• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

B. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) 1.Pengertian UKS 1.Pengertian UKS

4. Program UKS

Program-program yang dijalankan dalam UKS ada 3 progam pokok berdasarkan Program Pelaksanaan UKS di Sekolah Dasar Departemen Pendidikan dan Kesehatan (2012:4). Program pokok ini dinamakan Trias UKS. Program ini meliputi:

a. Pendidikan Kesehatan

Undang-undang Kesehatan No 23 Tahun 1992 menyebutkan kesehatan ialah sejahtera badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonmis. Seseorang bisa diaktakan sehat apabila ia mampu meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Ia mampu meningkatkan hajat hidupnya sehingga apabila seorang tersebut sehat maka ia mampu memberikan manfaat kepada orang lain.

Sedangkan Depdikbud (1997:249) menyebutkan bahwa sehat adalah pribadi seseorang seutuhnya secara fisik, sehat mental, dan sehat sosial, yang ketiganya tidak dapat dipisahkan. Berdasarkan pengertian

19

tersebut maka seseorang yang sehat mampu produktif baik itu produkti secara sosial maupun ekonomis.

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pengertian sehat ialah kondisi pribadi seseorang yang sejahtera baik fisik maupun mental yang memungkinkan untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

Untuk membentuk manusia sehat seutuhnya maka perlu adanya pendidikan kesehatan. Aip Syarifudin (1997:249)

menjelaskan bahwa pendidikan kesehatan ialah usaha yang diberikan berupa bimbingan atau tuntunan kepada seseorang atau anak didik tentang kesehatan yang meliputi seluruh aspek pribadi (fisik, mental, sosial) agar dapat tumbuh dan berkembang secara harmonis.

Pendidikan kesehatan merupakan proses sepanjang hayat. Hal itu dapat terwujud melalui interaksi antara lingkungan sekolah, lingkungan keluarga dan masyarakat. Ahmad Selvia (2009:13) mengatakan pendidikan kesehatan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar dapat tumbuh kembang sesuai, selaras, seimbang dan sehat baik fisik, mental, sosial dan lingkungan, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dana atau latihan yang diperlukan bagi peranannya saat ini maupun di masa yang akan datang.

Pendidikan kesehatan berupaya agar peserta didik menyadari atau mengetahui bagaimana cara memelihara kesehatan, menghindari atau mencegah hal-hal yang merugikan kesehatan peserta didik. Sehigga dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan kesehatan ialah usaha sadar yang diberikan kepada peserta didik berupa bimbingan dan tutuntunan

20

tentang kesehatan yang diperlukan bagi peranannya saat ini maupun di masa yang akan datang.

Tujuan pendidikan menurut Aip Syarifuddin (1997: 249) ialah:

1. Meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang ilmu kesehatan, termasuk cara hidup sehat

2. Menanamkan dan membina nilai dan sikap mental uang positif terhadap prinsip hidup sehat.

3. Menanamkan dan membina kebiasaan hidup sehat sehari-hari yang sesuai dengan syarat kesehatan

4. Meningkatkan keterampilan anak didik dalam melaksanakan hal-hal yang berkaitan dengan pemeliharaan, pertolongan dan perawatan kesehatan.

Toho Cholik (1997:83) menambahkan bahwa tujuan pendidikan kesehatan sebagai berikut:

1. Mengembangkan sikap dan perilaku yang menyumbang kepada kesjahteraan hidup pribadi dan masyarakat

2. Mengembangkan kemampuan peserta didik untuk membuat keputusan tentang masalah kesehatan pribadi dan masyarakat, dan mendorong peserta didik untuk membuat keputusan.

3. Menyampaikan informasi yang cermat tentang kesehatan dan hal-hal yang berkaitan dengan masalah kesehatan

4. Mengembangkan kemampuan untuk memecahkan masalalah kritis tentang kesehatan pribadi dan masyarakat yang mempengaruhi kualitas hidup individu dan masyarakat.

