• Tidak ada hasil yang ditemukan

Agustina, I., Astuti, I., Sopina, Y. (2016). Analisa Kimia Kandungan Nitrit pada Daging Burger yang Beredar pada Pasar Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur. Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal. Vol. 1(1):

44.

Anggreini, P. (2016). Pemeriksaan Kadar Nitrat dan Nitrit dalam Bayam (Amaranthus Hybridus) secara Spektrofotometri Sinar Tampak. Skripsi.

Medan: Fakultas Farmasi USU. Hal. 5.

Anonim. (2006). Nitrate and Nitrite: Health Information Summary. New Hampshire Department of Environmental Services.

Anonim. (2008). Nitrate in Vegetables Scientific Opinion of the Panel on Contaminants in the Food Chain. The EFSA Journal 2008. 689; 66.

Anonim. (2010). Chemical Hazard Evaluation: Nitrate and Nitrite in Vegetables Available in Hong Kong. Risk Assessment Studies Report No. 40. Centre for Food Safety Food and Environmental Hygiene Department The Goverment of the Hong Kong Special Administrative Region. Hal. 2.

Cahyadi, W. (2009).Analisis & Aspek Kesehatan:Bahan Tambahan Pangan.

Cetakan Kedua. Edisi Kedua. Jakarta: PT Bumi Aksara. Hal. 5-7.

Cintya, H., Silalahi, J., De Lux Putra, E., Satria, D. (2016). Analysis of Nitrite and Nitrate in Vegetables in Medan City. Der Pharma Chemica. 8(24): 47-52.

Dalimunthe, A. I. (2013). Penetapan Kadar Nitrat (NO3

-) dan Nitrit (NO2

-) dalam Air Baku di PDAM Tirtanadi IPA Sunggal. Skripsi. Fakultas Farmasi.

Universitas Sumatera Utara.

De Zuane, J. (1996). Handbook of Drinking Water Quality. Second Edition. New York, Chichester, Weinheim, Brisbane, Singapore, Toronto:John Wiley and Sons Inc. Hal. 88-90.

Gandjar, I. G., dan Rohman, A. (2008). Kimia Farmasi Analis. Cetakan Ketiga.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hal. 220-256.

Ghaly, A. E., dan Ramakrishnan, V. V. (2015). Review Article: Nitrogen Sources and Cycling in the Ecosystem and its Role in Air, Water and Soil Pollution: A Critical Review. J Pollut Eff Cont. 3(2): 2 – 5.

Harahap, I. A. (2012). Penetapan Kadar Nitrit dan Nitrat dalam Air di Kota Medan Secara Spektrofotometri Sinar Tampak. Skripsi. Fakultas Farmasi.

Universitas Sumatera Utara. Hal. 38.

Harmita. (2004). Review Artikel: Petunjuk Pelaksanaan Validasi Metode dan Cara

Hastuti, Y. P. (2011). Nitrifikasi dan Denitrifikasi di Tambak. Jurnal Akuakultur Indonesia. 10(1): 89 – 98.

Indrayani, E., Nitimulyo, K. H., Hadisusanto, S., Rustadi. (2015). Analisis Kandungan Nitrogen, Fosfor dan Karbon Organik di Danau Sentani – Papua.J. Manusia dan Lingkungan. Vol. 22, No. 2. Hal. 217 - 225.

Katan, M. B. (2009). Nitrate in Foods: Harmful or Healthy?. Am J Clin Nutr.

90(11): 2.

Keeton, J.T., Osburn, W.N., Hardin, M.D., dan Bryan, N.S. (2009). A National Survey of the Nitrite/Nitrate Concentrations in Cured Meat Products and Non-meat Foods Available at Retail – NPB #08-124. Research Report Human Nutrition. 08: 44.

Lundberg, J. O. (2009). Cardiovascular Prevention by Dietary Nitrate And Nitrite.

AJP-Heart Circ Physiol.Vol. 296: 1221-1223.

