• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ahmad Selvia. (2012). Pedoman Pelaksanaan UKS. Alfabeta: Bandung

Aip Syaifuddin. (1997). Pendidikan Jasmasi dan Kesehatan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan: Jakarta

Departemen Agama Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam. (2005). Wawasan Tugas Guru dan Tenaga Kependidikan. Departemen Agama RI: Jakarta

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2006). Petunjuk Pelaksanaan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Usaha Kesehatan Sekolah, Jakarta. Drajat Martianto. (2005). Menjadikan UKS sebagai Upaya Promosi Tumbuh

Kembang Anak Didik. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta

JS. Husdarta dan Nurlan Kusmaedi. (2010). Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik (Olahraga dan akesehatan). Alfabeta: Bandung

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar. (2012). Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar: Jakarta

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar. (2012). Pedoman Pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah di Sekolah. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar: Jakarta

Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam negeri Republik Indonesia Nomor I/U/SKB/2003, Nomor 1067/MENKES/SKB/VII/2003, Nomor MA/230 A/2003, Nomor 26 Tahun 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah

Lexy J. Moleong. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya : Bandung

Mudyahardjo, Redja. (2001). Pengantar Pendidikan Sebuah Study Awal Tentang Dasar-Dasar Pendidikan Pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia. RadjaGrafindo Perssada: Jakarta

99

Meity H. Idris dkk. (2014). Menjadi Pendidik yang Menyenangkan dan Profesiona. Luxima Metro media: Jakarta

Nurul Zuriah. (2009). Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan Teori – Aplikasi. Bumi Aksara: Jakarta

Rita E. Izzati, dkk. (2008). Perkembangan Peserta Didik. UNY Press: Yogyakarta Salam, Burhanuddin. (2002). Pengantar Pedagogik (Dasar-Dasar Ilmu Mendidik).

Rineka Cipta: Jakarta

Sayoga. (1997). Dasar – Dasar Ilmu Kesehatan untuk Sekolah Lanjutan. Vicanata: Bandung

Sugiyono. (2010). Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabeta: Bandung

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta: Bandung

Suparlan. (2006). Guru Sebagai Profesi. Hikayat: Yogyakarta

Syaiful Bahri Djamarah. (2005). Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Rineka Cipta: Jakarta

Tim Esensi. (2012). Mengenal Usaha Kesehatan Sekolah. Jakarta: Erlangga

Tim Pembina UKS Pusat. (1996). Cara Melaksanakan Usaha Kesehatan Sekolah di Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Bagian Proyek Peningkatan Kesegaran Jasmani dan Rekreasi: Jakarta

Toho Cholik dan Rusli Lutan. (1997). Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Bagian Proyek Pengembangan Pendidikan Guru Sekolah Dasar: Jakarta

Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 Pasal 45 tentang Kesehatan Sekolah

100

102 Lampiran 1 :

Kisi – Kisi No Aspek yang

diamati

Indikator Teknik Instrumen Sumber

Data 1. Kegiatan

Pendidikan Kesehatan

Peran guru dalam

kegiatan rutin, insidental, dan berkala dengan melaksanakan: a. menyelenggarakan pendidikan kesehatan secara kurikuler b. menyelenggarakan pendidikan kesehatan secara kurikuler c. membuat rencara pembelajaran pendidikan kesehata d. memiliki buku pegangan dan bacaan pendidikan kesehatan

e. menerapkan

pendidikan kesehatan yang terintegrasi pada mata pelajaran lain

f. melaksanakan pendidikan secara ekstrakurikuler

g. ikut serta dalam membantu pemeliharaan alat peraga pendidikan kesehatan h. membantu mengadakan pemenuhan media pendidikan kesehatan (poster) i. membantu dalam membina UKS j. membantu penyelenggaraan program kemitraan pendidikan kesehatan dengan instansi terkait seperti Puskesmas, a. Observasi b. Wawancara c. Dokumenta si a. Pedoman Observasi b. Pedoman Wawancara c. Pedoman Dokumenta si a. Guru b. Siswa c. Kepal a sekola h

