Afza, H. 2016. Peran Konservasi Dan Karakterisasi Plasma Nutfah Padi Beras Merah Dalam Pemuliaan Tanaman. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian.
Jurnal Litbang pertanian Vol. 35 : 143-155.
Asikin, S. dan M. Thamrin. 2009. Pengendalian Hama Walang Sangit (Leptocorisa oratorius F.) di Tingkat Petani Lahan Lebak Kalimantan Selatan. Laporan Penelitian: Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balitra). Banjarmasin.
Anggraini, S., Siti, H., Chandra, I. dan Abu, U. 2014. Serangan Hama Wereng dan Kepik pada Tanaman Padi di Sawah Lebak di Sumatera Selatan. Ilmu Tanaman Program Pascasarjana FP Universitas Sriwijaya. Palembang.
Arafah. 2009. Pengelolaan dan Pemanfaatan Padi Sawah. Bumi Aksara. Bogor, Jawa Barat.
Aziz, I. R. 2014. Kemampuan Tumbuh Pseudomonas Putida Strain 071 Pada Medium Diazinon. Jurnal Teknosains. vol 8(1): 87-94.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara. 2017. Produksi Padi Sawah, 2006-2016. https://sumut.bps.go.id/statictable/2017/11/20/765/luas-panen-produksi-dan-rata-rata-produksi-padi-sawah-2006-2016.html.[12Mei 2019].
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BPTP). (2009). Deskripsi Varietas padi.
Badan penelitian dan pengembangan pertanian.
Bhadauria, N. S. and Singh, P. 2009. Assessment of Losses in Paddy Caused Leptocorisa varicornis. Annals of Plant Protection Sciences. vol 17(1):
231.
Dalia, B, P, I. dan A, S, Leksono. 2014. Interaksi Antara Capung Dengan Arthropoda dan Vertebrata Predator di Kepajen, Kabupaten Malang.
Jurusan Biologi FMIPA Universitas Brawijaya. Malang.
Effendy T.A., R. Septiadi, A. Salim dan A. Mazid. 2010. Entomopathogenic fungi from the lowland soil of south Sumatera Selatan and their potential as biocontrol agents of stink bugs (Leptocorisa oratorius (F).J HPT Tropika, 10 (2): 161p.
Elischa. 2013. Perkembangan Populasi Walang Sangit (Leptocorisa oratorius (F)) (Hemiptera: Alydidae) Dan Potensi Musuh Alaminya Pada Pertanaman Padi. Skripsi. Departemen Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor.
33
Feriadi. 2015. Pengendalian Hama Walang Sangit (Leptocorisa oratorius) Pada Tanaman Padi Sawah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung. Kepulauan Bangka Belitung.
Heath, R.R., P.J. Landolt, B. Dveben & B. Lenezewski. 1992. Identification of floral compounds of night blooming jessamine attractive to cabbage looper moths. Environtmental Entomology 21 (3): 854-859. 00
Ihfitasari. T., A. Z. Siregar., Pinem. M. I. 2019. Indeks kerapatan mutlak , kerapatan relatif, frekuensi mutlak dan frekuensi relatif serangga pada tanaman Padi (Oryza sativa L.) fase vegetatif dan fase generatif di Percut, Sumatera Utara. Jurnal Agroteknologi FP USU 7 (2) (60) : 472-481. Program Studi Agroteknologi, USU. Medan.
Irsan, C., M., U, Harun. dan E, Saleh. 2014. Pengendalian Tikus dan Walang Sangit di Sawah lebak. Fakultas pertanian Universitas Sriwijaya.
Prosiding Seminar Nasional. Palembang.
Kardinan AMH, Bintoro, Syakir M, Amin A. 2009. Penggunaan Selasih Terhadap Pengendalian Hama Lalat Buah pada Mangga. Jurnal Littri 15(3):101-109.
Kartohardjono, A., D, Kertoseputro. dan T, Suryana. 2010. Hama Potensial dan Pengendaliannya. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. 416p.
