Badan Statistik, 2005, Pedoman Pelaksanaan Lapangan Survei Surveilans
Perilaku Untuk Kelompok Pengguna Narkoba Suntik, Kerjasama Badan
Statistik dan Departemen Kesehatan Dengan dukungan Program ASA/FHI/USAID, Jakarta
Barakbah J, 2005, Infeksi Menular Seksual (IMS), Jakarta : Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
BNN, 2004, Modul Voluntary Conselling Testing (Konsultasi Dan Tes Sukarela
HIV/AIDS), Badan Narkotika Nasional Pusat Laboratorium dan Rehabilitasi,
Jakarta.
Bungin B, 2007, Penelitian Kualitatif Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik
dan Ilmu Sosial Lainnya, Jakarta.
DEPKES RI , 2005, Modul Pelatihan Konseling dan Tes Sukarela HIV
(Voluntary Counselling and Testing/VCT) Untuk Konselor Profesional,
Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan, Jakarta. _________, 2004, Mengenal dan Menanggulangi HIV/AIDS, Jakarta
_________, 2003. Pedoman Nasional Perawatan, Dukungan dan Pengobatan
bagi ODHA, Jakarta : Direktorat Jendral Pemberantasan Penyakit Menular &
Penyehatan Lingkungan.
_________, 1997, AIDS Petunjuk Untuk Petugas Kesehatan, Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman, Jakarta.
Dinkes ProvSU, 2007, Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Medan.
Fakultas Kedokteran UI, 2005, HIV/AIDS Dalam Kurikulum Pendidikan Dokter
Berbasis Kompetensi, Fakultas Kedokterean Bekerjasama Dengan Menteri
Koordinator Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia. Jakarta
Faisal S,1990, Penelitian Kualitatif, Dasar-dasar dan Aplikasi, Yayasan Asih Asah Asuh, Bandung.
Fakultas Kedokteran UI,2005, HIV/AIDS Dalam Kurikulum Pendidikan Dokter
Berbasis Kompetensi, Fakultas Kedokteraan Bekerjasama Dengan Menteri
Ginting M, 2007, Persepsi Masyarakat tentang Penyakit Flu Burung di Desa Kubu Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo Tahun 2007, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara, Medan.
Harahap, SW, 2000, Pers Meliput AIDS, Penerbit Pustaka Sinar Harapan, Jakarta. KPA Nasional, 2006, Tentang HIV/AIDS, Komisi Penanggulangan AIDS, Jakarta. Moleong J L, 2005, Metode Penelitian Kualitatif, Cetakan Kedua Puluh satu, Edisi
Revisi, Penerbit PT. Remaja Rosdakarya Offset, Bandung.
Muhadjir, Neong, 1996, Penelitian Kualitatif , Edisi Ketiga, Yogyakarta : Rake Sarasin.
Muninjaya, Gde, AA, 1998, AIDS di Indonesia, Masalah dan Kebijakan
Penanggulangannya, Jakarta : EGC.
Nawari, Dadang H, 2006, Global Effect HIV/AIDS, Dimensi Psikoreligi, Jakarta : Balai Penerbit FKUI.
Notoatmodjo S, 1993, Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Jakarta : Rineka Cipta.
Nursalam dan Ninuk, 2007, Asuhan Keperawatan Pada Pasien Terinfeksi
HIV/AIDS, Jakarta : Penerbit Salemba Medika.
Praptoraharjo Ig, 2005, Aku Harus Berhenti : Penanggulangan HIV/AIDS di
Kalangan Pengguna Napza Suntik, Yogyakarta : Kerja sama Ford
Foundation dengan Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan,UGM.
Pulungan P.G, 2005, Persepsi Anggota Komisi B DPRD Kota Medan Periode
2004-2009 Tentang Permasalahan Kesehatan di Kota Medan Tahun 2005, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara, Medan.
Rakhmat J, 2005, Psikologi Komunikasi, Bandung : Penerbit PT. Remaja Rosdakarya.
__________, 2005, Psikologi Komunikasi, Bandung : Penerbit PT. Remaja Rosdakarya.
Robbin SP,1996, Prilaku Organisai : Konsep-Hontrovers_aplikasi, Edisi Bahasa Indonesia Jilid 1, Jakarta : PT.Prenhallindo.
Sabarguna B, 2005, Analisa Data Pada Penelitian Kualitatif, Jakrta : Universitas Indonesia.
Singarimbun M, 1999, Metode Penelitian Survei, Cetakan Kedua,Edisi Revisi,Jakarta : Pustaka LP3ES Indonesia.
Sudijo,2007, Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) Tahun 2007 serta Peresmian Klinik IMS dan VCT.Artikel Elektronik. Diakses 10 Desember 2007;
Tarmizi, 2007, Persepsi Pengambilan Kebijakan Tentang Pemberantasan Penyakit Malaria di Kabupaten Lingga Kepulauan Riau Tahun 2007, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara, Medan.
Thoha M, 1995, Perilaku Organisasi, Jakarta : CV. Rajawali.
Wahyuni T,2007, Baru 25% Penduduk Indonesia Pahan HIV/AIDS.Artikel
Elektronik Diakses 10 Desember 2007,
Zein U,Habib H, 2007, 111 Pertanyaan Seputar HIV/AIDS Yang Perlu Anda
Pertanyaan dalam wawancara mendalam (indepth interview) kepada
Kelompok Risiko Tinggi Tertular HIV/AIDS mengenai persepsi mereka terhadap Klinik IMS dan VCT di Puskesmas Padang Bulan Medan
Tahun 2008.