103 Kepolisian, Palang Merah Indonesia (PMI), Petugas Penyuluhan Lapangan (PPL) pertanian dan lain-lain 2. Kegiatan Pelayanan Kesehatan a. melakukan penyuluhan kesehatan b. membantu pelaksanaan imunisasi berkala c. melaksanakan penyuluhan kesehatan gigi maupun sikat gigi d. membantu penjaringan

kesehatan e. melaksanakan

pemeriksanaan kesehatan secara berkala setiap 6 bulan, termasuk pengukuran tinggi dan berat badan f. membantu melakukan

pencatatan

pemeriksaan kesehatan siswa pada buku/kms g. membantu

melaksanakan

penjaringan kesehatan gigi untuk kelas 1 diikuti dengan

pencabutan gigi sulung yang sudah waktunya tangga

h. membantu membuat surat rujukan dari sekolah, jika siswa mengalami cedera atau sakit i. mengadakan program dokter kecil j. membantu pelaksanaan P3P dan P3K k. melaksanakan pengawasan terhadap a. Observasi b. Wawancara c. Dokumenta si a. Pedoman Observasi b. Pedoman Wawancara c. Pedoman Dokumenta si a. Guru b. Siswa c. Kepal a sekola h

104 warung sekolah/ kantin sekolah

l. ikut melakukan permintaan pelayanan medik gigi dasar untuk siswa

m.ikut mengadakan konseling kesehatan remaja bagi siswa kelas IV – VI n. melakukan pengukuran tingkat kesegaran jasmani 3. Kegiatan menjaga lingkungan sekolah a. ikut melakukan penghijauan / perindangan b. membantu menyarankan pengadaan dan pemeliharaan tempat ibadah c. membantu menyarankan jarak papan tulis dengan bangku terdepan 2,5 m d. membantu

melaksanakan pembinaan sekolah kawasan bebas asap rokok, narkoba dan miras e. ikut membantu menyarankan pengadaan dan pemeliharaan tempat cuci peralatan masak/makanan di kantin/warung sekolah f. membantu menyarankan pengadaan dan pemeliharaan tempat sampah di tiap kelas dan tempat a. Observasi b. Wawancara c. Dokumenta si a. Pedoman Observasi b. Pedoman Wawancara c. Pedoman Dokumenta si a. Guru b. Siswa c. Kepal a sekola h

105 penampungan sampah akhir di sekolah g. membantu pengadaan

dan pemeliharaan jamban/WC siswa dan guru yang memenuhi syarat kebersihan dan kesehatan

h. membatu pengadaan dan pemeliharaan halaman yang cukup luas untuk upacara dan berolahraga

i. ikut membantu pengadaan dan pemeliharaan tempat cuci tangan setiap kelas dengan air sekolah secara tertutup j. membantu

menyarankan pengadaan dan pemeliharaan pagar yang aman dan indah k. membantu

menyarankan pengadaan dan pemeliharaan ruang kelas yang memenuhi syarat kesehatan (ventilasi dan pencahayaan cukup) l. membantu menyarankan pengadaan dan pemeliharaan ruang dan peralatan UKS yang ideal

106 LAMPIRAN 2

LEMBAR OBSERVASI GURU Nama :

Jabatan:

NO YANG

DIAMATI

INDIKATOR YA TIDAK KETERANGAN

1 Pendidikan kesehatan

Peran guru dalam kegiatan rutin, insidental, dan berkala dengan melaksanakan: a. menyelenggarakan pendidikan kesehatan secara kurikuler b. membuat rencara pembelajaran pendidikan kesehatan c. memiliki buku pegangan dan bacaan pendidikan kesehatan d. menerapkan pendidikan kesehatan yang terintegrasi pada mata pelajaran lain e. melaksanakan

pendidikan secara ekstrakurikuler f. ikut serta dalam

membantu pemeliharaan alat peraga pendidikan kesehatan g. membantu mengadakan pemenuhan media pendidikan kesehatan (poster) h. membantu dalam membina UKS

