Anggorodi R. 1979. Ilmu Makanan Ternak Umum. Jakarta (ID): PT Gramedia. Arora SP. 1989. Pencernaan Mikroba pada Ruminansia. Murwani R, penterjemah.
Yogyakarta (ID): UGM Pr. Terjemahan dari: Microbial Digestion in Ruminants.
Asngad A. 2005. Perubahan kadar protein pada fermentasi jerami padi dengan penambahan onggok untuk makanan ternak. Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi. 6(1):65-74.
Basuki T, Wiryasasmita R. 1987. Improvement of the nutritive value of straw by biological treatment. Di dalam: Zakaria Y, Novita CI, Samadi. 2013. Efektivitas fermentasi dengan substrat yang berbeda terhadap kualitas jerami padi. Jurnal Ilmiah Agripet. 13(1):22-25.
Blakely J, Bade DH. 1985. Ilmu Peternakan. Srigandono B, penerjemah; Soedarsono, editor. Yogyakarta (ID): Gadjah Mada University Press. Terjemahan dari: The Science of Animal Husbandry. Ed ke-4.
Bolsen K, Sapienza. 1993. Teknologi silase, penanaman, pembuatan dan pemberiannya pada ternak. Di dalam: Yusmadi. 2008. Kajian mutu dan palatabilitas silase dan hay ransum komplit berbasis sampah organik primer pada kambing peranakan etawah [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Bolsen K, Ashbell G, Wilkinson JM. 2000. Biotechnology in Animal Feeds and Animal Feeding: Sillage Additive. New York (USA): Basel Cambridge.
Budiono RS. 1997. Potensi kombinasi asam amino urea molases block dalam meningkatkan produksi dan kualitas susu sapi perah. Di dalam: Soepranianondo K, Nazar DS, Handiyatno D. 2007. Potensi jerami padi yang diamoniasi dan difermentasi menggunakan bakteri selulotik terhadap konsumsi bahan kering, kenaikan berat badan dan konversi pakan domba.
Media Kedokteran Hewan. 23(3):202-205.
Campbell JR, Kenealy MD, Campbell KL. 2006. Animal sciences. Di dalam: Imran S, Budhi PS, Ngadiyono N, Dahlanuddin. 2012. Pertumbuhan pedet sapi bali lepas sapih yang diberi rumput lapangan dan suplementasi daun turi (Sesbania grandiflora). Agrinimal. 2(2):55-60.
Chesson. 1978. Measuring preference in selective predation. Di dalam: Krebs CJ. 1989. Ecologycal Methodology. New York (US): Harper and Row Publishers.
Cullison AE. 1982. Feeds and Feeding. 3th Ed. Virginia (US): Reston Publishing. Darmono. 1993. Tata Laksana Usaha Sapi Kereman. Yogyakarta (ID): Kanisius. Dradjat AS. 2002. Satwa Harapan (Rusa Indonesia). Mataram (ID): Mataram
University Press.
Ella A. 2002. Produktivitas dan nilai nutrisi beberapa jenis rumput dan leguminosa pakan yang ditanam pada lahan kering iklim basah. Di dalam: Adrianton. 2010. Pertumbuhan dan nilai gizi tanaman rumput gajah pada berbagai interval pemotongan. Jurnal Agroland. 17(3):192-197.
Ensminger ME. 1991. Animal Science. 9th Ed. Danville (US): Interstate Publishing. Fathul. 1997. Kualitas gizi silase hijauan jagung (Zea mays) dengan berbagai
bahan media dan masa fermentasi yang berbeda. Di dalam: Asngad A. 2005. Perubahan kadar protein pada fermentasi jerami padi dengan penambahan onggok untuk makanan ternak. Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi. 6(1):65-74.
Firdus, Astuti DA, Wina E. 2004. Pengaruh kondisi fisik kaliandra dan campurannya dengan gamal segar terhadap konsumsi dan kecernaan nutrien pada domba. JITV. 9(1):12-16.
Foley RC, Bath D, Dickinson F, Tunker H. 1973. Dairy cattle principles, practices, problem, profit. Di dalam: Santi RK, Fatmasari D, Widdyawati SD, Suprayogi WPS. 2012. Kualitas dan nilai kecernaan in vitro silase batang pisang (Musa paradisiaca) dengan penambahan beberapa akselerator.
