Aboenawan, L. 1991. Pertambahan berat badan, konversi ransum dan Total Digestible Nutrients (TDN) pellet isi rumen dibanding pellet rumput pada domba jantan. Laporan Penelitian. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Agni. 2005. Pemberian tingkat ampas teh (Camellia sinensis) terhadap kecernaan bahan kering, kecernaan protein dan retensi nitrogen domba lokal jantan. Skripsi. Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Anggorodi, R. 1990. Ilmu Makanan Ternak. Penerbit PT Gramedia, Jakarta.
Asriningrum. 2003. Retensi nitrogen dan kecernaan pada domba jantan lokal yang mengkonsumsi biomasa limbah serat kelapa sawit hasil fermentasi oleh Ganoderma licidium. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Badan Meteorologi dan Geofisika. 2005. Data curah hujan daerah Cibanteng dan sekitarnya. Balai Wilayah II Stasiun Klimatologi Darmaga, Bogor.
Badan Pusat Statistik. 2003. Statistik Indonesia 2003. Badan Pusat Statistik, Jakarta. Bambang, A. M. 1992. Memelihara Kambing Sebagai Ternak Potong dan Perah.
Penerbit Kanisius, Jakarta.
Cheeke, P. R. 1999. Applied Animal Nutrition; Feeds and Feeding. 2nd Edition. Prentice Hall, Inc., New Jersey.
Cheeke, P. R. dan N. M. Patton. 1980. Carbohydrate overlead the hindgut a probable cause of enteritis. Journal Applied Rabbit Research. 3.20-23.
Diwyanto, K. 1982. Pengamatan fenotif domba priangan serta hubungan antara beberapa ukuran tubuh dengan bobot badan. Tesis. Fakultas Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Diwyanto, K., H. Martojo, dan Siswadi. 1984. Pengamatan ukuran permukaan tubuh domba di Kabupaten Garut serta hubungannya dengan bobot badan. Prosiding Pertemuan Ilmiah Penelitian Ruminansia Kecil. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Hal: 143-146.
Cyrilla, L. dan A. Ismail. 1988. Usaha Peternakan. Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan. 2003. Statistik Peternakan. Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan, Jakarta.
Djadjuli, M. 1982. Perbandingan nilai gizi untuk empat macam hijauan pada ternak domba. Laporan Penelitian. Fakultas Peternakan. Universitas Pajajaran, Bandung.
Djajanegara, A. 1992. Industrialisasi usaha ternak domba dan kambing. Prosiding Sarasehan Usaha Ternak Domba dan Kambing Menyongsong Era PJPT II. Ikatan Sarjana Ilmu-Ilmu Peternakan Indonesia (ISPI) Cabang Bogor dan Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Cabang Bogor. Ensminger, M. E. 1991. Animal Science. Animal Agriculture Series. 9th Edition.
Interstate Publishers, Inc. Danville, Illionis.
Ensminger, M. E. and Olentine, C. G. 1978. Feeds and Nutrition Complete, 1st Edition. The Ensminger Publishting Company, Denville, Illinois..
Erwidodo, H. Tarigan, T. Sudjana dan Subandrio. 1995. Peluang dan kendala pengembangan ternak domba di wilayah segitiga pertumbuhan utara. Prosiding Agribisnis. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian, Jakarta. Esmay, M. L., 1987. Principles of Animal Environment. Avi Publishing Company,
INC, Westport, Connecticut.
Goodwin, H. D. 1974. The Production and Management of Sheep. Lectures Animal Husbandry. Glouches for College of Agriculture, London.
Handiwirawan, E., H. Hasinah, I-G. A. P. Mahendri, A. Priyanti dan I. Inounu. 2004. Produktivitas anak domba garut di dua agroekosistem yang berbeda. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian, Bogor.
Hartadi, H. S. Reksohadiprojo dan A. D. Tillman. 1990. Tabel Komposisi Pakan untuk Indonesia. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Haryanto, B. 1992. Pakan domba dan kambing. Prosiding Sarasehan Usaha Ternak Domba dan Kambing Menyongsong Era PJPT II. Ikatan Sarjana Ilmu-Ilmu Peternakan Indonesia (ISPI) Cabang Bogor dan Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Cabang Bogor.