107 i. membantu penyelenggaraan program kemitraan pendidikan kesehatan dengan instansi terkait seperti Puskesmas, Kepolisian, Palang Merah Indonesia (PMI), Petugas Penyuluhan Lapangan (PPL) pertanian dan lain-lain 2 Kegiatan Pelayanan Kesehatan a. melakukan penyuluhan kesehatan b. membantu pelaksanaan imunisasi berkala c. melaksanakan penyuluhan kesehatan gigi maupun sikat gigi d. membantu penjaringan kesehatan e. melaksanakan pemeriksanaan kesehatan secara berkala setiap 6 bulan, termasuk pengukuran tinggi dan berat badan f. membantu melakukan pencatatan pemeriksaan kesehatan siswa pada buku/kms g. membantu melaksanakan penjaringan kesehatan gigi untuk kelas 1

108 diikuti dengan pencabutan gigi sulung yang sudah waktunya tangga h. membantu

membuat surat rujukan dari sekolah, jika siswa mengalami cedera atau sakit i. mengadakan program dokter kecil j. membantu pelaksanaan P3P dan P3K k. melaksanakan pengawasan terhadap warung sekolah/ kantin sekolah l. ikut melakukan permintaan pelayanan medik gigi dasar untuk siswa

m.ikut mengadakan konseling

kesehatan remaja bagi siswa kelas IV – VI n. melakukan pengukuran tingkat kesegaran jasmani 3 Lingkungan Kehidupan Sekolah yang sehat a. ikut melakukan penghijauan / perindangan b. membantu menyarankan pengadaan dan pemeliharaan tempat ibadah c. membantu menyarankan jarak papan tulis dengan

109 bangku terdepan 2,5 m d. membantu melaksanakan pembinaan sekolah kawasan bebas asap rokok, narkoba dan miras e. ikut membantu menyarankan pengadaan dan pemeliharaan tempat cuci peralatan masak/makanan di kantin/warung sekolah f. membantu menyarankan pengadaan dan pemeliharaan tempat sampah di tiap kelas dan tempat penampungan sampah akhir di sekolah g. membantu pengadaan dan pemeliharaan jamban/WC siswa dan guru yang memenuhi syarat kebersihan dan kesehatan h. membatu pengadaan dan pemeliharaan halaman yang cukup luas untuk upacara dan berolahraga

i. ikut membantu pengadaan dan pemeliharaan tempat cuci tangan

110 setiap kelas dengan air sekolah secara tertutup

j. membantu menyarankan pengadaan dan pemeliharaan pagar yang aman dan indah k. membantu menyarankan pengadaan dan pemeliharaan ruang kelas yang memenuhi syarat kesehatan (ventilasi dan pencahayaan cukup) l. membantu menyarankan pengadaan dan pemeliharaan ruang dan peralatan UKS yang ideal

111 Lampiran 3

Lembar Wawancara Guru Nama :

Jabatan :

No Pertanyaan Jawaban

1. Menurut Ibu, seberapa penting keberadaan UKS di sekolah? Mengapa?

2. Menurut ibu, bagaimanakan pelaksanaan UKS di SD ini?

3. Apakah ibu menerapkan pendidikan kesehatan secara terintegrasi pada mata pelajaran yang lain? Bagaimana cara membelajarkan pendidikan kesehatan kepada siswa?

4. Apakah ibu turut serta dalam membantu pemeliharaan alat kesehatan? Bagaimana ibu melaksanakan pemeliharaan alat kesehatan?

5. Apakah ibu membantu dalam pembinaan UKS? Jika iya, bagaimana cara ibu membina UKS?

6. Apakah ibu melaksanakan penyuluhan kesehatan? Jika iya, seperti apakah penyuluhan yang dilakukan?

7. Apakah ibu melakukan pemeriksaan kesehatan kepada siswa? Bagaimanakah pemeriksaan yang dilakukan di SD ini? 8. Adakah program dokter kecil di sekolah ini?

