• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

Dalam dokumen LAPORAN AKHIR TAHUN 2012 (Halaman 39-53)

Anonymous. 2004. Kakao Indonesia di Kancah Perkakaoan Dunia. http://www.ipard.com/art_perkebun/nov5-04_her-I.asp. Diakses terakhir tanggal 10 September 2011.

Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu. 2009. Provinsi Bengkulu dalam Angka 2010.

Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu. 2007. Statistik Perkebunan Provinsi Bengkulu.

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kepahiang. 2009. Laporan Tahunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kepahiang.

Direktorat Jenderal Bina Produksi Perkebunan. 2004. Statistik Perkebunan Indonesia 2001-2003, Kakao. Direktorat Jenderal Bina Produksi Perkebunan, Jakarta.

Kalshoven, L.G.E. 1981. The Pest of Crops In Indonesia Revised by P.A Van der Laan. PT. Ichtiar Baru. Van Hoeve Jakarta. 701 p.

Mustafa, B. 2005. Kajian penyarungan buah muda kakao sebagai suatu metode pengendalian penggerek buah kakao (PBK) Conopomorpha cramerella Snellen (Lepidoptera : Gracillariidae). Prosiding Ilmiah dan Pertemuan Tahunan PEJ dan PFJ Komda Sul-Sel. Hal 23-35.

PPKKI. 2005a. Hama Utama Tanaman Kakao. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Jember.

Prawoto, et. al. 2003. Pedoman Teknis Budidaya Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.). Puslitkoka Jember. 103p.

Puslit Koka Indonesia. 2004. Panduan lengkap budi daya kakao. AgroMedia Pustaka. Jakarta.

Roesmanto, J., 1991. Kakao: Kajian Sosial Ekonomi. Aditya Media. Yogyakarta , 165p.

Sastrosiswojo, S. 1999. Program Pengendalian Hama Terpadu pada Tanaman Kakao. Warta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao. Vol 15 (3), Oktober 1999 hal: 264 -273.

Sitanggang, 2011, Serangan Tupai Masih Tinggi di Lampung Selatan, dikutip dari http://lampung.antaranews.com/berita/259251/serangan-tupai-masih-inggi -di-lampung-selatan, diakses pada tanggal 19 September 2011.

31

Sukamto., S.1995 Pengendalian Penyakit Utama Tanaman Kakao. Warta Penelitian Kopi dan Kakao, No. 14 (3), 271-276.

Tondok AR. 1999. Kebijakan Pengembangan Kopi dan kakao di Indonesia. Warta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, 15(1), 1-21.

Wardojo, S. 1980. The Cocoa Podborer. A major hindrance to cocoa development. Indonesia Agricultural Research and Development Journal 2 (1):1-4.

Wardojo, S. 1994. Strategi Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao (PBK) di Indonesia. Disampaikan pada Gelar Teknologi dan Pertemuan Regional Pengendalian PBK di Kabupaten Polmas Sulawesi Selatan, 3-4 Oktober 1994. 5hlm.

Wessel, P.C. 1983. The Cocoa Podborer Moth (Acrocercops cramerella Sn.). Review of Research Institute, 39-65.

32

Lampiran 1. Daftar hadir peserta survei teknologi eksisting petani di Desa Suro Bali Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang

No. Nama Nama Kelompoktani Jabatan dalam kelompoktani

1. Putu Mertha Andalan Ketua

2. Made Sukiase Karya Bakti Ketua

3. Komang Darma Karya Bakti Anggota

4. Komang Suarnade Karya Bakti Anggota

5. Made Sudursana Karya Bakti Anggota

6. Putu Nalie Karya Bakti Anggota

7. Komang Merte Karya Bakti Anggota

8. Putu Darmawan Andalan Anggota

9. Made Dwi Jati Andalan Anggota

10. Putu Wide Andalan Anggota

11. Wayan Kendri Andalan Anggota

12. Ketut Suteja Andalan Anggota

13. Made Sudiarta Andalan Anggota

14. Batur Perjuangan Anggota

15. Ketut Santika Perjuangan Anggota

16. Ketut Widawa Perjuangan Anggota

17. Ketut Wire Perjuangan Anggota

18. Nyoman G. Perjuangan Anggota

19. Ketut Carik Perjuangan Anggota

20. Made Hartawan Perjuangan Anggota

21. Made Suweta Perjuangan Anggota

22. Ketut Suwara Perjuangan Anggota

23. Nengah Mangku Perjuangan Anggota

24. Ento Ardani Perjuangan Anggota

25. Ketut Sucendre Perjuangan Anggota

26. Sri Puryawati Karya Bakti Anggota

27. Made Suwitre Karya Bakti Anggota

28. Nyoman Putra Karya Bakti Anggota

29. Made Suraji Karya Bakti Anggota

33

Lampiran 2. Daftar hadir peserta Temu Lapang Teknologi Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao (PBK)