Khunaifi, A. 2013. Pengaruh Waktu Aplikasi Umpan Telur Busuk Sebagai Perangkap Walang sangit (Leptocorisa acuta Thunberg) Pada Tanaman Padi. Fakultas Pertanian. Universitas Jember. Jawa Tengah.
Kusmawati., R. Apriadi., E. Asriani. 2019. Penggunaan Atraktan Organik yang Diperkaya Pestisida Kimia untuk Pengendalian Hama Walang Sangit Skala Laboratorium The Use of Attraktant Organic Enriched With Chemical Pesticides for Rice Ear Bug Control in Laboratory. Jurnal Agrotek 5 (2) : 1-9 pp. Universitas Bangka Belitung. Bangka Belitung.
Manopo, R., C.L. Salaki., J.E.M. Mamahit., E. Senewe. 2012. Padat Populasi dan Intensitas Serangan Hama Walang Sangit (Leptocorisa acuta Thumb.) Pada Tanaman Padi Sawah Di Kabupaten Minahasa Tenggara.
Universitas Sam Ratulangi. Manado.
Mardiah. Z. dan Sudarmaji. 2012. Identifikasi Komponen Volatil Tanaman Padi Fase Bunting dan Matang Susu sebagai Pakan Alami yang disukai Tikus Sawah.Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 31 (2). Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Subang.
Murtini, J.T., R. Riyanto1, N. Priyanto, dan I. Hermana. 2014. Pembentukan Formaldehid Alami pada Beberapa Jenis Ikan Laut Selama
Nadeak. E. S. M, Rwanda. T., Iskandar. I. 2015. Efektivitas Variasi Umpan dalam Penggunaan Fly Trap di Tempat Pembuangan Akhir Ganet kota Tanjungpinang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas 10 (1): 84.
Fakultas Kesehatan Masyarakat Andalas. Padang.
Nenet S, Sumeno dan Sudarjat. 2005. Ilmu Hama Tumbuhan. Universitas Padjajaran. Bandung.
Nurdin F., J. Ghani dan Z. B. Kiman, 1993. Pengaruh beberapa konsentrasi Insektisida Biologi Thuricide HP Terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera litura) Pada Tanaman Kedelai. Prosiding Simposium Patologi Serangga I, Yogyakarta.
Nofiardi. E., Sarbino, dan Fadjar R., 2016., Fluktuasi Populasi dan Keparahan Serangan Walang Sangit (Leptocorisa oratorius F.) pada Tanaman Padi di Desa Sejiram Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas.
Patty JA. 2012. Efektivitas Metil Eugenol terhadap Penangkapan Lalat Buah (bactrocera dorsalis) pada Pertanaman Cabai. Jurnal Agrologia 1 (1) : 69-75.
Pracaya dan Kahono PC. 2011. Kiat Sukses Budidaya Padi. Singkawang: PT.
Macanan Jaya Cemerlang.
Pratimi, A. 2011. Fluktuasi population walang sangit Leptocorisa oratorius F.
(Hemiptera: Alydidae) pada komunitas padi di Dusun Kepitu, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tesis. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. 52p.
Prijono, D. dan H, Triwidodo. Pemanfaatan Insektisida Nabati di Tingkat Petani.
Jurusan Hama Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian IPB. Bogor.
Purwaningsih, T. 2017. Efektifitas Aplikasi Beauveria bassiana Sebagai Upaya Pengendalian Wereng Batang Coklat dan Walang Sangit Pada Tanaman Padi. Skripsi. Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Semarang.
Qomarodin. 2006. Pengendalian Walang Sangit (Leptocorisa Oratorius F) Ramah Lingkungan Di Tingkat Petani Di Lahan Rawa Lebak in Prosiding Temu Teknis Tenaga Fungsional Pertanian: Profesionalisme Tenaga Fungsional dalam mendukung Revitalisasi Pertanian. Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa. Kalimantan Selatan.
Roja, A. 2009. Pengendalian Hama Dan Penyakit Secara Terpadu (PHT) Pada Padi Sawah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). Sumatera Barat.