Bagaimana penerapannya?

9. Apakah ibu turut serta dalam melakukan pengawasan warung/kantin sekolah? Jika iya, menurut ibu bagaimanakah pelaksanaan warung sekolah di SD ini?

10. Apakah ibu melaksanakan dan membina sarana dan prasarana sekolah?

Bagaimana cara ibu melakukan pembinaan sarana dan prasarana di sekolah?

11 Menurut ibu, apakah pelaksanaan kegiatan UKS di SD ini sudah berjalan dengan baik? 12 Kendala apa saja yang menyebabkan kurang

112 Lampiran 4

Lembar observasi sekolah

No Indikator yang diamati Deskripsi hasil pengamatan

1. Dilaksanakannya pendidikan kesehatan di sekolah

2. Adanya alat peraga kesehatan 3. Adanya ruang UKS

4. Adanya program kemitraan pendidikan kesehatan dengan instansi seperti Pukesmas dan PMI

5. Sekolah melakukan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala

6 Terselenggaranya imunisasi kesehatan secara berkala 7 Terselenggaranya penjaringan

kesehatan pada siswa 8 Adanya dokter kecil 9 Adanya warung sekolah 10 Adanya pemeliharaan

lingkungan sekolah

113 Lampiran 5

Lembar Wawancara Terhadap Kepala Sekolah

Nama:

No Pertanyaan Jawaban

1. Menurut Bapak, seberapa penting keberaan UKS di sekolah?

2. Adakah kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung program UKS?

3. Kebijakan apa yang dilakukan sekolah dalam meningkatkan kesehatan siswa?

4. Siapa saja yang terlibat dalam pembuatan kebijakan kesehatan sekolah?

5. Bagaimanakaph program UKS tersebut dilaksanakan?

6. Adakah aturan khusus baik siswa, guru

maupun karyawan dalam pelaksanaan program UKS?

7. Siapakah yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program UKS di sekolah?

8. Bagaimana peran penanggung jawab pelaksana Program UKS?

9. Bagaimana pihak sekolah dalam mengatur kondisi sekolah yang mendukung program UKS?

10. Kegiatan rutin apa sajakah yang menjadi program UKS?

11. Bagaimana keteladanan yang diberikan kepala sekolah, guru dan karyawan dalam

menjalankan kesehatan di sekolah?

12. Apakah program UKS terlaksana dengan baik? 13 Menurut bapak, pakah kendala dalam

menjalankan program UKS?

14. Bagaimana mengatasi kendala dalam menjalankan program UKS?

114 Lampiran 6

Reduksi, Display, dan Kesimpulan Wawancara dengan Guru Olahraga Nama:

- Mujiman (Mj)

- Satya Rhemba Deta, S.Pd (St)

No Pertanyaan Jawaban Kesimpulan

1 Menurut Bapak, seberapa pentingkah keberadaan UKS di Sekolah Dasar?

Mj: “Ya karna kan untuk UKS itu kan menunjang pelajaran yang lain, nah karna kan ditubuh kondisi yang sehat itu kan nanti bisa mengontrol yang lain yaotu selalu bisa mengikuti bisa mengikuti pelajaran yang lain, kondisi itu kan memang berpengaruh untuk mengontrol segalanya. Dibalik tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.”

St: “Sangat penting, alasannya karna satu untuk ya menunjang juga membantu menjaga permasalahan dalam kesehatan siswa, yang kedua mebantu dalam menjaga kesehatan sekolah”

UKS sangat penting karna untuk menjaga kesehatan siswa selama disekolah.