Manampiring, A. E. (2009). Studi Kandungan Nitrat (NO-3) Pada Sumber Air Minum Masyarakat Kelurahan Rurukan Kecamatan Tomohon Timur Kota Tomohon. Karya Ilmiah. Departemen Pendidikan Nasional RI Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Hal. 6-7.

Masfria., Muchlisyam., Nurmadjuzita., Nurbaya, S., Pardede, T.P., Dalimunthe, C.A., Permata, Y.M. (2013). Buku Ajar Kimia Analisis I. Medan: USU Press. Hal. 34-35.

Permenkes R. I. (2010). Persyaratan Kualitas Air Minum. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 492/ Menkes/ Per/ IV/ 2010. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Prabowo, R. Dan Dewi, N. K. (2016). Kandungan Nitrit pada Air Sumur Gali di Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Bioma. Vol.

23, No. 2. Hal. 57.

Setiowati., Roto., Wahyuni, E. T. (2016). Monitoring Kadar Nitrit dan Nitrat pada Air Sumur di Daerah Catur Tunggal Yogyakarta dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS. J. Manusia dan Lingkungan. Vol. 23, No. 2.

Hal. 143-148.

SNI. (2004). Air dan Air Limbah – Bagian 9: Cara Uji Nitrit secara Spektrofotometri. Badan Standardisasi Nasional. SNI 06-6989-2004. Hal.

5.

SNI. (2006). Air Minum dalam Kemasan. Persyaratan Mutu Air Minum sesuai Syarat Mutu SNI. Badan Standardisasi Nasional. SNI 01-3553-2006. Hal.

52.

Soeparno. (1998). Ilmu dan Teknologi Daging. Cetakan Ketiga. Yogyakarta:

Gadjah Mada University Press. Hal. 233-235.

Sudjana. (2002). Metoda Statistika. Cetakan Kedua. Edisi Keenam. Bandung:

Tarsito. Hal. 168.

Sukar, A., Tugaswati, T., Inswiasri. (1991). Evaluasi Pencemaran Nitrat-Nitrit pada Air Minum PDAM di DKI Jakarta. Bul. Peneliti. Kasehat. 19(2): 31-36.

Svehla, G. (1979). Vogel’s Textbook of Macro and Semimicro Qualitative Inorganic Analysis. Bagian II. Penerjemah: Setiono, L dan Pudjaatmaka.

A. H. (1985). Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka. Hal. 332.

Tanty, H. (2010). Kandungan Zat Kimia Anorganik pada Beberapa Proses Filtrasi Air Minum Isi Ulang dan Kemasan dengan menggunakan One-Way Annova. ComTech. Vol. 1 No. 1: 48-60.

Walters, C. L. (1996). Nitrate and Nitrite in Foods. Dalam: Hill, M. Nitrates and Nitrites in Food and Water. Cambridge, England: Woodhead Publishing Limited. Hal. 96-97.

WHO. (2011). Nitrate and Nitrite in Drinking Water.Background document for development of WHO Guidelines for Drinking-water Quality.

WHO/SDE/WSH/07.01/16/Rev/I English only. Hal. 3.

Lampiran 1. Gambar Sampel Air Minum

Gambar 1. a: Air PDAM Rantauprapat Kec. Rantau Utara b:Air PDAM Rantauprapat Kec. Rantau Selatan c:Air Sumur Bor Kec. Rantau Utara

d: Air Sumur Galian Kec. Rantau Utara a

c

b

d

Lampiran 1. (lanjutan)

Gambar 2. a: Air minum isi ulang Gemilang b: Air minum isi ulang Surya c: Air minum isi ulang Mutiara d: Air minum isi ulang Paris

a b

c d

Lampiran 1. (lanjutan)

Gambar 3. a:Air Sumur Galian Kec. Rantau Selatan b:Air Sungai Bilah Rantauprapat

a b

Lampiran 2. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian

Gambar 4.Alat Spektrofotometri Sinar Tampak

Gambar 5.Neraca Analitik

Lampiran 3. Uji kualitatif Nitrit dan Nitrat

Gambar 6. Uji kualitatif nitrit dengan penambahan pereaksi Asam Sulfanilat dan N-(1-naftil) etilendiamin dihidroklorida

