AAK. 2009. Teknik Bercocok Tanam Jagung. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. Amanto H dan Haryanto. 1999. Ilmu Bahan. Bumi Aksara. Jakarta.
Boentarto. 2000. Mengatasi Kerusakan Listrik Mobil. Puspa Swara, Jakarta. Cooper EL. 1992. Agricultural Mechanics.Fundamentals and Applications 2nd
Edition. The United State of America: Delmar Publisher Inc.
Darun. 2002. Ekonomi Teknik. Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU, Medan.
Daryanto. 1993. Dasar-Dasar Teknik Mesin. Bina Aksara. Jakarta.
Daywin F .J. R .G Sitompul dan Hidayat. 2008. Mesin-Mesin Budidaya Pertanian di Lahan Kering.Graha Ilmu. Jakarta
Hagendoorn. 1992. Konstruksi Mesin. PT. Rosda Jaya Putra. Jakarta.
Hardjosentono. dkk. 1996. Mesin-Mesin Pertanian. Bumi Aksara. Jakarta.
Mabie H. H and F. W Ocvirk. 1967. Mechanics and Dynamic of Machinery. Jhon Wiley & Sons. Inc. New York.
Nastiti D, P Sriwulan dan R. A Farid. 2008. Analisis Finansial Agribisnis Pertanian. BPTP. Kalimantan Timur.
Pudjanarsa A dan Nursuhud D. 2008. Mesin Konversi Energi. Andi Press. Yogyakarta.
Purba R. 1997. Analisa Biaya dan Manfaat. PT. Rineka Cipta. Jakarta.
Smith H. P and L. H Wilkes. 1990. Mesin dan Peralatan Usaha Tani. Terjemahan Tri Purwadi. UGM Press. Yogyakarta.
Soeharno. 2007. Teori Mikroekonomi. Andi Offset. Yogyakarta.
Sukirno. 1999. Mekanisasi Pertanian. UGM. Yogyakarta.
Sularso dan K. Suga. 2002. Dasar perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin. PT. Pradnya Paramita. Jakarta.
Waldiyono. 2008. Ekonomi Teknik (Konsep Teori dan Aplikasi). Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Menggambar dan menentukan dimensi alat
Memilih bahan
Mengukur bahan yang Lampiran 1. Flowchart pelaksanaan penelitian
Memotong bahan yang digunakan sesuai dengan
dimensi pada gambar
Mengelas alat Merangkai alat
Menggerinda permukaan alat yang kasar
a b
Mengecat alat Merancang bentuk alat
tidak Lampiran 1. (Lanjutan) Menguji alat Menganalisa data Data Layak? Mengukur parameter a Selesai b Ya
Lampiran 2. Perhitungan daya motor listrik P = Fv P = (mg)(ωr) dimana: P = daya (HP) F = gaya (N) v = kecepatan linear (m/s) m = massa (kg) g = gravitasi (9,8 m/s2)
ω = kecepatan sudut (rad/s)
r = jari-jari (m) n = putaran (rpm) Diketahui:
Jumlah beban maksimum 5 kg, putaran 3600 rpm, dan jari-jari rotor 4,15 cm. ω=2�� 60 ω=2�3,14�3600 60 ω = 376,8 rad/s
Lampiran 2. (Lanjutan) Jadi, P = (5 kg x 9,8 m/s2) (376,8 rad/s x 0,0415 m) P = 49N x 15,6372 m/s P = 766,22 Nm/s P = 766,22 W Lampiran 2. (Lanjutan) P = 0,76622 KW 0,746 P = 1,027 HP
Berdasarkan perhitungan daya yang bekerja pada alat pemipil jagung maka motor listrik yang digunakan pada penelitian ini adalah motor listrik yang memiliki daya 1 HP.