Haryanto, B. 1992. Pembinaan produksi ternak domba dan kambing di Jawa Barat. Prosiding Sarasehan Usaha Ternak Domba dan Kambing Menyongsong Era PJPT II. Ikatan Sarjana Ilmu-Ilmu Peternakan Indonesia (ISPI) Cabang Bogor dan Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Cabang Bogor.
Haryanto, B. dan A. Djajanegara. 1992. Energy and Protein Requirements for Small Ruminants in The Humid Tropics. In New Technologies for Small Ruminants Production in Indonesia. P. Ludgate & S. Scholz (eds.). Winrock International Institute for Agricultural Development. Morrilton, Arkansas. Herman, R. 2003. Budidaya Ternak Ruminansia Kecil. Fakultas Peternakan Institut
Pertanian Bogor. Bogor.
Kadarsan, H. 1995. Keuangan Pertanian dan Pembiayaan Perusahaan Agribisnis Cetakan kedua. PT Gramedia, Jakarta.
Kammlade, W. G. 1955. Sheep Science. J. B. Lippincott Company, New York. Lebas, M. Dan J. P. Laplace. 1975. The digestive transit in the rabbit. Variation in
faecal excretion according to feeding hour and feed restriction level during 5 concecutive days. Ann. Zootech. 24(4): 603-611.
Ludgate. 1989. Kumpulan peragaan dalam rangka penelitian ternak dan domba di pedesaan. Balai Penelitian Ternak Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian, Bogor.
Martawidjaya, M. 1986. pengaruh musim terhadap konsumsi makanan dan pertumbuhan domba. Jurnal Ilmu dan Peternakan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Vol 2 (4) : 19-22.
Martawidjaya, M., B. Tiesnamurti, E. Handiwirawan, dan I. Inounu. 1999. Studi fisiologis domba lokal dan persilangannya dengan domba Moulton Charollais dan St. Croix pada umur muda. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian, Bogor.
Mathius, I. W. 1989. Jenis dan nilai gizi hijauan makanan ternak domba dan kambing di pedesaan Jawa Barat. Balai Penelitian Ternak Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Badan Penelitian dan pengembangan Pertanian Departemen Petanian, Bogor.
Mathius, W. B., B. Haryanto dan I. W. R. Susana. 1998. Studi strategi kebutuhan energi-protein untuk domba lokal: Dua tingkat energi-protein ransum, atas jumlah foetus. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian, Bogor.
Maynard, L. A. Dan J. K. Loosli. 1956. Animal Nutrition. Fourth Edition. McGraw-Hill Book Company, Inc. New York.
McDonald, P., R. A. Edward dan J. F. O. Greenhalgh. 1988. Animal Nutrition. 4th Ed. Longman Scientific and Technical. John Willey, Sons. Inc, New York. p: 445-484.
Mitra Tani Farm. 2006. Konsultasi pribadi. Mitra Tani Farm, Bogor.
Mulyono, S. dan B. Sarwono. 2003. Beternak Domba Prolifik. Penebar Swadaya. Jakarta.
Mulyono, S. 2004. Teknik Pembibitan Kambing dan Domba. Penebar Swadaya. Jakarta.
Munier, F. F., D. Bulo, Syafruddin dan Femmi N. F. 2003. Pertambahan bobot badan domba ekor gemuk (DEG) yang dipelihara secara semi-intensif. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Pusat Penelitian dan
Pengembangan Peternakan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian, Bogor.
Munier, F. F., D. Bulo, Saidah, Syafruddin, R. Boy, Femmi N. F. dan S. Husain. 2004. Pertambahan bobot badan domba ekor gemuk (DEG) yang dipelihara secara intensif. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian, Bogor.
Murtidjo, B. A., 1993. Memelihara Domba. Kanisius, Yogyakarta.
Nafiu, L. O. 2003. Evaluasi genetik domba priangan dan persilangannya dengan St. Croix dan Moulton Charollais. Disertasi. Institut Pertanian Bogor, Bogor. National Research Council. 1985. Nutrient Requirement of Sheep. 6th Revised
Edition. National Academy Press, Washington.
