Alfaridz, F., dan Amalia, R., (2018). Review Jurnal: Klasifikasi dan Aktivitas Farmakologi dan Senyawa Aktif Flavonoid. 16(3); 2-3.
Alfian, R., dan Susanti, H., (2012). Penetapan Kadar Total Fenolik dari Ekstrak Metanol Kelopak Bunga Rosella Merah (Hibiscus Sabdariffa Linn) dengan Variasi Tempat Tumbuh secara Spektrofotometri. Jurnal Ilmiah Kefarmasian. 2(1); 77-79.
Aminah., Tomayahu. N., dan Abidin. Z., (2017). Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstak Etanol Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill.) dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis. Jurnal Fitokimia Indonesia. 4(2); 228.
Anulika, N.P., Ignatius, E. O., Raymond. E. S. dkk., (2016). The Chemistry Of Natural Product: Plant Secondary Metabolites. International Journal of Technology Enhancements and Emerging Engineering Research. 4(8); 2.
Asuero, A.G., Sayago. A., dan Gozalez. A. G., (2006). The Correlation Coefficient: An Overview; 49.
Azizah, D.N., Kumolowati, E., dan Faramayuda, F., (2014). Penetapan Kadar Flavonoid Metode AlCl3 pada Ekstrak Metanol Kulit Buah Kakao (Theobroma Cacao L.). Jurnal Ilmiah Farmasi 2(2); 48.
Bais, S. (2013). A Phytochemical Review on an Important Medicinal Plat: Leea Indica. 2013(1); 1-3.
Catalogue of Life., (2015). Indexing the World's Known Species.[online].
https://www.catalogueoflife.org/col/details/species/id/3f288e5c534335e66 c405b9922884901. [diakses: 09 Desember 2019].
Depkes. (1995). Materi Medika Indonesia Jilid VI. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia; Halaman 300, 302, 303, 306, 321, 325 dan 334.
DitjenPOM RI, 1995. Farmakope Indonesia. Edisi Keempat. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan obat dan Makanan Departemen Kesehatan; Halaman 81-82.
Endarini, L.H. (2016). Farmakognisi dan Fitokimia. Jakarta: Pusdik SDM Kesehatan; Halaman 145-147.
Fessenden, R.J dan Fessenden, J.S. (1986). Kimia Organik. Penerjemah: Aloysius Hadyana Pudjaatmaka. Edisi Ketiga. Jilid Pertama. Jakarta: Penerbit Erlangga; Halaman 279-280.
Haeria, Hermawati, Dg.Pine, A.T.U., (2016). Penentuan Kadar Flavonoid Total dan Aktivitas Antioksidan Etanol Daun Bidara (Ziziphus spina-christi L.).Journal of Pharmaceutical and Medicinal Science.1(2);60.
Hapsari. A.M., (2017). Pengujian KAndungan Total Fenol dan Flavonoid serta Antioksidan Ekstrak Etanol Tempuyung (Sonchus arvenis L.); 68.
Harbrone, J.B. (1973). Phytochemical Methods. A Guide to Modern Techniques of Plant Analysis. London: Chapman and Hall;Halaman 1 dan 15.
Kekuda, T.R.P., Raghavendra, H.L., Bharadway, N.A., dan Akhilesha, S., (2018).
Traditional Uses Chemistry and Pharmacological Activites of Leea Indica (Burm. F. ) Merr. (Vitacea): A Comprehensive Review. International Journal of Green Pharmacy. 12(1).; 71 dan 72.
Kiranmayee, P., Anitha, K., dan Usha, R., (2016). Isolation ans Identification of Steroid Triterpenoid from the Polar and Non-polar Fractions of Caralluma
Attenvate (Wight) Roots. International Journal of Pharmacognosy and Phytochemical Research. 8(6).; 1.
Marjoni, M. R. (2016). Dasar-dasar Fitokimia untuk Diploma III Farmasi.
Jakarta: CV Trans Info Medan; Halaman 6-10, 12 dan 13.
