BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1.Kesimpulan 5.1.Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
Abadi AL. 2003. Ilmu Penyakit Tumbuhan.Bayu Mediam, Malang
Abdel-Monaim, M.F. 2011. Role of riboflavin and thiamine in induced resistance against charcoal rot disease of soybean. African Journal of Biotechnology 10(5):10842-10855.
Adie, M.M. dan Krisnawati, A. 2007. Biologi tanaman kedelai, hal 45-73. Dalam:
Sumarno, Suyamto, A. Widjono, dan H. Kasim (Eds.). Kedelai:
TeknikProduksi dan Pengembangan. Pusat Penelitian dan PengembanganTanaman Pangan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.
Adisarwanto, T. 2005. Kedelai: Budidaya dengan Pemupukan yang Efektif dan Pengoptimalan Peran Bintil Akar. IPB Press. Bogor. 107 hal
Agrios, G.N. 2005. Plant Pathology. 5th Edition. Academic Press, New York.
Agung D. H. dan Rahayu.Y.G. 2004. Analisis Efisiensi Serapan N, Pertumbuhan, dan Hasil Beberapa Kultivar Kedelai Unggul Baru dengan Cekaman dan Pemberian Pupuk Hayati. Agrosains 6(2): 70-74.
Akbar, M. R., Purwoko, B. S., Dewi, I. S., & Suwarno, D. W. B. (2018).
Penentuan Indeks Seleksi Toleransi Kekeringan Galur Dihaploid Padi Sawah Tadah Hujan pada Fase Perkecambahan. Jurnal Agronomi Indonesia 46(2), 133-145.
Allard, R.W. 2005. Principles of Plant Breeding. John Willey and Sons, New York. 485 pp.
Alnopri. 2004. Variabilitas genetik dan heritabilitas sifat-sifat pertumbuhan bibit tujuh genotipe kopi robusta-arabica. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Indonesia 6(2):91 – 96..
Arsyad, D.M., Adie, M.M, dan Kuswantoro, H. 2007. Perakitan varietas unggulkedelai spesifik agroekologi, hal 205-226. Dalam: Sumarno, Suyamto, A.Widjono, dan H. Kasim (Eds.). Kedelai: Teknik Produksi dan Pengembangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor
Arsyad, D.M., Adie, M.M., dan Kuswantoro, H. 2012. Perakitan Varietas Unggul Kedelai Spesifik Agroekologi. Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, Malang
105
Aryana, M. 2010. Uji keseragaman, heritabilitas dan kemajuan genetik genotipe padi beras merah hasil seleksi silang balik di lingkungan gogo. Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Mataram , Mataram.
Asadi. 2011. Pemanfaatan sinar radiasi dalam pemuliaan tanaman. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian. 33 (1) : 120-135.
Asadi. 2013. Pemuliaan mutasi untuk perbaikan terhadap umur dan produktivitas pada kedelai. Jurnal AgroBiogen 9(3):135-142
Asadi, Putri, P.P dan Adisyahputra. 2014. Keragaman Karakter Morfologi, Komponen Hasil dan Hasil Plasma Nuftah Kedelai (Glycine max L).
Jurnal Bioma. 10 (2) : 41-48
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2006. Hasil Utama Penelitian Kacang-kacangan dan Umbi-umbian Tahun 2005. Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. Malang. 43 hal.
Badan Pusat Statistik. 2017. Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik, Edisi November 2017. Badan Pusat Statistik. Jakarta.
Bahar, H., dan Zein, S. 2003. Parameter genetik pertumbuhan tanaman, hasil dan komponen hasil jagung. Zuriat 4 (1) : 4-7
Baihaki, A. 2000. Diktat Kuliah Teknik Rancangan dan Analisis Penelitian Pemuliaan . Fakultas Pertanian. UNPAD. Bandung.91 hal.
Baihaki A, Noladhi W. 2005. Interaksi genotipe x lingkungan, adaptabilitas dan stabilitas hasil dalam pengembangan tanaman genotipe unggul di Indonesia. Zuriat 16 (1):1-8.
