[BPP] Balai Penyuluhan Pertanian. 2021. Programa BPP Cigedug Tahun 2021.
Garut: BPP Cigedug
[BPP] Balai Penyuluhan Pertanian. 2021. Programa BPP Cikajang Tahun 2021.
Garut: BPP Cikajang
[BPS] Badan Pusat Statistik (BPS). 2018. Kabupaten Garut dalam Angka 2020.
A’yunin, N. Q., Achdiyat, A., & Saridewi, T. R. (2020). Preferensi anggota kelompok tani terhadap penerapan prinsip enam tepat (6T) dalam aplikasi pestisida. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(3), 253-264.
Aditiawati, P., Rosmiati, M., & Sumardi, D. (2014). Persepsi petani terhadap inovasi teknologi pestisida nabati limbah tembakau (Suatu kasus pada petani tembakau di Kabupaten Sumedang). Sosiohumaniora, 16(2), 184-192.
Al Arif, M. N. R., & Amalia, E. (2016). Teori mikroekonomi: Suatu perbandingan ekonomi Islam dan ekonomi konvensional. Prenada Media.
Andi, M. (1994). Psikologi Orang Dewasa Bagi Penyesuaian Dan Pendidikan. Surabaya, Usana Offsetprinting.
Azizah N. 2020. Strategi peningkatan sikap petani melalui sekolah lapang iklim (SLI) di kelurahan Banyurip Kota Pekalongan [Tesis]. Semarang (ID):
Universitas Negeri Semarang
Bappeda Kabupaten Garut. (2017). Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi Kegiatan Penyusunan Roadmap Agropolitan Tahun Anggaran 2017.
Bororing, A. R., Mamahit, J. M., Kandowangko, D. S., & Wanta, N. N. (2015, May). JENIS DAN POPULASI SERANGGA HAMA YANG BERASOSIASI PADA TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L) DI KECAMATAN MODOINDING. In COCOS (Vol. 6, No. 6).
Effendy, L., Billah, T., & Pratama, G. (2020). Preferensi Petani dalam Penggunaan Teknologi Jajar Legowo pada Padi Sawah di Kecamatan Cikedung. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(3), 347-360.
Effendy, L., Billah, T., & Pratama, G. (2020). Preferensi petani dalam penggunaan teknologi jajar legowo pada padi sawah di Kecamatan Cikedung. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(3), 347-360
Febrianti, T., & Pratama, R. A. (2019). Pelatihan Manajemen Usaha Petani Kentang di Desa Cintanagara Kecamatan Cigedug Kabupaten Garut. Jurnal Dedikasi Masyarakat, 3(1), 44-51.
Garut: Badan Pusat Statistik Kabupaten Garut.
Gunaeni, N. PENERAPAN TEKNOLOGI PHT PADA TANAMAN KENTANG.
Irfani Sukardja, I. (2020). Penyimpanan Benih Kentang (Solanum tuberosum L.) di Hikmah Farm Pangalengan Bandung Jawa Barat.
Iswanto, E. H., Rahmini, R., Nuryanto, B., & Baliadi, Y. (2016). Antisipasi Ledakan Wereng Cokelat (Nilaparvata lugens) dengan Penerapan Teknik Pengendalian Hama Terpadu Biointensif. Iptek Tanaman Pangan, 11(1).
Jati, E. N., & Hidyat, Z. PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PETANI JERUK TERHADAP PENGENDALIAN PENYAKIT HUANG LUNG BIN (HLB) DI KABUPATEN BANGLI.
Kotler, P., & AMSTRONG, G. (2006). Principi di marketing 11 edizione.
Mardikanto, T., & Sutarni, S. (1982). Pengantar Penyuluhan Pertanian. Surakarta:
Hapsara.
Mustakim, M. B. (2015). Pengaruh Intensitas Penyuluhan dan Tingkat Pengetahuan Terhadap Persepsi Peternak pada Teknologi Biogas di Desa Patalassang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng. Skripsi. Universitas Hasanuddin. Makassar.
Narti, S. (2015). Hubungan karakteristik petani dengan efektivitas komunikasi penyuluhan pertanian dalam program SL-PTT (Kasus kelompok tani di Kecamatan Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara). Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik, 2(2).
Nasir, B., Lakani, I., & Monde, A. (2019). Penerapan teknologi usahatani konservasi terpadu pada daerah rawan longsor untuk pengembangan pertanian berkelanjutan dan peningkatan pendapatan masyarakat di kecamatan gumbasa kabupaten sigi. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 7(1), 55-61.
Nawalia, A. (2022). Persepsi Petani terhadap Program Kambojanisasi dalam Upaya Pengendalian Hama Terpadu Padi Ramah Lingkungan di Desa Jaten Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar: Introduction, Research Methods, Results and Discussion, Conclusions, Reference List. Jurnal Studi Inovasi, 2(1), 16-25.