Tropical Animal Husbandry. 1(1):15-23.
Garsetiasih R. 1990. Potensi lapangan rerumputan rusa timor di Pulau Menipo pada musim kemarau. Laporan Teknis. Balai Penelitian Kehutanan Kupang. Garsetiasih R. 2007. Daya cerna jagung dan rumput sebagai pakan rusa (Cervus
timorensis). Buletin Plasma Nutfah. 13(2):88-92.
Garsetiasih R, Sutrisno E. 1997. Hubungan karakteristik vegetasi dengan aktivitas rusa timor (Cervus timorensis) di Taman Wisata Alam Pulau Menipo Nusa Tenggara Timur. Kupang. Ekspose Hasil Penelitian BPK Kupang. Pp:79-85. Garsetiasih R, Takandjanji M. 2006. Model penangkaran rusa. Makalah Utama pada Ekspose Hasil-Hasil Penelitian: Konservasi dan Rehabilitasi Sumberdaya Hutan. Padang 20 September 2006.
Gaspersz V. 1991. Metode Perancangan Percobaan untuk Ilmu-Ilmu Pertanian, Ilmu-Ilmu Teknik dan Biologi. Bandung (ID): Armico.
32
Gunawan B, Tangendaja, Zainuddin D, Darma J, Thalib A. 1988. Silase. Laporan Penelitian. Bogor (ID): Balai Penelitian Ternak Ciawi.
Hasan S. 2012. Hijauan Pakan Tropik. Bogor (ID): IPB Pr.
Hasiholan W. 1995. Daya dukung habitat dan penentuan target pemanenan satwa buru (Cervus timorensis de Blainville) di Taman Buru Pulau Ndana [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Hernaman I, Hidayat R, Mansyur. 2005. Pengaruh penggunaan molases dalam pembuatan silase campuran ampas tahu dan pucuk tebu kering terhadap nilai pH dan komposisi zat-zat makanannya. Jurnal Ilmu Ternak. 5(2):94-99. Hidayat, Akbarillah T. 2009. Palatabilitas beberapa hijauan pakan pada kelinci.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia. 4(1):11-16.
Imran, Budhi SPS, Ngadiyono N, Dahlanuddin. 2012. Pertumbuhan pedet sapi bali lepas sapih yang diberi rumput lapangan dan disuplementasi daun turi (Sesbania grandiflora). Agrinimal. 2(2):55-60.
Ishak. 1996. Analisis pola penggunaan waktu populasi rusa jawa (Cervus timorensis floreinsis) menurut jenis kelamin dan kelas umur di Pulau Rinca Taman Nasional Komodo [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. Iswoyo, Widiyaningrum. 2008. Pengaruh jarak waktu pemberian pakan konsentrat
dan hijauan terhadap produktivitas kambing peranakan etawah lepas sapi.
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan. 11(2):70-74.
Jacoeb TN, Wiryosuhanto SD. 1994. Prospek Budidaya Ternak Rusa. Yogyakarta (ID): Penerbit Kanisius.
Jeya M, Zhang A, Kim A, Lee JK. 2009. Enhanced saccharification of alkali-treated rice straw by cellulose from trametes hirsuta and statistical optimization of hydrolysis conditions by RSM. Bioresource Technol. 100:5155-5161.
Johnson RA, Bhattacharyya GK. 2010. Statistics Principles and Methods. 6th Ed. USA (US): John Wiley and Sons Inc.
Kartadisastra HR. 1997. Penyediaan dan Pengelolaan Pakan Ternak Ruminansia (Sapi, Kerbau, Domba dan Kambing). Yogyakarta (ID): Penerbit Kanisius. Krause DO, Bunch RJ, Colan LI, Kennedy PM, Smith WJ, Mackie RI,
McSweeney CS. 2001. Repeated dosing of Ruminococcus spp. does not result in persistence, but changes in other microbial populations occur that can be measured with quantitative-165-V RNA-based probes. Microbiol.
147:1719-1729.
Kuswandi. 2007. Peluang pengembangan ternak kerbau berbasis pakan limbah pertanian. Jurnal Wartazoa. 17(3):137-146.
Kwatrina RT, Takadjandji M, Bismark M. 2011. Ketersediaan tumbuhan pakan dan daya dukung habitat Rusa timorensis de Blainville 1822 di kawasan Hutan Penelitian Dramaga. Buletin Plasma Nutfah. 17(2):129-137.
