• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

Dalam dokumen PELATIHAN KEPALA PROYEK BANGUNAN GEDUNG (Halaman 171-178)

1. Istimawan Dipohusodo, Manajemen Proyek dan Konstruksi, Kanisius Yogyakarta, 1996

2. mahendra Sultan Syah, Ir. Manajemen Proyek – Kiat Sukses Mengelola Proyek PT. Gramedia Pusaka Utama, Jakarta Januari 2004.

3. Proyek Monitoring Pelaksanaan Irigasi, Balai Irigasi, Metode Pengawasan Mutu Irigasi PP 03, Bekasi Agustus 1989.

4. Waskita Karya PT, Manual Mutu 2000

5. Waskita Karya PT, Manual Perencanaan dan Pengendalian Proyek 1999.

6. Keputusan Menteri KIMPRASWIL Nomer : 362/KPTS/M/2004, tentang : Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 7. Vincent Gaspersz, Statiscal Process Contral (Penerapan teknik – Teknik Statistikal

Dalam Manajemen Bisnis Total).

8. Fandy Ciptono & Anastasia Diana, Total Quality manajemen, Penerbit Andi Offset Yogyakarta 1995.

9. Bill Creech, The Five Pillars of TQM (Lima Pilar TQM) Binarupa Aksara, 1996 10. Soeharto, Iman, Manajemen Proyek, Jilid 2 PT. Gelora Aksara Pratama, 2001 11. Puspantoro, Benny, Ir, Ing, MSc Konstruksi Bangunan Bertingkat Rendah, Penerbit

Universitas Atmajaya Yogyakarta

RANGKUMAN

Bab 1

1. Metoda pelaksanaan konstruksi merupakan kunci untuk dapat mewujudkan seluruh perencanaan menjadi bentuk fisik dan akan mencerminkan profesionalisme kontraktor.

2. Rencana pelaksanaan proyek :

1. Organisasi proyek dan job description

2. Jadwal pelaksanaan proyek dan jadwal pengadaan sumber daya 3. Rencana mutu kontrak

4. Metode konstruksi (construction method) 5. Survei lapangan

6. Mobilisasi dan site plan

7. Rencana anggaran pelaksanaan (RAP) dan cash flow 8. Rencana K3 proyek

9. Rencana kelola lingkungan (RKL) dan rencana pemantauan lingkungan (RPL) 3. Kebutuhan sumber daya

Site plan

Kebutuhan sumber daya per item pekerjaan - tenaga kerja

- peralatan - material

Rencana anggaran pelaksana Tahapan pekerjaan

Bab 2

1. Kesalahan pada pekerjaan pengukuran dan pematokan berakibat : FATAL

- Produk Tidak Berfungsi sebagaimana mestinya - Kontribusi harus dibongkar dan dibangun kembali

2. Tujuan Pengukuran dan pematokan untuk menetapkan posisi satu titik dan titik lain terhadap titik tetap

Pekerjaan pematokan atau uitzet/ setting out harus dilaksanakan dengan : Teliti, akurat dan ketepatan yang tinggi

3. Pematokan Uitzet

Setting out – As (Central Line0 Setting out – sumbu

Setting out – garis kisi-kisi

Setting out untuk timbunan dan galian

Setting out untuk pondasi dan pasangan batu Dan lain-lain

4. Pengkaplingan dilakukan dengan : Pengukuran situasi

Perhitungan data Penggambaran peta Pematokan

Bab 3

1. Pekerjaan pembukaan lahan Pembersihan semak dan pohon Penyingkiran batu dan pembongkaran Penyiapan dan perataan tanah Penggalian dan penimbunan Stabilitas lereng

Bab 4

1. Pekerjaan pondasi bentuk dan jenisnya Pondasi dangkal Pondasi dalam Pondasi Dangkal Pondasi menerus Pondasi setempat Pondasi gabungan Pondasi plat

2. Pondasi Dalam antara lain : Pondasi tiang pancang

Pengertian :

Suatu bentuk batang yang ditancapkan kedalam tanah secara tegak lurus atau menyudut untuk memindahkan beban ke tanah

Jenis tiang pancang : 1. Tiang besi cor 2. Tiang komposit 3. Tiang pasir 4. Tiang kayu 5. Tiang Besi

6. Tiang beton (pabrikan atau cor ditempat) 3. Bentuk dan cara pengerjaannya :

1. Tiang pondasi straus

2. Tiang pondasi sekrup dari besi cor 3. Tiang pondasi simplex

4. Tiang pondasi frankie 5. Tiang pondasi pedestal 6. Tiang pondasi tekan 7. Tiang pondasi goyang

Bab 5

1. Pengertian pekerjaan struktur adalah :

Pekerjaan rangka bangunan yang berada diatas pekerjaan pondasi dengan bentuk komponen berupa kolom, balok, lantai, dinding, plat beton, tangga dan kerangka atap 2. Pembebanan pada pekerjaan konstruksi terdiri dari :