2 Menutur bapak, apakah bapak membuat program khusus dalam menjalankan kegiatan UKS?

Mj: “Untuk program-program khusus itu Cuma biasanya gosok gigi bersama, lalu kemudian itupun tidak dilaksanakan secara rutin namun ada dan bersama-sama, kemudian untuk cuci angan bersama, itu memang anak-anak disekolah selalu digiatkan karnakan disini kita kondisi tangan kan kotor, nah itu dikondisikan untuk cuci tangan dulu dan dimasing-masing kelas kan juga sudah disediakan sabun jadi anak-anak terbiasa untuk menjaga kesehatan dan mencuci tangan

Program yang dilakaukan yaitu gosok gigi bersama, pembiasaann mencuci tangan, mencuci tangan bersama lifeboy, dan penyuluhan makanan sehat.

115

sebelum makan. Selain itu ada penyuluhan makan sehat dari sarimi.”

St: “Kalo program khusus itu tidak ada. Ya palingan program kerjasama dengan pihak luar sekolah, seperti kemaren itu dari lifeboy itu cuci tangan bersama. Kalo dari saya sendiri tidak ada.”

3 Untuk Program Jumantik bagaimana pelaksanaanya?

Mj: “Program Jumantik disini dilaksanakan setiap hari Jumat, ini setelah senam ada jumantik dari kelas 4,5 dan 6 itu ada petugas kebersihan. Ini masing-masig kelas ada 2 anak untuk di training di Puskesmas. Program ini sudah terlaksana sudah sangat lama sejak 2010 dan dibawah pengawasan Puskesmas.”

St: “Kalo disini dilaksanakan setiap hari Jumat, ada dokter kecil melakukan cek tempat penampungan air dan pembuangan air. Tujuannya untuk mencegah terjadinya demam berdarah”

Program Jumantik dimulai dari tahun 2010 dan berjalan hingga sekarang. Petugas pelaksana yaitu dokter kecil yang terdiri dari kelas 4 hingga 6. Para petugas mendapat pelatihan dari Puskesmas. Juamantik dilaksanakan setiap hari Jumat. Tugasnya adalah untuk

memeriksa tempat

penampungan air dan pembuangan air dengan tujuan untuk mencegah terjadinya demam berdarah.

4 Program jumantik ini dilaksanakan oleh seluruh sekolah atau merupakan program sekolah ini saja?

Mj: “Kalau instruksi dari puskesmas kan memang setelah dilatih kemudian dilaksanakan di sekolah masing-masing, kalau dulu di suruh membuat laporan, dan sekolah ini membuat sendiri jika suatu saat dibutuhkan oleh Puskesmas tinggal menyerahkan laporannya. Pelaporannya dilakukan setiap satu semester sekali.”

St: “Kalau Jumantik itu awalnya dari Puskesmas, Puskesmas mengadakan penyuluhan dan pelatihan kepada sekolah

Program Jumantik

dilaksanakan berdasarkan pengarahan dari Puskesmas dan setiap semester ada laporan kepada Puskesmas.

116

kemudian sekolah menjalankan program tersebut dan sudah berjalan sangat lama.”

5 Penanganan jika menemukan jentik-jentik disekolah seperti apa Pak?

Mj: “Kalau selama ini disekolah tidak ada, tapi dari pihak sekolah ini sendiri anak-anak ini karna sudah dibekali to tentang tampungan air jadi anak-anak sudah menjaganya sendiri jadi jentik-jentik itu sudah jarang ditemui. Untuk awal-awal program ini dicanangkan ada jentik-jentik yang ditemukan terus setelah berkalai-kali dilakukan pengawasan itu, sering tidak ditemukan. Pengurasannya kan rutin sehingga bersih terus. Jika ditemukan jentik-jentik nanti siswanya yang memberishkan atau menguras sendiri penamooungan airnya. Kara disini kan ada kelas yang diberi gallon. Nah itu biasanya ada jentik-jentiknya.”