Informan :
Tanggal Wawancara :
Pertanyaan :
I. Pertanyaan “Informasi” :
1. Pernah dengar tentang klinik IMS dan VCT ?
Probing :
- Bisa menyebutkan apa kepanjangannya :
(Klinik Infeksi Menular Seksual(IMS) yaitu klinik mengenai penyakit seperti GO,Sipilis, dan Voluntary Controling Testing (VCT) untuk pemeriksaan HIV/AIDS untuk pengguna narkoba jarum suntik dan menyebutkan nama tempatnya dan dimana)
2. Jika pernah, saudara dapat informasinya dari siapa ?
Probing :
- Teman
- Petugas kesehatan
- Brosur
- Media cetak/elektronika
3. Bagaimana cara informan menyampaikan informasinya kepada anda ?
Probing :
- sikap
- singkat/lengkap
- menyebutkan tempat/lokasi
4. Informasi apa saja yang informan berikan terkait IMS dan VCT
Probing :
- sejauh apa informasi yang ia berikan
II. Pertanyaan “Pengetahuan”:
5. Apakah anda mengetahui apa itu Klinik IMS dan VCT yang ?
Probing :
- Manfaat
- Tujuan
- Kegunaan
6. Menurut saudara pentingkah itu untuk saudara, mengapa ?
Probing :
- apakah hanya sekedar untuk tahu saja
- apakah anda ada niat untuk pergi ke klinik tersebut
- apakah dari dalam diri anda sendiri atau ada desakan dari pihak luar.
III. Pertanyaan “ Penilaian “
7. Apakah anda setuju tentang keberadaan Klinik IMS dan VCT di Puskesmas
Padang Bulan ?
Probing :
- Setuju, alasannya ………
- Tidak setuju, alasannya …………
8. Menurut saudara pentingkah klinik IMS dan VCT untuk saudara, mengapa ?
Probing :
- apakah hanya sekedar ikut-ikutan saja
- apakah dari dalam diri anda sendiri atau ada desakan dari pihak luar.
IV. Pertanyaan “ Pengalaman “
9. Berapa kali anda ke klinik IMS dan VCT , mengapa ?
Probing :
- untuk apa ke klinik IMS dan VCT
- apa dorongan/motivasinya ke klinik IMS dan VCT tersebut atau hanya
sekedar ikut-ikutan,
- pelayanan apa saja yang disediakan pada klinik IMS dan VCT tersebut, - apakah sulit prosedurnya atau bagaimana
- Bagimana dengan pembiayaan dalam pelayanan klinik IMS dan VCT
tersebut
10.Menurut saudara bagaimana pelayanan yang diberikan oleh petugas klinik IMS dan VCT tersebut ?
- dari segi pelayanan para medis(dokter,perawat) bagaimana anda diperlakukan terkait sikap dokter/perawat
- bagaimana cara mereka memeriksa anda apakah ramah, apakah mereka
malah merasa risih.
- apakah anda diberi kesempatan untuk bertanya seputar apa keluhan yang anda rasakan
- apakah dokter/perawat memberikan jawaban yang memuaskan anda
11.Apakah saudara merasa nyaman setelah melakukan pemeriksaaan pada klinik IMS dan VCT tersebut , mengapa ?
Probing :
- apa ada perasaan cemas/kekhawatir tentang kerahasian data anda, - apakah anda merasa lebih baik/sehat jika anda sudah memeriksakan diri
- apakah anda akan melaksanakan saran dari dokter/perawat yang diberikan setelah melakukan pemeriksaan
12.Selain pemeriksaan apakah anda mendapat pelayanan yang lain terkait penyakit anda ?
Probing :
- memberi informasi seputar penyakit menular seksual, HIV/AIDS - saran-saran lainnya untuk kesehatan anda
13.Apakah anda puas dengan pelayanan yang diberikan di klinik IMS dan VCT tersebut ?
Probing :
- puas dalam artian apakah dari segi pelayanan - dari segi pengobatan
- dari segi biaya
- keakuratan hasil pemeriksaan
14.Bagaimana menurut anda dengan sikap perawat/pegawai klinik IMS dan VCT tersebut kepada anda dalam hal konseling ?
Probing :
- gerak tubuh/bahasa tubuh perawat/pegawai klinik IMS dan VCT yang anda rasakan
- apakah anda merasa seperti dihakimi atau dipojokkan,atau apakah anda justru diberikan semangat atau dorongan untuk merubah kebiasaan buruk dalam hidup anda,
- ada saran lain terkait dengan penyakit anda
- bagaimana perasaan anda setelah anda mendapatkan pelayanan konseling dari petugas
15.Menurut saudara pentingkah adanya klinik IMS dan VCT tersebut , Mengapa ?
Probing :
- Jika penting, alasannya disebutkan apakah untuk pengawasan terhadap
penyakit IMS dan HIV/AIDS, ataukah sebagai tahap pengobatan bagi pasien yang sudah terkena penyakit tersebut,atau sebagai sarana yang diberikan gratis untuk pelayanan bagi penderita IMS dan HIV/AIDS
- jika tidak penting, alasannya juga disebutkan apakah hanya menjadi sarana kesehatan yang hanya sebagai formalitas belaka yang tidak memberikan solusi untuk para penderita IMS dan HIV/AIDS)
16.Apakah saudara memiliki saran untuk klinik IMS dan VCT tersebut ?
Probing :
- terkait bagaimana saran terhadap sikap dokter/perawat dalam memberikan pelayanan, informasi yang di perlukan para pasien, konseling yang bagaimana yang diinginkan,kerahasiannya yang bagaimana anda inginkan
- dan pengawasan yang bagaimana yang anda inginkan dari pihak petugas