Obst, J. M., T. Boyes dan J. B. Moran. 1978. Nilai nutrisi rumput gajah (Pennisetum purpureum) sebagai ransum dasar untuk pertumbuhan domba di Indonesia. Prosiding Seminar Ruminansia. Direktorat Jenderal Peternakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan-Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Parakkasi , A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminan. UI Press, Jakarta. Pond, W. G., D. C. Church, K. R. Pond. 1995. Basic Animal Nutrition and Feeding.
4th edition. John Wiley and Ponds Press, New York.
Purbowati, E. 2001. Balance energi dan nitrogen domba yang mendapat berbagai aras konsentrat dan pakan dasar yang berbeda. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian, Bogor.
Purwanto, B. P. 1999. Biometeorologi Ternak. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Siregar, S.B. 1984. Pengaruh ketinggian tempat terhadap konsumsi makanan dan pertumbuhan kambing dan domba lokal di daerah Yogyakarta. Jurnal Ilmu dan Peternakan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Vol 1 (5) : 177-182.
Sodiq, A. Dan Z. Abidin. 2002. Penggemukan Domba. Agromedia pustaka, Jakarta. Soeparno. 1992. Ilmu dan Teknologi Daging. Gajah Mada University Press,
Yogyakarta.
Steel, R. G. D. and J. H. Torrie. 1995. Prinsip dan Prosedur Statistik. Suatu Pendekatan Biometrik. Terjemahan B. Soemantri. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Subandriyo dan A. Djadjanegara. 1996. Potensi produktivitas domba di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Pusat
Penelitian dan Pengembangan Peternakan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian, Bogor.
Sugeng, B. 1991. Beternak Domba. PT Penebar Swadaya, Jakarta.
Suharya, E dan R. Setiadi. 1992. Prosiding Sarasehan Usaha Ternak Domba dan Kambing Menyongsong Era PJPT II. Ikatan Sarjana Ilmu-Ilmu Peternakan Indonesia (ISPI) Cabang Bogor dan Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Cabang Bogor.
Sukmawan, W. 1992. Prospek pengembangan pemasaran hewan qurban dan aqiqah sebagai pasar domestik yang potensial (sebuah pemikiran tinjauan sosial ekonomi). Prosiding Sarasehan Usaha Ternak Domba dan Kambing Menyongsong Era PJPT II. Ikatan Sarjana Ilmu-Ilmu Peternakan Indonesia (ISPI) Cabang Bogor dan Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Cabang Bogor.
Sumoprastowo, R. M. 1993. Beternak Domba Pedaging dan Wol. Bharata, Jakarta. Syafwan, Gushairiyanto dan Depsion. 2000. Karakteristik kualitatif dan kuantitatif
ternak domba di Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari. Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Peternakan. Vol. III No. 3, edisi Agustus. Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi.
Tangendjaja, B., E. Wina dan I. G. M. Budiarsana. 1994. Ransum penggemukan domba dengan bahan lokal. Prosiding Seminar Nasional Sains dan teknologi Peternakan. Buku 2. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian Bogor.
Tillman, A.D., H. Hari, R. Soedomo, P. I. Soeharto dan L. Soekanto. 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gajah Mada University Press. Fakultas Peternakan, UGM, Yogyakarta.
Tim Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan. 2003. Pengetahuan Bahan Makanan Ternak. CD-ROM. Jurusan Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Tomaszewska, M. W., I. M. Mastika, A. Djajanegara, S. Gardiner dan T. R. Wiradarya. 1993. Produksi Kambing dan Domba Di Indonesia. Sebelas Maret University Press. Surakarta.
Yamin, M. 2001. Budidaya penggemukan ternak domba. Makalah. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Bogor
Williamson, G. dan W. J. A. Payne.1993. Pengantar Peternakan di Daerah Tropis. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.