No. Nama Jabatan Alamat

1. Pujiono Petani Desa Suro Bali

2. Ketut Suteja Kepala Desa Desa Suro Bali

3. Made Sudarsono Petani Desa Suro Bali

4. Putu Darmawan Petani Desa Suro Bali

5. Komang Petani Kooperator Desa Suro Bali

6. M. Yunir Petani Desa Suro Bali

7. Sri Puryawati Petani Kooperator Desa Suro Bali

8. Made Budi A. Petani Desa Suro Bali

9. Made Sukiase Petani/Ketua Kelompktani Desa Suro Bali 10. Darmudji Petani Kooperator Desa Meranti Jaya

11. Darma Susila Petani Desa Suro Bali

12. Amin Syahri Petani Desa Meranti Jaya

13. Ngadino Petani Desa Air Hitam

14. Bambang M. Petani Desa Air Hitam

15. Roland Y., S.Hut Staf Dishutbun Kepahiang Kepahiang 16. Ratim PPUP Perkebunan BP3K Kec. Ujan Mas 17. Mulyono Petani Kooperator Desa Suro Bali

18. R. Sumatri Petani Desa S.K. Beringin

19. Burhani, SE Petani Desa Cugung Lalang

20. Mulyadi Kepala Desa Desa Cugung Lalang

21. Made Suraje Petani Kooperator Desa Suro Bali 22. Yuliana Staf Dishutbun Kepahiang Kepahiang 23. Milda Staf Dishutbun Kepahiang Kepahiang 24. Marzuki Staf Dishutbun Kepahiang Kepahiang

25. Edy Sunardi Petani Petani Desa Suro Bali

26. Rolani Petani Petani Desa Suro Bali

27. Rasdan Effendi Kepala Desa Desa Air Hitam 28. Nofi Maniarti, SP PPL Desa Suro Bali Desa Suro Bali

29. Selamat Sihotang Petani Kepahiang

30. Karyono Petani Desa Air Hitam

31. Elly Beri Petani Desa Air Hitam

32. Iwan Petani Desa Tanjung Alam

33. Temi Petani Desa Tanjung Alam

34. Bakrin Petani Desa Tanjung Alam

35. HS. Basri Petani/Ketua Gapoktan Desa Tanjung Alam

36. Siswadi Petani Desa Tanjung Alam

37. Yayat Ruhyat Camat Kec. Ujan Mas Kec. Ujan Mas 38. Tari Sarjinah Staf Kecamatan Ujan Mas Kec. Ujan mas 39. Sudarmansyah Staf BPTP Bengkulu Bengkulu 40. Nelson Staf BPTP Bengkulu Bengkulu 41. Kusme Dinata Staf BPTP Bengkulu Bengkulu

42. Yoyo Staf BPTP Bengkulu Bengkulu

34 Lanjutan

No. Nama Jabatan Alamat

44. N.E. Hasanah Petani Kepahiang

45. Herlena Bidi A Staf BPTP Bengkulu Bengkulu

46. Arlan Petani Desa Suro Bali

47. Haryanto Petani Desa Suro Bali

48. Jauhari Petani Desa Suro Bali

49. Tamrin Suki Petani Desa Suro Bali

35

Lampiran 3. Kuesioner kegiatan pengkajian teknologi pengendalian hama PBK di Kabupaten Kepahiang

A. Identitas Responden

1. Nama : ... 2. Umur : ... tahun 3. Pendidikan Formal : ... tahun 4. Luas Penguasaan Lahan : ... ha

a). Kebun kako-kopi : ... ha b). Kebun kopi : ... ha c). Sawah : ... ha d). Tegalan : ... ha 5. Alamat : ... 6. Pengalaman Berusahatani : ... tahun 7. Nama Kelompoktani : ... 8. Jabatan dalam kelompoktani : ... 9. Jumlah Anggota Keluarga :

No Uraian Anggota Keluarga L/P Umur (th) Pendidikan Pekerjaan

B. Bahan Tanam

1. Jenis bibit yang digunakan A. Stek B. Biji

2. Asal bibit A. Pemda B. Beli

3. Umur bibit saat tanam A. 4-5 bulan B. > 5 bulan C. Cara Tanam dan Jenis Pelindung

1. Jarak tanam yang

digunakan A. 3 x 3 B. 4 x 2 C. Tanpa jarak

2. Ukuran lubang tanam A. 60 x 60 x 60 B. < 60 x 60 x 60

3. Pembuatan rorak A. Ya B. Tidak

4. Pola tanam A. Diversifikasi B. Monokultur

5. Jika monokultur, penanaman tanaman penutup tanah

A. Ya B. Tidak

6. Tanaman selain kopi A. Merica B.

36

tanah

8. Jenis tanaman pelindung

sementara A. Ya B. Tidak

9. Jenis tanaman pelindung

tetap A. Kelapa B. Gliricidae C. Lain.......

