1. Istimawan Dipohusodo, Manajemen Proyek dan Konstruksi, Kanisius Yogyakarta, 1996
2. mahendra Sultan Syah, Ir. Manajemen Proyek – Kiat Sukses Mengelola Proyek PT. Gramedia Pusaka Utama, Jakarta Januari 2004.
3. Proyek Monitoring Pelaksanaan Irigasi, Balai Irigasi, Metode Pengawasan Mutu Irigasi PP 03, Bekasi Agustus 1989.
4. Waskita Karya PT, Manual Mutu 2000
5. Waskita Karya PT, Manual Perencanaan dan Pengendalian Proyek 1999.
6. Keputusan Menteri KIMPRASWIL Nomer : 362/KPTS/M/2004, tentang : Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 7. Vincent Gaspersz, Statiscal Process Contral (Penerapan teknik – Teknik Statistikal
Dalam Manajemen Bisnis Total).
8. Fandy Ciptono & Anastasia Diana, Total Quality manajemen, Penerbit Andi Offset Yogyakarta 1995.
9. Bill Creech, The Five Pillars of TQM (Lima Pilar TQM) Binarupa Aksara, 1996 10. Soeharto, Iman, Manajemen Proyek, Jilid 2 PT. Gelora Aksara Pratama, 2001 11. Puspantoro, Benny, Ir, Ing, MSc Konstruksi Bangunan Bertingkat Rendah, Penerbit
Universitas Atmajaya Yogyakarta
RANGKUMAN
Bab 1
1. Metoda pelaksanaan konstruksi merupakan kunci untuk dapat mewujudkan seluruh perencanaan menjadi bentuk fisik dan akan mencerminkan profesionalisme kontraktor.
2. Rencana pelaksanaan proyek :
1. Organisasi proyek dan job description
2. Jadwal pelaksanaan proyek dan jadwal pengadaan sumber daya 3. Rencana mutu kontrak
4. Metode konstruksi (construction method) 5. Survei lapangan
6. Mobilisasi dan site plan
7. Rencana anggaran pelaksanaan (RAP) dan cash flow 8. Rencana K3 proyek
9. Rencana kelola lingkungan (RKL) dan rencana pemantauan lingkungan (RPL) 3. Kebutuhan sumber daya
Site plan
Kebutuhan sumber daya per item pekerjaan - tenaga kerja
- peralatan - material
Rencana anggaran pelaksana Tahapan pekerjaan
Bab 2
1. Kesalahan pada pekerjaan pengukuran dan pematokan berakibat : FATAL
- Produk Tidak Berfungsi sebagaimana mestinya - Kontribusi harus dibongkar dan dibangun kembali
2. Tujuan Pengukuran dan pematokan untuk menetapkan posisi satu titik dan titik lain terhadap titik tetap
Pekerjaan pematokan atau uitzet/ setting out harus dilaksanakan dengan : Teliti, akurat dan ketepatan yang tinggi
3. Pematokan Uitzet
Setting out – As (Central Line0 Setting out – sumbu
Setting out – garis kisi-kisi
Setting out untuk timbunan dan galian
Setting out untuk pondasi dan pasangan batu Dan lain-lain
4. Pengkaplingan dilakukan dengan : Pengukuran situasi
Perhitungan data Penggambaran peta Pematokan
Bab 3
1. Pekerjaan pembukaan lahan Pembersihan semak dan pohon Penyingkiran batu dan pembongkaran Penyiapan dan perataan tanah Penggalian dan penimbunan Stabilitas lereng
Bab 4
1. Pekerjaan pondasi bentuk dan jenisnya Pondasi dangkal Pondasi dalam Pondasi Dangkal Pondasi menerus Pondasi setempat Pondasi gabungan Pondasi plat
2. Pondasi Dalam antara lain : Pondasi tiang pancang
Pengertian :
Suatu bentuk batang yang ditancapkan kedalam tanah secara tegak lurus atau menyudut untuk memindahkan beban ke tanah
Jenis tiang pancang : 1. Tiang besi cor 2. Tiang komposit 3. Tiang pasir 4. Tiang kayu 5. Tiang Besi
6. Tiang beton (pabrikan atau cor ditempat) 3. Bentuk dan cara pengerjaannya :
1. Tiang pondasi straus
2. Tiang pondasi sekrup dari besi cor 3. Tiang pondasi simplex
4. Tiang pondasi frankie 5. Tiang pondasi pedestal 6. Tiang pondasi tekan 7. Tiang pondasi goyang
Bab 5
1. Pengertian pekerjaan struktur adalah :
Pekerjaan rangka bangunan yang berada diatas pekerjaan pondasi dengan bentuk komponen berupa kolom, balok, lantai, dinding, plat beton, tangga dan kerangka atap 2. Pembebanan pada pekerjaan konstruksi terdiri dari :