Lampiran 1. Rataan Konsumsi Pakan
P Pakan Rataan minggu ke- (*) Rataan bulan ke- (**) Rataan
(***) Rataan (****) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 P1 RG 6,86 10,74 11,18 10,2 - - - - - - - - 38,98 - - 38,98 1,39 K 3,5 3,5 3,5 3,5 - - - - - - - - 14 - - 14 0,5 P2 RG 7,13 11,95 13,44 12,71 11,50 6,88 10,75 10,88 - - - - 45,23 40,02 - 85,25 1,52 K 3,47 3,47 3,47 3,47 3,47 4,34 4,59 4,54 - - - - 13,88 16,94 - 30,82 0,55 P3 RG 6,07 9,13 10,58 8,64 9,06 585 6,69 8,15 7,69 7,52 7,71 784 34,42 29,75 30,76 94,931 1,13 K 3,49 3,5 3,49 3,49 3,49 4,22 4,57 4,4 4,9 4,85 4,82 4,9 13,97 16,68 19,47 50,12 0,59 Keterangan: P : Perlakuan
P1 : Lama Penggemukan 1 bulan P2 : Lama Penggemukan 2 bulan P3 : Lama Penggemukan 3 bulan
RG : Rumput Gajah (Pennisetum purpureum)
K : Konsentrat
* : kg/ekor/minggu
** : kg/ekor/bulan
*** : kg/ekor/i bulan; i= 1, 2, 3
Lampiran 2. Rataan Konsumsi Bahan Kering (BK)
P Peubah Rataan/minggu (*) Rataan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 (**) (***) P1 K 2,9876 2,9876 2,9876 2,9876 - - - - - - - - 11,9504 0,4270 RG 1,17992 1,847968 1,92296 1,7544 - - - - - - - - 6,705 0,239 Total 4,16752 4,835568 4,91056 4,742 - - - - - - - - 18,65565 0,6663 P2 K 2,961992 2,961992 2,961992 2,961992 2,961992 3,704624 3,918024 3,875344 - - - - 26,30795 0,4698 RG 1,22636 2,0554 2,31168 2,18612 1,978344 1,18336 1,849688 1,872048 - - - - 14,663 0,262 Total 4,188352 5,017392 5,273672 5,148112 4,940336 4,887984 5,767712 5,747392 - - - - 40,97095 0,7316 P3 K 2,979064 2,9876 2,979064 2,979064 2,979064 3,598778 3,900952 3,75584 4,18264 4,13996 4,114352 4,18264 42,77902 0,5090 RG 1,04404 1,57036 1,81976 1,48608 1,55832 1,0062 1,149992 1,402316 1,323368 1,293784 1,32612 1,347792 16,32813 0,194 Total 4,023104 4,55796 4,798824 4,465144 4,537384 4,604978 5,050944 5,158156 5,506008 5,433744 5,440472 5,530432 59,10715 0,7036 Keterangan: P : Perlakuan
P1 : Lama Penggemukan 1 bulan P2 : Lama Penggemukan 2 bulan P3 : Lama Penggemukan 3 bulan
RG : Rumput Gajah (Pennisetum purpureum)
K : Konsentrat
* : kg/ekor/minggu
** : kg/ekor/ i bulan; i= 1, 2, 3
Lampiran 3. Rataan Konsumsi Protein Kasar (PK)
P Peubah Rataan/minggu (*) Rataan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 (**) (***) P1 K 0,4935 0,4935 0,4935 0,4935 - - - - - - - - 1,974 0,0710 RG 0,196882 0,308353 0,320866 0,29274 - - - - - - - - 1,118841 0,0398 Total 0,690382 0,801853 0,814366 0,78624 - - - - - - - - 3,092841 0,110 P2 K 0,48927 0,48927 0,48927 0,48927 0,48927 0,61194 0,64719 0,64014 - - - - 4,34562 0,0774 RG 0,204631 0,342965 0,385728 0,364777 0,330107 0,197456 0,30864 0,312371 - - - - 2,446675 