Lado L. 2007. Evaluasi kualitas silase rumput sudan (Sorghum sudanense) pada penambahan berbagai macam aditif karbohidrat mudah larut. Di dalam: Santi RK, Fatmasari D, Widdyawati SD, Suprayogi WPS. 2012. Kualitas dan nilai kecernaan in vitro silase batang pisang (Musa paradisiaca) dengan penambahan beberapa akselerator. Tropical Animal Husbandry. 1(1):15-23. Lamid M, Chuzaemi S, Puspaningsih NNT, Kusmartono. 2006. Inokulasi bakteri
xilanolitik asal rumen sebagai upaya peningkatan nilai nutrisi jerami padi.
Lelono A. 2003. Pola aktivitas harian individual rusa (Cervus timorensis) di penangkaran. J. Ilmu Dasar. 4(1):48-53.
Lloyd DH. 1991. Nutrion and growth manual. Di dalam: Panggabean G. 2010. Pengaruh pemberian berbagai pakan konsentrat terhadap efisiensi produksi dan ekonomi usaha ternak kambing. Visi. 18(2):223-237.
Manly BFJ. 1972. Tables for the analysis of selective predation experiments. Di dalam: Krebs CJ 1989. Ecologycal Methodology. New York (US): Harper and Row Publishers.
Maynard LA, Loosly JK, Hintz HF, Warner RG. 1979. Animal nutrition. Di dalam: Prasetiyono, Suryahadi, Toharmat T, Syarief. 2007. Strategi suplementasi protein ransum sapi potong berbasis jerami dan dedak padi. Media Peternakan. 30(3):207-217.
McIlroy RC. 1964. Pengantar Budidaya Padang Rumput Tropika. Susetyo S, Soedarmadi, Kismono I, Harini S, penerjemah. Jakarta (ID): Paradnya Paramita. Terjemahan dari: An Introduction to Tropical Grassland Husbandry. Oxford Univ Press.
Mochtar M, Tedjowahjono S. 1985. Pemanfaatan tetes sebagai hasil samping industri gula dalam menunjang perkembangan peternakan. Di dalam: Hernaman I, Hidayat R, Mansyur. 2005. Pengaruh penggunaan molases dalam pembuatan silase campuran ampas tahu dan pucuk tebu kering terhadap nilai pH dan komposisi zat-zat makanannya. Jurnal Ilmu Ternak. 5(2):94-99.
Muck RE. 2004. Effects of corn silage inoculants on aerobic stability. American Society of Agricultur Engineers. 47(4):1011-1016.
Mukhtar AS. 1996. Studi dinamika populasi rusa (Cervus timorensis de Blainville) dalam menunjang manajemen Taman Buru Pulau Moyo Provinsi Nusa Tenggara Barat [disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. Nevy DH. 1999. Perlakuan biologi dan kimiawi untuk meningkatkan mutu daun
kelapa sawit sebagai bahan baku pakan domba. Di dalam: Hernaman I, Hidayat R, Mansyur. 2005. Pengaruh penggunaan molases dalam pembuatan silase campuran ampas tahu dan pucuk tebu kering terhadap nilai pH dan komposisi zat-zat makanannya. Jurnal Ilmu Ternak. 5(2):94-99. Novita CI, Sudono A, Sutama IK, Toharmat T. 2006. Produktivitas kambing
peranakan etawah yang diberi ransum berbasis jerami padi fermentasi.
Media Peternakan. 29(2):96-106.
Parakkasi A. 1995. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminansia. Jakarta (ID): UI Pr.
Pond WG, Church DC, Pond KR, Schoknet PA. 2005. Basic animal nutrition and feeding. Di dalam: Imran S, Budhi PS, Ngadiyono N, Dahlanuddin. 2012. Pertumbuhan pedet sapi bali lepas sapih yang diberi rumput lapangan dan suplementasi daun turi (Sesbania grandiflora). Agrinimal. 2(2):55-60. Prawirakusuma S. 1994. Ilmu Gizi Komparatif. Yogyakarta (ID): UGM Pr.
Preston L. 2005. Feed composition tables. Di dalam: Soepranianondo K, Nazar DS, Handiyatno D. 2007. Potensi jerami padi yang diamoniasi dan difermentasi menggunakan bakteri selulotik terhadap konsumsi bahan kering, kenaikan berat badan dan konversi pakan domba. Media Kedokteran Hewan. 23(3):202-205.
