• Tidak ada hasil yang ditemukan

Abidin 1987. Dasar Pengetahuan Ilmu Tanaman Angkasa, Bandung.

Afrianto dan Liviyawati. 1993. Budidaya Rumput Laut Dan Cara Pengolahanya. Bhratara, Jakarta.

Ahda, A., Srono, Imam, Batubar, Ismanadji, Yunaidar, Setiawan, Kurnia, Dsanakusuma, Sulistijo., Zatnika, Basmal, Effendi, Ratuboi. 2005. Profi Rumput Laut. Direktorat jendral Perikanan Budidaya. Depertemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta. Vol. 167

Anonim. 1988. Rumput Laut (Algae) Jenis, Reproduksi, Produksi, Budidaya Dan Pasca Panen. Proyek Studi Potensi Sumberdaya Alam Indonesia LIPI. Jakarta.

Anonim. 2004. Buletin Depertemen Kelautan dan Perikanan Mina Bahari Depertemen Kelautan dan Perikanan.Jakarta.

Anonim. 2006. Fotosintesa. http//id.wikipedia. org/wiki/fotosintesa

Anggadiredja, J., T.A. Zatnika., H. Purwoto, dan S. Istini. 2006. Rumput Laut Penebaran Swandaya. Jakata.147 hal.

Aryani. 2006. Pengaruh Lama Perendaman Dalamlarutan Pupuk Organik Cair Super Aci Tehadap Laju Pertumbuhan,Produksi,Dan Kandungan Karagenan Rumput Laut Kappaphykus Alvarezii. Skripsi Jurusan Perikanan Fakultas Ilmu Kelautan Dan Perikanan.Unifersitas Hasanunddin. Makassar.

Aslan, L, M. 2006. Budidaya Rumput Laut. Kanisius. Jakarta.

Belser T, dan Meinesz 1995 Deep water dispersal of the tropical alga Caulerpa Taxifolia introduced into the Mediterenean.

Brandt, K., Molgaard JP. 2001. Organic agriculture: Does it enhance or reduce the nutritional value of plant foods. Journal of Science Food Agricultural 81: 924-931. BBAP Takalar dalam Budidaya lawi-lawi (Caulerpa sp).

Bukusu M. 1994. Pengaruh Jarak Tanam Dan Bobot Awal Bibit Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Eucheuma cottonii Dengan Teknik Kultur Rakit Apung. Skipsi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universiras Sam Ratulangi Manado.

Carruthers TJB, WalkerDI and Huisman JM. 1993. Culture studies on two morphological types of Caulerpa (Chlorophyta) from Perth, Western Australia, with a description of a new species. Botanica Marina 36: 589-596.

Ceccherelli, Giulia. 2002. The spread of Caulerpa taxifolia in the Mediterranean: Dispersal strategy, interactions with native species, and competitive ability. Proceedings of International Caulerpa taxifolia Conference. San Diego, 31 Jan-1Feb 2002. San Diego :C.A USA.

Dawes C.J. 1987 The Biologi of Comercially Important Tropical Mavine Algae In Bird and B. H. Benson Seaweed Cultivation For Rene Weble Reserce. Elsiever Sciece Publication, Amsterdam.

Dawes, C, J,. A.O. Luisma, dan G,C. Trono. 1994. Laboratory and Fiel Growth Students of Commercial Strains of Euchema Denticulatum and KappaphycuusAlvarezii in the Philippines. J. Appl. Phycol.

Dawson, E. Y. 1966. Marine Botany. Holt, Rinehart and Winston, Inc. United States of America.

Dwidjobseputro, D. 1994. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Effendi, H. 2007. Telaahan Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Penerbit Kanisiuus. Yogyakarta.

Eidman, HM. 1991. Studi Efektifitas Bibit Algea Laut (Rumput Laut). Salah Satu Upaya Peningkatan Budidaya Algae Laut (Echema sp.). Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Frish, Susan M. 2003. Taxonomic Diversity, Geographic Distribution, and Commercial Availability of Aquarium-Traded Species of Caulerpa (Chlorophyta, Caulerpaceae) in Southern California, USA (Thesis). Fullerton : California State University.

Gaspersz, V., 1991. Metode Perancangan Percobaan Untuk Ilmu Pertanian, Ilmu Teknik Dan Ilmu Biologi. Armico, Bandung.