Tujuan pendidikan kesehatan ialah untuk membentuk manusia yang sehat secara jasmani maupun rohani. Peningkatan kesehatan pada peserta didik dapat dilakukan dengan tujuan memberikan pengetahuan, penanaman, dan meningkatkan keterampilan peserta didik tentang kesehatan pribadi dan lingkungan sekitar.

Pelaksanaan pendidikan kesehatan diberikan melalui kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler. Pelaksanaan pendidikan melalui kegiatan kurikuler adalah pelaksanaan pendidikan kesehatan pada jam pelajaran. Pelaksanaan

21

dilaksanakan melalui peningkatan pengetahuan, penanaman nilai dan sikap positif terhadap prinsip hidup sehat, dan peingkatan keterampilan dalam melaksanakan hal-hal yang berkaitan dengan pemeliharaan, pertolongan, dan perawatan kesehatan.

Materi yang diajarkan dalam pendidikan kesehatan di sekolah dasar menurut Ahmad Selvia (2009:16) adalah sebagai berikut:

1) Kebersihan dan kesehatan pribadi

Memelihara kebersihan dan kesehatan pribadi adalah salah satu upaya pendidikan kesehatan yang diberikan kepada peserta didik di sekolah dan di rumah. Melalui peningkatan kebersihan dan kesehatan pribadi diharapkan peserta didik dapat meningkatkan derajat kesehatan menjadi lebih baik. Kebersihan dan kesehatan pribadi dapat dilakukan dengan melakukan pembiasaan hidup sehat. Pembiasaan terbentuk dalam waktu yang lama. Kebiasaan tersebut merupakan tindakan yang nyata yang berakar pada sikap.

Toho Cholik (1997:3) menyebutkan bahwa sikap terdiri atas tiga unsur yang saling berkaitan. Ketiga unsur tersebut meliputi pengetahuan, emosi, dan kecenderungan berbuat. Oleh karena itu, pembentukan sikap tidak hanya melalui penyampaian informasi atau pengetahuan saja namun juga melalui tindakan nyata. Dalam pembentukan sikap peserta didik, penyampaian yang diberikan haruslah jelas, padat dan tidak membingungkan. Sehingga peserta didik mudah dalam menjalankannya. Tidak hanya itu, pemberian tindakan nyata oleh guru sangat penting karena siswa dapat memahami maksud dari informasi yang diberikan.

22

Tujuan dari pendidikan kebersihan pribadi adalah untuk meningkatkan pengetahuan akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan baik pereorangan, keluarga maupun masyarakat secara sadar sehingga mampu berperilaku hidup bersih (Ahmad Selvia, 2009:15). Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan cara membiasakan hidup bersih dan sehat dan upaya pencegahan penyakit baik itu penyakit menular maupun tidak menular. Selain itu menurut (Aip Syarifuddin 1997: 249) menyatakan bahwa manusia hendaklah selalu menjaga kebersihan dirinya agar tetap segar dan sehat dengan cara menjaga kebersihan kulit, rambut, kuku, mata, rongga mulut dan gigi, telinga, hidung, tangan dan kaki. Serta harus menjaga kebersihan pakaian.

Aip Syarifuddin (1997:251) menyatakan bahwa pakaian yang memenuhi syarat kesehatan antara lain:

a) Tidak merusak kulit

b) Tidak terlalu sempit dan tidak terlalu longgar c) Mudah diuci dan dirapikan

d) Warna serasi dengan warna kulit

e) Pakaian yang habis dibakai sebaiknya dibersihkan f) Sepatu dan sandal rajin dibersihkan

g) Jangan menaruh pakaian bekas di dalam lemari

Pendidikan kesehatan di sekolah menitikberatkan pada upaya untuk memadukan pengetahuan, sikap, nilai, norma, dan tindakan nyata. Jadi pembentukan pola kebiasaan hidup sehat akan dapat dicapai melalui ptaktik nyata yang dilakukan oleh peserta didik itu sendiri. Selain itu pembinaan dan bimbingan dari guru sangat diperlukan untuk mengarahkan dan mengawasi peserta didik dalam menjalankan kebiasaan hidup sehat.