Balitkabi. 2005. Deskripsi Varietas Unggul Kedelai 1918-2016. Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, Malang. 176 hlm
Bangun, K. 2016. Seleksi Individu Terpilih Dari Barisan Terbaik Pada Tanaman Kedelai (GlycineMaxL. Merrill) M4 Iradiasi Sinar Gamma Berdasarkan Karakter Umur Genjah Dan Produksi Tinggi. Fakultas Pertanian.
Universitas Sumatera Utara. Medan. [Skripsi].
Baye, T.M., Abebe, T, Wilke, R.A. 2011. Genotipe environment interactions and their translational implications. Per. Med., 8, 5 -70.
Chet, I., Henis, Y and Kislev. 2009. Ultrastructure of sclerotia and hyphae of Sclerotiumrolfsii Sacc. Gen. Microbiol. 57: 143–147
106
Crowder, L.V. 2001. Genetika Tumbuhan Penerjemah Lilik Kusdiarti. Gajah Mada University Press, Malang.
Effendi, R dan Azrai, M. 2015. Kriteria indeks toleran jagung terhadap cekaman kekeringan dan nitrogen rendah. Prosiding Seminar Nasional Serealia.
6(2):91 – 96.. Machinery in Abiotic Stress Tolerance in Crop Plants. Plant Physiology and Biochemistry, 48(2):909-930.
Gomez, K. A dan Gomez, A. A. 2005. Prosedur Statistika Untuk Penelitian Pertanian.(Terjemahan Syammsuddin dan J. S Baharsyah). Edisi Kedua.
Universitas Indonesia Press. Jakarta
Gonsalves, A.K and Ferreira S. 2003. Fusarium oxysporum. Departement of Plant Pathology, CTAHR. Hawai: University of Hawaii at Manoa
Gorbet, D. W., Kucharek, T.A, Shokes, F.M., and Brenneman, T.B. 2004. Field evaluations of peanut germplasm for resistance to stem rot caused by Sclerotium rolfsii. Peanut Science. vol. 31. pp. 91– 95.
Herawati, T. dan Setiamihardja R. 2000. Pemuliaan Tanaman Lanjutan.
Universitas Padjajaran Bandung. Bandung..
Hidajat, O. O. 2005. Morfologi tanaman kedelai, hal 73-101. Dalam S.
Somaatmadja, M. Ismunadji, Sumarno, M. Syam, S. O. Manurung, Yuswadi (Eds). Kedelai. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
Bogor
Husna, R. 2016. Cara Aplikasi Trichoderma spp. Untuk Menekan Infeksi Busuk Pangkal Batang (Athelia rolfsii (Curzi)) Pada Beberapa Varietas Kedelai Di Rumah Kassa.Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara.
[Skripsi].
Irwan, A.W. 2006. Budidaya Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merill). Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian. Universitas Padjadjaran, Jatinangor.
107
Jambormias E, Sutjahjo SH, Jusuf M, Suharsono. 2004. Keragaan, keragaman genetic dan heritabilitas 11 karakter kuantitatif kedelai (Glycine max L.
Merrill) pada generasi seleksi F5 persilangan varietas Slamet x Nakhonsawan. Jurnal Pertanian Kepulauan. 3(2): 115-124.
Kar M and Mishra D. 2000. Catalase, peroxidase and polyphenol oxidase activities during rice leaf senescene. Plant Physiol 57:315-319
Lestami, A. 2019. Keragaman Dan Identifikasi Genetik Galur Mutan Kedelai (Glycine Max (L.) Merril) Resisten Athelia rolfsii Curzi Berdasarkan Marka SSR. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan.
[Tesis]. segregating generation of spring wheat. Pakistan. Journal Botany.
42(10):1807-1813
Mangoendidjojo, W. 2003. Dasar-Dasar Pemuliaan Tanaman. UGM Press.
Yogyakarta.
Mangoendidjojo, W. 2007. Dasar-dasar Pemuliaan Tanaman. Cetakan ke-5.
UGM Press.. Yogyakarta. 182 hal
Matchik A, Sumertajaya IM. 2006. Perancangan Percobaan dengan Aplikasi SAS dan Minitab Jilid 2. Bogor (ID): IPB Press.
