• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ambarwati DVS. 2008. Studi biologi reproduksi ikan layur (superfamili Trichiuroidea) di Perairan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Boer M, Aziz KA. 2007. Rancangan pengambilan contoh upaya tangkapan dan hasil tangkap untuk pengkajian stok ikan. Jurnal Ilmu-ilmu Perairan danPerikanan Indonesia. 14 (1): 67-71

Boer M. 1996. Pendugaan koefisien pertumbuhan (L∞, K, t0) berdasarkan data

frekuensi panjang. Jurnal Ilmu-ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia 4(1): 75-84.

Chakravarty MS, Pavani B, Ganesh PRC. 2012. Length-weight relationship of Ribbonfishes: Trichiurus lepturus (Linnaeus, 1758) and Lepturacanthus savala (Cuvier, 1829) from Visakhapatnam coast. Marine Biological Association of India 54 (2) : 99-101.

Chakravarty MS, Pavani B, Ganesh PRC. 2013. Gonado-somatic index and fecundity studies in two species of ribbon fishes, Trichiurus lepturus (Linnaeus, 1758) and Lepturacanthus savala (Cuvier, 1829) off Visakhapatnam, east coast of India. Indian Journal Fish 60 (2) : 162-165. [DKP] Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pandeglang. 2013. Statistik

Perikanan Tangkap Kabupaten Pandeglang Tahun 2006-2013. (Draft tahun 2013).

Effendie MI. 1979. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara. Yogyakarta Effendie MI. 2002. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara. Yogyakarta.

163 hlm.

Fofandi MD. 2012. Population dynamics and fishery of ribbonfish (Trichiurus Lepturus) of Sanrastra Coast. Open Access scientific Report 1(3): 189. Hajjej G, Hattour A, Allaya H, Jarboui O, Bouanin A. 2010. Biology of little tunny

25 Mediterranean Sea). Revista de Biología Marina y Oceanografía. 45 (5):399- 406.

Harjanti R, Pramonowibowo, Hapsari TD. 2012. Analisis musim penangkapan dan tingkat pemanfaatan ikan layur (Trichiurus Sp) Di Perairan Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology 1 (1) : 55-66

King M. 1995. Fisheries biology, assessment, and management. Fishing News Books. London, USA. 341 hlm.

Kudale SR, Jadhavi, Rathod JL. 2014. Length frequency, length-weight and relative condition factor of ribbonfish, Lepturacanthus savala (Cuvier, 1829) from Karwar Waters, Karnataka State. IOSR Journal of Environmental Science, Toxicology and Food Technology 8 (5) : 25-31.

Lelono TD. 2007. Dinamika populasi dan biologi ikan lemuru (Sardinella lemuru) yang tertangkap dengan purse seine di Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi Trenggalek. Prosiding Seminar Nasional Tahunan IV Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan 28 Juli 2007, Yogyakarta. Indonesia. Jurusan Perikanan dan Kelautan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Indonesia. Pakhmode PK, Mohite SA, Naik SD, Mohite AS. 2013. Length frequency analysis

and length-weight relationship of ribbonfish, Lepturacanthus savala (Cuvier, 1829) off Ratnagiri coast, Maharashtra. International Journal of Fisheries and Aquatic Studies 1 (2) : 25-30.

Pauly D. 1984. Fish population dynamics in tropical waters : a manual for use with programmable calculators. ICLARM. Manila. Filipina. 325 hlm.

Rizvi AF, Deshmukh VD, Chakraborty K. 2005. Estimation of mortality rates, exploitation rates and ratios of Lepturacanthus savala (Cuvier) and Eupleurogrammus muticus (Gray). Indian Jurnal Of Fisheries 52(1) : 93-98. Deshmukh V.D., Rizvi A.F. and Chakraborty K. 2010. Stock assessment of Lepturacanthus savala (Cuvier, 1829) along north-west sector of Mumbai coast in Arabian Sea. Indian Jurnal Of Fisheries 57(2) : 1-6.

