Adibroto TA, Purwanta W, Oktivia R, Erowati DA, Suryanto F, Sudaryono, Nugroho R, Hartaya, Rini SD. 2011. Iptek untuk Adaptasi Perubahan Iklim. Edisi Pertama. Penerbit Dewan Riset Nasional. Jakarta. 130 hal.
Alnopri. 2004. Variabilitas genetik dan heritabilitas sifat-sifat pertumbuhan bibit tujuh genotipe kopi robusta-arabika. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia 6(2): 91-96.
Badan Pusat Statistik. 2001. Statistik Indonesia 2000. [Internet]. [diunduh 02 September 2012]. Tersedia pada: http://www.bps.go.id.
Daradjat AA, Silitonga S dan Nafisah. 2009. Ketersediaan Plasma Nutfah untuk Perbaikan Varietas Padi. [Internet]. [diunduh 01 September 2012]. Tersedia pada: http://bbpadi.litbang.deptan.go.id/plasma.
Datta SKD. 1981. Principles and Practices of Rice Production. USA (US): John Wiley & Sons. Inc.
Deptan. 2009. Deskripsi Varietas Padi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Badan Penelitian Tanaman Pertanian. Departemen Pertanian. 105 hal.
Deptan. 2010a. Indonesia Climate Change Sectoral Roadmap (ICCSR). Jakarta. 84 hal.
Deptan. 2010b. Perkembangan Produksi dan Konsumsi Beras di Indonesia. [Internet]. [diunduh 17 September 2012]. Tersedia pada: http://deptan.go.id. Farrell TC, Fox KM, Williams RL, and Fukai S. 2006. Genotypic variation for
cold tolerance during reproductive development in rice: screening with cold air and cold water. Field Crops Research 98:178–194.
IPCC (Internatinal Panel on Climate Change). 2009. Chapter 1 : Renewable Energy and Climate Change. [Internet]. [diunduh 04 September 2012]. Tersedia pada: http://www.ipcc.ch.
IRRI. 2001. Sekilas Kerjasama Indonesia-IRRI. Dampak dan Tantangan ke Depan. IRRI. Filipina (PH).
Jagadish SVK, Muthurajan R, Oane R, Wheeler TR, Heuer S, Bennet J, Craufurd PQ. 2010. Physiological and proteomic approaches to address heat tolerance during anthesis in rice (Oryza sativa L.). Jour of Experimental Botany. 61(1):143-156.doi:10.1093/jxb/erp289.
KLH, GTZ dan WWF. 2007. Kajian Resiko dan Adaptasi terhadap Perubahan Iklim Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sektor Pesisir dan Laut. Technical Document.
Las I, Widiarta N, Suprihatno B. 2004. Perkembangan varietas dalam perpadian nasional. 1-25 hal. Dalam: Inovasi pertanian Tanaman Pangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
Moomaw JC and Vergara BS. 1965. The environment of tropical rice production. Pages 3-13 in international Rice Research Institute. The mineral nutrition of the rice plant. Proceedings of Sympsium at the International Rice Research Institute. Februari. 1994. The Jhons Hopkins Press. Baltimore. Maryland (US). Nishiyama and T. Satake. 1981. High temperatures damage to rice plants. Japan.
27
Peng S, Huang J, Sheehy JE, Laza RC, Visperas RM, Zhong X, Centeno GS, Kush GS, Cassman KG. 2004. Rice yields decline with higer night temperature from global warming. Proceedings of The National Academy of Sciences. (USA). 101 : 9971-9975.
Peospodarsono S. 1988. Dasar-dasar Ilmu Pemuliaan Tanaman. Pusat Antar Universitas. IPB. Bogor (ID). 169 hal.
Prasad PVV, Boote KJ, Allen LH, Sheehy JE, Thomas JMG. 2006. Species, ecotype, and cultivar differences in spikelet fertility and harvest index of rice in response to high temperature stress. Field Crops Research 95: 398-411.
Poehlman JM and Sleeper DA. 1995. Breeding Field Crpos. USA (US): Iowa State University Press. 278 hal.
Rusdiansyah. 2006. Identifikasi Padi Gogo dan Padi Sawah Lokal Asal Kecamatan Sembakung dan Sebuku Kabupaten Nunukan. Proyek FORMACS-CARE International Indonesia-Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Samarinda. 33 hal.