Matondang, M.R. 2018. Seleksi Galur Terpilih pada Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill) Generasi M6 Berdasarkan Karakter Produksi Tinggi dan Resisten Penyakit Busuk Pangkal Batang Athelia rolfsii Curzi. Skripsi.
Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan. [Skripsi].
Mehan, V.K., Mayee, C.D., Brennenman, T.B., and McDonald, D. 2005. Stem and pod rots of groundnut. Information bulletin no. 14, ICRISAT, Andhra Pradesh, India. 23pp.
Moura, M.F and Pinheiro, J. B. 2002. Selection of soybean genotipes resistant to insects adapted to the Cerrados. . Brazilian Society of Plant Breeding Crop Breeding and Applied Biotechnology, 2 (3) 391-40.
Mulyadi, P.M. 2019. Uji Fisiologis Pada Galur Mutan Kedelai Pada Resisten Penyakit Busuk Pangkal Batang Athelia rolfsii Curzi. Fakultas Pertanian.
Universitas Sumatera Utara. Medan. [Skripsi].
108
Murdianingsih. H., Baihaki, K.A., Satari, G., Danakusuma,T dan Permadi, A.H.
1990. Varian Genetik Sifat-Sifat Tanaman Bawang di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.
Murniarti, E. 2010. Simungil Kedelai Seribu Manfaat. SIC. Surabaya
Mustaqim, I. 2015. Keragaman Morfologi dan Genotif Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril) Hasil Iradiasi Sinar Gamma Pada Genererasi M2.
Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan. [Skripsi].
Mut, Z., Gülümser, A., and Sirat, A. 2010. Comparison of stability statistics for yield in barley (Hordeum vulgare L.). Afr. J. Biotechnol., 1610-1618 Nasir, M. 2001. Pengantar Pemuliaan Tanaman. Dirjen Dikti Departemen
Pendidikan Nasional. Jakarta.
Nugrahaeni, N. 2011. Pengenalan Varietas Unggul. Materi Pelatihan SL-PTT dan UPBS Tanggal 11– 13 Oktober 2011. Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. Malang.
Pimentel Gomes, F. 2000. Curso de Estatística Experimental. 13.ed. Escola Superior de Agricultura “Luiz de Queiroz”/ USP, Piracicaba.
Pinaria, A., Baihaki, A., Setiamiharja, A dan Darajat, A.A. 2005. Variabilitas genetik da heritabilitas karakter-karakter biomassa 53 genotipe kedelai.
Zuriat 6 (2) : 88−92.
Pitojo, S. 2007. Benih Kedelai. Cetakan ke-5. IPB Press. Bogor. hal. 83
Poehlman, J.M. and Sleper, D.A. 2000. Field Crops Fourth Edition. Iowa State University Press. Ames. p. 300-318
Poespodarsono, S. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Pemuliaan Tanaman. Pusat Antar UniversitasInsititut Pertanian Bogor & Lembaga Sumber Daya Informasi-IPB, Bogor (ID).
Pudjihartati, E., Satriyas, I., dan Sudarsono. 2006. Aktivitas Pembentukan secara Cepat Spesies Oksigen Aktif,Peroksidase, dan Kandungan Lignin Kacang TanahTerinfeksi Sclerotium rolfsii. IPB. Bogor. Vol. 13, No. 4.
ISSN 0854-8587.
Purwono dan Purnamawati, H. 2008. Budidaya 8 Jenis Tanaman Pangan Unggul.
IPB Press. Bogor. 139 hal.
Qosim, W. A., Rachmadi, M., Hamdani, J.S dan Nuri, I. 2013. Penampilan fenotipik, variabilitas dan heritabilitas 32 genotipe cabai merah berdaya hasil tinggi. Jurnal Agronomi Indonesia. 41 (2) : 140-146
109
Rahmah, M. 2017. Seleksi Individu Terpilih Pada Tanaman Kedelai (Glycine Maxl.Merrill) Generasi M5 Berdasarkan Karakter Produksi Tinggi Dan Toleran Penyakit Busuk Pangkal Batang Athelia rolfsii(Curzi). Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan. [Skripsi].
