Agriculture, Forestry and Fisheries. 2012. Sugarcane. Republic Of South Africa.Vol.Ind.SC.1.
BBPPTP. 2015. Penggerek Batang Tebu Raksasa (Phragmatoecia Castanae) Salah Satu Ancangan Industri Gula. POPT BBPPTP Surabaya.
BPPP. 2007. Prospek dan Arah Pengembangan agribisnis Tebu. Departemen Pertanian, Jakarta.
Ditjenbun (Direktorat Jenderal Perkebunan). 2016. Statistik Perkebunan Indonesia. Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan. Jakarta ___________________________________. 2014. Statistik Perkebunan Indonesia
2013-2015 Tebu (Sugarcane). Departemen Pertanian, direktorat Jenderal Perkebunan. Jakarta.
Diyasti F. 2013. Waspada Penggerek Batang Tebu Raksasa.
http://ditjenbun.pertanian.go.id/perlindungan/berita-149-waspada.
(Diunduh 3 Pebruari 2016).
Dongoran ES. 2015. Perbanyakan Phragmotoceia castaneae (Lepidoptera:Cossidae) Pada Pakan Buatan. Program Studi Agroekoteknologi.Fakultas Pertanian.Universitas Sumatera Utara.Medan.
Godfray HCJ. 1994. Parasitoid: Behavioral & Evolutionary Ecology. New Jersey (USA). Princeton University Press.
Hidrayani R., Rusli YS & Lubis. 2013. Keanekaragaman Spesies Parasitoid Telur Hama Lepidopteradan Parasitisasinya pada Beberapa Tanaman di Kabupaten Solok,Sumatera Barat. J. Nat. Ind.15(1):10-11.
Hapsari OA. 2006. Struktur Komunitas Parasitoid Telur pada Pertanaman Kedelai dan Implikasinya terhadap Tingkat Serangan dan Populasi Hama.
Skripsi.Program Studi Hama dan Penyakit Tumbuhan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Hussnain Z., Naheed A & Rizwana S. 2007.Biocontrol of Insect Pests of Sugarcane (Saccharum sp.). Sugar Research Institute. Pakistan Sugar Journal. 22(5):14-17.
Jannah M. 2010. Informasi Dasar Parasitoid Telur Trichogramma chilonisIshii (Hymenoptera:Trichogrammatidae) dalam Kaitannya dengan Pengendalian Hayati. Skripsi. Departemen Proteksi Tanaman. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Kartohardjono A. 2011. Penggunaan Musuh Alami sebagai Komponen Pengendalian Hama Padi Berbasis Ekologi.Pengembangan Inovasi Pertanian. 4(1):34-35
Khairiyah U. 2008. Daya Parasitasi Lalat Sturmiopsis inferens Town (Diptera:Tachinidae) Turunan dari Beberapa Hasil Perkawinan Pada Ulat Penggerek Batang Tebu Raksasa Phragmatoecia castaneae Hubner di Laboratorium. Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. medan
Knutson A. 2007. The Trichogramma Manual.The Texas A&M University System. New York.http://insects.tamu.edu/extensions/bulletins/b-6071.
html (Diunduh 22 Pebruari 2016).
Krebs. 1978. Ecology. The Experimental Analysis of Distribution and Abudance.Third Edition.Harper and Row Publisher.New York dalam Rosalyn, I. 2007.Indeks Keanekaragaman Jenis Serangga pada Pertanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Tanah Raja Perbaungan PT. Perkebunan Nuantara III.Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Lv, J., L.T. Wilson, J.M. Beuzelin, W.H. White, T.E. Reagan, M.O.Way. 2011.