Keterangan : S0: Baku nitrit

S1: Air PDAM Kec. Rantau Utara S2: Air PDAM Kec. Rantau Selatan S3: Air Sumur Bor Kec. Rantau Utara S4: Air Sumur Galian Kec. Rantau Utara S5: Air minum isi ulang Gemilang S6: Air minum isi ulang Surya S7: Air minum isi ulang Mutiara S8: Air minum isi ulang Paris

S9: Air sumur galian Kec. Rantau Selatan S10: Air sungai Rantauprapat

S11: Air sumur bor Kec. Rantau Utara yang dipanaskan S0

Lampiran 3. (lanjutan)

Gambar 7. Ujikualitatif nitrat dengan penambahan NaOH dan serbuk Zn lalu dipanaskan akan mengubah lakmus merah menjadi biru

Keterangan:

a: Air PDAM Kec. Rantau Utara b: Air PDAM Kec. Rantau Selatan c: Air sumur bor kec. Rantau Utara d: Air sumur galian Kec. Rantau Utara e: Air minum isi ulang Gemilang

a b

c d

e f

Lampiran 3. (lanjutan)

Gambar 8. a:Air minum isi ulang Mutiara b:Air minum isi ulang Paris

c:Air sumur bor kec. Rantau Utara yang dipanaskan

d:Air Sumur Galian Kec. Rantau Selatan e: Air Sungai Rantauprapat

a b

c d

e

Lampiran 4. Bagan Alir Pembuatan Larutan Induk Baku Nitrit, Penentuan Panjang Gelombang Maksimum, Waktu Kerja, dan Kurva Kalibrasi Nitrit Baku

Natrium Nitrit

 ditimbang 100 mg

 dimasukkan ke dalam labu tentukur 100 mL

 dilarutkan dan dicukupkan dengan air suling sampai garis tanda

LIB I Nitrit (C= 1000 µg/mL)

 Dipipet 1 mL

 Dimasukkan ke dalam labu tentukur 100 mL

 dilarutkan dan dicukupkan dengan air suling

Waktu Operasional  Dibuat kurva kalibrasi

Lamda Maksimum Persamaan

Regresi

Lampiran 5.Bagan Alir Penentuan Kadar Nitrat dan Nitrit Sampel

Sampel

 diambil 50 ml sampel

 disaring dengan kertas saring

 dibuang 10 mL filtrat pertama

 diambil 35 mL filtrat dan dimasukkan ke dalam labu tentukur 50 mL

 ditambahkan 2,5 mL asam sulfanilat, dikocok, diamkan selama 5 menit kemudian ditambahkan 2,5 mL N-(1-naftil) etilendiamin dihidroklorida

 dicukupkan dengan air suling sampai garis tanda

 diukur serapan pada panjang gelombang 540 nm pada

menit ke-9 Nilai Absorbansi

 dihitung dengan persamaan regresi Y= ax + b Kadar Nitrit

Lampiran 5. (Lanjutan)

Sampel

 diambil 50 ml sampel

 disaring dengan kertas saring

 dibuang 10 mL filtrat pertama

 diambil 35 mL filtrat dan dimasukkan ke dalam labu tentukur 50 mL

 ditambahkan sedikit logam Zn (0,1g) dikocok, lalu ditambah HCl encer 1N dan didiamkan selama 10 menit

 ditambahkan 2,5 mL asam sulfanilat, dikocok, diamkan selama 5 menit kemudian ditambahkan 2,5 mL N-(1-naftil) etilendiamin dihidroklorida

 dicukupkan dengan air suling sampai garis tanda

 diukur serapan pada panjang gelombang 540 nm pada

menit ke-9 Nilai Absorbansi

 dihitung dengan persamaan regresi Y= ax + b Kadar Nitrat

Lampiran 6. Kurva Panjang Gelombang Maksimum Nitrit Baku

Lampiran 7. Penentuan Waktu Kerja

40 0,5012

41 0,5009

42 0,5010

43 0,5014

44 0,5012

45 0,5011

46 0,5012

47 0,5013

48 0,5014

49 0,5013

50 0,5013

51 0,5014

52 0,5015

53 0,5013

54 0,5013

55 0,5015

56 0,5014

57 0,5015

58 0,5016

59 0,5016

60 0,5016

Lampiran 7. (Lanjutan)

