• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

Dalam dokumen penerapan sanksi pidana adat terhadap pe (Halaman 29-39)

Atmasasmita, Romli, Sekitar Masalah Korupsi Aspek Nasional dan Aspek Internasional.Bandung: Mandar Maju, 2004.

Jaya, Nyoman Serikat Putra. Relevansi Hukum Pidana Adat dalam

PembaharuanHukum Pidana Nasional.Bandung:Citra Aditya Bakti,2005

Koentranigrat.Kebudayaan Mentalitet dan Pembangunan. Jakarta: PT Gramedia, 1974.

Koeswadji, Hermin Hadiati. Aspek Budaya Dalam Pemidanaan Delik Adat, Makalah dalam Simposium Pengaruh Kebudayaan/Agama Terhadap Pidana.Denpasar: Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat Universitas Udayana, 1975.

Muladi,Lembaga Pidana Bersyarat.Bandung: Alumni, 1985.

Kapita Selekta Sistem Peradilan Pidana, Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 1995.

Sudarto, Hukum Pidana dan Perkembangan Masyarakat, Bandung:Sinar Baru, 1983.

Hukum dan Hukum Pidana. Bandung: Alumni,1986.

Tim Redaksi, Keraton Yogyakarta , http://pustaka-makalah.blogspot.com, 27 oktober 2014 pukul 15.56.

Tjitra, Made. Wawancara Pribadi Kelian Adat Dusun Nujak, Desa Adat Sepang, Kecamatan busungbiu, Buleleng, 17 september 1977. Wignjodipuro, Surojo.Pengantar dan Asas-Asas Hukum Adat.

Hasil Wawancara

Nama Narasumber : Yohanes Sukarno

Tempat, tanggal lahir : Gunung Kidul, 5 Maret 1957

Usia : 57 Tahun

Jabatan Adat : Anggota Masyarakat adat

Alamat : Desa Gading VII Kec. Playen,

Kab. Gunung Kidul,Yogyakarta

1). Bagaimana perkembangan hukum adat di Yogyakarta? Perkembangan hukum adat di Yogyakarta mengikuti

perkembangan budaya dewasa ini.Artinya hukum adat mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman.Contohnya :

- Cara berpakaian sudah tidak memakai kebaya dalam kehidupan sehari-hari.

- Perkawinan adat dahulu hanya sah secara agama dan tidak dicatatkan , sekarang harus sah secara agama maupun negara karena mengikuti aturan dalam UU No. 1 Tahun 1974.

- Mata pencaharian masyarakat dahulu sebagai petani, pedagang ,sekarang masyarakat banyak yang bekerja di berbagai sektor. 2). Masihkah sanksi adat memiliki kekuatan yang mengikat masyarakat?

Masih, karena kebiasaan yang dilakukan masyarakat tidak hilang.Artinya norma-norma dan etika adat masih berlaku untuk

mengatur masyarakat. Contohnya: masyarakat yang tidak mengikuti gotong-royong, sanksi adatnya dikucilkan oleh masyarakat,

masyarakat yang tidak datang dalam acara kenduri (doa untuk memperingati meninggalnya seseorang) akan dikucilkan.

3). Dalam hukum adat tidak terdapat istilah korupsi, dapatkan tindak pidana korupsi disamakan dengan kasus pencurian ataupun penipuan?

Saya rasa, tindak pidana korupsi ini dapat dikatakan sebagai kasus pencurian sekaligus kasus penipuan.Namun pemberian sanksinya lebih berat dibandingkan dengan kasus pencurian maupun penipuan.

4). Bagaimana jika tindak pidana korupsi diberikan sanksi hukum adat di Yogyakarta?

Tidak menjadi masalah dan bisa diterapkan. Namun pemberian sanksi adat di Yogyakarta seperti dikucilkan, diasingkan, dicemooh , saya rasa kurang memberikan efek jera pada pelaku yang tidak punya rasa malu. Jika ingin menerapkan sanksi adat, berikan sanksi yang sesuai dengan pribadi pelaku agar dapat memberikan efek jera, namun pemberian sanksi adat ini harus memenuhi rasa keadilan dan tidak berlaku sewenang-wenang terhadap pelaku korupsi.

