BAHAN DAN METODE
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengaruh Perbandingan Bubur Jagung dengan Bubur Kacang Merah Terhadap Parameter Mutu yang Diamati
Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah memberikan pengaruh terhadap kadar air (%), kadar abu (%), kadar serat kasar (%), kadar protein (%), pH, total padatan terlarut (oBrix), total gula (%) dan uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan daya oles) seperti disajikan pada Tabel 11.
Tabel 11. Pengaruh perbandingan bubur jagung dan bubur kacang merah terhadap parameter mutu yang diamati
Parameter
Perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah (K)
Total padatan terlarut (oBrix) 44,194 43,650 43,169 40,885
Total gula (%) 45,740 43,801 42,859 41,589
Total mikroba (log CFU/g) 3,643 3,637 3,628 3,639 Nilai hedonik warna (numerik) 3,933 3,867 3,621 3,596 Nilai hedonik aroma (numerik) 3,917 3,842 3,617 3,617 Nilai hedonik rasa (numerik) 4,029 3,967 3,746 3,675 Nilai skor daya oles (skor) 4,063 3,817 3,700 3,617
Tabel 11 menunjukkan bahwa kadar air tertinggi diperoleh pada perlakuan K2 sebesar 34,370% dan terendah pada perlakuan K4 sebesar 32,380%. Kadar abu tertinggi diperoleh pada perlakuan K4 sebesar 1,200% dan kadar abu terendah diperoleh pada perlakuan K1 sebesar 1,1367%. Kadar serat kasar tertinggi diperoleh pada perlakuan K4 sebesar 4,4038% dan terendah pada perlakuan K1
sebesar 3,1048%. Kadar protein tertinggi diperoleh pada perlakuan K4 sebesar 9,773% dan kadar protein terendah diperoleh pada perlakuan K1 sebesar 7,303%.
Tingkat keasaman (pH) tertinggi diperoleh pada perlakuan K1 dan K4
dengan nilai 4,950 dan terendah pada perlakuan K3 dengan nilai 4,838. Total padatan terlarut tertinggi diperoleh pada perlakuan K1 sebesar 44,194oBrix dan terendah pada perlakuan K4 sebesar 40,885oBrix. Total gula tertinggi diperoleh pada perlakuan K1 sebesar 45,740% dan terendah pada perlakuan K4 sebesar 41,589%. Total mikroba tertinggi diperoleh pada perlakuan K1 sebesar 3,643 log CFU/g dan terendah pada perlakuan K3 sebesar 3,628 log CFU/g.
Nilai hedonik warna tertinggi diperoleh pada perlakuan K1 sebesar 3,933 dan terendah terendah diperoleh pada perlakuan K4 sebesar 3,596. Nilai hedonik aroma tertinggi diperoleh pada perlakuan K1 dengan nilai 3,917 dan terendah pada perlakuan K4 3,617. Nilai hedonik rasa tertinggi diperoleh pada perlakuan K1
sebesar4,029 dan terendah diperoleh pada perlakuan K4 sebesar 3,675. Nilai skor daya oles tertinggi diperoleh pada perlakuan K1 sebesar 4,063 dan terendah diperoleh pada perlakuan K4 sebesar 3,617.
Pengaruh Persentase CMC Terhadap Parameter Mutu yang Diamati
Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa persentase CMC memberikan pengaruh terhadap kadar air (%), kadar abu (%), kadar serat kasar (%), kadar protein (%), pH, total padatan terlarut (oBrix), total gula (%), total mikroba dan uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan daya oles) seperti disajikan pada Tabel 12.
Tabel 12. Pengaruh persentase CMC terhadap parameter mutu yang diamati
Parameter Persentase CMC (L)
L1 L2 L3 L4
Total padatan terlarut (oBrix) 43,059 43,165 42,682 42,997
Total gula (%) 45,740 43,801 42,859 41,589
Total mikroba (log CFU/g) 3,642 3,653 3,634 3,626 Nilai hedonik warna (numerik) 3,767 3,758 3,717 3,775 Nilai hedonik aroma (numerik) 3,754 3,733 3,729 3,775 Nilai hedonik rasa (numerik) 3,879 3,850 3,800 3,888 Nilai skor daya oles (skor) 3,675 3,679 3,821 4,021
Tabel 12 menunjukkan bahwa kadar air tertinggi diperoleh pada perlakuan L4 sebesar 34,305% dan terendah pada perlakuan L1 sebesar 32,579%. Kadar abu tertinggi diperoleh pada perlakuan L4 sebesar 1,3863% dan kadar abu terendah diperoleh pada perlakuan L1 sebesar 1,2029%. Kadar serat kasar tertinggi diperoleh pada perlakuan L1 sebesar 3,7064% dan terendah pada perlakuan L4 sebesar 3,6556%. Kadar protein tertinggi diperoleh pada perlakuan L4 sebesar 8,793% dan kadar protein terendah diperoleh pada perlakuan L1 sebesar 8,763%.