Lampiran 8. Data Kurva Kalibrasi Nitrit Baku dan Nitrat Baku, Persamaan Regresi, dan Koefisien Korelasi

Kalibrasi Serapan Nitrit pada Panjang Gelombang 540 nm

NO Konsentrasi (X) Absorbansi (Y)

1 0,0000 0,0000

2 0,1000 0,0516

3 0,2000 0,1016

4 0,3000 0,1561

5 0,4000 0,2142

6 0,5000 0,2637

Perhitungan Persamaan Garis Regresi

No. X Y XY X2 Y2

1. 0,0000 0,0000 0,0000 0,0000 0,0000

2. 0,1000 0,0516 0,0052 0,1000 0,0027

3. 0,2000 0,1016 0,0203 0,4000 0,0103

4. 0,3000 0,1561 0,0468 0,9000 0,0244

5. 0,4000 0,2142 0,0857 0,1600 0,0459

6. 0,5000 0,2637 0,1319 0,2500 0,0695

ƩX= 1,500 ƩY= 0,7872 ƩXY=0,2898 ƩX2=0,5500 ƩY2=0,1528 = 0,2500 Ȳ= 0,1312

a =

Lampiran 8. (Lanjutan)

=

=

=

= 0,5317

Ȳ = aX + b b = Ȳ - a

= 0,1312 – 0,5317 (0,2500)

= 0,1312 – 0,1329

= -0,00173

r =

=

=

=

=

= 0,99974

Maka, koefisien korelasi dari data kalibrasi serapan nitrit pada panjang gelombang 540 nm adalah 0,99974.

Lampiran 9.Perhitungan Batas Deteksi (Limit of Detection, LOD) dan Batas Kuantitasi (Limit of Quantitation, LOQ) Nitrit

Persamaan garis regresi nitrit adalah Ȳ = 0,53167x – 0,00173

No. X Y Yi Y-Yi (Y-Yi)2

1. 0,0000 0,0000 -0,00173 0,0017 0,00000289

2. 0,1000 0,0516 0,05143 0,00016 0,00000003

3. 0,2000 0,1016 0,10460 -0,0030 0,00000902

4. 0,3000 0,1561 0,15777 -0,0017 0,00000279

5. 0,4000 0,2142 0,21094 0,0033 0,00001064

6. 0,5000 0,2637 0,26411 -0,0004 0,00000016

Ʃ(Y-Yi)2 0,00002564

Simpangan Baku =

0,002532mg/L Batas Deteksi =

0,014278mg/L Batas Kuantitas =

0, 04762mg/L

Lampiran10. Contoh Perhitungan Kadar Nitrit Air PDAM Kec. Rantau Utara Volume sampel = 35 ml

Absorbansi analisis nitrit (540 nm) = 0,0020

Persamaan regresi pada absorbansi maksimum dengan panjang gelombang nitrit pada λ 540 nm: Y = 0,53167X – 0,00173

Konsentrasi Nitrit : Y = 0,53167X – 0,00173 0,0020 = 0,53167X – 0,00173 X = 0,0070

Kadar Nitrit dalam sampel =

X : kadar nitrit sesudah pengenceran (mg /L) V : volume larutan pengenceran (ml)

Fp : faktor pengenceran Kadar Nitrit dalam sampel =

= 0,0100 mg/L

= 0,0100 mg/L

Dengan cara yang sama dapat dihitung kadar nitrit pada semua sampel.