Impact of Cotesia flavipes (Hymenoptera:Braconidae) as an Augmentative Biocontrol Agent for The Sugarcane Borer (Lepidoptera: Crambidae) On Rice. Biol.Cont. 56:159-169
Maneerat T &Suasa-ard W. 2015. Population Trends of Sugarcane Moth Borers and Their Larval Parasitoid, Cotesia flavipes Cameron (Hymenoptera : Braconidae) in Growing Sugarcane Plantations. Nat. J. Sci. 49 : 403
Murtiyarini, D. Buchori, U. Kartosuwondo. 2006. Penyimpanan Suhu Rendah Berbagai Fase Hidup Parasitoid: Pengaruhnya Terhadap Parasitasi dan Kebugaran Trichogrammatoidea armigera nagaraja (Hymenoptera:
Trichogrammatidae) Ind. J. Entomol. 3(2): 71-83.
Naidu P. 2009. Integrated Pest Management in Sugarcane. United States
Environmental Protection Agency.
http://www.epe.gov/0pp0001/factsheets/ipm.htm. (Diunduh 21 Pebruari 2016)
Nugraha MN., Damayanti B., Ali N & Akhmad R. 2014. Interaksi Tropik Antara Hama dan Parasitoid pada Pertanaman sayuran : Faktor Pembentuk dan Implikasinya terhadap keefektifan Parasitoid. Ind. J. Entomol. 11(2):103-104.
Nugroho BA. 2009. Penggerek Batang Tebu Raksasa (Phragmatoceia castanae Hubner) salah Satu Ancaman Industri Gula.
BBPPTP. Surabaya.
_______________. 2014. Penggerek Pucuk Tebu dan Teknik Pengendaliannya.BBPPTP Surabaya.
Pramono D. 2005. Seri Pengolahan hama Tebu Secara Terpadu. Seri Pertanian 2.
Dioma. Malang.
Purba GM. 2008. Pengaruh Bahan Makanan Terhadap Umur dan Kesuburan Parasitoid Telur Tumidiclava sp. di Laboratorium. Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara.
Medan
Purnomo. 2006. Parasitasi dan Kapasitas Reproduksi Cotesia flavipes Cameron (Hymenoptera: Braconidae) pada Inang dan Instar yang Berbeda di Laboratorium. J. HPT Tropika 6(2):87-91
Price PW. 1997. Insect Ecology. 3rd Ed. John Wiley & Sons, Northern Arizona University, New York. 661 pp. dalam Sianipar, M. S.
2006.Keanekaragaman dan Kelimpahan Populasi Serangga Hama dan Serangga Musuh Alami Pada Budidaya Jamur Tiram Outih (Pleurotus ostreatus (Jacq.Ex Fr. Kummer). Universitas Padjadjaran. Jatinangor Rafikov M., Lordelo ADS &Rafikova E. 2012. Impulsive Biological Pest Control
Strategies of the Sugarcane Borer.Hindawi Publishing Corporation.
Rajendranagar., Chaernsom WK &Napompeth B. 1990. Sugarcane Insect Pest Management : Natural Enemy Complex of Sugarcane Moth Borers.
Kasetsart University Research report, submitted to Kasetsart University Research and Development Institute.Kasetsart University, Bangkok, Thailand. (1).
Rizky LK. 2012. Pengaruh Trichogramma spp
(Hymenoptera:Trichogrammatidae) Terhadap Telur Penggerek Batang Raksasa (Phragmatoecia castaneae Hubner.) dan Penggerek Batang Berkilat (Chilo auricilius Dudgeon.) Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan
Santosa Y., Eko PR & Dede AR. 2008.Studi Keanekaragaman Mamalia pada Beberapa Tipe Habitat di Stasiun Penelitian Pondok Ambung Taman Nasional Tanjung Putting Kalimantan Tengah.Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB. 13(3):1-7.
Sundara B. 2000. Sugarcane Cultivation. Sugarcane Breeding Institute Coimbatore. Vikas Publishing House PVT LTD. Delhi.
Sunarto DA. & Nurindah. 2000. Peluang Pemanfaatan Parasitoid Telur Trichogrammatidae Sebagai Agens Hayati ulat Penggerek Buah Kapas Merah Jambu Pectinophora Gossypiella Saunders (Lepidoptera ; Gelechiidae). Ind. J. Entomol (1):58-66
Syakir M., Chandra I., Purwono., Siswanto., & Widi R. 2010. Budidaya dan Pasca Panen Tebu. Pusat Penelitian dan Perkembangan Perkebunan. Eska Media.