Tingkat keasaman (pH) tertinggi diperoleh pada perlakuan L1 dan L4
dengan nilai 4,950 dan terendah pada perlakuan L3 dengan nilai 4,825. Total padatan terlarut tertinggi diperoleh pada perlakuan L2 sebesar 43,165oBrix dan terendah pada perlakuan L3 sebesar 42,682oBrix. Total gula tertinggi diperoleh pada perlakuan L1 sebesar 45,740% dan terendah pada perlakuan L4 sebesar 41,589%. Total mikroba tertinggi diperoleh pada perlakuan L2 sebesar 3,653 log CFU/g dan terendah pada perlakuan L4 sebesar 3,626 log CFU/g.
Nilai hedonik warna tertinggi diperoleh pada perlakuan L4 sebesar 3,775 dan terendah diperoleh pada perlakuan L1 sebesar 3,767. Nilai hedonik aroma
tertinggi diperoleh pada perlakuan L4 dengan nilai 3,775 dan terendah pada perlakuan L1 sebesar 3,767. Nilai hedonik rasa tertinggi diperoleh pada perlakuan L4 sebesar 3,888 dan terendah diperoleh pada perlakuan L1 sebesar 3,879. Nilai skor daya oles tertinggi diperoleh pada perlakuan L4 sebesar 4,021 dan terendah diperoleh pada perlakuan L1 sebesar 3,675.
Kadar air (%)
Pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap kadar air selai
Berdasarkan daftar sidik ragam (Lampiran 2) dapat dilihat bahwa perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar air selai yang dihasilkan. Hasil uji LSR pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap kadar air selai dapat dilihat pada Tabel 13.
Tabel 13. Uji LSR efek utama pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap kadar air selai
Jarak LSR Perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah
Rataan Notasi
0,05 0,01 (%) 0,05 0,01
- - - K1 (90%:10%) 34,370 a A
2 0,834 1,148 K2 (80%:20%) 33,945 a A
3 0,875 1,206 K3 (70%:30%) 33,165 ab AB
4 0,898 1,237 K4 (60%:40%) 32,380 b B
Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5%
(huruf kecil) dan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (huruf besar) menurut uji LSR.
Berdasarkan Tabel 13 dapat diketahui bahwa pengaruh perlakuan K1
terhadap kadar air selai berbeda tidak nyata dengan perlakuan K2 dan K3, berbeda sangat nyata dengan perlakuan K4. Pengaruh perlakuan K2 terhadap kadar air selai berbeda tidak nyata dengan perlakuan K3 dan berbeda sangat nyata dengan
dengan perlakuan K4. Hal tersebut mengindikasikan bahwa perbandingan bubur jagung dan bubur kacang merah akan menunjukkan pengaruh berbeda sangat nyata pada perbandingan 60% : 40%. Hubungan pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap kadar air selai dapat dilihat pada Gambar 5.
Gambar 5. Hubungan perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah dengan kadar air selai
Semakin tinggi persentase penambahan kacang merah, semakin rendah kadar air selai yang dihasilkan. Penambahan kacang merah akan memberikan pengaruh sangat nyata pada perlakuan K4 yaitu sebanyak 40%. Hal ini disebabkan kadar air jagung lebih tinggi dibandingkan kadar air kacang merah. Berdasarkan USDA (2007), diketahui bahwa kadar air kacang merah adalah 11,75% sedangkan berdasarkan BPP Pertanian (2015), diketahui bahwa kadar air jagung adalah 72,7%.
Pengaruh persentase CMC terhadap kadar air selai
Berdasarkan daftar sidik ragam (Lampiran 2) dapat dilihat bahwa persentase CMC memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap
34,370 33,945 33,165 32,380
0 10 20 30 40
K1 K2 K3 K4
Kadar air (%)
Perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah
kadar air selai yang dihasilkan. Hasil uji LSR pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap kadar air selai dapat dilihat pada Tabel 14.