Lampiran 11. Contoh Perhitungan Kadar Nitrat Air PDAM Kec. Rantau Utara

Volume sampel = 35 ml Absorbansi analisis nitrit (540 nm) = 0,0453

Persamaan regresi pada absorbansi maksimum dengan panjang gelombang nitrit pada λ 540 nm: Y = 0,53167X – 0,00173

Konsentrasi Nitrit: Y = 0,53167X – 0,00173 0,0453 = 0,53167X – 0,00173

X = 0,0884

Kadar Nitrit dalam sampel =

X : kadar nitrit sesudah pengenceran (mg /L) V : volume larutan pengenceran (ml)

Fp : faktor pengenceran

Kadar Nitrit dalam sampel =

= 0,1263mg/L

Kadar nitrit dari reduksi nitrat = Kadar total nitrit sesudah reduksi – Kadar nitrit sebelum reduksi

= 0,1263mg/L– 0,0100 mg/L = 0,1163 mg/L

Lampiran 11. (Lanjutan)

Karena hasil pembacaan alat spektrofotometer untuk nitrat adalah sebagai nitrit. Oleh sebab itu hasil pembacaan harus dikonfersikan.

=

= NO3 = NO3 =

Kadar nitrat = kadar nitrit dari reduksi nitrat x 1,3478

= 0,1163 mg/L x 1,3478

= 0,1567mg/L

Dengan cara yang sama dapat dihitung kadar nitrit pada semua sampel.

Lampiran 12. Data Statistik Kadar Nitrit dan Nitrat Air di Kota Rantauprapat 10. Air Sumur Bor Kecamatan

Rantau Utara 0,0019 0,0630

Lampiran 13. Analisis Data Statistik untuk Menghitung Kadar Nitrit Air PDAM Kec. Rantau Utara

No Absorban Jumlah Nitrit (mg/L) -X ( -X)2

1 0,0020 0,0100 0,00063 0,000000393073

2 0,0024 0,0111 -0,00045 0,000000200547

3 0,0022 0,0106 0,00009 0,0000000008022

4 0,0025 0,0114 -0,00072 0,000000513401

5 0,0022 0,0106 0,00009 0,0000000008022

6 0,0021 0,0103 0,00036 0,000000128350

= 0,0106 ∑= 0,0000012514

Kadar nitrit AirPDAM Kec. Rantau Utara:

µ = (α/2, dk) x SD/ )

= 0,0106 mg/L ± (4,0321 x 0,0005 / ) = 0,0106 ± 0,0008 mg/L

Lampiran 14.Analisa Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Nitrit Air

Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung =

Kadar nitrit AirPDAM Kec. Rantau Selatan:

µ = (α/2, dk) x SD/ )

= (4,0321 x0,0013/ ))

= 0,0021

Lampiran 15.Analisa Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Nitrit Air

Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung =

Kadar nitrit Air Sumur Bor Kec. Rantau Utara:

µ = (α/2, dk) x SD/ )

= (4,0321 x0,0012/ ))

= 0,0019

Lampiran 16.Analisa Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Nitrit Air

Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung =

Kadar nitrit Air Sumur Galian Kec. Rantau Utara:

µ = (α/2, dk) x SD/ )

= (4,0321 x0,0016/ ))

Lampiran 17.Analisa Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Nitrit Air

Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung =

Kadar nitrit Air Minum Isi Ulang Gemilang:

µ = (α/2, dk) x SD/ )

= (4,0321 x0,0018/ ))

= 0,0029

Lampiran 18.Analisa Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Nitrit Air

Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung =

Kadar nitrit Air Minum Isi Ulang Surya : µ = (α/2, dk) x SD/ )

= (4,0321 x0,0398/ ))

= 0,0655

Lampiran 19.Analisa Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Nitrit Air

Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung =

Kadar nitrit Air Minum Isi Ulang Mutiara:

µ = (α/2, dk) x SD/ )

= (4,0321 x0,0179/ ))

= 0,0294

Lampiran 20.Analisa Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Nitrit Air Minum Isi Ulang Paris