34
Preston TR, Leng RA. 1984. Supplementation of diet based fibrous residues and by products. Di dalam: Paramita W, Susanto WE, Yulianto AB. 2008. Konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik dalam haylase pakan lengkap ternak sapi peranakan ongole. Media Kedokteran Hewan. 24(1):59-62.
Said G. 1997. Bioindustri Penerapan Teknologi Fermentasi. Jakarta (ID): Mediyatama Sarana Perkasa.
Sandi S, Laconib E, Sudarman A, Wiryawan KG, Mangundjaja D. 2010. Kualitas nutrisi silase berbahan baku singkong yang diberi enzim cairan rumen sapi dan Leuconostoc mesenteroides. Media Peternakan. 33(1):25-30.
Sanh MV, Wiktorson H, Ly LV. 2002. Effects of natural grass forage to concentrate ratio and feeding principles on milk production and performance of cross bred lactating cows. J. Animal Science. 15:650-657. Santi RK, Fatmasari D, Widdyawati SD, Suprayogi WPS. 2012. Kualitas dan nilai
kecernaan in vitro silase batang pisang (Musa paradisiaca) dengan penambahan beberapa akselerator. Tropical Animal Husbandry. 1(1):15-23. Seglar B. 2003. Fermentation analysis and silage quality testing. Proceedings of
the Minnesota Dairy Health Conference, Univ. Minnesota.
Semiadi G, Nugraha TP. 2004. Panduan Pemeliharaan Rusa Tropis. Bogor (ID): Pusat Penelitian Biologi. LIPI.
Siti NW, Sucipta IGMA, Mudita IM, Partama IBG, Cakra IGLO. 2012. Suplementasi urea molases blok untuk meningkatkan penampilan kambing peranakan etawah yang diberi hijauan pakan gamal. Agripet. 12(2):49-54. Soeparno. 2005. Ilmu dan teknologi daging. Di dalam: Imran, Budhi SPS,
Ngadiyono N, Dahlanuddin. 2012. Pertumbuhan pedet sapi bali lepas sapih yang diberi rumput lapangan dan disuplementasi daun turi (Sesbania grandiflora). Agrinimal. 2(2):55-60.
Soepranianondo K. 2004. Pemanfaatan isi rumen sapi sebagai substitusi rumput raja terhadap komposisi karkas dan berat lemak tubuh pada kambing peranakan ettawah. Media Kedokteran Hewan. 20(1):49-50.
Soepranianondo K. 2005. Dampak isi rumen sapi sebagai substitusi rumput raja terhadap produk metabolit pada kambing peranakan ettawah. Media Kedokteran Hewan. 21(2):94-96.
Surung MY, Rahman I. 2012. Penggunaan EM-4 (Effective Microorganisme-4) dan centro (Centrosema pubescens) dalam pakan terhadap pertambahan berat badan ternak kambing kacang. Jurnal Agrisistem. 8(2):98-102.
Syarifuddin NA. 2008. Karakteristik dan persentase keberhasilan silase rumput gajah pada berbagai umur pemotongan. Di dalam: Santi RK, Fatmasari D, Widdyawati SD, Suprayogi WPS. 2012. Kualitas dan nilai kecernaan in vitro silase batang pisang (Musa paradisiaca) dengan penambahan beberapa akselerator. Tropical Animal Husbandry. 1(1):15-23.
Thalib A, Bestari J, Widiawati Y, Hamid H, Suherman D. 2000. Pengaruh perlakuan silase jerami padi dengan mikroba rumen kerbau terhadap daya cerna dan ekosistem rumen sapi. JITV. 5:1-6.
Toharmat T, Nursasih E, Nazilah R, Hotimah N, Noerzihad TQ, Sigit NA, Retnani Y. 2006. Sifat fisik pakan kaya serat dan pengaruhnya terhadap konsumsi dan kecernaan nutrien ransum pada kambing. Media Peternakan. 29(3):146-154.
van Soest PJ. 1994. Nutritional ecology of the ruminant. Di dalam: Astuti A, Agus A, Budhi SPS. 2009. Pengaruh penggunaan high quality feed suplement terhadap konsumsi dan kecernaan nutrien sapi perah awal laktasi. Buletin Peternakan. 33(2):81-87.