Tabel 14. Uji LSR efek utama pengaruh persentase CMC terhadap kadar air selai
Jarak LSR Persentase CMC Rataan Notasi
0,05 0,01 (%) 0,05 0,01
- - - L1 (0,25%) 32,579 b B
2 0,834 1,148 L2 (0,50%) 33,131 ab AB
3 0,875 1,206 L3 (0,75%) 33,845 a A
4 0,898 1,237 L4 (1,0%) 34,305 a A
Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5%
(huruf kecil) dan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (huruf besar) menurut uji LSR.
Berdasarkan Tabel 14 dapat diketahui bahwa pengaruh perlakuan L1 terhadap kadar air selai berbeda tidak nyata dengan perlakuan L2, berbeda sangat nyata terhadap perlakuan L3 dan L4. Pengaruh perlakuan L2 terhadap kadar air selai berbeda tidak nyata dengan perlakuan L3 dan L4. Pengaruh perlakuan L3
terhadap kadar air selai berbeda tidak nyata dengan perlakuan L4. Hubungan persentase CMC terhadap kadar air selai dapat dilihat pada Gambar 6.
Gambar 6. Hubungan persentase CMC dengan kadar air selai
ŷ = 2,357 L + 31,99
Peningkatan persentase CMC akan meningkatkan kadar air selai. Pengaruh peningkatan persentase CMC erhadap kadar air memberikan pengaruh nyata pada konsentrasi 0,75% (L3) dan 1% (L4). Hal ini dikarenakan kemampuan CMC yang mampu mengikat air sehingga kadar air semakin meningkat. Hal ini dikarenakan sifat fungsional CMC yaitu dapat mengikat air sehingga dapat membentuk gel, memperbaiki tekstur, dan sebagai pengental untuk meningkatkan viskositas (Gaonkar, 1995).
Pengaruh interaksi antara perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah dengan persentase CMC terhadap kadar air selai
Daftar sidik ragam (Lampiran 2) menunjukkan bahwa interaksi antara perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah dan persentase CMC memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar air selai yang dihasilkan, sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.
Kadar abu (%)
Pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap kadar abu selai
Berdasarkan daftar sidik ragam (Lampiran 3) dapat dilihat bahwa perbandingan bubur jagung dan bubur kacang merah memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar abu selai yang dihasilkan. Hasil uji LSR pengaruh perbandingan bubur jagung dan bubur kacang merah terhadap kadar abu selai dapat dilihat pada Tabel 15.
Tabel 15. Uji LSR efek utama pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap kadar abu selai
Jarak LSR Perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah
Tabel 15 menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan K1 terhadap kadar abu selai berbeda tidak nyata dengan perlakuan K2 dan K3, berbeda sangat nyata dengan perlakuan K4. Pengaruh perlakuan K2 terhadap kadar abu selai berbeda tidak nyata dengan perlakuan K3 dan K4. Pengaruh perlakuan K3 terhadap kadar abu selai berbeda tidak nyata dengan perlakuan K4. Hubungan pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap kadar abu selai dapat dilihat pada Gambar 7.
Gambar 7. Hubungan perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah dengan kadar abu selai
Semakin tinggi persentase penambahan kacang merah, semakin tinggi
1,1367 1,1628 1,1702 1,2002
Perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah
akan memberikan pengaruh sangat nyata terhadap kadar abu selai. Pengukuran kadar abu bertujuan untuk mengetahui besarnya kandungan mineral yang terdapat dalam selai. Menurut Winarno (2002), abu adalah zat anorganik sisa hasil pembakaran suatu bahan organik. Penentuan kadar abu berhubungan erat dengan kandungan mineral yang terdapat dalam suatu bahan, kemurnian serta kebersihan suatu bahan yang dihasilkan. Kacang merah merupakan sumber mineral yang baik. Komposisi mineral per 100 gram kacang merah adalah fosfor (410 mg), kalsium (260 mg), mangan (194 mg), besi (5,8 mg), tembaga (0,95 mg), serta natrium (15 mg). Menurut Apriyantono, dkk. (1989) jumlah kadar abu suatu bahan pangan menunjukkan besarnya jumlah mineral yang terkandung dalam bahan pangan tersebut.
