Afriansyah, N. 2010. Kacang Merah Turunkan Kolesterol dan Gula Darah.
http:// fitzania.com. Diakses 30 Agustus 2017.
Almatsier, S. 2007. Penuntun Diet. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Umum.
Apriyantono, A., D. Fardiaz., N. L. Puspitasari, Sedarnawati., dan S. Budiyanto.
1989. Analisis Pangan. IPB-Press, Bogor.
Astawan, M., 2009. Sehat Dengan Hidangan Kacang dan Biji-bijian. Penebar Swadaya, Jakarta.
Badan Pusat Statistik, 2013. Hortikultura. Badan Pusat Statistik RI, Jakarta.
Badan Standarisasi Nasional. 1992. Selai Kacang. SNI 01-2979-1992. Diakses 30 Agustus 2017.
Balitbang Pertanian, 2013. Membuat Selai. Badan Litbang Pertanian. BPTP Yogyakarta. http://www.yogya.litbang.pertanian.go.id. Diakses 30 Agustus 2017.
Belitz, H. D. dan W. Grosch, 1987. Food Chemistry. Springer Verlag Berlin Heldenberg, New York.
BPP Pertanian, 2015. Panen dan Pengolahan Pascapanen Jagung. Badan
Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.
http://www.pertanian.go.id. Diakses 30 Agustus 2017.
Buckle, K. A., Edwards, R. A., Fleet, G. H., dan Wotton, M. 1987. Ilmu Pangan.
Terjemahan : Purnomo, H dan Adiono. UI-Press, Jakarta.
Desrosier, N.W., 1988. Teknologi Pengawetan Pangan. UI-Press, Jakarta.
Penerjemah M. Muljohardjo.
Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, 2004. Pembuatan Selai. http//:docs.google.com. [17 September 2016].
Fachruddin, L., 2005. Membuat Aneka Selai. Kanisius, Yogyakarta.
FAO, 1989. Sodium Carboxymethyl Cellulose. http://www.fao.org. Diakses 10 September 2017.
Fardiaz, 1992. Mikrobiologi Pangan I. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Fennema, O., Karen, M., dan Lund, D., 1996.Principle of Food Science. The AVI Publishing, Connecticut.
Gaonkar, A. G. 1995. Ingredient Interactions Effects on Food Quality. Marcell Dekker Inc, New York.
Hariyati, M. N., 2007. Ekstraksi dan Karakteristik Pektin dari Limbah Proses Pengolahan Jeruk Pontianak. Skripsi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Hartayanie, L dan C. Retnaningsih. 2006. Pemanfaatan Tepung Kacang Merah Sebagai Pengganti Tepung Terigu dalam Pembuatan Roti Tawar : Evaluasi Sifat Fisiokimia dan Sensoris. Skripsi. Universitas Katolik Soegijuprahata, Semarang.
Hinkova, A., Z. Bubnik dan P. Kadlec. 2014. Chemichal Composition of Sugar and Confectionary Products. Handook of Food Chemistry. Hal. 1-34.
Imeson, A., 1992. Thickening and Gelling Agents for Food. Blackie Academic &
Profesional. New York.
Kementrian Pertanian. 2012. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Direktorat Jendral Hortikultura Tahun 2012. Kementrian Pertanian, Jakarta.
Koswara, S. 2009. Teknologi Pengolahan Jagung (Teori dan Praktek).
http://www.eBook Pangan.com. Diakses 17 September 2016.
Laskowski, J. S., 2001. Developments in Mineral Processing. Elvesier B. V., Amsterdam.
Litbang Pertanian, 2009. Budidaya Tanaman Jagung. Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian Aceh. http://litbang.pertanian.go.id. Diakses 30 agustus 2017.
Margono, T., D. Suryati dan S. Hartinah, 2007. Selai dan Jelly Buah.
http//www.ristek.go.id. Diakses 17 September 2016.
Mubyarto, 2012. Penanganan Pasca Panen Hasil Pertanian. Workshop Pemandu Lapangan 1 (PL-1) Sekolah Lapangan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (SL-PPHP), Departemen Pertanian.
Nuraidah, 2013. Studi Pembuatan Daging Tiruan dari Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.). Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin. Makasar
Pangastuti, H.A. 2012. Karakteristik Sifat Fisik dan Kimia Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) dengan Beberapa Perlakuan Pendahuluan. Skripsi Ilmu dan Teknologi Pangan. UNS. Surakarta.
Prayitno, S., 2002. Aneka Olahan Tepung. Kanisius, Yogyakarta.
Salunkhe, D. K., S. K. Sathe dan N. R. Reddy. 1982. Chemistry and Biochemistry of Legumes. Oxford dan IBH, New Delhi.
Sarwono, B. 1991. Jeruk dan Kerabatnya. Penebar Swadaya, Jakarta.
Satria, B. H., 2008. Jurnal Pengolahan Kulit Pisang Menjadi Pektin dengan Metode Ekstraksi. Jurnal Teknologi Pertanian.. Hal. 2.
Satuhu, S., 1994. Penanganan dan Pengolahan Buah. Penebar Swadaya, Jakarta.
Seafast, 2012. Pembuatan Jam. Pusat studi Ketahanan Pangan. Tropical Plant Curriculum Project. http://seafast.ipb.ac.id. Diakses 30 Agustus 2017.