Geider, R.J dan B. A. Osborne. 1992. Algal Photosynthesis : The Measurement of Algal gas Exchange. Current Phycologi 2. Champman and Hall inc. New York.

Hamzah, A.R. 2005. Analisis Pengaruh Faktor Oseanografi Terhadap Kandungan Protein Pada Rumput Laut Kappahycus alvarezii di Perairan Kabupaten

Takalar. Skripsi. Program Studi Budidaya Perairan. Jurusan Perikanan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Hasanuddin.

Iksan K.H.I. 2005. Kajian Pertumbuhan, Produksi Rumput Laut (Eucheuma

cottonii) Dan Kandungan Karagenan Pada Berbagai Bobot Bibit Dan Asal

Thallus di Perairan Desa Gruaping Oba Maluku Utara [tesis]. Bogor: Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor.

Indriani, H. dan Sumarsi. 2004. Budidaya Pengolahan Dan Pemasaran Rumput Laut. Penebar. Saudaya Jakarta.

Insan dan Widyartini, 2008. Jenis-jenis Rumput Laut yang Berpotensi Sebagai Obat yang tumbuh pada Berbagai Subtrat di Pantai Ranababakan Nusakambangan Cilacap.

Izzati, M, 2007. Skreening Potensi Anti Bakteri pada Beberapa Spesies Rumput Laut terhadap Bakteri Patogen pada Udang Windu. Jurnal Bioma. Vol. 9. No. 2

Jumin, H. B. 1992. Ekologi Tanaman: Suatu Pendekatan Ekologis. Rajawali, Jakarta.

Kadi, A. dan W.S. Atmaja. 1988. Rumput Laut (Alagae) : Jenis, Reproduksi-Produksi, Budidaya dan Pasca Panen Poslitbang Oseanologi, Jakarta. Kateren, S. 1986 Minyak dan Lemak Pangan. Penerbit Universitas Indonesia,

Jakarta.

Kusnendar, E. 2002. Petunjuk Teknis Budidaya Rumput Laut Dalam Rangka Program Eksstensifikasi Pembudidayaan Ikan. Direktorat Jendral Perikanan Budidaya. Direktorat Pembudidayaan, Jakarta.

Kustiadi. 1977. Pengaruh Penambahan Vitamin B12 Terhadap Kultur Tunggal

Skeletonema Costatum Pada Media Berbagai Tingkat Kadar Garam di

Laboratorium. Fakultas Perikanan, IPB. Bogor

Lee, F. A. 1983. Basic Food Chemistry. The AVI Publishing Company, Inc., New York.

Mamang, N. 2008. Laju Pertumbuhan Bibit Rumput Laut Euchema Cottoni Dengan Perlakuan Thallus Terhadap Bobot Bibit Diperairan Lakeba, Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara Program Studi Ilmu Dan Teknologi Kelautan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

Mubarak, H., dan I. S. Wahyuni. 1981. Percobaan Budidaya Rumput Laut Eucheuma spinosum di Perairan Lorok Pacitan dan Kemungkinan

Pengembangannya. Bul. Panel. Perikanan Vol. 1 No. 2. Badan Litbang Pertanian Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan. hal : 157-166. Nana Putra. 2012. BBAP Takalar Berhasil Kembangkan Jenis Rumput Laut Lawi

Lawi (Caulerpa sp) Sebagai Komoditas Primadona Baru Masyarakat Pesisir. (online).http://putranana.blogspot.com/2012/07/bbap-takalar-berhasil-kembangkan-jenis.html. 08 Oktober 2013.

Nontji, A. 1981. Fotosintesis pada Fitoplanton Laut; Tijauan Fisiologis dan Ekologis. Fakultas Pasca Sarjana. IPB. Bogor.

Paul VJ, Hay ME. 1986. Seaweed susceptibility to herbivory: chemical and correlates. Marine Ecology Press Series 33:255-264;

Pearson, D. 1970. The Chemical Analisys of Food, J dan A Churchili New York.

Piazzi L, Ceccherelli, Giulia , Cinelli F. 2001. Threat to macroalgal diversity: effects of the introduced green alga Caulerpa racemosa in the Mediterranean. Mar. Ecol. Prog. Ser. 210: 149-159.