Lampiran 3. Kapasitas efektif alat Percobaan Berat Bahan
(Kg) Waktu Pemipilan (detik) Berat Biji Jagung yang Dipipil (Kg) Berat Tongkol (Kg) Berat Jagung yang Hilang I 5 164 4.05 0.90 0.05 II 5 151 4.15 0.80 0.05 III 5 152 4.10 0.85 0.05 Rataan 5 155.67 4.10 0.85 0.05
Kapasitas Alat = Rataan Berat Jagung yang dikupas Waktu
= 5 kg 155,67 detik
= 0,0321 kg/detik x 3600 = 115,632 kg/jam
Lampiran 4. Analisis ekonomi 1. Unsur produksi
1. Biaya pembuatan alat (P) = Rp. 3.000.000 2. Umur ekonomi (n) = 5 tahun 3. Nilai akhir alat (S) = Rp. 300.000
4. Jam kerja = 7 jam/hari
5. Produksi/hari = 809,42 kg/hari 6. Biaya operator = Rp. 48565,20/hari 7. Biaya listrik = Rp. 123,58/jam 8. Biaya perbaikan = Rp. 324/jam 9. Bunga modal dan asuransi = Rp. 144.000/tahun
10.Jam kerja alat per tahun = 2100 jam/tahun ( asumsi 300 hari efektif berdasarkan tahun 2014) 2. Perhitungan biaya produksi
a. Biaya tetap (BT)
1. Biaya penyusutan (D) Dt= (P-S) (A/F, i, n) (F/P, i, t-1)
Tabel perhitungan biaya penyusutan dengan metode sinking fund
Akhir Tahun Ke (P-S) (Rp) (A/F, 6%, n) (F/P, 6%, t-1) Dt
0 - - - - 1 2.700.000 1 1 2.700.000 2 2.700.000 0,4854 1,0600 1.389.214,80 3 2.700.000 0,3141 1,1236 952.891,45 4 2.700.000 0,2286 1,1910 735.109,02 5 2.700.000 0,1774 1,2625 604.712,25
Lampiran 4. (Lanjutan)
2. Bunga modal dan asuransi (I)
Bunga modal pada bulan Agustus 6% dan Asuransi 2%
I = i(P)(n+1) 2n
= (8%)Rp . 3.000.000 (5+1) 2(5)
= Rp. 144.000/tahun Tabel perhitungan biaya tetap tiap tahun
Tahun D (Rp) I (Rp)/tahun Biaya tetap
(Rp)/tahun 1 2.700.000 144.000 2.844.000 2 1.389.214,80 144.000 1.533.214,80 3 952.891,45 144.000 1.096.891,45 4 735.109,02 144.000 879.109,02 5 604.712,25 144.000 748.712,25
b. Biaya tidak tetap (BTT)
1. Biaya perbaikan alat (reparasi)
Biaya reparasi = 1,2%(P−S) 100 = 1,2%(Rp .5.100.000−Rp .510.000) 100 jam = Rp. 324/jam 2. Biaya operator
Upah operator memipil jagung 100 kg sebesar Rp. 6000. Sehingga diperoleh biaya operator Jumlah produksi per hari = 809,42 kg.
Lampiran 4. (Lanjutan)
Biaya operator per hari =Jumlah produksi
50 kg x Rp. 6000 = 809,42 kg 100 kg x Rp. 6000 = Rp. 48565,20/hari = Rp. 6937,89/jam 3. Biaya listrik Motor penggerak 1 HP = 0,75 KW Biaya Listrik = 0,75 KW × Rp. 708/KWH = Rp. 531/jam
Total biaya tidak tetap = Rp. 7.792,89/jam c. Biaya pemipilan jagung
Biaya pokok =
[
BTx + BTT
]
CTahun BT (Rp/tahun)
x
(jam/tahun) BTT (Rp/jam) C (jam/kg) BP (Rp/kg)
1 2.844.000 2100 7.792,89 0,0086 78,855
2 1.533.214,80 2100 7.792,89 0,0086 73,474
3 1.096.891,45 2100 7.792,89 0,0086 71,683
4 879.109,02 2100 7.792,89 0,0086 70,789
Lampiran 5. Break even point
Break even point atau analisis titik impas (BEP) umumnya berhubungan dengan proses penentuan tingkat produksi untuk menjamin agar kegiatan usaha yang dilakukan dapat membiayai sendiri (self financing), dan selanjutnya dapat berkembang sendiri (self growing). Dalam analisis ini, keuntungan awal dianggap sama dengan nol.
N = F (R−V)
Biaya tetap (F) tahun ke- 5 = Rp. 748.712,25/tahun
= Rp. 779,91/jam (1 tahun = 960 jam) = Rp.6,74/kg (1 jam = 115,631 kg) Biaya tidak tetap (V) = Rp. 7.792,89/jam (1 jam = 115,632 kg)
= Rp. 67,39/kg
Penerimaan setiap produksi (R) = Rp.200/kg (harga ini diperoleh dari perkiraan di lapangan)
Alat akan mencapai break even point jika alat telah mengupas jagung sebanyak :
N = F (R−V)
= Rp .748.712,25/tahun
(Rp .200/kg−Rp .67,39/kg )
Lampiran 6. Net present value
Berdasarkan persamaan (9), nilai NPV alat ini dapat dihitung dengan rumus: CIF-COF ≥ 0
Investasi = Rp. 3.000.000 Nilai akhir = Rp. 300.000 Suku bunga bank = 6%
Suku bunga coba-coba = 8%
Umur alat = 5 tahun
Pendapatan = penerimaan x kapasitas alat x jam kerja alat 1 tahun dengan asumsi alat bekerja pada kapasitas penuh = Rp. 48.720.000/tahun
Pembiayaan = biaya pokok x kapasitas alat x jam kerja alat 1 tahun Tabel perhitungan pembiayaan tiap tahun
Tahun BP (Rp/kg) Kap. Alat (kg/jam) Jam kerja (jam/tahun) Pembiayaan 1 78,855 116 2100 19.209.069 2 73,474 116 2100 17.898.283,80 3 71,683 116 2100 17.461.960,45 4 70,789 116 2100 17.244.178,02 5 70,254 116 2100 17.113.781,25
Lampiran 6. (Lanjutan) Cash in Flow 6%
1. Pendapatan = Pendapatan x (P/A, 6%,5) = Rp. 48.720.000 x 4,2124 = Rp. 205.228.128
2. Nilai akhir = Nilai akhir x (P/F, 6%,5) = Rp. 300.000 x 0,7473 = Rp. 224.190
Jumlah CIF = Rp. 205.452.318 Cash out Flow 6%
1. Investasi = Rp. 3.000.000
2. Pembiayaan = Pembiayaan x (P/F, 6%,n) Tabel perhitungan pembiayaan
Tahun (n) Biaya (P/F, 6%, n) Pembiayaan (Rp)
1 19.209.069,00 0,9434 18.121.835,69 2 17.898.283,80 0,89 15.929.472,58 3 17.461.960,45 0,8396 14.661.062,00 4 17.244.178,02 0,7921 13.659.113,41 5 17.113.781,25 0,7473 12.789.128,73 Total 75.160.612,41
Lampiran 6. (Lanjutan) Jumlah COF = Rp. 3.000.000 + Rp. 71.556.558,80 = Rp.78.160.612,41 NPV 6% = CIF – COF = Rp. 205.452.318 – Rp.78.160.612,41 = Rp. 127.291.705,59
Jadi besarnya NPV 6% adalah = Rp. 127.291.705,59 > 0 maka usaha ini layak untuk dijalankan.
