• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anggorodi. 1990. Ilmu Makanan Ternak Umum. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Anonim 1986, Limbah Tanaman Jagung untuk Meningkatkan Produksi Ternak. Harian

Pelita, Jakarta.

. 2012. Jamur Penghasil Enzim. http://wulan-berbagi-ilmu.blogspot.com /2012/01/jamur-penghasil-enzim.html. Diakses Tanggal 25 Oktober 2013.

. 2013. Makalah Bioteknologi, Pengertian dan Contoh Bioteknologi

Konvensional dan Modern.

http://drzpost.com/reading-362-Makalah-Bioteknologi-Pengertian-dan-Contoh-Bioteknologi-Konvensional-dan-Modern. html. Diakses Tanggal 25 Februari 2013.

Badan Pusat Statistika. 2012. Luas Panen dan Produksi Tanaman Palawija Menurut Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan.

Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia, 2006. Limbah tanaman sebagai pakan ruminansia, Jakarta.

Djuned. H., M. Wiradisastra., T. Usri., T. Aisjah., dan A. Rochana. 1980. Tanaman Makanan Ternak. Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran, Bandung.

Enari, T.M. 1983. Microbial cellulase. In: Microbial Enzymes and Biotechnology. W.N. FOGARTY (Ed.). Applied Science Publisher, New York. Fardiaz, S. 1989. Fisiologi Fermentasi. PAU IPB. Bogor.

Fardiaz, S.1989. Fisiologi Fermentasi. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Fati, N. 1997. Pengaruh Penggunaan Dedak Padi yang Difermentasi dengan Galur Trichoderma Terseleksi terhadap Perfomans Ayam Broiler. Program Pascasarjana Universitas Andalas. Padang.

34

Gervais P. 2008. Water relations in solid state fermentation. In: Pandey A, C.R. Soccol, C. Larroche, editor. Current Developments in Solid-State Fermentation. Asiatech Publisher Inc. New Delhi.

Ginting, S. P dan R, Krisnan. 2002. Petunjuk Teknis Teknologi Pemanfaatan Pakan Berbahan Limbah Hortikultura Untuk Ternak Kambing. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Loka Penelitian Kambing Potong. Sumatra Utara. Haddadin, M.S.Y., J. Haddadin, O.I. Arabiyat and B. Hattar. 2009. Biological

conversion of olive pomace into compost by using Trichoderma harzianum and Phanerochaete chrysosporium. Bioresour. Technol. 100:4773–4782

Hardjodinomo. 1982. Bertanam Jagung. Penerbit Bina Cipta, Bandung.

Hardjo, S., N. S. Indrasti, dan T. Bantacut. 1989. Biokonversi Pemanfaatan Limbah Industri Pertanian. PAU Pangan dan Gizi IPB. Bogor.

Harman. G. E, Howell., C. R. Viterbo., I. Chet., dan M. Lorito. 2004. Tricodherma species_Opportunistic, Avirulent Plant Symbionts. Nature Review Microbiology Volume 2. www.nature.com.

Hartadi, H., S. Reksohadiprodjo., S. Lebdosoekojo., A. D. Tillman., L. C. Kearl., and L. E. Harris. 1987. Tables of Feed Composition For Indonesi. IFI Utah Agric. Etp. Station Utah State Univ. Logan, Utah.

Hasan, S. dan A. Amril. 1991. Pemanfaatan Limbah Pertanian. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar.

Huitema, H. 1986. Peternakan Daerah Tropis : Arti Ekonomi dan Kemampuannya. Yayasan Obor Indonesia dan PT. Gramedia, Jakarta.

Kartadisastra, H. R. 1997. Penyediaan dan Pengelolaan Pakan Ternak Ruminansia. Kanisius. Yogyakarta.

Kuhad, R.C., A. Singh, K.K. Triphati, R.K. Saxena, dan K. Eriksson. 1997. Mikroorganisms as Alternative Source Prorein. Nutr. Rev 55, 65-75.

35

Mandels, M. 1957. Induction of Cellulose in Trichoderma viride as Influenced by Carbon Sources and Metals. J. Bacteriol. 73 : 269

Minson, D. J dan M. N. Mc Leod. 1972. The In vitro Technique its Modification for Estimating Digestibility the Dry Matter Digestibility In vivo of Grass and Legume. Anim. Sci. and Tech.

Mulyaningsih, N. A., R. Wiryasasmita., D. R. Permana dan T. Basuki. 1987. Kecernaan in vitro silase jerami jagung dengan penambahan tepung jagung. Proc. Biocenvertion Project 2nd Workshop on Crop. Residue For Feed and Other Purposes, Grati.

