• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA

Agusta, A., 2000. Minyak Atsiri Tumbuhan Tropika Indonesia. ITB Press.

Bandung.

Almasyhuri, S. Wardatun, dan L. Nuraeni, 2012. Perbedaan Cara Pengirisan dan Pengeringan Terhadap Kandungan Minyak Atsiri dalam Jahe Merah.

Diakses dari: http://ejournal.litbang.depkes.go.id [3 April 2017]

Amenaghawon, N. A., 2014. Distillation. Diakses dari: http://cyut.edu.tw [7 Maret 2017].

Aulidya, V., 2016. Rancang Bangun Alat Penyuling Minyak Atsiri Tipe Uap Dan Air. Diakses dari http://repository.usu.ac.id [10 Mei 2017].

Daryus, A., 2007. Diktat Manajemen Pemeliharaan Mesin. Universitas Darma Persada. Jakarta.

Fatriani dan N. Hikmah, 2007. Rendemen dan Kualitas Minyak Atsiri Jahe.

Diakses dari: http://portalgaruda.org [9 Januari 2017].

Giatman, M., 2006. Ekonomi Teknik. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Hapsoh, Y. Hasanah, dan E. Julianti, 2008. Budidaya dan Teknologi Pascapanen Jahe. USU-Press, Medan.

Harris, R., 1987. Tanaman Minyak Atsiri. Penebar Swadaya. Jakarta.

Herlina, N., dan H. S. Ginting, 2002. Lemak dan Minyak. Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia USU. Medan.

Hernani dan C. Winarti, 2011. Kandungan Bahan Aktif Jahe dan Pemanfaatannya dalamBidang

Kesehatan.Diaksesdari:http://pascapanen.litbang.pertanian.go.id[9 April 2017].

Indriyanti, C. P., 2013. Identifikasi Komposisi Minyak Atsiri pada Beberapa Tanaman dari Indonesia yang Memiliki Bau Tidak Sedap. Diakses dari:

http://repository.upi.edu [9 April 2017].

Julianti, E., Ridwansyah dan M. Nurminah, 2008. Pengeringan Kemoreaksi Untuk Mencegah Kehilangan Minyak Atsiri Pada Jahe. Laporan Penelitian Hibah Bersaing DIKTI 2008, Fakultas Pertanian USU, Medan.

Kadin Indonesia, 2007. Pengolahan Jahe. Diaksesdari:http://unpad.ac.id[9 Januari

Kastaman, R., 2006. Analisis Kelayakan Ekonomi Suatu Investasi. Tasikmalaya.

Lutony, T. L dan Y. Rahmayati, 2002. Produksi dan Perdagangan Minyak Atsiri.

Penebar swadaya, Jakarta.

Mulvaney, J., 2007. Steam Distillation. Diakses dari: http://infohost.nmt.edu [29 Maret 2017].

Paimin, F. B dan Murhananto, 2005. Budidaya, Pengolahan Perdagangan Jahe.

Penebar swadaya, Jakarta.

Plotto, A., 2002. Ginger. Diakses dari: http://fao.org [9 April 2017].

Rusli, M. S., 2010. Sukses Memperoleh Minyak Atsiri. PT Agromedia Pustaka, Jakarta.

Sastrohamidjojo, H., 2004. Kimia Minyak Atsiri. UGM Press. Yogyakarta.

Soeharno, 2007. Teori Mikroekonomi. Andi Offset, Yogyakarta.

Waldiyono, 2008. Ekonomi Teknik (Konsep, Teori dan Aplikasi). Pustaka Pelajar,Yogyakarta.

Wijana, S., 2013. Minyak Atsiri (2). Diakses dari: http://lecture.ub.ac.id [11 April 2017].

Lampiran 1. Flow chart pelaksanaan penelitian

Mulai

Dirancang bagian alat yang akan dimodifikasi

Digambar dan ditentukan dimensi bagian yang akan dimodifikasi

Dipilih bahan yang akan digunakan

Diukur bahan yang akan digunakan

Dipotong bahan yang digunakan sesuai dengan

dimensi pada gambar

Dilakukan pengelasan

Diatur posisi bagian yang telah di modifikasi sesuai posisi awal Dirangkai bagian yang akan dimodifikasi

a b

a b

Dilakukan pengujian alat

Layak

Dilakukan penganalisaan data Dilakukan pengukuran parameter

Data

Selesaiii

Ya Tidak

Lampiran 2. Kapasitas efektif alat Tabel Kapasitas Efektif Alat

Ulangan Volume

(ml) Waktu (jam) Kapasitas Efektif Alat (ml/jam)