Lampiran 7. Internal rate of return
Internal rate of return (IRR) ini digunakan untuk memperkirakan kelayakan lama (umur) pemilikan suatu alat atau mesin pada tingkat keuntungan tertentu. Internal rate of return (IRR) adalah suatu tingkatan discount rate, dimana diperoleh B/C ratio = 1 atau NPV = 0. Berdasarkan harga dari NPV = X (positif) atau NPV= Y (positif) dan NPV = X (positif) atau NPV = Y (negatif), dihitunglah harga IRR dengan menggunakan rumus berikut :
IRR = p% + �
�+�x (q% - p%) (positif dan negatif) dan
IRR = q% + �
�−�x (q% - p%) (positif dan positif) Dimana: p = suku bunga bank paling atraktif
q = suku bunga coba-coba ( > dari p) X = NPV awal pada p
Y = NPV awal pada q
Suku bunga bank paling atraktif (p) = 6% Suku bunga coba-coba ( > dari p) (q) = 8%
Lampiran 7. (Lanjutan) Cash in Flow 8%
1. Pendapatan = Pendapatan x (P/A, 8%,5) = Rp. 48.720.000 x 3,9927 = Rp. 194.524.344
2. Nilai akhir = Nilai akhir x (P/F, 8%,5) = Rp. 300.000 x 0,6806 = Rp. 204.180
Jumlah CIF = Rp. 194.728.524 Cash out Flow8%
1. Investasi = Rp. 3.000.000
2. Pembiayaan = Pembiayaan x (P/A, 8%,5) Tabel perhitungan pembiayaan
Tahun (n) Biaya (P/F, 6%, n) Pembiayaan (Rp)
1 19.209.069,00 0,9259 17.785.676,99 2 17.898.283,80 0,8573 15.344.198,70 3 17.461.960,45 0,7938 13.861.304,21 4 17.244.178,02 0,735 12.674.470,84 5 17.113.781,25 0,6806 11.647.639,52 Total 71.313.290,26
Lampiran 7. (Lanjutan) Jumlah COF = Rp. 3.000.000 + Rp. 71.313.290,26 = Rp. 74.313.290,26 NPV 8% = CIF – COF = Rp. 194.728.524 – Rp. 74.313.290,26 = Rp. 120.415.233,74
Karena nilai X dan Y adalah positif maka digunakan rumus:
IRR = q% + �
�−�x (q% - p%)
= 8% + 127.291.705,59
127.291.705,59 – 120.415.233, x (8% - 6%)
Lampiran 8. Spesifikasi alat Total Panjang : 47,9 cm Lebar : 29,2 cm Tinggi : 71,8 cm Lubang Pemasukan Diameter : 10,1 cm Tinggi : 5 cm Mata Pisau Pemipil
Diameter : 8,3 cm Tinggi : 4,2 cm Penyangga Panjang : 65 cm Lebar : 65 cm Tinggi : 83 cm Pulley
Pulley rotor : 12 inchi Pulley motor : 3 inchi
V-belt
Diameter : 61 inchi (A-61)
Tenaga
Keterangan : 1. Penutup
2. Saluran pengeluaran 3. V-belt
4. Motor listrik Lampiran 9. Gambar teknik
Tampak atas Tampak isometri
Lampiran 9. (Lanjutan)
RANGKA ALAT
Skala 1 : 20
Tampak atas Tampak isometri
Lampiran 9. (Lanjutan)
MATA PISAU PEMIPIL
Tampak atas Tampak isometri
Lampiran 10. Gambar buah jagung
Jagung sebelum dipipil
Biji jagung setelah dipipil
Lampiran 11. Alat pemipil jagung
Tampak depan
Tampak samping