Wadhwa M, Bakshi MPS. 2004. Effect of feeding total mixed rations on the performance of buffalo calves. Philippines Soc.Anim Sci.JICA, ILRI. 2:469-476.
Wahyuni RS, Bijanti R. 2006. Uji efek samping formula pakan komplit terhadap fungsi hati dan ginjal pedet sapi Friesan Holstein. Media Kedokteran Hewan. 22(3):174-178.
Wilson JR, Kennedy PM. 1996. Plant and animal constraints to voluntary feed intake associated with fibre charateristics and particle breakdown and passage in ruminants. Di dalam: Paramita W, Susanto WE, Yulianto AB. 2008. Konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik dalam haylase pakan lengkap ternak sapi peranakan ongole. Media Kedokteran Hewan. 24(1):59-62.
Wina E. 2001. Tanaman pisang sebagai pakan ternak ruminansia. Jurnal Wartazoa. 11(1):20-27.
Wirdateti, Mansur M, Kundarmasno A. 2005. Pengamatan tingkah laku rusa timor (Cervus timorensis) di PT Kuala Tembaga Desa Aertembaga Bitung Sulawesi Utara. Animal Production. 7(2):121-126.
Yerex D, Spiers I. 1978. Modern Deer Farm Management. New Zealand (NZ): GP Publications.
Zakaria Y, Novita CI, Samadi. 2013. Efektivitas fermentasi dengan substrat yang berbeda terhadap kualitas jerami padi. Jurnal Ilmiah Agripet. 13(1):22-25.
36
Lampiran 1 Matrik hubungan antara parameter yang diamati, data yang dikumpulkan, sumber data, teknik analisis dan keluaran dari tahapan penelitian
No Parameter Data Sumber Data Teknik Analisis Keluaran
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Kualitas silase Karakteristik fisik dan
kimiawi silase
Eksperimen Analisis proksimat, uji
organoleptik
Kualitas silase
2 Perilaku makan Respon perilaku dan
aktivitas makan
Pengamatan Deskriptif Deskripsi respon perilaku
makan rusa timor terhadap introduksi pakan alternatif (pakan silase)
3 Palatabilitas terhadap pakan silase
Proporsi jumlah pakan silase diberikan Proporsi jumlah pakan silase dikonsumsi
Eksperimen Manly’s Alpha Indeks palatabilitas
4 Rataan jumlah
konsumsi pakan
Jumlah pakan diberikan Jumlah pakan sisa
Jumlah pakan dikonsumsi
Eksperimen Menghitung selisih antara
jumlah pakan diberikan dengan jumlah pakan sisa dalam bahan segar (BS) dan bahan kering (BK)
Tingkat konsumsi pakan
5 Pertambahan berat
badan harian
Berat Badan(BB) awal Berat Badan (BB) akhir
Eksperimen Menghitung selisih antara
BB akhir dengan BB awal
Pertambahan berat badan harian (PBBH)
6 Nilai konversi pakan Keluaran dari parameter 4 dan 5
Hasil analisis dari parameter 4 dan 5
Ratio antara konsumsi pakan dengan PBBH
Nilai konversi pakan
(1) (2) (3) (4) (5) (6) 7 Pengaruh perlakuan Keluaran dari parameter
3, 4, 5 dan 6
Hasil analisis dari parameter 3, 4, 5 dan 6
Analisis ragam pada selang kepercayaan 95%
Uji beda nyata terkecil (BNT)
Analisis statistik deskriptif (kuantitatif)
Evaluasi pakan (penampilan rusa timor di penangkaran Tahura Wan Abdul Rachman Lampung)
38
Lampiran 2 Sidik ragam tingkat kesukaan (palatabilitas) pakan silase
Sumber Keragaman db JK JKT Fhit Sig.
Perlakuan 2 .543 .271 15.212 .017
Galat 24 .428 .018
Total 26 .971
Uji Beda Nyata Terkecil
Perbandingan Berganda (I) unit contoh (J) unit contoh Perbedaan nilai
rata-rata (I-J) Galat Sig.