Rasyad, A. 2006. Variabilitas genetik dan heritabilitas karakter agronomis padi lahan pasang surut di Kabupaten Bengkalis dan Indragiri Hilir. Zuriat 10(2) : 80-87.
Rubatzky, V. E. dan Yamaguchi, M. 2001. Sayuran Dunia Jilid Satu : Prinsip, Produksi, dan Gizi. ITB Press. Bandung.
Ruzin, S.E. 2000. Plant Microtechnique and Microscop. Oxford University Press.
New York.
Sastra, D.S. 2002. Deteksi In Vitro TahansiKultivar Kentang Terhadap Penyakit layuBakteri. Majalah Ilmiah Analisis Sistem, EdisiKhusus Agroteknologi, No. 5 Tahun IX,2002.Kedeputian Bidang Pengkajian KebijakanTeknologi, Badan Pengkajian dan PenerapanTeknologi, Jakarta. Halaman 53-60
Scot, R. A and Miliken, G.A. 2003. A SAS program for analyzing augmented. 5th Edition. Academic Press, New York.
Semangun, H. 2001. Penyakit-Penyakit Tanaman Pangan di Indonesia. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta
Semangun, H. 2003. Penyakit-Penyakit Tanaman Pangan di Indonesia.
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. hlm. 128-129, 182,183.
Sharma J.R. 2006. Experimental Field Design for Plant Breeding. Statistical AndBiometrical Techniques In Plant Breeding. New Delhi (IN): New Ag International.
Sibarani, I. B., Lahay, R.R., dan Hanafiah, D.S. 2014. Respon morfologi tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merrill) varietas Anjasmoro terhadap beberapa iradiasi sinar gamma. Jurnal Agroekoteknologi 3 (2) : 515- 526
Sihombing, Y. B. L., Diana, S. H., dan Husni, Y. 2016. Seleksi individu M3 berdasarkan karakter umur genjah dan produksi tinggi pada tanaman kedelai (Glycine max L. Merrill). Universitas Sumatera Utara. Jurnal Agroekoteknologi 4 (4) : 2272-2283.
Singh, R. K., and Chaundhary BD. 2007. Biometrical Methods in Quantitative Genetics Analysis. New Delhi, Kalyani Publishers.
Sitompul, S.M dan Guritno, B. 2005. Analisis Pertumbuhan Tanaman. UGM Press, Yogyakarta
110
Somaatmadja. 2005. Peningkatan produksi kedelai melalui perakitan varietas, hal 243-259. Dalam: S. Somaatmadja, M. Ismunadji, Sumarno, M. Syam, S.O.Manurung dan Yuswadi (Eds.). Kedelai. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
Stansfield, W.D. 2001. Teori dan Soal-soal Genetika. Penerjemah: M. Apandi dan L.T. Hardy. Penerbit Erlangga, Jakarta. 417 hal.
Steenis, C.G.G.J., Bloembergen., S and Eyma, P.J. 2003. Flora. Cetakan kesembilan. PT. Pradnya Paramita, Jakarta.
Sumarno. 2002. Pedoman Pemuliaan Kedelai, Cetakan Pertama. Kelompok Kerja Pemuliaan Tanaman, Lembaga Biologi Nasional-LIPI. Bogor. 39 hal.
Sumarno. 2005. Teknik pemuliaan kedelai, hal 263-291. Dalam: S.
Somaatmadja,M. Ismunadji, Sumarno, M. Syam, S.O. Manurung dan Yuswadi (Eds.).Kedelai. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
Pusat Penelitiandan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor.
Sumartini. 2011. Penyakit tular tanah (Sclerotium Rolfsii dan Rhizoctonia Solani) pada tanaman kacangkacangan dan umbi-umbian serta cara pengendaliannya. Balai Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan Dan Umbi-Umbian. Malang. Jurnal Litbang Pertanian, 31(1) : 515- 526 Suryati, D. dan Chozin, M. 2007. Analisis stabilitas genotipe-genotipe
harapankedelai keturunan dari persilangan malabar dan Kipas Putih.
Jurnal Akta Agrosia Edisi Khusus 2 (2) : 176 – 180.
