• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

Dalam dokumen Rada 12345 OK (Halaman 36-40)

Agrios, G. 1978. Plant Pathology. Fourth ed. Academic press.

Agrios, G. 2005. Plant pathology 5th ed. Academic Press. New York.

Akhtar, A., Hisamuddin, M., Abbasi, Robab, dan Sharf. R. 2012. Plant rowth promoting rhizobacteria: An overview. Jurnal Natural Product Plant Resources 2(1): 19-31.

Anonim. 2005. Penerapan Pengendalian Hama terpadu Bawang Merah di Propinsi Jawa Timur. Dinas pertanian Propinsi Jawa Timur. Balai Proteksi Tanaman pangan dan Hortikultura. Jawa Timur.

Anonim. 2005. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Bawang Merah dengan Menggunakan Jaring Kelambu. Dinas Pertanian tanaman pangan, Kehutanan dan Perkebunan. Kabupaten Probolinggo. Jawa Timur.

Anonim. 2021. Pengaruh pH Tanah Terhadap Pertumbuhan Tanaman.

https://distan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/berita/40-pengaruh-ph-tanah-terhadap-pertumbuhan-tanaman. Diakses : 02 Mei 2022.

Badan Pusat Statistika dan Direktorat jendral Hortikultura. 2019. Produksi Sayuran di Indonesia Tahun 2015-2019 (https://webcache.googleusercontent.

com/search?q=cache:5_rRov6lC0YJ:https://www.pertanian.go.id/home/

index.php%3Fshow%3Drepo%26fileNum%3D307+&cd=14&hl=ban&

ct=clnk&gl=id.pdf) Diakses pada 12 Februari 2021.

Banna, MZA dan Hartati. 2018. Aktivitas Penghambatan Isolat Bakteri dan Rizosfer dari Empat Jenis Bambu Toraja Terhadap Jamur Penyebab Busuk Tanaman. Prodi Biologi, STIKIP Pembangunan, Makasar.

Bagus, K., Udiarto, Setiawati, W., dan Suryaningsih, E. 2005. Pengenalan hama dan Penyakit Pada tanaman Bawang merah dan Pengendaliannya.

Panduan Teknis. Bandung. PTT Bawang Merah No. 2 (1) : 1-4.

Beneduzi, A., Ambrosi, A., and Passaglia, L. M. P. 2012. Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) : Their Potential as Antagonists and Biocontrol Agents. Genetic and Molecular Biology 35 (4 ): 1044-1051.

BPTPH. 2020. Cara pembuatan Plant Growth Promothing Rizhobacteria (PGPR) Menggunakan Akar Bambu. Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura. Banjarbaru.

Budi, IS., Mariana dan I. Fachruzi. 2011. Aplikasi Kombinasi Jamur Endofit Dan Bakteri Rizosfir Dalam Mengendalikan Penyakit Busuk Pangkal Batang Rhizoctonia Di Lahan Pasang Surut Tipe D. Jurnal Agroscientieae, Volume 18, Nomor 3, Desember 2013.

Cook, R. J., and Baker, K. F. 1996. The Nature And Practice Of Biological Control Of Plant Patogens. Minnesota. APS Press.

Darmawan, A.R.B. 2015. Pengaruh Macam dan Takaran Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Adas (Foeniculum vulgare Mill.). (Ziraah, Volume 40 Nomor 3, Hal. 175-183.

Dewi AO, Erly. 2015. Pemanfaatan Sludge Biogas Sebagai Pupuk Organik pada Budidaya Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus) di Tanah Gambut Pedalaman. Skripsi. Fakultas Pertanian UPR. Palangka Raya.

Dwidjoseputro. 1978. Dasar- Dasar Mikrobiologi. Djambatan. Jakarta.

Frank, B. 1889. Uber die pilzsymbiose der Leguminosen. Berichte der Deutschen Botanschaft 7 ; 332-346.

Flugge. 1886. Species Synonym. Micrococcus roseus Flugge. The Integrated Taxonomic Information System. Published in: Int. J. Syst. Bacteriol. 30 : 320.

Hasanuddin. 2003. Peningkatan ketersediaan dan serapan N dan P serta hasil tanaman jagung melalui inokulasi mikoriza, azotobacter dan bahan organic pada ultisol. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 5(2): 83-89.

Khalid, A., M. Arshad, and Z.A. Zahir. 2004. Screening Plant Growth-Promoting Rhizobacteria for Improving Growth and Yield of Wheat.

Kurniawan, SE., Mahyarudin, dan A. Rialita. 2021. Aktivitas Antibakteri Isolat Bakteri Endofit Daun Pegagan (Centella asiatica) Terhadap Staphylococcus Aureus. BIOMA: Jurnal Ilmiah Biologi, 10(1), April 2021, 14-29.