Suarni dan M. Yasin, 2011. Jagung sebagai sumber pangan fungsional. Jurnal IPTEK Tanaman Pangan. Vol. 6(1) : Hal. 41-56.
Suarni dan S. Widowati, 2007. Struktur, Komposisi, dan Nutrisi Jagung. Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
http://www.balitsereal.litbang.pertanian.go.id. Diakses 30 Agustus 2017.
Subagjo, A., 2007. Manajemen Pengolahan Roti dan Kue. Graha Ilmu, Yogyakarta.
Suhardjo dan C. M. Kusharto. 1992. Prinsip-Prinsip Ilmu Gizi. Kanisius, Yogyakarta.
Sudarmadji, S., B. Haryono, dan Suhardi, 1989.Prosedur Analisa Untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty, Yogyakarta.
Tessler, D. K. and Nelson, P. E., 1986. Fruit and Vegetables Juice Processing Technolgy. The AVI Publishing Company, USA.
Tranggono dan Sutardi, 1990. Biokimia, Teknologi Pasca Panen dan Gizi. PAU Pangan dan Gizi. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Tropical Plant Project, 2012. Modul Pelatihan Pembuatan Jam. Jurnal Ketahanan Pangan. Vol. 1 : Hal. 1-4.
USDA, 2017. Classification for Kingdom Plantae Down to Species Phaseolus vulgaris L. United States Department of Agriculture. Natural Resources Conservation Service. http://www.plants.usda.go.id. Diakses 30 Agustus 2017.
USDA, 2017. Classification for Kingdom Plantae Down to Species Zea mays L.
United States Department of Agriculture. Natural Resources Conservation Service. http://www.plants.usda.go.id. Diakses 30 Agustus 2017.
Uswatun, H., 2011. Mikrobiologi Makanan. FMIPA Universitas Negeri Medan, Medan.
Widayanto, P. S. dan A. Nelistya, 2009. Rosella Aneka Olahan, Khasiat dan Ramuan. Penebar Swadaya, Jakarta.
Wikipedia, 2016. Jagung. http://wikipedia.org [10 Oktober 2016].
Willats, W. G. T., J. K. Paul, and D. M. Jorn. 2006. Pectin. Trensin in Food Science and Technology, New York.
Winarno, F. G., 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Zhou, A., G. Webb, X. Zhu, dan DF Steiner. 1999. Proteolytic processing in the secretory pathway. Jurnal Biology dan Chemichal. 274 (30): 20745-20748.
Lampiran 1.
Kurva standar glukosa
Konsentrasi (µg/ml) Absorbansi
10 0,600
20 0,823
30 0,957
40 1,171
50 1,322
Gambar 19. Kurva standar glukosa untuk penentuan total gula
y = 0,017x + 0,437 r = 0,997
0,0 0,2 0,4 0,6 0,8 1,0 1,2 1,4
0 10 20 30 40 50
Absorbansi
Konsentrasi glukosa (µg/ml)
Lampiran 2.
Data pengamatan kadar air (%)
Perlakuan Ulangan
Daftar analisis sidik ragam kadar air
SK db JK KT F Hit. F 0.05 F 0.01
Lampiran 3.
Data pengamatan kadar abu (%)
Perlakuan Ulangan
Daftar analisis sidik ragam kadar abu
SK db JK KT F Hit. F 0.05 F 0.01
Lampiran 4.
Data pengamatan kadar serat kasar (%)
Perlakuan Ulangan
Daftar analisis sidik ragam kadar serat kasar
SK db JK KT F.Hit F 0.05 F 0.01
Lampiran 5.
Data pengamatan kadar protein (%)
Perlakuan Ulangan Total
(%) Rataan (%) Daftar analisis sidik ragam kadar protein
SK db JK KT F Hit. F 0.05 F 0.01
Lampiran 6.
Daftar analisis sidik ragam pH
SK db JK KT F.Hit F 0.05 F 0.01
Lampiran 7.
Total padatan terlarut (oBrix)
Perlakuan Ulangan
Daftar analisis sidik ragam total padatan terlarut
SK db JK KT F.Hit F 0.05 F 0.01
Lampiran 8.
Data pengamatan total gula (%)
Perlakuan Ulangan Total (%)
Rataan (%)
Daftar analisis sidik ragam total asam
SK db JK KT F.Hit F 0.05 F 0.01
Lampiran 9.
Daftar analisis ragam total mikroba
SK db JK KT F Hit. F 0.05 F 0.01
Lampiran 10.
Daftar analisis sidik ragam organoleptik warna
SK db JK KT F.Hit F 0.05 F 0.01
Lampiran 11.
Daftar analisis sidik ragam organoleptik aroma
SK db JK KT F.Hit F 0.05 F 0.01
Lampiran 12.
Daftar analisis sidik ragam organoleptik rasa
SK db JK KT F.Hit F 0.05 F 0.01
Lampiran 13.
Daftar analisis sidik ragam daya oles
SK db JK KT F.Hit F 0.05 F 0.01
Lampiran 14.
Gambar Selai
Keterangan :
K = perbandingan jumlah bubur jagung dengan bubur kacang merah L = persentase CMC
K1 = 90% : 10% L1 = 0,25%
K2 = 80% : 20% L2 = 0,50%
K3 = 70% : 30% L3 = 0,75%
K4 = 60% : 40% L4 = 1,0%