Satake T. Yoshida S. 1978. High temperature induced sterilityin indica rice at flowering. Jpn. J. Crop Sci. 47. 6–17 in Japanese with English summary. Shah F, Huang J, Cui K, Nie L, Shah T, Chen C, Wang K. 2011. Impact of high
temperature stress on rice plant and its traits related to tolerance. Journal Of Agricultural Science. Hal 1-12.doi: 10.1017/S0021859611000360.
Sharma JR. 2006. Statistical and biometrical techniques in plant breeding : Experimental Field Designs for plant breeding. New Age International. 448 hal. Siregar H. 1981. Budidaya Tanaman Padi di Indonesia. Rineka. Jakarta. 320 hal. Sunihardi, Hermanto, Sadikin D. 2004. Deskripsi Varietas Unggul Padi dan
Palawija 2002-2004. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. 54 hal. Susanto A, Daradjat AA, Suprihatno B. 2003. Perkembangan Pemuliaan Padi
Sawah di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian 22(3): 125-131.
Suseno H. 1975. Fisiologi Tanaman Padi (Bahan dari IRRI). Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Susilawati, Purwoko BS, Aswidinnoor H dan Santosa E. 2010. Keragaan varietas dari galur padi tipe baru Indonesia dalam sistem ratun. Jurnal Agronomi Indonesia 38(3): 177-184.
Swaminathan MS. 1984. Rice. Sci. Am. 250: 81-93.
Syukur M, Sujiprihati S, Siregar A, 2010. Pendugaan parameter genetik beberapa karakter agronomi cabai F4 dan evaluasi daya hasilnya menggunakan rancangan perbesaran (Augmented design). Jurnal Agrotropika. 15(1): 9-16. Syukur M, Sujiprihati S dan Yunianti R. 2012. Pemuliaan Tanaman. Penebar
Swadaya. Jakarta (ID). 348 hal.
Taiz L and Zeiger E. 2006. Plant Physiology. Fourth Edition. Sinauer Associates. Inc.. Publisher. Sunderland. Massachusetts (US).
Tschirley J. 2007. Climate Change adaptation : Planning and practices. Power Point Keynote Presentation of FAO Environment. Climate Change. Bioenergy Division. 10-12 September 2007. Rome .
Yoshida S. 1978. Tropical climate and its influence on rice. IRRI Res. Pap. Ser. 20. 25. pp.
28
Yoshida S and Parao FT. 1976. Climate influence on yield ang yeld components of lowland rice in the tropics. In. Climate and Rice. IRRI Publication. Los Banos. Philippines. 1976. pp. 471-494.
Yoshida S, Satake T, Mackill DS. 1981. High Temperature stress in rice. IRRI Research Paper Series. 67 p.
Vergara BS. 1995. Petunjuk Bercocok Tanam Padi. Direktorat Jenderal Pertanian Tanaman Pangan. Proyek Penyuluhan Pertanian Tanaman Pangan. Bogor. 221 hal.
29
LAMPIRAN
Lampiran 1 Kegiatan penelitian
Transplanting Pemindahan ke rumah kaca
Pemisahan gabah hampa Pemisahan gabah bernas
30
Lampiran 2 Deskripsi Varietas IPB 3S Nomor Silsilah : IPB97-F-15-1-1
Asal Persilangan : IPB6-d-10s-1-1-1/Fatmawati
Golongan : Cere
Umur Tanaman : 112 hari Bentuk Tanaman : Tegak Tinggi Tanaman : 118 hari Anakan Produktif : 7-11 batang Warna Kaki : Hijau Warna Batang : Hijau
Warna Telinga Daun : Tidak berwarna Warna Lidah Daun : Tidak berwarna Warna Daun : Hijau
Permukaan Daun : Kasar Posisi Daun : Tegak Daun Bendera : Tegak Bentuk Gabah : Mediun Warna Gabah : Kuning jerami Kerontokan : Sedang
Kerebahan : Tahan
Jumlah Gabah Total
per Malai : 223 butir
