Ali, M. 1985. Penelitian Kependidikan: Prosedur dan Strategi Bandung: Angkasa.
Aksornkoae, S. 1993. Ecology & Management of Mangroves. Bangkok : Union for Conservation of Nature.
Asriyana dan Yuliana. 2012. Produktivitas Perairan. Penerbit Bumi Aksara.
Jakarta.
Bengen, D.G. 2001. Pedoman Teknis: Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. PKSPL-IPB. Bogor.
Bengen, D.G. 2002. Ekosistem dan Sumberdaya Alam Pesisir. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Cahyanto, T., dan R. Kuraesin. 2013. Struktur Vegetasi di Pantai Muara Marunda Kota Administrasi Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta. 7(2). 1979-8911.
Dahdouh-Guebas, F., C. Mathenge., J.G. Kairo., and N. Koedam. 2000.
Utilization of Mangrove Wood Products Around Mida Creek (Kenya) Amongst Subsistence and Commercial Users. Economic Botany Journal.
54(4).
Dahuri. 2003. Keanekaragaman Hayati: Aset Pembangunan Berkelanjutan Indonesia. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Erwiantono. 2006. Kajian Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Kawasan Teluk Pangpang-Banyuwangi. Jurnal EPP. 3(1).
Fakhrurrozy. 2015. Struktur Vegetasi Mangrove di Kepulauan Sangihe dan Talaud Sulawesi Utara. [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta.
Fitriah, E. 2015. Analisis Persepsi dan Partisipasi Masyarakat Pesisir dalam Pemanfaatan Tumbuhan Mangrove sebagai Pangan Alternatif untuk Mengahadapi Ketahanan Pangan. Scientiae Educativa. 5(2).
Flach, M. dan F. Rumawas. 1996. Plant Resources of South-East Asia (PROSEA) No 9. Plants Yielding Non Seed Carbohydrates,Bogor.
Gumilar, I. 2012. Partisipasi Masyarakat Pesisir dalam Pengelolaan Ekosistem Hutan Mangrove Berkelanjutan di Kabupaten Indramayu. Jurnal Akuatika.
Hafni, R. 2017. Analisis Dampak Rehabilitasi Hutan Mangrove terhadap Pendapatan Masyarakat Desa Lubuk Kertang Kabupaten Langkat.
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan.
Heriyanto, N.M., E. Subiandono., dan E, Karlina. 2011. Potensi dan Sebaran Nipah (Nypa fruticans (Thunb.) Wurmb) Sebagai Sumberdaya Pangan (Potency and Distribution of nypa palm (Nypa fruticans (Thunb.) Wurmb) as Food Resource). 8(4). 327-335.
Kaunang, T.D., dan J,D. Kimbal. 2009. Komposisi dan Struktur Vegetasi Hutan Magrove di Kawasan Taman Nasional Bunaken Sulawesi Utara. Jurnal Agritek. 17(6). 0852-5426.
Kementerian Lingkungan Hidup. 2004. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 201 Tahun 2004 Tentang Kriteria Baku dan Pedoman Penentuan Kerusakan Mangrove, Jakarta: KLH.
Khazali, M. 2005. Panduan Teknis Penanaman Mangrove Bersama Masyarakat.
Wetlands International-Indonesia Programme. Bogor.
Kusmana, C. 1995. Habitat Hutan Mangrove dan Biota. Laboratorium Ekologi Hutan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Kusmana, C. 2002. Pengelolaan Pengelolaan Ekosistem Mangrove Secara Berkelanjutan dan Berbasis Masyarakat. Makalah Lokakarya Nasional Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Jakarta, Jakarta.
Kusmana, C. 2003. Teknik Rehabilitasi Mangrove. Institut Pertanian Bogor.
Bogor.
Kusmana. 2007. Konsep Pengelolaan Mangrove yang Rasional. Makasar.
Lamury, F.R. 1990. Variasi Mingguan Chlorofil –a dan Kualitas Air Kolam Ikan di Perhentian Marpoyan. [Skripsi]. Fakultas Pertanian. Universitas Islam Riau. Pekanbaru.
Magurran, A.E. 1955. Measuring Biological Diversity. Blackwell Publishing.
Oxford. UK.
Mawardi, I. 2008. Pengembangan Ekowisata sebagai Strategi Pelestarian Hutan Mangrove (Studi Kasus Hutan Mangrove di Pantai Utara Kabupaten Indramayu). Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Jurnal Teknologi Lingkungan. 7(3): 234-242.
Muhaerin, M. 2008. Kajian Sumberdaya Ekosistem Mangrove untuk Pengelolaan Ekowisata di Estuari Perancak, Jembaran, Bali. [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Mukhlisi., I. B. Hindarto dan H. Purnaweni. 2013. Keanekaragaman Jenis dan Struktur Vegetasi Mangrove di Desa Sidodadi Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. [Jurnal]. 978-602-170010-1-2.