Pengaruh persentase CMC terhadap kadar abu selai
Daftar sidik ragam (Lampiran 3) menunjukkan bahwa persentase CMC memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar abu selai yang dihasilkan. Hasil uji LSR pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap kadar abu selai dapat dilihat pada Tabel 16.
Tabel 16. Uji LSR efek utama pengaruh persentase CMC terhadap kadar abu selai
Jarak LSR
Persentase CMC Rataan Notasi
0,05 0,01 (%) 0,05 0,01
- - - L1 (0,25%) 1,2029 b B
2 0,078 0,107 L2 (0,50%) 1,2591 ab AB
3 0,082 0,113 L3 (0,75%) 1,3061 a A
4 0,084 0,116 L4 (1,0%) 1,3863 a A
Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh berbeda nyata pada taraf 5%
(huruf kecil) dan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (huruf besar) menurut uji
LSR.
Tabel 16 menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan L1 terhadap kadar abu selai berbeda tidak nyata dengan perlakuan L2, berbeda sangat nyata dengan perlakuan L3 dan L4. Pengaruh perlakuan L2 terhadap kadar abu selai berbeda tidak nyata dengan perlakuan L3 dan L4. Pengaruh perlakuan L3 terhadap kadar abu selai berbeda tidak nyata dengan perlakuan L4. Hubungan persentase CMC dengan terhadap kadar abu selai dapat dilihat pada Gambar 8.
Gambar 8. Hubungan persentase CMC dengan kadar abu selai
Perbedaan jumlah CMC yang digunakan memberikan pengaruh terhadap kadar air selai yang dihasilkan. Semakin tinggi persentase CMC, semakin tinggi kadar abu selai yang dihasilkan. Peningkatan persentase CMC sebanyak 0,75%
(L3) dan 1% (L4) akan memberikan pengaruh sangat nyata terhadap kada abu selai. Hal ini dikarenakan CMC mengandung sejumlah mineral sehingga semakin tinggi persentase CMC yang ditambahkan semakin tinggi kadar abu selai yang dihasilkan. Menurut FAO (1989), CMC setidaknya harus mengandung natrium
<4%, natrium klorida (NaCl) ,1,0%, besi <0,03%, arsen <0,0002%, dan logam berat lainnya 0,002%.
ŷ = 0,238 L + 1,139 r = 0,993
1,00 1,10 1,20 1,30 1,40 1,50
0,00 0,25 0,50 0,75 1,00
Kadar abu (%)
Persentase CMC (%)
Pengaruh interaksi antara perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah dan persentase CMC terhadap kadar abu selai
Daftar sidik ragam (Lampiran 3) menunjukkan bahwa interaksi antara perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah dan persentase CMC memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar abu yang dihasilkan, sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.
Kadar serat kasar (%)
Pengaruh perbandingan bubur jagung dan bubur kacang merah terhadap kadar serat kasar selai
Berdasarkan daftar sidik ragam (Lampiran 4) dapat dilihat bahwa perbandingan bubur jagung dan bubur kacang merah memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar serat kasar selai yang dihasilkan.
Hasil uji LSR pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap kadar serat kasar selai dapat dilihat pada Tabel 17.
Tabel 17. Uji LSR efek utama pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap kadar serat kasar selai
Jarak
Tabel 17 menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan K1 terhadap kadar serat kasar selai berbeda tidak nyata dengan perlakuan K2, berbeda sangat nyata dengan perlakuan K3 dan K4. Pengaruh perlakuan K2 terhadap kadar serat kasar selai
berbeda sangat nyata dengan perlakuan K3 dan K4. Pengaruh perlakuan K3
terhadap kadar serat kasar selai berbeda tidak nyata dengan perlakuan K4. Hubungan pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap kadar serat kasar selai dapat dilihat pada Gambar 9.
Gambar 9. Hubungan perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah dengan kadar serat kasar selai
Semakin tinggi perbandingan kacang merah, semakin tinggi kadar serat kasar selai yang dihasilkan. Penambahan kacang merah sebanyak 30% (K3) dan 40% (K4) memberikan pengaruh sangat nyata terhadap kadar serat kasar selai yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan jagung memiliki kadar serat yang lebih rendah dibandingkan kacang merah yaitu sebesar 2,3 % (Koswara, 2009).
Sedangkan kacang merah mengandung serat sebesar 3,76% (Pangastuti, 2012).
