Anonymous. 2004. Kakao Indonesia di Kancah Perkakaoan Dunia. http://www.ipard.com/art_perkebun/nov5-04_her-I.asp. Diakses terakhir tanggal 10 September 2011.
Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu. 2009. Provinsi Bengkulu dalam Angka 2010.
Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu. 2007. Statistik Perkebunan Provinsi Bengkulu.
Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kepahiang. 2009. Laporan Tahunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kepahiang.
Direktorat Jenderal Bina Produksi Perkebunan. 2004. Statistik Perkebunan Indonesia 2001-2003, Kakao. Direktorat Jenderal Bina Produksi Perkebunan, Jakarta.
Kalshoven, L.G.E. 1981. The Pest of Crops In Indonesia Revised by P.A Van der Laan. PT. Ichtiar Baru. Van Hoeve Jakarta. 701 p.
Mustafa, B. 2005. Kajian penyarungan buah muda kakao sebagai suatu metode pengendalian penggerek buah kakao (PBK) Conopomorpha cramerella Snellen (Lepidoptera : Gracillariidae). Prosiding Ilmiah dan Pertemuan Tahunan PEJ dan PFJ Komda Sul-Sel. Hal 23-35.
PPKKI. 2005a. Hama Utama Tanaman Kakao. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Jember.
Prawoto, et. al. 2003. Pedoman Teknis Budidaya Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.). Puslitkoka Jember. 103p.
Puslit Koka Indonesia. 2004. Panduan lengkap budi daya kakao. AgroMedia Pustaka. Jakarta.
Roesmanto, J., 1991. Kakao: Kajian Sosial Ekonomi. Aditya Media. Yogyakarta , 165p.
Sastrosiswojo, S. 1999. Program Pengendalian Hama Terpadu pada Tanaman Kakao. Warta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao. Vol 15 (3), Oktober 1999 hal: 264 -273.
Sitanggang, 2011, Serangan Tupai Masih Tinggi di Lampung Selatan, dikutip dari http://lampung.antaranews.com/berita/259251/serangan-tupai-masih-inggi -di-lampung-selatan, diakses pada tanggal 19 September 2011.
31
Sukamto., S.1995 Pengendalian Penyakit Utama Tanaman Kakao. Warta Penelitian Kopi dan Kakao, No. 14 (3), 271-276.
Tondok AR. 1999. Kebijakan Pengembangan Kopi dan kakao di Indonesia. Warta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, 15(1), 1-21.
Wardojo, S. 1980. The Cocoa Podborer. A major hindrance to cocoa development. Indonesia Agricultural Research and Development Journal 2 (1):1-4.
Wardojo, S. 1994. Strategi Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao (PBK) di Indonesia. Disampaikan pada Gelar Teknologi dan Pertemuan Regional Pengendalian PBK di Kabupaten Polmas Sulawesi Selatan, 3-4 Oktober 1994. 5hlm.
Wessel, P.C. 1983. The Cocoa Podborer Moth (Acrocercops cramerella Sn.). Review of Research Institute, 39-65.
32
Lampiran 1. Daftar hadir peserta survei teknologi eksisting petani di Desa Suro Bali Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang
No. Nama Nama Kelompoktani Jabatan dalam kelompoktani
1. Putu Mertha Andalan Ketua
2. Made Sukiase Karya Bakti Ketua
3. Komang Darma Karya Bakti Anggota
4. Komang Suarnade Karya Bakti Anggota
5. Made Sudursana Karya Bakti Anggota
6. Putu Nalie Karya Bakti Anggota
7. Komang Merte Karya Bakti Anggota
8. Putu Darmawan Andalan Anggota
9. Made Dwi Jati Andalan Anggota
10. Putu Wide Andalan Anggota
11. Wayan Kendri Andalan Anggota
12. Ketut Suteja Andalan Anggota
13. Made Sudiarta Andalan Anggota
14. Batur Perjuangan Anggota
15. Ketut Santika Perjuangan Anggota
16. Ketut Widawa Perjuangan Anggota
17. Ketut Wire Perjuangan Anggota
18. Nyoman G. Perjuangan Anggota
19. Ketut Carik Perjuangan Anggota
20. Made Hartawan Perjuangan Anggota
21. Made Suweta Perjuangan Anggota
22. Ketut Suwara Perjuangan Anggota
23. Nengah Mangku Perjuangan Anggota
