• Tidak ada hasil yang ditemukan

Agus A. 2008. Panduan Bahan Pakan Ternak Ruminansia. Yogyakarta (ID): Penerbit Ardana Media.

Ako A. 2013. Ilmu Ternak Perah Daerah Tropis (Edisi Revisi). Bogor (ID): Percetakan IPB.

Anggorodi R. 2005. Ilmu Makanan Ternak Umum. Jogjakarta (ID): Gadjah Mada University Press.

Askar S, Darwinsyah L. 1985. Penuntun Analisa Bahan Makanan Ternak . Bogor (ID): Balai Penelitian Ternak.

Astuti A, Ali A, Subur P, Sasmito B. 2009. The effect of high quality feed supplement addition on the nutrient consumption and digestibility of early lactating dairy cow. Bul Pet. 33(2):81-87.

Badunglahne. 2010. Industri peternakan berkelanjutan dalam era pemanasan global. Di dalam: Badunglahne, editor. Wujudkan Pertanian yang Tangguh, Mandiri dan Berwawasan Lingkungan [Internet]. Denpasar (ID): Badunglahne. hlm 1-4; [diunduh 2014 Sept 10]. Tersedia pada: http://badunglahne.blogspot.co.id/2010/01/industri-peternakan-berkelanju tan-dalam.html

Budiman AI, Tanuwiria UH. 2005. Fermentabilitas dan kecernaan ransum lengkap sapi perah berbasis jerami padi dan pucuk tebu teramoniasi (In Vitro). JIT. 5(1):55-63.

Budiman A, Dhalika T, Ayuningsih B. 2006. Uji kecernaan serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (betn) dalan ransum lengkap berbasis hijauan daun pucuk tebu (Saccharum officinarum). JIT. (6)2:132 – 135.

Chaturvedi OH, Walli TK. 2001. Effect of feeding graded levels of undegraded dietary protein on voluntary intake, milk production and economic return in early lactating crossbred cowas. Asian-Aust J Anim Sci. (14)8:1118-1124. Damron WS. 2003. Introduction to Animal Science: Global, Biological, Social, and

Industry Prospective. Second Edraya, Pearson Education. New Jersey (US): Inc Upper Saddle River . Pp. 71-94 239-248.

D’Mello JPF. 2000. Farm Animal Metabolism and Nutrition. Wallingford (GB): CAB International Publishing.

Eckles CH, Comb WB, Macy H. 1980. Milk and Milk Product. Bombay-New Delhi (IN): Tata Mc Graw-Hill Publishing Company Ltd.

Fariani A, Astuti W, Muslim G, Abrar A. 2014. Kualitas kecernaan complete feed block (cfb) berbasis limbah industri gula sebagai pakan ternak ruminansia secara in vitro. Di dalam: Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2014, Palembang 26-27 September 2014 [Internet]. Palembang (ID): Program Sudi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. hlm 425-433; [diunduh 2015 Sept 4]. Tersedia pada: http://pur-plso.unsri.ac.id/ userfiles/77armina-fairanired(1).pdf.

Fonty G, Morvan B. 1995. Ruminal methanogenesis and its alternatives IV th International Symposium on the Nutrition of Herbivores. France (FR): Clermont - Ferrand. 16 – 17 Sept.

Gracia J, Galvez F, De Blas JC. 1993. Effect substition of sugarbeet pulp of barley in diets for finishing rabbits on growth performance and on energy and nitrogen efficiency. J Anim Sci. 71:1823-1830.

Handoko I, Las, Baharsyah JS, Fagi AM, Bey A, Ishadamy MY, Handayani PR, Ulfa NA, Risdiyanto I, Tawakal SZ, Sugiarto Y. 1996. Greenhouse Gasses Inventory from Agriculture Sector in Indonesia, ALGAS. Jakarta (ID): Ministry of Environment.

Hanum Z, Usman Y. 2011. Analisis proksimat amoniasi jerami padi dengan penambahan isi rumen. Agripet. 11(1):39 – 44.

Haryanto B, Thalib A. 2009. Emisi metana dari fermentasienterik: kontribusinya secara nasional dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada ternak.

WARTAZOA. 19(4):157-165.

Herawati T. 2012. Refleksi sosial dari mitigasi emisi gas rumah kaca pada sektor peternakan di indonesia. WARTAZOA. 22(1):35-46.

IPCC. 1995. Greenhouse Gas Inventory Workbook. UK : UNEP-OECD-IEA-IPCC. Brackwell.

Jayanegara A, Sofyan A, Makkar HPS, Becker K. 2009a. Kinetika produksi gas, kecernaan bahan organik dan produksi gas metana in vitro pada hay dan jerami yang disuplementasi hijauan mengandung tanin. Med Pet edisi Agustus 2009. 32(2):120-129.

Jayanegara A, Makkar HPS, Becker K. 2009b. Emisi metana dan fermentasi rumen in vitro ransum hay yang mengandung tanin murni pada konsentrasi rendah.