5). Setujukah anda bila ada pembaharuan dalam pemberian sanksi adat dengan penberian sanksi atas kesepakatan antara pihak yang dirugikan dengan masyarakat adat contohnya memperkerjakan pelaku sebagai pegawai rendahan di kantornya?

Saya sependapat bila ada pembaharuan dalam sanksi adat yang akan diberikan dengan adanya kerjasama antara masyarakat adat dengan pihak yang dirugikan untuk menentukan sanksi adat yang diberikan, contohnya dengan memperkerjakan pelaku korupsi di kantornya untuk menjadi pegawai rendahan seperti cleaning service atau office boy. Hal ini saya rasa sah-sah saja untuk diterapkan bila memang dapat memberikan rasa malu dan efek jera bagi pelaku tindak pidana korupsi.Meski sanksi adat tidak sebanding dengan sanksi

pidana, namun sanksi adat dapat berdampak pada psikis dari pelaku korupsi.

Hasil Angket:

1. Apakah anda mengetahui apa itu korupsi? a. Ya

b. Tidak

HASIL : Responden yang memilih a = 50 orang,atau 100 % Responden yang memilih b = 0 orang,atau 0 %

2. Darimana anda mengetahui mengenai korupsi? a. Keluarga

b. Teman (lingkungan)

c. Media cetak dan/atau media elektronik d. Tidak tahu

e. Lainnya,yaitu:...

HASIL : Responden yang memilih a = 0 orang,atau 0 % Responden yang memilih b = 0 orang,atau 0 % Responden yang memilih c = 46 orang,atau 92 % Responden yang memilih d = 0 orang,atau 0 % Responden yang memilih e = 4 orang,atau 8 %

3. Menurut anda, apakah sanksi hukum yang diberikan kepada pelaku tindak pidana korupsi sekarang ini telah efektif dalam memberikan efek jera?

a. Ya b. Tidak c. Tidak tahu

d. Lainnya,yaitu:...

HASIL : Responden yang memilih a = 1 orang,atau 2 % Responden yang memilih b = 44 orang,atau 88 % Responden yang memilih c = 0 orang,atau 0 % Responden yang memilih d = 5 orang,atau 10 %

4. Menurut anda, apakah Undang – undang no. 31 tahun 1999 jo Undang – undang no. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi perlu dilakukan perubahan?

a. Ya b. Tidak c. Tidak tahu

d. Lainnya,yaitu:...

HASIL : Responden yang memilih a = 31 orang,atau 62 % Responden yang memilih b = 7 orang,atau 14 % Responden yang memilih c = 11 orang,atau 22 % Responden yang memilih d = 1 orang,atau 2 %

5. Menurut anda, pelaku tindak pidana korupsi, seharusnya: a. Di hukum menggunakan perundang – undangan yang

berlaku

b. Diberi sanksi adat c. A dan B

d. Tidak tahu

e. Lainnya, yaitu:...

HASIL : Responden yang memilih a = 15 orang,atau 30 % Responden yang memilih b = 3 orang,atau 6 % Responden yang memilih c = 27 orang,atau 54 % Responden yang memilih d = 0 orang,atau 0 % Responden yang memilih e = 5 orang,atau 10 %

6. Menurut anda, apakah sanksi terhadap tindak pidana korupsi dapat menggunakan sanksi hukum adat (khususnya

menggunakan adat Yogyakarta)? a. Ya

b. Tidak c. Tidak tahu

HASIL : Responden yang memilih a = 23 orang,atau 46 % Responden yang memilih b = 14 orang,atau 28 % Responden yang memilih c = 11 orang,atau 22 % Responden yang memilih d = 2 orang,atau 4 %

7. Menurut anda, dapat disamakan dengan apakah Tindak Pidana Korupsi tersebut jika dikaitkan dengan sanksi adat Yogyakarta? a. Pencurian

b. Penipuan c. A dan B d. Tidak tahu

e. Lainnya, yaitu:...

HASIL : Responden yang memilih a = 10 orang,atau 20 % Responden yang memilih b = 2 orang,atau 4 % Responden yang memilih c = 24 orang,atau 48 % Responden yang memilih d = 12 orang,atau 24 % Responden yang memilih e = 2 orang,atau 4 %

8. Menurut anda, Jika sanksi adat Yogyakarta diberlakukan terhadap tindak pidana korupsi, maka sanksi tersebut seharusnya diberikan:

a. diberikan secara terpisah dengan sanksi hukum nasional yang berlaku

b. diberikan secara bersamaan dengan sanksi hukum nasional yang berlaku

c. tidak tahu

d. lainnya, yaitu:...