Nomor, P. M. P. (52). Tahun 2009 Tentang Metode Penyuluhan Pertanian.
Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Nugroho, J. Setiadi, Perilaku Konsumen, Kencana Prenada Meida Group, Jakarta,
CetKe 5, 2013, h. 10
Nuraeni, I. (2015). Pengertian Media Penyuluhan Pertanian.
Nursusandhari, E. (2009). Persepsi, Preferensi dan Willingness To Pay Masyarakat Terhadap Lingkungan Pemukiman Sekitar Kawasan Industri. Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, 3(1), 1-14.
Permadi, L. A., Darwini, S., Retnowati, W., & Wahyulina, S. (2019). Persepsi Dan Preferensi Wisatawan Muslim Terhadap Sarana Dan Prasarana Wisata Halal Di Lombok (Studi Kasus Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika). Jurnal Sosial Ekonomi dan Humaniora (JSEH) ISSN, 2461, 0666.
Prayoga, M. K., Rostini, N., Setiawati, M. R., Simarmata, T., Stoeber, S., &
Adinata, K. (2018). Preferensi petani terhadap keragaan padi (Oryza sativa) unggul untuk lahan sawah di wilayah Pangandaran dan Cilacap. Kultivasi, 17(1), 523-530.
Pujianti, T. (2020). HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETANI, SIFAT INOVASI, DAN PENYULUHAN PERTANIAN DENGAN TINGKAT ADOPSI SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO (Doctoral dissertation, Universitas Siliwangi).
Robiyan, R., Hasanuddin, T., & Yanfika, H. (2014). Persepsi petani terhadap program SL-PHT dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan usahatani kakao (Studi kasus petani kakao di Desa Sukoharjo 1 Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu). Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis: Journal of Agribusiness Science, 2(3), 301-308.
Samadi. (2009). Usaha Tani Kentang. Cetakan ke-10. Kanisius, Yogyakarta.
Satriani, S., Effendy, L., & Muslihat, E. J. (2013). Motivasi petani dalam penerapan teknologi PTT padi sawah (Oryza sativa L.) di Desa Gunung Sari Provinsi Sulawesi Barat. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 8(2), 86-93.
Septariani, D. N., Herawati, A., & Mujiyo, M. (2019). Pemanfaatan Berbagai Tanaman Refugia Sebagai Pengendali Hama Alami Pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.). PRIMA: Journal of Community Empowering and Services, 3(1), 1-9
Sudiro, S. (2019). MODEL PENINGKATAN PARTISIPASI PETANI DALAM PENERAPAN PEMUPUKAN BERIMBANG PADI SAWAH (Oryza sativaL.) DI KECAMATAN CIKONENG CIAMIS.
Sugiyono. 2020. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Penerbit Alfabeta
Supharman, Y. M., Makhmudi, M., & Kusmiyati, K. (2020). Difusi Inovasi Petani dalam Pengendalian Hama Terpadu (Pht) Padi Sawah (Oryza Sativa L.) melalui Pemanfaatan Tanaman Refugia di Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(3), 491-500.
Supriyono, S., & Daroini, A. (2020). Pengaruh Penyuluhan Pertanian terhadap Perilaku Sosial Ekonomi dan Teknologi Petani Padi di Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 4(2), 353-360.
Undang - undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Dan Kehutanan.
Undang-undang Republik Indonesia No 32 tahun 2009. Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Untung, 2003. Pengembangan Konsep PHT (Pengendalian Hama Terpadu).
Yusup, A. R. (2018). Peran Penyuluh Swadaya Dalam Merubah Perilaku Petani Pada Program Pengendalian Hama Terpadu (Pht) Komoditas Padi (Kasus Pada Kelompok Tani “Tani Makmur”, Desa Sale, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang) (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya).