23 2) Makanan yang bergizi

Masa anak-anak adalah masa pertumbuan dan perkembangan. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan anak adalah makanan yang bergizi seimbang, yaitu makanan yang banyak mengandung zat tenaga (karbohidrat dan lemak), zat pembangun (protein, mineral dan air), dan zat pengatur (vitamin, mineral, dan air).

Penanaman kebiasaan hidup bersih dan sehat yang dititikberatkan pada kebersihan pribadi dan lingkngan hendaklah diberikan pada peserta didik sejak dini. Adapun cara melaksanakan pendidikan kesehatan dapat melalui penyajian/ceramah dan penanaman kebiasaan. Penyajian materi melalui ceramah dapat menggunakan metode diskusi, demonstrais, permainan, penugasan guru dengan mengikutsertakan peran aktif peserta didik. Sedangkan penanaman kebiasaan dulaukan dengan cara penugasan untuk melakukan cara hidup sehari-hari dan diadakan pemeriksaan serta pengamatan secara terus-menerus dan berkelanjutan oleh guru, kepada sekolah dan petugas kesehatan.

Faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan kesehatan ialah adanya keteladana dan dorongan dari tenaga kependidikan (kepala sekolah, guru, dan pegawai sekolah) baik itu disekolah, dirumah, maupun di lingkunan masyarakat. Selain itu, hubungan antara guru dan orang tua peserta didik terjalin dengan baik sehingga apa yang diajarkan disekolah mampu dierapkan dirumah.

Kegiatan yang dapat dilakukan dalam memberikan pendidikan kesehatan bagi siswa salah satunya dengan diadakannya ekstrakurikuler di

24

sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegaitan diluar jam pelajaran biasa (termasuk kegiatan pada waktu libur) yang dilakukan di sekolah ataupun di luar sekolah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperluas pengetahuan dan keterampiilan siswa, serta melengkapi upaya pembinaan manusia di Indonesia seutuhnya. Kegiatan ekstrakurikuler yang berhubungan dengan pendidikan kesehatan antara lain berupa dokter kecil, Palang Merah Remaja, dan Pramuka. Sedangkan kegiatan pembinaan lingkungan hidup dapat dilakukan dengan kerja bati, lomba kebersiham, piket sekolah, dan lain sebagainya.

b. Pelayanan Kesehatan

Panduan Pelaksanaan UKS di SD (2012:14) menyatakan bahwa pelayanan kesehatan di sekolah pada dasarnya dilaksanakan dengan kegiatan komprehensif, yaitu peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan (preventif), pengobatan (kuratif), dan pemulihan (rehabilitatif), yang dilakukan secara terpadu dan berkala kepada warga sekolah. Kegiatan ini dapat dilaksanakan dibawah koordinasi guru dan Pembina UKS dengan bimbingan teknis dan pengawasan puskesmas setempat.

Tujuan diadakannya pelayanan kesehatan secara umum adalah untuk meningkatkan erajat kesehatan peserta didik dan seluruh warga sekolah secara optimal. Sedangkan secara khusus tujuan pelayanan kesehatan menurut Ahmad Selvia (2009:31) ialah:

1) Meningkatkan kemampuan dan keterampilan melakukan tindakan hidup sehat dalam rangka membentuk perilaku hidup sehat

2) Meningkatkan daya tahan tubuh peserta didik terhadap penyakit dan mencegah terjadinya penyakit, kelainan, dan cacat

25

3) Menghentikan proses penyakit dan pencegahan komplikasi akibat penyakit/kelainan, pengembalian fungsi dan peningkatan kemampuan peserta didik yang cendera/cacat agar dapat berfungsi optimal

4) Meningkatkan pembinaan kesehatan fisik, mental sosial, maupun lingkungan.