Sehingga semakin tinggi jumlah kacang merah yang ditambahkan semakin tinggi kadar serat selai yang dihasilkan.
Pengaruh persentase CMC terhadap kadar serat kasar selai
Berdasarkan daftar sidik ragam (Lampiran 4) dapat dilihat bahwa persentase CMC memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap
2,5782 2,5676 2,7023 2,8019
0,0 0,5 1,0 1,5 2,0 2,5
K1 K2 K3 K4
Kadar seratkasar(%)
Perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah
kadar serat kasar selai yang dihasilkan. Hasil uji LSR pengaruh persentase CMC terhadap kadar serat kasar selai dapat dilihat pada Tabel 18.
Tabel 18. Uji LSR efek utama pengaruh persentase CMC terhadap kadar serat kasar selai
Jarak LSR
Persentase CMC Rataan Notasi
0,05 0,01 (%) 0,05 0,01
Tabel 18 menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan L1 terhadap kadar serat kasar selai berbeda sangat nyata dengan perlakuan L2, L3, dan L4. Pengaruh perlakuan L2 terhadap kadar serat kasar selai berbeda tidak nyata dengan perlakuan L3 dan L4. Pengaruh perlakuan L3 terhadap kadar serat kasar selai berbeda tidak nyata dengan perlakuan L4. Hubungan persentase CMC dengan dengan kadar serat kasar selai dapat dilihat pada Gambar 10.
Gambar 10. Hubungan persentase CMC dengan kadar serat kasar selai
ŷ = 0,371 L + 2,430
Perbedaan jumlah CMC yang digunakan memberikan pengaruh terhadap kadar serat kasar selai yang dihasilkan. Semakin tinggi persentase CMC, semakin tinggi kadar serat kaasar selai yang dihasilkan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Winarno (2004) yang menyatakan bahwa CMC mengandung serat yang larut dalam air sehingga akan meningkatkan kadar serat yang terdapat pada produk.
Pengaruh interaksi antara perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah dan persentase CMC terhadap kadar serat selai
Daftar sidik ragam (Lampiran 4) menunjukkan bahwa interaksi antara perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah dan persentase CMC memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar serat yang dihasilkan, sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.
Kadar protein (%)
Pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap kadar protein
Berdasarkan daftar sidik ragam (Lampiran 5) dapat dilihat bahwa perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar protein selai yang dihasilkan. Hasil uji LSR pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap kadar protein selai dapat dilihat pada Tabel 19.
Tabel 19. Uji LSR efek utama pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap kadar protein
Jarak LSR Perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah
Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh berbeda nyata pada taraf 5% (huruf kecil) dan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (huruf besar) menurut uji LSR.
Tabel 19 menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan K1 terhadap kadar protein selai berbeda sangat nyata dengan perlakuan K2, K3, dan K4. Pengaruh perlakuan K2 terhadap kadar protein selai berbeda sangat nyata dengan perlakuan K3 dan K4. Pengaruh perlakuan K3 terhadap kadar protein selai berbeda tidak nyata dengan perlakuan K4. Hubungan perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap kadar protein selai dapat dilihat pada Gambar 11.
Gambar 11. Hubungan perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah dengan kadar protein selai
Kacang merah memiliki kadar protein yang sangat tinggi yaitu sebesar 22,5% (Hartayanie dan Retnaningsih, 2006) sementara kadar protein jagung lebih rendah yaitu 3,7% (Suarni dan Yasin, 2011) sehingga semakin tinggi jumlah
Perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah
kacang merah yang ditambahkan semakin tinggi kadar protein selai yang dihasilkan.
Pengaruh persentase CMC terhadap kadar protein selai
Daftar sidik ragam (Lampiran 5) menunjukkan bahwa persentase CMC yang berbeda memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar protein selai yang dihasilkan, sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.
Pengaruh interaksi antara perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah dan persentase CMC terhadap kadar protein selai
Daftar sidik ragam (Lampiran 5) menunjukkan bahwa interaksi antara perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah dan persentase CMC memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar protein yang dihasilkan, sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.
Total padatan terlarut (oBrix)
Pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap total padatan terlarut selai
Berdasarkan daftar sidik ragam (Lampiran 6) dapat dilihat bahwa perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap total padatan terlarut selai yang dihasilkan. Hasil uji LSR pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap total padatan terlarut selai dapat dilihat pada Tabel 20.