Responden yang memilih b = 28 orang,atau 56 % Responden yang memilih c = 5 orang,atau 10 % Responden yang memilih d = 1 orang,atau 2 %

9. bila seorang pelaku tindak pidana korupsi diberi sanksi adat Yogyakarta,sebagai contoh seorang mantan ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, menurut anda sanksi adat seperti apa yang sesuai(layak) diberikan kepadanya?

a. Hanya Dicemooh b. Hanya Dikucilkan

c. diusir dari daerah tempat tinggalnya

d. dijatuhi sanksi sesuai kesepakatan antar masyarakat adat dengan pihak yang dirugikan,misalnya: menjadi cleaning service di perusahaan tempat si pelaku korupsi

e. lainnya,yaitu: ...

HASIL : Responden yang memilih a = 1 orang,atau 2 % Responden yang memilih b = 1 orang,atau 2 % Responden yang memilih c = 8 orang,atau 16 % Responden yang memilih d = 29 orang,atau 58 % Responden yang memilih e = 11 orang,atau 22 %

10. Menurut Anda Dalam penjatuhan sanksi adat Yogyakarta terhadap kasus pidana korupsi, lebih menekankan pada pelaku tindak pidana korupsi saja atau dengan keluarga pelaku yang ikut menikmati hasil korupsi?

a. Hanya pelaku

b. Pelaku beserta anggota keluarga yang ikut menikmati alasannya,yaitu:...

Responden yang memilih b = 23 orang,atau 46 %

11. Apabila seorang pelaku tindak pidana korupsi merasa

keberatan dengan pemberian sanksi adat Yogyakarta, apakah ada alternatif lain yang dapat diberikan kepadanya?

a. Ada, yaitu :... b. Tidak ada

HASIL : Responden yang memilih a = 17 orang,atau 34 % Responden yang memilih b = 33 orang,atau 66 %

12. Menurut Anda apakah dengan pemberian Sanksi Adat Yogyakarta dalam kasus tindak pidana korupsi dapat memberikan efek jera terhadap pelaku?

a. Ya b. Tidak c. Tidak tahu

d. Lainnya, yaitu...

HASIL : Responden yang memilih a = 19 orang,atau 38 % Responden yang memilih b = 16 orang,atau 32 % Responden yang memilih c = 9 orang,atau 18 % Responden yang memilih d = 6 orang,atau 12 %

13. Menurut Anda apakah dengan pemberian Sanksi Adat Yogyakarta dalam kasus tindak pidana korupsi dapat memberikan pembaruan dalam hal sistem hukum nasional? a. Ya

b. Tidak c. Tidak tahu

HASIL : Responden yang memilih a = 26 orang,atau 52 % Responden yang memilih b = 11 orang,atau 22 % Responden yang memilih c = 12 orang,atau 24 % Responden yang memilih d = 1 orang,atau 2 %

14. Menurut Anda, apakah dengan pemberian Sanksi Adat Yogyakarta dalam kasus tindak pidana korupsi dapat memberikan rasa takut kepada masyarakat agar tidak melakukan tindak pidana korupsi?

a. Ya b. Tidak c. Tidak tahun

d. Lainnya,yaitu...

HASIL : Responden yang memilih a = 23 orang,atau 46 % Responden yang memilih b = 13 orang,atau 26 % Responden yang memilih c = 12 orang,atau 24 % Responden yang memilih d = 2 orang,atau 4 %

15. Menurut Anda, sanksi adat Yogyakarta lebih efektif diberikan, sebelum hakim memutus perkara atau setelah hakim memutus perkara terhadap pelaku?

a. Sebelum hakim memutus perkara b. Sesudah hakim memutus perkara

c. Lainnya,yaitu...

HASIL : Responden yang memilih a = 18 orang,atau 36 % Responden yang memilih b = 27 orang,atau 54 % Responden yang memilih c = 5 orang,atau 10%

Dalam dokumen penerapan sanksi pidana adat terhadap pe (Halaman 29-39)

Dokumen terkait