LAMPIRAN
Lampiran 1 Uji Validitasn dan Uji Reliabilitas
Uji Validitas
Uji Reliabilitas
Lampiran 2 Rekapitulasi Data
Daftar Nama Petani Responden
No Nama Kelompok Tani
1 Ujang Wawan
Kersa Amanah 2 Rudi NCH
3 Ade Jafar Sidik 4 Ucu Mulyana 5 Dian M Ilham 6 Ika Maulana
7 Yana
8 Ade Jaenudin 9 Dadang Suharna 10 Anton Siswanto 11 Saepulloh 12 Amar
13 Dadang Hidayat 14 Yusep Mulyadi 15 Yoyo Supriatna 16 Bedi Sunarya
Barokah Tani 17 Sukamana
18 Acep Kusnawan 19 Rohiyan
20 Nindin 21 Deni Haryadi 22 Enut S 23 Memed 24 Jejen J 25 Dadang
26 Odin 27 Enun 28 Aep S 29 Enang 30 Emad
31 H. Itang Alisudin
Silih Riksa IV 32 H. Bubun Bunyamin
33 Pipit Nurlillah 34 Au Sahrudin 35 Dedi Hermawan 36 Riyaduljannah 37 H. Uyu Wahyudin 38 Nepi Purnama Alam 39 Dadan
40 Oom Komalawati 41 Awab Hidayat 42 H. Asep Nurjaman 43 Daman Darmawan 44 Hafid Nurdiansyah
Tani Makmur 45 Sehabudin
46 Wiwi
47 Endang Sukandar 48 Usep Syamsudin 49 Ade Mamat 50 Wahyu Hidayat 51 Ade Koswara 52 Sutarman 53 Yayat Hidayat 54 Ijang Iwan Setiawan 55 Aup Ma'ruf
Tabulasi Karakteristik Responden
Jumla Umur Pendidikan h
Formal
Lama Usaha
Tani Tingkat Kosmopolitan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 2 4 3 2 3 3 2 2 2 3 20
4 2 2 3 3 3 3 2 2 3 2 21
2 4 2 3 3 3 2 2 3 2 3 21
4 4 1 2 3 2 3 3 3 2 3 21
4 4 2 1 1 1 2 3 3 4 4 19
3 4 1 3 3 3 3 2 2 3 3 22
1 4 4 3 2 2 3 2 3 3 2 20
3 4 1 3 2 3 3 2 3 1 3 20
1 4 4 3 3 3 3 3 2 3 2 22
3 4 3 3 2 3 3 2 2 3 2 20
4 4 4 3 2 3 3 2 3 3 3 22
2 4 3 3 2 3 3 2 3 2 3 21
1 4 3 3 2 3 3 2 3 3 3 22
4 4 1 3 3 3 3 3 3 3 3 24
1 2 4 3 3 3 3 2 2 3 3 22
3 4 1 3 2 2 3 2 2 3 2 19
3 4 2 3 3 3 2 3 3 3 2 22
1 4 4 3 3 3 2 3 4 3 2 23
1 4 4 3 3 3 3 2 2 3 2 21
1 4 4 3 3 3 3 2 1 1 3 19
3 4 3 3 3 3 3 2 3 1 3 21
1 2 4 3 2 3 3 1 4 3 3 22
2 4 3 3 2 3 3 1 4 3 3 22
3 4 1 4 3 3 3 2 3 2 3 23
2 2 2 4 3 3 3 2 3 1 3 22
1 4 2 3 3 3 3 2 3 1 2 20
1 4 4 3 2 3 3 2 4 1 3 21
1 2 4 3 3 3 3 4 4 2 3 25
3 2 3 3 3 3 3 2 3 1 3 21
1 2 2 3 3 3 3 2 3 1 3 21
2 4 4 3 2 3 3 1 4 3 3 22
2 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 29
4 4 2 3 2 3 3 1 4 3 3 22
1 4 4 3 2 3 3 1 3 1 3 19
3 2 4 3 2 3 3 2 3 2 2 20
4 4 1 4 1 3 3 1 3 2 2 19
3 4 4 4 3 3 3 2 3 3 2 23
4 4 1 4 3 3 3 2 3 2 3 23
3 4 2 3 2 3 3 1 4 3 3 22
2 4 2 3 2 3 3 2 3 2 3 21
2 4 3 3 3 3 3 2 3 2 3 22
4 2 1 3 2 3 3 2 3 2 3 21
4 2 1 3 2 3 3 2 3 2 3 21
4 4 1 3 2 3 3 2 3 1 3 20
2 2 4 3 3 3 3 3 2 3 1 21
2 2 3 3 2 3 3 2 2 3 4 22
1 4 4 3 2 3 3 2 3 2 3 21
1 4 3 3 2 3 3 2 3 3 3 22
3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 24
3 4 2 3 3 3 3 2 2 3 2 21
3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 2 22
2 4 4 3 3 3 3 2 2 3 2 21
1 2 4 3 2 3 3 2 2 3 2 20
4 4 1 3 3 3 3 2 2 3 3 22
2 4 4 3 2 3 3 2 3 1 1 18
Tabulasi Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Penyuluhan (X2)
Jumlah Intensitas Penyuluhan Mataeri Penyuluhan Media Penyuluhan Metode Penyuluhan
12 13 14 Rata-rata 15 16 17 18 19 20 21 Rata-rata 22 23 24 Rata-rata 25 26 27 28 29 30
3 3 3 3,00 3 3 3 3 3 3 3 3,00 4 2 2 2,67 3 4 3 4 2 2 64,67
3 4 3 3,33 3 3 3 3 1 3 3 2,71 3 3 3 3,00 3 4 4 3 2 4 67,05
4 3 4 3,67 3 3 3 3 2 3 3 2,86 4 2 3 3,00 3 3 3 2 3 3 66,52
3 4 3 3,33 4 3 4 4 3 3 4 3,57 3 1 3 2,33 2 3 2 3 3 3 67,24