Lampiran 3. Rendemen Tabel Rendemen Minyak Jahe

Ulangan Berat Minyak (gr) Rendemen Minyak (%)

I 4 0,13

II 7 0,23

III 6 0,2

Rata-rata 5,7 0,19

Perhitungan:

Ulangan I

Rendemen = 4 gr

3000 gr

×

100%

= 0,13 % Ulangan II

Rendemen = 7 gr

3000 gr

×

100%

= 0,23 % Ulangan III

Rendemen = 6 gr

3000 gr

×

100%

= 0,2 %

Lampiran 4. Heat exchanger Tabel Perpindahan Panas

Ulangan Suhu Pendinginan (o

Lampiran 5. Analisis ekonomi efektif berdasarkan tahun 2018) 2. Perhitungan biaya produksi

a. Biaya tetap (BT) 1. Biaya penyusutan (Dt

D

2. Bunga modal dan asuransi (I)

Bunga modal pada bulan Februari 2018 = 4,25%

I = i (P) (n+1)

Total biaya tetap = Biaya penyusutan + bunga modal dan asuransi + pajak

= (Rp 2.412.000 + Rp 341.700 + Rp 268.000) /tahun

= Rp 3.021.700/tahun b. Biaya tidak tetap (BTT)

1. Biaya perbaikan alat (reparasi) Biaya reparasi = 1,2 % (P - S)

2. Biaya listrik pompa Daya pompa = 60 watt Waktu pemakaian = 5 jam

Biaya listrik per jam = Rp 1.467,28/ kWh Maka, BO = Biaya operator per tahun (Rp/tahun) Wt = Jam kerja per tahun (Jam/tahun)

= Rp 11.667/kg × 1,5 kg

= Rp 17.500/hari

= Rp 3.500.000/tahun

Total BTT = Biaya perbaikan + biaya listrik + biaya operator + biaya bahan bakar

= (Rp 144.720+Rp 880.368+Rp 200.000+Rp 3.500.000)/tahun

= Rp 4.725.088/tahun

= Rp 3.021.700/tahun + Rp 4.725.088/tahun

= Rp 7.746.788/tahun 3. Biaya penyulingan

C = waktu penyulingan (jam)

rata-rata jumlah minyak yang dihasilkan (ml)

= 5 jam

2000 jam/tahun + Rp 2.362,544/jam] × 1,34 jam/ml

= Rp 5.190,35/ml

Lampiran 6. Break even point (BEP) N = F

(R−V)

Biaya tetap (F) = Rp 3.021.700/tahun

= Rp 1.510,85/jam (1 tahun = 2000 jam) Biaya tidak tetap (V) = Rp 4.725.088/tahun

= Rp 2.362,544/jam (1 jam = 3,73 ml)

= Rp 633,39/ml

Penerimaan setiap produksi (R)= Rp 10.000 /ml (asumsi penjualan di pasaran) Alat akan menghasilkan break event point jika menghasilkan minyak sebesar:

N = F

(R−V)

= Rp 3.021.700 /tahun (Rp 10.000 /ml - Rp 633,39/ml)

= Rp 3.021.700 /tahun Rp 9.366,61 /ml

= 322,6 ml/tahun

Lampiran 7. Net present value (NPV) NPV = PWB - PWC

dimana:

PWB = Present worth of benefit PWC = Present worth of cost

NPV > 0 artinya alat menguntungkan untuk digunakan/layak NPV < 0 artinya alat tidak menguntungkan untuk digunakan Maka,

Investasi = Rp 13.400.000 Nilai akhir = Rp 1.340.000 Suku bunga bank = 4,25 % Umur alat = 5 tahun

Pendapatan = penerimaan × kapasitas alat × jam kerja alat 1 tahun dengan asumsialat bekerja pada kapasitas penuh

= Rp 10.000 /ml × 0,75 ml/jam × 2000 jam/tahun

= Rp 15.000.000/tahun

Pembiayaan = biaya pokok × kapasitas alat × jam kerja alat 1 tahun

= Rp 5.190,35/ml × 0,75 ml/jam × 2000jam/tahun

= Rp 7.785.525/tahun Cash in Flow 4,25 %

Nilai P/A untuk suku bunga 4,25% dengan n = 5 tahun

(X−X1)

Y = 4,4209

Maka, nilai P/A untuk suku bunga 4,25% dengan n = 5 tahun adalah 4,4209 1. Pendapatan = Pendapatan × (P/A, 4,25 %, 5)