0,0436 Total 0,693901 0,832235 0,874998 0,854047 0,819377 0,809396 0,95583 0,952511 - - - - 6,792295 0,121 P3 K 0,49209 0,49209 0,49209 0,49209 0,49209 0,594456 0,64437 0,6204 0,6909 0,68385 0,67962 0,6909 7,064946 0,0838 RG 0,174209 0,262031 0,303646 0,247968 0,260022 0,167895 0,191888 0,233991 0,220818 0,215881 0,221277 0,224893 2,72452 0,0322 Total 0,666299 0,755531 0,795736 0,740058 0,752112 0,762351 0,836258 0,854391 0,911718 0,899731 0,900897 0,915793 9,789466 0,116 Keterangan: P : Perlakuan
P1 : Lama Penggemukan 1 bulan P2 : Lama Penggemukan 2 bulan P3 : Lama Penggemukan 3 bulan
RG : Rumput Gajah (Pennisetum purpureum)
K : Konsentrat
* : kg/ekor/minggu
** : kg/ekor/ i bulan; i= 1, 2, 3
Lampiran 4. Rataan Konsumsi Serat Kasar (SK)
P Peubah Rataan/minggu (*) Rataan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 (**) (***) P1 K 2.9505 2.9505 2.9505 2.9505 - - - - - - - - 3.9276 0.131 RG 2.7645 4.3298 4.5055 4.1106 - - - - - - - - 2.9505 0.09 Total 5.7150 7.2803 7.4560 7.0611 - - - - - - - - 6.8781 0.23 P2 K 2.9252 2.9252 2.9252 2.9252 2.9252 3.6586 3.8693 3.8272 - - - - 8.5889 0.14 RG 2.8733 4.8158 5.4163 5.1221 4.6353 2.7726 4.3338 4.3338 - - - - 6.4953 0.11 Total 5.7986 7.7410 8.3415 8.0473 7.5605 6.4312 8.2032 8.2134 - - - - 15.084 0.25 P3 K 2.9420 2.9505 2.9420 2.9420 2.9420 3.5540 3.8525 3.7092 4.1307 4.0885 4.0632 4.1307 9.5642 0.11 RG 2.4462 3.6793 4.2637 3.4819 3.6511 2.3575 2.6944 3.2856 3.1006 3.0313 3.1071 3.1579 10.561 0.12 Total 5.3882 6.6298 7.2058 6.4239 6.5932 5.9116 6.5469 6.9948 7.2313 7.1199 7.1703 7.2886 20.126 0.22 Keterangan: P : Perlakuan
P1 : Lama Penggemukan 1 bulan P2 : Lama Penggemukan 2 bulan P3 : Lama Penggemukan 3 bulan
RG : Rumput Gajah (Pennisetum purpureum)
K : Konsentrat
* : kg/ekor/minggu
** : kg/ekor/ i bulan; i= 1, 2, 3
Lampiran 5. Rataan Konsumsi Total Digestible Nutrients (TDN)
P Peubah Rataan/minggu (*) Rataan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 (**) (***) P1 K 1,644674 1,644674 1,644674 1,644674 - - - - - - - - 6,578695 0,2350 RG 0,701934 1,099356 1,143969 1,043693 - - - - - - - - 3,988952 0,1422 Total 2,346608 2,74403 2,788642 2,788642 - - - - - - - - 10,66792 0,377 P2 K 1,630577 1,630577 1,630577 1,630577 1,385892 1,724801 1,814314 1,790819 - - - - 13,23813 0,2586 RG 0,729562 1,222757 1,375218 1,300523 1,176917 0,703981 1,100379 1,113681 - - - - 8,723019 0,1556 Total 2,360138 2,853334 3,005796 2,9311 2,807494 2,743376 3,257252 3,247058 - - - - 23,20555 0,414 P3 K 1,639975 1,639975 1,639975 1,639975 1,639975 1,981127 2,147474 2,06759 2,302543 2,279048 2,264951 2,302543 23,54515 0,2802 RG 0,621099 0,934207 1,082575 0,884069 0,927045 0,598588 0,68413 0,834238 0,787272 0,769672 0,788909 0,801801 9,713606 0,1156 Total 2,261074 2,57888 2,72255 2,524044 2,56702 2,579716 2,831604 2,901828 3,089814 3,04872 3,05386 3,104344 33,26345 0,396 Keterangan: P : Perlakuan
