• Tidak ada hasil yang ditemukan

Arens, A.A. Dan Loebbecke, J.K. (1990). Auditing: Suatu Pendekatan Terpadu. Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga.

Arens, A.A., Elder, R.J. and Beasley, M.S. (2006). Auditing dan Jasa Assurance. Edisi ke Dua Belas. Jakarta: Erlangga.

Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : RinekaCipta.

BAPEPAM-LK. (2008). Keputusan Nomor: KEP-310/BL/2008: Independensi Akuntan yang Memberikan Jasa di Pasar Modal. (online). Tersedia:

www.bapepam.go.id, [1 Mei 2012].

Bungin, Burhan. (2010). Metodologi Penelitian Kuantitatif (edisi pertama). Jakarta: Kencana.

CBN, Portal. (2002). “Empat Akuntan Publik Dibekukan Sementara”.[online]

Tersedia:http://cybernews.cbn.net.id/cbprtl/cybernews/detail.aspx?x=Econ omy&y=cybernews%7C0%7C0%7C3%7C5131, [13 April 2012].

Chen, Ching-Lung, Fu Hsing Chang and Gili Yen. 2005. “The Information Contents of Auditor Change In Financial Distress Prediction – Empirical Findings from The TAIEX – listed firms”. www.google.com.

Elqorni, Ahmad. (2009). Mengenal Teori Keagenan. [online]. Tersedia: http://elqorni.wordpress.com/2009/02/26/mengenal-teori-keagenan/ [01 Juni 2012]

Fanny, Margaretta dan Saputra, S. (2005). “Opini Audit Going Concern :Kajian

Berdasarkan Model Prediksi Kebangkrutan, Pertumbuhan Perusahaan, dan Reputasi Kantor Akuntan Publik (Studi Pada Emiten Bursa Efek Jakarta)”.

Disampaikan pada Simposium Nasional Akuntansi (SNA) VIIISolo.

Febriana, Sagita. (2011). “Pengaruh Tenure, Reputasi Auditor, Disclosure,

Ukuran Perusahaan, dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Opini

Going Concern. [online]. Tersedia:

http://perpus.unisbank.ac.id/perpusbaru/index.php?p=show_detail&id=891 1 [5 April 2012]

Gaganis, Chrysovalantis and Fotios Pasiouras. 2007. A Multivariate analysis of the determinants of auditors’ opinions on Asian Banks. Managerial Auditing

64

Ghozali, Imam. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 19. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hasnah Haron, Bambang Hartadi, Mahfooz Ansari and Ishak Ismail. (2009).

Factor Influencing Auditors’ Going Concern Opinion Dalam Asian Academy of Management Journal [online], Vol. 14 (1), 19 Halaman. Tersedia: http://web.usm.my/aamj/14.1.2009/AAMJ%2014-1-1.pdf [27 April 2012]

Ikatan Akuntansi Indonesia. (2011). Standar Profesional Akuntan Publik. Jakarta : Salemba Empat.

Januarti, Indira dan Ella Fitrianasari. (2008). “Analisis Rasio Keuangan dan Rasio

Non Keuangan Yang Mempengaruhi Auditor Dalam Memberikan Opini Audit Going Concern Pada Auditee”, Jurnal Maksi. 8, (1), 44-45.

Junaidi, dan Hartono, Jogiyanto. (2010). “Faktor Non Keuangan Pada Opini

Going Concern”. Disampaikan pada Simposium Nasional Akuntansi (SNA)

XIII Purwokerto.

Koh Hian Chyedan Tan Sen Suan. (1999). “ A Neural Network Approach to The

Prediction of Going Concern Status”. Tersedia: www.google.com. [25 April 2012]

Krishnan, Jagan dan Yin qi Zhang. 2005, Auditor Litigation Risk and Corporate Disclosure of Quarterly Review Report. Auditing: A Journal of Practice & Theory, Vol. 24: 115-138

Kumala Sari. (2012). Analisis Pengaruh Audit Tenure, Reputasi KAP, Disclosure, Ukuran Perusahaan dan Likuiditas Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di BEI tahun 2005 – 2010). Skripsi. Tidak dipublikasikan Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.

LaSalle, Randal E., danAnandarajan, Asokan. (1996). “ Auditor View on The

Type of AuditReport Issued to Entities with Going Concern

Uncertainties”.Accounting Horizons, Vol10. Juni. pp 51-72.