St: “Ya kalu sekarang sih sudah jarang ditemukan jentik-jentik, kalaupun ada ya tinggal dibersihkan saja. Tapi sekarang sudah tidak ada, hanya program Jumantik itu sebagai pengontrol kondisi air disekolah,”

Jentik-jentik nyamuk jarang ditemukan disekolah ini, jikapun ada itu terjadi ketika awal penyelenggaraan program Jumantik dan untuk penanganan dilakukan dengan cara membersihkan tampungan air oleh para siswa yang ada di sekolah. Dikarenakan sering dilakukan pemeriksaan air ketika hari Jumat maka jentik-jentik itu sudah tidak terllihat kembali.

6 Pemeriksaan yang dilakukan mencakup apa saja?

Mj: “Semua, jadi di semua lingkup sekolah ini dicek, termasuk yang dibelakang ini kan ada barang-barang yang bisa menampung air nah itu bisa diperiksa. Karena sumber air dari sumur maka masing-masing kelas bisa diberikan keran air nah itu bisa ada jentik-jentik terutama di bak kamar mandi. Sering ada jika tidak diperiksa secara rutin.”

St: “Ya cek tempat penampungan air dan pembuangan air, seperti di bak kamar mandi, selokan depan kelas, pepenampungan air yang dibawah galon air itu.”

Cakupan pemeriksaan yakni semua lingkup sekolah termasuk genangan dan barang-barang yang merpotensi menjadi tempat penampungan air, serta bak penampungan kamar mandi.

7 Apakah bapak membuat rencana

Mj: “Selama ini kecuali kalau awal puasa itu disampaikan pelajaran pendidikan di kelas, kalau hari biasa ya dilapangan.

Rencana pembelajaran rutin dibuat dan dilaksanakan. Jika

117 pendidikan

kesehatan?

Jia bulan puasa kita membahas masalah kesehatan jadi ada program-programnya.”

St: “Ya kalo rencana pendidikan maksutnya untuk mengajar kepada anak-anak ya jelas buat. Kalo tidak ada rencana pembelajaran mau mengajarkan apa kepada anak-anak.”

bulan puasa dilakukan di dalam kelas dan ketika hari biasa maka dilakukan dilar kelas.

8 Menurut bapak bagaimana tingkat kesehatan siswa disekolah”

Mj: “Pengamatan saya untuk selama ini disekolah ini untuk demam berdarah itu bereasal dari lingkungan masing-masing dan tidak menyebar dari sekolah”

St: “kalo untuk pusing itu ya ada, itu karena tidak sarapan pagi, masuk angina, batukitu ada juga tapi secara umum kesehatan siswa di sekolah ini baik.”

Tingkat kesehatan siswa disekolah ini sudah baik namun untuk masalah demam berdarah bukan berasal dari llingkunan sekolah melainkan dari lingkungan tempat tinggal siswa.

9 Seberapa seringkah siswa masuk ke UKS ini seperti apa?

Mj: “Ndak ada, itu mungkin karna pengaruh anak males sarapan pagi dan paling hanya pusing. Nah kalau masuk kemudian ditanya sudah sarapan apa belum pasti mereka yang pusing itu karna belum sarapan. Itu kasus yang bisa terjadi disini. Kalau untuk kasus yang lebih berat itu tidak pernah.” St: “ya sangat jarang sekali.”

Siswa jarang masuk ke ruang UKS dan jikapun ada masalah yang terjadi adalah karena siswa tidak sarapan pagi sehingga ia pusing dan dibawa ke ruang UKS. Untuk penyakit yang lebih berat tidak pernah. 10 Menurut bapak ruang

UKS itu sudah sesuai atau belum?

Mj: “Kalau disini itu sebenarnya bukan ruang UKS seperti istilahnya ruang sementara. Karna disini digabung ruang UKS digabung dengan perpus. Nah karna perpus sudah dipindah diatas, sehingga ruang itu digunakan untuk peralatan dan media. Jadi masih UKS sementara.”

St: “Kalo ditanya ruang UKS itu ya belum sesuai, jendela saja tidak ada. Tetapi karena itu ruang UKS sementara dan masih dalam proses renovasi. Jadi begini dulunya itu kan ruang UKS dan perpustakaan digabung, kemudian ruang

UKS di sekolah merupakan UKS sementara karena masih dalam tahab renovasi. Kelayakan UKS masih tergolong layak.