P1 : Lama Penggemukan 1 bulan P2 : Lama Penggemukan 2 bulan P3 : Lama Penggemukan 3 bulan
RG : Rumput Gajah (Pennisetum purpureum)
K : Konsentrat
* : kg/ekor/minggu
** : kg/ekor/ i bulan; i= 1, 2, 3
Lampiran 6. Bobot Tubuh (BT), Panjang Badan PB) dan Lingkar Dada (LD) Domba P Peubah Minggu ke- (*) Total Rataan (*) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 19 Juli 26 Juli 02 Agust 09 Agust 16 Agust 23 Agust 30 Agust 06 Sept 13 Sept 20 Sept 27 Sept 04 Okt 11 Okt P1 BT (kg) 14 14,9 15,5 16,6 16,5 - - - 77,5 15,5 PB (cm) 43,9 44,32 44,84 45,42 46,1 - - - 224,58 44,9 LD (cm) 53,6 54,5 55,2 56,02 57,1 - - - 276,32 55,3 P2 BT (kg) 13,7 15,1 15,9 16,9 17 18,25 18,8 18,9 19,45 - - - - 154 17,1 PB (cm) 46,84 47,34 48,1 48,74 49,38 50,04 50,64 51,34 52,04 - - - - 444,46 49,4 LD (cm) 54,2 55,24 56,1 57,04 57,98 58,98 59,94 60,84 61,78 - - - - 522,1 58,0 P3 BT (kg) 13,6 14,6 15,2 16,1 15,7 16,78 17,5 17,3 18,15 18,3 18,35 19,8 20,6 221,98 17,08 PB (cm) 44,4 44,94 45,54 46,16 46,84 47,38 47,92 48,52 49,1 49,68 50,18 50,78 51,34 622,78 47,91 LD (cm) 53 53,9 54,78 55,8 56,74 57,72 58,64 59,58 60,6 61,5 62,48 63,4 64,3 762.44 58,65 Keterangan: P : Perlakuan
P1 : Lama Penggemukan 1 bulan P2 : Lama Penggemukan 2 bulan P3 : Lama Penggemukan 3 bulan
* : ekor/minggu
Lampiran 7. Pertambahan Bobot Tubuh (PBT), Pertambahan Lingkar Dada (PLD) dan Pertambahan Panjang Badan (PPB) Domba P Peubah Minggu ke- (*) Total Rataan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 26 Juli 02 Agus t 09 Agust 16 Agust 23 Agust 30 Agust 06 Sept 13 Sept 20 Sept 27 Sept 04 Okt 11 Okt Minggu (*) Hari (**) P1 PBT (kg) 0,9 0,6 1,1 -0,1 - - - - - - - - 2,5 0,625 89,2858# PLD (cm) 0,8 0,72 2,98 0,2 - - - - - - - - 4,7 1,175 0,125 PPB (cm) 0 0 0,4 0,5 - - - - - - - - 0,9 0,18 0,078571 P2 PBT (kg) 1,4 0,8 1 0,1 1,25 0,55 0,1 0,55 - - - - 5,75 0,719 102,6786# PLD (cm) 0,2 1 2,9 0,1 0,22 1,84 0,24 0,5 - - - - 7 0,875 0,135357 PPB (cm) 0 0 0,3 0,6 1,35 1,69 0,36 0,5 - - - - 4,8 0,53 0,092857 P3 PBT (kg) 1 0,6 0,9 -0,4 1,08 0,75 0 0,85 0,35 0,1 1,45 0,8 7 0,583 83,3334# PLD (cm) 0,6 1,02 0,06 0,5 0,9 0,98 0,22 0,5 0,98 0,5 0,1 0,7 7,06 1,01 0,133571 PPB (cm) 0 0 0,4 0,7 2,2 2,1 1 0,5 0,3 0,3 0,1 0,4 8 0,62 0,082619 Keterangan: P : Perlakuan
P1 : Lama Penggemukan 1 bulan P2 : Lama Penggemukan 2 bulan P3 : Lama Penggemukan 3 bulan
* : /ekor/minggu
** : /ekor/hari
#