Pangan dan Obat Keluarga : Studi Kasus di Kampung Cigeurut, Desa Cipakem, Maleber, Kuningan, Jawa Barat [Skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Roosita K, Kusharto CM, Sekiyama M dan Ohtsuka R. 2006. Penggunaan Tanaman Obat oleh Pengobat Tradisional di Desa Sukajadi Wilayah Hutan Wisata Curug Nangka, Bogor. Jurnal Media Gizi dan Keluarga 30(1), 2006: 77-87. Bogor.

52 Sunarti S, Rugayah dan Djarwaningsih T. 2007. Tumbuhan Berpotensi Bahan

Pangan di Daerah Cagar Alam Tangale. Jurnal Biodiversitas 8(2), 2007 : 88-91. Bogor.

Suryanti V, Marliana SD dan Kristinawati D. 2005. Komponen Kimia Buah Pare

Belut (Trichosanthes anguina L.). J.Alchemy, Vol.4, No.2 (September

2005), 28-34.

Suwardi. 2008. Permasalahan Pengembangan Pangan dan Bioenergi di Indonesia dan Beberapa Alternatif Pemecahannya.Prosiding “Semiloka Nasional”

Bogor 22·23 Desember 2008.

Suwena M. 2006. Bioprospeksi Tumbuhan Liar Edibel dalam Kehidupan Masyarakat di Sekitar Kawasan Hutan Gunung Salak [Disertasi]. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Swastika DKS. 2011. Membangun Kemandirian Dan Kedaulatan Pangan Untuk

Mengentaskan Petani Dari Kemiskinan. Jurnal Pengembangan Inovasi

Pertanian 4(2), 2011: 103-117. Bogor.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1996 Tentang Pangan.

Warisno. 2004. Mudah dan Praktis Membuat Nata de Coco. Jakarta: Media Pustaka.

Zuhud EAM, Haryanto. 1991. Pelestarian Pemanfaatan Tumbuhan Obat dari Hutan Tropis Indonesia (Prosiding). Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Zuhud EAM, Ekarelawan, Riswan S. 1994. Hutan Tropika Indonesia sebagai Sumber Keanekaragaman Plasma Nutfah Tumbuhan Obat dalam Zuhud EAM dan Haryanto.Pelestarian Pemanfaatan Keanekaragaman Tumbuhan Obat Hutan Tropika Indonesia. Bogor : Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Institut Pertanian Bogor.

Zuhud EAM, Siswoyo, Sandra E, Soekmadi R, Adhiyanto E. 2004. Penyusunan rancangan berupa tumbuhan di kabupaten Sintang kerjasama Fakultas Kehutanan IPB dengan Bappeda kabupaten Sintang. Bogor: IPB Press. Zuhud EAM. 2012. Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Pengembangan

Kampung Konservasi Biodiversitas. Diskusi Panel “Pemanfaatan Biodiversitas Indonesia, Berbasis Kelestarian untuk Sebesar-besarnya Kesejahteraan Masyarakat” Jakarta Juli 2012

PEMANFAATAN TUMBUHAN PANGAN DAN OBAT

OLEH MASYARAKAT KAMPUNG SINARWANGI

DI SEKITAR HUTAN GUNUNG SALAK

KABUPATEN BOGOR

SRI RAHAYU

DEPARTEMEN

KONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN DAN EKOWISATA

FAKULTAS KEHUTANAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

RINGKASAN

SRI RAHAYU. Pemanfaatan Tumbuhan Pangan dan Obat Oleh Masyarakat Kampung Sinarwangi di Sekitar Hutan Gunung Salak, Kabupaten Bogor. Dibimbing oleh ERVIZAL A. M. ZUHUD dan AGUS HIKMAT.

Kebutuhan pangan dan obat selalu meningkat. Pemenuhan kebutuhan tersebut dapat terpenuhi karena adanya pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang ada. Banyak spesies tumbuhan memiliki kandungan gizi dan kandungan- kandungan yang merupakan unsur penting bagi kesehatan dan bahan obat yang perlu digali. Kampung Sinarwangi merupakan salah satu kampung di sekitar kaki Gunung Salak, Bogor. Masyarakat Kampung Sinarwangi memanfaatkan tumbuhan pangan dan obat secara langsung. Pemanfaatan tumbuhan yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Sinarwangi erat kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan pangan dan kesehatan dalam kehidupan keseharian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkaji keanekaragaman tumbuhan pangan dan obat serta praktek konservasi masyarakat Kampung Sinarwangi dalam memanfaatkan tumbuhan pangan dan obat. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2012 di Kampung Sinarwangi dengan menggunakan teknik wawancara dengan pemilihan responden secara