= Rp 15.000.000/tahun× 4,4209

= Rp 66.313.500/tahun

Nilai P/F untuk suku bunga 4,25% dengan n = 5 tahun

(X−X1)

Maka, nilai P/F untuk suku bunga 4,25% dengan n = 5 tahun adalah 0,81219 2. Nilai akhir = Nilai akhir × (P/F, 4,25 %, 5)

= Rp 1.340.000 × 0,81219

= Rp 1.088.334,6

Jumlah CIF = Pendapatan + Nilai akhir

= Rp 66.313.500/tahun + Rp 1.088.334,6

= Rp 67.401.834,6 Cash Out Flow 4,25 %

1. Investasi = Rp 13.400.000

2. Pembiayaan = Pembiayaan × (P/A, 4,25 %, n)

= Rp 7.785.525/tahun× 4,4209

= Rp 34.419.027,47/tahun

Jumlah COF = Rp 13.400.000 + Rp 34.419.027,47/tahun

= Rp 47.819.027,47

NPV 4,25 % = CIF – COF

= Rp 67.401.834,6 – Rp 47.819.027,47

= Rp 19.582.807,13

Jadi besarnya NPV 4,25 % adalah Rp 19.582.807,13> 0 maka usaha ini layak untuk dijalankan.

Lampiran 8. Internal rate of return (IRR)

Internal Rate of Return (IRR) ini digunakan untuk memperkirakan kelayakan lama (umur) pemilikan suatu alat atau mesin pada tingkat keuntungan tertentu. Internal Rate of Return (IRR) adalah suatu tingkatan discount rate, dimana diperoleh B/C rasio = 1 atau NPV = 0. Berdasarkan harga dari NPV = X (positif) atau NPV = Y (negatif), dihitunglah harga IRR dengan menggunakan rumus berikut :

Suku bunga bank paling atraktif (p) = 4,25%

Suku bunga coba-coba ( > dari p) (q) = 60 % Cash In Flow 60 %

1. Pendapatan = Pendapatan × (P/A, 60 %, 5)

= Rp 15.000.000/tahun× 1,508

= Rp 22.620.000

2. Nilai akhir = Nilai akhir × (P/F, 60 %,5)

= Rp 1.340.000 × 0,0954

= Rp 127,836

Jumlah CIF = Rp 22.620.000+ Rp 127,836

= Rp 22.620.127,836 Cash out Flow 60 %

1. Investasi = Rp 13.400.000

2. Pembiayaan = Pembiayaan × (P/A, 60 %, 5)

= Rp 7.785.525/tahun× 1,508

= Rp 11.740.571,7

Jumlah COF = Rp 13.400.000 + Rp 11.740.571,7

= Rp 25.140.571,7 NPV 8% = CIF – COF

= Rp 22.620.127,836 – Rp 25.140.571,7

= - (Rp 2.520.443,864)

Karena nilai X dan nilai Y adalah positif dan negatif, maka digunakan rumus:

IRR = p % + X

X - Y× (q% - p%)

= 4,25 % + Rp 23.494.308,92

(Rp 23.494.308,92 - (- Rp 2.520.443,864)) × (60 % - 4,25 %)

= 4,25 % + (0,903 × 55,75 %)

= 54,59 %

Lampiran 9. Kadar air bahan yang digunakan

Lampiran 10. Dokumentasi

Rimpang Jahe Segar

r

Irisan Rimpang Jahe Segar

Irisan Rimpang Jahe Kering Oven

Volume minyak jahe

Sebelum modifikasi Sesudah modifikasi

2 ml minyak atsiri jahe 1,5 ml minyak atsiri jahe

3 mlminyak atsiri jahe

3,4 ml minyak atsiri jahe

4,2 ml minyak atsiri jahe

3,6 ml minyak atsiri jahe

Berat minyak jahe

3,4 ml = 4 g (berat botol = 29 g)

4,2 ml = 7 g (berat botol = 29 g)

3,6 ml = 6 g (berat botol = 29 g)

Alat setelah dimodifikasi

Keseluruhan alat

Ketel penyulingan setelah dimodifikasi

(dilengkapi dengan sensor termokopel yg terhubung dengan sensor suhu)

Penambahan tangki sebagai wadah air dingin (tangki 1) dan bak penampungan air yang dilengkapi dengan pompa untuk sirkulasi air dan sensor suhu ds18b20

Penambahan kemiringan pipa penyulingan

Kompor gas

Gas elpiji 12 kg

Dokumen terkait