No Absorban Jumlah Nitrit (mg/L) -X ( -X)2

1 0,0056 0,0197 0,0944 0,00891136

2 0,0052 0,0186 0,0955 0,00912025

3 0,0040 0,0154 0,0987 0,00974169

4 0,0055 0,0194 0,0947 0,00896809

5 0,0043 0,0161 0,098 0,009604

6 0,0075 0,0249 0,0892 0,00795664

= 0,1141 ∑ = 0,12591179

SD = = = 0,1586 mg/L

Pada interval kepercayaan 99 % dengan nilai α = 0,01, dk = n-1 = 5, maka (α/2, dk)

= 4,0321

Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung =

t hitung 1 = 1,4579 t hitung 2 = 1,4760 t hitung 3 = 1,5255 t hitung 4 = 1,4636 t hitung 5 = 1,5146 t hitung 6 = 1,3786

Kadar nitrit Air Minum Isi Ulang Paris:

µ = (α/2, dk) x SD/ )

= (4,0321 x0,1586/ ))

Lampiran 21.Analisa Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Nitrit Air

Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung =

Kadar nitrit Air Sumur Galian Kec. Rantau Selatan:

µ = (α/2, dk) x SD/ )

= (4,0321 x0,0444/ ))

= 0,0731

Lampiran 22.Analisa Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Nitrit Air

Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung =

Lampiran 23.Analisa Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Nitrit Air Sumur Bor Kec. Rantau Utara yang di masak

No Absorban Jumlah Nitrit (mg/L) -X ( -X)2

Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung =

Kadar nitrit Air Sumur Bor Kec. Rantau Utara yang telah dimasak : µ = (α/2, dk) x SD/ )

= (4,0321 x0,0024/ ))

= 0,0039

Lampiran 24.Analisa Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Nitrat Air PDAM Rantauprapat Kec. Rantau Utara

No Absorban Jumlah Nitrat (mg/L) -X ( -X)2

1 0,0453 0,1567 -0,008 0,000064

2 0,0450 0,1540 -0,0053 0,00002809

3 0,0431 0,1480 0,0007 0,00000049

4 0,0429 0,1462 0,0025 0,00000625

5 0,0415 0,1425 0,0062 0,00003844

6 0,0421 0,1450 0,0037 0,00001369

= 0,1487 ∑ = 0,00015096

SD = = = 0,0055 mg/L

Pada interval kepercayaan 99 % dengan nilai α = 0,01, dk = n-1 = 5, maka (α/2, dk)

= 4,0321

Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung =

t hitung 1 = 3,5628 t hitung 2 = 2,3604 t hitung 3 = 0,3117 t hitung 4 = 1,1134 t hitung 5 = 2,7612 t hitung 6 = 2,5385

Kadar nitrat Air PDAM Rantauprapat Kec. Rantau Utara:

µ = (α/2, dk) x SD/ )

= (4,0321 x0,0055/ ))

Lampiran 25.Analisa Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Nitrat Air

Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung =

Kadar nitrat Air PDAM Rantauprapat Kec. Rantau Selatan:

µ = (α/2, dk) x SD/ )

= (4,0321 x0,0014/ ))

= 0,0023

Lampiran 26.Analisa Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Nitrat Air Sumur Bor Kec. Rantau Utara

No Absorban Jumlah Nitrat (mg/L) -X ( -X)2

1 1,5973 5,7195 -0,01945 0,0003783025

2 1,5927 5,7674 -0,06739 0,0045414121

3 1,5892 5,6912 0,0089 0,00007921

4 1,5866 5,6850 0,0151 0,00022801

5 1,5836 5,6729 0,0272 0,00073984

6 1,5815 5,6643 0,0358 0,00128164

= 5,7001 ∑ = 0,0072484146

SD = = = 0,0381 mg/L

Pada interval kepercayaan 99 % dengan nilai α = 0,01, dk = n-1 = 5, maka (α/2, dk)

= 4,0321

Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung =

t hitung 1 = 1,2505 t hitung 2 = 4,3198 t hitung 3 = 0,5721 t hitung 4 = 0,9679 t hitung 5 = 1,7435 t hitung 6 = 2,2948