Piazzi L, Balata D, Cecchi, Enrico and Cinelli F. 2002. Co-occurrence of Caulerpa taxifolia and C. Racemosa in the Mediterranean Sea: interspecific interactions and influence on native macroalgal assemblages. Cryptogamie Algologie 24(3): 233-243.

Prud’homme Van Reine, W. F dan Trono, G. C, 2001. Plant Resource of South-East Asia. Backbuys Pub, Leiden.

Riechert R and Dawes CJ. 1986. Acclimation of the green alga Caulerpa Racemosa var. uvifera to light. Botanica Marina 29: 533-537.

Romimohtarto. 1999. Biologi Ilmu Pengetahuan Tentang Biota Laut. Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi. LIPI. Jakarta

.

Rahma 2010. Pengaruh Jarak Tanah Dan Bobot Bibit Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Rumput Lautvariatas Merah (Kappaphycus Alvarzii) Dengan Metode Lepas Dasar Aquahayati.75;037-046.

Laila, S. 2011. Pengaruh Jarak Tali Gantung Dan Jarak Tanam Bibit Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Kadar Karagina Rumput Laut Komppahycus Alvarezii Varietas Hijau Dengan Metode Vertikultur.Desa Toil-Toli Kecematan Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe. Skripsi.J Urusan Perikanan.Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Haluoleo. Kendari.

Lee, F.A. 1983. Basic Food Chemistry. The AVI Publishing Company, Inc, New York.

Sabbithah, S. 1999. Taksonomi Tumbuhan I ALGAE. Laboratorium Taksonomi Tumbuhan. Fakultas Biologi. Yogyakarta.

Setiaji, K. G. W. Santosa, Dan Sunaryo Pengaruh Penambahan Npk Dan Urea Pada Media Air Pemeliharaan Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut

Caulerpa Racemosa Var. Uvifera

Silva, Paul C. 2003. Historical overview of the genus Caulerpa. Cryptogamie Algologie 24(1): 33-50.

Silva, Paul C. 2003. Historical overview of thegenus Caulerpa. Cryptogamie Algologie 24 (1): 33-50.

Smith, Celia M. Nd Walters, Linda. 1999. Fragmentationasa strategy for Caulerpa

species: Fates of fragments and implications formanagementofan invasive

weed. P.S.Z.N. Mar. Ecol. 20 (2-4: 307-319.

Sulistijo W.s., Atmadja. A. Kadi dan Rahmania. 1996. Pengenalan Jenis-Jenis Rumput laut indonesia. Lembaga Oseanologi Nasional LIPI. Jakarta. Sutomo, 2005. Kultur Tiga Jenis Mikroalga (Tetraselmis sp., Chlorella sp. Dan

Chaetoceros Gracilis) Dan Pengaruh Kepadatan Awal Terhadap

Pertumbuhan C. Gracilis Di Laboratorium. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia. ISSN 0125-9830 No. 37 : 43 – 58

Stell, R.G.D dan J.H. Torries. 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika. Suatu Pendekatan Bometrik. Terjemahan Bambang Sumantri. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Tompi, H. M. 1995 Pengaruh Warna Cahaya Terhadap Laju pertumbuhan dan Kandungan Agar regidium (vahl) Grevelle pada Wada Universitas Hasanundin. Ujung Padang.

Verlaque, M., Durand C, Huisman JM, Boudouresque CF, Le Parco Y, 2003. On The Identity And Origin Of The Mediterranean Invasive Caulerpa

racemosa (Caulerpales, Chlorophyta). European Journal Of Phycology.

Vroom, Peter S. and Smith, Celia M. 2001. The Challenge of Siphonous Green Algae. American Scientist 89: 525-531.

Pearson, D. 1970. The Chemical Analisys of Food, J dan A Churchili New York. Pencawan, Y. 2013. Rumput Laut: ini Jenis baru yang Dikembangkan.(online),

http://www.bisnis.com/rumput laut ini-jenis baru yang di kembangkan.26 Agustus 2013.