2 3 2 2,33 2 2 2 2 3 4 3 2,57 3 3 3 3,00 2 2 4 4 3 3 59,90
3 3 3 3,00 3 3 3 2 2 4 3 2,86 3 2 2 2,33 2 4 2 2 2 4 60,19
3 3 3 3,00 2 2 2 2 2 3 2 2,14 1 3 2 2,00 2 3 2 2 2 4 52,14
3 4 3 3,33 1 2 2 4 3 2 2 2,29 3 1 1 1,67 1 4 2 2 2 4 53,29
3 3 2 2,67 3 3 3 3 3 3 3 3,00 3 3 3 3,00 2 4 3 3 3 4 65,67
2 2 3 2,33 2 2 3 3 2 2 2 2,29 3 2 2 2,33 2 3 2 2 2 4 51,95
3 2 3 2,67 2 3 3 3 2 3 2 2,57 3 2 2 2,33 2 4 2 3 3 4 58,57
3 3 3 3,00 3 3 3 3 1 1 3 2,43 4 1 1 2,00 1 3 3 2 2 4 54,43
3 3 3 3,00 3 3 3 3 2 2 3 2,71 4 2 2 2,67 1 1 3 2 2 4 57,38
3 3 3 3,00 3 3 3 3 3 3 3 3,00 3 2 2 2,33 2 4 2 2 2 4 61,33
2 2 2 2,00 3 2 3 3 3 3 2 2,71 2 2 2 2,00 2 4 3 3 3 2 54,71
3 3 3 3,00 3 3 3 3 3 3 3 3,00 4 2 2 2,67 4 3 3 2 2 4 64,67
4 4 4 4,00 3 3 3 2 2 2 3 2,57 3 2 2 2,33 3 4 4 4 2 2 64,90
4 3 4 3,67 3 3 3 4 4 4 3 3,43 3 4 4 3,67 3 2 2 4 3 2 72,76
2 3 3 2,67 2 2 2 2 2 2 2 2,00 3 2 2 2,33 2 3 2 3 3 3 52,00
2 3 3 2,67 2 3 3 2 2 2 3 2,43 2 2 2 2,00 2 3 2 2 2 4 53,10
3 3 3 3,00 2 2 2 2 2 2 2 2,00 3 2 2 2,33 2 3 2 2 2 4 52,33
4 3 4 3,67 3 3 3 3 4 4 3 3,29 4 3 4 3,67 1 1 4 4 4 4 73,62
4 3 4 3,67 3 3 3 4 4 4 4 3,57 2 4 2 2,67 1 3 3 3 3 3 69,90
3 3 3 3,00 3 3 3 3 2 3 3 2,86 4 2 2 2,67 2 4 3 2 2 4 62,52
1 3 3 2,33 1 1 1 1 2 2 2 1,43 2 2 3 2,33 3 4 2 3 3 4 49,10
2 3 3 2,67 2 2 3 2 2 2 2 2,14 1 2 2 1,67 3 4 4 3 3 4 55,48
2 3 3 2,67 2 2 2 2 2 2 2 2,00 3 2 2 2,33 2 3 2 3 3 3 52,00
2 2 2 2,00 2 2 2 3 2 3 3 2,43 1 2 3 2,00 3 1 2 3 2 4 50,43
2 3 3 2,67 2 3 3 2 2 2 3 2,43 2 2 2 2,00 2 3 2 2 2 4 53,10
3 3 3 3,00 2 2 2 2 2 2 2 2,00 3 2 2 2,33 2 3 2 2 2 4 52,33
4 3 4 3,67 3 3 3 3 4 4 3 3,29 4 2 4 3,33 1 4 4 4 4 4 75,29
4 3 3 3,33 3 3 3 4 4 4 4 3,57 4 4 2 3,33 3 4 3 3 3 3 74,24
4 3 4 3,67 3 3 3 3 4 4 3 3,29 4 2 4 3,33 1 4 4 4 4 4 75,29
3 2 4 3,00 2 2 2 2 1 1 4 2,00 4 1 4 3,00 2 4 4 3 3 3 59,00
4 3 3 3,33 4 3 3 3 4 4 4 3,57 3 1 4 2,67 1 4 3 4 4 4 72,57
2 1 1 1,33 3 4 4 1 1 1 1 2,14 4 4 4 4,00 1 4 4 4 3 3 57,48
4 2 3 3,00 4 4 3 3 4 4 3 3,57 4 2 2 2,67 3 3 3 3 3 3 69,24
2 3 3 2,67 4 3 3 3 4 1 3 3,00 4 2 4 3,33 3 2 3 4 4 4 68,00
3 4 3 3,33 3 3 3 3 4 4 3 3,29 3 4 3 3,33 1 3 2 3 3 4 68,95
3 4 3 3,33 2 3 3 3 2 3 3 2,71 3 2 2 2,33 2 3 2 2 3 4 60,38
3 3 3 3,00 2 2 2 2 2 2 3 2,14 2 2 3 2,33 2 4 3 3 3 4 57,48
2 3 3 2,67 2 2 2 2 2 2 3 2,14 3 3 2 2,67 3 3 2 2 2 4 54,48
3 3 3 3,00 2 2 2 2 2 2 2 2,00 3 3 2 2,67 2 3 2 2 2 4 53,67
3 4 3 3,33 1 2 2 2 4 3 3 2,43 2 3 1 2,00 1 1 4 2 2 2 52,76
3 3 2 2,67 3 3 3 3 3 3 3 3,00 3 2 2 2,33 2 4 3 3 3 4 63,00
2 2 3 2,33 2 2 3 3 2 2 2 2,29 3 2 2 2,33 2 3 2 2 2 4 51,95
3 3 3 3,00 3 3 3 3 1 2 3 2,57 4 1 1 2,00 1 3 3 2 2 4 55,57
3 2 3 2,67 2 3 3 3 2 3 2 2,57 3 2 2 2,33 2 4 2 3 3 4 58,57
3 3 3 3,00 3 3 3 3 3 3 3 3,00 3 2 2 2,33 2 4 2 2 2 4 61,33
2 2 2 2,00 2 2 2 2 2 3 2 2,14 2 2 2 2,00 2 4 2 2 2 4 49,14
3 3 3 3,00 3 3 3 3 3 3 3 3,00 2 2 2 2,00 2 4 2 4 4 4 64,00
2 2 2 2,00 2 2 2 2 2 3 3 2,29 2 2 2 2,00 2 4 2 3 3 3 51,29
3 3 3 3,00 2 3 3 3 2 3 3 2,71 3 2 2 2,33 2 3 2 2 3 4 59,05
3 3 3 3,00 2 2 3 3 3 3 3 2,71 2 2 2 2,00 2 4 2 2 2 4 57,71
3 3 3 3,00 3 3 3 3 1 2 3 2,57 3 1 1 1,67 1 4 3 3 2 4 56,24
Tabulasi Preferensi
Preferensi Petani dalam Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Biointensif