Berdasarkan Panduan Pelaksanaan UKS di Sekolah Dasar (2012:14) pelaksanaan pelayanan kesehatan dilakukan melalui:

1) Kegiatan peningkatan (promotive)

Kegiatan peningkatan adalah kegiatan pemulihan penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan secara ekstrakurikuler, yaitu berupa kegiatan pelatihan keterampilan teknis dan pembentukan peran aktif peserta didik dalam pelajaran kesehatan antara lain kegiatan dokter kecil, kader kesehatan remaja, Palang Merah Remaja, dan Pramuka. Sedangkan kegiatan intrakurikuler dapat dilakukan dengan cara kegiatan penyuluhan gizi, kesehatan pribadi, penyakit menular, cara menggosok gigi yang benar, cara mengukur tinggi dan berat badan, serta cara memeriksa ketajaman penglihatan. Pembinaan sarana keteladanan yang ada di sekolah antara lain pembinaan warung sekolah sehat dan lungkungan sekolah yang terpelihara dan bebas dari faktor pembawa penyakit. 2) Kegiatan pencegahan (preventif)

Kegiatan pencegahan dapat dilakukan dengan cara:

a) Pemeliharaan kesehatan yang bersifat umum maupun khusus untuk penyakit-penyakit tertentu misalnya demam berdarah, cacingan dan muntaber,

26

b) Pemberanasan sarang nyamuk,

c) Pengobatan sederhana oleh dokter kecil,

d) Kegiatan pemeriksaan berkala setiap 6 bulan bagi seluruh siswa e) Penjaringan (screening) kesehatan bagi anak yang baru masuk

sekolah,

f) Mengikuti (memantau) pertumbuhan peserta didik,

g) Imunisasi peserta didik kelas I dan kelas IV di Sekolah Dasar, h) Usaha pencegahan penularan penyakit, dengan cara memberantas

sumber infeksi dan pengawasasn kebersihan lingkungan sekolah, i) Konseling kesehatan remaja di sekolah oleh guru dan Puskesmas. 3) Kegiatan penyembuhan dan pemulihan (kuratif dan rehabilitative)

Kegiatan ini dilakukan melalui kegiatan pencegahan komplikasi dan kecacatan akibat proses penyakit atau untuk meningkatkan kemampuan peserta didik yang cedera/cacat agar dapat berfungsi normal kembali. Kegiatan tersebut dapat berupa pengobatan ringan dan pertolongan pertama di sekolah, serta rujukan medis ke Puskesmas untuk mengurangi derita sakit, aksus kecelakaan, keracunan atau kondisi lain yang membahayakan nyawa dan kasus penyakit khusus.

Ahmad Selvia (2009:36) menjelaskan cara melakukan pelayanan kesehatan di sekolah dasar adalah:

a) Sebagian kegiatan pelayanan kesehatan di sekolah perlu didelegasikan kepada guru, setelah guru dibimbing oleh petugas Puskesmas. Kegiatan ini berupa kegiatan peningkatan,

27

pencegahan, dan dilakukan pengobatan sederhana pada waktu terjadi kecelakaan atau penyakit, sehingga selain menjadi kegiatan pelayanan, juga menjadi kegiatan pendidikan

b) Sebagain kegiatan pelayanan juga dilaksanakan oleh petugas Puskesmas dan dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan secara terpadu. Pelayanan kesehatan di Puskesmas adalah bagi peserta didik yang dirujuk dari sekolah. Oleh karena itu perlu adanya kesepakatan antara sekolah dan Puskesmad. Sekolah sebaiknya mengupayakan dana UKS untuk pembiayaan yang diperlukan sehingga masalah pembiayaan tidak menjadi penghambat pelayanan kesehatan. Oleh karena itu sebaiknya peserta didik memiliki buku atau kartu rujukan dan minimal melakukan pelayanan kesehatan yang dapat dilalkukan sesuai strata inimal yang ada di sekolah dasar.