Med Pet edisi Desember 2009. 32(3):185-195.

Jentsch W, Schweigel M, Weissbach F, Scholze H, Pitroff W, Derno M. 2007. Methane production in cattle calculated by the nutrient composition of the diet. Arch Anim Nutr. (61):10–19.

Johnson KA, Johnson DE.1995. Methane emissions from cattle. J Anim Sci. 73:2483-2492.

Komalasari K, Astuti DA, Widyastuti Y, Astuti WD, Ridwan R. 2014. Rumen fermentation and milk quality of dairy cows fed complete feed silages. Med Pet. 37(1):38-42. doi: 10.5398/medpet.2014.37.1.38.

Kuswandi, 1993. Kegiatan mikroba dalam rumen dan manipulasinya untuk meningkatkan efisiensi produksi ternak. Bul Pet. 17(1):68-76

Lopez G, Ros G, Rincon F, Periago MJ, Martinez MC, Ortuno J. 1996. Relationship between physical and hydration properties ofsoluble and insoluble fiber of artichoke. J Agric Food Chem. 44:2773-2778.

Martin C, Doreau M, Morgavi DP. 2008. Methane Mitigation in Ruminants: From Rumen Microbes To The Animal. Inra, Ur 1213. Herbivores Research Unit, Research Centre of Clermont-Ferrand-Theix, F-63122. France (FR): St Genès Champanelle.

Maynard, Loosil LA, Hintz JK, HF Warner RG. 2005. Animal Nutrition. (7th Edition) McGraw-Hill Book Company. New York (US): USA.

Mc Donald P, Edward RA, Greenhalgh JFD. 1988. Animal Nutrition. Scientific and Technical. New York (US): John Wileys Sons Inc.

Mc Donald P, Edwards RA, Greenhalgh JFD, Morgan CA. 1995. Animal nutrition. London (UK): ELBS Longman.

Mirwandhono RE. 2003. Berbagai Usaha Memintas Rumenkan Asam Lemak Tak Jenuh. Bogor (ID): IPB.

31

Moss AR, Jouany JP, Newbold J. 2000. Methane production by ruminants: its contribution to global warming. Ann Zootech. 49:231-253.

Mourino FR, Akkarawongsa, Weimer PJ. 2001. Initial pH as a Determinant of Sellulose Digestion Rate by Mixed Ruminal Microorganisms in vitro. J Dairy Sci. 84:848–859.

Nasution KW. 1984. Pengaruh penambahan calcium belerang dan “cattle mix”

terhadap retensi nitrogen sapi Madura dengan ransum dasar jerami padi dan penguat serta mineral lengkap [Karya Ilmiah]. Bogor (ID): Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor.

Nurhajati T. 2013. Potensi pemberian pakan kosentrat dengan laktasi berbeda terhadap produksi susu dan laktose susu sapi perah peranakan friesian holstein. VETERINARIA Medika. 6(3):223-228.

Parakkasi A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminansia. Jakarta (ID): Indonesia University Pr.

Prayitno CH, Fitria R, Samsi M. 2014. Suplementasi heit-chrose pada pakan sapi perah pre-partum ditinjau dari profil darah dan recovery bobot tubuh post-partum. Agripet. 14(2):89-95.

Ramadhana M. 2010. Pengaruh komposisi pakan dan penambahan probiotik

Lactobacillus plantarum tsd-10 secara in vitro terhadap jumlah bakteri metanogen dan protozoa dalam rumen sapi [tesis]. Depok (ID): Fakultas MIPA Program Pascasarjana, Universitas Indonesia.

Ristianto. 2012. Effect of rumen content silage substitution to king grass basal feed on crossbreed cattle performance. Bul Pet. 36(3):174-180.

Rusli, Kurniawan R. 2011. Pemberian campuran dedak dan ampas tahu fermentasi dengan Monascus purpureus terhadap performa dan kualitas telur ayam [tesis]. Padang (ID): Program Pascasarjana, Universitas Andalas.

Santoso B, Hariadi BTj. 2008. Komposisi kimia, degradasi nutrien dan produksi gas metana in vitrorumput tropik yang diawetkan dengan metode silase dan hay. Med Pet. 31(2):128-137.

Schneider BH, Flatt WP. 1975. The Evaluation of Feed Through Digestibility Experiments. Athens (US): Univesity of Georgia Press.

Siregar SB. 2001. Peningkatan kemampuan berproduksi susu sapi perah laktasi melalui perbaikan pakan dan frekuensi pemberiannya. JITV. 6(2):76-82. Siregar SB. 2007. Manajemen Agribisnis Sapi Perah yang Ekonomis. Bogor (ID):

Pribadi Pr.

Soelistyono HS. 1976. Ilmu Bahan Makanan Ternak. Semarang (ID): Diponegoro University.

Soemarwoto I. 2001. Paradigma Baru Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Yogyakarta (ID):UGM Pr.