Jumlah
Pengetahuan Sikap Keterampilan
31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55
3 3 4 4 2 2 2 2 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 1 1 3 3 3 74
4 4 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 1 1 3 3 3 74
3 3 3 3 3 4 4 3 2 2 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 1 1 3 3 3 75
4 4 3 4 3 3 4 2 1 1 3 3 4 4 3 3 2 3 4 2 1 4 3 2 3 73
4 4 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 1 1 3 3 3 65
3 3 2 2 4 4 4 3 2 2 3 3 3 3 4 4 2 3 3 3 2 2 3 3 3 73
3 3 2 4 4 4 4 3 2 2 3 3 3 3 4 4 2 3 3 3 2 2 3 3 3 75
3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 81
3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 4 4 2 3 3 3 3 3 3 72
3 3 2 2 3 3 3 2 3 4 4 4 4 1 4 1 3 3 3 1 1 3 3 3 3 69
4 4 2 2 4 4 4 4 2 2 4 4 2 1 4 2 2 3 3 2 2 2 3 3 3 72
3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 1 4 2 2 3 3 2 2 3 3 3 66
3 3 2 2 3 3 3 4 2 3 3 3 3 2 2 4 2 3 3 3 2 2 3 3 3 69
3 3 2 2 2 4 4 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 1 1 3 3 3 64
3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 2 2 3 3 3 3 1 1 3 3 3 76
3 3 4 4 3 3 3 3 2 2 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 1 1 3 3 3 76
3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 4 4 4 2 2 3 3 2 2 3 3 3 70
4 4 3 3 4 3 2 3 4 4 3 3 3 2 4 3 3 2 2 2 1 1 3 3 3 72
3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 1 2 3 3 3 72
4 4 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 4 4 2 3 1 1 1 3 3 3 67
4 4 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 1 4 1 3 3 3 1 1 3 3 3 66
4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 2 3 3 3 90
4 4 3 3 4 4 4 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 76
2 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 4 4 2 3 3 3 1 1 3 3 3 70
4 4 2 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 4 2 4 2 2 3 3 1 1 3 3 3 71
3 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 1 4 4 2 3 3 3 1 2 3 3 3 70
3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 1 2 3 3 3 72
3 3 3 3 3 3 3 1 1 1 3 3 3 1 4 4 2 3 3 3 2 2 3 3 3 66
4 4 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 4 4 3 3 1 1 1 3 3 3 68
4 4 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 1 4 1 3 3 3 1 1 3 3 3 66
4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 2 3 3 3 90
4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 1 3 3 3 3 3 3 3 3 82
4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 2 3 3 3 89
4 4 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 4 1 4 4 4 3 2 2 2 3 3 3 74
4 4 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 4 1 2 2 2 2 2 3 3 3 70
1 4 1 1 1 4 4 1 1 1 4 4 4 1 1 1 1 1 1 1 1 4 3 3 3 52
3 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 2 4 4 3 3 3 3 3 86
4 4 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 2 3 3 1 1 3 3 3 70
4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 4 4 2 3 4 3 3 3 4 2 1 3 3 3 77
4 4 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 2 4 2 3 3 3 2 2 3 3 68
3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 4 2 3 3 3 2 2 3 3 3 69
