Adhi RP. 2012. Preferensi pemilihan moda dalam pergerakan penglaju koridor Bogor-Jakarta terkait dengan pemilihan tempat tinggal (Studi kasus: moda bus AC dan moda KRL ekspress). Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota. 23(2012): 67-84.
Amanah S, Damanik IPN, Ibrahim H. 2014. Pemanfaatan Sampah untuk Mendukung Usaha Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Agroekosistem di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Jurnal Manusia dan Lingkungan. 21(1):90-97.
Ariffin RNR, Zahari RK. 2013. Perceptions of the Urban Walking Environments.
Procedia-Social and Behavioral Sciences. 105(2013): 589-597.
Atmodiwirjo P, Yatmo YA. 2011. Occupant‟s Perception of „Healthy Housing‟ In
High-Density Urban Housing. Makara, Sosial Humaniora. 15(1):1-9.
Badan Pusat Statistik Kota Bogor. 2014. Statistik Daerah Kota Bogor 2014. Bogor (ID): Badan Pusat Statistik Kota Bogor.
Baskara M. 2011. Prinsip Pengendalian Perancangan Taman Bermain Anak di Ruang Publik. Jurnal Lanskap Indonesia. 3(2011): 27-34.
Booth NK, Hiss JE. 2012. Residential Landscape Architecture: Design Process for the Private Residence. Ohio (US): Prentice Hall.
Daniel TC, Boster RS. 1976. Measuring Landscape Aesthetics: The Scenic Beauty Estimation Method. New Jersey (US): USDA.
Faisal S. 2008. Format-format Penelitian Sosial. Jakarta (ID): Raja Grafindo Persada.
Francis J, Giles-Corti B, Wood L, Knuiman M. 2012. Creating sense of community: The role of public space. Journal of Environmental Psychology. 32(2012):401-409. doi: 10.1016/j.jenvp.2012.07.002.
Fristovana T, Munandar A. 2011. Studi Behavior Setting Fitur Air dan Sekitarnya (Studi kasus Dunia Fantasi, Gelanggang Samudera Jaya Ancol dan Danau Ancol, Jakarta Utara). Jurnal Lanskap Indonesia. 3(1):35-41.
39 Gifford R. 1997. Environmental Psychology. New York (US): Allyn & Bacon. [Green Building Council Indonesia]. 2015. Greenship Neighborhood Version 1.0
[internet]. [diunduh 30 Des 2015]. Tersedia pada www.gbcindonesia.org. Gunawan A. 2005. Evaluasi Kualitas Estetika Lanskap Kota Bogor. Jurnal
Lanskap Indonesia. 1(1):1-6.
Haryadi, Setiawan B. 2010. Arsitektur, Lingkungan dan Perilaku. Yogyakarta (ID): Gadjah Mada University Press.
Hirsh JB. 2010. Personality and environmental concern. Journal of Environmental Psychology. 30(2010):245-248. doi:10.1016/j.jenvp.2010.01.004.
Inoguchi T, Newman E, Paoletto G. 1999. Cities and the environment: New approaches for eco-societes. New York (US): The United Nations University.
Jeong SH, Gulbinas R, Jain RK, Taylor JE. 2014. The impact of combined water and energy consumption eco-feedback on conservation. Energy and Buildings. 80(2014):114-119. doi: 10.1016/j.enbuild.2014.05.013
Kara B. 2013. Landscape Design and Cognitive Psychology. World Conference on Psychology and Sociology 2012. Procedia – Social and Behavioral Sciences. 82(2013):288-291. doi: 10.1016/j.sbspro.2013.06.262
Kurniawaty P, Gunawan A, Surjokusumo S. 2012. Kajian Konsep Desain Taman
dan Rumah Tinggal Hemat Energi. Jurnal Lanskap Indonesia. 4(1):1-8.
Kusumarini Y, Sachari A, Isdianto B. 2007. Kajian Terapan Eko-Interior pada Bangunan Berwawasan Lingkungan Rumah Dr. Heinz Frick di Semarang; Kantor PPLH di Mojokerto; Perkantoran Graha Wonokoyo di Surabaya.
ITB Journal of Visual Art and Design. 2(2007):278-301.
Martono DN. 2012. Kajian Tingkat Aksesibilitas Kawasan Perumahan Terencana dan Swadaya Berbasis Analisis Spasial Kuantitatif. Seminar Nasional Eco Urban Design Potensi dan Tantangan Kota-kota Indonesia di Masa Mendatang. Biro Penerbit Planologi UNDIP; 2008 Okt 23; Semarang Indonesia. Semarang (ID): Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. hlm 35-42.
McHarg I. 1997. Ecological Design and Planning. Thompson GF, Steiner FR, editor. New York (US): John Wiley & Sons, Inc.