Beban mati

Beban hidup / bergerak Beban angin

Beban gempa Beban khusus 3. Jenis Pekerjaan Struktur

Struktur baja Struktur komposit Struktur beton

Struktur pasangan dinding/ tembok Struktur lantai dan tangga

4. Pekerjaan Struktur Beton Bahan beton

Campuran beton

Pemeriksaan mutu beton Perubahan bentuk beton

Pelaksanaan pengerjaan beton

Pelaksanaan Pekerjaan Penulangan Beton  Mengenal baja tulangan

 Pemotongan dan pembengkokan  Sambungan tulangan

 Pemasangan/ perangkaian pembesian/ penulangan beton 5. Pengawasan pekerjaan beton

Pekerjaan persiapan

Pekerjaan penyiapan bahan Pekerjaan pembesian Pekerjaan pengecoran Pekerjaan perawatan

6. Pedoman Umum Cetakan (bekisting) Jarak tumpuan

Penyambungan papan untuk panel Penyambungan papan untuk sudut

Merakit papan cetakan dengan kawat baut mur Menghindari kerusakan

Cetakan kolom dan dinding : Cara mendirikan cetakan kolom Cetakan tangga

Cetakan kolom segi empat Cetakan kolom bukan segi empat Cetakan dinding

Cetakan balok dan lantai 7. Tentang Perancah (scaffolding)

Tiang penyangga cetakan beton

Tiang penyangga harus berdiri diatas bantalan yang kokoh terhindar dari pemuaian, pengerusan atau pergeseran

Tiang penyangga harus mudah disetel dan dibongkar Pembongkaran perancah harus sesuai prosedur

Bab 6

1. Bangunan gedung dapat dikategorikan : Bangunan umum

2. Bangunan rumah tinggal/ perorangan berfungsi : Tempat istirahat

Tempat kehidupan/ kenyamanan

Tempat untuk menunjukan tingkat sosial Pembinaan keluarga

3. Seni bangunan sering disebut seni arsitektur merupakan :

Keindahan suatu bangunan sehingga manusia yang menikmatinya akan merasa ada kepuasan dalam jiwanya

4. Syarat-syarat Keindahan Estetika formil

Estetika ekspressionis Estetika psikologis

Diwujudkan / dipenuhi melalui aspek-aspek : Bentuk (form)

Kesatuan (unity)

Keseimbangan (balance)

Aksen/ harmonis/ ekspresi dan gaya 5. Untuk mendapatkan kesatuan dari bentuk :

Bentuk kesatuan geometri murni

Mengintegrasikan dan sinkronisasi bagian minor / sekunder dengan mayor / prmier

Paling dominan :

Memadukan berbagai bentuk/ macam-macam satuan yang berbeda-beda menjadi satu kesatuan yang merupakan pernyataan yang dapat mewakili dan menciptakan “Nilai Estetika”.

Bab 7

1. Bangunan Gedung belum dapat dikatakan berfungsi dengan layak, jika fasilitasnya belum lengkap

Biarpun strukturnya sudah jadi

2. Fasilitas bangunan gedung salah satunya antara lain : Mekanikal dan elektrikal

Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal : Listrik

Pompa air Penangkal petir Pemadam kebakaran

Alat komunikasi Penyegar udara Dan lainnya

DAFTAR PUSTAKA

1. Istimawan Dipohusodo, Manajemen Proyek dan Konstruksi, Kanisius Yogyakarta, 1996

2. mahendra Sultan Syah, Ir. Manajemen Proyek – Kiat Sukses Mengelola Proyek PT. Gramedia Pusaka Utama, Jakarta Januari 2004.

3. Proyek Monitoring Pelaksanaan Irigasi, Balai Irigasi, Metode Pengawasan Mutu Irigasi PP 03, Bekasi Agustus 1989.

4. Waskita Karya PT, Manual Mutu 2000

5. Waskita Karya PT, Manual Perencanaan dan Pengendalian Proyek 1999.

6. Keputusan Menteri KIMPRASWIL Nomer : 362/KPTS/M/2004, tentang : Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 7. Vincent Gaspersz, Statiscal Process Contral (Penerapan teknik – Teknik Statistikal

Dalam Manajemen Bisnis Total).

8. Fandy Ciptono & Anastasia Diana, Total Quality manajemen, Penerbit Andi Offset Yogyakarta 1995.

9. Bill Creech, The Five Pillars of TQM (Lima Pilar TQM) Binarupa Aksara, 1996 10. Soeharto, Iman, Manajemen Proyek, Jilid 2 PT. Gelora Aksara Pratama, 2001 11. Puspantoro, Benny, Ir, Ing, MSc Konstruksi Bangunan Bertingkat Rendah, Penerbit

Universitas Atmajaya Yogyakarta

Dalam dokumen PELATIHAN KEPALA PROYEK BANGUNAN GEDUNG (Halaman 171-178)

Dokumen terkait