Niken, 2009. Mengenal Lebih Jelas Trichoderma sp. http://ayya.multiply.com/journal. Diakses tanggal 9 Maret 2009.

Nuur, M. M. 2004. Pengaruh Fermentasi Enceng Gondok (Eichornia crassipes) dengan Trichoderma harzianum terhadap kadar protein kasar dan serat kasar. Universitas Muhammadiyah Malang.

Pederson, C. 1971. Microbiology of Food Fermentation. The AVI Publ. Co., Westport. Connecticut.

Poesponegoro, M. 1976. Fermentasi Substrat Padat. Laporan Ceramah Ilmiah Nasional. Lembaga Kimia Nasional LIPI.

Rahman, A., 1992. Teknologi Fermentasi Industrial. Penerbit Arcan. Jakarta Ramada, A., 2008. Pupuk Biologis Trichoderma. http://organicindonesianvanilla. blogspot.com/2008/01/pupuk-biologis-trichoderma.html.

Rangkuti, M. 1987. Meningkatkan pemakaian jerami padi sebagai pakan ternak ruminansia dengan suplementasi. Proc. Biocenvertion Project 2nd Workshop on Crop. Residues For Feed and Other Purposes, Grati.

Rukhmani, S. 2005. peningkatan nilai gizi bahan pakan dari limbah pertanian melalui fermentasi. Prosiding Lokakarya Nasional Potensi dan Peluang Pengembangan Usaha Agrobisnis Kelinci. Balai Penelitian Ternak, Bogor.

36

Salma, S. dan L. Gunarto. 1996. Aktivitas isolat trichoderma harzianum dalam perombakan selulosa. Jurnal Penelitian Tanaman Pangan. 1(15):43-47

Saono, S. 1976. Pemanfaatan jasad renik dalam pengolahan hasil sampingan atau sisa- sisa produk pertanian. Berita IPTEK, Jakarta.

Schellart JA. 1975. Fungal Protein from Corn waste Effiuens. Wageningen: Veenman H and BS Zone D.

Subandi, S. dan M. A. Widjono. 1988. Jagung. Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor.

Suprapto, H. S. 1992. Bertanam Jagung. Penebar Swadaya, Jakarta.

Susanti, D. 2006. Seleksi Dan Produk Enzim Selulase Oleh Kapang Selulolik Menggunakan Tongkol Jagung Pada Pakan Ternak. Tesis. Pascasarjana Universitas Andalas, Padang.

Tami, D., S, A. Latief dan J. Rahman. 1997. Penggunaan trichoderma harzianum dalam fermentasi ampas tahu dan pemanfaatannya dalam ransum ayam pedaging. Prosiding Seminar Ilmu-Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, IPB Bogor.

Tangdilintin, F. K. 1992. Estimasi Daya Cerna Makanan pada Ternak Ruminansia dengan Metode In Vitro. BIPP. Vol 1 (3) : 37-53.

Tangendjaja, B. dan Gunawan. 1988. Jagung dan Limbahnya untuk Makanan Ternak Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor.

Tilley, J. M. A. dan R. A. Terry. 1963. A Two Stage Technique for the In vitro Digestion of Forage Crops. J. Brit. Grassland Sci. 18:104-111.

Tillman, A. D., H. Hartadi., S. Reksohadiprodjo., S. Prawirokusumo dan S. Lebdosukodjo. 1989. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

37

Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo, S. Prawiro Kusuma, dan S. Lebdosoekoekojo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Volk, T. J. 2004. Tom Volk's Fungus of the Month for November 2004. University of Wisconsin-La Crosse.

Widyawati dan Slamet. 2005. Pengaruh dosis pemupukan kompos ampas teh terhadap produksi jerami jagung manis (zea mays saccharata). J. Pengembangan Peternakan Tropis. Vol. 30 (1) : 47-52.

Winarno, F.G. 1980. Bahan Pangan Terfermentasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pangan, IPB, Bogor.

Winarno, F. G. dan S. Fardiaz. 1989. Mikrobiologi Pangan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi PAU Pangan dan Gizi IPB. Yuwono, SD. 2002. Penerapan life cycle assessment pada pemanfaatan limbah

38

39

Lampiran 1. Rataan kecernaan Bahan Kering (%) pada jerami jagung yang diinokulasi dengan Trchoderma sp. pada lama inkubasi yang berbeda

Keterangan : Superscript yang berbeda pada baris yang sama menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0.05) Ulangan Perlakuan P0 P1 P2 P3 1 40.89 40.94 41.07 35.37 2 40.25 39.40 41.90 36.12 3 40.56 39.98 41.40 36.49 jumlah 121.70 120.32 124.37 107.98 rata-rata 40.57bc 40.11b 41.46c 35.99a

Tests of Between-Subjects Effects

Dokumen terkait