Markham, K.R., dan Andersen, O.M., (2006). Flavonoids. Chemistry, Biochemistry and Applications. United States of America. CRC Press Book; Halaman 397-398.
Mishra, G., Khosa, R.L., Singh, P., dan Tahseen, M.A., (2014). Ethnobotany and Phytopharmacology of Lea Indica: An Overview . Journal of Coastal Life Medicine. 4(1); 69-70.
Panche.,A.N., Dwan, A.D., dan Chandra, S.R., (2016). Flavonoids: An Overview . Journal of Nutritional Science. 5(47); 1-3.
Rao, U.S.M., Abdurrazak, M., dan Mohd, K. S., (2016). Phytochemical Screening Total Flavonoid and Phenolic Content Assays of Various Solvent Extracts of Tepal of Musa Paradisiaca. Malaysian Journal of Analytical Science.
20(5); 1182-1183.
Robinson, T., (1995). Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Bandung. Penerbit ITB; Halaman 191.
Rohman, A., (2007). Kimia Farmasi Analisis . Yogyakarta : Pustaka Pelajar;
Halaman 254, 261 dan 262.
Roy Indrianti Bangar S (2019). Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi n-Heksana dan Frkasi Etil Asetat Daun Sibo (Leea indica F.) terhadap Staphylcoccus aureus dan Escherichia coli. Skripsi; 46.
Saifudin. A., (2014). Senyawa Alam Metabolit Sekunder. Teori, Konsep dan Teknik Permuniaan. Edisi Pertama. Yogyakarta : Penerbit Deepublish;
Halaman 46
Sam, S., Malik, A., dan Handayani (2016). Penetapan Kadar Fenolik Total dari Ekstrak Etanol Bunga Rosella Berwarna Merah (Hibiscus Sabdariffa L.) dengan Menggunakan Spektrofotometri UV-Vis . Jurnal Fitofarmako Indonesia. 3(2); 1865.
Sari, N., (2017). Penentuan Kadar Total Fenol dan Total Flavonoid dari Ekstrak Buah Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.). Skripsi; 43 dan 48.
Sembiring, E.N., Elya, B., dan Sauriasari, R., (2018). Phytochemical Screening.
Total Flavonoid and Total Phenolic Content and Antioxidant Activity of Different Parts of Caesalpinia Bonduk (L.) Roxb. Pharmacognosy Journal. 10(1); 123.
Senet, M.R.M., Raharja, IG.M.A.P., Darma, IK.T., dkk (2018). Penentuan Kandungan Total Flavonoid dan Total Fenol dari Akar Kersen (Mutingia Calabura) serta Aktivitasnya sebagai Antioksidan. Jurnal Kimia 2(1); 16 dan 17.
Shah, R.S., Pawar, R.B., Shah, R.R., dkk., (2015). Uv-Visible Spectroscopy. A Review. International Journal of Institutional Pharmacy and Life Science.
5(5)., Halaman 490-493.
Tungmunnithum, D., Thongboonyou, A., Pholboon, A., dan Yangsabai, A., (2018). Flavonoids and Other Phenolic Compunds from Medicinal Plants for Pharmaceutical and Medical Aspects: An Overview. 5(93); 2.
Valkenburg, J.L.C.H dan Bunyapraphatsara, N., (2002). Plant Resources of South-East Asia No 12(2). Medicinal and Poisonous Plants 2. Bogor.
Prosea Foundation; Halaman 330.