Soeharsono. 2008. Laktasi Produksi dan Peranan Air Susu Bagi Kehidupan Manusia. Bandung (ID): Penerbit Widya Padjadjaran.

[SNI] Standard Nasional Indonesia. 1992. Cara Uji Susu Segar. Jakarta (ID): Pusat Standardisasi Industri. Departemen Perindustrian.

Sukarini. 2006. Produksi dan kualitas air susu kambing peranakan ettawa yang diberi tambahan urea molases blok dan atau dedak padi pada awal laktasi.

Sukmawati NMS. 2011. Produktivitas dan emisi metan pada kambing perah peranakan etawah yang disuplementasi Kaliandra dan Complete Rumen Modifier (CRM) [tesis]. Bogor (ID): Institute Pertanian Bogor.

Sumantri C, Maheswari RRA, Anggraeni A, Diwyanto AK, Farajallah. 2005.

Pengaruh genotype kappa kasein (κ-Kasein) terhadap kualitas susu pada sapi perah di BPTU Baturraden. Di dalam: Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner [Internet]. Bogor (ID): IPB. hlm 358-365; [diunduh 2014 Okt 25]. Tersedia pada: http://ceces.staff.ipb.ac.id/publica tions/journal-seminar-magazine-bulletin/.

Sumihati M, Isroli, Widiyanto. 2011. Utilitas protein pada sapi perah Friesian Holstein yang mendapat ransum kulit kopi sebagai sumber serat yang diolah dengan teknologi amoniasi fermentasi (Amofer) [laporan penelitian]. 15(1):1-7. Semarang (ID): Undip.

Suprapto H, Suhartati FM, Widiyastuti T. 2013. Digestibility of crude fiber and crude fat complete feed jute waste with different protein sources on post weaning Etawa Cross Breed goat. JI Petern. Vol.1(3):938-946, September 2013.

Sutardi T. 1981. Sapi Perah dan Pemberian Makanannya. Departemen Ilmu Makanan Ternak. Bogor (ID): IPB Pr.

Tanuwiria UH, Yulianti A, Tawaf R. 2008. Pengaruh imbangan jerami padi fermentasi dan konsentrat dalam ransum terhadap fermentabilitas dan kecernaan in vitro serta performans pada sapi perah laktasi. Di dalam:

Prosiding Seminar Nasional Fakultas Peternakan Unpad, Pengembangan Sistem Produksi dan Pemanfaatan Sumberdaya Lokal untuk Kemandirian Pangan Asal Ternak [Internet]. Bandung (ID): Unpad. hlm 175-181; [diunduh 2014 Okt 15]. Tersedia pada: http://pustaka.unpad.ac.id/archives/ 124784/.

Talib C, Anggraeni A, Diwyanto K. 2000. Evaluasi genetik sapi perah FH sebagai ternak penghasil bibit 1. Evaluasi pejantan Gakuryoku. JI Petern. 6(2):149-155.

Thalib A, Widiawati Y. 2010. Peningkatan produksi dan kualitas susu dengan emisi gas metan yang rendah melalui pemberian rmk sebagai imbuhan pada ransum sapi perah. Di dalam: Prosiding Semiloka Nasional Prospek Industri Sapi Perah Menuju Perdagangan Bebas – 2020 [Internet]. Bogor (ID): Balai Penelitian Ternak. hlm 82-87; [diunduh 2014 Okt 19]. Tersedia pada: http://digilib.litbang. deptan.go.id/.

Thalib A. 2008. Buah lerak mengurangi emisi gas metana pada hewan ruminansia.

Warta PPP. 30(2).

Tillman AD, Reksohadiprodjo S, Hartadi H, Prawirokusumo S, Lebdosoekojo S. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Cetakan ke-6. Yogyakarta (ID): UGM Pr.

Tillman AD, Hartadi H, Reksohadiprodjo S, Prawirokusumo S, Lebdosoekojo S. 2005. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Yogyakarta (ID): Gadjah Mada University Press.

Tim Laboratorium ITP. 2014. Pengetahuan Bahan Makanan Ternak. Bogor (ID): Ilmu Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB.

33

Utari FD, Prasetiyono BWHE, Muktiani A. 2012. Kualitas susu kambing perah peranakan etawa yang diberi suplementasi protein terproteksi dalam wafer pakan komplit berbasis limbah agroindustri. Anim Agri J. 1(1):427-441. Van Soest PJ. 1994. Nutritional Ecology of The Ruminant. 2nd ed. Comstock

Publishing Associates A Division. Ithaca and London (UK): Cornell Univ Pr. Walpole RE. 1995. Pengantar Statistika. Jakarta (ID): PT Gramedia Pustaka

Utama.

Zakariah AM. 2012. Evaluasi kecernaan beberapa bahan pakan pada ternak Peranakan Ongole (PO) dan Peranakan Frisien Holstein (PFH) [tesis]. Yogyakarta (ID): Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada.

Dokumen terkait