Kadar nitrat Air Sumur Bor Kec. Rantau Utara:

µ = (α/2, dk) x SD/ )

= (4,0321 x0,0381/ ))

Lampiran 27.Analisa Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Nitrat Air

Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung =

Kadar nitrat AirSumur Galian Kec. Rantau Utara:

µ = (α/2, dk) x SD/ )

= (4,0321 x0,3102/ )) = 0,0,4944

Lampiran 28.Analisa Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Nitrat Air Minum Isi Ulang Gemilang

No Absorban Jumlah Nitrat (mg/L) -X ( -X)2

1 0,0427 0,1659 0,0018 0,00000324

2 0,0430 0,1697 -0,0020 0,000004

3 0,0433 0,1698 -0,0021 0,00000441

4 0,0432 0,1636 0,0041 0,00001681

5 0,0434 0,1710 -0,0033 0,00001089

6 0,0432 0,1665 0,0012 0,00000144

= 0,1677 ∑ = 0,00004079

SD = = = 0,0028 mg/L

Pada interval kepercayaan 99 % dengan nilai α = 0,01, dk = n-1 = 5, maka (α/2, dk)

= 4,0321

Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung =

t hitung 1 = 1,5436 t hitung 2 = 1,7152 t hitung 3 = 1,8010 t hitung 4 = 3,5162 t hitung 5 = 2,8301 t hitung 6 = 1,0291

Kadar nitrat Air Minum Isi Ulang Gemilang:

µ = (α/2, dk) x SD/ )

= (4,0321 x0,0028/ ))

Lampiran 29.Analisa Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Nitrat Air

Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung =

Kadar nitrit Air Minum Isi Ulang Surya:

µ = (α/2, dk) x SD/ )

= (4,0321 x0,0193/ ))

= 0,0317

Lampiran 30.Analisa Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Nitrat Air Isi Minum Ulang Mutiara

No Absorban Jumlah Nitrat (mg/L) -X ( -X)2

1 0,0174 0,0562 0,2533 0,06416089

2 0,0181 0,0590 0,2505 0,06275025

3 0,0183 0,0585 0,251 0,063001

4 0,0184 0,0478 0,2717 0,07382089

5 0,0185 0,0516 0,2579 0,06651241

6 0,0182 0,0364 0,2731 0,07458351

= 0,3095 ∑ = 0,40482905

SD = = = 0,2845 mg/L

Pada interval kepercayaan 99 % dengan nilai α = 0,01, dk = n-1 = 5, maka (α/2, dk)

= 4,0321

Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung =

t hitung 1 = 2,1805 t hitung 2 = 2,1565 t hitung 3 = 2,1608 t hitung 4 = 1,8681 t hitung 5 = 2,2202 t hitung 6 = 2,3510

Kadar nitrat Air Minum Isi Ulang Mutiara:

µ = (α/2, dk) x SD/ )

= (4,0321 x0,2845/ ))

Lampiran 31.Analisa Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Nitrat Air

Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung =

Kadar nitrat Air Minum Isi Ulang Paris:

µ = (α/2, dk) x SD/ )

= (4,0321 x0,0074/ ))

= 0,0122

Lampiran 32.Analisa Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Nitrat Air Sumur Galian Kec. Rantau Selatan

No Absorban Jumlah Nitrat (mg/L) -X ( -X)2

1 0,2486 0,8939 -0,0396 0,0015681

2 0,2485 0,8964 -0,0421 0,00177241

3 0,2478 0,8922 -0,0379 0,00143641

4 0,2475 0,8916 -0,0373 0,00139129

5 0,2472 0,8918 -0,0375 0,00149625

6 0,2469 0,6601 0,1942 0,03771364

= 0,8543 ∑ = 0,0453781

SD = = = 0,0952 mg/L

Pada interval kepercayaan 99 % dengan nilai α = 0,01, dk = n-1 = 5, maka (α/2, dk)