3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 2 4 2 3 3 2 2 2 3 3 3 68
3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 2 4 3 3 3 3 2 2 3 3 3 70
4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 83,0
3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 77,2
3 3 2 2 3 3 3 2 3 4 4 4 4 4 1 4 1 1 3 3 1 1 3 3 3 70,5
3 3 2 2 3 3 3 4 2 3 3 3 3 2 1 4 2 3 3 3 2 2 3 3 3 70,5
4 4 3 3 4 4 4 4 2 2 4 4 4 2 1 4 2 2 3 3 1 1 3 3 3 77,0
3 3 2 2 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 78,7
3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 2 3 3 3 3 3 1 1 3 3 3 79,7
4 4 3 3 4 4 4 3 2 2 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 2 2 3 3 3 82,3
4 4 3 3 4 4 4 2 2 2 3 3 3 2 3 4 2 2 3 3 2 2 3 3 3 75,8
3 3 2 2 4 4 4 3 2 2 4 4 4 3 2 4 3 3 3 3 1 1 3 3 3 75,7
4 4 3 3 4 4 4 3 2 2 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 1 1 3 3 3 81,7
3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 1 4 2 2 3 3 2 2 3 3 3 72,8
Lampiran 3 Hasil Analisis Data Karakteristis menggunakan SPSS Hasil Analisis Data Karakteristik Responden 1. Umur
Umur
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 22.00 1 1.8 1.8 1.8
25.00 1 1.8 1.8 3.6
26.00 1 1.8 1.8 5.5
28.00 1 1.8 1.8 7.3
30.00 1 1.8 1.8 9.1
33.00 1 1.8 1.8 10.9
35.00 3 5.5 5.5 16.4
37.00 1 1.8 1.8 18.2
39.00 2 3.6 3.6 21.8
40.00 2 3.6 3.6 25.5
41.00 1 1.8 1.8 27.3
42.00 2 3.6 3.6 30.9
43.00 2 3.6 3.6 34.5
44.00 1 1.8 1.8 36.4
45.00 1 1.8 1.8 38.2
46.00 1 1.8 1.8 40.0
47.00 2 3.6 3.6 43.6
48.00 1 1.8 1.8 45.5
49.00 4 7.3 7.3 52.7
50.00 2 3.6 3.6 56.4
52.00 1 1.8 1.8 58.2
53.00 1 1.8 1.8 60.0
54.00 1 1.8 1.8 61.8
55.00 2 3.6 3.6 65.5
56.00 1 1.8 1.8 67.3
57.00 1 1.8 1.8 69.1
58.00 4 7.3 7.3 76.4
59.00 1 1.8 1.8 78.2
61.00 2 3.6 3.6 81.8
62.00 1 1.8 1.8 83.6
63.00 2 3.6 3.6 87.3
64.00 1 1.8 1.8 89.1
66.00 3 5.5 5.5 94.5
69.00 1 1.8 1.8 96.4
71.00 1 1.8 1.8 98.2
74.00 1 1.8 1.8 100.0
Total 55 100.0 100.0
Sumber: Data Primer diolah 2022 2. Pendidikan
Pendidikan
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 6.00 15 27.3 27.3 27.3
9.00 34 61.8 61.8 89.1
12.00 5 9.1 9.1 98.2
16.00 1 1.8 1.8 100.0
Total 55 100.0 100.0
Sumber: Data Primer diolah 2022 3. Lama Usaha Tani
lamausahatani
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 3.00 2 3.6 3.6 3.6
5.00 1 1.8 1.8 5.5
8.00 3 5.5 5.5 10.9
10.00 6 10.9 10.9 21.8
12.00 3 5.5 5.5 27.3
13.00 3 5.5 5.5 32.7
15.00 4 7.3 7.3 40.0
17.00 1 1.8 1.8 41.8
18.00 1 1.8 1.8 43.6
20.00 7 12.7 12.7 56.4
23.00 1 1.8 1.8 58.2
25.00 1 1.8 1.8 60.0
27.00 1 1.8 1.8 61.8
30.00 10 18.2 18.2 80.0
32.00 5 9.1 9.1 89.1
35.00 6 10.9 10.9 100.0
Total 55 100.0 100.0
Sumber: Data Primer diolah 202
Lampiran 4 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1 .488a .238 .209 29.23038 2.008
a. Predictors: (Constant), KEGIATAN PENYULUHAN, KARAKTERISTIK b. Dependent Variable: PREFERENSI PETANI
ANOVAa Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 13867.938 2 6933.969 8.115 .001b Residual 44429.589 52 854.415
Total 58297.527 54
a. Dependent Variable: PREFERENSI PETANI
b. Predictors: (Constant), KEGIATAN PENYULUHAN, KARAKTERISTIK
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B
Std.