Beban mati
Beban hidup / bergerak Beban angin
Beban gempa Beban khusus 3. Jenis Pekerjaan Struktur
Struktur baja Struktur komposit Struktur beton
Struktur pasangan dinding/ tembok Struktur lantai dan tangga
4. Pekerjaan Struktur Beton Bahan beton
Campuran beton
Pemeriksaan mutu beton Perubahan bentuk beton
Pelaksanaan pengerjaan beton
Pelaksanaan Pekerjaan Penulangan Beton Mengenal baja tulangan
Pemotongan dan pembengkokan Sambungan tulangan
Pemasangan/ perangkaian pembesian/ penulangan beton 5. Pengawasan pekerjaan beton
Pekerjaan persiapan
Pekerjaan penyiapan bahan Pekerjaan pembesian Pekerjaan pengecoran Pekerjaan perawatan
6. Pedoman Umum Cetakan (bekisting) Jarak tumpuan
Penyambungan papan untuk panel Penyambungan papan untuk sudut
Merakit papan cetakan dengan kawat baut mur Menghindari kerusakan
Cetakan kolom dan dinding : Cara mendirikan cetakan kolom Cetakan tangga
Cetakan kolom segi empat Cetakan kolom bukan segi empat Cetakan dinding
Cetakan balok dan lantai 7. Tentang Perancah (scaffolding)
Tiang penyangga cetakan beton
Tiang penyangga harus berdiri diatas bantalan yang kokoh terhindar dari pemuaian, pengerusan atau pergeseran
Tiang penyangga harus mudah disetel dan dibongkar Pembongkaran perancah harus sesuai prosedur
Bab 6
1. Bangunan gedung dapat dikategorikan : Bangunan umum
2. Bangunan rumah tinggal/ perorangan berfungsi : Tempat istirahat
Tempat kehidupan/ kenyamanan
Tempat untuk menunjukan tingkat sosial Pembinaan keluarga
3. Seni bangunan sering disebut seni arsitektur merupakan :
Keindahan suatu bangunan sehingga manusia yang menikmatinya akan merasa ada kepuasan dalam jiwanya
4. Syarat-syarat Keindahan Estetika formil
Estetika ekspressionis Estetika psikologis
Diwujudkan / dipenuhi melalui aspek-aspek : Bentuk (form)
Kesatuan (unity)
Keseimbangan (balance)
Aksen/ harmonis/ ekspresi dan gaya 5. Untuk mendapatkan kesatuan dari bentuk :
Bentuk kesatuan geometri murni
Mengintegrasikan dan sinkronisasi bagian minor / sekunder dengan mayor / prmier
Paling dominan :
Memadukan berbagai bentuk/ macam-macam satuan yang berbeda-beda menjadi satu kesatuan yang merupakan pernyataan yang dapat mewakili dan menciptakan “Nilai Estetika”.
Bab 7
1. Bangunan Gedung belum dapat dikatakan berfungsi dengan layak, jika fasilitasnya belum lengkap
Biarpun strukturnya sudah jadi
2. Fasilitas bangunan gedung salah satunya antara lain : Mekanikal dan elektrikal
Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal : Listrik
Pompa air Penangkal petir Pemadam kebakaran
Alat komunikasi Penyegar udara Dan lainnya
DAFTAR PUSTAKA
1. Istimawan Dipohusodo, Manajemen Proyek dan Konstruksi, Kanisius Yogyakarta, 1996
2. mahendra Sultan Syah, Ir. Manajemen Proyek – Kiat Sukses Mengelola Proyek PT. Gramedia Pusaka Utama, Jakarta Januari 2004.
3. Proyek Monitoring Pelaksanaan Irigasi, Balai Irigasi, Metode Pengawasan Mutu Irigasi PP 03, Bekasi Agustus 1989.
4. Waskita Karya PT, Manual Mutu 2000
5. Waskita Karya PT, Manual Perencanaan dan Pengendalian Proyek 1999.
6. Keputusan Menteri KIMPRASWIL Nomer : 362/KPTS/M/2004, tentang : Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 7. Vincent Gaspersz, Statiscal Process Contral (Penerapan teknik – Teknik Statistikal
Dalam Manajemen Bisnis Total).
8. Fandy Ciptono & Anastasia Diana, Total Quality manajemen, Penerbit Andi Offset Yogyakarta 1995.
9. Bill Creech, The Five Pillars of TQM (Lima Pilar TQM) Binarupa Aksara, 1996 10. Soeharto, Iman, Manajemen Proyek, Jilid 2 PT. Gelora Aksara Pratama, 2001 11. Puspantoro, Benny, Ir, Ing, MSc Konstruksi Bangunan Bertingkat Rendah, Penerbit
Universitas Atmajaya Yogyakarta