Susiana, E. 2006. Pendugaan Nilai Heritabilita, Variabilitas dan Evaluasi Kemajuan Genetik Beberapa Karakter Agronomi Genotipe Cabai (Capsicum annuum L) F4. Skripsi. Fakultas Petanian. Institut Pertanian Bogor (IPB) : Bogor
Swastika, D.K.S., Manikmas, M.O.A., Sayaka, B and Kariyasa, K. 2005.
Thestatus and prospect of feed crops in Indonesia. CAPSA Working PaperNo. 81. UN-ESCAP. Bogor.
Syukur, M.. Sujiprihati, S.,Yunianti, R., dan Kusumah, D.A. 2011. Pendugaan ragam genetik dan heritabilitas karakter komponen hasil beberapa genotip cabai. J. Agrivigor. Indonesia 10(2):148-156.
Syukur, M.. Sujiprihati, S.,Yunianti, R., dan Kusumah, D.A. 2015. Teknik Pemuliaan Tanaman. IPB Press. Bogor
111
Tindaon, H. 2008. Pengaruh Jamur Antagonis Trichoderma harzianum dan Pupuk Organik untuk Mengendalikan Patogen Tular Tanah Sclerotium rolfsii Sacc. pada Tanaman Kedelai (Glycine max L.) di Rumah Kaca. USU Manokwari. Skripsi. Program Sarjana, Universitas Negeri Papua.
Manokwari. 83 hal
Udensi, O., Edu, E.A., Ikpreme, E.V., Ebwgai, J.K., and Ekpe, D.E. 2012.
Biometrical evaluation and yield perfomance assessment of cowpea (Vigna unguiculara (L.) Walp) landrace grown under lowland tropical conditions. International Journal of Plant Breeding : 12(6):47-53
Wahyuningsih, I. 2005. Aplikasi Rhizobakteri Antagonis untuk Mengendalikan Penyakit Sclerotium rolfsii Sacc pada Fase Vegetatif Tanaman Kedelai (Glycine max (L) Merill) Secara In Vivo. Universitas Muhammadiyah Malang, Malang
Weaver, R.F., and Hedrick, P.W. 2006. Genetics. Dubuque, USA: Wm. C. Brown Publisher.
Wibowo, A. 2002. Pengendalian penyakit layu fusarium pada pisang dengan menggunakan isolat nonpatogenik Fusarium sp. Jurnal Fitopatologi Indonesia 6 : 65-70
Wiratama, I.D.M, Sudiarta, I.P, Sukewijaya, I.M, Sumiartha, K, dan Utama, S.M.S. 2013. Kajian ketahanan beberapa genotipe dan varietas cabai terhadap serangan antraknosa di desa abang songan kecamatan kintamani kabupaten bangli. E-JurnalAgroekoteknologi Tropika. 2(2): 71-81
Wirn,A.S.D. 2007. Pemilihan karakterseleksi berdasarkan biometrik dan molekuler untuk merakit kedelai intensitas cahaya rendah. Disertasi IPB Witcombe, J.R., Hollington, P.A., Howarth, C.J., Reader, S., and Steele, K.A.
2007. Breeding for abiotic stresses for sustainable agriculture. Phil.
Trans. R. Soc. B. 363: 703–71
Yusnita, Widodo, dan Sudarsono. 2005. In vitro selection of peanut somatic embryos on mediun containing cultur filtrate of Sclerotium rolfsii and plantlet regeneration. Hayati 12(2): 50–56.
112
Zecevic V, Boskovic J, Dimitrijevic M, Petrovic S. 2010. Genetic and phenotypic variability of yield components in wheat (Triticum aestivum L.). Journal Agriculture Science. 16(4): 422-42.
112
Asal : Seleksi massa dari populasi galur murni Mansuria Daya hasil : 2,03–2,25 t/ha
Ketahanan thd penyakit : Moderat terhadap karat daun Sifat-sifat lain : Polong tidak mudah pecah
Pemulia : Takashi Sanbuichi, Nagaaki Sekiya, Jamaluddin M., Susanto, Darman M.A., dan M. Muchlish Adie
Sumber : Balai Penelitian Tanaman Kacang dan Umbi Umbian Malang, 2005.