= 4,0321

Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung =

t hitung 1 = 1,0181 t hitung 2 = 0,0421 t hitung 3 = 0,9752 t hitung 4 = 0,9598 t hitung 5 = 0,9650 t hitung 6 = 4,9974

Kadar nitrat Air Sumur Galian Kec. Rantau Selatan:

µ = (α/2, dk) x SD/ )

= (4,0321 x0,0952/ ))

Lampiran 33.Analisa Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Nitrat Air

Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung =

Lampiran 34.Analisa Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Nitrat Air Sumur Bor Kec. Rantau Utara yang telah dimasak

No Absorban Jumlah Nitrat (mg/L) -X ( -X)2

1 2,4326 8,5404 -0,0206 0,00042436

2 2,4314 8,5311 -0,0113 0,00012769

3 2.4303 8,5228 -0,003 0,000009

4 2,4267 8,5123 0,0068 0,00004626

5 2,4254 8,5091 0,0107 0,00011449

6 2,4246 8,5033 0,0165 0,00027225

= 8,5198 ∑ = 0,00099405

SD = = = 0,0141 mg/L

Pada interval kepercayaan 99 % dengan nilai α = 0,01, dk = n-1 = 5, maka (α/2, dk)

= 4,0321

Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung =

t hitung 1 = 3,5826 t hitung 2 = 1,9652 t hitung 3 = 0,5217 t hitung 4 = 1,1826 t hitung 5 = 1,8608 t hitung 6 = 2,8695

Kadar nitrat Air Sumur Bor yang telah dimasak:

µ = (α/2, dk) x SD/ )

= (4,0321 x0,0141/ ))

Lampiran 35. Hasil Uji Perolehan Kembali Nitrit dan Nitrat Setelah Penambahan Masing-Masing Larutan Standar pada Sampel Air Sungai

1. Hasil Analisis Nitrit Setelah Penambahan Larutan Standar Nitrit

No

2. Hasil Analisis Nitrat Setelah Penambahan larutan Standar Nitrat

No

Lampiran 36. Contoh Perhitungan Uji Perolehan Kembali Nitrit Air Sungai

 Volume

o sampel = 35 ml

o Baku yang dipipet = 1 ml

 Absorbansi analisis nitrit

o sampel tambah baku = 0,1154

Lampiran 37. Contoh Perhitungan Uji Perolehan Kembali Nitrat Air Sungai

 Volume

o Sampel = 35 ml

o Baku yang dipipet = 0,1 ml

 Absorbansi analisis nitrat

o sampel tambah baku = 0,1354

Kadar nitrit = kadar nitrit setelah reduksi-kadar nitrit sebelum reduksi

= 0,3684μg/mL – 0,3147μg/mL

Lampiran 37. (lanjutan)

Perhitungan Uji Perolehan Kembali Nitrat

% Recovery Nitrat = x 100%

=

x 100% = 96,85 %

Lampiran 38.Perhitungan Simpangan Baku Relatif (Relative Standar Deviation, RSD) Persen Perolehan Kembali Nitrit

No

Persen perolehan

kembali (%) (Xi) (Xi – (Xi – 2

1 89,83 0,43 0,1849

2 90,29 -0,03 0,0009

3 90,65 -0,39 0,1521

4 90,03 0,23 0,0529

5 89,99 0,27 0,0729

6 90,76 -0,5 0,25

90,26 ∑= 0,7137

SD =

= = 0,3778

RSD = x 100 % = x 100 % = 0,41%

Lampiran 39. Perhitungan Simpangan Baku Relatif (Relative Standar Deviation, RSD) Persen Perolehan Kembali Nitrat

No

Persen perolehan

kembali (%) (Xi) (Xi – (Xi – 2

1 91,89 -1,8 3,24

2 97,12 -7,03 49,4209

3 98,34 -8,25 68,0625

4 90,87 -0,78 0,6084

5 80,21 9,88 97,6144

6 82,12 7,97 63,5209

90,09 ∑= 282,4671

SD =

= = 7,5162

RSD = x 100 % = x 100 % = 8,34%

Dokumen terkait