Meyer EK. 2008. Sustaining beauty. The performance of appearance. Journal of Landscape Architecture. 3(1):6-23. doi: 10.1080/18626033.2008.9723392 Misni A. 2013. Modifying the Outdoor Temperature around Single-Family
Residences: The influence of landscaping. Asia Pacific International Conference on Environment-Behaviour Studies University of Westminster London, UK, 4-6 September 2013. Procedia-Social and Behavioral Sciences. 105(2013):664-673. doi: 10.1016/j.sbspro.2013.11.069.
Nikita O. 2012. Pengaruh Komposisi Elemen-elemen Taman dan Kriteria Hemat Energi terhadap Kualitas Estetika Visual. [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Nurisjah S. 2005. Penilaian Masyarakat terhadap Ruang Terbuka Hijau (RTH) Wilayah Perkotaan: Kasus Kotamadya Bogor. [disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Parasati H. 2012. Kebijakan Perkotaan Terkait Perubahan Iklim. [internet]. [diacu 2013 Oktober 17]. Tersedia dari: http://bulletin.penataanruang. net/index.asp? mod= _fullart&idart=349.
40
Permata DLJ. 2000. Preferensi Masyarakat terhadap Lanskap Visual Permukiman [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Porteous JD. 1977. Environmental and Behaviour: Planning and Everyday Urban Life. Massachussetts (US): Addison-Wesley Publishing Company.
Pratiwi V, Gunawan A, Fatimah IS. 2014. Kajian Ecodesign Lanskap Permukiman Perkotaan. Jurnal Lanskap Indonesia. 6(1):28-31.
Prianto E. 2012. Strategi Disain Fasad Rumah Tinggal Hemat Energi. Riptek. 6(1):54-64.
Purnomohadi N. 2008. Implikasi Undang-undang No.26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang terhadap Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Menuju Kota Ekologis. [internet].[diacu 2013 Oktober 13]. Tersedia dari: http://bulletin.penataanruang. net/index. asp?mod=_fullart&idart=106. Rahadi RA, Wiryono SK, Koesrindartoto DP, Syamwil IB. 2012. Relationship
between Consumer Preferences and Value Propositions: A Study of Residential Product. ASEAN Conference on Environment-Behaviour Studies, Bangkok, Thailand, 16-18 July 2012. Procedia-Social and Behavioral Sciences. 50(2012):865-874.
Rianse U, Abdi. 2009. Metodologi Penelitian Sosial dan Ekonomi (Teori dan Aplikasi). Bandung (ID): CV Alfabeta.
Saleha Q, Erwiantono. 2012. Persepsi dan Ekspektasi Pembangunan Masyarakat terhadap Pemerintah Daerah dan Perusahaan Migas. [internet]. [diacu 2013 Oktober 16]. Tersedia dari : http://journal.ui.ac.id/index.php/ humanities /article/viewFile/1495/1297
Sarwono SW. 1997. Psikologi Sosial. Yogyakarta (ID): Penerbit Andi.
Serlan WD, Gunawan A, Sulistyantara B. 2013. Eco-Aesthetics Green Panel pada Bangunan Rumah Tinggal. Jurnal Lanskap Indonesia. 5(1):29-35.
Sevenant M, Antrop M. 2009. Cognitive attributes and aesthetic preferences in assessment and differentiation of landscapes. Journal of Environmental Management. 90(2009):2889-2899. doi: 10.1016/j.jenvman.2007.10.016. Sheppard SRJ. 2005. Landscape visualisation and climate change: the potential
for influencing perceptions and behaviour. Journal of Environmental Science & Policy. 8(2005):637-654.doi:10.1016/j.envsci.2005.08.002. Van Der Ryn, Cowan. 1996. Ecological Design. Washington (US): Island Press. Wibowo AP. 2013. Beton Non Pasir sebagai Media Perkerasan Halaman Rumah
yang Ramah Lingkungan. Seminar Nasional SCAN#4 2013 Stone, Steel, and Straw, Building Materials and Sustainable Environment; 2013 Mei 17; Yogyakarta, Indonesia. Yogyakarta (ID): Penerbit Universitas Atma Jaya Yogyakarta. hlm 87-91.
Winarso H, Larasati A. 2011. Dari Sampah Menjadi Upah Inovasi Pengolahan
Sampah di Tingkat Akar Rumput Kasus Program Bank Sampah „Sendu‟ di
Kelurahan Pasar Minggu Jakarta Selatan. Jurnal Manusia dan Lingkungan.
18(1):43-59.
Werff E, Steg L, Keizer K. 2013 It is a moral issue: The relationship between environmental self-identity, obligation-based intrinsic motivation and pro-environmental behaviour. Journal of Global Environmental Change. 23 (2013): 1258-1265. doi:10.1016/j.gloenvcha.2013.07.018.
Yeang K, Yeang LD. 2008. AManual for Ecological Design. London (GB): John Wiley & Sons, Ltd.
41 Zheng B, Zhang Y, Chen J. 2011. Preference to home landscape: wilderness or neatness? Landscape and Urban Planning. 99(2011):1-8. doi:10.1016/j.landurbplan.2010.08.006.
42