24. Ento Ardani Perjuangan Anggota
25. Ketut Sucendre Perjuangan Anggota
26. Sri Puryawati Karya Bakti Anggota
27. Made Suwitre Karya Bakti Anggota
28. Nyoman Putra Karya Bakti Anggota
29. Made Suraji Karya Bakti Anggota
33
Lampiran 2. Daftar hadir peserta Temu Lapang Teknologi Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao (PBK)
No. Nama Jabatan Alamat
1. Pujiono Petani Desa Suro Bali
2. Ketut Suteja Kepala Desa Desa Suro Bali
3. Made Sudarsono Petani Desa Suro Bali
4. Putu Darmawan Petani Desa Suro Bali
5. Komang Petani Kooperator Desa Suro Bali
6. M. Yunir Petani Desa Suro Bali
7. Sri Puryawati Petani Kooperator Desa Suro Bali
8. Made Budi A. Petani Desa Suro Bali
9. Made Sukiase Petani/Ketua Kelompktani Desa Suro Bali 10. Darmudji Petani Kooperator Desa Meranti Jaya
11. Darma Susila Petani Desa Suro Bali
12. Amin Syahri Petani Desa Meranti Jaya
13. Ngadino Petani Desa Air Hitam
14. Bambang M. Petani Desa Air Hitam
15. Roland Y., S.Hut Staf Dishutbun Kepahiang Kepahiang 16. Ratim PPUP Perkebunan BP3K Kec. Ujan Mas 17. Mulyono Petani Kooperator Desa Suro Bali
18. R. Sumatri Petani Desa S.K. Beringin
19. Burhani, SE Petani Desa Cugung Lalang
20. Mulyadi Kepala Desa Desa Cugung Lalang
21. Made Suraje Petani Kooperator Desa Suro Bali 22. Yuliana Staf Dishutbun Kepahiang Kepahiang 23. Milda Staf Dishutbun Kepahiang Kepahiang 24. Marzuki Staf Dishutbun Kepahiang Kepahiang
25. Edy Sunardi Petani Petani Desa Suro Bali
26. Rolani Petani Petani Desa Suro Bali
27. Rasdan Effendi Kepala Desa Desa Air Hitam 28. Nofi Maniarti, SP PPL Desa Suro Bali Desa Suro Bali
29. Selamat Sihotang Petani Kepahiang
30. Karyono Petani Desa Air Hitam
31. Elly Beri Petani Desa Air Hitam
32. Iwan Petani Desa Tanjung Alam
33. Temi Petani Desa Tanjung Alam
34. Bakrin Petani Desa Tanjung Alam
35. HS. Basri Petani/Ketua Gapoktan Desa Tanjung Alam
36. Siswadi Petani Desa Tanjung Alam
37. Yayat Ruhyat Camat Kec. Ujan Mas Kec. Ujan Mas 38. Tari Sarjinah Staf Kecamatan Ujan Mas Kec. Ujan mas 39. Sudarmansyah Staf BPTP Bengkulu Bengkulu 40. Nelson Staf BPTP Bengkulu Bengkulu 41. Kusme Dinata Staf BPTP Bengkulu Bengkulu
42. Yoyo Staf BPTP Bengkulu Bengkulu
34 Lanjutan
No. Nama Jabatan Alamat
44. N.E. Hasanah Petani Kepahiang
45. Herlena Bidi A Staf BPTP Bengkulu Bengkulu
46. Arlan Petani Desa Suro Bali
47. Haryanto Petani Desa Suro Bali
48. Jauhari Petani Desa Suro Bali
49. Tamrin Suki Petani Desa Suro Bali
35
Lampiran 3. Kuesioner kegiatan pengkajian teknologi pengendalian hama PBK di Kabupaten Kepahiang
A. Identitas Responden
1. Nama : ... 2. Umur : ... tahun 3. Pendidikan Formal : ... tahun 4. Luas Penguasaan Lahan : ... ha
a). Kebun kako-kopi : ... ha b). Kebun kopi : ... ha c). Sawah : ... ha d). Tegalan : ... ha 5. Alamat : ... 6. Pengalaman Berusahatani : ... tahun 7. Nama Kelompoktani : ... 8. Jabatan dalam kelompoktani : ... 9. Jumlah Anggota Keluarga :
No Uraian Anggota Keluarga L/P Umur (th) Pendidikan Pekerjaan
B. Bahan Tanam
1. Jenis bibit yang digunakan A. Stek B. Biji
2. Asal bibit A. Pemda B. Beli
3. Umur bibit saat tanam A. 4-5 bulan B. > 5 bulan C. Cara Tanam dan Jenis Pelindung
1. Jarak tanam yang
digunakan A. 3 x 3 B. 4 x 2 C. Tanpa jarak
2. Ukuran lubang tanam A. 60 x 60 x 60 B. < 60 x 60 x 60
3. Pembuatan rorak A. Ya B. Tidak
4. Pola tanam A. Diversifikasi B. Monokultur
5. Jika monokultur, penanaman tanaman penutup tanah
A. Ya B. Tidak
6. Tanaman selain kopi A. Merica B.
36
tanah
8. Jenis tanaman pelindung
sementara A. Ya B. Tidak
9. Jenis tanaman pelindung
tetap A. Kelapa B. Gliricidae C. Lain.......