Error Beta
1 (Constant) 159.439 47.747 3.339 .002
KARAKTERISTIK .137 .173 .103 .795 .430
KEGIATANPENYULUHAN .354 .104 .441 3.400 .001 a. Dependent Variable: PREFERENSI PETANI
Lampiran 5 Jurnal Harian
Jurnal Harian Kegiatan Tugas Akhir
Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Jurusan Pertanian Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Nama : Rahmat Faisal Gunawan
NIM : 02.1.17.0961
Pembimbing : 1. Ait Maryani, SP., M.Pd 2. Dedy Kusnadi, SP., M.Si Pembimbing Eksternal : Hedi Hadiana.
No Hari/Tanggal Kegiatan
1. Senin, 14 Maret 2022 Koordinasi dengan BPP Cikajang 2. Selasa, 15 Maret
2022
Penerimaan mahasiswa penelitian Tugas Akhir di Dinas Pertanian Kab. Garut
3. Selasa, 15 Maret 2022
Penerimaan Mahasiswa/I di BPP Cikajang
4. Rabu, 16 Maret 2022 Koordinasi dengan Penyuluh di Kecamatan CIkajang
5. Kamis, 17 Maret 2022
Koordinasi dengan Penyuluh di Kecamatan Cigedug
6. Senin, 28 Maret 2022 - Koordinasi dengan Kecamatan Cikajang - Koordinasi dengan Wilbin Desa Cigedug
Kecamatan Cigedug
7. Jum’at, 1 April 2022 - Pengisian kuesioner untuk uji validitas dan reliabilitas di Kecamatan Cikajang
- Pengisian kuisioner untuk uji validitas dan reliabilitas di Kecamatan Cigedug
8. Minggu, 3 April 2022 Persiapan lahan petak percontohan
9. Selasa, 5 April 2022 - Penanaman bibit kentang di lahan petak percontohan
- Olah data uji validitas dan reliabilitas 10. Rabu, 6 April 2022 - Penanaman bibit kentang di lahan petak
percontohan
- Olah data uji validitas dan reliabilitas
11. Rabu, 20 April 2022 Koordinasi dengan Wilbin Desa Barusuda Kecamatan Cigedug
12. Rabu, 13 April 2022 Pengisian kuesioner penelitian Desa Cigedug dan Barusuda
13. Jum’at, 15 April 2022 Pengisian kuesioner penelitian Desa Cigedug dan Barusuda
14. Sabtu, 16 April 2022 Pengisian kuesioner penelitian Desa Cigedug dan Barusuda
15. Minggu, 17 April 2022
Pengisian kuesioner penelitian Desa Mekarjaya
16. Senin, 18 April 2022 Pengisian kuesioner penelitian Desa Mekarjaya 17. Selasa, 19 April 2022 Pengisian kuesioner penelitian Desa Mekarjaya 18. Kamis, 21 April 2022 Pengisian kuesioner penelitian Desa Mekarjaya 19. Sabtu, 23 April 2022 - Kegiatan Supervisi TA ke-1
- Pengisian kuesioner penelitian Desa Mekarjaya
20.
24 – 28 April 2022 Pengolahan analisis data penelitian 21.
22.
23.
24.
25. Selasa, 31 Mei 2022 Kegiatan penyuluhan ke-1 dan ke-2 Desa Mekarjaya
26. Kamis, 2 Juni 2022 - Kegiatan Supervisi TA ke-2
- Kegiatan penyuluhan ke-3 dan ke-4 Desa Cigedug
27. Jum’at, 3 Juni 2022 - Kegiatan Penyuluhan ke-5 di Desa Mekarjaya 28. Selasa, 7 Juni 2022 Kegiatan penyuluhan ke-6 di Desa Mekarjaya 29.
1 Juni 2022 – 11 Juni
2022 Penyusunan draf laporan TA 30.
31.
32.
33.
34.
35. Senin, 13 Juni 2022 Pelepasan Mahasiswa/I di BPP Cikajang
Lampiran 6 Kegiatan Penyuluhan Sinopsis
SINOPSIS
Panca Alternatif Pengganti Pestisida
Organisme pengganggu tumbuhan (OPT) adalah semua organisme yang dapat merusak, mengganggu, atau menyebabkan kematian tumbuhan. OPT sangat memengaruhi tumbuh kembang tanaman. OPT yang berlebih dan tak terkendali akan mengakibatkan banyak kerugian pada kasus terburuknya akan menyebabkan kematian dan gagal panen. Di zaman yang serba instan sekarang ini, pelaku usaha pertanian dituntut untuk menggunakan sumberdaya yang efektif mengurangi OPT namun juga ramah lingkungan. Pada kenyataannya, masih banyak yang memilih menggunakan pestisida sintetis yang tidak ramah lingkungan daripada mencari alternatif lain yang lebih ramah lingkungan.