Sumur Batu, Jakarta.
Tabadepu H. 2007. Keanekaragaman dan Kelimpahan Parasitoid Telur dari daerah Geografi Berbeda di Sumatera.Skripsi. Jurusan hama dan Penyakit Tumbuhan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Winarni NL. 2005. Analisa Sederhana dalam Ekologi Hidupan Liar Pelatihan Survey Biodiversitas.Way Cangkuk.
Wuryanti A. 2015. Pengenalan Musuh Alami Pada OPT Tebu. POPT Ahli Muda di BBPPTP. Surabaya.
_________. 2016. Cotesia flavipes Parasitoid Larva Potensial Bagi Penggerek Batang Tebu Chilo saccariphagus. POPT Ahli Muda di BBPPTP.
Surabaya.
Yaherwandi S, Manuoto D, Buchori P, Hidayat, LB Prasetyo. 2008. Struktur komunitas hymenoptera parasitoid pada tumbuhan liar di sekitar pertanaman padi di daerah aliran sungai (DAS) Cianjur, Jawa Barat.
Jurnal HPT Tropika 8(2) : 90−101.
Zahroin E & Wibowo E. 2015.Serangan Penggerek Batang Tebu Chilo saccariphagus Di Sentra Tebu Jawa Timur.Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. Jakarta
Lampiran 1. Data Jumlah Penggerek Batang Bergaris Chilo sacchariphagus
Blok Penggerek batang bergaris
Total Rataan
Data Jumlah Penggerek Batang RaksasaPhragmotoceia castaneae Hubner.
Blok Penggerek batang raksasa
Total Rataan
Blok Penggerek batang raksasa
Total Rataan
Lampiran 2. Data Jumlah Parasitoid yang Muncul
Lampiran 4. Tingkat Parasitasi Apanteles sp terhadap larva Chilo saccariphagus
Lampiran 5. Nisbah Kelamin Parasitoid
Nisbah Kelamin
Waktu Pengambilan Total Rataan
1 2 3 4 5 6 7 8
Jantan 20 0 54 61 26 44 125 84 414 51,75
Betina 55 0 39 105 90 161 309 290 1049 131,13
Total 75 0 93 166 116 205 434 374 1463 182,88
Blok Nisbah Kelamin Perbandingan
Jantan Betina
Lampiran 6. Larva yang terinfeksi patogen Beuveria bassiana
Blok MINGGU
Total Rataan
1 2 3 4 5 6 7 8
Jamur 17 17 17 18 26 21 15 11 142 17,75
Kokon 3 0 3 7 5 7 10 9 44 5,50
Pupa 19 24 25 21 40 44 33 24 230 28,75
Imago 15 11 13 22 16 24 19 23 143 17,88
Total 54 52 58 68 87 96 77 67 559
Rataan 13,50 13,00 14,50 17,00 21,75 24,00 19,25 16,75 17,47
Blok Total Rataan
I 24 3,00
II 28 3,50
III 17 2,13
IV 21 2,63
VI 26 3,25
VI 26 3,25
Total 46
Lampiran 7. Data Penyebaran Parasitoid Mei
Juni
Juli
Agustus
Lampiran Foto Penelitian
a. Spanduk Penelitian b. Kegiatan Supervisi
c. Wadah pemeliharaan larva PBB d. Wadah pemeliharaan PBR
g. Pemeliharaan larva PBB h. Pemeliharaan larva PBR
i.Larva PBB 20 hari (masa bongkar) j.Larva PBR 20 hari
k.Larva PBB terinfeksi B. bassiana l. Larva PBR terinfeksi B. bassiana
m. Kokon parasitoid yang baru diambil dari inang yang terinfeksi
n. kokon yang dipelihara dalam wadah khusus
o. Parasitoid yang sudah menetas dari kokon
p. Parasitoid Jantan q. Parasitoid Betina
r. Pembiakan larva yang terinfeksi Beuveria bassianadi Laboratorium
s. Mikroskopis jamur Beuveria bassiana
v