35
Rosba, E. dan M. Catri. 2015. Pengaruh Ekstrak Biji Bengkuang Terhadap Walang Sangit (Leptocorisa acuta Thunb) Pada Tanaman Padi. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA. Vol. 1(2):76-82.
Saenong, M. S. 2016. Tumbuhan Indonesia Potensial Sebagai Insektisida Nabati Untuk Mengendalikan Hama Kumbang Bubuk Jagung (Sitophilus spp.). Jurnal Litbang Pertanian Vol.35 (3) : 131-142.
Samosir, D, W. 2018. Uji Tipe dan Ketinggian Perangkap untuk Mengendalikan Walang Sangit Leptocorisa acuta Thunberg. (Hemiptera: Alydidae) pada Padi Sawah di Kelurahan Pematang Marihat Kecamatan Siantar Marimbun. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.
Medan.
Santika, A. dan Rozakurniati. 2010. Teknik Evaluasi Mutu Beras Ketan dan Beras Merah pada Beberapa Galur Padi Gogo. Buletin Teknik Pertanian:
Pusat perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, No 1, Vol 13, -2010.
Siagian, S. W. 2018. Uji Efektifitas Perangkap Bangkai Keong Mas dan Bangkai Ikan untuk Mengendalikan Walang Sangit (Leptocorisa acuta Thunberg.) pada Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.) di Kecamatan Patumbak. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.
Medan.
Silitonga, T.S. dan A. Risliawati. 2011. Pembentukan core collection untuk sumber daya genetik padi toleran kekeringan. Bul. Plasma Nutfah 17(2): 104–115.
Siregar A Z. 2007. Hama-Hama Tanaman Padi. USU Repository. Medan.
Siregar A Z,.2016. Pengelolaan Terpadu Padi Sawah (PTPS): Inovasi Pendukung Produktivitas Pangan. USU. Medan.
Sitompul, A, F., S, Oemry. dan Y, Pangestiningsih. 2014. Uji Efektifitas Insektisida Nabati Terhadap Mortalitas Leptocorisa acuta Thunberg.
(Hemiptera : Alydidae) Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.) di Rumah Kaca. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.Medan. J AET Vol 2 (3) : 1075-1080.
Suin, N. M. 1997. Ekologi Fauna tanah. Bumi Aksara. Jakarta. 189 hal.
Solikhin. 2000. Ketertarikan Walang Sangit (Leptocorisa oratorius F.) Terhadap Beberapa Bahan Organik Yang Membusuk. J.Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika. 1(1): 16-24.
Tiwari GN, Prasad CS, Nath L. 2011. Arthropod Diversity in Brinjal Ecosystem and its Relation with Weather Factors in Western Uttar Pradesh.
Trends in Biosciences. vol 4(1): 12-18.
Tomboku I., James B K., Mareyke M dan Jususf M. 2014. Potensi Beberapa Tanaman Atraktan Dalam Pengendalian Hama Keong Mas (Pomacea Canaliculata Lamarck) Pada Tanaman Padi Sawah Di Desa Tonsewer Kecamatan Tompaso II. Universitas Sam Ratulangi. Manado.
Vinson, S.B. 1981. Habitat alocation. In D.A. Nordlund, R.L. Jones & W.J.
Lewis (eds.), Semiochemicals: Their Role in Pest Control. A WileyInterscience Publication, John Wiley & Sons, New York: 51-77.
Yudono, D. A. 2007. Studi Kombinasi Bentuk Perangkap Dan Atraktan Terhadap Potensi Perangkap Walangsangit (Leptocorisa acuta Thunberg).
Skripsi Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan. Universitas Jember.
Jember
Willis, M. 2001. Walang Sangit : Bioekologi dan Pengendaliannya di Lahan Pasang Surut. Monograf . Badan Litbang Pertanian. Balittra.
Banjarharu.
Zakiyah, F., M, Hoesain. dan Wagiyana. 2015. Pemanfaatan Kombinasi Bau Bangkai Kodok dan Insektisida Nabati sebagai Pengendali Hama Walang Sangit (Leptocorisa acuta T.) pada Tanaman Padi. Fakultas Pertanian Universitas Jember. Jember.
37