Rata-rata Hasil :7.04 ton/ha GKG Potensi Hasil : 10.23 ton/ha GKG Bobot 1000 Butir : 28.2 gram
Tekstur Nasi : Pulen Kadar Amilosa : 21.6% Ketahanan terhadap
Hama : Agak rentan terhadap wereng coklat biotipe 1.2. dan 3 Ketahanan terhadap
Penyakit : Tahan terhadap tungro. agak tahan terhadap blas ras 033. agak tahan HDB ras III
Anjuran Tanam : Lahan irigasi dan tadah hujan. 0-600 mdpl
Pemulia : Hajrial Aswidinnoor, Willy Bayuardi S, Desta Wirnas dan Yudiwanti WE Kusumo
Peneliti : Toni Eka Putra, Sutardi, Tatiek Ismaryati, Asep Suryana, Said Gatta, Winda Halimah, Deni Hamdan Permana, Sumiyati, Baehaki SE dan Triny S Kadir
Teknisi : Adang, Jaenal, Suti’ah, Jumisnan, Joko Mulyono, Sulaeman, Rohana, Iroh, Siti Nurmah, Odah, Robiah
31
Lampiran 3 Sidik ragam pengaruh genotipe terhadap karakter tinggi tanaman vegetatif, kehijauan daun vegetatif, jumlah anakan total
SK
Tinggi tanaman vegetatif
Kehijauan daun
vegetatif Jumlah anakan total
KT F Hitung KT F Hitung KT F Hitung
Perlakuan 369.72 12.24 ** 0.11 2.07 tn 75.79 22.55 **
Kontrol 368.94 12.22 ** 0.07 1.44 tn 201.64 59.99 **
Genotipe 309.94 10.26 ** 0.10 2.00 tn 51.82 15.42 **
** = berpengaruh sangat nyata pada taraf 1%, * = berpengaruh nyata pada taraf 5%, tn = tidak berpengaruh nyata
Lampiran 4 Sidik ragam pengaruh genotipe terhadap karakter umur berbunga, jumlah anakan produktif, dan tinggi tanaman panen
SK Umur berbunga
Jumlah anakan
produktif Tinggi tanaman panen
KT F Hitung KT F Hitung KT F Hitung
Perlakuan 80.37 49.88 ** 44.52 9.46 ** 1065.38 77.30 **
Kontrol 13.84 8.59 ** 180.47 38.33 ** 561.76 40.76 **
Genotipe 85.55 53.10 ** 25.52 5.42 ** 998.69 72.46 **
** = berpengaruh sangat nyata pada taraf 1%, * = berpengaruh nyata pada taraf 5%, tn = tidak berpengaruh nyata
Lampiran 5 Sidik ragam pengaruh genotipe terhadap karakter kehijauan daun panen, umur panen, dan panjang malai
SK
Kehijauan daun
panen Umur panen Panjang malai
KT F Hitung KT F Hitung KT F Hitung
Perlakuan 0,51 2,38 * 83,94 55,79 ** 8,62 6,18 **
Kontrol 1,10 5,16 * 12,02 7,99 ** 22,25 15,96 **
Genotipe 0,43 2,01 tn 83,86 55,73 ** 5,80 4,16 **
** = berpengaruh sangat nyata pada taraf 1%, * = berpengaruh nyata pada taraf 5%, tn = tidak berpengaruh nyata
Lampiran 6 Sidik ragam pengaruh genotipe terhadap karakter jumlah gabah bernas, jumlah gabah hampa, dan bobot 1000 butir
SK Jumlah gabah bernas Jumlah gabah hampa Bobot 1000 butir
KT F Hitung KT F Hitung KT F Hitung
Perlakuan 410036,00 8,78 ** 1122,52 57,96 ** 7,38 9,06 **
Kontrol 301548,70 6,46 ** 25,22 1,30 tn 9,75 11,97 **
Genotipe 374410,40 8,02 ** 1052,16 54,33 ** 7,19 8,83 **
** = berpengaruh sangat nyata pada taraf 1%, * = berpengaruh nyata pada taraf 5%, tn = tidak berpengaruh nyata
32
Lampiran 7 Sidik ragam pengaruh genotipe terhadap karakter bobot bernas total, jumlah gabah total, dan persentase gabah hampa
SK Bobot bernas Jumlah gabah total Persentase gabah hampa
KT F Hitung KT F Hitung KT F Hitung
Perlakuan 235,12 10,76 ** 856889,16 4,04 ** 222,59 7,25 **
Kontrol 200,01 9,15 ** 565240,50 2,66 * 71,17 2,32 tn
Genotipe 216,67 9,91 ** 835369,02 3,94 ** 223,84 7,29 **
** = berpengaruh sangat nyata pada taraf 1%, * = berpengaruh nyata pada taraf 5%, tn = tidak berpengaruh nyata
33