Kegiatan pokok pelayanan kesehatan di Sekolah Dasar pada dasarnya mengacu pada standar pelayanan kesehatan. Adapun pelayanan kesehatan di Sekolah Dasar adalah sebagai berikut:

a) Penyuluhan Kesehatan

Penyelenggaraan penyuluhan kesehatan dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan praktis dalam rangka pemutusan mata rantai penularan penyakit, upaya pemeliharaan kesehatan pribadi siswa dan guru yang ditekankan pada upaya pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat, maupun lingkungan

28

fisik sekolah untuk mendukung terciptanya suasana yang sehat dalam proses pembelajaran. Contoh kegiatan ini antara lain pemberantasan sarang nyamuk, pemberantasan cacingan, serta pencegahan terhadap penggunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif)

b) Imunisasi

Setiap tahun dikenal dengan adanya Bulan Imunisasi Anak Sekolah yang diselenggarakan setiap tahun sekali yaitu pada bulan November. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan perlindungan jangka panjang terhadap penyakit Difteri dan Tetanus melalui imunisasi Difteri Tetanus Tozoid (DT) dan Tetanus Toxoid (TT).

c) Dokter Kecil

Dokter kecil adalah peserta didik yang ikut dalam melaksanakan kegiatan usaha pelayanan keehatan serta berperan aktif dalam kegiatan kesehaan yang diselenggarakan di sekolah. Peserta didik yang dapat menjadi Dokter Kecil ialah siswa yang menduduki kelas IV dan atau kelas V, berprestasi dikelas, berwatak pemimpin, bertanggungjawab, bersih, berperilaku sehat, serta telah mendapatkan pelatihan dari petugas Puskesmas/ Tim Pembina UKS.

Kegiatan yang dilakukan oleh Dokter Kecil adalah: (1) Mengamati kebersihan dan kesehatan pribadi (2) Mengenali penyakit secara awal

29

(3) Melakukan pengobatan sederhana (4) Menimbang dan mengukur tinggi badan (5) Memeriksa ketajaman penglihatan (6) Memeriksa kebersihan gigi. d) P3K dan P3P

Kegiatan yang dilakukan P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) dan P3P (Pertolongan Pertama pada Penyakit) adalah melakukan pengobatan sederhana dan pertolongan pertama pada penyakit dan kecelakaan di sekolah, khususnya pada penanganan diare.

e) Penjaringan Kesehatan

Penjaringan kesehatan dilakukan bagi siswa kelas I yang baru masuk. Tujuannya adalah untuk mengetahui secara dini masalah-masalah kesehatan anak sekolah, antara lain status gizi anak, kesehatan indera penglihatan, dan penfengaran yang merupakan factor penting bagi anak dalam proses pembelajaran. f) Pemeriksaan Berkala

Pemeriksanaan berkala dilakukan oleh petugas kesehatan, guru UKS, dan dokter kecil kepada seluruh siswa dan guru setiap 6 bulan, guna memantau, memelihara, serta meningkatkan status kesehatan. Kegiatan ini berupa penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemerikssanaan ketajaman penglihatan dan pendengaran oleh guru UKS dibantu dokter kecil, serta pemeriksaan oleh petugas kesehatan.