Winarno. 1991. Teknologi Pengolahan Rumput Laut. Sinar Harapan. Jakarta. Yusuf, M.I., 2004. Produksi, Pertumbuhan dan Kandungan Karaginan Rumput

Laut Kappaphycus alvarezii yang Dibudidayakan Dengan Sistem Air Media dan Thallus Benih Yang Berbeda. Program Pasca Sarjana Universitas Hasanudin. Makasar.

Zulkifli. 2005. Perbandingan Pertumbuhan, Produksi dan Kandungan Karaginan Rumput laut Kappaphycus alvarezzi yang Di budidayakan Di Dalam Dan Di Luar Padang Lamu. Tesis Jurusan Pertanian. Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin.Makassar.

LAMPIRAN

Lampiran 1. Hasil analisis ragam pertumbuhan mutlak rumput laut lawi-lawi.

Sumber Keragaman DB JK KT F hitung F tabel

5% 1%

Perlakuan 2 36463.14 18231.57 94.17 ** 5,14 10,92

Galat 6 1161.58 193.60

Total 8 37624.72

Keterangan : ** Berpengaruh sangat nyata (p<0,01).

Lampiran 2. Uji BNT rumput laut lawi-lawi.

Perlakuan Rataan Selisih BNT

A B C 5% 1%

A 45.00 27.80 42.11

B -60.00 -15.00 *

C -107.00 -52.00 * -62.00 *

Lampiran 3.Parameter kualitas air rumput laut lawi-lawi selama penelitian.

Perlakuan

Pagi Siang Sore

Salt (ppt) T (°C) DO pH Salt (ppt) T (°C) DO pH Salt (ppt) T (°C) DO pH A1 34.4 27.1 14.4 7.9 35.5 27.2 16.6 7.8 34.9 27.3 15.4 7.9 A2 33.6 27.3 16.1 8.3 34.0 27.0 16.9 7.8 34.3 26.7 16.9 7.8 A3 32.9 26.8 15.8 8.5 33.8 27.5 13.2 8.0 34.0 27.5 15.2 7.8 Rerata 33.6 27.1 15.4 8.2 34.4 27.2 15.6 7.9 34.4 27.2 15.8 7.8 B1 33.1 27.7 15.4 7.9 33.3 26.7 14.8 7.8 34.3 27.7 14.0 8.0 B2 32.5 29.1 14.6 8.1 33.8 27.2 14.1 8.3 32.9 26.6 13.6 7.9 B3 31.6 26.2 12.7 7.7 34.2 27.4 14.4 7.7 34.7 27.7 13.6 7.8 Rerata 32.4 27.7 14.2 7.9 33.8 27.1 14.4 7.9 34.0 27.3 13.7 7.9 C1 31.4 26.8 14.1 8.0 34.2 27.5 12.9 8.2 34.4 27.3 12.8 7.8 C2 32.3 26.9 18.4 8.4 33.3 27.3 12.9 7.6 35.6 27.2 11.6 8.3 C3 31.8 27.0 13.0 7.9 34.4 27.2 11.4 10.4 30.9 27.8 12.8 7.5 Rerata 31.8 26.9 15.2 8.1 34.0 27.3 12.4 8.7 33.6 27.4 12.4 7.9

Lampiran 4. Rata-rata kualitas air media selama penelitian.

Perlakuan Parameter Waktu Pengukuran Rata-Rata

Pagi Siang Sore

A Salt (ppt) 33.6 34.4 34.4 34.1 T (°C) 27.1 27.2 27.2 27.2 Do 15.4 15.6 15.8 15.6 pH 8.2 7.9 7.9 8.0 B Salt (ppt) 32.4 33.8 34.0 33.4 T (°C) 27.7 27.1 27.3 27.4 Do 14.2 14.4 13.7 14.1 pH 7.9 8.0 7.9 7.9 C Salt (ppt) 31.8 34 33.6 33.1 T (°C) 26.9 27.3 27.4 27.2 Do 15.1 12.4 12.4 13.3 pH 8.1 8.7 7.8 8.2

Lampiran 4. Foto-foto kegiatan selama penelitian berlangsung.

Tata letak penelitian rumput laut lawi-lawi

Persiapan sampling pertumbuhan rumput laut lawi-lawi

Melakukan penimbangan berat rumput laut lawi-lawi

Pengukuran DO, Salinitas, dan suhu air media penelitian

Pengukuran pH air air media penelitian s

Dokumen terkait