purposive sampling sebanyak 30 responden.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa teridentifikasi sebanyak 79 spesies dari 40 famili sebagai tumbuhan pangan dan 89 spesies dari 47 famili sebagai tumbuhan obat dengan berbagai habitus. Tumbuhan pangan yang dimanfaatkan didominasi oleh Cucurbitaceae sebanyak 8 spesies. Famili Cucurbitaceae atau labu-labuan ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dan menjadi komoditas utama dalam memenuhi kebutuhan pangan. Habitus tumbuhan pangan sebagian besar yaitu habitus pohon sebanyak 30 spesies. Tumbuhan obat yang dimanfaatkan didominasi oleh Zingiberaceae dan Fabaceae sebanyak 8 spesies. Habitus tumbuhan obat tertinggi sebanyak 38% (34 spesies) habitus herba. Pengetahuan pemanfaatan tumbuhan pangan dan obat sebagian besar berasal dari turun temurun.

Kesimpulan dari penelitian ini yaitu masyarakat Kampung Sinarwangi banyak memanfaatkan tumbuhan untuk bahan pangan dan obat. Praktek konservasi berupa kegiatan upaya konservasi tumbuhan, kegiatan budidaya tumbuhan dan penggunaan lahan. Penggunaan lahan di Kampung Sinarwangi meliputi lahan untuk rumah, kebun, sawah dan hutan.

SUMMARY

SRI RAHAYU. The Utilization of Edible and Medicinal Plants by Sinarwangi Village Community Around Around Mount Salak Forest, Bogor Regency. Under supervision of ERVIZAL A. M. ZUHUD and AGUS HIKMAT.

The needs of food and medicine always increase. The fulfillment of these needs can be met by the utilization of natural resources. Many plant species contains nutrients and essential contents for health and medicinal materials that needs to be explored. Sinarwangi Village is a village around the food of Mount Salak, Bogor. Community of Sinarwangi Village utilize food and medicinal plants directly. Plant untilization which is done by Sinarwangi Village community was closely related to food and health needs in their daily life. The aim of this study is to identify and asses the diversity of food and medicinal plants, also conservation practices in Sinarwangi Village on the utilization of food and medicinal plants. This study was conducted on Mey until June 2012 at Sinarwangi Village by using interviews with a purposive sampling respondent selection as much as 30 respondents.

The result of this study showed that there are 79 species from 40 family food plants and 89 species from 47 family identified as medicinal plants from various kind of habitus. The utilization of food plants was dominated by Cucurbitaceae as much as 8 species. Cucurbitaceae family was the main comodity to fulfill the needs of food. The habitus of food plants was mostly tree habitus as much as 30 species. The utilization of medicinal plants was dominated by Zingiberaceae and Fabaceae as much as 8 species. The highest habitus of medicinal plants was herbs habitus as much as 34 species (38%). The knowledge of food and medicinal plants utilization was mostly come from hereditary.

The conclusion of this study is that community of Sinarwangi Village utilized plants for food and medicine. Conservation practices such as plant conservation activity, plant cultivation activity and land use. Use of land in Sinarwangi Village includes land use for residential, gardens, fields and forest. Keyword : Edible plants, medicine, conservation, purposive sampling

PEMANFAATAN TUMBUHAN PANGAN DAN OBAT

OLEH MASYARAKAT KAMPUNG SINARWANGI

DI SEKITAR HUTAN GUNUNG SALAK

KABUPATEN BOGOR

SRI RAHAYU

SKRIPSI

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kehutanan pada Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor

DEPARTEMEN

KONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN DAN EKOWISATA

FAKULTAS KEHUTANAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

Judul Skripsi : Pemanfaatan Tumbuhan Pangan dan Obat Oleh Masyarakat Kampung Sinarwangi di Sekitar Hutan Gunung Salak, Kabupaten Bogor

Nama : Sri Rahayu NIM : E34080028

Menyetujui

Pembimbing I, Pembimbing II,

Prof. Dr. Ir. Ervizal A.M. Zuhud, MS. Dr. Ir. Agus Hikmat, M.Sc.F. NIP . 19590618 198503 1 003 NIP . 19620918 198903 1 002

Mengetahui

Ketua Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor,

Prof. Dr. Ir. Sambas Basuni, MS. NIP. 19580915 198403 1 003

Dokumen terkait