30

g) Pengawasan Warung Sekolah

Warung sekolah merupakan tempat anak menjajakan jajanan selain di luar sekolah. Warung sekolah memiliki peranan penting dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada peserta didik mengenai makanan sehat yang laya untuk dikonsumsi. Warung sekolah dapat menyediakan makanan pagi maupun siang sebagai pengganti makan di rumah serta cemilan dan minuman yang sehat, aman, dan bergizi. Pembinaan warung sekolah dilakukan oleh tenaga kesehatan, guru maupun dokter kecil.

h) UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah)

UKGS adalah pelayanan kesehatan gigi yang dikerjakan oleh petugas kesehatan (petugas Puskesmas) dan terdiri dari 3 macam pelayanan. Yaitu:

a) Tahab I berupa pendidikan dan penyuluhan kesehatan gigi dan mengadakan kegiatan menggosok gigi masal untuk kelas I, II, dan II, dibimbing oleh guru, dengan memakai pasta gigi yang mengandung flourade, minimal 1 kali dalam 1 bulan

b) Tahab II beruka penambahan tahab I yaitu penjaringan kesehatan gigi dan mulut untuk kelas I, diikuti pencabutan gigi sulung yang sudah waktunya tanggal.

c) Tahab III berupa UKGS tahab II ditambah dengan pelayanan medis dasar pada kelas terpilih sesuai kebutuhan untuk setiap kelas.

31 c. Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat

Berdasarkan Pedoman Pelaksanaan UKS untuk Sekolah Dasar (2012:19), program pembinaan lingkungan sekolah sehat mencakup:

1) Program Pembinaan Lingkungan Sekolah a) Lingkungan fisik sekolah

a) Pemeliharaan tempat penampungan air bersih

b) Pengadaan dan pemeliharaan tempat pembuangan sampah c) Pengadaan dan pemeliharaan air limbah

d) Pemeliharaan WC dan kamar mandi

e) Pemeliharaan kebersihan dan kerapihan ruangan kelas, perpustakaan, dan tempat ibadah

f) Pemeliharaan kebersihan dan keindahan halaman, dan kebun sekolah (termasuk penghijauan sekolah)

g) Pengadaan dan pemeliharaan pagar sekolah b) Lingkungan mental dan sosial

Program pembinaan dilakukan dalam bentuk kegiatan konseling kesehatan, bakti sosial masyarakat sekolah di lingkungan dan sekitarnya, perkemahan, penjelajahan/ darmawisata, teater, music, olahraga, kepramukaan, PMR, Dokter Kecil, dan Kader Kesehatan Remaja, karnaval, bazar, lomba.

32 C. Kerangka Pikir

Guru adalah orang yang memiliki pengatuh besar dalam dunia pendidikan. Selain itu guru bisa dikatakan sebagai orang tua kedua di sekolah. Guru merupakan tonggak pendidikan yang harus menjalankan peran dan tanggung jawabnya sehingga pendidikan di Indonesia semakin maju dan menjadi lebih baik. Peran guru dalam pendidikan di sekolah sangat besar, tidak hanya dalam kegiatan di dalam kelas saja namun juga di luar kelas. Terdapat 9 peran guru di sekolah yaitu pendidik, pengajar, fasilitator, pembimbing, pelayan, perancang, pengelola, inovator, dan penilai. Kesembilan peran guru tersebut hendaklah dilaksanakan secara optimal sehingga kebutuhan peserta didik dapat terpenuhi.

Keberadaan UKS di sekolah dasar akan terlihat apabila guru memiliki peranan aktif dalam mengembangkan program UKS. Terdapat 3 program UKS yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan lingkungan sekolah sehat. Peran guru dalam menjaga kesehatan siswa dapat dilakukan melalui 3 program UKS. Meskipun guru olahraga memiliki peran besar dalam membina UKS, namun guru kelas juga memiliki peran dalam menjaga kesehatan siswa di dalam kelas.

Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menggali peranan guru dalam menjaga kesehatan siswa melalui program UKS di sekolah dasar. Dengan adanya penelitian ini maka akan diketahui sejauh mana peran guru dalam kegiatan UKS di SD 1 Pedes Yogyakarta

33 D. Pertanyaan Penelitian

Pertanyaan yang muncul dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana peran guru kelas dalam kegiatan pendidikan kesehatan UKS di

Dokumen terkait