118

perpustakaan itu dipindah di atas, jadi sekarang rencananya ruang gabunan tadi mau dibuat khusus untuk ruang UKS.intinya masih dalam tahab renovasi. Semoga bisa terlaksana ya.”

11 Bagaimana dengan dokter kecil, apakah ada pelatihan khusus?

Mj: “Kemaren untuk dokter kecil pendapatkan pelatihan dari Puskesmas, kalau ndak salah bulan kemaren. Pembinaan UKS dimulai dari kelas IV sebanyak 3 siswa. Kalau dimulai dari kelas IV kan bisa bertahan lama dan masih ada kadernya. Jadi nanati setiap tahun ada pengkaderan dan masuk kelas V sudah bisa menjalankan kegiatan dokter kecil dengan baik, dan jika masuk kelas VI sudah diganti dengan yang baru lagi.”

St: “kalau dokter kecil itu biasanya ditunjuk berdasarkan siswa yang pandai, tanggap dan bertanggungjawab. Jadi untuk dokter kecil tidak asal tunjuk. Sehingga dengan adanya dokter kecil bisa membantu guru dalam menangani masalah kesehatan di sekolah. Untuk kepelatihan khusus dokter kecil itu kemaren ada pelatihan dari Puskesmas.”

Pelatihan khusus dilakukan oleh Puskesmas. Pelatihan ini dilaksanakan pada bulan April 2016. Pelatihan diikuti oleh siswa kelas IV sebanyak 3 anak. Pelatihan ini diikuti oeh kelas IV karena untuk memudahkan pengkaderan di tingkat selanjutnya. Pemilihan dokter kecil berdasarkan siswa yang bertanggungjawab, pandai dan tanggap.

12 Tugas dokter kecil disekolah ini apa saja ya Pak?

Mj: “Untuk dokter kecil itu, tugasnya itu membantu temannya yang sedang sakit. Itu dari dulu saya jadwal hari senin itu 2 anak laki-laki dan perempuan, hari selasa sampai sabtu juga saya jadwal. Tugasnya itu untuk memberi obat yang ringan itu memberi minyak. Kalau tidak ada yang sakit ya mereka belajar seperti biasa.”

St: “Doter kecil ada 4 anak, 2 putra 2 putri. Tugasnya selain jumantik, itu setiap hari senin kan upacara. Nah disitu jika ada yang sakit mereka yang pertama mengecek dan dibantu bapak-ibu guru. Selain itu jika ada penyuluhan-penyuluhan

Tugas dokter kecil ialah membantu teman ketika sedang sakit, yakni memberi obat yang ringan seperti minyak kayu putih

119

missal di Puskesmas itu mereka ikut. Kalo yang kemarin mereka ikut penyuluhan demam berdarah.”

13 Pembinaan UKS seperti apa?

Mj: “Pembinaan setiap jumat itu kita arahkan jumantiknya, dan itu terlaksana secara rutin setiap Jumat.”

St: “Iya, seperti saat ada lomba dokter kecil itu saya ikut membina dibantu dengan bapak-ibu guru yang lain. Kalo sendiri kan tidak mungkin. Ya kita setiap minggu memantau kemajuan-kemajuan secara bertahab dan melihat siswa sudah melaksanakan tugasnya atau belum.”

Pembinaan dilakukan setiap hari jumat setelah senam, siswa dipantau dalam menjalankan Jumantik, saat ada lomba dokter kecil guru ikut membina siswa. Serta melihat siswa sudah melaksanakan tugasnya atau belum.

14 Menurut bapak, apakah sarana dan prasarana di sekolah ini sudah mencukupi?

Mj: “ya secara umum sudah, kebutuhan siswa bisa dibilang ya tercukupi begitu. Kalau untuk ukuran luas sekolah ya masih kurang luas, misalnya saat upacara itu siswa sampai ke teras

Dokumen terkait