Muller, D.D., dan H. Ellenberg. 1974. Aims and Methods of Vegetation Ecology.
Canada : John Wiley and Sons Inc.
Miswadi., Ramses, F., dan Romie, J. 2017. Pemanfaatan Kayu Mangrove oleh Masyarakat Suku Asli Sungai Liong Pulau Bengkalis. Jurnal Dinamika Maritim. 6(1). 2086-8049.
Nontji, A. 2005. Laut Nusantara. Jakarta: Djambatan.
Noor, Y. R., M. Khazali dan I. N. N. Suryadiputra. 2012. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. PHKA/WI-IP. Bogor.
Nybakken, J.W. 1988. Biologi Laut: Suatu Pendekatan Ekologis. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.
Odum, E.P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Edisi Ke III. Terjemahan Tjahjono Samingan. Penerbit Gadjah Mada Press. Yogyakarta.
Onrizal. 2010. Perubahan Tutupan Hutan Mangrove di Pantai Timur Sumatera Utara Periode 1977-2006. Jurnal Biologi Indonesia. 6(2). 0854-4425.
Ontorael, R., A,S. Wantesan., dan A,B. Rondonuwu. 2012. Kondisi Ekologi dan Pemanfaatan Sumberdaya Mangrove di Desa Tarohan Selatan Kecamatan Beo Selatan Kabupaten Kepulauan Talaud. Jurnal Ilmiah Platax. 1(1).
2302-3589.
Petra, J.L., S. Sastrawibawa., dan I, Riyanti. 2012. Pengaruh Kerapatan Mangrove Terhadap Laju Sedimentasi Transpor di Pantai Karangsong Kabupaten Indramayu. Jurnal Perikanan dan Kelautan. 3(3). 2088-3137.
Rahmawaty. 2006. Upaya Pelestarian Mangrove Berdasarkan Pendekatan Masyarakat. Karya Tulis. Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian.
Universitas Sumatera Barat. http://www.repository.usu.ac.id. 5 Maret 2017 Saptoriani. 2003. Presepsi dan Partisipasi Masyarakat dalam Pelaksanan Konservasi Hutan Mangrove di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak.
[Tesis]. Pascasarjana Universitas Diponegoro, Semarang.
Setiawan, N. 2007. Penentuan Ukuran Sampel Memakai Rumus Slovin dan Tabel Krejcie-Morgan: Telaah Konsep dan Aplikasinya. Universitas Padjadjaran, Bandung.
Setyastuti, T.A. 2002. Kajian Pengelolaan Hutan Mangrove Berbasis Masyarakat di Desa Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara
Setyawan, A.D., dan K. Winarno. 2006. Permasalahan Konservasi Ekosistem Mangrove di Pesisir Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Jurnal Biodiversitas. 7(2). 1412-033X.
Simbolon, W. 2010. Analisis Faktor-faktor Penyebab Kerusakan dan Perubahan Kesesuaian Peruntukan Ekosistem Mangrove di Wilayah Pesisir Kabupaten Serdang Bedagai. [Skripsi]. Universitas Sumatera Utara, Medan.
Sirait, R.M., A. Zaitunah., dan B. Utomo. . 2016. Analisis Perubahan Penutupan Kawasan Hutan Mangrove di Kecamatan Perut Sei Tuan Tahun 2011 dan 2014. Jurnal Perikanan dan Kelautan. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara, Medan.
Siregar, S. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Sugiyono. 2012. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Susilo, S.B. 1997. Penginderaan Jauh untuk Mangrove. Fakultas Perikanan.
Institut Pertanian Bogor, Bogor. 24 hal.
Umar, H. 2008. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisinis. PT.
Rajagrafindo Persada. Jakrta.
Watson. 1928. Mangrove Forest of the Malay Peninsula. Publised By Permission of the Federated Malay States Government, and Printed By Fraser and Neave, LTD., Singapore : Plates By Lascelles & Co., LTD., London.
Wibisono, M. S. 2005. Pengantar Ilmu Kelautan. Jakarta: PT. Grasindo.
Yeanny, M.S. 2009. Dasar Ilmu Perairan. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Zamroni, Y., dan I,S. Rohyani. 2008. Produksi Serasah Hutan Mangrove di Perairan Pantai Teluk Sepi, Lombok Barat. Jurnal Biodiversitas. 9(4).
1412-033X.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Data Analisis Vegetasi Mangrove
Lampiran 1. Lanjutan
Lampiran 2. Alat dan Bahan yang Digunakan
pH meter Handrefraktometer
Termometer Tali rafia
Aquadest Tisu
Lampiran 3. Kegiatan Penelitian
Transek Pengukuran DO
Pengukuran Salinitas Pengukuran pH
Pengukuran Suhu
Lampiran 4. Kuisioner Masyarakat
Kuisioner Oleh Masyarakat Percut