Rizvi AF, Deshmukh VD, Chakraborty K. 2010. Stock assessment of Lepturacanthus savala (Cuvier, 1829) along north-west sector of Mumbai coast in Arabian Sea. Indian Jurnal Of Fisheries 57(2) : 1-6.

Rizvi AF, Deshmukh VD, Chakraborty SK. 2012. Comparison of condition factor of the ribbonfish Lepturacanthus savala (Cuvier 1829) and Eupleurogrammus muticus (Gray 1832) from Mumbai Coast. Marine Biological Association of India 54 (1) : 26-29.

Sari FW. 2008. Studi kebiasan makan ikan layur (superfamili Trichiuroidea) di Perairan Teluk Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Sharif A. 2009. Studi dinamika stok ikan layur (Lepturacanthus Savala) di Teluk Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Sholeh FR. 2012. Pengelolaan sumber daya ikan layur (Lepturacanthus Savala, Cuvier 1829) di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. Sparre P, Venema SC. 1999. Introduksi Pengkajian Stok Ikan Tropis Buku e- manual (Edisi Terjemahan). Kerjasama Organisasi Pangan, Perserikatan

26

Bangsa-Bangsa dengan Pusat Penelitiaan dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta. 438 hlm.

Syamsiyah NN. 2010. Studi dinamika stok ikan biji nangka (Upeneus sulphureus Cuvier, 1829) di Perairan Utara Jawa yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur [skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Tabassum S, Elahi N, Baloch WA. 2013. Comparison of condition factor of the ribbonfish Trichiurus Lepturus (Linnaeus 1758) and Lepturacanthus savala (Civier 1829) from Karachi Coast, Pakistan. Sindh University Research Journal (Science Series) 45 (4) : 657-660.

Udupa KS. 1896. Statistical method of estimating the size at first maturity of fishes. Fishbyte. 4 (2):8-10.

Walpole RE. 1993. Pengantar Statistika. PT Gramedia Pustaka Umum. Jakarta. 515 hlm.

Wardani WA. 2010. Analisis ketidakpastian hasil tangkapan ikan layur (Lepturacanthus Savala) di TPI Cilauteureun, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Widiyanto NI. 2008. Kajian pola pertumbuhan dan ciri morfometrik-meristik beberapa spesies ikan layur (superfamili Trichiuroidea) di Perairan Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor

27

LAMPIRAN

Lampiran 1 Penentuans mortalitas total (Z)

Berdasarkan persamaan tangkap atau persamaan Baranov (Baranov 1918 in Sparre dan Venema 1999), tangkapan antara waktu t1 dan t2 sama dengan:

C(t1,t2) = F

Z (N(t1) - N(t2)) (1.1)

N (t1) adalah banyaknya ikan pada saat t1, N(t2) adalah banyaknya ikan pada saat t2,

F adalah mortalitas penangkapan, dan Z adalah mortalitas total. Fraksi ikan yang mati akibat penangkapan, FZ disebut laju eksploitasi. Oleh karena

N(t2) = N(t1) e-Z(t2 - t1) (1.2)

Persamaan Baranov di atas dapat ditulis menjadi: C((t1,t2)) = N (t1) F Z (1 - e -Z(t1 - t2) ) (1.3) N (t1) = N(Tr) e-Z(t1 - Tr) (1.4) Sehingga C((t1,t2)) = N(Tr) e-Z(t1 - Tr)F Z (1 - e -Z(t1 - t2) ) (1.5)

N (Tr) adalah rekrutmen. Selanjutnya dengan menggunakan logaritma di

kiri dan kanan persamaan (1.5) diperoleh:

lnC(t1,t2) = d - Zt1 + ln(1 - e-Z(t2 - t1) ) (1.6)

d = lnN (Tr) + ZTr + ln F

Z (1.7)