Lanjutan

D. Pemupukan

1. Pemupukan A. Ya B. Tidak

2. Jenis pupuk yang digunakan A... B... C ... 3. Dosis pupuk A... B... C ...

4. Cara pemupukan A. Disebar B. Ditugal C. Parit/alur

5. Waktu pemupukan A. Maret-April B.

Oktober-November C. Lain.... E. Pemangkasan dan Pengelolaan Naungan

1. Pemangkasan bentuk A. Ya B. Tidak

2. Pemangkasan pemeliharaan A. Ya B. Tidak

3. Waktu pemangkasan pemeliharaan A. 1 bulan sekali B. > 1 bulan sekali

4. Pemangkasan naungan A. Ya B. Tidak .

5. Frekuensi pemangkasan naungan A. 1 sebulan B. 2 bulan F. Pengendalian Hama Penyakit

1. Jenis hama utama A. PBK B. Helopelthis C. Tupai

2. Cara pengendalian hama utama A. Semprot B. Mekanis C. ... 3. Frekuensi waktu pengendalian A. 1-2 minggu B. 1 bulan C. ...

4. Jenis hama lain A. PBK B. Helopelthis C. Tupai

5. Cara pengendalian hama lain A. Semprot B. Mekanis C. ... 6. Frekuensi waktu pengendalian A. 1-2 minggu B. 1 bulan C. ...

7. Jenis penyakit utama A. Busuk Buah

8. Cara pengendalian penyakit utama A. Semprot B. Mekanis C. ... 9. Frekuensi pengendalian penyakit

utama A. 1-2 minggu B. 1 bulan C. ...

37

1. Jenis gulma dominan A. Daun Lebat B. Sempit C. Lebar Sempit 2. Cara pengendalian gulma A. Kimia B. Mekanis C. Tanpa 3. Jenis herbisida yang digunakan A. Round Up B. Gramoxone C. Lain... 4. Frekuensi pengendalian A. 1 bulan B. 2 bulan

H. Panen dan Pasca Panen

1. Penentuan panen A. Hijau menjadi

kuning B. Merah menjadi jingga

2. Frekuensi panen A. 1 minggu B. 2 minggu C. 1 bulan

3. Alat panen A. Gunting B. Parang/golok

4. Perlakuan setelah panen A. Langsung dipecah B. Diperam

5. Jika diperam A. Dihamparkan B. Dalam karung

6. Alat pemecah A. Parang/golok B. Mesin

7. Fermentasi biji A. Ya B. Tidak

8. Pengeringan A. Sinar matahari B. Mesin

9. Sortasi A. Ya B. Tidak

10. Penyimpanan A. Ya B. Tidak

11. Alas penyimpanan A. Ya B. Tidak

12. Lama penyimpanan A. 1 bulan B. > 1 bulan

Lanjutan

I. Pemasaran

1. Penjualan A. Langsung B. Disimpan

2. Rata-rata hasil kakao per panen ... kg/ha

3. Harga Rp... /kg

4. Rata-rata hasil kopi per musim panen ... kg/ha 5. Harga jual kopi Rp... /kg 6. Rata-rata hasil lada/musim ... kg/ha

7. Jenis lada A. Putih B. Hitam

8. Harga jual lada Rp... /kg 9. Rata-rata hasil tanaman lain (jika ada) ... kg/ha 10. Harga jual tanaman lain Rp... /kg

38 Lampiran 4. Survei calon lokasi pengkajian

Gambar 1. Kondisi tanaman di Desa Taba Saling Kecamatan Kepahiang yang

terserang hama Helopethis sp

Gambar 2. Kondisi tanaman yang sudah cukup terawat di Desa Tebat

Monok Kecamatan Kepahiang

Gambar 1. Kondisi tanaman di Desa Taba Saling Kecamatan Kepahiang yang

39

Lampiran 5. Survei awal teknologi eksisting petani di Desa Suro Bali

Gambar 1. Pengisian daftar hadir peserta

survei teknologi eksisting petani Gambar 2. Penyampain tujuan survei teknologi eksisting petani Gambar 3. Kondisi tanaman di Desa

Daspetah yang terserang penyakit busuk buah

Gambar 4. Kondisi tanaman di Desa Suro Bali yang terserang hama PBK

40

Lampiran 6. Kegiatan lapang pengkajian teknologi pengendalian hama PBK

Gambar 1. Pengambilan sampel tanah

pada lahan petani kooperator Gambar 2. Pemasangan papan merk pada tanaman sampel

41

Lampiran 7. Aplikasi perlakuan pada lahan petani kooperator

Gambar 1. Pemasangan sarang semut

42

Lampiran 8. Hama penyakit lain pada tanaman kakao di Desa Suro Bali

Gambar 1. Buah yang terserang hama

Helopelthis sp.

Gambar 2. Buah yang terserang penyakit busuk buah (Phytophtora

43

Lampiran 9. Kondisi tanaman, buah dan biji yang sehat

Gambar 1. Kondisi tanaman yang sehat Gambar 2. Kondisi buah yang sehat pada perlakuan penyarungan

Dalam dokumen LAPORAN AKHIR TAHUN 2012 (Halaman 39-53)

Dokumen terkait