Laba, I. W. 2012. Formulasi Produk Pestisida Nabati Berbahan Aktif Saponin, Azadiracthin, Eugenol dan Sitronela Untuk Mengendalikan Hama Utama Kakao (Conopomorpha cramerella, Hydrosidra sp., Heopeltis sp.), Kementrian Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Rempah, Bogor.

Machmud, M., Sudjadi, M., dan Suryadi, Y. 2002. Seleksi dan karakterisasi mikroba antagonis. Balai penelitian bioteknologi dan sumberdaya genetic pertanian (http://www/indobiogen.or.id/terbitan/prosiding/full text_pdf) diakses pada 14 Februari 2021.

Munib, A. S. Wiyono, dan Suwarno. 2012. Pemanfaatan Bakteri Endofit Untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Kesehatan Tanaman Padi Gogo.

Prosiding Hasil-hasil Penelitian IPB. Bogor.

Ningsih, D., Riana, Z., dan Kartika, D. 2016. Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Serta Uji Aktivitas Ekstrak Daun Sirsak Sebagai Antibakteri.

Jurnal Molekul 11 (1) : 101-111.

Prasetya, M. Eka, A. Suprihadi, E. Kusdiyatini. 2014. Eksplorasi Rhizobacteria Indegenous Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens Linn.) dari Pertanian Semi Organik Desa Batur Kabupaten Semarang Sebagai Agen Hayati Pengendalian Pertumbuhan Jamur Fusarium oxysporum f.sp capsica. Jurnal Biologi. Volume 3 No.3.

Rangkuti, E.E., S. Wiyono dan Widodo. 2017. Identifikasi Colletotrichum spp.

Asal Tanaman Pepaya. Jurnal Fitopatologi Indonesia. Volume 13, Nomor 5, September 2017, Halaman 175-183.

Resti, Z., E. Sulyanti dan Reflin. 2018. Konsorsium bakteri endofit sebagai pengendali hayati Ralstonia solanacearum dan pemacu pertumbuhan tanaman cabai. Proseding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia Volume 4 Nomor 2 Desember 2018, Halaman 208-204.

Rizki. 2016. Pengaruh pH dan suhu terhadap produksi antibiotika dari isolat bakteri endofitik pada tumbuhan Andalas (Morus macroura Miq.).

Jurusan Biologi Fakultas MIPA, Universitas Andalas. Padang.

Ryan, RP, K Germaine, A Franks, DJ Ryan, and DN Dowling. 2008. Bacterial endophytes: Recent developments and applications. FEMS Microbiology Letters. 278: 1-9

Saputri, A., L. Soesanto, E. Mugiastuti, A. Umayah, dan A. Sarjuti. 2019.

Eksplorasi dan Uji Virulensi Bakteri Bacillus sp. Endofit Jagung Terhadap Penyakit Busuk Pelepah Jagung. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Indonesia. JIPI. 22(2), 70-78 (2020).

Semangun. 2008. Penyakit-Penyakit Tanaman Perkebunan di Indonesia. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Singh, R. P. 2000. Novel Biodegradable Flocculant based on polysaccharides.

Current Science. 78 : 798-802

Soedomo, R. P. 2006. Seleksi Induk Tanaman Bawang Merah. J Hort. 16 (4) : 269-282.

Supriati, L. 2005. Potensi Antagonis pada lahan gambut untuk mengendalikan penyakit rebah semai (Sclerotium rolfsii sacc.) pada tanaman kedelai.

Seminar Hasil Penelitian. Fskultas Pasca sarjana. Universitas Brawijaya.

Malang.

Surtiningsih, T., Farida, dan Nurhariyati, T. 2009. Biofertilizer Bakteri Rhizobium pada Tanaman Kedelai (Glycine Max (L) Merr.). Jurnal Berk. Penel.

Hayat: 15: 31-35.

Sutrisna, N., Ishaq, I., dan Suwalan, S. 2003. Kajian rakitan budidaya bawang daun (Allium fistulosum L.) pada lahan dataran tinggi di Bandung, Jawa Barat.

Jurnal Pengembangan Teknik Pertanian.

Thakuria, D., N.C. Talukdar, C. Goswami, S. Hazarika, and R.C. Boro. 2004.

Characterization and Screening of Bacteria from Rhizosphere of Rice Grown in Acidic Soils of Assam. Hazarika, and R.C. Boro.

Vasudevan P, Reddy ms, Kavitha s, Velusamy p, paulraj rsd. 2002. Role of biological preparations in enhancement of rice seedling growth and grain yield. Current science. 83:1140-1143.

Yitnosumarto. 1993. Percobaan Perancangan, Analisis, dan Interpretasinya. PT.

Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Yudiarti, T. 2007. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Graha Ilmu. Jakarta.

Yulianti,T.,2013. Pemanfaatan endofit sebagai agensia pengendali hayati hama dan penyakit tanaman.Buletin tanaman tembakau, serat & minyak industri.5(1).

Dalam dokumen Rada 12345 OK (Halaman 36-40)

Dokumen terkait