Lanjutan
D. Pemupukan
1. Pemupukan A. Ya B. Tidak
2. Jenis pupuk yang digunakan A... B... C ... 3. Dosis pupuk A... B... C ...
4. Cara pemupukan A. Disebar B. Ditugal C. Parit/alur
5. Waktu pemupukan A. Maret-April B.
Oktober-November C. Lain.... E. Pemangkasan dan Pengelolaan Naungan
1. Pemangkasan bentuk A. Ya B. Tidak
2. Pemangkasan pemeliharaan A. Ya B. Tidak
3. Waktu pemangkasan pemeliharaan A. 1 bulan sekali B. > 1 bulan sekali
4. Pemangkasan naungan A. Ya B. Tidak .
5. Frekuensi pemangkasan naungan A. 1 sebulan B. 2 bulan F. Pengendalian Hama Penyakit
1. Jenis hama utama A. PBK B. Helopelthis C. Tupai
2. Cara pengendalian hama utama A. Semprot B. Mekanis C. ... 3. Frekuensi waktu pengendalian A. 1-2 minggu B. 1 bulan C. ...
4. Jenis hama lain A. PBK B. Helopelthis C. Tupai
5. Cara pengendalian hama lain A. Semprot B. Mekanis C. ... 6. Frekuensi waktu pengendalian A. 1-2 minggu B. 1 bulan C. ...
7. Jenis penyakit utama A. Busuk Buah
8. Cara pengendalian penyakit utama A. Semprot B. Mekanis C. ... 9. Frekuensi pengendalian penyakit
utama A. 1-2 minggu B. 1 bulan C. ...
37
1. Jenis gulma dominan A. Daun Lebat B. Sempit C. Lebar Sempit 2. Cara pengendalian gulma A. Kimia B. Mekanis C. Tanpa 3. Jenis herbisida yang digunakan A. Round Up B. Gramoxone C. Lain... 4. Frekuensi pengendalian A. 1 bulan B. 2 bulan
H. Panen dan Pasca Panen
1. Penentuan panen A. Hijau menjadi
kuning B. Merah menjadi jingga
2. Frekuensi panen A. 1 minggu B. 2 minggu C. 1 bulan
3. Alat panen A. Gunting B. Parang/golok
4. Perlakuan setelah panen A. Langsung dipecah B. Diperam
5. Jika diperam A. Dihamparkan B. Dalam karung
6. Alat pemecah A. Parang/golok B. Mesin
7. Fermentasi biji A. Ya B. Tidak
8. Pengeringan A. Sinar matahari B. Mesin
9. Sortasi A. Ya B. Tidak
10. Penyimpanan A. Ya B. Tidak
11. Alas penyimpanan A. Ya B. Tidak
12. Lama penyimpanan A. 1 bulan B. > 1 bulan
Lanjutan
I. Pemasaran
1. Penjualan A. Langsung B. Disimpan
2. Rata-rata hasil kakao per panen ... kg/ha
3. Harga Rp... /kg
4. Rata-rata hasil kopi per musim panen ... kg/ha 5. Harga jual kopi Rp... /kg 6. Rata-rata hasil lada/musim ... kg/ha
7. Jenis lada A. Putih B. Hitam
8. Harga jual lada Rp... /kg 9. Rata-rata hasil tanaman lain (jika ada) ... kg/ha 10. Harga jual tanaman lain Rp... /kg
38 Lampiran 4. Survei calon lokasi pengkajian
Gambar 1. Kondisi tanaman di Desa Taba Saling Kecamatan Kepahiang yang
terserang hama Helopethis sp
Gambar 2. Kondisi tanaman yang sudah cukup terawat di Desa Tebat
Monok Kecamatan Kepahiang
Gambar 1. Kondisi tanaman di Desa Taba Saling Kecamatan Kepahiang yang
39
Lampiran 5. Survei awal teknologi eksisting petani di Desa Suro Bali
Gambar 1. Pengisian daftar hadir peserta
survei teknologi eksisting petani Gambar 2. Penyampain tujuan survei teknologi eksisting petani Gambar 3. Kondisi tanaman di Desa
Daspetah yang terserang penyakit busuk buah
Gambar 4. Kondisi tanaman di Desa Suro Bali yang terserang hama PBK
40
Lampiran 6. Kegiatan lapang pengkajian teknologi pengendalian hama PBK
Gambar 1. Pengambilan sampel tanah
pada lahan petani kooperator Gambar 2. Pemasangan papan merk pada tanaman sampel
41
Lampiran 7. Aplikasi perlakuan pada lahan petani kooperator
Gambar 1. Pemasangan sarang semut
42
Lampiran 8. Hama penyakit lain pada tanaman kakao di Desa Suro Bali
Gambar 1. Buah yang terserang hama
Helopelthis sp.
Gambar 2. Buah yang terserang penyakit busuk buah (Phytophtora
43
Lampiran 9. Kondisi tanaman, buah dan biji yang sehat
Gambar 1. Kondisi tanaman yang sehat Gambar 2. Kondisi buah yang sehat pada perlakuan penyarungan