Teknologi pengendalian OPT ramah lingkungan merupakan cara pengendalian dengan menggunakan cara-cara yang dapat menekan dampak negatif terhadap lingkungan dan lebih mengarah pada penggunaan produk hayati yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan pestisida dalam jumlah tinggi akan berdampak pada kesehatan kita selaku konsumen. Penumpukan zat kimia pada tanaman yang kita makan tentunya akan terakumulasi dalam tubuh dan menimbulkan banyak masalah kesehatan. Maka dari itu, kita diharuskan untuk mencari alternatif yang lebih aman bagi lingkungan.
Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan sistem tumpang sari.
Dengan adanya beberapa jenis tanaman yang berbeda dalam satu tempat pembudidayaan, OPT akan kesulitan untuk membedakan mana tanaman inang utamanya. Keuntungan lain dari sistem tanam tumpang sari adalah efisiensi dalam pengolahan tanah, pemupukan, dan tenaga kerja, perbaikan iklim mikro, keseimbangan air dan daur ulang hara internal, serta meningkatkan pendapatan petani.Selanjutnya, menggunakan persilangan untuk menghasilkan bibit unggul yang tahan OPT. Penggunaan varietas unggul dapat menekan serangan OPT dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi nasional. Upaya
berbagai pihak sangat diperlukan untuk menyebarluaskan penggunaan varietas unggul dan menjamin ketersediaan benih di tingkat petani.
Penggunaan musuh alami bagi tanaman kini mulai berkurang disebabkan oleh melonjaknya penggunaan pestisida sintetis. Padahal, penggunaan musuh alami kenyataannya jauh lebih ramah lingkungan daripada menggunakan pestisida.
Pelaku usaha pertanian seringkali beranggapan bahwa musuh alami kurang cepat dalam mengurangi OPT. Hal itu disebabkan oleh banyaknya petani yang beranggapan bahwa musuh alami hanya organisme pemakan OPT seperti ular, burung hantu, elang, dan lain-lain. Padahal, OPT bisa saja dikurangi dengan organisme yang menghambat pertumbuhannya.
Feromon seks merupakan salah satu alat untuk memantau populasi hama dan sekaligus dapat digunakan untuk menekan serangan ngengat. Feromon adalah zat kimia yang berasal dari kelenjar endokrin dan digunakan oleh makhluk hidup untuk mengenali sesama jenis, individu lain, kelompok, dan untuk membantu proses reproduksi. Berbeda dengan hormon, feromon menyebar ke luar tubuh dan hanya dapat mempengaruhi dan dikenali oleh individu lain yang sejenis (satu spesies).
Feromon seks dapat digunakan untuk menarik perhatian dari OPT yang dalam kasus kali ini berupa ngengat. Aspek positif penggunaan feromon seks dalam pengendalian hama antara lain menghemat penggunaan insektisida, mencegah resistensi dan resurgensi, menghindari pencemaran lingkungan, dan mudah dikombinasikan dengan komponen pengendalian yang lain.Selain dari contoh-contoh alternatif yang sudah disebutkan di atas, kita juga dapat menggunakan biopestisida. Biopestisida adalah agen biologi atau produk- produk alam yang digunakan untuk mengontrol hama pada tanaman.
Penggunaan pestisida yang berlebihan telah menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia, khususnya petani dan pekerja di sektor pertanian. Pengaruh jangka panjang residu berbagai jenis pestisida dalam makanan belum diketahui secara pasti, namun risiko kesehatan yang ditimbulkan jelas tinggi. Selain itu, kerusakan lingkungan yang ditimbulkan juga tidak bisa kita anggap remeh. Pengendalian OPT
ramah lingkungan dapat menekan serangan OPT pada tanaman serta meningkatkan daya dukung lingkungan dan hasil panen. Penggunaan teknologi pengendali hama tersebut juga berdasarkan kearifan lokal. Artinya, sumber daya alam yang digunakan berasal dari Indonesia. Hal ini tentunya akan menambah nilai ekonomis dan pelaku usaha juga dimudahkan untuk memperoleh sumber daya alam tersebut.
Diharapkan dengan keuntungan-keuntungan yang telah disebutkan, pelaku usaha akan lebih memperhitungkan penggunaan teknologi pengendali hama berbasis kearifan lokal.
Sumber :
https://protan.faperta.unej.ac.id/pancal-pedal-panca-alternatif-pengganti-pestisida/
Wahyudin, D., Indarwati, I., Arsi, A., Astuti, T., Budiarti, L., Ramdan, E. P., ... &
Malik, A. F. (2021). Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Yayasan Kita Menulis.
Cikajang, Juni 2022 Pelaksana,
Rahmat Faisal Gunawan NIM.02.1.17.0961