Jika t2 - t1 = t3 - t2 = ... = suatu konstanta dengan satuan waktu diperoleh

konstanta baru

g = d + ln(1 - e-Z(t2 - t1) ) (1.8)

sehingga persamaan (1.8) dapat ditulis menjadi:

lnC(t1,t2) = g - Zt1 (1.9)

atau

28

Menurut Van Sickle (1977) in Sparre dan Venema (1999) cara lain dapat ditempuh untuk menyelesaikan (1.6) melalui

ln(1 - e-x) ≈ ln(X) - � (1.11)

untuk X yang bernilai kecil (X<1.0), sehingga ln(1 - e-Z(t2 - t1))= ln Z(t

2 - t1) - Z t − t (1.12)

dan persamaan (1.6) dapat ditulis

lnC(t1,t2)t2 - t1 = h - Zt1- Z(t2 - t1) (1.13)

atau

ln C t,t+Δt

Δt = h - Z(t + Δt) (1.14)

selanjutnya, bentuk konversi data panjang menjadi data umur dengan menggunakan persamaan Von Bertalanffy

t(L) = t0-( ln (1-L∞)) (1.15)

Notasi tangkapan C(t1,t2) dapat diubah menjadi C(L1,L2) atau C(t,t+Δt) = C (L1,L2) (1.16) dan Δt = t(L2) - t(L1) = ( ln (L∞−L L∞−L )) (1.17)

Bagian (t + Δ�) pada persamaan (1.14) dapat dikonversi kedalam notasi L1 dan

L2 sehingga t(L1) + Δt) ≈ (L +L ) = t0-( ln (1-L +L L∞ )) (1.18) sehingga ln C L ,L Δt L ,L = h - Z t ( L +L ) (1.19)

yang membentuk persamaan linear dengan y = lnC(L1,L2)Δt(L1,L2) sebagai ordinat dan x = (L1+ L2)2) sebagai absis, dengan koefisien kemiringan persamaan (1.19) yaitu Z.

29 Lampiran 2 Hubungan panjang dan bobot ikan layur

1. Ikan Betina

Berdasarkan data panjang dan bobot ikan layur betina selama pengambilan contoh diperoleh statistik sebagai berikut.

Parameter Nilai b 2,6531 sb 0,1055 thit 3,2887 ttab(α=0,05) 2,2627 H0: b=3 H1: b≠3

Pada taraf nyata 5% hipotesis yang menyatakan koefisien b sama dengan 3 (tiga) tidak dapat diterima, dengan demikian pertumbuhan ikan layur betina mengikuti pola allometrik negatif.

2. Ikan Jantan

Berdasarkan data panjang dan bobot ikan layur betina selama pengambilan contoh diperoleh statistik sebagai berikut.

Parameter Nilai b 2,6614 sb 0,0833 thit 4,0657 ttab (α=0,05) 2,2516 H0: b=3 H1: b≠3

Pada taraf nyata 5% hipotesis yang menyatakan koefisien b sama dengan 3 (tiga) tidak dapat diterima, dengan demikian pertumbuhan ikan layur jantan mengikuti pola allometrik negatif.

Lampiran 3 Sebaran frekuensi ikan layur

SK BK TK Frekuensi

Betina Jantan Total

232-269 231,5-269,5 250,5 3 3 6 270-307 269,5-307,5 288,5 1 3 4 308-345 307,5-345,5 326,5 6 26 32 346-383 345,5-383,5 364,5 10 32 42 384-421 383,5-421,5 402,5 14 22 36 422-459 421,5-459,5 440,5 18 34 52 460-497 459,5-497,5 478,5 25 55 80 498-535 497,5-535,5 516,5 31 76 107 536-573 535,5-573,5 554,5 34 54 88 574-611 573,5-611,5 592,5 16 24 40 612-649 611,5-649,5 630,5 4 7 11

30

Lampiran 4 Tingkat kematangan gonad ikan layur

1 Betina

Pengambilan contoh TKG Total FR (%)

I II III IV I II III IV

Dokumen terkait