95% Selang Kepercayaan Batas Bawah Batas Atas
SRG SJP .315* .063 .000 .185 .445 SBP .031 .063 634 -.099 .161 SJP SRG -.315* .063 .000 -.445 -.185 SBP -.285* .063 .000 -.414 -.155 SBP SRG -.031 .063 .634 -.161 .099 SJP .285* .063 .000 .155 .414
* Perbedaan nilai rata-rata signifikan pada selang kepercayaan 95%.
Lampiran 3 Sidik ragam rataan jumlah konsumsi bahan segar pakan silase
Sumber Keragaman db JK JKT Fhit Sig.
Perlakuan 2 .507 .253 2.195 .193
Galat 6 .693 .115
Total 8 1.199
Lampiran 4 Sidik ragam rataan jumlah konsumsi bahan kering pakan silase
Sumber Keragaman db JK JKT Fhit Sig.
Perlakuan 2 .439 .219 3.939 .081
Galat 6 .334 .056
Total 8 .773
Lampiran 5 Sidik ragam proporsi rataan jumlah konsumsi bahan segar silase terhadap berat badan
Sumber Keragaman db JK JKT Fhit Sig.
Perlakuan 2 21.318 10.659 .959 .435
Galat 6 66.682 11.114
Lampiran 6 Sidik ragam proporsi rataan jumlah konsumsi bahan kering silase terhadap berat badan
Sumber Keragaman db JK JKT Fhit Sig.
Perlakuan 2 7.478 3.739 4.812 .050
Galat 6 4.662 .777
Total 8 12.140
Lampiran 7 Sidik ragam rataan jumlah konsumsi bahan segar pakan perlakuan
Sumber Keragaman db JK JKT Fhit Sig.
Perlakuan 2 1.012 .506 .435 .666
Galat 6 6.987 1.164
Total 8 7.999
Lampiran 8 Sidik ragam rataan jumlah konsumsi bahan kering pakan perlakuan
Sumber Keragaman db JK JKT Fhit Sig.
Perlakuan 2 .383 .192 1.746 .253
Galat 6 .659 .110
Total 8 1.042
Lampiran 9 Sidik ragam rataan jumlah konsumsi bahan segar pakan perlakuan terhadap kelas umur
Sumber Keragaman db JK JKT Fhit Sig.
Perlakuan 1 1.522 1.522 1.644 .241
Galat 7 6.477 .925
Total 8 7.999
Lampiran 10 Sidik ragam rataan jumlah konsumsi bahan kering pakan perlakuan terhadap kelas umur
Sumber Keragaman db JK JKT Fhit Sig.
Perlakuan 1 .000 .000 .001 .975
Galat 7 1.042 .149
Total 8 1.042
Lampiran 11 Sidik ragam rataan jumlah konsumsi bahan segar pakan perlakuan terhadap jenis kelamin
Sumber Keragaman db JK JKT Fhit Sig.
Perlakuan 1 1.003 1.003 1.004 .350
Galat 7 6.995 0.999
40
Lampiran 12 Sidik ragam rataan jumlah konsumsi bahan kering pakan perlakuan terhadap jenis kelamin
Sumber Keragaman db JK JKT Fhit Sig.
Perlakuan 1 .149 .149 1.172 .315
Galat 7 .893 .128
Total 8 1.042
Lampiran 13 Sidik ragam proporsi rataan jumlah konsumsi bahan segar pakan perlakuan terhadap kelas umur
Sumber Keragaman db JK JKT Fhit Sig.
Perlakuan 1 38.744 38.744 5.506 .051
Galat 7 49.256 7.037
Total 8 88.000
Lampiran 14 Sidik ragam rataan jumlah proporsi konsumsi bahan kering pakan perlakuan terhadap kelas umur
Sumber Keragaman db JK JKT Fhit Sig.
Perlakuan 1 5.537 5.537 5.870 .046
Galat 7 6.603 .943
Total 8 12.140
Lampiran 15 Sidik ragam proporsi rataan jumlah konsumsi bahan segar pakan perlakuan terhadap jenis kelamin
Sumber Keragaman db JK JKT Fhit Sig.
Perlakuan 1 10.382 10.382 .936 .365
Galat 7 77.618 11.088
Total 8 88.000
Lampiran 16 Sidik ragam proporsi rataan jumlah konsumsi bahan kering pakan perlakuan terhadap jenis kelamin
Sumber Keragaman db JK JKT Fhit Sig.