Lampiran 1. Hasil identifikasi tumbuhan
Lampiran 2. Bagan kerja penelitian
dicuci dari pengotor sampai bersih ditiriskan
ditimbang berat basahnya (1,08 kg) dikeringkan pada lemari pengering dengan suhu 40-50°
ditimbang berat keringnya
diperiksa secara organoleptis dihaluskan dengan blender
disimpan dalam wadah yang tertutup rapat sebelum digunakan
Lampiran 3. Bagan pembuatan ekstrak etanol daun sibo (Leea indica)
dimasukkan ke dalam wadah
dituangi dengan 75 bagian etanol 96 % dan ditutup rapat
dibiarkan selama 5 hari terlindung dari cahaya, sambil sering diaduk
diserkai
ditambahkan 25 bagian etanol 96% hingga diperoleh 100 bagian
diserkai
digabung filtrat I dengan filtrat II dipekatkan dengan rotary evaporator 800 g serbuk simplisia
Maserat Ampas
Maserat 1
Ampas
Ekstrak kental (50,5 g)
Lampiran 4. Gambar tumbuhan dan daun sibo
Gambar tumbuhan Sibo
Gambar daun Sibo
Lampiran 5. Simplisia dan serbuk daun sibo
Gambar simplisia daun sibo
Gambar serbuk simplisia daun sibo
Lampiran 6. Gambar alat spektrofotometer UV-Visibel (Shimadzu).
Gambar alat Spektrofotometer UV-Visibel (Shimadzu).
Lampiran 7. Data pengukuran waktu kerja (operating time) larutan Asam Galat
44 43 0,4640
91 90 0,5078
92 91 0,5087
93 92 0,5093
94 93 0,5097
95 94 0,5104
96 95 0,5110
97 96 0,5116
98 97 0,5123
99 98 0,5126
100 99 0,5132
101 100 0,5140
Lampiran 8. Perhitungan persamaan regresi dari kurva kalibrasi Asam Galat
Jadi, persamaan regresi adalah Y = 0,0445x – 0,0106 Koefisien korelasi (r)
Lampiran 9. Hasil penetapan kadar total Fenol pada ekstrak daun Sibo (Leea
FP Absorbansi Rata-rata absobansi
Rata-rata kadar total fenol 14,5352 Keterangan: FP = Faktor Pengenceran
Lampiran 10. Contoh perhitungan kadar total Fenol pada ekstrak daun Sibo (Leea Indica F.).
Rumus perhitungan:
Volume sampel = 5mL Berat sampel = 0,0252 Faktor Pengenceran = 5 Absorbansi rata-rata = 0,3193
Persamaan regresi adalah Y = 0,0445x – 0,0096 0,3193 + 0,0096 = 0.0445x x = 7,3910µg/ml
Kadar Total Fenol = (7,3910 ÷ 1000) x 10 0,0252 x 5 = 14,6647 mg GAE/g sampel
Kadar total fenol
=
konsentrasi (mg/ml) x volume sampel (ml) berat sampel (g)x FP
Lampiran 11. Data pengukuran waktu kerja (operating time) larutan Kuersetin
44 43 0,7953
45 44 0,7957
46 45 0,7956
47 46 0,7960
48 47 0,7965
49 48 0,7962
50 49 0,7963
51 50 0,7965
52 51 0,7967
53 52 0,7970
54 53 0,7968
55 54 0,7965
56 55 0,7972
57 56 0,7975
58 57 0,7974
59 58 0,7977
60 59 0,7980
61 60 0,7978
Lampiran 12. Perhitungan persamaan regresi dari kurva kalibrasi Kuersetin
Jadi, persamaan regresi adalah Y = 0,04441x – 0,00694 Koefisien korelasi (r)
Lampiran 13. Hasil Penetapan Kadar Total Flavonoid pasa Ekstrak Daun Sibo
FP Absorbansi Rata-rata absobansi
0,45032 10,2963 20,4292 0,4549
0,47118 10,7660 21,2126 0,4705
0,4713 0,4716 0,4718
Rata-rata kadar total flavonoid 20,3621 Keterangan: FP = Faktor Pengenceran
Lampiran 14. Contoh perhitungan kadar total Flavonoid pada ekstrak daun Sibo (Leea indica F.).
Rumus perhitungan:
Volume sampel = 5mL Berat sampel = 0,0252 Faktor Pengenceran = 5
Absorbansi rata-rata = 0,45032
Persamaan regresi adalah Y = 0,04441x – 0,00694 0,45032 + 0.00694 = 0.04441 x x = 10,2963 µg/ml
Kadar Total Fenol = (10,2963 ÷ 1000) x 10 0,0252 x 5 = 20,4292 mg QE/g sampel
Kadar total flavonoid