Lennox, Clives. 1999. Are large auditors more accurate than small auditors? Accounting and Business Research, Vol. 29. No.3. pp. 217-227

Lianto, Novice, dan Kusuma, Hartono Budi. Faktor-Faktor yang berpengaruh terhadap Audit Report Lag. Jurnal Bisnis dan Akuntansi. 12, (2). 97-106. Masyhuridan M. Zainuddin. (2009). Metodologi Penelitian: Pendekatan Praktis

65

McKeown, J, Mutchler, J dan Hopwood. W, (1991). “Towards an Explanation of Auditor Failure to Modify the Audit Opinions of Bankrupt Companies”. Auditing: A Journal Practice & Theory. Supplement. 1-13.

Messier, Glover & Prawit. (2006). Auditing & Assurance Services a Systematic Approach. Edisi ke-4. Jakarta: Salemba Empat.

Mulyadi. (2002). Auditing, Buku Dua, Edisi ke Enam. Jakarta: Salemba Empat. Oni Currie Masyitoh, DesiAdhariani. (2005). “The Analysis of Determinants of

Going Concern Audit Report”. http://staff.ui.ac.id/internal/060603519 Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 17/Pmk. 01/2008. Tentang Jasa Akuntan

Publik, (online). Tersedia: www.depkeu.go.id. [13 April 2012]..

Petronela, Thio. (2004). "Pertimbangan Going Concern Perusahaan Dalam Pemberian Opini Audit". Jurnal Balance. 47 - 55.

Purba, P. Marisi. (2009). Asumsi Going Concern: Tinjauan Terhadap Dampak Krisis Keuangan atas Opini Audit dan Laporan Keuangan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Rachmawati, Sistya. (2008). Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Perusahaan terhadap Audit report lag. Jurnal Akuntansi Keuangan. 10. (1). 1-10. Rudyawan, Arry P. Dan I.D. Nyoman Badera. (2009). Opini Audit Going

Concern: Kajian Berdasarkan Model Prediksi Kebangkrutan, Pertumbuhan Perusahaan, Leverage, dan Reputasi Auditor. Audit (Jurnal Akuntansi dan Bisnis). 4. (2). 129-138.

Santosa, F. Arga, dan Wedari, K. Linda(2005). “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecenderungan PenerimaanOpini Audit Going Concern. Tersedia: http://journal.uii.ac.id/index.php/JAAI/article/view/217 [20 April 2012]

Setyarno, Eko Budi, Indira Januarti, dan Faisal. (2006). “Pengaruh Kualitas Audit,

Kondisi Keuangan Perusahaan, Opini Audit Tahun Sebelumnya, Pertumbuhan Perusahaan terhadap Opini Audit Going Concern”. Disampaikan pada Simposium Nasional Akuntansi (SNA) IX Padang. Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: CV.

66

Susanto, Y. Kurnia. (2009). “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan

Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Publik Sektor Manufaktur”.

Jurnal Bisnis dan Akuntansi. 11. (3). 155-173.

Teoh, S. 1992. Auditor Independence, Dismissal, Threats and the Market Reaction to Auditor Switcher. Journal of Accounting Research, 30, Hlm. 1-23.

Teoh, S.H., dan T.J. Wong. 1993. “Perceived Auditor Quality and The Earnings Response Coefficient”. The Accounting Review. pp 346-366.

Umar, Husein. (2007). Desain Penelitian MSDM dan Perilaku Karyawan : Paradigma Positivistik dan Berbasis Pemecahan Masalah. Jakarta: Rajawali Pers.

Universitas Pendidikan Indonesia. (2009). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI.

Venuti, Elizabeth K.(2007). ”The Going Concern Assumption Revisited :

Assessing a Company’s Future Viability”. www.nysscpa.org

/cpajournal/2004/504/essentials/p40.htm.

Widhiarso, Wahyu. (2010). Berkenalan dengan Metode - Metode Analisis Regresi Melalui SPSS. [online]. Tersedia: http://widhiarso.staff.ugm.ac.id/

files/widhiarso_2010_-_berkenalan_dengan_metode_regresi.pdf [10 Juni 2012]

Wulandari Juandini. (2011). Factors That Influence The Acceptance of a Going Concern Audit Opinion Manufacuring Companies Listed in Indonesia Stock Exchange (BEI), (online), http://papers.gunadarma.ac.id

/index.php/psychology/article/view/871, [13 April 2012].

Yuvisa, I. et al. (2008). “Pengaruh Identifikasi Auditor atas Klien Terhadap Objektivitas Auditor dengan Auditor Tenure, Client Importance dan Client Image sebagai Variabel anteseden (Penelitian terhadap Auditor Kantor Akuntan Publik yang Listed di BEJ dengan Pendekatan Partial Least Square)”. Disampaikan di Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XI Pontianak.

Dokumen terkait