Perlakuan 1 .188 .188 .110 .750
Galat 7 11.952 1.707
Lampiran 17 Analisis regresi linear pengaruh berat badan terhadap rataan jumlah konsumsi bahan segar
Variabel yang dimasukkan/Dihapusb Model Variabel yang
dimasukkan
Variabel yang
dihapus Metode
1 berat badan awala . Enter
a. Semua variabel yang dimasukkan. b. Variabel Respon: konsumsi total_BB
Ringkasan Model
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .762a .581 .521 .659
a. Variabel Prediksi: (Konstan), berat badan awal
Analisis Sidik Ragamb
Model db JK JKT Fhit Sig.
1 Regresi 1 4.212 4.212 9.702 .017a
Galat 7 3.039 .434
Total 8 7.251
a. Variabel Prediksi: (Konstan), berat badan awal b. Variabel Respon: konsumsi total_BB
Koefisiena
Model
Koefisien yang tidak distandarisasi Koefisien yang distandarisasi t Sig. B Galat Beta 1 (Konstan) 2.485 .817 3.042 .019
berat badan awal .061 .020 .762 3.115 .017 a. Variabel Respon: konsumsi total_BB
Lampiran 18 Analisis regresi linear berganda pengaruh rataan konsumsi nutrien terhadap rataan jumlah konsumsi bahan kering pakan perlakuan
Variabel yang dimasukkan/Dihapusa Model Variabel yang Dimasukkan Variabel yang Dihapus Metode 1 Konsumsi_GE .
Stepwise (Kriteria: F-to-enter <= ,050, Probability-of-F-to-remove >= ,100).
2 Konsumsi_Abu
.
Stepwise (Kriteria: F-to-enter <= ,050, Probability-of-F-to-remove >= ,100).
42
Ringkasan Model
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .997a .993 .992 .032
2 .999b .999 .999 .014
a. Prediktor: (Konstan), Konsumsi_GE
b. Prediktor: (Konstan), Konsumsi_GE, Konsumsi_Abu Analisis Sidik Ragam
Model db JK JKT Fhit Sig.
1 Regresi 1 1.028 1.028 1.025E3 .000a Galat 7 .007 .001 Total 8 1.035 2 Regresi 2 1.034 .517 2.705E3 .000b Galat 6 .001 .000 Total 8 1.035
a. Prediktor: (Konstan), Konsumsi_GE
b. Prediktor: (Konstan), Konsumsi_GE, Konsumsi_Abu c. Variabel Respon: Konsumsi_BK
Koefisien
Model
Koefisien yang tidak terstandarisasi Koefisien Standarisasi t Sig. B Galat Beta 1 (Konstan) .098 .042 2.364 .050 Konsumsi_GE .000 .000 .997 32.016 .000 2 (Konstan) -.004 .026 -.162 .877 Konsumsi_GE .000 .000 .887 37.105 .000 Konsumsi_Abu 1.824 .329 .133 5.544 .001 a. Variabel Respon: Konsumsi_BK
Variabel Pengecualian
Model Beta In t Sig. Korelasi Parsial
Collinearity Statistics Tolerance 1 Konsumsi_Abu .133a 5.544 .001 .915 .323 Konsumsi_PK .102a 1.626 .155 .553 .201 Konsumsi_SK .084a 2.371 .055 .696 .467 Konsumsi_LK -.153a -5.146 .002 -.903 .236 Konsumsi_BETN -.156a -.955 .377 -.363 .037 2 Konsumsi_PK -.021b -.483 .650 -.211 .110 Konsumsi_SK -.007b -.212 .841 -.094 .179 Konsumsi_LK -.077b -1.714 .147 -.608 .069 Konsumsi_BETN -.090b -1.331 .241 -.511 .036 a. Variabel Prediksi dalam model: (Konstan), Konsumsi_GE
b. Variabel Prediksi dalam model: (Konstan), Konsumsi_GE, Konsumsi_Abu c. Variabel Respon: Konsumsi_BK
Lampiran 19 Sidik ragam pertambahan berat badan harian (PBBH)
Sumber Keragaman db JK JKT Fhit Sig.
Perlakuan 2 5.494 2.747 .997 .423
Galat 6 16.528 2.755
Total 8 22.022
Lampiran 20. Sidik ragam niai konversi pakan
Sumber Keragaman db JK JKT Fhit Sig.
Perlakuan 2 3.450 1.725 .786 .498
Galat 6 13.168 2.195
44