Tabel 20. Uji LSR efek utama pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap total padatan terlarut
Jarak LSR Perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah
Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh berbeda nyata pada taraf 5% (huruf kecil) dan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (huruf besar) menurut uji LSR.
Tabel 20 menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan K1 terhadap total padatan terlarut selai berbeda tidak nyata dengan perlakuan K2 dan K3, berbeda sangat nyata dengan perlakuan K4. Pengaruh perlakuan K2 terhadap total padatan terlarut selai berbeda tidak nyata dengan perlakuan K3, berbeda sangat nyata dengan perlakuan K4. Pengaruh perlakuan K3 terhadap total padatan terlarut selai berbeda sangat nyata dengan perlakuan K4. Hubungan pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap total padatan selai dapat dilihat pada Gambar 12.
Gambar 12. Hubungan perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah dengan total padatan terlarut selai
44,199 43,650 43,169
Perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah
Gambar 12 menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan jagung manis maka total padatan terlarut semakin tinggi. Hal ini dikarenakan komponen penyusun jagung manis sebagian besar terdiri atas karbohidrat dan lemak, dimana karbohidrat jagung terdiri atas pati (amilosa dan amilopektin), gula-gula pereduksi (glukosa dan fruktosa), serat kasar dan pentosan (Suarni dan Widowati, 2007).
Pengaruh persentase CMC terhadap total padatan terlarut selai
Daftar sidik ragam (Lampiran 6) menunjukkan bahwa persentase CMC yang berbeda memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap total padatan terlarut selai yang dihasilkan, sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.
Pengaruh interaksi antara perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah dan persentase CMC terhadap total padatan terlarut selai
Daftar sidik ragam (Lampiran 6) menunjukkan bahwa interaksi antara perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah dan persentase CMC memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap total padatan terlarut selai yang dihasilkan, sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.
Total mikroba (log CFU/g)
Pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap total mikroba selai
Daftar sidik ragam (Lampiran 7) menunjukkan bahwa perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah yang berbeda memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap total mikroba selai yang dihasilkan, sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.
Pengaruh persentase CMC terhadap total mikroba selai
Daftar sidik ragam (Lampiran 7) menunjukkan bahwa persentase CMC yang berbeda memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap total mikroba selai yang dihasilkan, sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.
Pengaruh interaksi antara perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah dan persentase CMC terhadap total mikroba selai
Daftar sidik ragam (Lampiran 7) menunjukkan bahwa interaksi antara perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah dan persentase CMC memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap total mikroba yang dihasilkan, sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.
pH
Pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap pH selai
Berdasarkan daftar sidik ragam (Lampiran 8) dapat dilihat bahwa perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P<0,05) terhadap pH selai yang dihasilkan, sehingga sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.
Pengaruh persentase CMC terhadap pH selai
Daftar sidik ragam (Lampiran 8) menunjukkan bahwa persentase CMC yang berbeda memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap pH selai yang dihasilkan, sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.
Pengaruh interaksi antara perbandingan bubur jagung dan bubur kacang merah dengan persentase CMC terhadap pH selai
Daftar sidik ragam (Lampiran 8) menunjukkan bahwa interaksi antara perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah dan persentase CMC memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap pH selai yang dihasilkan, sehingga uji LSR tidak dilanjutkan.
Total gula (%)
Pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap total gula selai
Berdasarkan daftar sidik ragam (Lampiran 9) dapat dilihat bahwa perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap total gula yang dihasilkan. Hasil uji LSR pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap total gula selai dapat dilihat pada Tabel 21.
Tabel 21. LSR efek utama pengaruh perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap gula selai
Jarak LSR Perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah
Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh berbeda nyata pada taraf 5% (huruf kecil) dan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (huruf besar) menurut uji LSR.
Tabel 21 menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan K1 terhadap total gula selai berbeda sangat nyata dengan perlakuan K2, K3 dan K4. Pengaruh perlakuan K2 terhadap total gula selai berbeda sangat nyata dengan perlakuan K3 dan K4. Pengaruh perlakuan K terhadap total gula selai berbeda sangat nyata dengan
perlakuan K4. Hubungan perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah terhadap total gula selai dapat dilihat pada Gambar 13.
Gambar 13. Hubungan perbandingan bubur jagung dengan bubur kacang merah dengan total gula selai
Gambar 13 menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan jagung
Gambar 13 menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan jagung